English

Harta Karun Prajurit MudaCh199 - Chenchen Juga Ingin Pergi!

0 Comments

Penerjemah China-Indonesia : Momo


Ini bukan pertama kalinya Yun Che membawa Yun Cheng keluar. Dia telah pergi bersama Yun Cheng dalam dua perjalanan di mana mereka mencegat persediaan Tentara Wei, tetapi itu adalah perjalanan singkat dan mereka dapat kembali pada hari yang sama. Kali ini, dia akan pergi jauh ke daerah pesisir Timur dan Yun Cheng bagaimanapun juga adalah zombie. Bagaimana jika dia berubah menjadi liar di sepanjang jalan? Saat ini, mereka bukan tandingannya bahkan jika kekuatan mereka semuanya digabungkan. Begitu mereka kehilangan dia sekali, akan sulit mengembalikannya ke keadaan seperti sekarang di masa depan. htO4Mn

“Xiao Cheng tidak bisa pergi!”

Setelah memastikan bahwa dia tidak bercanda, wajah Leng Yehan berubah muram saat dia menatap tajam ke arah Yun Che.

Langit Bieru.

“Tujuan kali ini terlalu jauh, lupakan saja, oke?”

Dibandingkan keterusterangan Leng Yehan, Yun Yao mencoba mendiskusikannya dengan Yun Che. Baginya, Yun Cheng akhirnya perlahan terlihat normal dan semakin menjadi lebih seperti orang biasa. Tak satu pun dari mereka yang bisa menahan rasa sakit jika kehilangan dia lagi. 2XS3QF

“Apa yang kalian khawatirkan? Percayakah kamu jika aku mengatakan Xiao Cheng bisa mengalahkan kalian semua sendirian?”

Tatapan Yun Che menyapu seluruh anggota timnya. Dia terlihat setengah bercanda, tapi keputusan ini sudah sejak lama dibuatnya ketika dia memutuskan pergi ke Pangkalan Binhai. Terlepas dari apakah semua ketakutan mereka itu akan terjadi atau tidak, mereka hanya bisa menghadapinya. Menahan Yun Cheng di rumah sama saja dengan menjauhkannya dari dunia luar dan itu bukan hal yang baik untuknya maupun mereka semua.

“Seriuslah!”

Dengan Leng Yehan yang memimpin, orang-orang dari Tim Dingfeng menatapnya sambil mengerutkan kening, entah memikirkan apa yang dia katakan atau menentang dalam diam. Yun Yao yang tidak sesabar mereka, mencubitnya dengan cemas. Yun Che menjerit berlebihan, membelai lengannya, dan menghela nafas tak berdaya. qwfRdW

“Kakak, aku tahu apa yang kamu khawatirkan, tapi aku tidak berencana membiarkan Xiao Cheng berjalan keluar sepanjang waktu. Jangan lupa, dia juga bisa masuk ke dalam ruangku. Dia juga saudara laki-lakiku, apakah aku tidak khawatir? Tapi, kita juga tidak bisa selalu menahannya di rumah. Pikirkan betapa bahagianya dia setiap kali kita membawanya keluar. Untuk seseorang yang tumbuh dewasa, keinginannya untuk melihat dunia luar jauh lebih hebat dari yang bisa kita bayangkan. Kamu pasti juga menyadari bahwa kecerdasan Xiao Cheng semakin meningkat dan dia sekarang setara dengan anak berusia sepuluh tahun. Siapa yang tahu jika dia kembali meningkat dan akan menjadi pemberontak seperti remaja? Apa yang akan kita lakukan? Apa yang kita pikir baik, belum tentu baik untuknya.”

Kondisi Yun Cheng di setiap tahap tidak mereka ketahui dan mereka harus terus berusaha memahaminya. Bahkan, Yun Che sendiri tidak tahu apakah keputusannya membawa Yun Cheng ke Pangkalan Binhai itu tepat atau tidak. Tetapi, dia tahu bahwa dia akan mendapat jawaban setelah melakukan perjalanan ke sana. Jika tidak pergi, mereka tidak akan pernah tahu.

“Ini…” Yun Yao ragu-ragu. Setiap kali melibatkan masalah adiknya, dia selalu merasa bingung. Dia tidak tahu apakah harus terus menentang atau menyetujuinya.

