English

Aku Hanya Ingin BerpacaranCh15 - Aku tahu! Dia adalah Burung Beo!

0 Comments

Ketika Huo Rong membawa Huo Qu ke lokasi syuting, Yu Qing Huan baru saja selesai mengambil foto dengan makeup terakhir.

Dan kali ini Liu Jia An tampak cukup puas dengan set foto ini. Dia pun memuji mereka tanpa henti. Dia kemudian meminta asisten untuk mempostingnya di Weibo. wvVE7d

Namun, kasian Yu Qing Huan ini. Cuacanya sangat dingin dan tidak ada alat pemanas di sini. Selain itu, dia harus mempertahankan kondisi sempurna. Bahkan jika dia hampir beku, dia masih harus berpose.

Setelah photoshoot, Yu Qing Huan segera membungkus dirinya dengan mantel yang diberikan Wang Zhensheng untuk menghangatkannya. Dia bahkan tidak ingin mengulurkan tangannya untuk mengambil air panas yang disodorkan Zhao Qingyuan.

Please visit langitbieru (dot) com

“Qing Huan!”

Lokasi pembuatan film itu cukup berisik, di mana semua pemain mengenakan berbagai jenis kostum — sedang bekerja dengan baik. Akan tetapi, Huo Qu dapat menemukan Yu Qing Huan yang bersembunyi di sudut pada pandangan pertama. Dia juga memanggilnya dengan gembira. Sambil membawa tangki ikan, Huo Qu berjalan ke arahnya. 8l4F W

“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Yu Qing Huan dengan nada terkejut. Dia kemudian berdiri untuk menyambutnya.

Huo Qu melihat sekilas ke arah Zhao Qingyuan yang berada di sebelah Yu Qing Huan dengan waspada. Lalu, dia menarik Yu Qing Huan ke samping dan menyodorkan tangki ikannya ke hadapan Yu Qing Huan seperti sedang menyajikan harta.

“Lihat!”

Zhao Qingyuan yang disingkirkan dari sini: “….” hsDUkF

Itu hanya dua ikan! Seolah dia akan membunuh mereka hanya dengan tatapan mata nya saja!

Apa yang salah dengan pria ini?!

Zhao Qingyuan mengedipkan matanya pada Yu Qing Huan, mengisyaratkan untuk memperkenalkan Huo Qu. Tapi, Yu Qing Huan tidak melihat ke arahnya sama sekali. Semua perhatiannya tertuju pada tangan Huo Qu yang membeku.

“Kenapa kamu membawakanku dua ikan ke sini di saat cuaca dingin?” Dia kemudian berhenti. Menyadari bahwa nadanya agak keras, jadi dia segera mengubah suaranya menjadi lebih lembut. Ndrkzd

“Apakah kamu kedinginan?”

Huo Qu merasa sedikit dirugikan karena kesalahan nada Yu Qing Huan. Dia mengendus dengan sedih. “Ya.”

“Lalu, kenapa kamu tidak memakai sarung tangan?” Yu Qing Huan mengambil tangki ikan darinya dengan satu tangan, kemudian membuka saku sisi besar jaket bawahnya dengan tangan yang lain.

“Ayo. Letakkan tanganmu di sini.” zo7C4y

“Hati-hati! Hati-hati!” kata Huo Qu dengan cemas. Dia terus melihat tangki ikan yang bergetar keras, seolah-olah tidak mendengar kata-kata Yu Qing Huan sama sekali.

Dia dengan cepat pergi ke sisi lain Yu Qing Huan. “Ikan itu akan melompat keluar!”

“Aku tahu.” Kata Yu Qing Huan dengan lembut.

Melihat perhatian Huo Qu masih tertuju pada ikan itu, Yu Qing Huan langsung menggenggam tangannya dan meremasnya ke dalam sakunya. Kemudian, dia membawanya ke kamar kecil. ZecGs6

Ini adalah kamar kecil pribadi milik Zhao Qingyuan, yang lengkapi dengan dekorasi semua jenis perabotan dan fasilitas penghangat ruangan. Yu Qing Huan menyalakan pemanas begitu dia masuk, kemudian menekan Huo Qu di sofa.

