English

Kaleidoskop KematianCh56 - Pabrik Pengalengan

1 Comment

Penerjemah: SelirChu

Editor: pontifexjung dVZwGJ


Selanjutnya, mereka mengunjungi rumah dua anak lain yang hilang. 

Setelah beberapa pertanyaan, mereka mengetahui bahwa apa yang diberitahukan setiap korban adalah kalau mereka diikuti tepat sebelum hilangnya mereka. Orang tua mereka, sayangnya, tidak pernah menganggap serius perkataan mereka. 

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Ibu dari salah satu anak yang hilang terisak, “Oh, aku sangat menyesalinya! Coba saja aku percaya padanya, maka ia tidak akan diculik. Semuanya salahku. Semuanya adalah kesalahanku … Aku ibu yang buruk.”

Setelah menenangkannya dengan lembut, Ruan Nanzhu bertanya, “Kalau boleh, bisakah kau memberiku informasi terkait kehilangannya? Kalau bisa, tolong beritahu kami. Mungkin itu akan membantu kami untuk memulangkannya kepadamu lebih cepat.”  2SCExt

Setelah mendengar ini, sang ibu terdiam untuk sesaat sebelum berkata pelan, “Informasi … Aku pernah mendengar desas-desus di kota ini, ada seekor monster tersembunyi … Tentu saja, itu hanya rumor belaka dan tidak ada seorangpun yang pernah melihatnya.” 

Ketertarikan Ruan Nanzhu meningkat, “Monster? Monster semacam apa?”

“Aku tidak tahu,” jawab si ibu. “Kami tidak tahu bagaimana itu terlihat, tapi katanya makhluk itu sangat, sangat tinggi.” 

Hanya itu saja informasi yang diketahui si ibu.  Of2asb

Tapi melalui pertanyaan Ruan Nanzhu, mereka mengetahui bahwa anak keluarga ini suka bermain di dekat pabrik pengalengan ikan dan meski sudah dicoba untuk memintanya tidak ke sana, ia masih sering menyelinap untuk bermain. Kemungkinan besar anak ini terakhir terlihat di pabrik pengalengan. 

Pengalengan terlihat seperti lokasi yang sangat penting. 

Lin Qiushi dan Ruan Nanzhu sepakat memutuskan untuk memeriksa pengalengan setelah makan siang. 

Seperti hidangan lainnya, ada sesuatu yang aneh dengan rasa dari makan siang mereka. Beberapa hidangan mengandung ikan dan mengeluarkan bau amis yang tidak sedap. Di tengah meja terbuka beberapa kaleng ikan. Mereka kelihatannya lebih lezat dibandingkan yang lain.  1fsuCW

Karena ini, beberapa orang mencomotnya dengan sumpit mereka dan mengatakan bahwa rasanya cukup enak. 

Informasi yang mereka kumpulkan pagi ini membuat Lin Qiushi tidak tertarik dengan ikan kaleng sama sekali. Ia secara acak memakan sesuatu dan mengeluarkan ponselnya untuk mengatur gagasannya. Ironis, identitasnya sebagai gadis bisu membantunya karena tidak ada yang datang untuk mengobrol dengannya; semua orang sepertinya memperlakukan ia seperti udara tak kasat mata. 

Lin Qiushi menikmati ketenangan yang sunyi ini. 

Karena ini hari kedua setelah memasuki pintu, masih ada beberapa orang yang mencoba menjalin kerja sama dengan Ruan Nanzhu. Kata-kata mereka diisi dengan penghinaan terhadap Lin Qiushi.  zcNpC3

Beberapa orang lebih cerdik, sementara yang lain terus terang, mereka mengatakan bahwa Lin Qiushi tidak bisa bicara, hingga jika ia menghadapi sesuatu ia bahkan tidak akan bisa berteriak. Ia membuang waktunya dengan gadis itu jadi mengapa tidak bekerja sama dengan orang lain? 

Mendengar ini, Lin Qiushi nyaris berdiri dan melepaskan sederet penghinaan pada mereka. Ia berhasil menahan dirinya dengan usaha besar. Mengingat kesukaan Ruan Nanzhu untuk bersandiwara, Lin Qiushi memasang raut yang patut dikasihani. 

Seolah penampilan lemah dan halus Lin Qiushi membuatnya tergerak, Ruan Nanzhu menolak tawaran mereka. 

