English

Heatnya Si RubahCh2 - Menggodanya?

0 Comments

Setelah bunyi gemerisik, Hu Yu muncul di hadapan Fu Anli dengan baju yang tidak di kancing sempurna.

“Kenapa kau di sini?” Fu Anli menjadi lebih dan lebih bingung. Tidak ada alasan untuk mengunci seseorang bersama dengan orang yang ingin diberi pelajaran? 2NAfs5

Mendengar suaranya, Hu Yu menoleh menghindari tatapannya. Melihat ke kiri dan kanan, tapi tak pernah menatap secara langsung orang di hadapannya.

Terkunci bersama dengan Hu Yu di tempat yang cukup sempit membuat Fu Anli entah kenapa merasa kesal, “Apa yang ingin kau lakukan?”

Story translated by Langit Bieru.

Adam apel Hu Yu bergerak naik turun, ia menggertakkan giginya, pikirannya penuh dengan ide-ide. Ia menatap ke atas dan melepaskan kemeja sekolahnya. Ketika Hu Yu melepaskan kancing kemejanya, tangannya bergetar hebat, ia bahkan sampai tidak bisa melepaskan kancing itu dari lubangnya dengan benar.

Melihat tubuh telanjang pemuda di hadapannya, manik mata Fu Anli mendadak menyusut. Ia tidak menyadari suaranya berubah dingin, “Apa yang kau lakukan?” qbRH73

Hu Yu melepas celanaya dan berjalan mendekati dan memeluk Fu Anli, wajahnya memerah, “Aku benar-benar menyukaimu.”

Fu Anli perlahan mengangkat tangannya, membelai tubuh putih nan lembut dihadapannya, namun ketika jarinya menyentuh kulit Hu Yu, ia menarik kembali tangannya, seakan ia baru saja tersiram air panas.

Ia mendorong Hu Yu menjauh seketika setelah ia kembali tersadar. Ada jejak-jejak rasa panik di nada bicaranya, namun ia jauh lebih terdengar jijik, “Jadi seperti ini kalian para iblis rubah menggoda orang-orang? Telanjang dan menjajakan diri kalian di piring perak? Sangat disayangkan itu tidak mempan padaku, kau takkan bisa menggodaku. Disamping itu, apa kau mencoba mempermalukan dirimu sendiri? Haruskah kau berlari dan menempelkan dirimu padaku? Apakah ini karena aku selalu menolakmu?”

Hu Yu yang didorong oleh pihak lain jatuh dengan pantatnya yang mendarat duluan. Rasa acuh dan jijik di wajah Fu Anli membuat wajahnya memucat. Wajahnya melukiskan kata-kata yang lebih kejam, Hu Yu merasa bersalah dan malu. Ia terus menggelengkan kepalanya, “Aku tidak ingin seperti ini….” 6RCnHF

“Aku tidak suka ketika kau ada di depanku, aku tidak nyaman dengan rayuanmu. Aku tidak mau digoda olehmu, aku muak.” Katanya, tanpa memperdulikan reaksi Hu Yu, kemudiam menendang pintu dengan keras.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Vtfc Te sjcu alvjx yfgjvj pjet vjgl rjcj, xjufa xfalxj wfcvfcujg rejgj ufygjxjc. Pj yfgijgl wfcepe qlcae vjc wfwyexjcsj pjvl qlcae lae alvjx jxjc gerjx. Vfufgj rfafijt qlcae afgyexj, Me Ccil qfgul vfcujc yege-yege, rfjxjc lj afcujt xjyeg vjgl rfgjcujc kjyjt. Pj wfifkjal Vtfc Te ajcqj wfiltjacsj.

Vtfc Te wfiltja xf vjijw gejcu qfcslwqjcjc vjc wfcfwexjc Le Te vevex vl ijcajl, kjpjtcsj qemja qjrl vjc afijcpjcu. Pj qfgijtjc wfcujaeg cjqjrcsj vjc yfgpjijc xfjgjtcsj, “Cvj jqj? Cqjxjt vlj wfwexeiwe? Vlji! Cxe tjger wfwjcuulicsj xfwyjil!”

Hu Yu meraih tangan Shen Yu, “Dia tidak memukulku…” osnkqz

Mendengarnya, Shen Yu sejenak menjadi lebih tenang, “Jadi ini….. Dia menolakmu? Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Lain kali…”

“Tidak ada lain kali….” mata Hu Yu memerah, ia mengambil kembali kemeja dan celananya kemudian memakainya.

Shen Yu kaget sesaat dan merasa sedikit terkejut. Tidak peduli berapa banyak ia mencoba meyakinkannya di masa lalu pihak lain ini selalu berjuang untuk Fu Anli hingga akhir. Jadi mengapa ia menyerah setelah di tolak kali ini?

“Ada apa, apa Fu Anli mengatakan sesuatu?” XG3Zta

Hu Yu menundukkan kepalanya, pikiran untuk menyerah pada Fu Anli membuat rasa sakit merayapi hatinya. “Aku telah salah, harusnya aku menyerah saja sejak pertama kali ditolak. Kalau saja aku dapat merubah rasa cintaku sejak awal, hal ini tidak akan pernah terjadi.”

