English

Ketika Dua Alpha Bertemu, Satu adalah OmegaCh11 - Satu Gunung Tidak Bisa Menerima 2 Alpha

0 Comments

translator: keiyuki
editor: nia

Jian Songyi melakukannya dengan baik kali ini. 14s9jA

Pada dasarnya, jika dia menahan sedikit imajinasinya dalam menjawab pertanyaan subjektif, dan menahan pemikiran batinnya yang sebenarnya, tidaklah sulit untuk mencapai nilai yang lebih tinggi.

Untuk tiga yang lain dia sudah melakukannya sangat bagus, lanjutkan saja seperti biasanya.

Story translated by Langit Bieru.

Selain itu, kebetulan sekali bahwa Huangfu Yi berada di ruang yang sama dengannya, dan dia duduk di dekatnya. Setiap kali Jian Songyi menyelesaikan ujian-ujiannya terlebih dahulu, dia menyaksikan Huangfu Yi sangat berjuang mengerjakannya dan kemudian menjadi linglung, dan akhirnya ekspresinya berubah menjadi hampa, hal ini membuat suasana hati Jian Songyi menjadi sangat baik.

Jika suasana hatinya sedang bagus, pertanyaan-pertanyaan itu akan menjadi lebih mudah untuk dikerjakannya. 1hIdUi

Setelah mengikuti ujian selama dua hari, dia juga tidak pernah bertemu dengan Bai Huai selama dua hari, dan pesan WeChat yang dia kirim akhirnya mendapat balasan [um] pada malam itu.

Jian Songyi merasa bahwa Bai Huai benar-benar kasar, acuh tak acuh, dan kejam.

Jadi bahkan selama dua hari belajar mandiri, dia juga tidak berinisiatif untuk berbicara dengannya. Dia tidak memiliki wajah yang dingin atau wajah yang gelap. Dia hanya malas. “Tuan muda sedikit tidak bahagia hari ini” seolah tertulis jelas di wajahnya.

Bai Huai tahu apa yang membuat dirinya kesal, tapi dia tidak ingin menjelaskan. Ada beberapa hal yang tidak ingin dia ceritakan pada orang lain, terutama Jian Songyi. J2TzSV

Saat kamu menemukan debu, cukup bersihkan saja, tidak perlu memaparkannya ke cahaya matahari.

Kedua orang itu jatuh ke dalam perang dingin yang tidak bisa dijelaskan.

Tidak ada konflik, tidak ada provokasi dalam bentuk verbal, tapi mereka diam-diam memiliki pemahaman satu sama lain.

Bahkan Xu Jiaxing melihat ada seuatu yang tidak beres. gdd4NL

Meskipun dua bos besar di belakang kursinya tidak pernah benar-benar bisa berurusan satu sama lain, tapi mulut kecil Song-ge selalu mengoceh terlebih dulu. Keheningan yang tidak biasa selama dua hari ini sudah membuat punggungnya merinding.

Dia ingat taruhan besar yang terjadi di kelas ini di pagi hari itu tentang martabat seumur hidup seorang pria dan status kehormatannya.

Mungkin hasilnya akan segera keluar, dan perlu diputuskan siapa yang akan dipanggil “daddy/ayah”, jadi suasananya begitu tenang dan menekan ba.

Xu Jiaxing adalah teman sekelas yang baik, dia ramah dan bersahabat, sederhana dan baik hati, dan dia merasa bahwa itu adalah tugasnya untuk membantu teman sekelas memulihkan hubungan mereka menjadi lebih baik. 1DCtZM

Jadi dia mengumpulkan keberaniannya dan mengabaikan hidup dan matinya. Dia menarik Yang Yue yang berada di sampingnya, lalu menoleh ke belakang: “Tentang hal itu, kami masih kurang 3 orang untuk bermain PUBG, apa kalian para ayah mau ikut bermain?”

Yang Yue berkata: “Lao Peng akan berpatroli dalam belajar mandiri malam ini. Apa kalian ingin ponsel kalian disita atau kalian ingin membaca refleksi diri pada upacara pembukaan besok?”

Jian Songyi setuju akan hal itu.

Lima menit kemudian, keempat orang itu bersama-sama mendarat di bandara. EZd7zl

Jian Songyi mengambil sebuah senapan yang ada di tanah, menembak seorang anak, dan Bai Huai mengarahkan pistolnya dan menembak dua lainnya, dan tim yang berada di dekat mereka langsung tebunuh.

