English

Hati Yang TulusCh13 - Hai Nan

0 Comments

“Eh, hmm …” Li Sui mengubah arah memijat; dia juga menggunakan kekuatan sedikit lebih besar dari sebelumnya. Li Sui sangat teliti, ia memijat setiap inci kaki Lu Shang. Sementara itu, Lu Shang tidak mengatakan sepatah kata pun tetapi dia juga tidak bergerak.

  hPQXE

Jarang bagi mereka untuk memiliki saat-saat yang damai bersama, jadi Li Sui melepas sarung tangan dan menggunakan tangannya yang telanjang. Lu Shang hanya sedikit melirik Li Sui, tetapi dia tidak menghentikannya. Pembengkakan itu tidak terlalu buruk, terutama karena Lu Shang kurus, itu tidak menunjukkan banyak hal. Jika bukan seseorang seperti Li Sui, yang selalu bersama Lu Shang, orang lain mungkin tidak akan memperhatikan. Setelah memijat sebentar, otot-otot yang kaku mengendur. Li Sui sedikit mengubah postur tubuhnya, tetapi itu malah membuat Lu Shang batuk.

 

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Apakah sakit?”

  mY63ZR

Lu Shang melambaikan tangannya; dia menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya.

 

Li Sui menarik tangannya, bagian-bagian antara ibu jari dan jari telunjuknya sakit, kemungkinan besar karena ketegangan yang berkepanjangan. Li Sui menggosok tangannya, ketika dia kembali memijat Lu Shang, kekuatannya jauh lebih rendah dari sebelumnya. Ketika Li Sui terus memijat orang yang berbaring di tempat tidur, yang terakhir menjadi benar-benar sunyi. Li Sui mengangkat kepalanya dan mendapati Lu Shang tertidur sekali lagi, wajahnya masih terlihat pucat dan sakit-sakitan, dia tampak seperti orang yang terbuat dari kertas.

  cYKoQy

Seorang dokter kemudian masuk untuk memeriksa Lu Shang, dia melihat memar kecil di lengan dan kaki Lu Shang. Ketika dokter bertanya kepada Li Sui tentang memar itu, dia membeku. Li Sui tidak berpikir dia menggunakan terlalu banyak kekuatan; dia juga tidak melihat tanda-tanda ketika dia memijat Lu Shang. Namun, memar itu tidak berbohong, jika ada memar ditubuhnya, maka Li Sui pasti telah menyakitinya. Memar itu baru muncul setelah Lu Shang tertidur.

 

“Kamu menggunakan terlalu banyak kekuatan.” Dokter tidak menyalahkan Li Sui, tetapi dia menyarankan untuk membiarkan perawat yang melakukannya lain kali.

  lUW3d2

Li Sui memandangi memar ungu di tubuh Lu Shang, kebencian muncul di seluruh wajahnya.

 

“Merawat pasien tidak semudah kelihatannya.” Dokter menepuk pundak Li Sui dengan penuh pengertian, dia mencoba menghibur Li Sui, “Kamu tidak pernah mengalami hal seperti ini, wajar kalau kamu tidak bisa melakukannya dengan sempurna.”

Li Sui mengangguk, tetapi tidak bisa menghentikan dirinya dari merasa sedih. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak cukup sensitif, terutama karena Lu Shang juga tidak menyembunyikan ekspresinya. Li Sui merasa gagal, dialah yang menyarankan untuk tetap membantu, dia juga bersikeras untuk memijat Lu Shang. Tapi sebenarnya, dia tidak bisa membantu dengan apa pun, lebih buruk lagi dia malah menyakiti Lu Shang. 7gQYvE

 

Li Sui tidak pernah merawat seseorang, juga tidak ada yang pernah merawatnya sebelumnya. Lu Shang adalah orang yang mengajarinya detail kecil kehidupan sehari-hari, seperti mengeringkan rambutnya sebelum tidur, menggunakan obat kumur dan sikat gigi atau mencukur janggutnya dengan busa …. Li Sui perlahan menyadari, dia bahkan tidak bisa mengurus dirinya sendiri, mengapa dia pikir dia bisa merawat pasien yang sedang memulihkan diri?

