English

Harta Karun Prajurit MudaCh78 - Kembali ke Pangkalan Barat Daya, Rumah Adalah Tempat yang Terbaik

0 Comments

Penerjemah : Momo


Walaupun kekuatan udara Yun Che sudah mencapai level 3, tidak mungkin baginya membuat selubung udara pada dua mobil pada saat bersamaan. Tetapi tanpa itu, rencana mereka untuk kembali ke Kota Lingjiang hari ini juga tidak mungkin dilakukan. Setelah bertanya pada Zhan Tianlong yang merupakan warga lokal, mereka menemukan bengkel 4S di luar ring kelima dan mengambil dua mini bus yang mampu menampung 20 orang penumpang. Yun Che juga tidak lupa mengumpulkan beberapa kendaraan off-road praktis ke ruang dimensinya. Ketika berangkat lagi, waktu sudah memasuki tengah hari JtqH1c

Karena tidak ingin berhenti makan, semua orang harus puas makan di mobil dan bergegas pulang. Berkat pengalaman sebelumnya dan kekuatan Yun Che yang sudah ditingkatkan, mereka hanya membutuhkan waktu tiga jam untuk kembali dan berhasil tiba di pangkalan pada pukul empat sore. Setelah masuk, Yun Che mengeluarkan mobil untuk Zhan Yafei dan memintanya mengurus Keluarga Lin. Yang Huaien menawarkan bantuan dengan sukarela. Anggota lainnya memutuskan pulang.

“Paman… Paman sudah kembali…”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Chenchen yang baru saja kembali dari Taman Kanak-kanak, sedang membungkuk di atas meja dan belajar menulis dengan penanya saat dia melihat Yun Che dan yang lainnya memasuki rumah. Chenchen segera berlari dan memeluk kaki Yun Che.

“Baiklah. Tubuh Paman kotor. Biarkan Paman mandi dulu agar bisa memelukmu nanti.” Yun Che mendorong keponakannya dengan lembut dan tersenyum. Semua rasa lelahnya seolah-olah menghilang. GwabRq

“Mmm!”

Chenchen mengangguk dengan patuh. Dia kemudian berjalan mengikuti pamannya dan masuk ke rumah bersama yang lainnya. Dia tidak lupa mengerutkan bibir dan mengeluh, “Paman, aku sangat merindukanmu. Tapi Ibu bilang Paman sibuk dan aku tidak boleh mengganggumu.”

Sudah berhari-hari sejak pamannya pergi. Awalnya Chenchen senang saat pertama kali masuk Taman Kanak-kanak. Tetapi dia menjadi tidak senang saat tidak bisa melihat pamannya setelah kembali dari sekolahnya. Ibunya berkata kalau Yun Che sibuk dan dia tidak dizinkan mencarinya.

“Haha… Chenchen anak baik, tidak menganggu Paman. Paman sangat menyukai Chenchen. Lain kali katakan itu pada Ibumu.” 71dgbM

Melihat betapa sedihnya Chenchen, Yun Che berusaha membujuknya.

“Baik!”

“Jangan selalu memanjakan dia. Tidakkah kamu takut dia akan menjadi anak manja dan membuatmu kesal?”

Chenchen sangat senang. Tapi setelah itu Yun Yao keluar, mendengar percakapan mereka. Dia menatap Yun Che dengan kesal, tapi kemudian memperhatikan tubuh adiknya itu dari atas sampai ke bawah. Takut dia terluka atau semacamnya. Dalam beberapa hari ini dia sangat khawatir. Untungnya dia sudah meminta beberapa benih dari Yun Che sebelum dia pergi sehingga dia bisa mengalihkan perhatiannya. gdMfbR

“Apa salahnya memanjakan Chenchen? Biarkan seperti ini, dengan begitu setidaknya tidak ada yang berani menindasnya saat ini.”

Yun Che meraih tangan Chenchen dan menjawab dengan acuh. Dia benar-benar ingin memanjakan Chenchen. Di hari kiamat, anak yang baik selalu diintimidasi. Dia tidak ingin keponakannya menjadi seperti itu.

“Kamu!”