“Duduk!”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Intuisi seperti hewan peliharaan Huo Qu memberitahunya, bahwa Qinghuan sedang tidak mood. Jadi, dia hanya duduk tegak, dengan kedua tangan di atas lutut, seolah dia sedang menunggu omelan Yu Qing Huan.

Yu Qing Huan sekarang punya banyak pertanyaan untuk ditanyakan padanya. z4hUe8

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Bagaimana dia tahu dia mengambil gambar di sini? Bagaimana dia bisa sampai di sini? Apakah dia memberi tahu orang lain tentang ini?

Tetapi saat melihat wajahnya yang polos, dia tidak bisa menanyakan itu semua.

Karena Yu Qing Huan tidak mengatakan apa-apa, itu membuat Huo Qu lebih kesal pada dirinya sendiri.

‘Jadi Qing Huan marah padaku. Aku gagal menghiburnya. Dia sama sekali tidak menyukai ikanku.’ YQXmAJ

Tiba-tiba rasa sakit yang menyesakkan terasa di dadanya. Tidak kuat, tapi itu terus-menerus terasa, seperti udara yang menghilang di seluruh dadanya, membuatnya hampir kehilangan napas.

Ini semacam perasaan aneh dan menakutkan. Huo Qu menekan dadanya dengan gelisah, hampir menangis.

Ketika Yu Qing Huan kembali ke dirinya sendiri dan melihat bahwa Huo Qu sepertinya sangat kesulitan untuk bernapas, jantungnya hampir melompat keluar dari dadanya. Yu Qing Huan hanya bisa membuang semua pertanyaannya ke belakang, kemudian duduk di sampingnya. Dia bertanya pada Huo Qu dengan cemas, sambil menepuk punggungnya untuk membantunya bernapas.

“Ada apa? Apakah kamu sakit? Dimana yang sakit?” ybJTcC

“Di sini.” Kata Huo Qu sambil menunjuk dadanya. “Itu sangat menyakitkan.”

Wajah Yu Qing Huan segera menjadi gelap. Jantungnya sakit? Ini bukan pertanda baik. Apakah dia memiliki penyakit jantung?

Yu Qing Huan menepuk punggungnya, kemudian memberinya air hangat. Dia melakukan apa saja untuk membuat Huo Qu merasa lebih baik. Hingga Huo Qu terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya, Yu Qing Huan mulai bertanya.

“Bagaimana sekarang?Merasa lebih baik?” d2ZOR5

Huo Qu mengusap dadanya, lalu menatap Yu Qing Huan dengan kosong. “Ya, lebih baik.”

Sangat aneh! Begitu Qing Huan dekat dengannya, rasa sakitnya menghilang. Penyakit apa itu?

Yu Qing Huan menghela napas lega. Meskipun Huo Qu tidak mengatakan apa-apa, dia sudah memutuskan membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan. Hari itu dia demam, sekarang jantungnya sakit. Hal itu benar-benar membuatnya takut.

“Qing Huan!” kyMv3m

Sementara Yu Qing Huan masih berpikir, sebuah tangan menarik pakaiannya. Yu Qing Huan menunduk dan melihat Huo Qu menarik pakaiannya dengan hati-hati, persis seperti pertama kali dia bertemu.

Hati Yu Qing Huan segera melunak. “Apa?”

Langit Bieru.

“Apakah kamu … apakah kamu masih sedih?”

Yu Qing Huan tertegun. “Hm?” Kklr8b

“Kakak laki-laki kedua memberitahuku,” Huo Qu meliriknya sebenyar, namun dia segera tersipu. “Dia bilang kamu sangat sedih sekarang.”

Yu Qing Huan benar-benar tidak tahu dari mana kesedihan itu berasal.

Sejak kapan dia merasa sedih? Siapa kakak laki-laki keduanya? Bagaimana dia tahu?

Ketika melirik wajah khawatir Huo Qu, Yu Qing Huan tiba-tiba mengerti apa yang sedang terjadi. uP6bQd

Jadi, Huo Qu datang ke sini karena dia pikir dirinya sedang sedih? Dan bahkan membawa ikan kesukaannya untuk membuatnya bahagia?

Sejak orang tuanya meninggal, tidak ada yang peduli tentang dia seperti ini.

Orang tuanya baik padanya, tetapi tidak dengan cara yang bijaksana. Mereka pikir itu akan cukup selama dia memiliki pakaian untuk dipakai dan makanan untuk dimakan. Sementara agennya dalam kehidupan sebelumnya berpikir bahwa dia maha kuasa. Agennya tidak akan memperhatikan perubahan halus dari perasaannya.