 

Tanpa sadar, dia telah memberikan selembar cek kosong yang tidak berharga. A4Lnoe

 

Pada sore hari, Bibi Lu berkunjung, membawa sepoci bubur dan sup. Hal pertama yang dia lakukan setelah berjalan ke dalam kamar, adalah memberi Li Sui pakaian ganti. Dia membiarkan Li Sui mandi dan berganti pakaian bersih. Kamar pribadi memiliki kamar mandi di dalamnya, semua sampo dan barang-barang lainnya disediakan. Ketika Li Sui meninggalkan kamar mandi, dia melihat Lu Shang bersandar dari ranjang, muntah. Putih mata Lu Shang sedikit merah. Bibi Lu berusaha menghiburnya dengan menepuk-nepuk punggungnya.

Story translated by Langit Bieru.

 

Li Sui duduk di sisi tempat tidur, dia mengangkat bagian atas tubuh Lu Shang, membiarkan Lu Shang bersandar pada kakinya dan memeluk Lu Shang, sambil melihat tatapan ragu Bibi Lu. 0a yRg

 

Bibi Lu mengucapkan kata-kata, ‘Efek samping dari operasi,’ kepada Li Sui.

 

Lu Shang tidak mengkonsumsi makanan apapun dalam beberapa hari terakhir, jadi dia tidak bisa mengeluarkan apa pun. Setelah muntah beberapa saat, Lu Shang kelelahan, tubuhnya tenggelam ke pangkuan Li Sui ketika dia merasakan kehangatan pelukan pria muda itu. Li Sui dengan lembut menggosok pelipis Lu Shang yang tegang, melihat air mata menggantung di sudut mata tertutup Lu Shang, dia merasa berkewajiban untuk menghapusnya. QkWjv7

 

“Aku membuat dua porsi makanan; kamu harus makan beberapa juga.” Bibi Lu mengeluarkan beberapa kotak makan siang lagi.

 

Li Sui berpikir dalam diam, lalu dia bertanya, “Apakah dia seperti ini setiap kali dia sakit?” Hg7Rbx

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

 

“Tj. Glj weijl wecajt rfaljq xjil wjxjc rfrejae, tji sjcu rjwj peuj yfgijxe ecaex jlg wlcew. Kjql jxe vfcujg vjgl qfgjkja yjtkj lcl jvjijt qfglijxe cbgwji, vlj jxjc yjlx-yjlx rjpj rfafijt rfxlajg vej tjgl, afajql qfglbvf lcl mexeq wfifijtxjc.”

 

Zfcvfcujg lae, Ol Vel wfcecvexxjc xfqjijcsj, vfcujc rejgj ifwyea vlj yfgxjaj, “Oe Vtjcu?” dz3lVq

 

Bulu matanya sedikit bergetar, tetapi dia tidak bangun.

 

Setelah Li Sui memakan makanan itu, Bibi Lu membawa botol air panas. Melihat Li Sui, dia berkata, “Xiao Li, bantu Lu Laoban ganti baju, oke? Aku akan membawa pulang pakaian kotornya untuk dicuci.” dyZLp9

 

Tidak ada kecanggungan, seolah-olah itu adalah hal yang wajar untuk dilakukan, mungkin itu karena Bibi Lu benar-benar percaya mereka pasangan. Bibi Lu sangat sensitif terhadap suasana hati, ini terbukti dari bagaimana dia bertindak di rumah. Ketika Lu Shang dan Li Sui berada di rumah, dia akan menghindar agar tidak memasuki pandangan mereka. Li Sui merasa aneh untuk mengatakan ‘tidak, kami tidak sedang menjalin hubungan,’ jadi ia hanya mengangguk dan mengunci pintu setelah Bibi Lu pergi.

Please visit langitbieru (dot) com

 

Li Sui mempertimbangkan pilihan mencari perawat untuk melakukannya, tetapi begitu dia membayangkan orang asing menyentuh tubuh Lu Shang, dia merasa tidak puas. Dia hanya membantu Lu Shang mandi, dia menghibur dirinya sendiri. ERbZq8

 

Tindakannya sendiri mudah, karena Lu Shang tertidur, itu bahkan lebih mudah lagi. Jika dia sadar, Li Sui tidak yakin apakah dia akan berani melakukan ini. Ketika dia melepas pakaian Lu Shang, dia mulai merasa seperti berada di atas kepalanya, dia tidak bisa berhenti melirik tubuh telanjang Lu Shang.

