English

Ketika Dua Alpha Bertemu, Satu adalah OmegaCh20 - Tuan Omega, Heatmu Sudah Datang

0 Comments

translator: keiyuki
editor: nia

  ECncS5

Bai Huai beberapa sentimeter lebih tinggi dari Jian Songyi, biasanya dia tidak terlalu peduli akan hal ini, tapi saat ini, hal itu terlihat sangat jelas.

Bai Huai menundukkan kepalanya, dan kedua ujung hidung mereka hampir bersentuhan, hembusan napas dangkal mereka terasa hangat. Tidak mungkin bagi Jian Songyi untuk menghindarinya. Tampak ada sedikit kabut di bulu matanya.

Story translated by Langit Bieru.

Dan tangan Bai Huai ada di pinggangnya.

Jian Songyi merasa posisi ini sepertinya tidak tepat. YRgP84

Setidaknya sangat tidak mungkin baginya untuk melakukan tindakan seperti itu pada omega mana pun.

Tapi orang di depannya itu menahan senyum lembut yang merosot. Dia terlihat acuh tak acuh dan alisnya tenang. Mata ambernya disamarkan oleh kacamata berbingkai emas, dan hanya menunjukkan wajah yang acuh tak acuh.

Dia tampak begitu serius, Jian Songyi curiga bahwa pikirannya sudah menjadi sampah.

Lagi pula, dia dan orang di depannya ini sudah saling berselisih selama lebih dari sepuluh tahun. Mungkin Bai Huai sama sekali tidak menganggap dirinya sebagai omega. Jadi apa yang membuatnya merasa tidak nyaman? 9IrzCc

Mungkinkah setelah dia dibedakan, akhirnya pubertasnya yang terlambat sudah tiba, dan hormonnya mulai melompat-lompat?

Jian Songyi merasa dia tidak bisa membiarkannya, dan dia benar-benar tidak bisa menunjukkan sedikitpun kelemahannya di depan Bai Huai. Terlebih lagi, dia tidak bisa membiarkan Bai Huai menemukan ketidaknyamanannya, dan memberinya kesempatan untuk menertawakan dirinya.

Jadi dia terus berwajah datar dan mengerucutkan bibirnya, seolah-olah dia hanyalah seorang tuan muda yang menunggu untuk selesai berganti pakaian.

Dan jari-jari Bai Huai, secara tidak sadar atau sengaja, dia baru saja melewati pinggang Jian Songyi dengan sedikit kuat, tapi sangat lembut. Tuan muda berhati dingin, seketika tubuhnya menegang dan kehabisan napas. 4kPcG0

Si sialan ini.

Dia pasti sengaja.

Jian Songyi mengangkat alisnya dan ingin mengajukan pertanyaan, tapi Bai Huai sudah melepaskan tangannya dari pinggangnya. Satu tangan memegang sabuk dengan ibu jari dan jari telunjuknya, dan tangan lainnya mengeluarkan pelubang portabel dari tasnya.

Dengan suara “klik“, ada lubang kecil di sabuk di tempat di mana jarinya dijepitkan. lXM2nh

Lalu terdengar dua suara “klik” lagi, dan sabuk yang menjadi masalah Jian Songyi sudah terpasang dengan benar.

Tapi setelah Bai Huai melakukan hal ini, dia tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia berbalik dan berjalan ke arah meja, meletakkan tasnya, meninggalkan Jian Songyi dengan ketenangannya.

Kebaikan yang tersembunyi.

Jian Songyi menunduk untuk melihatnya, dan itu sudah benar. LvXP7d

Jadi sebenarnya, orang ini hanya membantunya mengukurnya?

Jian Songyi merasa sedikit malu karena dia sepertinya salah menilainya lagi.

Story translated by Langit Bieru.

Dia mengerutkan bibirnya: “Untuk hal ini, terima kasih.”

