English

Harta Karun Prajurit MudaCh122 - Kepolosan Adalah Hal yang Paling Mengerikan

0 Comments

Penerjemah : Momo


Gurauan sebelum tidur menghibur semua orang. Yun Yun Che yang masih memikirkan akan tidur di mana, akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah sebelah dan tidur dengan Xing Feng. Protagonis utama yang menjadi bahan lelucon, Ye Xingchen dan Jiang Shang, masih memiliki wajah memerah bahkan ketika mereka sudah sampai di kamar. Saat keduanya selesai mandi, Ye Xingchen memutuskan untuk berbicara dengan Jiang Shang. vTo1fh

“Senior, aku salah.”

Duduk di tempat tidur, Jiang Shang memegang tangan Ye Xingchen sambil memandangnya dengan tatapan menyedih seperti binatang peliharaan yang akan dibuang. Ye Xingchen yang sudah memasang wajah serius hanya bisa menghela nafas tak berdaya sambil memegang kedua pipi juniornya itu. “Apakah kamu tahu apa yang salah?”

Langit Bieru.

Ye Xinchen tidak menyangkal bahwa dia juga menyukai Jiang Shang. Jika tidak, dia tidak akan menolerir semua pendekatan yang sudah dilakukan kepadanya. Dia tidak masalah melakukan tindakan lebih intim. Bagaimanapun mereka berdua laki-laki, bukan makhluk pemalu. Tapi tetap saja mereka akan terlihat konyol jika terus menerus diejek.

“…berbicara terlalu sedikit, mudah salah paham.” WdBVF7

Mengetahui kesalahan yang dia lakukan, Jiang Shang menundukkan kepalanya denga mata terkulai. Ye Xingchen berkata tanpa daya, “Jadi kamu sekarang tahu kalau berbicara terlalu sedikit itu dapat menyebabkan masalah? Karena itu, maukah kamu mulai mengucapkan lebih banyak kata di masa depan?”

Tak tahan melihat tampilan menyedihkan di hadapannya, Ye Xingchen berbicara dengan lembut lalu membungkukkan badannya dan secara proaktif mencium sudut bibir Jiang Shang.

“Uhmm…”

Jiang Shang yang terkejut membeku beberapa saat, di detik berikutnya dia segera melompat ke depan dan menekan Ye Xingchen di tempat tidur, menciumnya balik dengan penuh semangat. VgtBmJ

“Seperti senior. Sayang senior.”

Sambil terus mencium pria di bawahnya dengan lebih intens, dia tidak lupa mengungkapkan perasaan cintanya. Bibir Jiang Shang terus menghisap, menggigit, dan mengunyah. Sementara tangannya dengan semangat membuka jubah mandi Ye Xingchen. Saat bagian depan terekspos, bahu yang seputih salju dan halus terlihat. Tulang selangka yang menonjol terlihat seksi dan menarik. Jiang Shang membelai kulit Ye Xingchen dengan tangannya yang sedikit berkapal, mulutnya mencium lebih keras, menghisap jus manis dari orang yang ada di hadapannya.

“Nnnh… ini sedikit menyakitkan. Lebih pelan.”

Ye Xingchen tidak tahu mengapa situasi bisa berkembang menjadi seperti ini. Bagaimanapun, mereka berdua adalah orang dewasa.  Meskipun dia enam tahun lebih tua dari Jiang Shang dan memanjakannya dalam banyak hal, tapi dia tetap tidak bisa tahan. Pangkal lidahnya mulai kesemutan dan sakit, bibirnya yang terus menerus digigit dan dikunyah juga mulai terasa bengkak. Merasa mulai tidak nyaman, Ye Xingchen dengan lembut mulai mendorong Jiang Shang. zeZVQ4

“Senior, senior…”

Setelah Jiang Shang melepaskan bibir Ye Xingchen yang bengkak, dia beralih menjatuhkan ciumannya ke wajah pria itu. Dan menekan tubuh bagian bawahnya yang semakin memanas ke tubuh Ye Xingchen.

“Hei, kubilang lebih pelan. ​​Jangan tinggalkan bekas di sana.”