 

Lu Shang menjalani kehidupan yang sangat sehat, ia berbaring di tempat tidur selama beberapa hari dan bekas luka operasi hampir sepenuhnya sembuh. Setiap sentuhan tak sengaja dari Lu Shang terasa seperti menyalakan api, bagian belakang kemeja Li Sui basah oleh keringat hanya dari membersihkan bagian atas tubuh Lu Shang saja. Sebelum Li Sui melepas celana Lu Shang, dia memutuskan untuk menutup tirai dan mematikan lampu. Li Sui tidak dramatis, ia tahu bahwa mereka berdua laki-laki, dan tidak ada masalah untuk melihat tubuh telanjang seorang teman. Tetapi masalahnya adalah dia tidak pernah menganggap Lu Shang sebagai temannya, tahu bahwa dia sendiri menyembunyikan pikiran semacam itu terhadap Lu Shang membuatnya merasa bersalah. QabxKg

 

Setelah dia membantu Lu Shang berganti pakaian, dia membaringkan Lu Shang kembali di tempat tidur dan menarik selimut. Li Sui membersihkan dan mengeringkan dengan handuk, saat dia melakukan itu, dia menyadari seluruh punggungnya basah. Bagian tertentu dari tubuhnya juga jujur ​​dan menjengkelkan, jadi Li Sui tidak punya pilihan lain selain mandi air dingin sendiri.

 

Melalui kaca pemisah setengah transparan, samar-samar Li Sui bisa melihat orang yang berbaring di tempat tidur. Li Sui bersandar di dinding, mengambil napas besar, dia mempercepat gerakan tangannya. Tangannya yang baru saja menyentuh kulit telanjang Lu Shang, sekarang membungkus anggotanya sendiri. Pikiran itu saja sudah berhasil membuat Li Sui merasa sangat nikmat. Dia merasakan indranya menjadi lebih tajam, dalam benaknya yang kabur ada perasaan nafsu yang tidak seperti yang lain. F 1bJU

 

Seolah-olah seberkas rumput tumbuh di dalam hatinya, setelah setahun terakhir hidup bersama, tanaman itu disiram dan diberi makan. Tanaman itu tumbuh di sepanjang celah-celah di dinding tempat nafsu birunya disembunyikan, ketika akhirnya dia menyadari pelanggarannya, itu sudah tumbuh dengan proporsi yang mustahil untuk dihilangkan. Dinding di hatinya hancur total.

 

“Apa kamu akan datang lagi besok?” Li Sui bertanya ketika Bibi Lu akan pergi. VtanIv

 

“Tentu saja aku akan datang. Lu Laoban membutuhkan nutrisi lebih dari apa pun sekarang, aku khawatir dia tidak akan terbiasa dengan makanan rumah sakit.”

 

Li Sui mengangguk, dia membuang harga dirinya dan bertanya lebih lanjut, “Kamu juga akan membawa baju ganti lagi besok?” 2LSMFc

 

Emosi di mata Li Sui membuat Bibi Lu memerah, dia menjawab “ya” setelah beberapa saat. Li Sui di sisi lain merasa senang dengan jawabannya, dia merasakan sedikit antisipasi di dalam hatinya.

Please visit langitbieru (dot) com

 

Lu Shang beristirahat di kamar selama lebih dari seminggu, saat itulah dia akhirnya terlihat tidak terlalu sakit-sakitan. Badannya lemah sejak awal, jadi meskipun luka dari operasi sudah sembuh, dia masih tidak memiliki banyak kekuatan. Li Sui merasakan jantungnya menegang ketika dia melihat Lu Shang bahkan tidak memiliki kekuatan untuk berdiri. aeJtc9

 

Pada sore hari, Paman Yuen berkunjung dan dia mulai melaporkan hal-hal yang berbeda kepada Lu Shang. Lu Shang bersandar di kepala tempat tidur, tetapi dia sudah terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya. Ketika menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan, Lu Shang tampaknya selalu memiliki kekuatan tak terbatas. Li Sui membenamkan kepalanya ke dalam air minumnya, tetapi telinganya aktif mendengarkan. Sebelumnya, dia tidak pernah peduli dengan pekerjaan Lu Shang, salah satu alasannya adalah karena dia tidak mengerti, alasan lain adalah karena dia percaya Lu Shang adalah tembok kokoh yang tidak akan pernah runtuh. Namun, setelah tinggal bersama selama lebih dari satu tahun, ia tahu lebih baik daripada ditipu oleh penampilan tenang dan terkendali Lu Shang. Tidak peduli betapa hebatnya dia, dan tidak peduli seberapa cakapnya dia, dia tetap manusia normal. Setiap manusia akan kelelahan setelah bekerja terlalu keras, Lu Shang pun tidak berbeda.

