English

Harta Karun Prajurit MudaCh100 - Cinta yang Manis

0 Comments

Penerjemah : Momo


“Kenapa kamu terkejut ketika mengetahui kalau aku adalah pemilik tiga garis kekuatan?” w7BZ8m

Xing Feng hanya bisa tertawa saat melihat ekspresi di wajah Yun Che. Dia mengulurkan tangannya dan menyentuh kepala botak Yun Che. Rasanya sangat menyenangkan, dia sedikit kecanduan menyentuhnya.

“Omong kosong! Pemilik garis ganda sudah sangat jarang dan kamu adalah pemilik tiga garis kekuatan? Lalu kamu sekarang sudah meningkatkan semua kekuatanmu ke level 3. Berapa banyak orang yang akan batuk darah ketika mereka mengetahui hal ini?” H NS0p

Menepis tangan Xing Feng, Yun Che memutar matanya. Pada saat ini, level tertinggi pengguna kekuatan ada di level 3. Xing Feng memiliki tiga kekuatan yang masing-masing sudah mencapai level 3. Bisa dikatakan saat ini dialah yang memimpin, tentu saja hal ini terlalu tidak normal.

“Kakak Che, jangan lupa bahwa kamu juga pemilik tiga garis kekuatan yang sudah mencapai level 3. Kamu bahkan memiliki ruang yang lebih besar dibandingkan dengan Bos.”

Gu Mingxuan yang duduk di hadapan Yun Che, tidak bisa membantu tetapi mengingatkannya sambil tertawa. Yang Huaien dan Xing Feng merasa terhibur. Semua orang melihatnya sebagai pemilik tiga garis kekuatan dan dia tidak bisa menyangkal. Tapi ada harga yang harus dibayar jika rahasianya diketahui orang lain.

“Jadi kamu menghipnotis mereka satu per satu?” jvIkcL

Tidak ingin melanjutkan, Yun Che segera kembali ke topik sebelumnya. Xing Feng mengangguk. “Begitulah. Selain itu, aku memberi tahu mereka tentang pohon yang bermutasi, jadi pangkalan mungkin akan segera bersih dari pepohonan. Lalu, aku berencana menahan alat penelitian dan mengirim Haoling ke lembaga penelitian untuk tetap memantau. Dengan kerugian besar yang mereka alami kemarin, sebagian besar peneliti tidak dapat melakukan pekerjaannya lagi.”

“Terserah. Selama mereka tidak menggangguku. Terakhir kali, aku memberi mereka wajah karenamu, tapi lain kali aku tidak akan membiarkannya mereka pergi dengan mudah.”

Yun Che mencibir dan bersandar ke belakang. Jelas, dia tidak ingin membicarakan lembaga penelitian lagi, dia belum bisa melepas bayangan buruk tentang tempat itu dari pikirannya.

“Aku dengar kamu berencana pindah hari ini? Apa kamu tidak akan mengajakku berkeliling?” G4hEK0

Merasa bahwa Yun Che tidak ingin melanjutkan percakapan ini, Xing Feng tidak ingin memaksa. Dia melihat sekeliling ruang tamu. Secara umur terlihat sama, tetapi dibandingkan dengan rumahnya yang dipenuhi laki-laki, rumah Yun Che yang memperoleh sentuhan tangan wanita terlihat lebih hangat. Dan semua orang yang mendengar ucapannya tadi bisa melihat kalau dia hanya ingin mengunjungi kamar Yun Che.

“Ayo pergi. Aku punya sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu. Kakak Gu, Kakak Yang, tolong bantu aku menjaga Chenchen sebentar.”

Setelah memegang tangan Xing Feng tanpa ragu, Yun Che tidak lupa memberikan penjelasan sebelum dia pergi, sambil melihat ke arah Chenchen yang sedang bermain dengan rubah kecil di sofa.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Klvjx wjrjijt. Oejcuxjc kjxaewe. Bjwl jxjc wfcpjuj Jtfcmtfc.” OKQNIq

Xe Zlcuzejc vjc Tjcu Lejlfc rjilcu wfwjcvjcu. Zfgfxj yfgvej vljw-vljw yfgrbgjx vl vjijw tjal. Cxtlgcsj, alvjx jvj ijul sjcu wfcjyeg wjxjcjc jcplcu vl vfqjc wfgfxj.