Xu Jiaxing dan Yang Yue, yang baru saja mengambil pan : ? ? ?

Please visit langitbieru (dot) com

“Ayah, bantu aku! Ada orang di dekat kami! Begitu banyak orang! Ah ah ah ah !!!”

Jian Songyi merendahkan suaranya: “Diam, ada orang yang berada di luar kita.” 1UoLzx

“Wu wu wu wu, aku tidak ingin menjadi kotak, Ayah, apa kamu tega melihat putramu yang setinggi 1,8 meter menangis?”

Bai Huai melirik peralatan Jian Songyi, lalu berbisik pada Xu Jiaxing: “Laporkan di mana lokasimu, siapkan suar asapmu, dan aku akan menyelamatkanmu.”

“Oke terima kasih Ayah, aku berada di lantai dua Gedung C…”

“Bai Huai, jangan pergi…” Sn eyF

Sebelum Jian Songyi selesai berbicara, dia mendengar suara “bang!”

Pemberitahuan terbunuh: [ Big Cutie Xu menggunakan granat tangan untuk menjatuhkan B.H]

“…..”

[AK789 menjatuhkan Big Cutie Xu ] wGJVqX

[AK789 menjatuhkan Hilly Yang]

Setelah tiga detik terdiam, Xu Jiaxing mengaku: “Maaf, Ayah Bai, kupikir aku menyalakan suar asap untukmu, tapi aku tidak menyangka bahwa apa yang diberikan oleh Yang Yue adalah ranjau tanah.”

Bai Huai: “…..”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Jian Songyi melirik ekspresi Bai Huai yang tidak mengatakan apapun. Bai Huai ingin mengutuk mereka tapi dia juga sedang menahan diri. Jian Songyi merasa geli: “Aku sudah bilang jangan pergi. Xu Jiaxing dan aku biasanya menang dalam PUBG, karena dia biasanya melakukan pengorbanan darah di awal, jadi dia tidak memiliki pengalaman bermain game sama sekali. Ah, lihat bagaimana Ayah akan membunuhnya dan membantumu.” 0HIpDC

Vfafijt rfifrjl yfgylmjgj, vlj wfcecvexxjc xfqjijcsj vjc xfwyjil yfgajgecu. Vfyejt afwyjxjc vlafwyjxxjc xf jcuubaj alw weret sjcu rfvjcu yfgpjijc vl rfxlajg gewjtcsj. Glj wfcujwyli rfcpjaj sjcu yjuer vjc ijcurecu qfgul xf ijcajl vej ecaex wfcutjvjql wfgfxj.

Lfjv Vtba.

CB789 sjcu wfcpjaetxjc We Aljzlcu vjc sjcu ijlccsj, revjt wfcpjvl tjcae sjcu afijt wjal.

Jian Songyi merasa bahwa dia tidak terlalu buruk, tapi dia tidak mendengar sorak-sorai dan kekaguman seperti yang diharapkan. Bai Huai menyenggol sikunya dua kali, lalu dia menarik ujung pakaian Jian Songyi. 5SKEvw

Dia mengernyit dengan tidak sabar: “Jangan sentuh aku, saat kamu mati, kamu bisa tinggal di sana sendiri, jangan mengganggu operasiku.”

“…..”

Story translated by Langit Bieru.

Suasananya menjadi hening, dan Jian Songyi merasakan ada sesuatu yang salah.

Dia mengangkat kepalanya. QYuLWE

Xu Jiaxing dan Yang Yue sama-sama menundukkan kepala dan mengerjakan tugas dengan serius, Bai Huai tampak tak berdaya, dan ada perut yang sangat familiar, tampak bulat dan penuh.

Pemilik perut tersenyum ramah dan tampak menjijikkan: “Keluarkan ponselmu, dan omong-omong, kamu juga harus mempersiapkan refleksi diri untuk upacara pembukaan besok.”

“……”

——— cuEdrB

Sekolah secara resmi akan dimulai besok, dan Peng Minghong bertekad untuk mengatur suasana hati tahun ketiga. Jian Songyi sudah berulang kali masuk ke dalam mulut harimau dan sekarang dia sudah tertangkap basah.

Untungnya, dia memiliki ponsel cadangan di rumah.