 

“Proyek di tepi laut adalah proyek yang paling mendesak, rancangan konstruksi pertama sudah selesai, mereka menunggumu untuk mengkonfirmasi proyek pembangunan. Banyak rumor muncul dalam sepuluh hari terakhir ketidakhadiranmu; semua orang mengatakan bahwa kamu pasti terlibat dalam semacam insiden ketika kamu mengambil proyek konstruksi tersebut. Pengacara Xe WeiLan sangat kesal sampai dia berkata ….” e SxDO

 

“Apa yang dia katakan?”

 

Paman Yuen melirik Li Sui dan berkata, “Dia bilang kamu pergi ke luar negeri dengan Li Sui untuk menikmati hidup.” z8YRWn

 

“Puuuuff一” Li Sui menyemprotkan semua air di mulutnya, menarik kedua tatapan pria lainnya. “Maaf.” Li Sui melambaikan tangannya.

 

“Bagus sekali.” Lu Shang berkata tanpa ekspresi di wajahnya, dia melanjutkan, “Sapa Dr. Leung tua untukku, atur agar aku keluar besok.” 8HJXor

 

“Besok!?” Paman Yuen dan Li Sui megap-megap bersamaan.

 

“Kamu terlalu sembrono …” Paman Yuen tampak ragu menindaklanjuti permintaan Lu Shang. Paman Yuen bahkan lebih tua dari ayah Lu Shang, jika dia bermain ‘kartu senior,’ bahkan Lu Shang pun harus menghormatinya. oIU0Fq

 

“Semakin lama kita membiarkan ini bertahan, semakin sulit untuk berurusan dengannya.” Lu Shang berdeham, “Oke, maka sudah diputuskan.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

 

Paman Yuen mencoba meyakinkan Lu Shang dengan cara lain, “Kamu tidak bisa pergi ke pulau seperti ini. Kamu mungkin masih membutuhkan ventilator, juga bagaimana dengan suntikan dan pemeriksaan rutin?” 21yjtf

 

“Aku akan membawa Li Sui.”

 

“Dia sendiri hanya seorang anak kecil; bagaimana dia bisa menjagamu?” faz46H

 

Mendengar itu, Li Sui tidak bisa menahan diri untuk tidak memandangi Paman Yuen, merasa seperti sedang dimarahi.

 

“Kalau begitu bawa dua perawat.” 0Wb4fN

 

Paman Yuen kehabisan pilihan, Lu Shang keras kepala, dia tahu betul itu. Jika dia mencoba untuk mengatakan lebih banyak, itu hanya akan terdengar seperti dia melewati batas, karena dia masih seorang karyawan.

 

“Aku akan mengatur mobil.” Paman Yuen meninggalkan kalimat di belakang dan keluar dari ruangan. c2OglZ

 

Suasana berubah dengan cepat; Li Sui juga tidak menyetujui Lu Shang meninggalkan rumah sakit, tetapi dia tahu dia tidak boleh mengungkapkan hal itu. Li Sui menatap sosok Paman Yuen yang menghilang dan berbisik, “Paman Yuen tampaknya sangat marah.”

 

Lu Shang melambai agar Li Sui datang, dia menunggu dengan sabar untuk Li Sui mendekat. Menepuk kepala Li Sui, Lu Shang berkata, “Dia memiliki kepentingan terbaikku dalam pikiran. Namun, ada beberapa hal yang paling baik disimpan di bawah permadani dan dijauhkan dari Paman Yuen. Apakah kamu mengerti?” Mq9dSi

 

Li Sui mengangguk, tidak yakin apakah dia sudah memahaminya sepenuhnya.

Please visit langitbieru (dot) com

 

Malam berikutnya, mereka naik jet pribadi. Paman Yuen menyewa dua perawat untuk mengikuti sepanjang perjalanan, dia mengomel di sepanjang perjalanan ke bandara. Suhu pulau itu lebih hangat daripada tempat Lu Shang tinggal, jadi semua pakaian yang dimasukkan Bibi Lu ke dalam kotak kardus adalah pakaian musim panas; dia bahkan mengemas sepasang piyama pasangan yang serasi. 1FEHGC

 

Li Sui belum pernah naik pesawat sebelumnya, jadi dia mengulurkan lehernya dan meraba-raba di sekitar pesawat. Lu Shang membiarkan Li Sui duduk di dekat jendela, sayang timing-nya tidak memuaskan, jadi Li Sui tidak bisa melihat banyak di luar jendela.