“Tidak masalah.” HhEXqx

Suaranya terdengar lemah, tanpa adanya gelombang, seperti kolam air yang tenang.

Punggungnya menghadap ke arah Jian Songyi, tapi dia memutar-mutar jarinya, dan menaikkan bibirnya, tersenyum sejenak.

Benar saja, dia masih tidak bisa menahan dirinya. Dia meliriknya dan langsung jatuh cinta padanya.

Teman sekelasnya, Xiao Jian sangat polos dan cuek. Dia merasa sangat bersyukur dan juga tidak nyaman. Saat dia mengamati sabuknya, dia bertanya: “Darimana kamu mendapatkan pelubang itu?” ja0dnH

“Saat aku melihat Yu Ziguo mencoba pakaian di sore hari, aku berpikir bahwa pinggangmu tidak jauh lebih kecil darinya, jadi aku membelinya.”

Tidak heran jika dia tiba-tiba menghilang untuk waktu yang lama.

Bai Huai orang ini, kenapa pikirannya seperti nenek tua?

Untuk sementara waktu, Jian Songyi tidak tahu harus berkata apa, jadi dia mempelajari tentang sabuk itu. Saat dia akhirnya memahaminya, dan melepaskannya, Bai Huai melemparkan pelubang itu padanya. 3f7n0

Dia menangkapnya: “Apa?”

“Berikan itu pada Yang Yue.”

“Si bulat Yang Yue itu tidak memerlukannya.”

“Biarkan pada Yang Yue untuk diberikan pada Yu Ziguo.” djeY f

“Lalu kenapa tidak berikan saja pada Yu Ziguo?”

“……”

Bai Huai mengangkat kelopak matanya dan melihat ekspresi bingung Jian Songyi, selama sepuluh detik.

Pasrah, dia menurunkan kelopak matanya lagi: “Pokoknya, kamu bisa memberikannya pada Yang Yue.” CBJsEU

Benar saja, kadang-kadang Jian Songyi hanyalah makhluk bersel tunggal, dengan melemparkannya ke soda garam, dia bisa menenggelamkannya hanya dalam beberapa menit.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Aljc Vbcusl wfiltja fxrqgfrl Djl Lejl, vjc rfijie wfgjrj yjtkj vlj rfqfgal yfgxjaj “Cqj xjwe ybvbt”. Aljc Vbcusl yfcjg-yfcjg rjcuja wjgjt, ajql wfwlxlgxjc yjtkj vlj revjt rjijt qjtjw afgtjvjq Djl Lejl ajvl, vjc yjtkj vlj revjt wfwyjcae vlglcsj, pjvl vlj wfcjtjccsj.

Langit Bieru.

Glj wfcslcuxlgxjc qfieyjcu lae vjc yfgajcsj: “Cqj xjwe alvjx wfwyeaetxjccsj?”

Bai Huai mengulurkan tangannya, dan jari telunjuk serta ibu jarinya membuat jarak: “Apa kamu melihat jarak ini?” EKFGIC

“?”

“Kebetulan aku lebih besar darimu, jadi aku tidak membutuhkannya.”

“……….”

Jian Songyi mengalihkan pandangannya ke pinggang Bai Huai. Dia teringat garis otot perutnya yang samar-samar terlihat di rumah sakit pada hari itu. x bo3L

Harus dia akui bahwa orang ini tidak hanya lebih tinggi dari dirinya, tapi juga lebih kokoh dari dirinya. Meskipun dia terlihat kurus saat mengenakan pakaian, tapi saat dia melepas pakaiannya, dia adalah alpha yang sempurna.

Sombong.

Mengejek.

Dia sengaja melakukannya. ndyC2a

Jian Songyi mengambil napas dan bersiap untuk membuka mulutnya, tapi dipotong oleh sebuah seruan.

“Astaga! Song-ge, Kalian berdua alpha yang kesepian dan diam-diam membandingkan itu di kamar ini!”

“?”

