English

Ketika Dua Alpha Bertemu, Satu adalah OmegaCh32 - Apa Kamu Memiliki Seseorang Yang Kamu Suka? Ya

0 Comments

translator: keiyuki17
editor: nia

  Q4WLo2

Jika Jian Songyi tahu apa yang dipikirkan Bai Huai, dia mungkin tidak ingin pergi bersamanya.

Sayang sekali dia tidak tahu, jadi di dalam hatinya dia hanya ingin memperlakukan Bai Huai dengan baik.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Keesokan harinya, pada jam lima pagi, Jian Songyi bangun tanpa menunda satu menit pun. Dia membasuh wajahnya, dan menyisir rambut hitam yang terkadang mencuat dengan hati-hati. Dia mengenakan kemeja hitam dengan kancing perak dan celana panjang hitam ramping. Sepatu ketsnya juga sudah diganti dengan sepatu kulit hitam formal.

Dia tampak terlihat seperti orang dewasa. 32leDc

Pukul setengah enam pagi, Bai Huai sudah menunggu di lantai bawah, di samping mobil pribadi berwarna hitam, dengan memegang sebuket bunga eustoma putih.

Kabut awal musim gugur membayangi dirinya, jatuh di kelopak bunga eustoma putih dan bulu matanya yang gelap diwarnai dengan embun yang lembut.

Begitu Bai Huai membuka pintu, dia melihat Jian Songyi. Langit masih terlihat sangat biru.

Dia juga mengenakan kemeja hitam dan celana panjang yang sama, bedanya dia memegang sebuket bunga aster putih. o64StU

Bai Huai perlahan berjalan ke arah Jian Songyi, suaranya rendah dan lembut: “Jika kamu masih mengantuk, kembalilah dan tidurlah sebentar, kalau tidak kamu akan marah lagi, dan aku tidak akan bisa membujukmu.”

Jian Songyi tidak menjawabnya. Dia hanya melihatnya, dan mengulurkan tangannya untuk membantunya meluruskan kerahnya: “Kamu terlihat cukup tampan dalam balutan pakaian hitam, kamu hampir menyusul ketampananku.”

Kulit Bai Huai yang dingin dan pucat berbeda dari orang Asia Timur pada umumnya. Fitur wajahnya sangat indah dan solid yang agak tipis, dan alis matanya juga tampak dingin. Dilapisi dengan kegelapan yang ekstrim dan visual yang kuat membuat aura dinginnya terasa sangat kuat.

Tubuhnya yang sedikit membungkuk, dengan suara yang lembut dan dalam, melahirkan semacam rasa dingin yang sama sekali berbeda dari ketidakpedulian biasanya. lgihyS

Seperti seorang bangsawan yang berjalan dalam kegelapan.

Jian Songyi berpikir terlalu lama. Dengan penampilan dan temperamen Bai Huai serta kelembutan yang bisa membuat orang kehilangan kesadaran, jika dia bertekad untuk memikat hati seseorang, dia tidak perlu melakukannya.

Hanya saja dia merasa pikirannya benar-benar tidak pada tempatnya. Jadi Jian Songyi langsung membuka pintunya: “Ayo kita pergi lebih awal. Jangan biarkan Paman Wen menunggu kita.”

Kendaraan hitam itu melaju perlahan dari kota ke pemakaman di pinggiran kota. Kabut belum menghilang, dan udara sejuk menghantam kaca jendela yang dingin, melapisinya dengan embun tipis. Mencoba mengisolasi gerbong sempit di awal musim gugur yang menyedihkan ini. cXl2dK

Tapi ketika mobil berhenti, para remaja itu masih harus berjalan di pagi musim gugur yang dingin dan sunyi itu.

Dua buket bunga berwarna putih, dua remaja berpakaian hitam. Serta di sana ada nisan seorang Omega yang lembut dan berani. Semuanya berduka setelah 12 tahun kepergiannya.

Seorang suami yang sangat dicintai selama hidupnya, yang bahkan tidak memiliki waktu untuk menemuinya kembali.

Sebuket bunga aster putih merupakan bentuk kerinduan putranya yang sangat dalam. daZerx

Sebuket eustoma putih merupakan pujian untuk hidupnya yang tanpa cela.

