English

Harta Karun Prajurit MudaCh79 - Vas Bunga dengan Otak – Ye Xingchen

0 Comments

Penerjemah : Momo


Vila-vila di Komunitas Chaoyang semuanya memiliki empat lantai. Di lantai pertama, ada dua kamar, dapur, ruamh makan dan ruang tamu. Di setiap lantai yang tersisa, masing-masing memiliki tiga kamar dan balkon yang besar. Vila Yun Che, sejauh ini sudah dilengkapi dengan berbagai hal yang dibutuhkan, kecuali pelat baja yang akan di tanam di dalam tanah. Sebelum makan malam, Yun Che membawa keponakannya, Chenchen ke vilanya untuk mulai mengatur perabotan yang sudah dia siapkan. Xing Feng dan Lu Haixuan akan mulai memasang pelat baja di bawah tanah besok. SC90IO

“Paman, di sini…”

Sejak Pamannya kembali, Chenchen dengan semangat berlari masuk ke salah satu kamar di lantai pertama. Dia bahkan melambaikan tangannya dari waktu ke waktu pada Yun Che, memintanya mengikuti dari belakang.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Pelan-pelan. Jangan sampai terjatuh.”

Yun Che yang memakai turtleneck tipis karena tanda stroberi yang ditinggalkan Xing Feng, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ketika melihat Chenchen mendorong pintu kamar yang tidak terkunci, dia baru ingat kalau ada dua orang yang tinggal di dalamnya. Sudah empat hari berlalu, seharusnya Ye Xingchen sudah pulih sekarang. 15rkj6

“Paman Ye, Paman Jiang, aku datang.”

Setelah mendorong pintu terbuka, Chenchen segera berlari masuk dan naik ke atas tempat tidur. Ye Xingchen yang sedang duduk bersandar di tempat tidur, mengulurkan tangan dan membawa Chenchen ke pelukannya. “Mengapa Chenchen datang sekarang?”

Ye Xingchen yang bangun pada sore di hari keberangkatan Yun Che ke ibukota provinsi, merasa bingung saat melihat Jiang Shang yang berjaga di samping tempat tidurnya. Saat dia mengingat kembali semua hal yang terjadi setelah kiamat datang, dia bersyukur memiliki Jiang Shang yang selalu menemaninya bahkan sebelum kiamat, walaupun dia jarang berbicara. Tanpa Jiang Shang, dia mungkin sudah terbunuh atau dimakan oleh zombie.

Ketika dia akan merasa putus asa dan hampir menyerah akan hidupnya, Yun Yao datang membawakan mereka makan malam dengan putranya, Chenchen. Sebagai salah satu bintang yang paling populer sebelum hari kiamat, Ye Xingchen telah melihat banyak wanita cantik dan anak-anak yang menggemaskan. Namun, di matanya senyuman ibu dan anak itulah yang terasa paling hangat. Apa yang mereka katakan membangkitkan kembali semangatnya dan harapannya untuk masa depan. Saat ibu dan anak dapat hidup dengan bahagia, kenapa dia yang seorang pria tidak bisa? vyJX6T

Dengan pemikiran seperti itu, Ye Xingchen rajin minum obat dan mulai makan banyak. Jiang Shang yang tinggal bersamanya sepanjang waktu tetap diam, tapi matanya dipenuhi dengan kebahagiaan. Setiap kali Yun Yao datang membawakan mereka makanan, Chenchen akan ikut datang dan tinggal bersama Ye Xingchen setelah dia kembali dari sekolahnya. Hanya dalam beberapa hari, mereka menjadi akrab satu sama lain.

“Paman Ye, kamu tahu? Pamanku sudah kembali. Dia adalah pria yang kuat. Seperti Ultraman yang mengalahkan orang jahat!”

Chenchen yang duduk di pangkuan dan memeluk leher Ye Xingchen tersenyum cerah. Dalam hatinya, Paman Ye adalah pria yang tampan dan sangat baik. Dia sangat menyukainya.

