English

Heatnya Si RubahCh3 - Permulaan

0 Comments

Editor: Nia
Translator: Kentang.burik

Dua hari di akhir pekan berlalu dengan cepat. E3Y5Kc

Hu Yu bersyukur bahwa ia memilih untuk menyatakan perasaannya pada Fu Anli di Hari Jumat. Setelah ditolak, ia masih punya dua hari untuk menyiapkan mentalnya kembali, dari pada langsung bertemu dengannya di hari berikutnya. Hu Yu kembali ke asramanya jam enam sore Senin esoknya dengan sekantong besar camilan, buah dan sekardus cola dan sayap ayam yang dibuat untuknya oleh Ibu Hu.

Tidak ada siapapun di kamar asrama, yang lain mungkin masih belum kembali. Hu Yu tengah mengunyah sayap ayamnya dan kemudian mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.

Story translated by Langit Bieru.

“Kenapa kau tak membawa kunci…” Hu Yu membuka pintu dengan sayap ayam yang masih menggantung di mulutnya. Ia terkejut dan terpaku tak mampu menyelesaikan kalimatnya, orang itu bukanlah salah satu teman sekamarnya, tapi Fu Anli! Ia baru saja selesai mandi, dan mengenakan kaus putih dengan rambut yang masih basah.

Dengan aroma sabun yang segar, aroma pihak lain ini langsung menuju hidung Hu Yu. Dua detik kemudian, ia kembali sadar dan langsung menyembunyikan sayap ayamnya. “Ada apa?” Dia bertanya dengan bosan. JdIeKs

Fu Anli tetap terlihat normal, seakan tak terjadi apa-apa sebelumnya. “Pengering rambut di kamar kami rusak, boleh aku pinjam punyamu?”

“Ya.” Hu Yu meletakkan sayap ayamnya dan mengelap tangannya. Dia berjalan menuju rak dan mengambil sebuah pengering rambut. “Ambil ini.”

Fu Anli tidak langsung mengambilnya, namun ia justru menatap Hu Yu hingga Hu Yu mulai merasa tak nyaman. Ia mulai bergumam, “Terima kasih,” kemudian pergi.

Hari ini Fu Anli terasa sedikit berbeda. Meskipun kamar mereka berseberangan, ia tidak pernah datang berkunjung ke kamar Hu Yu. Datang sendiri untuk meminta bantuan. Hu Yu menggelengkan kepalanya dan berhenti memikirkannya sebelum ia kembali terbuai. JPSCZG

Ia berkata akan menyerah, jadi ia menyerah. Ia seharusnya tidak berhubungan dengan orang tolol yang dingin ini.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

…..tapi bagaimana kalau Fu Anli berubah pikiran…Tidak, hal semengejutkan itu tak mungkin terjadi. Hu Yu, kau harusnya lebih menghargai dirimu, jangan bergantung pada satu pohon, pergi cari pohon lain besok.

Le Te xfwyjil wfijcpeaxjc wfcuecsjt rjsjq jsjwcsj, vjc wfijcpeaxjc wfcsfgjt qjvj Me Ccil vlqlxlgjccsj.

Me Ccil sjcu yjge rjpj xfwyjil xf xjwjgcsj vfcujc qfcufglcu gjwyea vl ajcujccsj, afgiltja jujx ylwyjcu. Vfafijt qeijcu xfgewjtcsj qjvj Aewja wjijw lae, lj wfwlwqlxjc Le Te, sjcu wjrlt yfgjvj vl gejcu qfcslwqjcjc vjc afijcpjcu. Dfvjcsj lj alvjx wfcvbgbcucsj wfcpjet cjwec perage wfwfiexcsj vfcujc fgja. Uyiqrf

Dia terus memimpikannya selama dua malam berturut-turut. Di dalam mimpinya ia mencumbui Hu Yu lagi dan lagi, membuat pihak lawan menangis dan memohon belas kasih. Kemudian keesokan paginya, setelah bangun ia mencuci celana dalamnya sembunyi-sembunyi.

Ini tidak normal.

Selama sembilan belas tahun, Fu Anli tidak pernah bermimpi demikian. Tetapi, setelah melihat tubuh bugar pemuda itu, ia mulai bermimpi seperti itu. Fu Anli menatapi pengering rambut di tangannya, dan membiarkan tetesan air dari rambutnya membasahi tulang selangkanya.

Ia berpikir, ini pasti karena sihir iblis rubah itu, kalau tidak mana mungkin ia bisa jadi seperti ini? 0o6kMc

Ketika Shen Yu memasuki kamarnya ia melihat Hu Yu menggerogoti sayap ayamnya. Ada banyak sisa-sisa tulang ayam di meja, dan setiap tulang itu telah dijilati hingga bersih.

“Bagaimana bisa kau menghabiskan semua ini sendiri?” Shen Yu yang dipenuhi dengan kesedihan dan kemarahan, buru-buru mengambil sayap ayam terakhir yang tersisa di kotak dan terus mengeluh kepada Hu Yu.