Batu nisan itu hanya tertulis sederet kata: Ketika aku lahir, aku akan mencintai dunia, ketika aku mati, aku ingin dunia tidak lagi mencintaiku — Wen Zhi Mian.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Wajah di foto hitam putih itu lembut dan tampan, dengan senyuman yang tenang.

Bai Huai sama sekali tidak seperti dirinya. xyw4eA

Bai Huai lebih seperti ayah Alpha-nya. Dari penampilan hingga temperamen, serta kejeniusan kebanggaan mereka, semuanya sama persis. Mungkin inilah sebabnya orang ini begitu acuh tak acuh sampai saat ini. Jelas saja, papa Omega Bai Huai begitu tergila-gila.

Jian Songyi sedikit sedih dan merasa bahwa dia harus pergi dan memberi Bai Huai dan papanya waktu untuk sendirian, tapi Bai Huai meraih pergelangan tangannya: “Tetaplah bersamaku sebentar, aku tidak ingin sendirian.”

Untuk pertama kalinya, Bai Huai memberi tahu Jian Songyi bahwa dia tidak ingin sendirian. Dia membutuhkannya.

Pertengkaran terakhir kali itu ternyata masih berguna. kBHbFU

Jian Songyi sedikit lega: “Baiklah.”

Keduanya berdiri dalam diam. Setelah sekian lama, cahaya putih samar muncul di langit, dan Jian Songyi tiba-tiba berkata, “Bai Huai, apa kamu tahu, bahwa kamu tidak seperti Paman Bai, tapi kamu justru lebih seperti Paman Wen.”

Bai Huai memiringkan kepalanya untuk melihatnya.

Ini adalah pertama kalinya seseorang mengatakan ini dalam delapan belas tahun hidupnya. gkei3K

Jian Songyi melihat foto di batu nisan dengan senyuman yang yakin: “Sungguh, kamu sebenarnya lebih seperti Paman Wen. Jadi menurutku cukup bagus bagimu untuk belajar kedokteran, dan kamu juga pasti cukup tampan dengan jas putih. Jadi, kamu ingin diberkati oleh Paman Wen dan diterima di jurusan kedokteran di Universitas Huaqing.”

Bai Huai terkekeh: “Jika aku ingin papaku memberkatiku untuk ujian di Universitas Huaqing, maka dia tidak akan merasa asing jika aku adalah putranya.”

“Jika kamu mengatakan itu, kamu mungkin akan dipukuli. Apa kamu tahu?”

“Apakah menurutmu begitu?” LkcNCg

“Menurutku begitu. Tapi apakah kamu benar-benar meminta papamu untuk memberkatimu?”

“Iya.”

“Apa?”

“Aku tidak akan memberitahumu.” be84 p

“Kalau begitu jangan katakan padaku.”

Kesedihan yang menyakitkan menghilang bersama dengan kabut saat matahari terbit. Bai Huai menatap foto di batu nisan itu. Hatinya lembut dan tenang, dan senyuman yang tak berdaya mengalir dari matanya.

Story translated by Langit Bieru.

Pa, kamu lihat kan, dia selalu bisa membuatku bahagia, aku tidak bisa untuk tidak menyukainya. Jadi bisakah aku merepotkanmu, berkati aku, dan berkati aku untuk membuatnya menyukaiku. Begitu kamu menyukainya, itu akan bertahan seumur hidup.

Angin bertiup dengan lembut, dan buket bunga bergoyang dua kali, yang berarti itu sudah disetujui. ycZKEs

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Ketika keduanya meninggalkan pemakaman, waktu sudah menunjukkan pukul 8. Saat mereka kembali ke sekolah, mereka akan sangat terlambat.

Rubwbcu-cubwbcu, lcl revjt rjcuja afgijwyja, pjvl wfgfxj alvjx afgijie xtjkjalg.

Aljc Vbcusl tjcsj alvjx lculc yfgqjxjljc rfqfgal lcl xf rfxbijt, jqjijul vlj alvjx lculc wfwyeja Djl Lejl yfgqjxjljc rfqfgal lcl xf rfxbijt ecaex vlqjwfgxjc, vlj wfcuejq vfcujc wjijr: “Cqj xjwe lculc wfwybibr?”