Zfiltja gfjxrl xfvejcsj, Tec Jtf alvjx wfcujajxjc jqj-jqj vjc rfufgj wfcjglx Wlcu Mfcu ijcurecu xf jajr. Bfalxj wfgfxj wfcmjqjl ijcajl aluj vjc jxjc wfcepe ijcajl xffwqja, Wlcu Mfcu wfiltja qjujg vjc qlcae yfrl, cjwec vlj alvjx yfgajcsj jqjqec. Glj tjcsj wfwfujcu ajcujc Tec Jtf ifylt fgja, wfculxealcsj wfwjrexl xjwjg.

Dekorasi kamar Yun Che sangat sederhana. Ada tempat tidur, lemari pakaian, meja komputer, dan satu set sofa. Juga dua buah meja dengan lampu sederhana di masing-masing sisi tempat tidurnya. Jelas Yun Yao-lah yang merancang kamar ini. Karena Yun Che pada dasarnya tidak membutuhkan hal lain selain tempat tidur. Jika bisa, dia juga lebih suka tidur di ruang dimensinya setiap malam.

“Merindukanku?” LkF8Ca

Setelah memasuki ruangan, Xing Feng segera mengunci pintu. Lalu tangannya memeluk pinggang Yun Che dari belakang, meletakkan dagunya di bahu Yun Che. Ketika bertanya, dia mencium leher Yun Che yang telanjang.

“Apakah kamu ingin mendengar kebenaran atau kamu ingin aku membujukmu dengan beberapa kata-kata manis?”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Berbalik dalam pelukan, Yun Che meletakkan tangannya di bahu Xing Feng dengan ekspresi bercanda di wajahnya. Xing Feng menundukkan kepalanya dan tertawa lalu menyatukan dahi mereka berdua. “Kebenaran tentang apa? Dan kata-kata manis macam apa yang kamu maksud?”

Dia menginginkan keduanya. UwVOdM

“Hehehe..”

Mengetahui dengan jelas dia akan mengatakan hal itu, Yun Che balas tersenyum. “Sebenarnya, ketika kamu sibuk, aku juga sangat sibuk. Jadi tidak punya waktu untuk merindukanmu. Apa kamu ​​menganggapku seperti gadis kecil? Mengenai kata-kata manis…”

Yun Che tiba-tiba berhenti. Dia berjinjit dan memeluk leher Xing Feng dengan erat sebelum menjulurkan lidahnya dan menjilat daun telinga Xing Feng dengan nakal. Dia kemudian berkata dengan nada menggoda, “Ya, aku sangat merindukanmu. Aku bahkan tidak bernafsu makan. Jika kamu tidak kembali hari ini, aku rasa aku akan bergegas ke Pasukan Mo untuk menemukanmu. Bukankah itu terdengar manis?”

Tidak peduli seberapa manis perkataannya, itu jelas tidak mungkin terjadi. Kecuali dia berubah menjadi karakter wanita dalam cerita dan itu juga jelas tidaklah mungkin terjadi. jDBHU8

“Haha… pasti sangat sulit untukmu. Aku harap ada kebenaran yang lebih manis di lain waktu.”

Mengetahui orang seperti apa Yun Che itu, Xing Feng tertawa dan  memeluk pinggangnya lebih erat.

“Jangan katakan hal seperti itu, sangat sulit. Aku bahkan merinding. Sejujurnya, aku harus mengakui bahwa Jiang Shang benar-benar pandai dalam hal ini. Dia tidak banyak bicara tapi dia bisa memberi tahu Ye Xingchen betapa dia mencintainya setiap hari. Sangat manis. Apa semua penulis skenario seperti dirinya?”

Untuk membuat apa yang dia katakan nyata, Yun Che bergidik saat dia berbicara dan membuat ekspresi tak tertahankan di wajahnya. pEH3fc

“Cinta itu memang manis. Hal tersebut secara alami menunjukkan seberapa besar kita mencintai seseorang.”

Xing Feng terlihat sangat tenang. Yun Che tersentak dan mendorongnya ke samping. “Omong kosong! Sejak kapan kamu menjadi begitu filosofis?”

Yun Che tidak tahu dari mana Xing Feng mempelajari kutipan seperti itu.