Tepat setelah bibir  dan lidahnya terbebas, leher Ye Xingchen sekarang menjadi sasarannya. Jiang Shang seolah tidak mendengarnya, dia terus mengigit dan mengisap leher itu lebih kuat. Ini terasa menyakitkan, tapi juga sangat menyegarkan bagi Ye Xingchen. Tapi, ketika memikirkan bagaimana dia akan kembali menjadi bahan tertawaan besok, antusiasmenya berkurang sedikit. Namun, tetap saja dia tidak ingin mendorong tubuhnya menjauh. Mungkin secara tidak sadar dia juga ingin lebih dekat dengan Jiang Shang. WZdE8G

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Zwwt, rfclbg fcjx. Pculc wjrex xf vjijw rfclbg.”

“Ctt… Ofylt ifwyea.”

Dlylg Aljcu Vtjcu wjrlt rlyex vl iftfg Tf Wlcumtfc, rfwfcajgj ajcujccsj vfcujc cjxji weijl wfwexei qjcaja rfclbgcsj lae yfyfgjqj xjil. Tf Wlcumtfc sjcu wfgjrj xfrjxlajc rfufgj wfcjglx Aljcu Vtjcu pjaet vjc yfgjilt qbrlrl wfcpjvl vl jajrcsj “Cxe alvjx wfwlilxl qfgrljqjc jqjqec. Cqj xjwe lculc wfwyecetxe?”

Ye Xingchen yang duduk di atas perut Jiang Shang dapat merasakan sesuatu yang keras di bawahnya bertambah tegang saat mengenai pantatnya. Menyadari hal itu tubuhnya meluncur ke bawah tanpa daya. “Jelas tidak mungkin memasukkannya sekarang, aku akan membantumu mengeluarkannya…” Ao31ex

“Uhm… Senior, aku…”

Pada awalnya, hal ini mungkin hanyalah lelucon yang dibuat oleh orang-orang, ‘tidur dengan senior’. Tapi sekarang sepertinya semuanya akan menjadi kenyataan. Bisa diperkirakan, besok pagi semua orang akan membicarakannya. Akan tetapi, kedua pria yang penuh semangat ini jelas tidak peduli tentang hal itu. Ini adalah malam yang panjang dan ada banyak hal yang bisa dilakukan sepasang kekasih.

Story translated by Langit Bieru.


Sementara itu, di kamar tepat di atas mereka, ada lebih banyak romansa daripada erotisme antara sepasang kekasih lainnya, Leng Yehan dan Yun Cheng. Saat akan memandikan Yun Cheng, Leng Yehan melepas pakaiannya agar tidak basah. Menghadapi orang yang dikasihinya telanjang, akan menjadi kebohongan jika tidak ada dorongan apapun di dalam hatinya. Tapi begitu dia melihat sepasang mata Yun Cheng yang polos, semua nafsu itu menghilang dengan bersih.

“Berhenti bermain, waktunya tidur.” FHhodr

Agar Yun Cheng dapat menghabiskan waktu, Yun Che mengajarinya cara menggunakan tablet dan mengunduh beberapa permainan kecil yang dapat dimainkan offline. Hal tersebut ternyata membuat Yun Cheng kecanduan. Yang dia lakukan sepanjang hari hanyalah memainkan tablet. Sudah hampir jam 10 malam, jadi Leng Yehan mengambil tabletnya. Yun Cheng cemberut dan menatapnya dengan tidak senang. “Aku tidak mengantuk. Masih ingin bermain.”

Zombie tidak perlu tidur. Yun Cheng biasanya sangat penurut, tapi sangat sulit untuk membujuknya tidur.

“Kamu harus pergi tidur meskipun kamu tidak mengantuk. Aku lelah.”

Memaksa dirinya untuk bersikap tegas dengan Yun Cheng, Leng Yehan keluar dari permainan dan mematikan tablet. Yun Cheng mengembungkan pipinya dengan marah. “Hanhan buruk. Aku tidak menyukai Hanhan lagi.” xNt6n

Dia kemudian berbalik sambil menggerutu, bertingkah seperti anak berusia 4 tahun tetapi dengan tubuh orang dewasa. Kecerdasan Yun Cheng hampir sama dengan Chenchen, itulah sebabnya paman dan keponakan itu begitu dekat.

“Hehe… Bukankah kamu suamiku? Bagaimana kamu akan menjadi suamiku jika kamu tidak menyukaiku?”

Saat menghadapi Yun Cheng, Leng Yehan tidak akan menjadi dirinya yang biasa. Pada awalnya, ketika dia membandingkan Yun Cheng yang lama dengan yang sekarang, dia akan merasa sedih. Tapi sekarang dia sudah bisa menghadapinya dengan tenang. Terlebih lagi, dia menganggap Yun Cheng yang sekarang sangat imut, meskipun Zhou Zeyu sering menertawakannya saat dia sedang menemani kekasihnya itu bermain.