Ruan Nanzhu kelihatannya juga menganggap bahwa desakan permintaan mereka memuakkan dan segera menarik Lin Qiushi keluar dari aula makan segera setelahnya.  vaR6lU

“Kenapa mereka sepertinya sangat ingin merekrutmu? Karena kau tampan?” Lin Qiushi sedikit penasaran dan bertanya sambil mereka berjalan menuju pabrik pengalengan. 

“Sudah naluri manusia untuk mencari apa yang menguntungkan mereka dan menghindari apa yang membawa petaka pada mereka.” Ruan Nanzhu berkata, “Di tempat dimana mereka bisa kehilangan nyawa jika tidak berhati-hati, kalau mereka bertemu dengan seseorang yang lebih kuat dari mereka, mereka akan mencoba untuk mencari cara agar tetap dekat dengannya.” 

Langit Bieru.

Saat mereka mendekati pabrik pengalengan, mereka mulai mencium aroma amis yang tajam. 

Bau ini membuat seseorang merasa tidak nyaman. Jika seseorang yang tidak suka makan ikan di sini, aroma ini sudah cukup untuk membuat mereka mau muntah.  q1azd

Pabrik pengalengan berada di pinggiran kota. Tidak ada tanda-tanda permukiman di dekat sini dan tidak banyak bangunan di sisi jalan. Jarang ada pepohonan tapi semak belukar berlimpah ruah. Kabut tebal berada di balik pepohonan, menandakan batas dari dunia ini. 

Menurut si walikota, produksi dihentikan dan pabrik ini ditutup beberapa tahun yang lalu. Sekarang, ia berdiri dalam sunyi. Ruan Nanzhu mengeluarkan peralatannya dan membuka gerbang besi berkarat di pintu masuk dengan mudah. Keduanya masuk ke dalam. 

“Pabrik pengalengan ini cukup besar.” Lin Qiushi melihat sekeliling. Hal pertama yang mereka lihat adalah halaman yang luas. Di ujungnya, ada sebuah semak setinggi beberapa meter. Terlihat jelas bahwa sudah lama sejak terakhir kali orang berkunjung ke tempat itu. Beberapa pohon layu berdiri di halaman. Pada cabangnya duduk para burung berbulu hitam. Sekilas, burung ini menyerupai gagak, tapi setelah diperhatikan lebih teliti, mereka kelihatannya lebih besar dari gagak. 

“En,” gumam Ruan Nanzhu saat ia berjalan ke depannya.  Ct4fsD

“Mungkinkah kalau ini tempat para anak menghilang? Atau sebaliknya, mereka dibawa ke sini setelah mereka hilang?” tanya Lin Qiushi. 

Ruan Nanzhu, “Aku tidak tahu. Ayo periksa sekitar untuk mencari apa ada yang bisa kita temukan.”

Lin Qiushi mengangguk. 

Keduanya lanjut berjalan. Tepat saat mereka memasuki area produksi, Lin Qiushi menemukan sesuatu.  CGFUze

Ia menemukannya tanpa sengaja; Lin Qiushi menginjak batu dan tersandung, ia secara refleks menunduk ke arah batu yang menyandungnya dan melihat sesuatu yang lain juga. 

“Apa ini?” Lin Qiushi memanggil. Ia membungkuk untuk memeriksa kotoran, “ … Sidik jari?” 

Ruan Nanzhu mendengar suaranya dan menatap ke arah Lin Qiushi melihat. 

Begitu banyak jejak tangan tercetak di tanah. Sekilas, cap tangan ini kelihatannya ditempel secara acak di tanah, tapi setelah diperiksa lebih detail mereka terlihat seperti tangisan minta tolong seseorang—orang itu ditarik di sepanjang jalur dan saat mereka terseret, mereka mencoba meraih berbagai benda. Upaya putus asa mereka untuk mencengkeram bumi di bawah mereka adalah penyebab adanya tanda-tanda ini.  LgTatQ

Lin Qiushi dengan hati-hati mengikuti jejak cap tangan. Ruan Nanzhu mengikuti di belakangnya, mengawasi lingkungan sekitar mereka. 

Segera, Lin Qiushi tiba di ujung jalur: sebuah pohon raksasa yang layu. Berdiameter setidaknya dua meter dan kelihatannya sudah mati untuk waktu yang lama. Lin Qiushi mengetuk batangnya dan cemberut, “Kosong; mungkinkah sesuatu disembunyikan di dalamnya?” 

