English

Harta Karun Prajurit MudaCh104 - Keluarga, Yun Cheng Keluar dari Ruang

0 Comments

Penerjemah : Momo


“Yun Cheng, saudara kembar Kakak Che. Dia… dia…” Zhan Yafei menjelaskan dengan suara rendah, tetapi dia tidak mengatakan kalau Yun Cheng telah berubah menjadi zombie. Meskipun dia tidak melihatnya secara langsung, menilai dari reaksi Leng Yehan dan ekspresi sedih di wajah Lu Haixuan ketika membicarakannya, dia bisa tahu betapa sakitnya perasaan mereka. Zhan Yafei memeluk ibunya, membenamkan kepalanya di bahunya sambil menangis. 5Zq tk

“Xiao Cheng memanggilku kakak hari ini.”

Yun Che menatap Leng Yehan dengan mata yang penuh harapan dan kegembiraan, mengulangi dengan jelas apa yang dia katakan sambil membawa Chenchen di pelukannya. Leng Yehan mengencangkan cengkeraman tangannya di lengan Yun Che. Itu sangat menyakitkan, tapi Yun Che tidak bersuara ataupun mengeluh. Dia bisa merasakan bagaimana perasaannya.

Langit Bieru.

Setelah menutup mata dan menarik napas beberapa kali, Leng Yehan memaksa dirinya untuk tenang. Ketika dia membuka kembali matanya, cengkeraman tangannya yang kuat mengendur. “A-Apakah dia kembali normal?”

“Tidak, dia masih zombie, tapi bukan seperti kamu lihat terakhir kali. Dia sekarang berkembang pesat. Seperti anak kecil yang harus mempelajari semuanya dari awal.” iX37t4

Meski faktanya cukup mengejutkan, tetapi Yun Che tidak bermaksud menyembunyikannya apapun. Akan lebih menyakitkan bagi mereka jika melihat harapan itu hancur di depan mata mereka sendiri.

“Itu sudah merupakan hasil terbaik yang bisa kita dapatkan.”

Leng Yehan perlahan melepaskan Yun Che dan menjatuhkan diri di sofa. Bohong jika dia tidak kecewa. Tapi hasil ini sudah cukup sesuai dengan harapannya. Setidaknya Yun Cheng masih hidup, yang berarti Leng Yehan masih bisa mendengarnya berbicara lagi, bukan?

“Tidak apa-apa. Kita bisa membantunya mengingat kembali apa yang telah dia lupakan sedikit demi sedikit. Karena dia harus mempelajari semuanya dari awal, kita semua akan mengajarinya bersama. Itu bukan masalah besar.” RaAxme

Lu Haixuan yang pernah melalui hidup dan mati bersama Yun Cheng, berusaha menghibur Leng Yehan dengan meletakkan tangannya di bahunya. Awalnya mereka berdua mengira Yun Cheng sudah mati, ketika Yun Che tiba dia berhasil mengubah saudara kembarnya menjadi seperti orang bodoh. Belakangan ini mereka selalu memikirkannya dan mengharapkan yang terbaik untuknya dari lubuk hati yang terdalam. Tapi hari ini, begitu Yun Che telah mengatakan bahwa saudaranya dapat berbicara, ini jelas merupakan berita yang terbaik yang mereka dengar.

“Haixuan benar, Kakak Che, Yehan, Kakak Yao. Selama kita tidak menyerah, suatu saat Yun Cheng akan bisa kembali normal. Kita masih muda dan memiliki waktu yang panjang.”