“Hahaha…” 2pNv4O

Melihat senyuman, Ye Xingchen juga ikut tersenyum cerah lalu mencubit pipi Chenchen karena gemas. Saat melihat Yun Che masuk, dia segera menyapanya. “Halo, kamu pasti Paman Chenchen. Aku Ye Xingchen. Terima kasih telah menyelamatkanku.”

Ye Xingchen adalah pria yang tampan. Kulit wajahnya yang putih telah kembali memerah setelah menjalani beberapa hari pemulihan. Dia memiliki alis yang tajam, mata yang berkilau, hidung yang agak bengkok dan bibir kemerahan yang tampak sempurna. Fitur wajahnya sangatlah baik dipadukan dengan gaya rambut pendeknya yang rapi, membuat dia terlihat sangat tampan.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Vfwej bgjcu wfcsexjl xflcvjtjc, afgwjrex Tec Jtf. Zfrxlqec vlj alvjx ajwqjx rfajwqjc Tf Wlcumtfc, wfiltja ylcajcu lae yfgtjrli wfweiltxjc xfrftjajccsj, vlj rjcuja rfcjcu.

“Ajcujc yfgafglwj xjrlt qjvjxe, plxj xjwe lculc yfgafglwj xjrlt, lae tjgercsj qjvj Aljcu Vtjcu.  Alxj vlj alvjx wfwlilxl lcal xglraji ajcqj jaglyea ifnfi 2 sjcu rjcuja jxe yeaetxjc, jxe alvjx jxjc wfwyjcaewe yjtxjc plxj xjwe yfcjg-yfcjg jxjc wjal.” ydx0SG

Meskipun suasana hatinya baik, Yun Che tetap menjawab dengan dingin. Bagaimanapun, dia tidak berencana untuk merekrut Ye Xingchen atau Jiang Shang ke dalam timnya. Daripada membuat mereka berharap, Yun Che memilih menjelaskannya dari awal. Dia mungkin terdengar kasar tetapi pada kenyataannya dia juga mempertimbangkan kebaikan kedua belah pihak.

Jika tidak merasa malu, itu pasti bohong, tapi setelah hari kiamat, Ye Xingchen sudah mengalami banyak hal, jadi dia segera kembali bersikap normal. “Kamu benar. Tapi aku tetap ingin berterima kasih. Ada banyak orang yang mampu atau membutuhkan inti kristal. Tetapi hanya sedikit dari mereka yang bersedia membantu. Kebanyakan dari mereka mungkin menunggu aku mati dan merebut inti kristal ketika Jiang sendirian.”

Ye Xingchen memaksakan senyum pahit. Dia dulunya seorang bintang yang populer, tapi sekarang dia bahkan lebih buruk dari gelandangan. Saat muncul perbedaan sebesar ini, sekuat apapun mentalitas seseorang, dia tetap akan sulit beradaptasi dengan cepat. Tapi setidaknya untuk sekarang, dia tidak ingin pesimis dan putus asa lagi.

“Kamu cukup pintar. Sepertinya indutri hiburan tidak hanya memiliki vas bunga saja.”

Langit Bieru.

Yun Che menarik kursi dan duduk. Sosok Ye Xingchen ini mengingatkannya pada Xiu Jie. Tapi level keduanya benar-benar berbeda. Ye Xingchen jelas lebih pintar.

“Hahaha… Bagi kebanyakan orang, aku hanyalah vas bunga. Mereka menyukaiku, tapi bukan pada kemampuan bernyanyi atau aktingku. Mereka hanya menyukai penampilanku.” dSAwZC

Ye Xingchen tanpa sadar menertawakan dirinya sendiri. Tidak tahu kenapa tapi dia merasa Yun Che seperti seorang teman lama. Sebelumnya, dia tidak pernah memberi tahu siapa pun tentang hal ini. Tapi sekarang dia menceritakan semuanya pada Yun Che dengan sangat alami. Dia sendiri cukup terkejut sama halnya seperti Jiang Shang yang berada di sisinya.

Sebelum kiamat, Ye Xingchen benci ketika seseorang menyebutnya vas bunga. Untuk menghancurkan julukan itu, dia bahkan berakting menjadi karakter yang jahat di beberapa film agar orang-orang bisa memperhatikan kemampuan aktingnya, bukan hanya pada penampilan fisiknya.