Xu Jiaxing dan Yang Yue merasa bersalah dan mereka takut mati, jadi mereka berinisiatif untuk menulis refleksi diri untuk Jian Songyi sebelum dia menulisnya sendiri.

Hanya saja besok pada saat upacara pembukaan sekolah tidak ada yang bisa menggantikannya. Tuan Jian ditakdirkan untuk kehilangan wajah dengan cara seperti itu. 5r7kGR

Kebencian baru ditambahkan dengan kebencian lama, wajahnya yang cantik dan kecil, berubah menjadi dingin dan penuh amarah, dan di sepanjang malam, dia bahkan tidak mengucapkan sepatah kata apa pun pada Bai Huai dalam perjalanan pulang.

Bai Huai ingin tertawa, tapi dia takut dia akan benar-benar membuat orang ini bertambah marah dan tidak bisa membujuknya kembali seperti semula.

Tapi jika dia ingin membujuknya, dia tidak tahu harus mulai dari mana, dia khawatir jika Jian Songyi dibujuk dengan cara baik-baik, seseorang mungkin berpikir bahwa dia sedang mengejek dan menyombongkan diri.

Dia harus mengambil resiko itu, tapi keadaannya benar-benar sangat tidak baik sekarang. oX7CbM

Bahkan seseorang mengeluarkan suara menutup pintu mobil lebih keras dari biasanya.

Bai Huai menahan senyumnya, berjalan mengitari mobil, lalu berjalan ke seseorang yang sedang membuka pintu: “Tolong aku.”

“Hah.”

“Besok adalah upacara pembukaan sekolah, dan kita diharuskan memakai seragam sekolah, milikku baru bisa diambil besok siang, Peng Minghong memintaku untuk meminjam satu set dulu darimu.” Ye0tuR

Jian Songyi tetap memasang wajah dingin, tidak berbicara sepatah kata apapun, dan membuka pintu lalu berjalan masuk.

Setelah masuk tanpa menutup pintu, Bai Huai bersandar di pintu dengan tangan dimasukkan ke saku celananya, dan melihat seseorang memasuki pintu dan melepas sepatu, menjatuhkan tas sekolahnya, dan berjalan ke lantai dua. Ngomong-ngomong, dia mengagumi pantat yang berharga itu, seolah-olah tidak peduli sama sekali dengan seragam sekolah itu.

Story translated by Langit Bieru.

Benar saja, seseorang segera turun lagi, memegang setumpuk pakaian olahraga berwarna biru dan putih di tangannya, melemparkannya pada Bai Huai, menarik pegangan pintu, lalu bersiap untuk menutup pintu dan mengusir tamunya.

Tapi pintunya terhalang oleh kaki yang panjang, ramping, dan lurus. cbmrfd

Jian Songyi tampak tidak senang: “Ada apalagi? Kamu masih mau masuk dan duduk?”

Bukannya tidak mungkin.

Namun, pada saat ini, Bai Huai memutuskan untuk tidak menambahkan bahan bakar ke api, dia mengulurkan satu tangannya dan meraih pergelangan tangan Jian Songyi, lalu meletakkan sesuatu di telapak tangannya.

“Saat belajar mandiri, aku terlambat mengingatkanmu bahwa Lao Peng sudah ada di sana. Salahkan saja aku dan ini sebagai permohonan maaf.” cRG1lu

Jian Songyi melihat ke bawah, dan ada permen di telapak tangannya. Itu adalah jenis permen yang paling dia sukai saat dia masih kecil. Pada saat itu, gigi dewasanya sudah tumbuh dan Nyonya Tang tidak membiarkannya makan terlalu banyak, tapi dia sangat rakus, jadi Bai Huai memberikan permen itu padanya setiap hari. Lalu menunggu sampai dia selesai makan dan menatapnya saat dia sedang menggosok giginya.

Sepuluh tahun kemudian, permen jenis ini tidak lagi mudah untuk dibeli.

Untuk sejenak, Jian Songyi tidak tahu bagaimana mengatakan perasaan yang ada di dalam hatinya.