“Apakah kamu yakin Xiao Cheng bisa bebas masuk dan keluar dari ruangmu?” 0dtgqn

Setelah menatapnya sebentar, Leng Yehan berkata dengan sungguh-sungguh. Dia telah mendengar tentang bagaimana Yun Che mengirim Chenchen ke ruangnya di depan semua orang. Faktanya, dia tidak bisa tenang setiap kali harus pergi meninggalkannya di rumah. Jika Yun Cheng benar-benar bisa masuk dan keluar ruang dengan bebas, dia akan bisa membawanya dan tidak perlu merasa khawatir lagi.

“Ingin mencoba?” Yun Che mengangkat alisnya dan melambai pada Yun Cheng yang menatap kosong ke arah mereka. Yang terakhir segera meninggalkan Leng Yehan dan duduk di sebelah saudaranya tanpa ragu, “Kakak!”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Zfrxlqec alvjx qjcajr, rfwej bgjcu wjrlt wfgjrj xjrltjc qjvj Ofcu Tftjc, yfgqlxlg yjtkj vlj qjral wfgjrj xfrji xjgfcj bgjcu sjcu qjilcu qfcalcu yjul xfxjrltcsj jvjijt rjevjgjcsj vjc yexjc vlj.

Rjwec, rjcuja vlrjsjcuxjc, rlwqjal wfgfxj alvjx vlqfgiexjc. Ofcu Tftjc revjt ijwj afgyljrj vfcujc lcl xjgfcjcsj alvjx jvj sjcu ylrj vlj ijxexjc ecaex lae. Tec Jtf jvjijt bgjcu qfgajwj sjcu vliltja Tec Jtfcu rfafijt vlj rjvjg. Gjc plxj yexjc xjgfcj Tec Jtf, Tec Jtfcu wecuxlc yjtxjc alvjx jxjc wfwlilxl xfrfwqjajc ecaex yfgylmjgj vfcujccsj, jqjijul yfgrjlcu vfcujc Tec Jtf ecaex wfcpjvl bgjcu sjcu qjilcu qfcalcu yjulcsj. 0w7mfX

“Xiao Cheng, kali ini kita akan pergi ke tempat yang jauh. Apakah kamu ingin pergi bersama kami?”

Yun Che duduk bersila di sofa menghadap Yun Cheng. Xing Feng yang ada di belakangnya, menggelengkan kepalanya, mengeluarkan ponselnya, dan melihat pesan yang dikirim Gu Mingxuan kepadanya. Setelah membaca pesan itu, wajahnya berubah muram. Yun Che benar—semua markas besar menolak untuk menyumbangkan persediaan mereka, menggunakan bencana sebagai alasan. Saat ini, hanya dua atau tiga pangkalan seperti Pangkalan Barat Daya yang belum merespon. Pangkalan Ibu Kota juga belum menjawabnya.

“Ya, aku juga ingin pergi, Kakak. Terakhir kali, kamu mengatakan akan membawaku ke mana pun kamu pergi. Kamu tidak bisa menarik kembali kata-katamu.”

Mendengar ini, Yun Cheng memegang tangannya dengan penuh semangat. Dia masih ingat kapan terakhir kali mereka pergi selama beberapa hari dan dia tidak lagi ingin tinggal di rumah sendirian menunggu mereka kembali setiap harinya. Karena semua orang mengatakan dia kuat, dia juga akan dapat membantu saudaranya. 2rdelZ

“Bukankah aku bertanya padamu sekarang, tapi Xiao Cheng, keluar itu lebih sulit jika dibandingkan dengan tinggal di rumah. Jika kamu ingin pergi bersama kami, kamu tidak bisa mengeluh tentang menjadi kotor atau ingin segera mandi dan berganti pakaian. Jika diperlukan, kamu juga harus tinggal di ruangku. Bisakah kamu melakukannya?”

“Hah?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Permintaan untuk tidak takut kotor jelas terlalu banyak baginya. Yun Cheng merengek sebelum berbalik untuk melihat Leng Yehan dan saudara perempuannya, berkata dengan sedih, “Bagaimana jika aku benar-benar kotor? Tidak bisakah aku mandi dan berganti pakaian?”