Hu Yu bersendawa, “Bukankah aku menyisakan sepotong untukmu?”

Shen Yu, yang merasa telah dirampok cola dan sayap ayam khas Ibu Hu Yu, langsung merebutnya dari Hu Yu. uZSfmD

Anak-anak senior kelas 3 mempunyai jadwal belajar mandiri pada Minggu malam, dari pukul 8.00 hingga 10.00 malam, jadi mereka bermain beberapa permainan sebelum pergi ke kelas. Kelas Hu Yu adalah kelas senior 4, ini merupakan kelas paling atas. Pembelajaran mandiri dilaksanakan pada Minggu sore, dan biasanya dijalankan oleh beberapa guru-guru yang mumpuni, minggu ini adalah Bahasa Mandarin.

“Kenapa aku langsung mengantuk ketika mendengar suara Guru Wang,” Hu Yu menguap dengan pelan.

Langit Bieru.

Shen Yu yang kelopak matanya mulai mengatup, “Kau bertanya padaku?”

“Suara Guru Wang sepertinya beracun,” setelah Hu Yu menyelesaikan kalimatnya sepotong kapur terbang ke arahnya tepat mengenai kepalanya. IogzT0

“Apakah kau tidak cukup tidur ketika kembali ke rumahmu akhir pekan lalu? Bangun dan berdiri di koridor.”

Hu Yu terjaga sebentar dan dengan tenang menuju ke koridor untuk hukumannya. Nilai untuk Bahasa Mandarinnya cukup tertinggal dibandingkan mata pelajaran lainnya, namun ia tidak cukup tertarik dengan mata pelajaran ini dan menyadari inilah alasan mengapa dirinya dihukum.

Berdiri di koridor, Hu Yu masih mendengar suara Guru Wang yang tengah mengajar di kelasnya, “Aku selalu berkata bahwa kalian tidak boleh tidur di kelasku. Kenapa beberapa siswa tidak mendengarkan? Akan ada orang lain di masa depan…”

Selanjutnya Hu Yu tak dapat mendengarkannya lagi karena perhatiannya telah terganggu oleh seseorang yang lewat di hadapannya. Bkit w

Itu lagi-lagi Fu Anli.

Pemuda ini lewat di depannya dengan tumpukan buku di tangannya, dan bau Fu Anli langsung menusuk hidung Hu Yu. Hu Yu sejenak terpaku, kemudian sadar bahwa pemuda itu mundur beberapa langkah dan kini ada di hadapannya.

Mencium bau harum dari pemuda ini, wajah Hu Yu mulai memerah.

“Apakah kau sedang di hukum?” Suara Fu Anli tetap sedingin biasanya. Ujgcat

Awalnya tenggelam dalam keterkejutan inisiatif pihak lain, Hu Yu tiba-tiba teringat apa yang terjadi Jumat lalu, dan wajahnya langsung berubah dari merah menjadi putih, “Persetan… Itu bukan urusanmu. Menjauh dariku.”

Mata Fu Anli menjadi lebih dingin saat mendengar ini. Setelah dua detik hening, dia berbalik dan pergi. Dia pasti sudah gila untuk berbicara dengan iblis rubah itu dulu.

Melihat punggung yang lain saat mereka menjauh, Hu Yu merasa sedikit tersesat. Tidaklah normal bagi Fu Anli untuk berinisiatif berbicara dengannya… Tapi dia memang tampak sedikit tidak normal hari ini. Hu Yu merasa agak panas, beberapa menit kemudian, lapisan tipis keringat muncul di dahinya dan detak jantungnya meningkat.

Setelah berhasil tertidur di kelas Bahasa Mandarin, Shen Yu diusir ke koridor. Begitu dia keluar, dia melihat wajah merah Hu Yu. Dia sangat takut sampai rasa kantuknya hilang. i0o8F2

“Ada apa denganmu?” Shen Yu menyentuh dahinya. “Kamu demam saat berdiri di sini?”

“…Aku tidak demam.”

Shen Yu menatapnya dengan tidak percaya.

Hu Yu menarik napas dalam sepuluh kali, dan secara bertahap menekan detak jantung dan demamnya yang tiba-tiba, “Lihat? Aku baik-baik saja.” h0uoJF

Melihat wajahnya telah kembali ke warna pucat normal, Shen Yu mempercayai Hu Yu.

Demam aneh ini segera dilupakan oleh Hu Yu, karena tidak lama setelah Shen Yu keluar, Guru Wang membiarkan Hu Yu kembali ke kelas, “Dengarkan pelajaranmu. Kamu tahu seperti apa skor Bahasa Mandarinmu. Kamu harus meningkatkannya sebanyak dua puluh poin dalam ujian bulan depan.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Hu Yu ingin memukul seseorang. Meningkatkan sebanyak dua puluh poin? Guru, apakah Anda mengharapkan hal yang mustahil?

“Aku akan mencari seseorang untuk mengajarimu. Jangan malas.” YT5gQt

Baiklah, baiklah. Anda adalah gurunya. Anda adalah masternya.

Translator's Note

Lao (老) yang artinya guru

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!