Djl Lejl wfilglxcsj. 9Vhrqj

Ojie vlj yfgpjijc wfcvfxja, vjc yfgylrlx qjvj qfcufwevl sjcu wfcecuue vl iejg qfwjxjwjc: “Ujwjc Itjcu, wjjoxjc jxe revjt wfwyejawe wfcecuue ijwj. Bjwl yfgvej alvjx jxjc xfwyjil ecaex rfwfcajgj, abibcu yfgl ajte Dlyl Kjcu ecaex wfwlcaj yjcaejc. Aljc Vbcusl vjc jxe yfgfcmjcj ecaex ybibr rfxbijt tjgl lcl.”

Paman Zhang: “……”

Seorang penyendiri dan cuek seperti Bai Huai, mengatakan ingin membolos dengan begitu percaya diri. Jian Songyi terdiam sejenak, apakah dia harus mengagumi Bai Huai karena mengatakan akan membolos atau memuji Bai Huai karena berbicara dengan sopan bahkan untuk membolos.

Tapi Paman Zhang juga mengetahui metode pendidikan keluarga Jian, jadi setelah beberapa instruksi, dia pergi dan kembali untuk melapor pada bosnya. wJVNid

Dua orang yang tersisa hanya berkeliaran tanpa tujuan di sepanjang jalan, berjalan ke Gunung Ling’an di samping pemakaman.

Kuil Dajue di puncak Gunung Ling’an adalah kuil paling terkenal di Kota Nan, dan juga di seluruh selatan.

Terutama pohon harapan, sebuah roh yang terkenal.

Jian Songyi tidak mempercayainya, tapi Nyonya Tang percaya. GFOI7B

Nyonya Tang berkata bahwa tidak ada dewa di dunia ini, tapi jika seseorang meyakini sesuatu dengan kuat di dalam hatinya, keinginannya pasti akan terkabul.

Jian Songyi tidak tahu apakah hatinya teguh atau tidak, tapi dia tahu bahwa gadis kecil yang menjual kain merah di pohon harapan itu sangat teguh hatinya.

Dia menghantui mereka dari lereng gunung ke puncak gunung, dan akhirnya Jian Songyi tidak tahan lagi. Dia membeli dua kain merah tebal seharga lima puluh yuan.

Bai Huai mengambil miliknya, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela napas: “Aku tidak tahu bahwa teknologi Elysium sudah dikembangkan dengan menggunakan kode? Apakah kamu menua sebelum waktunya, pada usia di mana kamu harus membayar pajak?” E750fk

Jian Songyi tampak acuh tak acuh: “Tidak mungkin, aku harap kamu menjadi begitu bodoh sampai kamu lapar.”

Mereka berdua berpisah, terpisah sangat jauh.

Langit Bieru.

Bai Huai mengambil kain merah jelek itu dan melihatnya sebentar. Tiba-tiba, dia merasa tidak bisa memilih makanan untuk sementara waktu. Kemudian dia menemukan pulpen dan menulis dengan hati-hati di kain merah itu.

Saat dia selesai menulis, dia pergi ke pohon harapan dan melihat ke sekelilingnya, tapi dia tidak menemukan cabang yang sesuai dengan keinginannya. bWR9cK

Bai Huai menoleh ke belakang, dan menemukan Jian Songyi berada di sisi lain dari pohon harapan, sama sekali tidak menulis apapun. Dia hanya berjongkok di sebuah kios, berbicara dengan seorang biksu tua.

Bai Huai hanya bisa melihat punggung Jian Songyi, dan tidak bisa melihat ekspresi pemuda itu. Dia juga tidak bisa melihat apa yang sedang dijual di kios itu, tapi Bai Huai melihat kain itu ada di dekat kakinya, membiarkannya saja, acuh tak acuh.

Bai Huai tiba-tiba tersenyum. dia benar-benar berharap bahwa Jian Songyi membeli dua kain ini karena dia ingin membuat keinginan untuk dirinya sendiri di hari istimewa ini.

