English

Heatnya Si RubahCh5 - Belajar Mandiri

0 Comments

Jam malam belajar mandiri dimulai pukul 06.30 hingga 10.00 malam dan Hu Yu menggunakan satu setengah jam pertamanya untuk mengerjakan tugas mata pelajaran lain dengan tergesa-gesa, sebelum melihat kearah jam di atas papan tulis dan termenung sesaat.

Satu menit sebelum jam delapan, dia tak tahu apakah harus ke kelas atau ke lantai paling atas. Bagaimanapun, beberapa jam sebelumnya ia bertengkar dengan Fu Anli. Jj4tZ0

“Ai..” Hu Yu ragu dan meragu, dia sudah siap untuk berpura-pura lupa.

Shen Yu meletakkan penanya, mengambil cangkir dan menyesap sedikit air. Di waktu yang bersamaan ia baru akan mulai berbicara pada Hu Yu. Tanpa di duga ia melihat sosok yang tengah berdiri di belakang mereka. Ia menjadi ketakutan, “Uhuk…uhuk…uhuk!”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Sial! ada apa denganmu?” Hu Yu menimpali dengan cepat, menghindari semburan Shen Yu dan menatapnya dengan jijik.

“Pa..pa.. Pak Hua?” Shen Yu membuka matanya dan melihat Hua Tang yang telah lama berdiri di sana. Tiba-tiba jantungnya berdegup dengan kencang. VApd7x

Hu Yu juga kaget, namun segera sadar mengapa dia di sini.

“Hu Yu, kenapa kau belum juga pergi ke lantai atas?” Hua Tang menepuk bahu Shen Yu kemudian tersenyum pada Hu Yu sembari berkata, “Jangan biarkan Fu Anli menunggu terlalu lama.”

Melihat senyum Hua Tang, Hu Yu mendadak merasa merinding, ia kemudian mengambil buku Bahasa Mandarin dan buku tugasnya kemudian dengan buru-buru menuju ke pintu, “Aku akan pergi!”

Pintu kelas di lantai atas telah di buka, ada cahaya lampu kuning hanggat dari dalam. Fu Anli harusnya sudah tiba. dkpU8S

Hu Yu melangkahi pintu masuk.

Dia sudah sampai, bagaimanapun aku tidak bisa kembali ke kelas. Bisakah aku bertahan disini selama dua jam?

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Le Te wfcujaeqxjc ululcsj vjc wfcvbgbcu qlcae sjcu rfafcujt afgyexj. Dfulae vlj wfiltja xf jajr, vlj wfiltja Me Ccil, vevex vl yjglr qfgajwj pfcvfij, wfceilr vfcujc xfqjij wfcecvex. Gl yjkjt jilrcsj sjcu vlculc, vlj wfwlilxl tlvecu sjcu alcuul vjc ieger , vjc vej ylylg alqlrcsj yfgkjgcj afgjcu. Le Te yfgqlxlg lcl wecuxlc kjpjg.

Begitu dia membuka pintu, Hu Yu mencium aroma Fu Anli, yang menjadi semakin intens setelah mengambil beberapa langkah lebih dekat. lFiUxL

Hu Yu berpikir, apakah baunya tercium sekuat ini sebelumnya?

Sebelum dia bisa mengerti, Fu Anli melihat ke arah suara langkah kaki. Tidak ada ekspresi di wajahnya dan nadanya ringan, yang hampir membuat Hu Yu berpikir bahwa ini adalah pria yang berbeda dari beberapa jam yang lalu.

“Kupikir kau takkan datang.”

Kursi-kursi di ruang kelas diatur dalam dua baris. Yang di dekat jendela bersandar ke dinding. Fu Anli duduk di baris pertama dekat lorong, dan Hu Yu memilih baris kedua di dinding. 8aFZ3v

“Aku benar-benar tidak ingin datang, tapi Pak Hua tidak memberiku pilihan,” Hu Yu, duduk di kursi di belakang sisi lain, menundukkan kepalanya.

Setelah mendengar ini, Fu Anli tidak marah. Dia hanya berkata, “Selesaikan dulu pekerjaan rumah hari ini. Jika ada yang tidak kau mengerti, kau bisa bertanya padaku.” Fu Anli berhenti sejenak lalu berkata, “Tuan Wang menunjukkanku hasil tes bulanan terakhirmu. Dasarmu tidak terlalu bagus, terutama dalam Bahasa Mandarin kuno. Jadi selanjutnya, aku akan memberi tahumu prosa Mandarin kuno satu per satu.”

Hu Yu menyadari perubahan sikap Fu Anli terhadapnya, seperti…dia tidak mencibir misalnya, tapi Hu Yu tidak tahu kenapa, jadi dia tidak akan memikirkannya.

“Mn,” kata Hu Yu dengan pelan, lalu membuka buku latihan Bahasa Mandarinnya. NfQwH1

Sekitar dua puluh menit kemudian, dia tidak tahu apakah itu ilusinya, tetapi saat Hu Yu membahas topik tersebut, dia merasa bahwa suhu di kelas sepertinya semakin tinggi. Ini adalah malam musim semi dan dia mulai berkeringat.