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Ruan Nanzhu memeriksa pohon dan berkomentar, “Bisa saja.” Lagi pula, cap tangan itu mengarahkan mereka ke sini. 

Eejc Rjchte wfcufiejgxjc qlrje xfmli vjgl rjxecsj vjc qfgijtjc wfcutepjwxjccsj xf qbtbc. Ubtbc lae revjt wfwyerex tlcuuj qlrje ajpjw afgrfyea wfcerexcsj vfcujc wevjt.  3WZd1J

Vjja Eejc Rjchte wfcjglx xfiejg qlrjecsj, Olc Hlertl wfcjglx cjqjr ajpjw. 

Fpecu ylijt Eejc Rjchte vlcbvjl vfcujc vjgjt wfgjt mfgjt.

Please visit langitbieru (dot) com

“Vlji.” Olc Hlertl alvjx ylrj wfcjtjc ewqjajccsj. Ejeacsj afgqfilcalg wfwyfcaex ajwqlijc mjcuuecu vjc yfgxjaj, “Bje alvjx yjge rjpj wfwyecet qfaecpex xlaj, xjc?” 

“…” Setelah sejenak terdiam, Ruan Nanzhu menjawab tenang, “Aku tidak sengaja.”  c e58T

Lin Qiushi, “…” 

Ruan Nanzhu, “Jika pisaunya menusuk orang normal, mereka pasti akan berteriak. Lebih lagi, tidak ada celah pada pohon ini jadi bagaimana mungkin orang normal bisa masuk ke dalam?” 

Itu memang benar. Lin Qiushi menjilat bibirnya, “Kalau gitu mari kita pahat hingga terbuka dan lihat.” 

Ruan Nanzhu mengangguk. Kali ini ia tidak menusukkan pisaunya terlalu dalam dan mulai membentuk lubang yang lebih besar ke dalam batang. Segera, ia membuat sebuah jalur masuk, menampilkan apa yang berada di dalamnya.  YqwSeM

Lin Qiushi tanpa sadar melangkah mundur saat ia menyadari apa yang berada di dalam pohon. Ekspresinya agak tertekan. 

Ada seorang anak kecil di dalam batang pohon. Anak ini tampaknya telah masuk dalam pohon purba; hampir seluruh tubuhnya tertanam di dalam batang pohon. Tapi apa yang paling mengejutkan adalah luka besar di perutnya. Meski tidak ada darah, Lin Qiushi tahu anak ini sudah tidak hidup lagi. 

Ruan Nanzhu memiringkan kepalanya, “Sepertinya ada kantong plastik di belakangnya.” 

Mereka yang tidak tahu petunjuknya tidak akan paham, tapi Lin Qiushi sudah membaca file penelitian sebelum memasuki pintu. Dengan begitu, ia segera memahami konotasi dari kantong plastik—organ anak itu sudah dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam kantong plastik.  dgp4EK

Ini adalah suatu hal yang slenderman suka lakukan.

Lin Qiushi menghela napas, “Kurasa ini bukan pertanda baik mengenai anak yang lain.” 

Ruan Nanzhu menjawab, “Mungkin.” 

Ia terbiasa melihat kematian. Dengan ekspresi datar, Ruan Nanzhu memeriksa mayat di pohon, mencari lebih banyak petunjuk.  Rw8UYB

Lin Qiushi melihat sekelilingnya. Ia rasa dua anak lainnya yang hilang juga berada di pabrik pengalengan ini, apa yang ia tidak tahu adalah dimana tepatnya mereka disembunyikan. 

Saat Lin Qiushi merenungkan gagasannya, Ruan Nanzhu tiba-tiba mundur beberapa langkah, cepat dan kasar, seolah ia melihat sesuatu yang janggal. 

“Ada apa?” Lin Qiushi bertanya, kaget. 

Ruan Nanzhu diam. Ia menunjuk ke arah mayat di depannya.  WTwv0y

Lin Qiushi melihat ke arahnya dan selanjutnya bereaksi seperti Ruan Nanzhu—pada titik tertentu, mata anak itu terbuka dan menatap mereka dengan sikap dingin orang mati. 

Lin Qiushi merasa merinding. Ia tertawa kering, “Ia tidak akan berubah jadi zombie, kan?” 

