English

Harta Karun Prajurit MudaCh200 - Pergi Ke Binhai

0 Comments

Penerjemah China-Indonesia : Momo


Saat tidak ada tanggapan dari pangkalan-pangkalan lain, pada saat yang sama, Pangkalan Binhai melaporkan bahwa mereka dikepung oleh zombie dan binatang laut. Komandan pangkalan–Tan Jianting telah membuat lusinan panggilan bantuan setiap harinya, meminta Pangkalan Ibu Kota untuk mengirim pasukan bantuan. Namun, pesawat barang dari Pangkalan Ibu Kota telah diserang oleh burung mutan yang juga menderita kelaparan karena salju bahkan sebelum terbang keluar dari ibu kota. I3Tytz

Tidak ada yang selamat, beberapa pesawat barang dan ratusan tentara hilang. Ibu kota tidak berani bertindak gegabah lagi dan hanya bisa menghubungi beberapa pangkalan yang lebih dekat ke Binhai untuk mengirim bala bantuan. Akan tetapi, pangkalan-pangkalan itu terus memberikan alasan, baik mengatakan bahwa mereka juga menderita korban besar atau kekurangan tenaga, dan beberapa bahkan menolak untuk menjawab telepon. Akibatnya, tidak ada bantuan yang benar-benar diberikan dari ibu kota.

“Situasi komandan lama sangat berbahaya, jadi anggap saja ini sebagai hadiah penghormatanku untuknya.”

Langit Bieru.

Mendengar bahwa Xing Feng dan yang lainnya akan pergi ke Pangkalan Binhai, Mo Wenyang mengumpulkan beberapa persediaan dan membawanya ke Komunitas Chaoyang. Tan Jianting juga komandannya ketika dia dan Xing Feng berada di di unit yang sama. Sekarang komandan menghadapi krisis, dia ingin membantunya. Namun, Wei Kan, Wang Wei, dan Wan Guoqiang sangat menentangnya.

“Baiklah. Setelah kami pergi, jika terjadi sesuatu kamu bisa bicara dengan Mingxuan. Jika itu tentang pemilik kemampuan, kamu bisa mencari kapten Tim Lese atau Changle. Karena Xiao Che memercayainya, aku yakin mereka bisa diandalkan.” NkVqcZ

Setelah menyimpan persediaan yang dibawa oleh pemilik kemampuan ruang Mo Wenyang, Xing Feng pergi ke rumah bersamanya, dan pada saat yang sama mengatakan bahwa dia perlu meminjam pesawat barangnya. Tanpa berpikir panjang, Mo Wenyang langsung menyetujuinya, “Tetapi jika Wei Kan dan Wang Wei tahu bahwa kamu dan… uhm, Yun Che sedang pergi, mereka mungkin membuat gerakan kecil.”

Mo Wenyang ingin menyebut Yun Che sebagai binatang penjaga rumah lagi, tetapi dengan cepat mengubah kata-katanya ketika dia melihat mata tajam Xing Feng. Sampai sekarang, dia masih berusaha menghindari Yun Che sebanyak mungkin dan percaya dari lubuk hatinya bahwa mereka ditakdirkan untuk tidak akur satu sama lain.

“Hmph, itu pun jika mereka mengetahuinya. Kami akan mengumumkan bahwa kami sedang mengumpulkan beberapa persediaan yang diperlukan di ibu kota provinsi. Pada saat mereka mengetahui tujuan kami yang sebenarnya, kami mungkin sudah hampir kembali.”

Xing Feng mendengus dingin. Dia secara pribadi tidak memercayai berita dari ibu kota. Jika mereka tidak bisa melalui udara, tidak bisakah mereka pergi melalui darat? Tidak ada yang bisa menjamin bahwa pangkalan mereka tidak akan menghadapi krisis yang sama seperti Pangkalan Binhai. Jika tidak ada yang memberikan bantuan ke Binhai kali ini, tidak ada yang akan membantu mereka di masa depan. Maka, masa depan umat manusia akan semakin suram. Persatuan adalah kekuatan sebenarnya. Setiap rekrutan baru yang masuk militer akan diajarkan berulang kali oleh para pemimpin mereka tentang hal itu. Tetapi saat ini, mereka semua sudah melupakannya. eqAh8d