Tidak ingin berdebat lagi dengannya, Yun Yao mengikuti mereka masuk tapi kemudian bertanya dengan bingung. “Di mana Yafei?” GFk6bc

Apakah ada hal buruk yang terjadi padanya? Memikirkan itu, wajah Yun Yao menjadi pucat. Dia selalu menganggap Yafei sebagai adik perempuannya sendiri. Jika sesuatu terjadi padanya, Yun Yao tidak tahu harus berbuat apa.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Bjxjx, yfgtfcal wfwyjsjcuxjc rfrejae sjcu yegex. Glj yjlx-yjlx rjpj. Bjwl wfwyjkj ifylt yjcsjx bgjcu, pjvl Tjofl rfvjcu wfcujcajg wfgfxj. Rjcal vlj jxjc vjajcu yfgrjwj bgjcu aejcsj. Cxe jxjc cjlx xf jajr vjc wjcvl veie. Dejaijt ifylt yjcsjx tlvjcujc ecaex wjxjc wjijw. Bjwl rfwej tjcsj wjxjc wjxjcjc xfglcu rfijwj qfgpjijcjc ajvl.”

Tidak tahan dengan ekspresi khawatir di wajah kakaknya, Yun Che menggelengkan kepalanya dan naik ke atas bersama Xing Feng dan anggota tim lainnya.

“Kakak Yao, buatlah  lebih banyak hidangan!” xKwdUC

Saat Chu Haoling melewati Yun Yao, dia mengulangi perkataan Yun Che. Dia kecanduan hidangan yang dibuat oleh Yun Yao. Tapi sayang dia tidak dapat menikahi Yun Yao karena Yun Che pasti akan memukulnya. Sulit menemukan wanita sebaik dia yang bisa memasak dengan sempurna.

Yun Yao melambaikan tangannya dengan kesal. Kecuali Gu Mingxuan yang seusia dengannya, Yun Yao selalu menganggap Chu Haoling dan yang lainnya seperti adik kecilnya sendiri.

Langit Bieru.

“Chenchen, kamu kembali!”

Sebelum Yun Yao menyadarinya, putranya yang gendut sudah ikut naik ke atas mengikuti Yun Che dan yang lainnya. Yun Yao memasang wajah masam. Chenchen begitu melekat pada pamannya. Orang asing mungkin mengira dia adalah putra Yun Che. IAPdsE

“Aku ketahuan!”

Chenchen menjulurkan lidahnya, cemberut dan segera turun. Gu Mingxuan yang baru saja kembali dari luar, meletakkan barang yang dia bawa dan segera memeluk Chenchen. “Apa yang terjadi? Siapa yang membuat Chenchen tidak bahagia?”

Memegang Chenchen dengan satu tangan, Gu Mingxuan mengusap hidung pria kecil itu dengan tangan lainnya. Chenchen sangat menggemaskan sehingga dia tidak ingin menurunkannya.

“Tidak. Paman Gu, turunkan aku. Aku ingin menulis.” 4VHea1

Chenchen yang suasana hatinya buruk berjuang melepaskan diri dari Gu Mingxuan yang segera menurunkannya.

“Huh, Ibu sangat jahat!”

Sambil menatap ibunya yang melarangnya naik ke atas, Chenchen segera berlari keluar dan kembali berlatih menulis. Dibandingkan dengan sikap serius sebelumnya saat belajar, wajah kecilnya sekarang terlihat cemberut dan sedih.

“Ahem… apa yang kamu lakukan padanya? Dia masih kecil. Jangan terlalu keras padanya.” J8Hyeb

Mengalihkan pandangannya dari Chenchen, Gu Mingxuan yang mulai akrab dengan Yun Yao berdeham dan memberinya saran. Bagaimanapun, dia tidak ingin melihat Chenchen merasa sedih.

Yun Yao tidak tahu harus tertawa atau menangis. “Apa yang bisa aku lakukan padanya? Dia ingin menyelinap untuk menemukan Xiao Che. Aku hanya memintanya untuk turun. Mingxuan, jangan selalu memanjakannya.”

Dia senang ketika melihat begitu banyak orang memanjakan putranya. Tapi terkadang ketika dia berbicara keras, dia terlihat seperti seorang ibu tiri.