Apa yang aku bandingkan? UgLOnz

“Dan Song-ge, kamu bahkan kalah! Ya ampun!”

Yang Yue menutup mulutnya dengan tangannya, matanya melebar. Tatapan matanya tertuju pada bagian bawah seragam sekolah Bai Huai, ekspresinya kaget dan juga iri.

Bai Huai: “…”

Jian Songyi: “…” HOaEgI

“Enyahlah.”

Mereka berkata dengan serempak.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Yang Yue: “Hei. Aku datang kesini untuk mengingatkan kalian bahwa tidak akan ada air panas setelah jam sebelas malam jadi kalian harus secepatnya mandi, tapi kalian sangat jahat padaku.”

Untuk seorang pria bulat seberat 75 sampai 80 kg menjadi sangat sok manis itu sangat menakutkan. IcpSaH

Yang Yue tidak menyadarinya: “Jadi Song-ge, Tuan Bai, ayo mandi bersama! Aku juga ingin membandingkannya!”

“……”

Dengan wajah dingin, Bai Huai mengambil pelubang dari tangan Jian Songyi, dan melemparkannya pada Yang Yue: “Sekarang ambil benda ini dan berikan pada Yu Ziguo, jika tidak, jangan tanya kenapa kamu akan keluar dalam keadaan terlentang.”

“Hiks.” Yang Yue keluar dari pintu, dan dengan enggan meraih kusen pintu, melihat ke belakang dan mengeluh, “Jelas kita semua adalah tiga teratas, kenapa kalian tidak mengajakku bermain? Kalian juga tidak memasukkanku dalam taruhan untuk tempat teratas. Dan sekarang kalian tidak mau membandingkannya denganku? Apa kalian mengecualikan diriku, menyingkirkanku, dan menghinaku?” qul3X1

“Iya.”

Mereka berkata dengan serempak lagi.

Yang Yue berhenti selama tiga detik dan memilih untuk meninggalkan tempat yang menyedihkan ini.

Kali ini Bai Huai mendapat pelajaran, dia mengunci pintu dari dalam, kemudian dia melihat kembali ke arah Jian Songyi: “Apa rencanamu di kamar mandi?” fw2B6C

Bahkan jika seseorang itu bukanlah omega, Tuan Jian dan Tuan Bai tidak akan mau telanjang bulat di kamar mandi umum dengan sekelompok besar orang.

Terlebih lagi, Jian Songyi sekarang adalah seorang omega.

Dan tanpa pikir panjang dia mengatakan: “Aku akan pergi setelah pukul sebelas.”

Pada musim ini, pada suhu ini, untuk anak laki-laki seusia ini, mandi air dingin bukanlah masalah besar, jadi Bai Huai juga setuju. zAr6cs

Dia mengangguk: “Kalau begitu kamu bereskan barang-barangmu, aku akan keluar sebentar.”

Ketika Bai Huai kembali lagi, dia membawa dua botol termos di tangannya dan membawa dua baskom yang berisi penuh, cukup untuk mandi air hangat.

Jian Songyi terkadang benar-benar tidak mengerti. Darimana kemampuan Bai Huai berasal?

Jelas dia adalah tuan muda dengan latar belakang keluarga terpandang, tapi dia tampaknya mampu melakukan segalanya, dan tidak ada apa pun yang bisa menganggunya. Dia bisa menyelesaikan setiap masalah dengan mudahnya, begitu tenang sehingga akan membuat orang-orang mengabaikan bahwa memang ada masalah seperti itu. dce9Rd

Dalam perbandingan seperti itu, Jian Songyi tampak seperti sampah generasi kedua yang tidak bisa mengurus dirinya sendiri.

Sejujurnya, selain hatinya yang kejam, tidak ada yang salah dari orang ini.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Dia pikir Bai Huai itu menyebalkan, tapi jika dia benar-benar ingin marah, sepertinya itu akan sangat tidak masuk akal. Selain itu, terkadang, dia benar-benar tidak bisa marah lagi. Lagipula, orang itu memang sangat perhatian dan baik. Setiap kali, hal itu bisa menarik kembali amarahnya yang baru saja akan dia keluarkan.