“Apakah kamu juga berpikir bahwa kita harus membantu Pangkalan Binhai?”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Kewyet yfgrjwj rfpjx xfmli, Zb Qfcsjcu ajte ifylt yjlx vjglqjvj bgjcu ijlc jqj jgal fpfxjc Wlcu Mfcu. Alxj vlj wjrlt vl afcajgj, vlj qjral jxjc wfijxexjc jqjqec sjcu vlj ylrj ecaex wfculglw Kfcajgj Bfiejguj Wlcu ecaex wfwyjcae Dlctjl. Wlcu Mfcu jvjijt rfrfbgjcu sjcu jxjc wfijxexjc jqj sjcu vlj lculcxjc vjc alvjx jvj sjcu ylrj wfcutfcalxjccsj.

“Apa yang aku pikir tidaklah penting. Ini adalah masalah militer dan tidak ada hubungannya denganku.”

Xing Feng berkata dengan acuh tak acuh saat dia mengambil secangkir teh yang baru diseduh dan menyerahkannya kepada Mo Wenyang. Dia tidak ada hubungannya dengan tentara lagi dan sekarang dia hanya perlu bertanggung jawab atas orang-orang di Chaoyang. Intervensinya dalam pertempuran antara tiga kekuatan militer di pangkalan ini juga untuk memberi mereka lingkungan hidup yang lebih stabil. xyFGio

“Ayolah, jika kamu begitu acuh tak acuh, kamu tidak akan menghabiskan begitu banyak usaha untuk mendapatkan lembaga penelitian. Dia… dia ada di masa lalu, jadi jangan terus memikirkannya. Kakek bahkan telah meneleponku karena ibu. Untungnya ibu juga tidak bisa diandalkan, kalau tidak aku khawatir kakek akan membawamu kembali ke ibu kota sejak lama.”

Yang lain mungkin tidak tahu, tapi Mo Wenyang memahaminya. Dia menyesap tehnya dan suaranya tercekat saat menyebutkannya—seseorang yang tidak akan pernah bisa dia lupakan. Dia masih memiliki ingatan yang jelas meskipun sudah lima tahun berlalu, tetapi dia tidak ingin Xing Feng terus memikirkan apa yang terjadi. Itu benar-benar hal yang menyakitkan.

“Aku akan kembali ke ibu kota.”

Xing Feng memiliki ekspresi sedikit dingin di wajahnya saat dia berbalik untuk melihat ke luar pintu yang terbuka. Suatu hari, saat Yun Che ingin pergi ke sana, dia akan pergi bersamanya. Pada saat itu, ditakutkan beberapa orang tidak akan bisa hidup damai. UjEMwB

“Bagus, aku akan kembali jika tidak ada lagi hal yang lain. Aku akan mengirim seseorang untuk mengantarkan pesawat nanti. Kirimkan aku pesan kapan tanggal keberangkatanmu dan sampaikan salamku kepada komandan lama dan Tan Weiye.”

Tidak ingin membicarakan apa yang terjadi di masa lalu lagi, Mo Wenyang berdiri dan berjalan keluar. Xing Feng secara pribadi mengirimnya ke pintu. Keduanya saling mengucapkan beberapa patah kata sebelum Mo Wenyang masuk ke mobil dan pergi. Dua hari kemudian, Yun Yao, Wang Suhua, Nyonya Lu, dan orang-orang dari kantin Chaoyang akhirnya selesai menyiapkan makanan untuk perjalanan mereka. Xing Feng dan Yun Che juga bersiap untuk berangkat ke Binhai.

“Xiao Che, tempat yang kalian tuju kali ini sangat jauh, kamu harus berhati-hati. Jangan biarkan Chenchen keluar dalam perjalanan ke sana dan Xiao Cheng hanya bisa keluar jika perlu. Ketika sampai di Pangkalan Binhai, ingatlah untuk hubungi kami bahwa kalian aman menggunakan telepon militer.”