Ternyata dia terlalu banyak berpikir. 7XSuKd

Bai Huai hanya tidak tahu tentang tuan muda yang tidak mengerti penderitaan rakyat ini yang akan tertipu untuk membeli sesuatu. Jika dia seperti Nyonya Tang, yang membeli seuntai manik-manik kayu seharga delapan ribu rmb, Bai Huai harus memikirkan tentang siapa yang akan diberikan kekuatan finansial keluarga ini di masa depan.

Bai Huai menggulung kain merah itu sampai kecil, lalu memasukkannya ke dalam saku celananya, dan berjalan menuju ke tempat Jian Songyi.

Tapi saat dia tiba, Jian Songyi sepertinya sudah menyelesaikan beberapa transaksi dengan biksu tua itu, dan saat dia melihatnya, Jian Songyi dengan tenang memasukkan barang itu ke dalam saku celananya.

Bai Huai menyipitkan matanya. 2KZ3qB

Jian Songyi berdiri, menepuk-nepuk celananya, ekspresi wajahnya tetap tidak berubah: “Aku membelinya untuk Yu Ziguo. Dia menyukai benda unik dari kuil ini. Terakhir kali Lu Qifeng mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaannya dan bertanya padaku bagaimana caranya untuk meminta maaf.”

Ngomong-ngomong, dia mengubah topik pembicaraan: “Apa kamu sudah menulis di kain harapan?”

“Apa menurutmu aku seperti seseorang yang bisa melakukan hal semacam itu?” Kata Bai Huai sambil menekan kain merah di saku celananya dengan jari-jarinya, dia takut untuk memperlihatkannya.

Jian Songyi mengerutkan bibirnya: “Kamu terlalu rasional dan kejam dalam hidup. Tidak bisakah kamu menjadi sedikit lebih romantis dan emosional?” RFXjoC

Bai Huai menyodok kain merah seharga 25 yuan yang ada di tanah dengan kakinya, dan mengangkat alisnya pada Jian Songyi: “Kamu mengatakan itu padaku?”

Jian Songyi: “… Sebenarnya, seseorang tidak boleh terlalu percaya dengan takhayul.”

Tapi tangan yang dimasukkan ke dalam saku celana dengan lembut memegang benda dari kuil itu.

Dia tidak tahu apakah yang dikatakan Nyonya Tang tentang ‘dengan sungguh-sungguh meneguhkan hati pada suatu hal, seseorang dapat mencapai hal yang diinginkannya’, benar atau tidak. zHugQU

Tidak satu pun dari mereka yang tertarik dengan ajaran Buddha, dan mereka berdua berpura-pura memiliki sesuatu di dalam hati mereka. Setelah berjalan-jalan beberapa kali, mereka menuruni gunung dengan rahasia kecil di saku celana mereka. Mereka tidak melakukan banyak hal setelah itu, mereka hanya pulang untuk makan siang, tidur siang, berganti pakaian, dan pergi ke sekolah seperti biasa.

———

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Begitu mereka tiba di kelas pada sore harinya, Yang Yue dan yang lainnya mengedipkan mata pada Jian Songyi, namun, Jian Songyi masih mengantuk dan tidak menerima kode itu untuk waktu yang lama. Begitu dia sampai di bangkunya, dia mulai tidur.

Namun, Bai Huai tidak tahan, dan mengetuk-ngetuk pulpennya di atas meja: “Jika kamu memiliki sesuatu yang ingin kamu katakan pada Jian Songyi, kamu bisa langsung mengobrol dengannya lewat WeChat. Tidak perlu memasang wajah menyedihkan seperti itu.” RzCo9p

“……”

Yu Ziguo: “Wow! Tuan Bai! Kamu benar-benar mengucapkan kalimat yang begitu panjang padaku! Tahukah kamu bahwa ini adalah pertama kalinya kamu mengambil inisiatif untuk mengatakan lebih dari sepuluh kata padaku! Aku hampir bisa menikmati pelayanan setingkat milik Song-ge!”

Bai Huai: “……”

Saat Jian Songyi mendengar ini, dia terbangun. Dia mengangkat kepalanya dan menatap Bai Huai, dengan malas mengejeknya: “Jadi tolong jangan hanya menargetkanku di masa depan, dan bagikan kegilaan pada mereka juga. Perlakukan semua orang secara setara, kalau tidak orang lain akan mengira kamu lumpuh dan bodoh.” 48zsuj

Begitu dia selesai mengejeknya, layar ponsel di laci mejanya menyala.