“Tidak ada yang salah dengan memiliki wajah yang tampan. Penampilanmu cukup menipu. Vas bunga yang pintar lebih terlihat mematikan.”

Bersandar pada kursi, Yun Che mengobrol dengannya secara alami. Ye Xingchen tidak pernah menganggap Yun Che sebagai orang yang menawarkan perlindungan di hari kiamat, walaupun kata-katanya terdengar dingin, menurutnya Yun Che adalah orang yang baik dan lembut, mampu membuatnya merasa nyaman. f6Hqp4

“Bisakah aku beranggapan kalau kamu sedang menghiburku?”

Menatap Yun Che sambil tersenyum, suasanya hati Ye Xingchen menjadi ceria. Yun Che mengangkat alisnya dan berkata, “Tidak. Aku memujimu.”

Ya, penampilan Ye Xingchen memang layak untuk disebut sebagai vas bunga, tapi vas bunga dengan otak.

“Baiklah, terima kasih. Sangat menyenangkan berbicara denganmu. Kamu Yun Che, bukan? Yun Yao adalah kakak perempuanmu. Aku sangat iri denganmu karena memiliki kakak yang sangat lembut dan keponakan yang imut.” Z1UdoC

Ye Xingchen tersenyum lebih cerah. Dia berbicara sambil menatap Chenchen yang duduk patuh di pangkuannya dengan penuh kasih. Ye Xingchen dulu memiliki keluarga yang bahagia. Orang tuanya sangat mencintainya, dia juga mempunyai seorang adik laki-laki. Tetapi pada saat dia berusia 15 tahun, orang tuanya bercerai dan dia meninggalkan rumah ayahnya bersama ibunya.

Tak lama kemudian, kedua orang tuanya menikah kembali dan memiliki keluarga mereka sendiri-sendiri. Dengan begitu, perhatian dan kasih sayang keduanya ke Ye Xingchen mulai berkurang. Saat Ye Xingchen memasuki industri hiburan, orang tuanya menganggap hal itu memalukan kekuarga mereka dan memicu banyak petengkaran yang berakhir dengan  keterasingan satu sama lainnya.

Saat hari kiamat datang, itu sudah lima tahun berlalu sejak mereka saling menghubungi. Bahkan adik yang dulunya sangat dekat dengannya di masa kecil sekarang menjadi orang asing. Bisa diperkirakan, saat kakak dan adik ini bertemu di suatu tempat, mungkin keduanya tidak akan saling mengenali.

“Yah, tampaknya Chenchen sangat menyukaimu.” 7UJ3Xm

Setiap orang cenderung iri pada orang lain. Seperti halnya Ye Xingchen yang memiliki Jiang Shang, yang tidak pernah ingin berpisah dengannya. Yun Che tidak ingin mengkhawatirkan semua itu, jadi dia tidak banyak bicara. Dia hanya tersenyum dan menatap keponakannya yang sedang bersenang-senang di pelukan Ye Xingchen. Pria kecil ini bahkan melupakan pamannya sendiri.

“Uhm… Chenchen suka Paman Ye. Dia sangat tampan!”

Setelah mendengar namanya disebut, Chenchen mengangguk dengan tegas.

“Paman Jiang juga terlihat tampan. Kenapa kamu tidak bilang kamu menyukainya juga?” Yun Che menggodanya. 9z5HTB

“Mm …”

Mendengar pertanyaan itu, Chenchen menatap serius ke arah Jiang Shang yang tetap diam. Setelah mengerutkan keningnya cukup lama dia menjawab, “Chenchen juga menyukai Paman Jiang. Tapi Paman Jiang tidak berbicara dan bermain denganku.”

Story translated by Langit Bieru.

Seorang anak selalu berkata dengan jujur dan lugas. Jiang Shang yang mendengar itu memerah. Bukannya tidak ingin berbicara, dia memang tidak banyak bicara sejak kecil. Mengobrol dengannya mungkin lebih sulit jika dibandingkan dengan membasmi zombie.

