English

Apa Yang DiinginkannyaChapter 2

0 Comments

Fu Yu memimpikan Xiao Yi lagi malam itu.

Dia sudah lama tidak memimpikannya. Setelah terbangun, butuh beberapa menit baginya untuk menenangkan dirinya. Dia khawatir bahwa tidak ada orang atau benda lain di dunia ini yang bisa membuatnya kesal seperti Xiao Yi. waFVcs

Tidak peduli bagaimana dia tidak ingin bertemu dengannya lagi. Hari pertemuan dengan Grup Xiao datang sesuai jadwal.

Fu Yu mengenakan setelan hitam dengan potongan yang rapi dan sesuai seperti biasanya dengan penampilan wajahnya yang terlihat dingin dan sangat teliti. Dia membawa beberapa bawahannya yang kompeten pergi ke gedung kantor Grup Xiao. Setelah melaporkan nama mereka, dua wanita yang ada di meja depan segera membawa mereka ke ruang rapat.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Beberapa orang di meja depan yang menyaksikan Fu Yu dan yang lainnya memasuki lift tidak bisa menahan diri untuk bergumam dengan penuh semangat.

“Ya Tuhan, bos perusahaan ini sangat tampan!” KrlHGL

“Ya, ya! Mana yang harus aku pilih! Tuan Xiao atau Tuan Fu?”

“Sadarlah, tidak ada yang bisa menjadi milikmu.”

“Seseorang selalu memiliki mimpi!”

…… vik9Z3

Tidak lama setelah sekelompok orang itu duduk di ruang konferensi. Orang-orang dari Grup Xiao juga datang.

Fu Yu mengalihkan pandangannya pada orang-orang yang memasuki pintu sampai sosok yang dikenalnya muncul.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Udara di sekitarnya segera terasa membeku, sehingga membuat napasnya sesak.

Xiao Yi terlihat sedikit lebih dewasa dibandingkan saat dia masih di Universitas. Tapi jejak nakal yang ada di wajah tampannya sama sekali belum berubah. Begitu dia memasuki pintu, tatapannya segera bertemu dengan Fu Yu. Dalam sekejap, seperti ada aliran listrik di udara yang jika disentuh akan membuatnya meledak. tW1dwV

Xiao Yi langsung menghampiri Fu Yu dengan senyuman yang terlukis diwajahnya. Dia  mengulurkan tangannya dan berpura-pura berkata, “Tuan Fu, aku sudah mendengar banyak hal tentang dirimu. Senang bisa bertemu denganmu.”

Ini sama sekali bukan kata-kata sopan yang akan diucapkan Xiao Yi seperti yang diketahui Fu Yu. Tampaknya dia sedikit menahan amarahnya dalam dua tahun terakhir.

Bagaimanapun, dia datang untuk bisnis resmi, dan karakter disiplin Fu Yu yang ketat tidak memungkinkannya untuk kehilangan rasa kesopanannya saat ini.

Terutama di depan Xiao Yi. LPQKrA

“Senang bertemu denganmu.” Dia secara alami meraih tangan lawannya.

Xiao Yi tersenyum dengan lebih dalam dan memegang tangannya. Sementara yang lain masih sibuk bertukar kartu nama mereka dan tidak memperhatikan sisi ini. Dia dengan berani mengambil keuntungan untuk melangkah maju dan menjatuhkan kalimat di dekat telinga Fu Yu.

“Aku belum melihatmu selama dua tahun. Aku harap kamu baik-baik saja.”

Kemudian dia dengan segera menarik diri dan melepaskan tangannya, seolah-olah tidak ada yang terjadi dan duduk dengan tenang. kBNqi4

Fu Yu masih berdiri di tempat sambil mengepalkan tinjunya dengan erat sehingga membuat meridiannya terlihat menonjol. Setelah menenangkan dirinya selama beberapa saat, dia kembali duduk dikursinya tanpa ada perubahan pada ekspresi wajahnya.

Pertemuan tersebut berjalan lancar dan lebih lancar dari yang diharapkan. Meskipun perwakilan Grup Xiao juga mengusulkan beberapa perubahan, persyaratan ini tidak buruk dibandingkan dengan pertemuan rancangan proyek biasanya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yang mengejutkan Fu Yu adalah pendapat Xiao Yi yang sangat konstruktif dan profesional. Dia tidak belajar desain arsitektur saat di Universitas. Kenapa dia begitu akrab dengan desain arsitektur?

