English

Harta Karun Prajurit MudaCh13 - Membuat Keluarga Zhou Merasa Buruk

0 Comments

Penerjemah : Momo


“Xiao Che!” bpR4Ay

Ketika Yun Yao berlari keluar dari kamar tidur dan menatapnya dengan ketidaksetujuan, Yun Che langsung berubah menjadi pria yang baik, melirik makanan di atas meja dan tanpa ragu menarik keluar meja dari ruangannya. Dia juga mengeluarkan ikan rebus, daging sapi dengan jahe, sup iga babi, dan tumis kubis yang dia masak kemarin di atas meja. Ruang dimensinya bisa menjaga panas dan kualitas makanan, jadi semua yang dia keluarkan masihlah panas.

“Xiao Che, kamu–”

Story translated by Langit Bieru.

Bagaimana bisa? Apakah ini sihir? Yun Yao tercengang dan menunjuk semua hal yang muncul dari udara tipis itu. Kapan adiknya begitu kuat?

Orang lain yang melihatnya membawa semua itu dari udara tipis juga tertegun. Hari-hari terakhir baru saja dimulai. Banyak orang bahkan tidak tahu apa kemampuannya, apalagi kekuatan ruang yang saat ini masih sangat langka. eEYLIp

“Wow, Pamanku sangat kuat!” Satu-satunya yang bertepuk tangan dengan gembira hanyalah Chenchen, seolah dialah yang melakukan semua sihir itu sendiri. Yun Che membungkuk dan memeluknya, mengeluarkan bangku dan peralatan makan, lalu menyapa kakak perempuannya yang masih terkejut, “Ini hanya kekuatan ruang. Itu saja. Kakak, datang ke sini untuk makan sesuatu, isi perutmu sebelum kita menjemput mencari Xiao Cheng.”

Kekuatan ruang adalah kemampuan yang sangat langka pada awalnya. Itu setara dengan membawa gudang barang. Kamu tidak perlu tas besar saat melarikan diri, apalagi khawatir tentang akan kehilangan sesuatu. Pemilik kemampuan ruang akan berhati-hati dan menyembunyikan kekuatannya, karena ketika itu ditemukan maka kemampuannya itu akan dipakai banyak orang.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Cijrjc wfcujqj Tec Jtf yfgjcl wfcufxrqbr xfxejajccsj xfqjvj bgjcu-bgjcu vjijw Bfiejguj Itbe jvjijt qfgajwj xjgfcj vlj lculc wfwyeja Bfiejguj Itbe wfgjrj yegex. Bfvej, xfiejguj wfgfxj alvjx jxjc afgpfyjx ijwj vl gewjt lcl. Vfafijt wfgfxj qfgul, xfxejajc gejcu jxjc vlafwelcsj peuj vl iejg rjcj. Cvjqec sjcu xfaluj, vjijw wfcutjvjql xfxejajc jyrbiea, rfwej qfgtlaecujc xfmli vlqfgiexjc. Glj alvjx ajxea wfgfxj jxjc wfcsfgjcu vjc wfijkjccsj. Bjgfcj yfulae wfgfxj yfgalcvjx, Tec Jtf alcuuji wfwbabcu xfqjij wfgfxj vl vfqjc xjxjx qfgfwqejccsj. Vjja lcl vlj tjcsj lculc wfcpjuj xjxjxcsj sjcu yfiew wfiltja rfcvlgl xfxfpjwjc xljwja vl iejg rjcj.

“Oh, baiklah.” Setelah sadar dari keterkejutannya, Yun Yao berjalan dengan tangan dan kaki yang sama, lalu duduk. Yun Che menempatkan keponakan kecilnya itu di kursi khusus anak di sebelahnya. Secara alami, dia memberi kakaknya semangkuk nasi dan meletakkan sumpit di tangannya. Zhou Zhichen yang tidak sabar berteriak, “Daging, Paman! Aku ingin makan daging. Daging yang besar.” d4vUHb

“Oke, oke. Makanlah dagingnya.” Seolah ingin menebus semua penderitaannya di kehidupan sebelumnya, Yun Che segera mengisi mangkuk keponakannya itu dengan sup iga babi, dia juga dengan hati-hati melepas tulang-tulangnya.

“Paman, rasanya sangat enak.”

Yun Yao mengajar anak itu dengan sangat baik. Yun Che ingin memberinya makan lagi, tetapi Chenchen mengambil sendok di mangkuk kecil dan tidak lupa memberinya acungan jempol pada Pamannya.

“Bailah, ayo makan.” Sambil menyentuh kepalanya, Yun Che menyapa Yun Yao, mengambil peralatan makannya. Mereka tidak jadi datang kemarin, jadi dia belum sempat makan juga. BPCujo

Melihat saudara laki-laki dan putranya, Yun Yao akhirnya berhenti merasa linglung, mengambil sumpit dan ikut makan. Adiknya benar, selama dia kenyang, dia memiliki kekuatan untuk menemukan Xiao Cheng.