Xu Jiaxing memulai obrolan grup dan berteriak: “Aku sudah memasukkan semua orang kecuali Tuan Bai. Kalian cepat lihatlah.”

Bai Huai: “……”

Benar-benar tidak perlu ada keributan besar hanya untuk berbicara hal buruk tentang orang lain di belakang mereka. lbgRc8

Jian Songyi melihat ekspresi acuh tak acuh Bai Huai dan menganggapnya menarik. Dia tidak bisa menahannya, dia menggoyangkan layar ponselnya beberapa kali di depan Bai Huai. Jian Songyi menaikkan sudut mulutnya dan ingin menendangnya, “Sudah kubilang, jadilah orang yang baik. Jika tidak, orang lain akan mengucilkanmu sekarang, kan?”

Setelah Jian Songyi selesai berbicara, dia mengambil kembali ponselnya. Dia ingin melihat apa yang akan dilakukan sekelompok teman-teman konyolnya ini.

Aku seorang jamur gemuk: [Menurut informasi tangan pertama dari monitor kelas ini, minggu besok adalah hari ulang tahun kedelapan belas Tuan Bai. Saudara-saudaraku, apakah kalian ingin mengirimkannya? Membantu Tuan Bai untuk berubah dari seorang anak laki-laki menjadi pria sejati!]

Marsekal Xu: [Jika kalian akan mengumpulkan dana untuk mencarikan MB, aku bisa membayar 100 yuan.] ydDXtb

Xiao Luo Luo yang imut: [Aku bisa menjadi seorang MB, dan itu gratis.]

Lu Qifeng: [?]

Peramal mengatakan aku akan mendapat diskon 40%: [Aku juga tidak buruk.]

Jian Songyi: [Kalian mengirim gambar apa?] 60qgjV

Xiao Luo Luo yang imut: [gambar berwarna, gambar menghabiskan uang untuk bersenang-senang, gambar lega. Xiao Luo yang seksi, gratis ongkir pengiriman online.]

[Xiao Luo Luo yang imut dihapus dari obrolan grup.]

Story translated by Langit Bieru.

Lu Qifeng: [Oke, lanjutkan, dan seriuslah. Aku pribadi berpikir bahwa Bai Huai tidak akan menyukai pesta ulang tahun yang meriah, jadi kalian jangan khawatir tentang hal itu. Biar Jian Songyi saja yang memutuskannya.]

Aku seorang jamur gemuk: [Kemana kita bisa pergi? Makan-makan dan bernyanyi bersama pada hari ulang tahun, itu adalah tradisi kita selama bertahun-tahun, benarkan? Karena Tuan Bai adalah salah satu dari kita, dia harus mengikuti tradisi ini! Dan aku sudah menyiapkan hadiah.] 3vCw6z

Marsekal Xu: [Benar! Bahkan, meskipun jika dia memiliki acara lain pada hari ulang tahunnya, dan merasa tidak nyaman untuk menghabiskan waktu bersama kita. Satu hari sebelumnya, semua orang harus makan-makan dan menyanyikan lagu bersama, bukan?]

Yu Ziguo: [Aku juga sudah menyiapkan hadiah… Meskipun tidak berharga, aku sudah lama menyiapkannya.]

Lu Qifeng: [Xiao Yi, tanyakan pada Bai Huai, apakah dia ingin keluar untuk bertemu pada hari Sabtu? Jika dia mau, kita akan mempersiapkannya terlebih dulu. Jika dia tidak mau, kamu bisa memberikannya hadiah, dan kamu juga akan membantu kami untuk memberikan padanya.]

Jian Songyi mengetuk-ngetuk layarnya? berpikir sejenak, keluar dari antarmuka obrolan grup, mengklik [Si Tidak Beruntung], dan dengan cepat mengirimkannya: 4tB1Ak

[Besok Yang Yue dan yang lainnya ingin makan-makan dan menyanyikan lagu bersama, apakah kamu bisa datang? Tidak ada acara untuk lusa, hanya besok saja, kita akan berkumpul biasa dengan teman-teman.]

