English

Harta Karun Prajurit MudaCh12 - Jika Kamu Tidak  Ingin Mati, Menyingkirlah!

2 Comments

Penerjemah : Momo


“Ini rumahku. Aku akan membiarkan siapapun yang aku inginkan masuk.” Ini pertama kali Yun Yao melawan ibu mertuanya setelah dia menikah dengan Keluarga Zhou. Zhou Wangshi jelas tidak punya cukup waktu untuk bereaksi. Yun Yao mengambil kesempatan ini untuk menggendong putranya dan berlari keluar pintu. Q8oGam

“Hentikan dia, jangan biarkan dia membuka pintu.” Zhou Wangshi yang sudah sadar kembali berteriak dengan panik. Kedua pengawal itu ragu-ragu sebentar, tapi dengan cepat berlari dan menahan Yun Yao sebelum dia bisa membuka pintu.

“Lepaskan aku… kamu akan membunuh Xiao Che, lepaskan…”

Story translated by Langit Bieru.

Kedua tangan Yun Yao dipegang erat oleh pengawal dan putranya jatuh ke lantai. Hati Yun Yao sakit dan dia cukup menderita karena upayanya untuk melepaskan diri.

Paa.. paaa…! oy5OGb

Zhou Wangshi menyerbu dan menamparnya dengan keras dua kali, menyebabkan seluruh wajahnya membengkak. Yun Che yang mendengar dengan jelas dari luar pintu, mengebrak pintu yang terkunci itu dengan keras, “Siapa di antara kalian yang berani menyentuh kakak perempuanku?!”

“Bajingan kecil, masuklah jika kamu mampu. Apa menurutmu aku takut padamu?” Mengandalkan beberapa pengawal, Zhou Wangshi meletakkan tangannya di pinggangnya, dia tidak takut sama sekali. Di luar pintu, Yun Che tiba-tiba terdiam dan yang terdengar hanyalah raungan zombie. Zhou Wangshi pikir Yun Che takut dan wajahnya menjadi lebih bangga. Lin Xiaohan berjalan mendekat dan berkata dengan munafik, “Yun Yao, ini juga untuk kebaikan kita sendiri.”

“Jadi, adikku pantas mati? Jika itu adikmu, apakah kamu akan membiarkannya mati di luar?” Yun Yao yang wajahnya merah dan bengkak bertanya dengan dingin. Mereka manusia, tapi apakah saudaranya bukan manusia? Pada saat ini, dia benar-benar kecewa pada Keluarga Zhou. Dia bahkan mulai ragu, apa keputusannya menikahi Zhou Zhijun itu benar?

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Bagaimana adikmu akan dibandingkan dengan adikku? Lin Xiaohan ingin membalas perkataannya, tetapi melihat Yun Yao yang pegang oleh pengawal, Lin Xiaohan menyerah. Karena Yun Che tidak bisa masuk, dia tidak ingin membuang waktu berbicara dengannya. MpnEKU

“Kfwexjc ajil vjc lxja vlj. Cxe lculc wfiltja yjujlwjcj vlj jxjc wfwyexjcsj…”

“Ujwjc…”

Ebjjgg….

Ufgtjaljc rfwej bgjcu afgaepe qjvj Tec Tjb vjc alvjx jvj sjcu wfwqfgtjalxjc Jtfcmtfc afijt wfwyexj qlcae rjwyli wfwjcpja yjcuxe xfmli. Gjc vlrfgajl vfcujc rejgj sjcu ajpjw, qlcae lae vlvbgbcu afgyexj. Tec Jtf wjrex vfcujc qfvjcu qjcpjcu vl ajcujccsj. Gjc xfalxj hbwylf vl rfxlajgcsj wfcmlew yje wjcerlj, wfgfxj vfcujc qjclx wfcmbyj wjrex, afajql vfcujc wfwyjilxxjc ajcujccsj, Tec Jtf wfwbabcu xfqjij hbwylf sjcu rfvjcu yfgufujr vl vfqjc. VrZBM9

“Paman!” Chenchen memeluk kaki Pamannya sekaligus sementara Yun Che memaksa zombie mundur. Dia berbalik dan mengangkat keponakannya dengan satu tangan dan membanting pintu dengan tangan yang lain. Matanya dengan dingin menyapu dan dua pengawal yang masih memegangi Yun Yao tanpa sadar melepaskannya. Yun Yao yang semula mengira dirinya sudah mati, langsung bergegas mendekat dan memeluknya.

“Wuu.. wuu… Xiao Che, Xiao Che…”

“Jangan menangis, tidak apa-apa.” Dia membuka lengannya dan menarik saudara perempuannya ke pelukannya dan tatapan Yun Che mendarat tepat pada Zhou Ting yang kesal. Itu benar-benar kebetulan, dia telah bertemu mereka pada hari pertama kiamat.