“Bukan suamiku lagi.” TVwFbK

Setelah terdiam sesaat, Yun Cheng menjawab dengan marah. Dia sebenarnya enggan. Bukan karena dia mencintai Leng Yehan, tapi karena di pikirannya Leng Yehan adalah suaminya. Ini sudah ditanamkan oleh saudaranya dan dia tidak ingin membuat Yun Che sedih.

“Jadilah istriku kalau begitu. Aku tidak terlalu peduli selama orang itu adalah kamu.”

Leng Yehan mengangkat dagu Yun Cheng dan membungkuk memberinya ciuman lembut. Setelah melepas jubah mandinya, Leng Yehan berdiri di depan Yun Cheng hanya dengan mengenakan celana dalam.

“Apa itu istri?” 1emKVn

Sebagai zombie keinginan belajar Yun Cheng cukup tinggi. Dia akan dengan mudah tertarik dengan kata-kata baru dan mulai melupakan fakta bahwa Leng Yehan mengambil tabletnya. Dia mengulurkan tangannya untuk menyentuh sisi tubuh Leng Yehan yang menggigil saat jari-jari dingin Yun Cheng menyentuh kulitnya yang panas. Adik kecilnya yang terbungkus celana dalam mulai gelisah. Setelah mengutuk dirinya sendiri sebagai hewan buas, Leng Yehan membungkuk dan membuka kancing piyama Yun Cheng dan membujuk dengan suara rendah, “Jika kamu tidur denganku sekarang, aku akan memberitahumu apa itu istri.”

Inilah yang sering dikatakan orang sebagai orang tua mesum yang mengelabuhi gadis yang lugu. Tidak tahu bagaimana Leng Yehan sepertinya pandai dalam hal seperti ini.

“Oke. Aku akan tidur dengan Hanhan.”

Setelah mengatakan itu Yun Cheng melepas piyamanya dan menyisakan celana dalam, kemudian merangkak ke tempat tidur. Pantatnya yang putih terbungkus celana dalam berwarna putih juga. Seperti buah persik yang lezat. Leng Yehan kehilangan kendali atas dirinya dan mencengkeram pantat itu meskipun beberapa menit lalu dia berhasil menahan insting binatang buasnya. DPfysg

“Hanhan?”

Tanpa tahu dia dipermalukan oleh orang lain, Yun Cheng kembali menatap Leng Yehan dengan bingung. Tapi semakin polos tatapannya, semakin Leng Yehan tidak bisa mengendalikan dirinya. Dia membungkuk dan mencium pantat Yun Cheng.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Hanham, pantatku bau…”

Merupakan kesalahan besar jika kamu ingin anak berusia 4 tahun bereaksi seperti orang dewasa. Apa yang dikatakan Yun Cheng benar-benar mematikan gairah yang Leng Yehan rasakan hingga tubuhnya menjadi terdiam. Ketika dia melihat ke mata Yun Cheng yang polos, Leng Yehan hanya bisa mengalah berusaha mengendalikan dirinya. TpgrEB

“Ayo tidur.”

Leng Yehan naik ke tempat tidur dan memeluk Yun Cheng setelah dia terdiam cukup lama. Yun Cheng yang bersandar di lengannya kembali bertanya, “Hanhan, apa itu istri? Kamu belum memberitahuku.”

Jika Leng Yehan tidak mengetahui kondisi Yun Cheng, dia akan mengira Yun Cheng sedang menggodanya. Tapi hal seperti ini pun ternyata justru menjadi godaan terbesar untuknya.

“Seorang istri adalah…” bcedC7

Setelah Leng Yehan melihat ke arah Yun Cheng, dia memegangnya dengan satu tangan sementara yang lain diletakkan di belakang kepalanya sendiri saat dia menatap langit-langit. “Istri adalah orang yang paling kucintai.”

Di dalam hatinya, Yun Cheng adalah istrinya, orang yang paling dia cintai.

“Oh, kalau begitu aku akan menjadi istri Hanhan.”

Yun Cheng bangun dengan semangat dan tanpa sadar sudah menjual dirinya sendiri. Jika Yun Che tahu hal ini, dia akan kecewa pada saudaranya karena dia bekerja sangat keras untuk menjadikan Yun Cheng sebagai suami. Dan sekarang dia menawarkan diri untuk mengubah posisinya menjadi istri, menjadi orang di bagian bawah dalam suatu hubungan. u5Rr9y

“Hehe… Tentu saja. Xiao Cheng adalah satu-satunya istriku.”