[Aku tahu kamu tidak suka dengan kerumunan orang, tapi tidak semua orang adalah orang yang tidak tahu terimakasih. Meskipun para idiot ini agak canggung, mereka semua cocok denganmu dan memperlakukanmu seperti teman mereka. Jadi aku bertanya apakah kamu bisa tidak selalu menjadi arogan, bisakah kamu berbaur dengan orang lain?]

[Terserah kamu mau melakukannya atau tidak, aku juga tidak menyarankanmu. Lagipula, itu juga bukan urusanku.]

Lalu ada beberapa gambar tangkapan layar. RGmIsD

[Kamu lihat, semua khawatir tentang anak laki-laki yang akan menjadi seorang pria. Bahkan Yu Ziguo sudah menyiapkan hadiah untukmu. Apa kamu tidak malu menyakiti orang lain?]

Satu pesan dalam satu waktu, tanpa berhenti sama sekali.

Nadanya marah, kata-katanya terus terang, dan dia juga sangat tidak sabaran.

Namun, Bai Huai tersenyum kecil, dan menjawab tanpa ragu: [Oke.] 3uxlAk

Bai Huai tahu bahwa Jian Songyi tidak terlalu menyukai berkumpul semacam ini, dia melakukannya hanya karena dia ingin berbagi teman dengan dirinya.

Sama seperti saat dia masih kecil. Setiap saat, Jian Songyi kecil diam-diam menyembunyikan mainan favoritnya di kotak besar, dan kemudian menyeret kotak besar itu, memasukkannya ke kamar Bai Huai kecil.

Dia hanya ingin membagikannya dengan dirinya dan dia akan merasa senang.

Cara berpikir Paramecium sangat kikuk dan terus terang. xfkZpA

Tapi juga sangat imut.

Bai Huai mengangkat sudut bibirnya dan tidak bisa menahan untuk menjawab lagi: [Tapi jangan biarkan mereka khawatir tentang hal untuk membuat anak laki-laki menjadi pria sejati. Kamu, sebagai saudara terbaikku, tidak bisakah kamu yang mengurus upacara kedewasaannya sendiri?]

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Jian Songyi: ?

Dia sekali lagi merasa bahwa Bai Huai sudah mempermainkannya, tapi dia masih tidak memiliki bukti. wCXMjy

Bai Huai melihat Jian Songyi menatap layar ponsel dengan ekspresi kesal dan bingung. Dia menahan senyumnya, dan mendorong bingkai emas kacamatanya di pangkal hidungnya.

Ketidakpantasan itu rasanya cukup menyenangkan.

Tidak perlu untuk menjadi seorang manusia.

62doM

Pesta hari Sabtu sudah ditetapkan jam 8 malam untuk berkumpul. Setelah makan malam, sekelompok orang langsung pergi ke KTV.

Awalnya, menurut keinginan Xu Jiaxing dan Yang Yue, mereka ingin menyewa seluruh klub bisnis kelas atas sebagai penghormatan untuk wajah mereka. Tapi, karena ada dua anak di bawah umur di dalam kelompok Tujuh Peri ini, dan mereka terlalu terlihat seperti siswa, jadi, mereka ditolak oleh bos klub.

Jadi mereka hanya bisa duduk di tempat biasa di KTV dan membuka beberapa kotak bir.

Tuan Xu dan Tuan Yang sangat frustasi. Mereka hanya bisa makan kerupuk udang sambil berencana untuk pergi ke klub setelah lulus. Mereka juga memanggil MB tercantik. Tidak ada lagi yang akan meminta mereka untuk mengerjakan soal ujian masuk perguruan tinggi. Mereka akan menyewa ruang pribadi, tanpa batas waktu, dan tanpa tip! pSyZoM

Kekejaman hati mereka, membuat Yu Ziguo dan Zhou Xiao Luo bergidik ngeri.

Tapi protagonis yang sebenarnya adalah Bai Huai. Dia memasang wajah yang tenang dari awal sampai akhir. Begitu dia memasuki ruangan, dia duduk di pojokan dan bermain dengan ponselnya. Jian Songyi juga tidak tertarik, dan dia duduk di samping Bai Huai, dia melihat layar ponselnya dari waktu ke waktu.