Tapi tatapannya hanya tinggal beberapa detik sebelum dia kembali mengalihkan pandangannya. Setelah menyapu semua orang yang hadir, matanya dipenuhi dengan ejekan dan dia tampaknya cukup memahami situasinya yang ada.  Apakah mereka akan meninggalkan kakak perempuannya untuk menarik perhatian zombie, hingga mereka bisa melarikan diri? Harus dikatakan bahwa tebakan Yun Che benar dan apa yang mereka lakukan bahkan lebih dari yang dia duga. xOQjBw

“Ibu, jangan menangis. Paman akan melindungi Ibu. Melindungi Chenchen.” Chenchen yang sudah bisa mengungkapkan perasaannya, mengulurkan tangan kecilnya yang gemuk dan menepuk kepala ibunya, seperti yang biasanya ibunya lakukan saat membujuknya.

Pria kecil ini sangat manis. Setelah mendengar Pamannya mengatakan bahwa dia akan melindungi mereka, Chenchen mengingat dalam pikirannya, bahwa selama Pamannya datang, tidak ada yang bisa menggertak mereka, termasuk orang jahat yang menggigit orang di luar sana.

“Ehmn, Ibu tidak akan menangis, Chenchen anak baik.” Dengan berlinang air mata, Yun Yao menyeka air matanya dan memuji putranya sambil menangis.

“Siapa yang melakukannya?” Melihat pipi kakaknya yang merah dan bengkak, suara Yun Che rendah saat niat membunuh yang dingin keluar dari matanya. Bahkan Yun Yao hanya bisa terkejut, tetapi Chenchen tidak sedikit pun takut saat dia memeluk lehernya dan meringkuk untuk melihat Zhou Wangshi, lalu membenamkan kepalanya jauh di dalam leher Yun Che dan berbisik, “Ibu membiarkan Nenek masuk; Nenek memukul Ibu; Ibu membuka pintu, Nenek memukul Ibu lagi.” uoIW6O

Meskipun dia masih muda, Chenchen sangat protektif pada ibunya.

“Bajingan kecil, kamu…”

Story translated by Langit Bieru.

Setelah mendengar semua itu, Yun Che memandang Zhou Wangshi dengan tatapan dingin. Wanita tua itu ketakutan dan secara tidak sadar mundur beberapa langkah. Ketika Yun Yao melihat ini, dia dengan cepat menarik pakaian adiknya,  “Lupakan, dia adalah ibu Zhijun. Kita harus cepat dan berkemas dan pergi mencari Xiao Cheng.”

Bukan karena hatinya melembut lagi, hanya saja dia tidak tahu kekacauan macam apa yang sedang dialami dunia. Dia tidak ingin untuk menyebabkan banyak masalah bagi saudaranya. Itu hanya beberapa tamparan, jika dia tidak bisa menahannya dan menyebabkan masalah untuk masa depan saudaranya, dia akan menyesal selama sisa hidupnya. 6M jIF

“………”

Memalingkan kepalanya untuk melihat kakaknya, Yun Che berkata padanya, “Pergi ke kamarmu dan kemasi barang-barang yang kamu dan Chenchen butuhkan, hanya ambil yang diperlukan, kami akan mengumpulkan sisanya setelah kita memulai perjalanan kita.”

“Uhm.” Berpikir bahwa saudaranya benar-benar mendengarkannya, Yun Yao mengangguk dan mengambil putranya

Namun, begitu kakaknya berbalik ke kamar tidur, Yun Che mengambil pedang panjangnya dan berjalan ke arah Zhou Wangshi selangkah demi selangkah. dyoB9s

“Apa yang kamu inginkan, binatang kecil?”

Wanita itu pucat dan terhuyung ke belakang. Bayangan Yun Che memenggal kepala zombie dengan pedang itu masih tercetak jelas di benak mereka. Itulah yang menjadi dasar mereka tidak mengganggu pertemuan dua saudara tadi. Keadaan di luar sudah cukup berantakan dan jika Yun Che memotong mereka dengan pedang itu, mereka hanya akan mati sia-sia.

“Jika ada yang menyakiti Kakakku, aku akan membalaskan dendam untuknya. Dan jika kamu tidak ingin mati, menyingkirlah dari hadapanku.” Dengan tatapan mata dingin pada pengawal yang memlindungi Zhou Wangshi, Yun Che berjalan ke hadapan Zhou Wangshi dan mengangkat tangannya.

“Pa…pa…paa…!” u y3sg

“Ah….”

Yang lainnya tidak ada yang berani bergerak. Zhou Wang benar-benar takut dan berteriak kaget. Kedua telinga berdengung, matanya menghitam dan sudut mulutnya berdarah, tapi Yun Che masih tidak menunjukkan belas kasihan. Yun Che merendahkan suaranya dengan mengatakan, “Aku tidak akan membunuhmu hari ini. Aku hanya menundanya. Kamu tidak perlu pergi ke Zhou Zhijun untuk mengadu. Aku akan menemukanmu di masa depan. Pada saat itu, aku akan melakukan perhitungan denganmu satu demi satu atas apa yang sudah kamu lakukan padaku dan pada Kakakku.”

Ketika dia selesai berbicara, Yun Che juga memberinya senyum yang ganas.

  50lYNP

***

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

2 comments