Di di area ketiga Komunitas Chaoyang, Yun Yao yang khawatir memegang Yun Che dan mengulangi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan olehnya beberapa kali. Yun Cheng dan Chenchen telah dikirim ke ruang, tetapi Hei Yu akan tinggal di luar untuk sementara waktu karena dia perlu menyingkirkan binatang mutan di jalan. Zhan Tianlong dan istrinya, serta Tuan Chen dan Nyonya Lu juga memegang Zhan Yafei, Lu Haixuan, dan Chu Haoling, memberi tahu mereka untuk berhati-hati karena tujuan mereka kali ini memang agak jauh. Nrdf1a

“Ya Kak, jangan khawatir. Jangan mengurung diri di rumah saat kita tidak ada. Pergilah berkeliling komunitas, tapi jangan terlalu dekat dengan istri Saudara Lei. Kamu mengerti?”

Yun Che juga mengomel pada saudara perempuannya sambil memeluknya. TK Chaoyang sudah mulai beroperasi dan banyak tim kemampuan yang berhubungan baik dengan mereka mengirim anak-anak mereka ke sana. Tak perlu dikatakan, istri Lei Dashan, Zhang Min adalah salah satunya. Dia telah mengunjungi mereka pada hari pertama anak masuk sekolah.

Langit Bieru.

Setelah bertemu Yun Yao dan Zhan Yafei, dia menunjukkan keduanya koleksi pribadinya. Yun Che dan yang lainnya secara tidak sengaja melirik dan terkejut ketika mereka melihat komik yang menampilkan dua pria telanjang. Mereka sangat ketakutan. Sejak itu, Yun Che telah memberi tahu saudara perempuannya dan Zhan Yafei setidaknya beberapa kali setiap hari untuk tidak terlalu dekat dengan Zhang Min. Ye Xingchen bahkan menyuruh Raja Serigala untuk berbaring di luar gerbang dalam bentuk mutannya sebelum dan sesudah jam sekolah sehingga tidak ada yang bisa mengunjungi mereka.

“Apakah kamu takut? Tetapi beberapa novel yang dimiliki Saudari Zhang cukup menarik. Ada satu yang disebut ABO, di mana bahkan laki-laki dapat memiliki anak, dan mereka sangat subur. Xiao Che, jika kamu juga bisa…” qHjiBW

“Kakak!” Apakah ini sebabnya orang mengatakan sembilan dari sepuluh wanita adalah wanita busuk? Saat menyebut Zhang Min, Yun Yao lupa apa yang baru saja dia katakan padanya dan mulai berbicara tanpa henti sambil menarik Yun Che, suaranya penuh antisipasi. Yun Che sangat ketakutan hingga tubuhnya gemetar. Dia segera memotong ucapan kakaknya dengan geraman rendah. Semua omong kosong ini sangat menakutkan. Dia mungkin benar-benar akan melahirkan jika Yun Yao terus melanjutkannya.

“Oke, oke, aku tidak akan melanjutkan.”

Sangat jarang bisa melihat Yun Che yang tidak takut langit dan bumi, merasa sangat ketakutan. Yun Yao tidak bisa menahan diri untuk menutupi mulutnya dan tertawa. Dia bahkan tidak menyebutkan apa pun tentang Zhang Ming yang memberitahunya bahwa seorang guru di taman kanak-kanak yang biasa menulis novel Danmei sebelum hari akhir sedang berpikir untuk menulis beberapa novel berdasarkan Yun Che dan Xing Feng, lalu akan membaginya kepada semua orang.

“Sudah siang, kami harus pergi. Kalian juga harus kembali.” AN4ytV

Karena mereka tidak bisa melanjutkan percakapan lagi, Yun Che mengambil beberapa langkah sambil mendorongnya sebelum berbalik untuk mengambil tangan Xing Feng dan masuk ke pesawat. Sebelum masuk, dia menoleh dan berteriak, “Kak, ingat apa yang aku katakan. Jangan terlalu dekat dengannya.”

Dia tidak ingin melihat nilai-nilai saudara perempuannya hilang ketika dia kembali, meskipun sepertinya mereka sudah terpengaruh.

“Baiklah, hati-hati di jalan.”