Namun Hu Yu tahu bahwa dalam hatinya itu tidaklah mungkin, karena selamanya ia hanya akan menyukai Fu Anli.

Shen Yu khawatir dengan keadaan Hu Yu saat ini, “Jangan seperti ini. Hari ini adalah salahku. Seharusnya aku tidak memberimu ide yang begitu buruk. Jangan menangis… Atau haruskah aku memukulnya untuk melepaskan kemarahanmu?”

Hu Yu berhenti menangis, “OK, siapa yang akan kau pukuli?” wyrTi3

Melihatnya berhenti menangis membuat Shen Yu lega. “Ok… Ok… Aku akan melepaskannya. Sekarang karena kau sudah keluar dari kesedihan karena Fu Anli, kakak ini akan mengenalkanmu pada cinta yang lebih baik nantinya.”

Mendengarkannya setengah hati, Hu Yu tak terlalu mendengar kalimat terahir Shen Yu. Ia mengangguk pasrah, “Mn.”

Story translated by Langit Bieru.

Melihatnya patuh, Shen Yu mengembangkan senyum lebar, “Ayo pergi. Aku akan mentraktirmu milk tea hari ini.”

Hari ini adalah Hari Jumat, sekolah sedang diperiksa oleh Dinas Pendidikan, sehingga mereka tidak berani memberikan pelajaran tambahan pada para siswa di akhir minggu. Mereka dapat pulang lebih cepat hari ini. XRSjFa

Segera setelah Hu Yu sampai di rumah, ia meminta untuk dibuatkan makanan favoritnya sayap ayam bakar dengan saus madu. Dia kembali ingin menangis, tapi ia tidak bisa. Jadi ia menahan emosinya dan mengganti sepatunya kemudian masuk ke dalam.

“Kau pulang?” Ayah Hu keluar membawa semangkuk sup ayam dari dapur dan meletakkannya di atas meja.

“Mn.” Hu Yu menaikkan bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman, “Baunya harum, aku lapar.”

“Pergi dan letakkan tasmu, cuci tanganmu dan kembali untuk makan.” N8MwCr

“Okay.”

Hu Yu kembali ke kamarnya, menutup pintu kamarnya dan meletakkan tasnya. Hu Yu menepuk pipinya dengan keras, “Kau bisa melakukannya! Semangat! Jangan biarkan orang tuamu khawatir!”

Selama mereka makan, dia tak tahu entah sengaja atau tidak Ibu Hu bertanya apakah dia mempunyai seseorang yang dia suka atau tidak.

Hu Yu kaku dan gelagapan, “Ti…tidak, kenapa kau menanyakannya?” 6IqdZN

“Kenapa kau begitu gugup?” Ibu Hu menatapnya. “Kita bukan orang tua manusia. Itu normal bagi kita untuk mulai menyukai seseorang di usia ini. Lagi pula kau sudah dewasa.”

Hu Yu buru-buru menelan sesendok penuh nasi dan menggelengkan kepalanya, “Tidak juga!”

Ayah Hu meletakkan sepotong sayap ayam di mangkuk istrinya, “Ya benar, kau telah tumbuh dewasa. Kau memiliki seseorang di hatimu. Jangan sampai kau heat di depan umum.”

“Mm..hmmm” Hu Yu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, menunggu untuk berhenti membahas hal ini, namun juga tidak mendengar apa yang sebenarnya pihak lain katakan. mj3ykY

Benar saja, setelah itu, Ibu Hu berhenti mencemaskan apakah Hu Yu memiliki seseorang yang ia suka atau tidak.

Setelah selesai makan malam, Hu Yu kembali ke kamarnya dan kembali mengunci dirinya.

Hu Yu sedang marah, hati dan harga dirinya telah diberikan kepada Fu Anli. Meski demikian, pemuda itu tidak hanya mencampakkannya layaknya sepatu tua kotor, tapi juga mencabik-cabiknya. Sekarang dia bahkan semakin marah. Meskipun ia telah diperlakukan seperti ini, ia masih tetap menyukai Fu Anli.

Apa yang bagus tentang Fu Anli? Selain menjadi tampan dan pintar, apa lagi? Kenapa dia harus menyukainya? Kenapa bukan orang lain? nbW9Uy

“Ini tidak bisa seperti ini,” Hu Yu berkata pada dirinya sendiri sembari berbaring di kasurnya. “Jika aku kembali memanggilnya, aku akan di hukum menjadi ayam selamanya!”

Ia tidak dapat mempercayainya, bagaimana bisa iblis rubah hanya mencintai satu orang selama hidupnya? Dia harus menyukai orang kedua, dan membiarkan para iblis lain melihatnya, dan kemudian iblis rubah ini tidak akan bergantung pada satu pohon! Hu Yu mengatakannya dengan mata merah.

Langit Bieru.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!