Huo Qu ini adalah orang pertama yang menaruh perasaannya di dalam hatinya dan memperhatikannya dengan canggung. XuWk3S

Tiba-tiba, ada semacam rasa asam dan manis memenuhi dadanya, seperti biji dengan duri kecil yang berakar di tanah jauh di dalam hatinya.

Yu Qing Huan bertanya dengan nada tercekat. “Jadi, kamu datang jauh-jauh ke sini … hanya untuk masalah sepele ini?”

“Ini bukan masalah sepele!” Huo Qu membantahnya untuk pertama kalinya. “Masalah Qing Huan adalah yang paling penting!”

Omong-omong, dia menatap Yu Qing Huan dengan mata penuh harapan. “Jadi … apakah kamu merasa lebih baik sekarang?” gPZR7W

“Aku sangat bahagia sekarang!” Yu Qing Huan mengambil napas dalam-dalam, lalu menatap Huo Qu sambil tersenyum. “Aku senang karena kamu ada di sini.”

“Benarkah?” Jantung Huo Qu segera melompat mendengarnya. “Apakah kamu serius, Qing Huan? Tapi … tapi aku tidak tahu bagaimana caranya menghibur orang ….”

Dia terdiam sejenak, kemudian mencoba menjelaskan. “Aku … aku bukan orang bodoh. Aku mendapati diriku diuji dengan hasil nilai IQ 170-180. Aku bukan orang bodoh, sungguh. Aku hanya … aku …,”

Dia tampak cemas dengan wajahnya yang memerah, tetapi tetap belum bisa menemukan kata yang cocok untuk menggambarkannya. wKnb2V

Sementara itu, Yu Qing Huan memotongnya terlebih dahulu. “Aku tahu. Aku tahu kamu sangat pandai menghibur orang. Aku tidak marah sama sekali sekarang. “

“Itu … itu bagus.” Huo Qu mengerutkan bibirnya dengan malu-malu. Dia tersenyum sambil menunjukkan lesung pipi kecil di wajah kirinya.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Apakah kamu lapar? Sudahkah kamu makan siang?”

Huo Qu menyentuh perutnya. “Belum.” WUlX36

“Kalau begitu, aku akan memasak ramen untukmu.”

Karena mengetahui bahwa Yu Qing Huan bisa memasak, Zhao Qingyuan telah mengisi kulkas dengan banyak makanan cepat saji. Yu Qing Huan mengeluarkan beberapa bungkus ramen Jepang di antara tumpukan besar itu. Setelah menyalakan kompor induksi, ia mulai memasak ramen sambil mengobrol dengan Huo Qu.

Agak aneh. Bahkan keluarga Huo Qu tidak dapat menemukan cara untuk memulai percakapan dengan Huo Qu. Pertama, Huo Qu tidak suka berbicara. Kedua, mereka selalu tidak tahu apa yang dibicarakan Huo Qu. Sementara itu, Huo Qu juga tidak mengerti mereka.

Tapi Yu Qing Huan ini berbeda. Dia selalu bisa secara akurat mengekstraksi apa yang Huo Qu coba ungkapkan dari kata-katanya. QNPnHZ

“Maksudnya, kamu akan pergi ke luar negeri untuk konferensi akademik dalam beberapa hari?” tanya Yu Qing Huan sambil membuka tutup panci dan memasukkan ramen ke dalamnya.

“Mm.” Huo Qu mengangguk, kemudian menambahkan lagi. “Aku harus pergi.”

Yu Qing Huan tahu mengapa dia menambahkan kata-kata itu. Jadi, dia tersenyum padanya sambil membuka bungkus bumbu. “Tidak apa-apa. Aku akan menelponmu kalau begitu.”

Ngomong-ngomong, dia melihat Huo Qu mengeluarkan notes dan dengan cepat menulis serangkaian karakter. BcsWaj

Yu Qing Huan penasaran, “Apa yang kamu tulis?”

Huo Qu tersenyum polos padanya. “Untuk mengingatkan diriku agar membawa ponsel.”

Ramen panas melarutkan dinginnya udara. Yu Qing Huan kemudian mengisi setengah mangkuk ramen untuk Huo Qu. “Makan selagi masih hangat.”