Adegan itu tampak agak dingin.

Lu Qifeng biasanya adalah orang yang paling banyak keluar untuk bermain. Dia merasa bahwa sejak dia keluar untuk bermain, dia seharusnya bersenang-senang. Kalau tidak, lebih baik dia tidak keluar. Jadi, dia secara sadar mengambil tugas untuk melakukan pemanasan. aSJezu

Dia melemparkan cangkir dadu tepat di depan orang-orang: “Kalian tahu bagaimana caranya bermain dadu, kan? Kita tidak akan memainkan permainan dadu yang rumit. Ini adalah yang paling sederhana. Siapapun yang mendapatkan poin terkecil, akan minum, dan yang mendapatkan poin terkecil yang kedua dari belakang, dia hanya akan minum sedikit. Kemudian orang yang memiliki jumlah poin tertinggi bisa memilih untuk mengajukan pertanyaan pada seseorang dengan jumlah poin terendah. Apapun pertanyaannya, itu harus dijawab dengan jujur. Kalian berani untuk bermain atau tidak?”

Cahaya dari lampu biru tua berkedip-kedip, lagu “Chengdu” yang diputar secara otomatis keluar dari speaker, dan dari ruangan sebelah terdengar suara menangis dan melolong dari lagu “Love to The End”.

Saat seseorang berada di suatu tempat, maka orang itu akan melakukan apa yang seharusnya. Suasananya sudah mendukung, jadi sepertinya mereka tidak perlu takut untuk bermain. Ditambah lagi, ada beberapa orang yang temperamen, jadi mereka semua langsung setuju dan ingin mencobanya.

Bai Huai tidak suka membuat keributan, tapi dia tahu bahwa para idiot ini pasti sudah menyiapkan kejutan untuknya. Permainan ini hanyalah pemanasan untuk menutupi kejutannya. kb6xmL

Dia tidak ingin mengecewakan semua orang, dan tidak ingin hal ini memenuhi pikirannya. Dia meletakkan ponselnya dan tersenyum: “Tidak ada permainan yang kutakuti. Hanya saja, Jian Songyi tidak bisa minum. Pertama, karena dia masih di bawah umur, dan yang kedua karena perutnya sakit. Ibunya secara khusus memberitahuku sebelum kami keluar.”

Jian Songyi, yang baru akan membuka tutup botol: “… Kenapa aku tidak tahu kalau mamaku mengatakan itu?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Lupakan, langit itu luas bumi itu besar. Ini adalah hari perayaan ulang tahunnya, jadi dia akan menahannya.

Sebagai penyelenggara, Lu Qifeng memahami maksudnya: “Tidak apa-apa, jika Song-ge kalah, maka Tuan Bai yang akan membantunya minum.” Z59u40

Jian Songyi hanya ingin membantahnya, tapi Bai Huai sudah mengambil cangkir dadu dan berkata dengan ringan: “Oke.”

……

Lupakan, Langit itu luas bumi itu besar. Ini adalah hari perayaan ulang tahunnya, jadi dia akan terus menahannya.

Untungnya, Jian Songyi memiliki keberuntungan. Dia yang pertama memainkannya dan membukanya, 5 dadu, dengan total 28 poin, jadi dia tidak akan kalah. 0H6wec

Dia bersandar di sofa, dengan malas mengulurkan dua kakinya yang panjang.

“Song-ge, aku sudah berada di dunia ini selama bertahun-tahun, tapi kapan kamu kalah?”

Kemudian, dengan arogan dia melihat ke arah Lu Qifeng dengan total 24 poin, Zhou Luo dengan total 22 poin, dan Yang Yue dengan total 18 poin.

Namun, Yu Ziguo sangat beruntung, dia mengeluarkan keterampilan bermain lotere-nya, dan mendapatkan total 29 poin. MyTO61

Setelah itu Xu Jiaxing, dengan empat dadu bermata dua, satu dadu bermata satu.

Semua orang di sini yang melihatnya, tidak bisa menahan tawa mereka.

Yang Yue bahkan mulai membantu Xu Jiaxing menuangkan beernya: “Apa yang kamu maksud dengan keberuntunganmu? Memunculkan empat dadu bermata dua? Tuan dalam permainan tidak akan bermain sepertimu.”