“Siapa yang menyuruhmu memiliki putra yang sangat menggemaskan.” Gu Mingxuan tertawa saat tahu dia salah paham. z5ZMV2

“Lupakan. Aku akan menyiapkan makan malam. Saat Xiao Che turun, ingatkan dia untuk membawakan beberapa sayuran segar. Yang ada di lemari es hampir habis.”

“Uhm, oke.”

Yun Yao pergi ke dapur. Gu Mingxuan terus memandang punggungnya hingga menghilang baru kemudian dia mendorong kacamatanya ke pangkal hidung dan berbalik pergi.


“Haa… rasanya sangat nyaman! Aku suka mandi di rumah.” kpTL8O

Di lantai dua, Yun Che berbagi satu kamar dengan Leng Yehan, Zhou Zeyu dan Lu Haixuan. Hanya ada satu kamar mandi di sana, jadi dia pergi ke kamar Xing Feng untuk mandi.

“Tempat tidur di rumahku juga nyaman. Terutama yang ada di kamarku. Kenapa kamu tidak tidur di kamarku mulai hari ini?”

Please visit langitbieru (dot) com

Xing Feng yang sudah mandi terlebih dahulu, meletakkan buku di tangannya dan menatap Yun Che. Saat ini Yun Che mengenakan T-shirt dan celana pendek miliknya, kakinya yang lurus terbuka di udara. Dia jelas seorang pria, tapi dia tidak memiliki rambut di kakinya. Kulitnya terlihat lembut dan halus, sangat menawan. Xing Feng tampak tenang di luar, tetapi kenyataannya, dia sudah membayangkan sesuatu di benaknya. “Jika Yun Che meletakkan kakinya di pinggangku, itu pasti akan membuatku ketagihan.”

Gambaran itu tidak cocok untuk anak-anak. ‘Xiao Xing’-nya sudah mulai terbangun. yWic0Y

“Maksudmu tidur di kamarmu atau tidur denganmu?”

Yun Che bukanlah gadis yang pemalu. Merasakan petunjuk kuat dari perkataan Xing Feng, Yun Che berjalan ke arahnya dan langsung duduk di atas pangkuan pria itu. Dia meletakkan tangan kirinya di bahu Xing Feng dengan santai dan menyentuh wajah Xing Feng dengan punggung tangan kanannya. Bibirnya yang sedikit terbuka mendekati dengan perlahan, hembusan nafasnya yang hangat mengenai wajah Xing Feng. Bergerak sedikit lagi, keduanya akan bisa berciuman.

“Semua terserah padamu. Aku menjamin bahwa kamu akan merasa puas.”

Tidak ada alasan menolak, saat Yun Che bersedia mengantarkan dirinya sendiri ke pintunya. Xing Feng memeluk Yun Che dengan erat dan memandangnya dengan mata yang bersinar. BASXYG

“Hehehe… bagaimana jika aku tidak puas? Bisakah aku mengembalikannya?”

Yun Che terkekeh ringan dan berbisik kepada Xing Feng, seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih.

“Ingin mengembalikannya setelah kamu menikmatiku?”

Tangannya yang bebas menyelipkan ke pinggang Yun Che dan mencubitnya dengan mengancam. Xing Feng kemudian memiringkan kepalanya dan mencium telinga Yun Che dengan ringan. 3PgZlX

“Oh, apakah itu dianggap berlebihan? Kalau begitu, sebaiknya aku tidak menikmatimu.”

Saat Yun Che berbicara, dia meletakkan tangannya di bahu Xing Feng berusaha untuk bangun. Tetapi Xing Feng tidak mengizinkannya. Dia menjepit erat pinggang Yun Che dengan satu tangan, tangan yang lain memegang kepala bagian belakang Yun Che, menariknya mendekat dan mencium bibirnya.

“Mm…”

Jelas dia tidak menyangka akan dicium dengan paksa. Yun Che menepuk bahu Xing Feng dengan lembut, meminta pria itu agar mau melepaskannya. Tapi Xing Feng mengabaikannya. Sebagai gantinya, dia menjilat bibir Yun Che dengan lidah basahnya yang hangat. Dia menghisap bibir Yun Che dari waktu ke waktu dengan perlahan, mencoba membangkitkan gairah pria di hadapannya dengan sabar. WrbBiH

“Hei, aku… Mm…”

Merasakan suhu tubuhnya mulai meningkat, Yun Che mulai merasa tidak nyaman dan gelisah. Dia membuka mulutnya, mencoba mengatakan sesuatu. Namun, lidah Xing Feng justru menyelinap masuk. Yun Che tidak lagi melawan, dia dengan aktif ikut menggerakkan lidahnya. Keduanya saling mengisap dengan penuh semangat, saling menjelajahi mulut satu sama lain. Setelah saling bertukar cairan manis dengan beberapa pose berbeda, akhirnya mereka berhenti.