“Aku ingin makan daging, aku ingin makan daging…”

“Nenek, apakah kamu mau mengambilnya untukku? Aku ingin makan daging…”

Di sisi lain, meja Keluarga Zhou hanya memiliki beberapa hidangan tumis sederhana. Kedua anak itu menarik wajah Zhou Wangshi yang bengkak seperti roti besar, memaksanya untuk mengambil makanan. Tapi dia takut pada Yun Che. nrejQ6

Meskipun dia sangat menyayangi kedua cucunya, tapi dia tidak berani merampok makanan di meja Yun Che setelah beberapa waktu lalu dia mengambil susu bubuk Zhou Zhichen. Sebaliknya di masa lalu, Yun Yao secara suka rela akan memberikan makanan, terutama pada kedua anak itu. Tapi setelah tindakan mereka tadi dan keinginan mereka untuk membunuh Yun Che, tidak ada lagi kebaikan di hatinya untuk Keluarga Zhou. Dia adalah wanita yang sangat biasa, tetapi bahkan sebagai wanita biasa, dia tetep mempunyai batasannya juga. Dan batasan Yun Yao adalah kedua adik dan putranya.

“Perutku, kenyang!” Chenchen memegang perut bulatnya dan bersendawa dengan puas. Yun Che membelai perut si kecil dengan sayang. “Bantu Ibumu berkemas. Kita akan segera pergi menjemput Paman Kecilmu.”

“Oke, peluk aku Paman!” Chenchen mengangguk dengan baik dan mengulurkan tangan pendek kecilnya yang gemuk kepadanya, Yun Che membawanya keluar dari kursi anak-anak, dan melihat ke sisi yang berlawanan. Dia mengembalikan sisa makanan, meja dan kursi ke ruang dimensinya. Tatapan kerinduan Keluarga Zhou terlihat. Mengandalkan kekayaan dan kekuatan, tidak pernah ada seorangpun yang berani merendahkan mereka seperti ini. Wajah mereka menjadi lebih jelek.

Bagi Yun Yao, sejak mereka ingin membunuh Yun Che, harapannya untuk mereka menghilang. Sekarang dia hanya ingin bergegas ke Huaicheng untuk menemukan adik laki-lakinya dan menyatukan kembali keluarga mereka. VuC2Yn

“Bu, lihat mereka. Apakah mereka masih menganggapmu sebagai senior?”

Melihat Yun Che pergi ke kamar, Zhou Ting tidak bisa menahan perasaan dendamnya. Dia membenci Yun Yao yang mengambil kakaknya dan dia juga membenci semua anggota Keluarga Yun.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Ahh… Bu…?”

Namun, Zhou Wangshi mendorongnya pergi. Bagaimana dia masih memiliki keberanian untuk peduli tentang itu sekarang? Zhou Ting menundukkan kepalanya dengan enggan, matanya dipenuhi dengan kebencian, giginya berderak, tetapi dia hanya bisa menahan diri. Anggota lain dari Keluarga Zhou juga tidak terlihat baik. Penampilan Yun Che dan gaya sengitnya sangat menyinggung kebanggaan di hati mereka. sxdYOj

“Kakak, kamu tidak memerlukan buku tabungan dan sertifikat real estate. Sebaiknya kamu memilih pakaian olahraga yang nyaman dan mudah untuk bergerak, jangan menggunakan sepatu hak tinggi.”

Bersandar di kusen pintu dan menatap Yun Yao yang memegang dompet buku tabungan, Yun Che tidak bisa menahan tawanya. Kakaknya masih berpikir optimis untuk masa depan.

“Buku tabungan juga tidak?” Mendengar hal itu Yun Yao tidak bisa menahan diri untuk merasa ragu. Kedua adik laki-lakinya masih mahasiswa dan putranya berusia kurang dari tiga tahun. Bagaimana mereka harus hidup tanpa uang?

“Kakak, dengarkan aku.” Tidak ingin menjelaskan kepadanya lebih lanjut, Yun Che berjalan dan mengambil buku tabungannya serta hal-hal lain, melihat koper yang tergeletak di tempat tidur, “Apakah itu saja?” hsYaQ2

“Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan membawa beberapa pakaian untuk Chenchen.”

Setelah mengatakan itu, Yun Yao tidak punya waktu untuk berjuang dengan buku tabungan, membuka lemari dan mulai mencari pakaian Chenchen. Yun Che berbalik, melihat keponakan kecilnya dengan botol susu di mulut melemparkan mainannya ke dalam koper. Setelah itu dia memasukkan botol susunya ke tas kecil miliknya.

“Apa Chenchen akan pergi?” Berjongkok di depan keponakan kecilnya, dia membantunya menarik risleting koper itu, Yun Che tersenyum dan meremas hidung kecilnya.

“Pergi menemui Paman Kecil.” Chenchen mendongak dan tersenyum dengan polos, membuat Yun Che tertawa. “Ya, iya, mari kita pergi ke Paman Kecil dan belajar dari Ultraman bagaimana cara mengalahkan orang jahat.” ZSrWMj

“Uhmm.” Setelah mendengar kata-kata Ultraman, Chenchen mengangguk dengan tegas dan bersemangat. Pamannya sudah menjadi orang kuat dibenaknya, bahkan lebih kuat dari pada Ultraman.

***

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!