Please visit langitbieru (dot) com

Ruan Nanzhu, “Aku tidak yakin.” Ia melihat ke arah langit, “Sudah mulai larut, lebih baik kita menghentikan pencarian dan lanjut besok. Ayo kembali.” 

“En.” Lin Qiushi menyetujui saran Ruan Nanzhu. Lagi pula, di dalam dunia pintu, malam adalah waktu paling berbahaya sepanjang hari.  r45f6I

“Ayo pergi, kita akan memberitahu orang di kota tentang anak ini besok,” kata Ruan Nanzhu. “Aku ingin melihat bagaimana reaksi mereka.” 

Pabrik pengalengan cukup jauh dari tempat mereka menginap. Lin Qiushi dan Ruan Nanzhu bergegas agar bisa kembali ke penginapan sebelum hari menjadi gelap. 

Gerombolan orang berkumpul di aula makan, menyantap hidangan dalam diam. Kadang, akan terdengar suara orang mengobrolkan apa yang mereka temukan hari itu. 

Lin Qiushi tanpa peduli memilih makanannya. Tiba-tiba, terjadi keributan di kelompok. Ia mencari dan melihat bahwa hidung seseorang mulai berdarah.  FKwbUy

“Sial, kenapa hidungmu tiba-tiba mimisan?” Teman pria itu bertanya. “Cepat hentikan dengan tisu.” 

“Aku tak tahu,” kata pria itu. “Mulai berdarah saat aku makan.” 

Pria itu bangun dan menuju ke toilet. Lin Qiushi dan Ruan Nanzhu menatap satu sama lain dan melihat sesuatu terlintas dalam diri masing-masing. 

Setelah slenderman mulai mengincar seseorang, akan selalu ada tanda peringatan. Beberapa orang akan mengalami mimpi buruk atau halusinasi. Beberapa yang lain akan mimisan atau batuk darah. 7EuTr

Mereka tidak yakin apakah mimisan pria ini kebetulan atau tanda peringatan. 

Pria itu pergi dengan cepat dan kembali dengan waktu singkat juga. Setelah ia kembali, mimisannya telah berhenti dan ia saat ini sedang mengeluh tentang makanan tak enak yang ada di aula makan. 

Melihat tidak ada yang terjadi, Lin Qiushi berdiri dan pergi ke kamar mereka dengan Ruan Nanzhu yang mengekor di belakangnya. 

Setelah kembali ke kamar mereka, Lin Qiushi berbaring tengkurap di ranjangnya dengan ponsel di tangannya sambil memikirkan soal informasi yang telah mereka kumpulkan.  pnTH3L

Ruan Nanzhu duduk di sampingnya dan membaca buku harian Lauren lagi. 

“Kelihatannya tidak ada yang lain. Kita masih tidak punya informasi yang cukup.” Saat hari mulai gelap, Lin Qiushi merasa sedikit mengantuk dan berkata, “Ayo tidur.” 

Ruan Nanzhu setuju, “Baiklah.” 

Setelah membersihkan dirinya, Lin Qiushi merangkak ke atas kasur. Ia menyaksikan kabut di luar semakin tebal.  GPvZqc

Ruan Nanzhu berbaring di ranjang di sebelah Lin Qiushi dan segera napasnya menenang … Ia sepertinya sudah terlelap. 

Lin Qiushi juga menutup matanya. Tapi dalam kesunyian malam, bahkan suara jarum jatuh akan menyebabkan keributan yang mengejutkan. Tak perlu disebutkan, pendengaran Lin Qiushi tajam. Ia berbaring di ranjang, mendengarkan suara aneh. 

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Suara seseorang berjalan melewati semak-semak. Makhluk itu kelihatannya menyeret sesuatu yang berat dan terkadang, ada suara patahan ranting yang terinjak. 

Lin Qiushi langsung teringat dengan anak di dalam pohon yang tadi siang mereka lihat, begitu juga dengan pemandangan mengerikan yang telah ia alami seolah kain putih telah menutupi matanya.  Z8g69t

Lin Qiushi merasa sedikit kedinginan dan perlahan berbalik. 

Ruan Nanzhu, yang seharusnya sudah tidur, membuka matanya. Tatapannya membara, “Nona Bisu Kecil, apa kau kesulitan tidur?” 

Lin Qiushi memelototinya. Tapi sebelum ia sempat mengatakan apapun, Ruan Nanzhu bangun dan berjalan. Ia lalu bergerak mendekat dan berbaring di sisi Lin Qiushi, melingkarkan satu lengannya pada pinggang pria itu. 