“Oh, hei… itu cukup. Ada hal lain yang harus aku lakukan. Aku tidak bisa melakukannya denganmu sekarang!”

Ciuman panjang mereka hampir tidak berakhir sampai keduanya mulai terengah-engah. Xing Feng telah memasukkan satu tangannya ke dalam kaus Yun Che dan membelai pinggangnya ringan. Ketika ciuman panas jatuh di leher Yun Che, dia menghirup aroma orang yang dicintainya dengan tidak puas. Yun Che menyandarkan kepalanya di bahu Xing Feng tanpa daya. Jika Xing Feng melanjutkan, tak satu pun dari mereka bisa keluar dari ruangan ini sebelum esok hari. bUNYDg

“Aku hanya ingin menyentuhnya. Tidak akan melakukannya.”

Meskipun Xing Feng berkata begitu, dia tidak bisa menahan diri untuk menggigit bahu Yun Che dengan keras dan meninggalkan beberapa tanda merah kecil di sana.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Cukup! Apakah kamu anjing?”

Yun Che tidak tahan lagi ketika Xing Feng menggoda tubuhnya yang mulai terbakar gairah. Setelah sedikit tenang dia mendorong Xing Feng menjauh dengan paksa. Xing Feng akhirnya menyerah. “Mengapa kamu tidak tidur di kamarku malam ini? Jangan khawatir. Aku berjanji tidak akan melakukannya kecuali kamu setuju.” w0pyW

Xing Feng tahu dia tidak dapat memberi Yun Che jaminan apa-apa. Terlebih ketika pria yang dicintainya berbaring di tempat tidurnya. Dia jelas masih pria yang normal.

“Ayolah, siapa yang tidak tahu dengan apa yang kamu pikirkan? Aku tidak bisa melakukannya hari ini. Aku sangat sibuk. Kita akan membicarakannya nanti.”

Yun Che memutar matanya dengan marah, dia meluncur ke bawah dan duduk di samping Xing Feng berusaha keras untuk menenangkan diri dari gairah yang dibangkitkan oleh pria di sampingnya itu. Yun Che juga seorang pria. Ketika pria lain menciumnya seperti itu, bagaimana mungkin dia tidak bereaksi? Yah, dia tidak berbohong karena dia benar-benar punya sesuatu yang harus diurus hari ini.

Orang tua Zhan Yafei akan tinggal di vila sebelah. Kecuali kamar yang ditinggali oleh Ye Xingchen dan Jiang Shang, kamar lainnya masih kosong. Semua itu harus dibereskan sebelum makan malam, jadi dia tidak punya waktu untuk bermesraan. N BOab

“Baiklah, apakah kamu sudah membuat keputusan? Kamu tidak akan ragu lagi, kan?”

Melihat Yun Che dengan curiga, Xing Feng bersandar di sofa sambil mengatur nafasnya. Yang menjadi perhatian terbesarnya saat ini bukanlah hubungan badan mereka, melainkan pengakuan Yun Che terhadap hubungan mereka.

“Bisakah kita membicarakan semua itu saat kita berdua tidak sibuk?”

Belakangan ini dia sangat sibuk dan tidak sempat memikirkan hubungannya dengan Xing Feng. Selain itu, dia lebih menyukai kalau semuanya berjalan dengan alami. Mengapa mereka harus memperjelas semua itu seperti wanita? 4DqNy

“Hehe…”

Xing Feng terkekeh. Dia mengulurkan tangan untuk memegang tangan Yun Che, menautkan jari-jari mereka dengan erat. Dia bukan orang bodoh. Bahkan, dia bisa merasakan kalau Yun Che sudah mulai bisa menerimanya. Hanya saja, dia adalah orang yang tanak. Jadi Xing Feng ingin Yun Che mengakuinya sendiri.

 

*** qOHA5K

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!