Jarang sekali melihat Zhou Zeyu yang serius. Itu karena dia tahu lebih baik dari siapa pun betapa pentingnya Yun Cheng bagi orang-orang ini.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Tj. Bjxjx Tjb, Bjxjx Jtf, Tftjc, xlaj jvjijt xfiejguj. Tec Jtfcu peuj yjuljc vjgl xfiejguj lcl. Zjgl xlaj yfxfgpj xfgjr yfgrjwj.” Zfcujcuxja xfqjijcsj, Itjc Tjofl wfwjcvjcu wfgfxj vfcujc wjaj sjcu wfwfgjt. XKaDdY

Tf Wlcumtfc revjt mexeq ylrj wfcfyjx jqj sjcu afgpjvl, wfwyjkj Aljcu Vtjcu yfgpjijc wfcvfxja. “Bjwl jvj vl rlcl peuj. Zfrxlqec xjwl alvjx yfulae pfijr vfcujc jqj sjcu rfyfcjgcsj afgpjvl, ajql Tjofl yfcjg. Blaj jvjijt xfiejguj, alvjx qfveil jqjqec sjcu jxjc afgpjvl, xlaj jxjc wfcutjvjqlcsj yfgrjwj-rjwj.”

“Iya, hadapi bersama.” Bahkan Jiang Shang mengangguk setuju. Hati setiap orang dalam keluarga ini terikat satu sama lain.

“Ibu, Paman…”

Chenchen terlalu muda untuk memahami apa yang mereka bicarakan, tetapi dia adalah anak yang sensitif dan tahu bagaimana membaca wajah seseorang setelah dia berusia 3 tahun. Melihat wajah paman dan yang lainnya tidak bahagia, dia hampir menangis. d8NRAX

“Chenchen, tidak apa-apa. Paman Kecil akan kembali. Ibu sangat senang dan bahagia…”

Melihat wajah kecil putranya yang khawatir, Yun Yao yang menangis sedikit terkejut hingga dia tersenyum menenangkannya. Yun Cheng dapat berbicara adalah hasil yang terbaik. Mereka masih memiliki kehidupan yang panjang dan waktu akan membantu memulihkannya secara perlahan. Jadi mereka tidak perlu terburu-buru.

“Bu…”

Chenchen masuk ke pelukan ibunya, menangis bersama dengan cukup keras untuk pertama kalinya dan tidak ada yang mencoba menghentikan mereka. Semua orang tahu bahwa Yun Yao membutuhkan semua itu. 3l8zri

“Sebenarnya aku  mempunyai saudara kembar yang bernama Yun Cheng. Karena kegagalanku yang tidak berhasil menyelamatkannya tepat waktu, dia berubah menjadi zombie. Namun, aku masih tidak mau menyerah. Selama ini dia tinggal di ruangku. Sebagian besar inti kristal yang kami kumpulkan dikonsumsi olehnya.”

“Setelah berevolusi lagi, dia sekarang terlihat seperti pria biasa, jadi aku ingin membiarkannya keluar. Jika ada di antara kalian yang takut padanya, tidak apa-apa, kalian bisa memberitahuku sekarang. Aku tidak akan mempersulit kalian. Dan akan memberi persediaan yang cukup untuk memastikan kalian tidak akan kelaparan meskipun memilih pergi.”

Story translated by Langit Bieru.

Lagipula, beberapa orang di sini masih belum tahu cerita lengkapnya. Yun Che telah memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya sebelum membiarkan Yun Cheng keluar. Jika mereka bisa menerimanya, maka mereka akan tetap sebagai keluarga. Jika tidak, dia lebih suka menyerah soal hubungan mereka daripada harus membuang saudaranya. Sebutlah dia egois atau tidak berperasaan, bagi Yun Che yang hidup untuk kedua kalinya, kakak, adik dan keponakannya adalah hal yang paling penting untuknya.

“Kamu adalah Pimpinan Tim Puncak. Kamu tinggal memberitahu kami apa yang kamu inginkan. Tidak perlu secara khusus meminta pendapat kami. Kakak Che, walaupun kita hanya mengenal dalam waktu yang singkat, tetapi aku sangat menyukai keluarga ini dan peduli dengan semua orang dalam keluarga ini. Yun Cheng adalah saudara laki-lakimu dan dia juga saudara kita meskipun dia adalah zombie.” Kata Ye Xingchen dengan tenang. b1V3fN

Dia yang sudah menebak semua ini, Jiang Shang memegang tangannya dalam diam. Mereka memandang Yun Che untuk menunjukkan tekadnya.