Hu Yu hanya mengenakan kemeja lengan panjang yang tidak bisa dibuka atau dilepas. Aroma Fu Anli menyelimuti dirinya dan menembus ke dalam tubuh Hu Yu, membangkitkan keinginan terpendamnya.

Story translated by Langit Bieru.

“Mn…” Pena Hu Yu gemetar di tangannya, sedikit erangan lolos dari bibirnya.

Di ruang kelas yang terbuka dan sunyi, telinga Fu Anli menangkap suara tersebut. Fu Anli menoleh, “Ada apa denganmu?” ndyTSh

Hu Yu menarik napas dalam-dalam, “Aku baik-baik saja, hanya sedikit gerah…”

“Gerah?” Fu Anli melihat ke jendela yang terbuka lebar, ada angin sejuk yang bertiup melaluinya.

Setelah hening sejenak, Fu Anli mengerutkan kening dan duduk di samping Hu Yu, dia mengulurkan tangan dan menyentuh dahinya, sentuhannya mengejutkan Hu Yu.. Suhunya memang sedikit tinggi.

“Apakah kamu demam?” Fu Anli berulang kali memeriksa untuk memastikan bahwa suhu pemuda itu lebih tinggi dari biasanya.. xdm8TS

Tangan Fu Anli terasa dingin di dahi Hu Yu dan dia tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela napas. Namun, Fu Anli dengan cepat menarik kembali tangannya, yang membuat Hu Yu sedikit kecewa.

Dikelilingi oleh bau Fu Anli, Hu Yu merasa kepala dan tulang ekornya gatal dan sakit, dia tahu telinga dan ekornya akan tumbuh dan mulai panik karena perasaan tak terkendali ini.

“Aku akan pergi ke guru…” Sebelum Fu Anli menyelesaikan kalimat ini, dia melihat dua telinga runcing rubah tumbuh dari kepala Hu Yu. Bulu putih menjadi sangat jelas di rambut hitamnya. Mata Phoenix yang indah berangsur-angsur dipenuhi air mata. Melihat Fu Anli, dia tidak bisa menahan deru napasnya.

“Ada apa denganmu?” Fu Anli menyadari bahwa ini tidak sesederhana sebatas demam. 0w FgM

Tiba-tiba, pikirannya melintas dengan pengenalan tentang suku iblis yang telah dia baca di buku sejak lama: Meskipun tiap klan iblis yang berbeda memiliki kebiasaan hidup dan adat istiadat yang berbeda, sebagian besar klan iblis akan mengalami periode heat pertama kehidupan iblis ketika mereka beranjak dewasa.

Meskipun Fu Anli tidak memiliki akal sehat, dia memiliki otak yang baik dan segera menyadarinya, “Apakah kamu dalam heat?”

“Aku rasa periode heatku telah tiba……”

Setelah itu, ada rasa malu yang memenuhi udara di ruangan itu. 0gVoRP

Fu Anli berkata dengan kaku, “Apa yang harus kita lakukan sekarang?”

Orang yang disukainya ada di sisinya. Keadaan Hu Yu saat ini setara dengan berendam dalam ember afrodisiak. Untungnya, Fu Anli pintar tetapi juga sangat bodoh.

Ekor putihnya yang halus membuat Hu Yu tidak nyaman karena tersangkut di celananya, ia hanya menurunkan celananya dan melepaskan ekornya yang besar di belakangnya, mengibaskannya bolak-balik di udara.

Fu Anli terpesona dengan pemandangan di depan matanya. Seorang pemuda cantik dengan telinga dan ekor binatang sedang berbaring di atas meja dengan sepasang mata phoenix yang basah menatap Fu Anli dengan linglung dan mengerang sesekali. Dia tidak bisa mengendalikan itu, oke?! rd016N

Fu Anli menahan diri. Dia mengeluarkan ponselnya dan memeriksa internet untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi ini. Banyak balasan dari para iblis, sangat sederhana dan kasar: “Periode heat telah tiba? Senang rasanya memiliki beberapa lusin makanan.” Ada satu jawaban serius: “Umumnya, periode panas akan berlangsung lebih dari sebulan, tetapi berbeda antara setiap klan iblis. Selama periode ini, mereka membutuhkan waktu yang lama untuk ditemani sampai heat pihak lain berhenti.”

Fu Anli melirik ke sisi Hu Yu dan menemukan bahwa dia telah memasukkan tangannya ke celananya. Mata Fu Anli menjadi gelap, jadi dia bangkit untuk menutup pintu kelas dan kemudian mematikan lampu.

Please visit langitbieru (dot) com

Fu Anli memeluk rubah yang berinisiatif untuk melemparkan dirinya ke pelukannya. Dia dengan hati-hati menyapukan tangannya ke pinggang Hu Yu, menempatkan pria itu di atas meja. Dia bertanya dengan suara rendah, “Apakah kamu tahu siapa saya?”

Hu Yu memeluk pria itu dan menggosoknya dengan keras. Setelah mendengar ini, dia mencoba untuk menjernihkan otaknya. Dia melihat wajahnya dan dengan hati-hati mengidentifikasinya, “Fu…Anli.” Setelah memanggil nama ini, Hu Yu sedikit tenang, “Kau… Kau biarkan aku pergi…” jSyLGP

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!