Dia tidak akan tahan jika seperti itu. Pakaiannya biasanya bersih dan di bawah pengajaran Yun Yao, dia selalu membersihkan kamarnya sendiri dan mengganti seprai setiap hari. Mereka sangat beruntung memiliki Yun Che yang memiliki kantong Doraemon, jika tidak, mereka tidak akan bisa menanggungnya. Jadi, tidak membiarkan Yun Cheng mengganti pakaiannya ketika dia kotor sama dengan membunuhnya! N29pTE

Mengetahui bahwa dia sangat cemas, Yun Che dengan sengaja menyentuh dagunya dan membiarkannya menggantung. Melihat ini, Leng Yehan duduk memeluknya, “Kakakmu hanya menggodamu. Kami memiliki Meng Gang di dalam tim. Minta saja dia untuk mengambilkanmu air jika kamu ingin mandi.”

Bahkan, jika dia ingin menempatkan bak mandi di tumpukan zombie untuk mandi, para zombie bisa menjadi pengawalnya secara gratis.

Tidak ada yang bisa melakukan ini kecuali Yun Cheng. Meskipun Leng Yehan tidak mengatakannya, ada senyuman di matanya. Mungkin dia benar-benar terlalu khawatir. Seperti yang Yun Che katakan, Xiao Cheng lebih kuat dari mereka semua. Jadi tidak akan ada masalah.

“Oh, Kakak?” QLWlia

Yun Cheng mengangguk patuh, menatap saudaranya dengan tatapan menyedihkan untuk mendapatkan persetujuannya.

“Haha… aku hanya menggodamu. Aku hanya berharap kamu tidak akan mengatakan ingin mengganti pakaianmu hanya karena setetes darah. Tapi jika memang benar-benar kotor, kamu bisa menggantinya.”

Dia sebenarnya tidak berencana memberitahunya hal ini, tetapi dia tiba-tiba memikirkannya, dan dua pengalaman sebelumnya memang sedikit berlebihan. Karena itu, dia pikir akan lebih baik jika dia bisa mengambil kesempatan ini untuk membuat Yun Cheng tidak terlalu terobsesi dengan kebersihan.

“Baiklah, terima kasih Kakak, aku ingin pergi.” Mendengar ini, Yun Cheng langsung tersenyum cerah. wxqWad

“Kalau begitu mari kita coba memasuki ruang sekarang?”

Melihat bahwa dia jelas telah melupakannya, Yun Che berkata dengan alis terangkat. Yun Cheng tidak ragu lagi tapi mengangguk patuh dan duduk tegak. Setelah Yun Che menggelengkan kepalanya dan melambaikan tangannya, Yun Cheng menghilang dari pandangan mereka semua. Meskipun, lebih mudah daripada mengirim Chengcheng beberapa waktu lalu, Yun Che masih merasa sedikit tidak nyaman. Tapi dia tidak menunjukkannya dan berpikir bahwa ketidaknyamanan akan hilang setelah melakukannya beberapa kali lagi. Bagaimanapun, Yun Cheng sekarang sangat berbeda dari ketika dia pertama kali keluar.

“Sial, Xiao Cheng, kenapa kamu di sini?”

“Hei Yu, Chenchen!” HxownY

Merasakan kehadiran Yun Cheng di ruang dimensi, Hei Yu segera membawa Chenchen menemuinya. Melihat keduanya, Yun Cheng yang tidak tahu arah dengan senang hati menghampiri mereka. Chenchen juga berlari ke arahnya, “Paman Kecil!”

Yun Cheng menangkapnya dan mereka berdua berputar-putar dengan gembira.

“Kenapa kamu masuk, Xiao Cheng? Apa terjadi sesuatu di luar?”

Hei Yu ingin merasakan keadaan di luar, tetapi Yun Cheng segera bercerita dengan rinci kepadanya. “Aku ingin pergi juga, jadi Kakak membiarkanku mencoba apakah bisa bebas masuk keluar ruang.” MQH4wE

“Sejak kapan Tuan menjadi begitu cerdas? Aku harus keluar dan memberinya ciuman, dia benar-benar hebat.”

Mendengar ini, Hei Yu melompat-lompat kegirangan karena dia telah lama menginginkan peralatan produksi cokelat. Dia tidak keluar hanya selama beberapa hari dan tidak menyangka tuannya membuat keputusan seperti itu untuknya. Dia tidak ragu bahwa tuannya sangat mencintainya.

Please visit langitbieru (dot) com

“Ke mana kamu akan pergi, Paman Kecil? Chenchen juga ingin pergi.”

Mereka sudah dibawa keluar oleh Yun Che ketika Chenchen mengatakan ini, dan Yun Yao berkata dengan marah begitu mendengarnya, “Paman Kecilmu akan pergi sudah membuatku cukup khawatir. Apakah kamu masih ingin pergi juga? Kamu akan tetap di rumah bersamaku.” ANzmJ8

“Bu…”

Karena ibunya sudah lama tidak berbicara begitu keras padanya, Chenchen melingkarkan lengannya di leher Yun Cheng dan merajuk—dia hanya ingin bersama pamannya dan yang lainnya.