“Hahaha… itu bukan filosofis. Itu perasaanku yang sebenarnya.” 9ImkWY

Xing Feng mengikutinya duduk di sofa. Dia menarik Yun Che ke dalam pelukannya. Bahkan, walaupun dia terlalu sibuk untuk memikirkan dan merindukannya akhir-akhir ini, setiap hari harus kelelahan karena menggunakan kemampuan khususnya dan hanya bisa beristirahat di malam hari. Dan ketika pikirannya harus dipenuhi berbagai informasi serta permasalahan yang dia dapatkan, nyatanya ketika Xing Feng memeluk Yun Che saat ini, tubuhnya menyadari berapa dia merindukan kekasihnya ini. Mereka dipisahkan tepat setelah memutuskan memulai hubungan dan selama beberapa hari ini bahkan tanpa melakukan kontak komunikasi.

“Apakah kamu tidak ingin bertanya mengapa aku membunuh Han Mingzhe?”

Yun Che berbaring, menggunakan pangkuan Xing Feng sebagai bantal. Awalnya dia berencana memberitahunya ketika mereka kembali. Tetapi sebelum mereka punya waktu sendiri, Mo Wenyang menelepon Xing Feng untuk meminta bantuan.

“Sebenarnya, aku lebih tertarik pada alasan mengapa kamu menyimpan jantung pohon bermutasi pada hari itu. Hati pohon itu seperti inti kristal zombie, kan?” WxXlHR

Dengan satu tangan memegang tangan Yun Che dan tangan Xing Feng yang lain mulai membelai kepalanya. Dia menunduk dan menatap Yun Che dengan pandangan ingin tahu. Melihat apa yang terjadi pada Han Mingzhe, Xing Feng berasumsi bahwa Han Mingzhe pasti telah menyinggung Yun Che dengan sangat buruk. Itulah yang menyebabkan Yun Che begitu sangat terluka hingga membencinya. Sekarang setelah Han Mingzhe meninggal, bekas lukanya mulai sembuh, Yun Che berpikir dia tidak perlu menutupinya lagi.

“Dulu aku pernah sangat mempercayainya dan mengira aku menyukainya. Lalu aku memikirkannya kembali dan ternyata tidak seperti itu. Aku hanya terlalu kesepian di dunia dan menginginkan seseorang yang bisa menemaniku. Tetapi pada akhirnya, dia berkonspirasi dengan orang lain, menempatkanku dan Chenchen di atas meja bedah.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Yun Che sepertinya mengabaikan pertanyaan Xing Feng. Dia masih dengan keras kepala berbicara tentang Han Mingzhe. Xing Feng tidak bodoh. Apa yang dikatakan Yun Che jelas tidak sesuai dengan kenyataan, tapi dia tidak mengatakan apapun. Dia tahu Yun Che memiliki banyak rahasia dan dia bersedia menunggunya untuk menceritakan satu per satu. Mereka punya waktu seumur hidup, bukan?

“Berbicara denganmu memang sangat melelahkan. Tidak bisakah kamu bertanya kembali? Seperti, kapan dia mengirimku dan Chenchen ke meja bedah? Atau mengapa aku hidup sendiri di dunia ini? Maksudku, apakah kamu tidak penasaran dengan semua itu?” T7bCzD

Tenggelam dalam ingatan masa lalunya, Yun Che menyadari bahwa Xing Feng bahkan tidak memiliki pertanyaan dari awal sampai akhir. Mungkin pria itu sudah mulai menebaknya. Yun Che mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Xing Feng. Dia telah berdebat dengan dirinya sendiri, apakah dia harus memberi tahu Xing Feng rahasia terbesarnya atau tidak.

Awalnya, dia bermaksud membuat penjelasan tentang kebencian antara dia dan Han Mingzhe karena dia sudah mati, dan tidak ada yang bisa memverifikasi kebenaran kata-katanya. Namun, ketika dia memutuskan untuk membicarakannya, Yun Che memilih untuk mengatakan yang sebenarnya, meskipun itu hanya secara singkat. Ini adalah bentuk rasa percayanya pada Xing Feng, kepercayaan yang telah ada sejak kehidupan sebelumnya hingga kehidupan saat ini.

“Aku memang penasaran, tapi jika itu menyakitmu, mari lupakan saja. Semuanya sudah berakhir. Mari kita berfokus pada apa yang kita miliki saat ini dan masa depan kita.”