Xu Jiaxing dengan keras kepala menolak: “Ini belum selesai! Aku masih memiliki Tuan Bai! Bagaimana jika dia lebih sedikit dari ini!” UK3YGz

“Apa kamu menggunakan otakmu untuk menghitung, berapa besar kemungkinannya? Jika Tuan Bai lebih sedikit dari kamu, maka aku akan berdiri… terbalik…”

Bai Huai membuka cangkirnya.

Lima dadu bermata satu.

…… CBF5bd

Ruangan itu menjadi hening.

Bai Huai sama sekali tidak terkejut. Dia justru tersenyum acuh tak acuh, menuangkan empat gelas penuh untuk dirinya sendiri, dan meminumnya sekaligus.

Story translated by Langit Bieru.

Jian Songyi melihat ke lima orang yang lainnya dan benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Dia hanya bisa menemukan alasan yang tidak masuk akal: “Apakah ada masalah dengan dadunya?”

Dia tidak percaya bahwa Bai Huai benar-benar melakukan hal itu. IY9dvT

Jian Songyi duduk dengan tegak, mengulurkan tangannya di depan Bai Huai, memegang cangkir dadu, membawanya ke bawah meja, mengocoknya, dan mengencangkan sabuknya.

Dia membuka cangkirnya.

Lima dadu bermata enam.

…… 1eAh2n

Yang Yue merasa sakit hati: “Song-ge, aku tahu kamu tidak menyukai Tuan Bai, tapi setidaknya, ini adalah hari ulang tahunnya. Kenapa kamu repot-repot menaburkan garam lagi pada lukanya?”

“…….”

Kali ini Jian Songyi benar-benar tidak bisa berkata apa-apa, dan dia berdiri dan berjalan menuju pintu: “Aku akan pergi ke kamar mandi. Apa kamu ingin ikut? Aku belum melihat siapa pun berdiri terbalik.”

Yang Yue: “… Terima kasih, tidak perlu.” iU6RKN

Tentu saja, Lu Qifeng senang melihat Bai Huai kalah. Dia menertawakan kekalahannya: “Yu Ziguo, kamu memiliki poin terbanyak. Tanyakan saja apa yang kamu inginkan. Jika kamu melewatkan kesempatan semacam ini, kamu mungkin tidak akan memilikinya lagi.”

Dia berkata dengan tatapan sugestif.

Yu Ziguo adalah orang yang cerdik. Jiwa CP nya membara, dia menggosok-gosok tangannya dengan penuh semangat, dan tanpa ragu dia menanyakan pertanyaan yang sudah lama dia tahan: “Tuan Bai, yang ingin aku tanyakan adalah, apakah kamu memiliki orang yang kamu suka?”

“Pertanyaan ini…” Bai Huai tertawa kecil, dia ragu-ragu untuk berbicara dan berhenti. 3GfKq7

Dia tidak langsung menyangkalnya.

Jian Songyi, yang baru saja berjalan ke pintu, tidak bisa menahan diri untuk tidak berhenti. Tangannya yang mendorong pintu tergantung di udara, dan dia tidak bisa menahan untuk tidak melihat kembali ke arah Bai Huai.

Toleransi kadar alkohol Bai Huai benar-benar buruk. Setelah empat gelas bir, ujung matanya sudah memerah.

Dia bersandar ke bagian belakang sofa, mengulurkan tangannya untuk membuka dua kancing kemejanya, dan melonggarkannya, memperlihatkan leher dan tulang selangka yang ramping. Dia sama sekali tidak memiliki kesadaran dari bunga di puncak gunung yang dingin dan penyendiri. pF4PQA

Dengan alisnya yang panjang dan tipis yang mengerut sedikit, tanda lahir di ujung matanya yang memerah, matanya seakan menyapu ke arah pintu secara sengaja, dan sudut bibirnya mengerucut dengan senyuman yang tampak seperti tidak ada masalah.

Satu kata yang meremehkan.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Ya.”

ZWrj1f

Nia: Gua butuh oksigen! Oksigeennnnnn!!!!

Translator's Note

Mungkin kayak meme

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!