Huo Qu mengangguk lalu mengambil sumpit dengan patuh. Sayang sekali, dia tidak bisa menggunakan sumpit, ditambah ramen Jepang juga agak terlalu licin. Dia mencoba beberapa kali, tetapi masih belum bisa mengambilnya. mkdFWO

Yu Qing Huan tidak tahan melihatnya. Huo Qu tidak akan bisa makan sampai ramen itu berubah menjadi dingin. Jadi, dia menyingsingkan lengan bajunya dan membantunya.

Dia menggulung ramen dengan sumpit, kemudiam meniupnya sebentar sebelum mengirimkannya ke mulut Huo Qu. “Buka mulutmu!”

Meski Huo Qu naif, setidaknya dia tahu bahwa dia sudah dewasa. Akan memalukan jika diberi makan seperti bayi. Wajahnya pun memerah, bahkan sampai ke telinganya. Huo Qu ingin mundur, tetapi tidak berani menentang kata-kata Yu Qing Huan. Jadi, dia hanya bisa memohon. “Qing Huan, aku …,”

Tapi, begitu dia membuka mulutnya, Yu Qing Huan telah menyelipkan ramen ke dalam mulutnya. “Makan.” 1EGLzP

Satu orang sedang memberi makan, sementara yang lainnya sedang diberi makan. Ketika mereka hampir menghabiskan setengah dari ramen, suara Zhao Qingyuan yang menarik dan unik terdengar dari luar.

“Yu Qing Huan, apa yang kamu masak saat ini?”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Setelah mendorong pintu hingga terbuka, Zhao Qingyuan segera melemparkan dirinya ke panci ramen, benar-benar lupa bahwa Huo Rong ada di belakang.

Huo Rong tidak keberatan. Karena mereka sudah saling kenal sejak lama, jadi dia tahu seperti apa Zhao Qingyuan itu. 0oGakg

“Apakah kamu Yu Qing Huan? Aku mempercayakan adik laki-lakiku kepadamu.”

Huo Rong kemudian berjalan ke depan Yu Qing Huan. Ketika dia melihat mangkuk di tangan Yu Qing Huan dan pipi adik laki-lakinya yang mengembung, dia segera mengenakan senyum yang bermakna.

“Aku Huo Rong, kakak laki-laki kedua Huo Qu.”

Yu Qing Huan: “….” A0fies

Yu Qing Huan tidak tahu harus berkata apa. Dia baru saja menjemput anak malang ini di jalan, namun ternyata dia adalah adik lelaki bosnya? Kenapa dia selalu sangat beruntung?

“Hallo. Dengan senang hati.”

Dengan wajah bermuka poker, Yu Qing Huan berjabat tangan dengan Huo Rong.

“Hm?” Mendengar pembicaraan mereka, Zhao Qingyuan yang sedang menggali ramen akhirnya mengangkat kepalanya. iWx6nI

Dia menatap Huo Qu dengan pandangan kosong, lalu menoleh ke arah Huo Rong. “Jadi, ini adikmu yang jenius? Dia tidak terlihat berbeda dari kita.”

Huo Qu merasa seseorang sedang menatapnya saat dia sedang makan ramen. Ketika dia mengangkat kepalanya dan melihat Zhao Qingyuan yang tidak dia kenal sama sekali, dia mengabaikannya.

Jika itu sebelumnya, Huo Rong hanya akan membiarkannya. Tetapi sekarang berbeda. Huo Qu telah banyak berubah. Jadi, Huo Rong berharap bisa membantu adik lelakinya untuk belajar bersosialisasi.

Huo Rong kemudian mulai memperkenalkannya. “Qu, ini adalah Zhao Qingyuan. Dia adalah …,” Ho9xaP

Sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, Huo Qu tiba-tiba menoleh dan memandang Zhao Qingyuan dengan polos. “Kakak Rong, aku kenal dia. Dia adalah burung beo.”

Zhao Qingyuan: “….”

Kamu adalah burung beo! Seluruh keluargamu termasuk Huo Rong adalah burung beo!

—o0o— Ud270l

[Penulis memiliki sesuatu untuk dikatakan:

Zhao Qingyuan: … Huo Qu! Aku membencimu! Sepanjang hidupku!]

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!