Mata gelap Xing Feng penuh dengan keseriusan. Yun Che sedikit tersesat, tapi hatinya dipenuhi dengan kehangatan. “Ya, semuanya telah berakhir. Tapi aku masih akan membalas dendam. Tidak mungkin bagiku berpura-pura tidak terjadi apa-apa, bukan?” y1S3Xs

“Tentu saja. Aku hanya tidak ingin kamu terus mengingat hal-hal itu hanya karena kamu tidak ingin menyembunyikannya dariku. Untuk balas dendam, tentu saja itu hal yang berbeda, jadi aku akan mendukungmu. Beri tahu aku jika kamu membutuhkan bantuanku. Kamu selalu tahu aku akan melakukan apapun untukmu. Jangan memikul semua beban sendirian.”

Sambil menggenggam tangan Yun Che dengan erat, Xing Feng menatap matanya. Dia menyukai kenyataan bahwa Yun Che adalah orang pendendam. Jika seorang pria dapat dengan mudah memaafkan dan melupakan musuh yang sudah membunuhnya, maka dia tidak bisa disebut sebagai seorang pria. Yun Che dapat melakukan apapun yang dia inginkan, membunuh siapapun yang dia inginkan dan Xing Feng akan selalu mendukungnya.

“Hehe… Jangan bilang aku tidak pernah mengingatkanmu. Begitu kamu memanjakanku, hidupmu tidak akan mudah.”

Yun Che terkekeh. Dia berguling, membenamkan kepalanya ke perut Xing Feng dan memeluk pinggangnya dengan erat. Xing Feng tidak akan pernah mengecewakannya. Karena mereka mencintai satu sama lain. rAlmn9

“Tidak apa-apa menjadi manja.”

Bersandar di sofa, Xing Feng juga tertawa hingga dadanya bergetar. Setelah beberapa saat, Yun Che tiba-tiba bangkit, dan duduk bersila menghadapnya.

“Aku pikir kamu pasti bertanya-tanya tentang di mana saudara kembarku. Jika aku mengatakan kalau dia berada di ruangku, apakah kamu akan percaya?”

Hal inilah yang sebenarnya ingin Yun Che katakan pada Xing Feng. Hubungan mereka akan semakin dekat, tidak mungkin menyembunyikannya soal Yun Cheng darinya. Jadi dia memutuskan untuk memberitahunya seawal mungkin. p5NwK8

“Apakah dia sudah meninggal?”

Hanya orang mati yang bisa disimpan di ruang seperti sebuah barang. Xing Feng mengerutkan keningnya, merasa ada sesuatu yang tidak beres. Jika Yun Cheng sudah mati, tidak mungkin Yun Che terus menerus menyebutnya. Kecuali dia sebenarnya masih hidup. Tapi sebagai pemilik kekuatan ruang, dia tahu lebih dari siapapun kalau makhluk hidup tidak bisa ditempatkan di dalam ruang.

Bagaimanapun, sejak awal Xing Feng selalu memercayai setiap kata yang diucapkan Yun Che. Dia hanya memiliki sedikit pertanyaan tentang bagian yang tidak masuk akal.

Yun Che menggelengkan kepalanya. “Tidak, dia belum mati, tapi dia juga tidak sepenuhnya hidup.” vLmxRE

“Maksudmu, dia menjadi zombie?”

Seperti yang diharapkan dari seorang Xing Feng, dia segera bisa menebaknya. Lalu dia ingat saat Yun Che memutuskan untuk menginfeksi Zhan Tianlong dengan virus zombie saat berada di Pangkalan Longyang. Jika saudaranya benar-benar telah berubah menjadi zombie dan ditempatkan di dalam ruang, maka sumber dari virus zombie tersebut bisa dijelaskan. Tapi bisakah zombie benar-benar dimasukkan ke dalam ruang?

Langit Bieru.

Pada detik berikutnya, Yun Che menatap matanya dan mengangguk. Membenarkan semua tebakannya.

  Cn0jwc

***


TN :

Akhirnya sudah mencapai bab ke 100. Sebenarnya tidak menyangka bisa sejauh ini. Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah bersedia mampir membaca terjemahan amatir saya ini. Mulai chapter depan kita akan memasuki buku ke 2 ya. Pembagian volume buku ini didasarkan pada versi ebook resmi yang sudah beredar di pasaran ya. ^^

Nf5Sva

Translator's Note

Langit Bieru.

Batuk darah adalah ungkapan emosi untuk mengekspresikan rasa keterkejutan/kemarahan yang berlebihan.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!