Dia sedikit terbujuk, dan rasa marahnya menjadi sedikit mereda, tapi dia masih tidak senang. Dia merasa bahwa dia tidak boleh dibujuk, setidaknya tidak boleh dibujuk seperti ini, sehingga membuatnya merasa malu. Dia sedikit malu dan jengkel. Dia tidak ingin seseorang melihatnya seperti ini, tapi dia juga tidak ingin marah lagi. s4tAOE

Dia hanya bisa berpura-pura marah dan melontarkan kalimat: “Memberikan permen sebagai permohonan maaf. Apa kamu sedang membujuk anak-anak?”

Dia menutup pintu dengan cepat setelah selesai berbicara.

Dia sudah melewati usia di mana dia suka makan permen, dan dia juga tidak terlalu menyukai sesuatu yang manis, tapi pada akhirnya dia juga tidak membuangnya. Dia kembali ke kamar, dan menaruhnya di meja samping tempat tidur.

Dan di luar, Bai Huai yang sedang memegang seragam sekolah yang nantinya akan dia kenakan, tersenyum diam-diam. 6U9buy

Pastinya, membeli permen dimaksudkan untuk membujuk anak-anak.

Namun, Bai Huai masih sangat muda dan meremehkan kebencian yang ada di antara dirinya dan Jian Songyi.

Saat Jian Songyi berdiri di podium dan membaca refleksi dirinya, kasih sayang dari permen itu hilang.

Dia memutuskan untuk tidak akan pernah berinteraksi dengan Bai Huai sepanjang hidupnya. mWPiNu

Dia membaca refleksi diri dengan ekspresi kosong, dengan wajahnya yang gelap, dia memancarkan aura “jangan mendekat” menunjukkan ketidakbahagiaan dari tuan muda.

Tapi ini tidak mempengaruhi tepuk tangan yang sangat antusias dari semua kerumunan yang ada di sana.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Tampan, sangat tampan. Dia tinggi dan tampan, bahkan raut wajah membunuhnya pun sangat tampan.

Beberapa Omega tahun pertama yang akhirnya melihat dewa kakak laki-laki itu dari dekat terkejut saat mereka seperti mendengar sebuah pengakuan dari refleksi diri, dan mereka sangat bersemangat sampai mereka akan pingsan. 45Jjnz

Peng Minghong merasa patah hati dan memutuskan untuk memperbaiki semangat dan motto sekolah.

Setelah Jian Song membacakan refleksi dirinya, dia diperintahkan untuk berdiri di samping.

Pengen Minghong mengambil mikrofon dan berkata dengan suaranya yang berat: “Hari ini, alasan mengapa saya membiarkan teman sekelas Jian Songyi membaca refleksi diri adalah untuk memberikan kalian semua sebuah contoh yang salah! Semester baru, suasana baru, setiap siswa NFLS harus ketat dengan dirinya sendiri. Abaikan kebiasaan buruk, dan tekankan pikiranmu untuk terus belajar! Apa gunanya menjadi tampan? Apa gunanya bermain game? Bisakah hal-hal itu membuatmu masuk ke Universitas Kota Bei dan Huaqing? Tidak! Jadi saya harap kalian semua memperhatikan, jangan seperti teman kelas Jian Songyi yang memperlakukan disiplin seperti hal yang remeh.”

Setelah berbicara, dia menyerahkan mikrofon ke Lao Bai dan duduk di samping podium seperti dewa yang jahat, cukup menakutkan. orOKc

Lao Bai tidak terima akan hal itu, mengambil mikrofon itu, dan tersenyum: “Pertama-tama, izinkan saya disini untuk mengumumkan kabar baik. Dalam ujian lima sekolah, siswa kami dari tahun ketiga NFLS telah mencapai hasil yang sangat bagus, mereka mendapatkan peringkat pertama dan kedua. Keduanya ada di kelas 3-1. Mereka adalah teman kelas Bai Huai dan Jian Songyi. Saya harap semua orang bisa belajar dari mereka!”

Peng Minghong yang baru saja duduk dengan tegap dan bersiap untuk minum air untuk membasahi tenggorokannya: “…”

Semua orang langsung menjadi berisik, dan seorang anak laki-laki langsung bertanya: “Jadi Laoshi, haruskah kita belajar dari teman kelas Jian Songyi atau tidak!”

Lao Bai sudah melindunginya, dan mengetahui bahwa Jian Songyi memiliki harga diri, dia hanya berkata secukupnya: “Jadi teman kelas Jian Songyi, apakah kamu memiliki pengalaman yang ingin kamu bagikan dengan para juniormu?” AOBuxn

Jian Songyi mengatakan dengan serius: “Saya hanya ingin mengatakan bahwa asalkan kalian tampan, kalian bisa pergi ke Universitas Huaqing atau Kota Bei.”

“Pffftttt —-”

Ada ledakan tawa yang tertahan dari kerumunan.

Peng Minghong merasa air yang dia minum hari ini benar-benar tidak tertelan, jadi dia mengeluarkan sebotol minuman penenang dan meminum semuanya dalam sekali minum. OExarB

Setelah Jian Songyi selesai berbicara dengan serius, dia terus melihat ke arah bawah panggung dengan serius, dan saat dia melihat ke kerumunan, dia melirik Bai Huai yang ada di antara mereka.

Dengan seragam biru dan putih, dia terlihat tampak sama seperti yang lain.

Jian Songyi merasa bahwa orang ini benar-benar menyakiti matanya dan sangat menyebalkan.

Dia tidak tahu apakah dia sedang merasakan sesuatu. Lalu tiba-tiba Bai Huai mengangkat kelopak matanya dan melihat ke atas panggung. lovdGt

Pandangan mata mereka berdua bertemu, di antara dua ribu orang.

Pada saat pandangan mereka saling bertemu, Jian Songyi tiba-tiba berpikir, siapa yang pertama dan yang kedua kali ini.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Pasti itu adalah dirinya sendiri? Kalau tidak, dia benar-benar harus memanggil Bai Huai dengan sebutan ‘Ayah’? Dan dia mungkin juga akan mati.

“Terutama teman kelas Bai Huai, yang untuk pertama kalinya mengikuti ujian di NFLS dan mendapatkan peringkat pertama dalam satu gerakan, dengan ini kami akan memberikan pujian!” pcs1xb

Jian Songyi: “….”

Hah.

Para siswa di dekat panggung merasa bahwa auranya menjadi dingin.

Ketika dia kembali ke kelas, wajah Jian Songyi bisa digambarkan seperti es dan salju. WfreNt

Big Cutie Xu tidak menyadarinya, dan mencari kematiannya sendiri. Dia dengan berani mengeluarkan ponsel dari lengan bajunya, menyerahkannya pada Jian Songyi, dan berbisik: “Song-ge, lihat postingannya, hasil pemungutan suara laki-laku paling tampan di sekolah sudah keluar.”

Layar yang diekspos dari lengannya memang tidak terlalu terlihat, tapi cukup untuk menunjukkan hasilnya.

[Konferensi pemilihan laki-laki paling tampan di NFLS yang pertama telah berakhir dengan sukses, mari kita ucapkan selamat pada Bai Huai, siswa dari kelas 3-1!]

Jian Songyi: “….” NUrWFD

Xu Jiaxing takut dia tidak senang, jadi dia dengan cepat menjelaskan: “Song-ge, pemungutan suara ini sebenarnya tidak adil sama sekali. Banyak orang dari Sekolah Menengah Pertama, seperti Tuan Bai, ikut bersenang-senang dan memberikan bantuan suara. Kamu tahu, ada ribuan orang dari sekolah menengah pertama. Di mana kemampuan bersaing sekolah kita? Sejujurnya, kamu benar-benar tidak kalah dalam jumlah suara di sekolah kita.”

Sekarang, Jian Songyi tidak bisa mendengarkan kata “kalah”, dia mengangkat alisnya, dan berkata dengan suara yang buruk: “Apa yang kalah? Bagaimana bisa aku kalah?”

Xu Jiaxing merasa bahwa akan terjadi kekerasan jika topik ini terus berlanjut, jadi dia punya sebuah ide dan mengubah topik: “Oh, kali ini, Tuan Bai benar-benar mendapat peringkat pertama dari ujian lima sekolah. Sangat mengesankan. Apa kalian lihat ekspresi malu Peng Minghong. Wah, wah.”

“…..” LAk 1J

Setiap orang memberi Xu Jiaxing sebuah puisi di dalam hati mereka.

Jian Songyi mengeluarkan sebuah buku dari laci mejanya dan membantingnya dengan kuat ke atas meja sampai pulpennya jatuh ke lantai.

Bai Huai membungkuk dan mengambil pulpen itu: “Kenapa kamu marah dengan buku itu?”

Jian Songyi membuka buku itu dan mengabaikannya. u42nK6

Bai Huai mengangkat alisnya: “Kenapa, kapan kamu berencana untuk menarik kata-katamu, atau kamu takut memanggilku dengan sebutan itu?”

Buku-buku jari Jian Songyi menjadi putih dalam sekejap, dan setelah tiga detik, darahnya mengalir kembali, dan dia berbisik: “Selama kamu berani mendengarkan, aku akan berani memanggilmu dengan sebutan itu. Bagaimanapun, aku akan membuatmu memanggilku dengan sebutan itu lain kali.”

Story translated by Langit Bieru.

Bai Huai mengangguk, dan mengetuk-ngetukkan ujung jarinya ke atas meja dan dengan serius untuk mendengarkannya.

Ini belum berakhir. fdBFSp

Lupakan saja, dia adalah seorang pria dewasa. Dia harus berani dan harus bertanggung jawab untuk melakukan apa yang sudah dia katakan.

Jian Songyi mengertakkan giginya dan menarik napas dalam-dalam, dan sudah melihat kematian, tapi bibirnya bergerak sedikit, dan suara “a” sudah keluar dari bibirnya beberapa kali, tapi tetap tidak bisa keluar seutuhnya.

Dari sudut pandang Bai Huai, dia bisa dengan jelas melihat urat biru di dahinya, dan telinganya yang memerah.

Jika dia terus menggodanya, dia tidak akan bisa membujuknya kembali. 5LtB9V

Bai Huai melihatnya sejenak, lalu meletakkan pulpen itu di depannya, dan berkata dengan enteng, “Lupakan, karena kamu sudah meminjamkanku seragam sekolah, kali ini aku akan membebaskanmu.”

Setelah itu Xu Jiaxing, yang sepertinya baru saja memahami situasinya, sangat gugup setelah mendengar kata-kata ini. Dia akhirnya menghela napas lega, berbalik, membenamkan kepalanya, dan berpura-pura bahwa semuanya tidak ada hubungannya dengan dirinya.

Para penonton mengikutinya, kembali ke tempat masing-masing.

Akhirnya, semua menjadi tenang. XTuxnJ

Jian Songyi sedang berpikir tentang bagaimana Bai Huai, hewan buas itu, tiba-tiba menjadi begitu baik. Hewan buas itu membungkuk, menekan suaranya, dan tertawa di dekat telinganya: “Hanya kali ini saja. Lain kali kamu harus memanggilku dengan sebutan itu. Waktu dan lokasi, aku yang akan memilihnya.”

Udara hangat yang keluar dari bibir dan giginya menyapu telinga dan lehernya secara perlahan, dan kulitnya menjadi panas.

Temperatur yang hangat meningkatkan emosi Jian Songyi, dan dia langsung menjadi marah.

Dia memprovokasinya! GYKNzC

Dia memprovokasinya secara terang-terangan!

Dia juga sengaja membisikkan provokasi itu!

Lihatlah hooligan yang berpura-pura menggunakan kacamata berbingkai emas itu. Dia adalah seekor binatang buas!

Lain kali? bi2u1x

Tidak akan ada lain kali.

Dia, Jian Songyi tidak akan pernah kalah dari Bai Huai untuk kedua kalinya.

Langit Bieru.

Tidak akan pernah.

Karena arogansinya, dan juga karena sifat manusia yang ingin memperebutkan kemenangan, akhirnya Jian Songyi tidak bisa menahannya lagi, setelah dia berulang kali diprovokasi, dan dicibir. Akhirnya dia memasang bendera yang akan paling dia sesali dalam hidupnya. 4x6p2M

“Tuan Bai sangat keren. Alpha No. 1 NFLS, bukan? Oke, aku akan mengatakannya dengan jelas di sini hari ini. Satu gunung tidak bisa menerima dua Alpa. Jika aku, Jian Songyi, tidak bisa membuatmu kalah dan meninggalkan NFLS. Aku tidak akan menjadi seorang Alpha.”

 

———-

(Begooo.. tpi gpp sihh dlm hati Bai Huai: “aku juga udh tahu kamu bukan alpha beb.. aku tunggu kamu jadi omegaku ya..” #plak otakku yg berfantasi liar😂) B24kmc

Plak plak plak wkwkwkw

Translator's Note

徐大可爱 xu da keai

Translator's Note

orang yang nakal

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!