“Itu benar Xiao Che. Kamu tidak perlu seperti ini, atau ini akan menjadi masalah yang besar. Jika bukan karena kamu, Feifei, Pamanmu, dan aku pasti sudah mati. Karena keluargaku bisa bersatu kembali, mengapa keluargamu tidak bisa? Bibi hanyalah seorang wanita yang dimanjakan orang tuaku sebelum menikah dan dimanjakan suamiku setelah menjadi seorang istri. Aku tidak mempunyai banyak pengalaman dalam hidup, tapi kita semua adalah keluarga. Sebuah keluarga akan selalu bersama baik dalam keadaan bahagia maupun sedih. Jangan khawatir Xiao Che, aku akan membantu Yao menjaga Xiao Cheng di masa depan. Aku tidak akan membiarkannya merasa seperti orang asing.”

Wang Suhua memandang Yun Che sambil memegang tangan suaninya. Mereka seperti ayah dan ibu dalam keluarga ini dan tidak ada orang tua yang membenci anak-anak mereka.

“Mari kita berhenti membicarakannya. Aku sudah mengatakan sebelumnya padamu, Kakak Che. Kamu tidak akan pernah bisa menyingkirkanku dalam hidup ini.” Ketika Zhou Zeyu menaiki mobil listrik Yun Che, dia sudah memutuskan untuk mengikutinya seumur hidupnya. Ddwlm3

Leng Yehan dan Lu Haixuan tidak mengatakan apa-apa, mereka bisa dikatakan sebagai orang-orang yang paling dekat dengan Yun Cheng selain Yun Che dan Yun Yao. Mereka bahkan tidak perlu membuat pengumuman tentang keputusan mereka.

Setelah memandang semua orang, bibir Yun Che tersenyum. “Baiklah. Tolong jaga Xiao Cheng mulai sekarang. Zeyu, tutup pintunya. Aku akan mengeluarkannya.”

“Baik.” Zhou Zeyu segera bangkit dari sofa dan berlari keluar. Dia kembali dalam waktu kurang dari satu menit.

“Apakah kalian siap?” IM4VkL

Yun Che kembali memandang semua orang. Saat mereka menganggukan tegas sambil menahan napas, Yun Che melambaikan tangannya. Sosok ramping tiba-tiba muncul dari udara tipis di hadapan semua orang. Pakaiannya yang putih membuatnya terlihat lebih ramping. Dia memiliki fitur wajah yang sama dengan Yun Che, tetapi bola matanya merah seperti manik-manik kaca yang bersinar. Kulitnya putih pucat dan sangat halus, hingga pori-porinya hampir tidak terlihat. Bibirnya berkilau dan warnanya sangat cantik, seolah-olah dia memakai lipstik merah terang. Tidak ada yang akan menganggapnya sebagai zombie jika mereka tidak diberi tahu sebelumnya. Dari penampilannya, dia terlihat seperti manusia biasa dengan bibir dan mata merah dan kulit yang putih yang halus.

“Xiao- Xiao Cheng…”

Setelah meletakkan putranya di sofa, Yun Yao menghampiri Yun Cheng dengan penuh semangat, tapi adiknya itu justru menghindarinya. Yun Cheng justru membuka tangannya untuk memeluk Yun Che, melihat itu air mata Yun Yao jatuh. Meskipun dia sudah berusaha mempersiapkan mentalnya, tapi begitu melihat penolakan adiknya secara langsung, hatinya tetap terasa sakit, seolah-olah jantungnya siap berhenti berdetak kapan saja. Mereka bertiga dulu sangat dekat, sehingga mereka bisa menyerahkan apapun untuk satu sama lain, tetapi sekarang…

Semakin Yun Yao memikirkannya, semakin banyak air mata yang dia tumpahkan. Zhan Yafei menghampirinya dan memeluk bahunya. Yun Che membawa Yun Cheng dan meletakkan tangannya di atas tangan kakaknya. “Xiao Cheng, dia adalah saudara perempuan kita, orang terdekat kita. Mulai sekarang panggil dia Kakak, oke?” 57MOVm

Yun Che tahu saudara perempuannya tertekan karena sudah mengalami kesusahan yang sama berkali-kali, tetapi dia juga tidak dapat membantu. Yun Cheng bisa berdiri di hadapan mereka saat ini merupakan sebuah berkah.