Bai Huai, orang ini. VegiTJ

Benar-benar anjing licik tingkat tinggi.

Tuan Muda Jian memyumpah serapah di dalam hatinya. Dia sama sekali tidak akan menggunakan air panas dari anjing licik tingkat tinggi ini.

Tapi untungnya, kamar mandi umum di pangkalan itu tidak terlalu buruk, dan tidak benar-benar kosong. Sekilas dia melihat ruangan yang luas tapi ada beberapa bilik yang dipisahkan oleh papan kayu.

Lewat jam sebelas, sudah tidak ada air panas, dan tidak ada orang di sana. zGOT3s

Jian Songyi memilih bilik yang paling dalam di pojok, dia merasa lebih aman disini.

Bai Huai memasuki bilik di sebelahnya.

Jian Songyi tidak ingin mempermasalahkan apa pun: “Apa kamu mencoba mengintipku? Kenapa kamu begitu dekat denganku?”

Bai Huai perlahan-lahan mengeluarkan perlengkapan mandinya: “Apakah kamu membawa shower gel, sampo, dan pembersih wajah?” IguAwY

“…..”

Dia tidak membawanya.

Dulu saat dia keluar untuk berpergian, bibinya bertanggung jawab untuk membantunya mengemasi barang bawaannya. Kali ini Nyonya Tang lah yang membantunya.

Nyonya Tang, wanita bangsawan itu.. 4rntEe

Bai Huai terus menuangkan air panas perlahan ke dalam baskom, dan menyesuaikan suhu airnya: “Jadi kamu tidak mau menggunakan milikku? Atau kamu ingin pergi ke sisi lain kamar mandi hanya dengan pantat berhargamu untuk meminjamnya?”

Jian Songyi ingin membungkam mulutnya.

Bai Huai menyerahkan baskom berisi air dari atas papan bilik: “Suhunya seharusnya tepat, kamu bisa gunakan sekarang. Aku akan mengambilkan yang sedikit lebih panas, kamu bisa menggunakannya nanti.”

“……” wbPOlH

Jian Songyi benar-benar tidak bisa membungkam mulutnya.

Orang ini benar-benar datang kesini lagi!

Read more BL at langitbieru (dot) com

Jian Songyi mengerutkan bibirnya, telinga merah, dan mengambil baskom itu: “Terima kasih.”

“Hmm.” oNJeQY

Bai Huai mengangguk dan menyalakan showernya. Dia mendongakkan kepalanya dan membiarkan air menerpa dan membasahi rambut cokelat mudanya. Kemudian airnya menetes ke kontur wajah yang halus dan dingin, melewati tahi lalat di sudut matanya, dan menetes ke sepanjang rahang bawah.

Dia mengangkat lengannya dan menggacak-acak rambutnya. Garis otot lengan dan bahunya menjadi lebih jelas di bawah air dingin.

Dan lebih jauh ke bawah, itu terhalang oleh papan kayu dan tidak bisa dilihat.

Jian Songyi memperhatikan selama tiga detik, dan tiba-tiba tersadar. Apakah dia berpikir bahwa papan itu menghalanginya karena dia tidak bisa terus melihat ke bawah?! QG0 mp

Mungkin setelah dia dibedakan, hormon omeganya masih agak kacau. Itu bukan salahnya.

Jian Songyi memutar showernya dan menyembunyikan dirinya di bawah aliran air.

Setelah mandi, dia tiba-tiba teringat bahwa tahi lalat Bai Huai terlihat sangat cantik. Setelah terkena air, itu sebenarnya sedikit seksi.

Dia memutar showernya lebih besar. RFm1xV

Dia sudah selesai. Bahkan kecantikannya pun terpengaruh.