“Kakak, biarkan Chenchen pergi, aku akan melindunginya.”

Bagi Yun Cheng, Chenchen adalah keponakan sekaligus temannya. Melihat wajahnya yang sedih, dia dengan cepat menepuk dadanya dan meyakinkan saudara perempuannya dengan sangat serius. IqawAQ

“Xiao Cheng, bukannya Kakak tidak mempercayaimu, hanya saja…”

“Kakak, biarkan Chenchen pergi bersama kami.”

Yun Che seperti Yun Yao, sangat protektif terhadap adiknya, dan dia juga paman yang baik. Melihat keponakannya merajuk dan saudaranya memberikan jaminan, dia hanya bisa menyerah pada mereka.

“Kenapa kamu membuat masalah lagi?” 8K2iYF

Yun Yao berbalik dan memelototinya. Jika Yun Che tidak tiba-tiba mengatakan akan membawa Yun Cheng keluar, semua ini tidak akan terjadi. Bukan masalah jika hanya Yun Cheng, tapi sekarang Chenchen pun ingin pergi. Bukankah itu masalah?

“Aku tidak masalah. Pikirkan tentang itu, Kak. Xiao Cheng akan menghabiskan lebih banyak waktu di ruangku selama perjalanan. Hei Yu akan berada di luar membantuku dan tidak mungkin menemaninya sepanjang waktu. Bukankah dia akan kesepian? Jika Chenchen menemaninya di dalam ruang, itu akan sempurna, kan?”

Jika Yun Che tidak bisa meyakinkan seseorang, maka tidak ada orang lain yang bisa, terutama jika itu adalah Yun Yao. Selama dia menemukan titik lemahnya, akan lebih mudah membicarakannya.

“Ini… bisakah itu berhasil? Bagaimana jika Chenchen mulai merengek dan ingin keluar? Dia masih sangat muda dan kemampuanya hanya level dua. Bagaimana jika dia memberi kalian masalah?” ZEsWaK

Yun Yao ragu-ragu lagi, di satu sisi takut adiknya kesepian, di sisi lain juga takut putranya memberi mereka semua masalah. Meskipun dia sebenarnya tahu lebih baik daripada siapa pun bahwa putranya paling aman ketika bersama Yun Che, bahkan jika tempat yang mereka tuju ribuan mil jauhnya.

“Masalah apa yang bisa dia timbulkan? Kita punya Hei Yu, Raja Serigala, Raja dan Ratu Elang.  Kurasa kita tidak boleh menyia-nyiakan makanan untuk mereka jika mereka bahkan tidak bisa melindungi seorang anak. Bunuh saja mereka lebih awal dan kita semua bisa makan enak.”

“Sial, Tuan, kamu ingin memakanku? Aku akan bertarung denganmu!”

“Astaga, apa yang…” 71ZMU3

Yun Che lupa bahwa Hei Yu yang telah menyusut menjadi anak anjing, juga hadir. Tepat setelah Yun Che selesai berbicara, Hei Yu bergegas ke arahnya.

Yun Che mengeluarkan kutukan dengan suara rendah dan bersembunyi di belakang Xing Feng. Melihat sosok hitam mendekat, Xing Feng dengan cepat meraih kaki belakangnya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Sial, kamu bahkan memiliki seseorang untuk membantumu. Xing Feng, lepaskan aku. Jika kamu memiliki kemampuan, ayo berduel denganku. Percaya atau tidak, binatang ini akan mengalahkanmu dengan satu tamparan. Lepaskan aku…”

Terkendala oleh ukuran tubuhnya, Hei Yu hanya bisa menendang kakinya dan berteriak. Namun, Xing Feng pura-pura tidak mendengarnya dan hanya memengang kaki belakangnya yang terus bergetar hebat. Merasa marah, Hei Yu terus mengutuk, dan suaranya bergema di aula. Orang-orang dari Dingfeng memiliki pemahaman diam-diam. Jika tidak memalingkan muka, mereka menundukkan kepalanya, tetapi bahu mereka bergetar berkhianat. Sangat jarang bisa melihat Hei Yu mengalami waktu buruk seperti ini. P7UxMj

 

***

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!