 

“Mari kita pesan penerbangan pagi untuk pulang.” Lu Shang menelan obat, lalu dia mengembalikan gelas air kepada perawat. udJcv8

 

Li Sui menoleh kearah Lu Shang dengan penuh semangat, “Kapan kita akan kembali?”

 

Jet mereka bahkan belum mendarat, dan anak ini sudah menantikan perjalanan pulang. Lu Shang tertawa ringan, “Tergantung, jika semuanya dilakukan dengan cepat, maka sekitar dua minggu.” dXRrzv

 

Langit berubah gelap, jadi sebenarnya tidak ada yang bisa dilihat; Li Sui kehilangan minat dengan cepat setelah menempelkan wajahnya ke jendela untuk sementara waktu. Lampu redup di dalam jet, jendela memantulkan wajah Lu Shang. Li Sui berbalik dan melihat Lu Shang tidur. Selimut yang ada di dada Lu Shang telah meluncur ke kursi di sampingnya.

 

Lu Shang selalu diam; dia diam selama tidur, makan, dan bekerja. Dia tidak akan membuat suara sepanjang hari sepanjang tidak ada yang secara aktif berbicara dengannya. Li Sui menyelimutinya, tanpa sengaja menyentuh tangan Lu Shang; Li Sui memperhatikan bahwa mereka sangat panas. Tangan Li Sui meraih dahi Lu Shang, seperti yang dia duga, Lu Shang mengalami gejala demam. MSedza

 

Li Sui ingat apa yang dikatakan Dr. Leung tua dan alarm langsung berbunyi di dalam hatinya. Li Sui ingin memanggil perawat, tetapi sebuah tangan menghentikannya.

 

Lu Shang membuka matanya; matanya yang suram lebih redup dari biasanya. Lu Shang tidak berbicara, tetapi Li Sui mengerti apa yang ingin dikatakan Lu Shang. ‘Jangan khawatir.’ ZSI5rT

 

Li Sui menjawab, “Tidak, Dr. Leung tua bilang itu sangat berbahaya jika kamu sampai demam pada tahap ini.”

Langit Bieru.

 

Lu Shang tampak sangat lelah, dia seperti sedang menahan sesuatu. Dia berbicara dengan suara lemah lembut, “Aku baik-baik saja, aku masih bisa menangani ini. Jika semakin buruk, aku akan memberi tahumu. Jadi, tenanglah.” K9YxvH

 

Bagaimana mungkin Li Sui bisa ‘tenang’? Li Sui sangat gugup hingga sesekali dia akan meletakkan tangannya di dahi Lu Shang, dia juga melihat sekeliling karena dia khawatir para perawat akan memperhatikan. Li Sui tahu Lu Shang tidak benar-benar tertidur, jadi dia terus membujuk Lu Shang dengan suara kecil. Yang terakhir menghela nafas ringan, lalu dia mengangkat kelopak matanya yang tertutup, menatap Li Sui dengan mata memohon, “Dengarkan aku kali ini saja, tolong?”

 

Ketika Lu Shang mengatakannya seperti itu, bisakah Li Sui masih membawa dirinya untuk keberatan? Tentu saja tidak. Li Sui duduk di kursi di samping Lu Shang, dia berhenti bicara. Li Sui memegang lengan Lu Shang, selalu waspada akan sedikit perubahan suhu di tubuh Lu Shang. 1Kw7fX

 

Li Sui tahu apa yang dipikirkan Lu Shang, jika dia memberi tahu perawat tentang demamnya sekarang, mereka pasti akan kembali ke bandara. Peristiwa yang akan mengikuti juga tidak sulit untuk dibayangkan, perjalanan mereka ke pulau pasti akan dibatalkan.

 

Tidak ada orang asing di dalam jet, di bawah lampu redup, Li Sui bisa melihat wajah Lu Shang yang cemberut. Wajah Lu Shang selalu kosong dari warna merah adanya darah, tetapi sekarang dengan sedikit demam, wajahnya tampak memerah, menekankan putihnya bagian kulit lainnya. Melihat Lu Shang, Li Sui tidak bisa menahan perasaan patah hati. zIYBtC

 

Apakah ini layak? Apakah layak menyakiti diri sendiri seperti ini?

 

vyWnRJ

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!