Lin Qiushi ingin mengatakan sesuatu tapi dihentikan oleh ibu jari Ruan Nanzhu yang menekan pelan bibirnya.  inayZS

“Shh, menurutlah.” 

Lin Qiushi, “…” 

Dalam kebingungan sesaat Lin Qiushi, keduanya tidur di ranjang yang sama. Untungnya, ranjang itu cukup besar sehingga tidak begitu sulit untuk memuat dua pria dewasa. Awalnya, Lin Qiushi ingin menyuruhnya menyingkir, tapi ia lalu teringat status Ruan Nanzhu sebagai roh pil tidur dan ragu. Akhirnya, Lin Qiushi tidak mengatakan apapun. 

Makhluk pada semak-semak di luar berjalan bolak balik, mencari sebuah kesempatan.  rBkbwy

Awalnya Lin Qiushi mendengarkan dengan gugup, tapi kemudian sifat tenang Ruan Nanzhu menular padanya dan ia tertidur lelap. 

Saat ia bangun, sudah keesokan harinya. 

Di pagi hari ketiga, tidak ada yang terjadi saat malam. 

Seperti biasa, empat belas orang muncul di aula makan untuk sarapan.  VGw6lz

Sudah dua hari berlalu dan tanpa disangka, tidak ada yang mati. Situasi seperti ini agak tidak biasa. Saat memikirkan ini, seseorang melewati Lin Qiushi. Pria itu adalah orang yang hidungnya mulai berdarah saat makan di malam sebelumnya. Ia terlihat biasa saja dan tidak memiliki karakteristik yang akan menarik tatapan seseorang. Tapi saat Lin Qiushi menatapnya, ia merasa alisnya terangkat. 

Tidak seperti kemarin, pria ini mengenakan topi hitam. 

Topi hitam ini berbeda dari caranya berpakaian, tapi sepertinya tidak ada yang menyadari ketidakkonsistenan ini dan tidak seorang pun dari mereka yang berkomentar. 

“Kau sedang melihat apa?” Ruan Nanzhu tiba-tiba bertanya.  KYjXRs

“Topi di kepalanya sepertinya sangat familiar …” Lin Qiushi menjawab, “Kita tidak melihat ia memakainya kemarin, kan?” 

Alis Ruan Nanzhu sedikit berkerut. Ia melihat pria itu dan menatapnya untuk sejenak, “Ya, itu aneh.” 

Story translated by Langit Bieru.

“Tapi sepertinya tidak ada yang sadar.” Lin Qiushi membalas. 

“Sejujurnya,” Ruan Nanzhu menurunkan gelas susu yang sedang ia pegang. “Kalau kau tidak menyebutkannya, aku juga akan mengira itu normal.”  J1D32s

Lin Qiushi, “Huh?” 

Ruan Nanzhu,  “Bagaimana cara menjelaskannya; hampir seperti seolah ia seharusnya mengenakan sebuah topi seperti ini.” Sambil menopang dagunya, ia mengawasi pria itu dari sudut matanya. “Itu tidak mencolok dan tidak terlihat aneh.” 

Lin Qiushi, “ …” 

Tapi nyatanya, topi itu sangat aneh.  z2L9P4

Topi itu hanya akan terlihat pantas saat dikenakan oleh seseorang yang berbusana formal. Tapi bahkan ketika dipadukan dengan kaos dan jeans, hanya Lin Qiushi yang menyadari kejanggalannya. 

Ruan Nanzhu berkata pelan, “Kurasa ia akan segera mati.”

Lin Qiushi, “… Kupikir juga begitu.” 

Keduanya mencapai mufakat mengenai masalah ini.  Z9mh6o

Pria itu kelihatannya sama sekali tidak menyadari apa yang salah dan dengan riang memakan sarapan bersama yang lain. Sambil makan, ia memberitahu rekannya mengenai mimpi yang ia alami semalam. 

Lin Qiushi dengan mudah menguping perbincangan mereka menggunakan indera pendengarannya yang kuat. 

“Aku bermimpi seseorang memberiku sebuah topi dan memberitahuku kalau aku harus memakainya.” Ia tertawa saat ia berkata, “Waktu itu kukira aku hanya bermimpi, tapi siapa kira saat aku bangun, ada sebuah topi tergantung pada cabang di luar jendelaku.” 