Itu jelas adegan perpisahan, tetapi kedua bersaudara itu entah bagaimana keluar dari topik. Melihat Yun Che dan Xing Feng sudah naik ke pesawat, Zhan Yafei, Lu Haixuan dan Chu Haoling juga mengucapkan selamat tinggal pada Zhan Tianlong dan yang lainnya. Jiang Shan dan Shen Rui bertugas menerbangkan pesawat. Bagi mereka yang pernah bergabung dengan pasukan khusus, apakah terbang di langit, berlari di darat ataupun menyelam di dalam air, mereka harus bisa menguasainya. PaSObA

Seperti biasa, semua anggota Tim Dingfeng ikut. Adapun Chaoyang, selain Xing Feng, Shen Rui, dan Jiang Shan, ada juga Chu Haoling, Zhao Gang, dan Yang Huaien. Meskipun tidak banyak dari mereka, semuanya adalah elit dari kalangan para elit.

“Bersiaplah untuk lepas landas.”

Pesawat barang tidak senyaman pesawat penumpang. Itu adalah pesawat besar biasa dengan dua baris kursi di sisi bagian tengah, yang cukup untuk menampung mereka. Setelah suara Jiang Shan terdengar di headphone mereka, baling-baling berputar perlahan. Saat pesawat secara bertahap naik ke langit, Yun Yao dan yang lainnya yang berada di landasan terus melambai kepada mereka. Yun Che melihat ke bawah melalui jendela, saudara perempuannya diam-diam menyeka air matanya. Yun Che tidak bisa menahan perasaan sedikit emosional. Tidak ada yang pernah merasa khawatir untuknya atau datang untuk mengirimnya pergi ketika dia melakukan pencarian di kehidupan sebelumnya. Di kehidupan ini, dia akhirnya menemukan kehangatan yang menjadi miliknya. Untuk kehangatan ini, bahkan jika diharuskan membalik ibu kota suatu hari nanti, dia tidak akan pernah ragu.

Mungkin merasakan perubahan emosinya, Xing Feng yang duduk di sebelahnya memegang tangannya, mereka berdua saling memandang dan tersenyum. Setelah pesawat mencapai ketinggian tertinggi, Raja dan Ratu Elang yang menunggu di landasan mengangkat kepala mereka dan memekik sebelum melebarkan sayap besar, terbang untuk mengejar pesawat. Sebelum berangkat, Xing Feng telah menginstruksikan keduanya agar tetap berada di kedua sisi pesawat untuk melindungi mereka. nfYLVA

“Ayo kembali. Saudara Che dan Bos adalah orang-orang dengan keterampilan nyata. Mereka akan baik-baik saja.”

Pesawat dan dua elang emas segera menghilang. Gu Mingxuan mengulurkan tangannya dan memeluk bahu Yun Yao, yang terakhir mengangguk dengan air mata, “Aku tahu, tapi aku masih khawatir. Mereka bahkan membawa Xiao Cheng dan Chenchen kali ini, bagaimana jika…”

Saat Yun Yao mengatakan ini, air matanya jatuh lagi. Dia telah berusaha sangat keras untuk tidak menangis di depan adik laki-lakinya karena dia tidak ingin menambah beban mereka, tetapi dia tidak bisa mengendalikan dirinya lagi setelah mereka pergi.

“Tidak ada bagaimana jika, kamu harus mempercayai mereka.” v1GPJR

Gu Mingxuan membawanya ke dalam pelukannya dengan paksa dan berkata dengan tegas. Setiap kali Xing Feng pergi, dia akan selalu membuat pengaturan yang memadai dan Gu Mingxuan tidak pernah khawatir mereka tidak akan kembali, karena Xing Feng adalah bos mereka dan dia percaya padanya.

“Ya…”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Keduanya tidak menyadari bahwa mereka saling berpelukan untuk sementara waktu. Yun Yao menganggukkan kepalanya, dia sekarang membutuhkan kehangatan seperti ini. Tanpa mengganggu mereka, Zhan Tianlong dan yang lainnya meninggalkan landasan diam-diam, sepenuhnya menyadari perasaan Gu Mingxuan terhadap Yun Yao. Yun Yao adalah wanita yang baik dan sebagai penatua, mereka berharap Gu Mingxuan bisa menjadi pria yang bisa diandalkan untuknya dan Chenchen.

  e0 sRO

***

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!