Perkataan Yun Cheng membuat Leng Yehan tertawa. Dia tidak akan menikmati kebahagiaan seperti itu jika Yun Cheng menjadi dirinya yang dulu.

“Ya, aku paling suka Hanhan.”

Yun Cheng terus mengangguk dengan senang, membungkuk dan mencium wajah Leng Yehan. Dia mempelajarinya dari Chenchen, tetapi hanya Leng Yehan, Yun Che, Yun Yao, dan Chenchen yang mendapat hak istimewa untuk dicium. Terakhir kali, Zhou Zeyu memberi Yun Cheng inti kristal yang besar dan enak, Yun Cheng sangat senang dan mencoba melompat menciumnya. Beruntung Leng Yehan menahannya. Zhou Zeyu juga terkejut hingga berkeringat dingin. JWM0or

Sejak saat itu Leng Yehan dan Yun Che mengajari Yun Cheng bahwa tidak semua orang bisa dia cium begitu saja. Hanya saudara laki-laki, saudara perempuannya, dan Leng Yehan-lah yang boleh agar tidak ada kecanggungan yang terjadi,

“Jika kamu menyukaiku, kanu harus menciumku di sini.”

Tidak dapat menahan godaan, binatang buas Leng Yehan muncul kembali. Dia memegang kepala Yun Cheng, membuka mulut dan menyulurkan lidahnya ke Yun Cheng. Dengan lembut dan hati-hati dia mulai menjilat dan membuka mulut pria di hadapannya itu, menelusuri giginya satu persatu.

Yun Cheng adalah pembelajar yang cepat, tidak takut dengan ciuman yang tiba-tiba, dia justru meniru gerakannya dan mulai menjulurkan lidahnya. Ketika berhasil masuk, lidahnya ditangkap oleh lidah Leng Yehan yang panas dan lembab. ub9X1K

“Mmmh…”

Leng Yehan menyedot lidah Yun Cheng dengan keras. Membuat Yun Cheng tidak bisa berbicara, dia hanya menggelengkan kepalanya, mengerang dengan enggan. Matanya yang besar dan tampak naif, terlihat menyedihkan tapi juga memikat…

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Xiao Cheng….”

Bahkan orang suci pun tidak akan bisa menahan godaan afrodisiak seperti itu. Leng Yehan berguling dan menekan Yun Cheng di bawahnya, memegangi kepalanya untuk memperdalam ciuman agar menjadi lebih intens. Lidah Leng Yehan yang licin dan fleksibel tanpa henti mengacaukan mulut Yun Cheng. Pada saat yang sama, air liurnya yang tak terkendali mengalir ke mulut kekasihnya itu. c4O98v

Saat Yun Cheng tanpa sadar menelan cairan tersebut, Leng Yehang menggeram lagi dan lagi. Ketika dia melepaskan bibir Yun Cheng, Leng Yehan dengan mesum menjilat wajahnya dari sudut mulut ke telinganya dan mulai menghisap dan menjilat daun telinganya yang bulat. Tangan Leng Yehan yang semula berada di belakang kepala Yun Cheng turun dan membelai bahunya yang lembut. Malam ini juga akan menjadi milik sepasang kekasih lainnya.

***


T/N :

Sampai chapter ini apakah ada yang masih bingung dengan sosok Jiang Shang yang bicaranya suka terlihat tidak jelas atau sulit dipahami itu? Jadi, Jiang Shang itu memang memiliki hambatan dalam berbicara, dia hanya akan mengeluarkan beberapa patah kata yang kalau diperhatikan kebanyakan hanya memakai pola subyek + kata sifat/kata kerja. l0Kj4H

Contoh : Senior tidur –> yang Jiang Shang maksud adalah senior ayo tidur

Semacam itu. Sejauh ini hanya Ye Xingchen saja yang bisa memahami perkataan Jiang Shang dengan mudah karena memang mereka berdua sudah saling mengenal sejak lama. Penyebab Jiang Shang mempunyai hambatan berbicara itu di depan nanti akan diceritakan saat latar belakangnya terkuak (sedikit spoiler, hehe..). Dan itu cukup mengejutkan sebenarnya. Jadi nantikan saja ya kelanjutan ceritanya.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya…

*** HrxnT5

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!