“Topi yang sangat bagus,” kata rekannya. “Cocok denganmu.”  nBVP6M

Dalam kondisi normal, pujian ini akan terdengar asal dan setengah hati. Tapi nada pembicaranya sangat tulus dan Lin Qiushi bisa merasa bahwa ia serius. Ia benar-benar percaya bahwa topinya sangat bagus dan cocok dengan rekannya. Kedengarannya bahkan seperti ia ingin mencobanya sendiri. 

Lin Qiushi menatap Ruan Nanzhu. 

Ruan Nanzhu kelihatannya memahami apa yang ingin ia katakan dan mengangguk. Ia berdiri dan berjalan menghampiri pria yang mengenakan topi. 

“Kelihatannya ada sesuatu yang salah dengan topi yang kau pakai,” kata Ruan Nanzhu. “Semoga benda itu bukan objek terkutuk.”  cslqXG

Maksudnya jelas dan setelah mendengar ucapannya, ekspresi pria itu menjadi waspada. “Kurasa tidak. Bagaimana jika ada informasi mengenai kunci di dalamnya?” 

Ruan Nanzhu menggendikan bahu, “Bagaimana jika bukan?” 

Read more BL at langitbieru (dot) com

Pria itu menjawab, “Bahkan jika tidak, tak masalah, ini hanya sebuah topi.” 

Ruan Nanzhu tidak membalas dan berbalik untuk pergi. Jika bukan untuk Lin Qiushi, toh ia tidak akan berbicara dengan pria itu. Karena lelaki itu dengan keras kepala menolak untuk mendengarkan, Ruan Nanzhu menganggap dirinya sudah menyelesaikan perbuatan baiknya hari ini.  j69c4x

Lin Qiushi menunjukkan ekspresi tak berdaya dan mulai dengan hati-hati mengetikkan sesuatu di ponselnya: [Kalau aku jatuh pada pengaruh makhluk itu, kau harus membangunkanku.]

Ruan Nanzhu tersenyum ambigu, “Jangan khawatir, aku jelas akan menggunakan metode yang tidak menyakitkan untuk membangunkanmu.” 

Lin Qiushi: “…” Kenapa senyummu kelihatan sangat janggal? 

Pria yang mengenakan topi pergi dengan rekannya setelah selesai sarapan. Ruan Nanzhu menyaksikannya dengan penuh penyesalan.  CWu0hM

Lin Qiushi mengira Ruan Nanzhu, seperti dirinya, merasa iba karena pria ini bisa mati. Tapi ia segera menyadari bahwa apa yang disesali Ruan Nanzhu adalah bahwa ia tidak akan pernah bisa melihat bagaimana pria ini akan mati. 

“Kita akan mendapat pengalaman dari menontonnya.” Ruan Nanzhu mengeluarkan sebuah permen dari sakunya. Ia memakan satu untuknya dan memberikan yang lain pada Lin Qiushi. 

“Permen jenis apa ini?” Itu pertama kalinya Lin Qiushi memakan permen dengan rasa ini. 

“Cheng Qianli yang membuatnya, jadi siapa yang tahu rasa apa ini,” Ruan Nanzhu memberi Lin Qiushi sekepal penuh lainnya. “Makanlah, Nona Bisu kecil.”  NdZCRs

Lin Qiushi memasukkan permen ke dalam kantongnya sendiri. 

Mereka telah menemukan tubuh itu kemarin dan berencana memberi tahu si walikota, tapi di tengah jalan mereka melewati papan peringatan di alun-alun dan menemukan bahwa ada satu lagi poster orang hilang. Setelah meneliti poster baru itu dengan hati-hati, mereka mengetahui bahwa ada anak lain yang hilang kemarin dan kalau mereka mengenal anak itu: Ia adalah kakak Lauren. 

“Kenapa ada anak lain yang hilang?” Lin Qiushi cemberut. 

Ruan Nanzhu mengaku, “Kurasa ini bukan pertanda baik. Hanya ada delapan anak di kota ini.”  5xCIoA

Lin Qiushi berpikir sebentar dan berkata, “Jadi, itulah batas waktu kita?”

Ruan Nanzhu mengangguk.

Informasi yang diberikan NPC tidak termasuk dengan batas waktu. Tapi keberadaaan poster anak hilang ini memberi mereka peringatan putus asa. 