Meskipun merasa kurang nyaman setelah mandi, tapi mereka berdua sudah selesai mandi.

Keesokan paginya mereka harus bangun jam 6 pagi, dan harus menyelesaikan rutinitas pagi pada jam 6.30 untuk berkumpul di tempat latihan. Jadi saat mereka kembali ke asrama, mereka berdua tidak saling bertengkar, merapikan barang-barang mereka dan pergi tidur.

Kamar asrama sangat kecil, hanya sekitar sepuluh meter persegi, dengan dua tempat tidur kamp yang saling berhadapan, jarak antara keduanya tidak lebih dari satu meter. 10TfuJ

Tempat tidurnya hanya selebar 1.2m, belum lagi selimutnya bukan kapas murni, dan kasurnya tidak turun.

Jian Songyi tidak pernah tidur di lingkungan yang keras dan sulit dalam hidupnya.

Meski mereka harus bangun pagi-pagi sekali, tapi dia tidak bisa tidur.

Rangka dari tempat tidur baja itu terus berderit. pfFm5C

Bai Huai berbaring di tempat tidur dengan damai, dia mendengarkan suara Jian Songyi yang berputar-putar di atas tempat tidurnya, dan akhirnya tidak bisa menahannya: “Kamu tidak suka tempat tidur yang keras?”

Jian Songyi bergumam, “Tidak apa-apa.”

Langit Bieru.

Bai Huai bangkit, membungkuk dan membawa selimut di lengannya, berjalan ke tempat Jian Songyi: “Bangunlah.”

“?” 1s0C7m

“Taruh lapisan lain di tempat tidurmu, dan kamu bisa tidur sedikit lebih nyaman.”

Jian Songyi berhenti berputar-putar: “Tidak perlu, aku tidak semanja itu. Kamu tidak perlu melakukan ini.”

Bukankah Bai Huai bersikap baik padanya belakangan ini?

“Kamu berputar-putar dan menyebabkan kebisingan, aku tidak bisa tidur. Aku tidak ingin terlambat besok pagi.” 3xmJTh

Jian Songyi: “…”

Baiklah, dialah yang terlalu berimajinasi.

“Tidak apa-apa, aku tidak akan berputar-putar lagi. Kamu bisa pergi tidur.”

Bai Huai berdiri diam sambil memegangi selimutnya. Sepertinya dia tidak akan berhenti mempermasalahkannya. Nu8pA9

Jian Songyi tidak bisa melakukan apapun, hanya bisa mengusap hidungnya dan mengaku: “Bukan karena tempat tidurnya keras, tapi ini terlalu panas dan sedikit gatal. Aku merasa tidak nyaman.”

Panas?

Bai Huai mengerutkan keningnya. Hanya dengan cahaya bulan di luar jendela, dia melihat bahwa Jian Songyi hanya tertutupi oleh selimutnya yang longgar.

Kota Nan di awal September tidaklah dingin, tapi juga tidak panas. Selain itu, ini adalah bukit tandus di pinggiran kota. Perbedaan suhu yang besar antara siang dan malam. Saat malam, suhunya agak dingin. Bagaimana bisa panas? Dby3zA

Jian Songyi juga menyadarinya. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh dahinya, bergumam, “Aku tidak akan demam setelah mandi air dingin, kan?”

“Jika kamu demam, seharusnya kamu akan merasa kedinginan.”

Bai Huai meletakkan selimutnya, membungkuk. Dengan satu tangan, dia menopang dirinya di sisi tempat tidur Jian Songyi dan menekan dahinya dengan tangan lainnya.

“Itu panas, tapi tidak bisa dianggap sebagai suhu yang cukup panas untuk orang yang terkena demam. Apa kepalamu sakit? Apa kamu pusing?” xR4GPB

Jian Songyi menggelengkan kepalanya.