“Haha.. Xiao Jiang, Chenchen mengeluh tentangmu. Kamu harus berbicara lebih banyak di masa depan, oke?” Nz9U q

Memegang Chenchen di pelukannya, Ye Xingchen menggoda Jiang Shang juga. Yang terakhir menjadi tersipu dan gugup, “Senior… Senior… aku… aku suka berbicara di depanmu.”

“Hahaha…”

Setelah mendengar pengakuannya yang terburu-buru, Yun Che tidak bisa menahan tawanya. Jiang Shang adalah pria yang sangat menarik! Dia jelas tidak suka bicara. Tetapi demi Ye Xingchen, dia berjuang untuk berbicara lebih banyak kata. Yun Che tidak akan pernah percaya jika Jiang Shang berkata dia tidak mencintai Ye Xingchen. Tapi apapun itu, akan sangat sulit mengejar seorang pria jika dia tidak bisa berbicara lebih banyak. Yun Che yang jarang penasaran, tiba-tiba ingin menyaksikan sendiri bagaimana Jiang Shang akan mengejar Ye Xingchen.

“Baiklah. Kamu suka berbicara. Tapi akan lebih baik jika kamu bisa berbicara lebih banyak lagi di masa depan.” BtOQnC

Ye Xingchen bukanlah orang bodoh. Seorang junior seperti Jiang Shang telah mengaku secara langsung di hadapannya. Bagaimana mungkin dia tidak mengerti? Wajah tampannya memerah karena malu. Namun, dia masih terlihat tenang, bahkan saat melihat Yun Che tertawa jahat di sampingnya.

“Uhm.”

Dengan senyum malu-malu, Jiang Shang mengangguk secara refleks. Kemudian dia ingat bahwa Ye Xingchen baru saja memintanya untuk berbicara lebih banyak dan dia menambahkan, “Aku akan mendengarkan Senior, berbicara lebih banyak.”

Pria yang penurut, seperti anjing besar. Yun Che akan menganggap Jiang Shang sebagai orang yang tidak berbahaya, jika dia tidak melihat sendiri betapa pendiamnya dan keras kepalanya dia. 3mZ0ei

“Bagus.”

Ye Xingchen juga memanjakan Jiang Shang, nada seperti membujuk hewan peliharaannya.

“Baiklah. Aku bisa melihat kalian menebar makanan anjing. Apakah karena pemanggil mosterku tidak ada di sini?”

Setelah melihat keduanya secara bergantian, Yun Che melompat berdiri.

Pemanggil monster? Apa itu?

Ye Xingchen dan Jiang Shang bingung, tetapi Yun Che tidak bermaksud menjelaskannya. Dia melambaikan tangannya dan berbalik, “Aku akan ke atas untuk mendekorasi ruangan. Aku akan menyerahkan Chenchen padamu dulu.” 3ypqPc

Saat selesai berbicara, Yun Che berjalan keluar dari kamar. Chenchen bermaksud mengejar, tetapi Ye Xingchen menangkapnya dan berkata, “Chenchen, Paman memiliki sesuatu yang harus dilakukan. Tetaplah bersamaku, oke?”

“Oh.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Melihat ke arah pintu dengan enggan, Chenchen mengangguk dengan manis. Ye Xingchen mengusap rambut Chenchen dengan penuh kasih. Saat pandangannya bertemu dengan Jiang Shang, keduanya terlihat malu-malu dan wajah mereka langsung tersipu.

  ifaOdm

***

Translator's Note

tVc5zh

Vas bunga adalah istilah yang biasanya digunakan untuk mengejek/menghina wanita/pria yang mempunyai penampilan luar biasa tapi tidak memiliki kemampuan apa-apa. Hanya cantik/tampan tapi bodoh. Seperti vas bunga yang hanya bisa digunakan sebagai tempat bunga/pajangan semata.

Translator's Note

撒狗粮 (sā gǒu liáng) Menebar makanan anjing berarti menujukkan kasih sayang dengan pasangan di hadapan orang lain. w4McEH

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!