“Kakak?”

Kali ini Yun Cheng tidak menarik tangannya, tapi dia menatap Yun Che dengan bingung. Yun Che berusaha menyemangatinya. “Iya, Kakak. Sama sepertiku. Dia adalah keluarga yang penting bagimu. Kamu tidak bisa menolaknya mendekat atau dia akan menjadi sedih. Xiao Cheng tidak ingin melihatnya menangis, kan?”

Saat Yun Che berbicara, Yun Cheng mengalihkan sepasang mata merahnya untuk melihat mata Yun Yao yang menangis. Tiba-tiba, dia memiliki semacam kilas balik dalam pikirannya, tapi tidak bisa mengerti semua itu. Namun, alisnya yang cantik berkerut dan matanya yang merah bersinar memperlihatkan kecerdasannya, seolah dia sedang memikirkan sesuatu. Setelah dia kembali tenang, dia bergumam, “Kakak.” hw6L2l

Yun Che dan yang lainnya menangkap setiap gerakannya, tidak bisa menyembunyikan kekecewaan. Mereka jelas menangkap sesuatu, tapi sepertinya keajaiban belum bisa terjadi.

“Benar, Xiao Cheng… Xiao Cheng…”

Story translated by Langit Bieru.

Yun Yao yang sangat senang karena Yun Cheng kembali memanggilnya kembali segera memeluknya erat adiknya itu dengan penuh kebahagiaan.”

“Kakak…” Merasa tidak nyaman dengan pendekatan yang tiba-tiba itu, Yun Cheng mengulurkan tangannya ke arah Yun Che untuk meminta bantuan. Tidak bisa mengatakan apapun, Yun Che hanya bisa memegang tangannya. Karena baru saja keluar dari ruangnya, itu normal bagi Yun Cheng untuk tidak terbiasa dengan banyak orang begitu cepat. Seiring dengan berjalannya waktu dia akan mulai terbiasa dengan semua orang. m3cdKU

“Paman Cheng…”

Chenchen tiba-tiba menarik ujung kemeja Yun Cheng, menatapnya dengan penuh semangat. Dia masih ingat Yun Cheng karena kedua pamannya sangat mirip. Meskipun dia sudah lama tidak bertemu dengannya, dia masih ingat dengan jelas betapa paman kecilnya itu mencintainya. Hanya saja dia terlihat sedikit berbeda sekarang, Chenchen tidak berani melompat ke pelukannya seperti yang dia lakukan pada Yun Che. Dia hanya bisa menatapnya dengan mata penuh kerinduan, berharap paman kecilnya akan memeluk dan menciumnya seperti yang biasa dia lakukan.

“Paman?”

Menatap bayi kecil itu, Yun Cheng yang tidak mengeti apapun hanya bisa memandang saudaranya. Yun Che segera mengangkat Chenchen dan membawanya ke pelukan Yun Cheng. “Dia adalah Chenchen, putra saudara perempuan kita, keponakan kita. Dia manis, bukan? Kita akan mencintai dan merawatnya bersama.” RWGb20

“Iya.”

“Wowoo… Paman Cheng!”

Yun Cheng segera mengangguk dan tersenyum kali ini. Chenchen tidak dapat menahan tangisannya saat dia memeluk leher Yun Cheng. Dia pikir paman kecilnya ini tidak berubah sedikit pun.

  SyLtnO

***

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!