Dua jam kemudian, kedua belah pihak mengakhiri pertemuan dengan ramah. Dilihat dari suasananya, Xiao Yi cukup puas dengan desainnya. Dongjian bisa dikatakan sudah memegang tiket pemenang. Kecuali Fu Yu, yang tidak menunjukkan ekspresi apa pun, wajah bawahan lainnya menunjukkan ekspresi yang terlihat senang. EU8xAT

Tepat ketika Fu Yu berpikir bahwa dia bisa mengucapkan selamat tinggal satu sama lain, dia mendengar Xiao Yi berkata, “Aku masih memiliki sesuatu untuk dibicarakan secara terpisah dengan Tuan Fu. Kalian bisa pergi ke ruang teh untuk minum teh dan menunggunya sebentar. Maaf untuk ketidaknyamanannya.”

Fu Yu yang baru berdiri, terdiam.

Yang lainnya secara alami mengerti dan mengira bahwa kedua pemimpin itu akan membicarakan beberapa rahasia bisnis. Sekelompok orang segera pergi. Ruang konferensi luas yang sebelumnya terlihat sibuk menjadi hening dan hanya menyisakan mereka berdua yang terlihat sedikit berdebar.

Fu Yu melakukan sedikit menenangkan hatinya dan memecah keheningan,  “Apa yang ingin Tuan Xiao tambahkan?” fHgvEP

Xiao Yi yang ada di seberang meja konferensi menatapnya dengan senyuman yang membuatnya sangat tidak nyaman. Kemudian, pihak lain berjalan perlahan di sekitar meja sehingga membuat jarak antara dia dan dirinya menjadi semakin dekat yang membuat udara seperti memunculkan suasana yang berbahaya.

Tatapan Fu Yu menunjukkan jejak keganasan yang langka.

Peristiwa tahun itu membuatnya melepaskan Xiao Yi. Tapi tidak akan ada yang kedua kalinya.

Saat jarak diantara keduanya kurang dari setengah meter, Xiao Yi akhirnya menghentikan langkahnya dan tertawa kecil. fsBoPY

“Kamu masih sangat membenciku.”

Fu Yu tidak menjawab dan hanya sedikit mengernyit.

“Jangan gugup.” Dengan kedua tangan yang ada di saku celananya, Xiao Yi mendapatkan kembali tampilan kasualnya dan berkata dengan senyuman yang sembrono, “Aku hanya ingin memberi tahumu bahwa aku akan mengambil alih proyek ini ke perusahaanmu, dan kami sama sekali belum mengundang perusahaan lainnya.”

“Apa syaratnya?” J31yLi

“Huh?”

Fu Yu menatapnya dengan dingin, “Kamu sudah memberiku keuntungan sebesar itu. Apa yang kamu inginkan dariku?”

Xiao Yi terdiam selama beberapa saat. Tiba-tiba, dia melangkah maju dan menjebak Fu Yu diantara kedua tangannya yang berada di tepi meja yang membuat jarak keduanya menjadi semakin dekat. Meski mereka tidak bersentuhan, Fu Yu siap memberinya pukulan kapan saja.

Xiao Yi, yang setengah kepala lebih tinggi darinya, menatapnya dengan tatapan yang lebih gelap  dan menindas dari sebelumnya. cwvq5k

“Memberimu keuntungan? Oh, apakah kamu layak? Awalnya, saudaraku sudah menganjurkan agar proyek ini diberikan kepada perusahaanmu. Tapi aku merasa tidak nyaman, jadi aku mengirimkan berita palsu sehingga membuatmu sedikit berkompetitif.”

Nada suara Xiao Yi cukup menghina, dan apa yang dikatakan juga tidak bisa dibantah. Tapi hati Fu Yu menjadi sedikit lebih santai.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Dia tidak ingin berutang budi pada Xiao Yi.

“Tuan Xiao bisa yakin bahwa meskipun tidak ada lawan, kami akan mengambil kesempatan ini dengan serius. Jika tidak ada yang lain, aku akan pergi lebih dulu.” znNF1d

Fu Yu mengulurkan tangan untuk mendorong Xiao Yi, yang berada terlalu dekat. Tubuh pria didepannya sangat kuat, tapi dia bukanlah pria tanpa kekuatan ditangannya. Dia mendorong Xiao Yi mundur setengah langkah. Pihak lain tidak merasa kesal dan hanya mencibir saat melihatnya pergi.

Hingga dia keluar dari perusahaan Grup Xiao, ketegangan yang ada pada saraf Fu Yu akhirnya mengendur dan membuatnya menghela nafas dalam-dalam.

Proyek ini sepertinya akan sangat sulit.

6dAqra

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!