Bai Huai mengerutkan bibirnya, berpikir sejenak, dan bertanya, “Selain merasa panas, apa lagi yang kamu rasakan?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Hanya panas, dan aku merasa sangat lemah. Aku ingin bergerak, tapi aku tidak bisa mengumpulkan kekuatanku.”

Benar saja, bahkan suaranya jauh lebih lembut dari biasanya, terdengar lemah. Tampak sedang bertingkah manis. dY49zX

Bai Huai membungkukkan lebih rendah, mendekat ke leher Jian Songyi, dan menghirup aromanya.

Jarak yang terlalu dekat membuat Jian Songyi tiba-tiba bergidik, secara naluriah dia ingin menjauhkan Bai Huai, tapi tidak tahu kenapa, dia tidak ingin melakukannya.

Bai Huai tidak terlalu lama melakukannya. Dia menghirup aromanya sebentar, dan dengan cepat mengangkat kepalanya, melihat wajah Jian Songyi, perlahan mempelajarinya. Kemudian dengan tenang dan rasional seperti dokter, dia berkata “Selain panas dan merasa lemah, apa lidahmu terasa kering? Kamu merasa sulit untuk berkonsentrasi, dan tidak bisa fokus? Bahkan…. merasa sedikit impulsif?”

Begitu Bai Huai mengatakannya, Jian Songyi menyadari bahwa ini memang yang dirasakan olehnya, dan perasaan itu jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ini sangat tidak nyaman sehingga dia tidak bisa menahan untuk menggigit bibirnya. OymzWP

Bai Huai memperhatikan reaksinya, menatap langsung ke matanya, dan dengan tenang memerintahkan: “Lihat aku.”

“Hmm?” Meskipun Jian Songyi merasa aneh, dia benar-benar menatap Bai Huai.

Ruangan itu gelap, dan cahaya bulan yang terang melewati jendela, jatuh ke dalam ruangan, samar-samar menerangi wajah Bai Huai, menampakkan lapisan perak yang samar, dan wajah yang dingin dan indah, itu bahkan membuatnya tampak lebih sensitif.

Faktanya, Bai Huai terlihat sangat tampan. z7bpd8

“Sekarang, apa menurutmu aku terlihat tampan dan sangat menggoda?”

“?!”

Orang ini bisa membaca pikiran!

Mata Jian Songyi tiba-tiba melebar. 3y8dES

Bai Huai mengangguk: “Sepertinya begitu.”

“………”

Tanpa menunggu Jian Songyi mengutuknya dengan kata-kata “narsis”, Bai Huai mengulurkan pergelangan tangannya dan mendekatkannya ke hidung Jian Songyi: “Cium itu?”

Siapa yang mau menciumnya? TCMFRm

Jian Songyi mencium aromanya sekali.

Aromanya sangat nyaman.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Aroma dingin yang akrab di saat sebelumnya sangat menggoda hari ini. Setelah Jian Songyi sedikit menciumnya, dia tidak sadar pengekangannya memudar. Dia merasa suhu tubuhnya sepertinya lebih tinggi, tapi enggan untuk berhenti. Dia bahkan meraih pergelangan tangan Bai Huai, dan ingin memeluknya.

Saat Bai Huai melihatnya seperti ini, dia mengetahui apa yang terjadi. 3qSG7j

Tangannya menyangga di tepi tempat tidur, membungkuk, dan kepalanya menunduk. Dari jarak yang sangat dekat, dia melihat teman sekelas Jian Songyi yang polos dan bingung dengan matanya yang memerah.

Menggoda, tapi tidak menyadarinya. Itu adalah kejahatan aslinya.

Bibirnya perlahan terbuka, suaranya rendah dan lembut, dengan magnet yang mempesona: “Tuan Omega yang cantik, apakah kamu tidak tahu bahwa heatmu sudah datang?”

“……” mHki3p

“?”

“!”

“Bai Huai, kamu benar-benar mengangkat selimutku! Kamu binatang buas, apa yang ingin kamu lakukan?!”

I4JyW6

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!