Ruan Nanzhu, “Ayo pergi. Kita harus menemukan si walikota dulu.”  6sS 9u

Saat melintas, mereka menemukan si walikota dalam rangkaian bangunan rusak di belakang alun-alun dan memberitahu ia mengenai mayat yang mereka temukan di hari sebelumnya. 

Ekspresi si walikota sangat muram, tapi Lin Qiushi mendeteksi sejurus rasa panik—seolah ia tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi. 

Langit Bieru.

“Oh. Terima kasih. Kami akan membawa beberapa orang untuk memeriksanya,” kata walikota itu. “Di pabrik pengalengan, kan?”

“Ya, di dalam salah satu pohon layu di pabrik pengalengan.” Ruan Nanzhu menjawab. “Pak walikota, kami benar-benar ingin membantumu menemukan para anak. Kalau kau mengetahui sesuatu dan menyimpannya dari kami, itu akan menyebabkan banyak kesulitan bagi kami.” Ia menunjuk ke arah alun-alun. “Kami lihat anak lain juga hilang.”  rEbTys

Alis si walikota bertaut dan tidak berbicara. 

“Kecuali kau mau menunggu hingga seluruh anak menghilang sebelum kau bersedia memberitahu kami lebih banyak informasi?” tanya Ruan Nanzhu. 

Si walikota menggesekkan tangannya bersamaan, masih menolak untuk bicara. 

Mata Ruan Nanzhu menyipit. Lin Qiushi tahu ia semakin tidak sabar.  pRd43G

Ruan Nanzhu tidak dalam suasana hati yang baik. Ia berada di ambang batas kesopanannya dan bersabar dengan si walikota. 

“Hanya saja kami juga tidak mengetahuinya dengan jelas.” Entah karena tekanan di bawah pengawasan Ruan Nanzhu, tetapi walikota itu akhirnya berbicara lagi. “Sebenarnya, petaka seperti ini terjadi beberapa kali setiap tahun.” 

Ruan Nanzhu segera menarik kembali ekspresinya dan tersenyum lembut sekali lagi: “Oh? Apa maksudmu dengan, ‘terjadi beberapa kali setiap tahun’?”

“Maksudku adalah kota kami adalah tuan dari sesuatu yang aneh. Ia kelihatannya selalu ingin mengambil anak-anak kami,” Si walikota berkata, “Jadi selama waktu ini, kami selalu dalam liburan dan membuat anak-anak tetap di rumah.”  h9qWpK

Ruan Nanzhu, “Jadi sisa warga kota mengetahui hal ini?”

Si walikota menggelengkan kepalanya. 

“Mereka tidak tahu?” Ruan Nanzhu menemukan ini entah bagaimana membingungkan. “Lalu alasan apa yang kau pakai untuk membuat anak-anak tinggal di rumah?” 

Si walikota, “Kami selalu menemukan cara untuk beralasan,  jadi bagian itu tidak penting. Masalahnya adalah tahun ini, sesuatu yang tidak disangka terjadi.”  bw6BXu

Ruan Nanzhu berbicara sebelum ia bisa menjelaskan, “Hal tak terduganya adalah meski tetap di rumah, para anak masih hilang?” 

Si walikota mengangguk. Dengan menyedihkan ia berkata, “Dari empat anak yang hilang tahun ini. Dua dari mereka hilang di rumah. Kami tidak tahu bagaimana dua yang lain bisa keluar saat mereka hilang juga …” 

Lin Qiushi teringat anak yang mereka temukan di pabrik. Ia kelihatannya tertangkap saat ia berada di dekat pabrik pengalengan. 

“Hasilnya, kami juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” lanjut si walikota. “Apa karena para anak tidak patuh atau karena makhluk itu …”  CvMRN2

Ruan Nanzhu, “Atau ia telah semakin kuat.” 

Si walikota mengangguk pahit. 

Please visit langitbieru (dot) com

Kali ini, Lin Qiushi segera memikirkan topi hitam yang ia lihat pagi itu … Tidak mungkin topi itu tidak berhubungan dengan ‘makhluk itu; yang dibicarakan si walikota. Hanya saja ia tidak tahu apakah itu ada hubungannya dengan hilangnya anak-anak. 

deNGnP

Translator's Note

 Aku sudah merasa lebih baik, jadi aku update. Aku penasaran, adakah yang membaca terjemahan ini? LOL. 

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment