English

Seekor Ikan Koi Abadi Akan Segera Debut!Chapter 9

1 Comment
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

Hari audisi.

Su Jinli keluar dari hotel yang lokasinya dekat dengar tempat audisi. Ei I7w

Karena Guyu Studio jaraknya telalu jauh, dan Hou Yong takut terlambat mengikuti audisi, jadi ia menyewa satu ruangan, dan membawa Su Jinli ke sni sehari sebelumnya.

Hou Yong juga memanfaatkan kedekatannya dengan teman sekelasnya, Zhang Heming yang kemudian mengizinkannya untuk datang lebih awal. Ia juga meminta tim make up artis untuk merias Su Jinli.

Story translated by Langit Bieru.

Su Jinli menggulung kostumnya dan berjalan dengan hati-hati ke ruang make up karena takut pakaiannya kotor.

Untuk audisi, Su Jinli mengenakan pakaian tradisional dengan perpaduan warna putih dan hijau muda agak  kebiruan. Bagian pergelangan tangannya dan kerah dihiasi ornamen bordir yang disulam dengan benang emas yang indah. Saat berjalan, ia seperti seorang kesatria. 9Ta78Y

Di tempat audisi, hanya ada beberapa staf yang sibuk mempersiapkan dan memastikan kelancaran audisi untuk program kali ini. Sedangkan Hou Yong, ia juga ikut ribut menelepon si penata rias.

Setelah tiga kali panggilan, barulah penata rias itu mengirimkan pesan kepada Hou Yong. Sebenarnya ia hanya duduk-duduk manis sembari menunggu si artis yang ingin dipoles wajahnya, tetapi begitu ia melihat kostum yang dipakainya, ia mulai tertarik. Ia kemudian mengangkat kepalanya, dan tertegun saat melihat wajah Su Jinli.

Ia segera berdiri dan berkata kepada Su Jinli: “Kau sangat tampan.”

Su Jinli menjawab dengan satu senyuman manis. XZUzcT

Si penata rias itu seharusnya… laki-laki, tetapi pakaiannya agak….seperti perempuan. Sangat cantik. Ketika bicara, ia sengaja menurukan nada suaranya, yang membuat Su Jinli merasa tidak biasa, tetapi dia juga tidak merasa risih.

Setelah Su Jinli duduk, penata rias memandangnya dan bertanya, “Tidak ada wig?”

Su Jinli menggelengkan kepalanya, dan menjawab, “Aku tidak punya.”

“Hem, kau ingin model rambut seperti apa?” Ketika penata rias berkata, dia menyentuh wajah Su Jinli dua kali, “Kulitmu sangat lembut, kau biasanya pakai skincare apa?” UImlE5

“Dabao.”

“Uh ……”

“Yong Ge menyisakan setengah botol dan memberikannya padaku.”

“Selain foundation yang bagus, kita juga perlu mengaplikasikan sunscreen. Kau tahu, sinar UV adalah pembunuh kecantikan kita?” selagi penata rias berbicara, ia menepuk pipinya dan mengedipkan mata pada Su Jinli. 841n0m

“En, aku akan mengingatnya.”

Si make up artis tidak banyak bicara saat membantu Su Jinli menata rambutnya, dia hanya memperkenalkan dirinya: “Namaku Bobo.”

“Halo, aku Su Jinli.”

Bobo merasa tertekan saat menata rambut Su Jinli. Ia meminta Su Jinli berdiri sampai tiga kali, memperhatikan kostum audisinya, dan bertanya kepada Su Jinli lagu apa yang akan dia nyanyikan untuk seleksi kali ini. dmO6S

Su Jinli bersenandung sementara Bobo membantunya. Suaranya sangat merdu, buru-buru Bobo mengeluarkan ponselnya dan merekam Su Jinli.

“Kalau kau berpartisipasi di acara live, kau bisa bernyanyi dengan bagus tanpa penyetelan.” Kata Bobo kepada Su Jinli setelah menekan tombol berhenti.

Story translated by Langit Bieru.

“Terima kasih, Bobo Laoshi.”

Bobo adalah Yan Kong. Seseorang yang mementingkan wajah tampan dan merasa jika kecantikan adalah jalan menuju surga atau kepopuleran. Dia berubah menjadi lebih cerewet ketika bertemu dengan orang-orang tampan, jadi ia memberi nasehat kepada Su Jinli: “Kau, ah.. jika nanti kau diterima setelah audisi ini, dengan sikap baikmu, semoga kau akan menemukan banyak penggemar dan terkenal.” Kl18dQ

“En, baik.”

“Aku harap kau tidak naif.”

Setelah selesai rambutnya selesai ditata, Su Jinli melihat dirinya di cermin, memang terlihat banyak perubahan, lebih lembut, temperamennya juga berubah.

Bobo mengikat dan membuat gulungan di atas kepalanya, membuat sedikit mengebang dan menjepitnya dengan jepitan rambut. Kemudia ia memasang wig yang memiliki warna mirip dengan rambut asli Su Jinli di atanya. wKm1hG

Ia juga membuat mahkota dari helaian rambut Su Jinli, dan hasil akhirnya membuat rambut asli terlihat sangat panjang.

Wajahnya kecil dan putih, dengan alis dan mata yang lembut. Dengan gaya rambut seperti ini, akan membuatnya tampak menonjol di depan semua orang.

Untuk wajahnya, Bobo tidak membuat alis tebal dan mata yang besar.

Karena sosok asli Su Jinli menggambarkan anak remaja, Bobo merias wajahnya dengan menyesuaikan kostum yang dipakai sebagai tokoh pelajar, dan sedikit melankolis. jVagTE

Bobo mengambil foto Su Jinli dengan ponselnya dan berkata, “Ingat, sedikit menyipitkan mata.”

“Kenapa?”

“Terlihat licik. Tahukah kau bahwa menyipitkan mata akan membuat orang lain merasakan perasaan yang tak terduga? Sudut matamu sudah melengkung. Ini adalah mata yang tersenyum. Kalau kau menyipitkan mata, efeknya akan lebih baik.”

“Apa artinya berhati hitam?”  0sFelo

“Hanya agar tampak pintar.”

Su Jinli maish tidak mengerti dengan penjelasan Bobo, tapi dia mengangguk: “Tuan Bobo, Kau terlalu baik.”

“Kelihatannya bagus, bukan?”

“En, jadi terlihat panjang.” bkhdwn

“Hanya itu?” Ekspresi Bobo lemas.

“Lebih dari itu! Aku juga bisa membuat mahkota rambut.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Bobo melambaikan tangannya dan berkata kepadanya: “Tidak apa-apa, kau bisa pergi audisi sekarang.”

“Um! Terima kasih, Tuan Bobo.” yKfL8G

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Setelah berbicara, dia pergi dengan senang hati.

Dbyb wfcmeyla qlcuujcucsj vjc wfwqfgtjalxjc Ve Alcil qfgul, lj alvjx ylrj wfcjtjc rfcsew, vjc yfguewjw: “Jx, jcjx lcl rjcuja xbcsbi vjc rjcuja wfcuufwjrxjc.”

***

Vfafijt wfwjrexl jeij sjcu afijt vlrljqxjc, Lbe Tbcu alvjx vjqja wfculxeal Ve Alcil. zIXoJT

Glj wfcvjoajg vl qlcae rfcvlgljc, ijie yfgpjijc xf ibgbcu, wfiltja rfxfililcu, Ve Alcil afgxjuew-xjuew rjwqjl wfibcub.

Sangat disayangkan menurut pendapatnya.

Koridor ini didekorasi dengan mewah, dengan deretan lampu di sepanjang lorong dan lampu segitiga yang menunjukkan arah jalan.

Tapi sangat disayangkan banyak sekali cermin di koridor ini, dan semuanya pecahan bentuk segitiga! Tidak ada yang utuh sama sekali. Apa karena cermin itu pecah lalu ditempel di dinding sebagai hiasan? Is7QFu

Kalau begitu berarti cermin di studio tari kemarin bisa dipasang seperti ini juga?

Su Jinli terus berjalan hingga di ujung koridor, dan menemukan dua cermin besar di kanan kirinya, ahh… akhirnya cermin yang ini utuh.

Ada kalimat tertulis di cermin: Silakan tulis nomor urut audisi Anda.

Ada tambahan yang ditulis dalam tanda kurung di bawah ini: (nomor registrasi, nama, lainnya bisa diisi sesuka hati ~) 28vV5y

Dia melihat barang-barang di atas meja dan sangat terkejut saat melihat kuas, jadi dia membuka tempat tinta, mengatur lengan bajunya dan mencelupkan ujung kuas, dan kemudian dia menulis nomor dan namanya di kartu: 貰 五 三 苏锦黎 (Nomor 23 Su Jinli).

Setelah menulis nomor urut, dia mengambilnya dan melanjutkan berjalan ke dalam. Kali ini, seorang anggota staf keluar untuk mengingatkannya: “Ada lem di bagian belakang. Bisa ditempelkan ke badan dengan cara merobeknya.”

“Tintanya belum kering, bisakah aku memasangnya nanti?”

“Oh, bisa-bisa.” zoucjf

Dia terus berjalan menyusuri lorong, bertanya-tanya mengapa koridor itu begitu panjang. Kemudian ia menemukan sebuah pintu. Setelah mengetuk tiga kali, ia kemudian masuk.

Begitu membuka pintu, hal pertama yang ia temui adalah seluruh ruangan dipasangi cermin.

Story translated by Langit Bieru.

Su Jinli terkejut.

Setelah sadar, dia menemukan bahwa ada orang lain di ruangan itu, dan mereka semua menatapnya, ia segera membungkuk sedikit kepada orang-orang itu dan mengangguk. WfTvl3

Ada pria dan wanita di antara orang-orang ini, beberapa menanggapi dia, dan beberapa mengabaikannya.

Nomor urut Su Jinli adalah dua puluh tiga, dan ada dua puluh dua peserta yang menunggu di ruangan itu.

Ada yang mendengarkan muski dengan headphone dan menatap ponselnya, ada juga yang sedang berlatih menari di depan cermin. Beberapa orang duduk secara bergerombol dan mengobrol.

Su Jinli yang memiliki pendengaran yang baik, ia mendengar seseorang membicarakannya begitu ia masuk ke ruangan audisi. chNiUf

“Mau audisi saja pakai kostum kuno, sangat mewah dan mencolok.”

“Mungkin menyanyikan lagu-lagu kuno. Ini sangat spesial, hanya dia yang berbeda dari semua peserta.”

“Bermuka dua.”

“Tapi pakaiannya sangat bagus, dan sangat tampan ah..” twVbjH

Su Jinli memastikan tinta mengering sebelum menempelkan nomor urut di dadanya.

Ketika duduk dan menunggu dengan bosan, tiba-tiba dia teringat apa yang dikatakan Bobo. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat ke cermin di sekelilingnya. Dia mendongak lagi, tapi tidak menemukan sesuatu yang istimewa.

Sebelum audisi, Hou Yong dan Dege mengajarkan tentang apa itu kamera, mikrofon, dan lain sebagainya.

Su Jinli tidak melihat kamera di dalam ruangan, tetapi melihat beberapa peralatan mengemudi di dalam ruangan, tetapi semuanya tertutup kain, dan mungkin disimpan di sini. 1MdRsH

Satu demi satu, peserta masuk ke dalam ruangan, dan suasana yang tadinya agak sepi sekarang tambah ramai.

Ruangan audisi cukup besar dan mampu menampung hingga enam puluh kursi.

Sepertinya nomor urut berdasarkan waktu pendaftaran. Meskipun Su Jinli datang lebih pagi, tapi dia tertunda karena make up. Jadi ketika dia masuk, Su Jinli mendapat nomor dua puluh tiga.

Semakin banyak orang berdatangan, dan bermacam-macam tipe. Beberapa dari mereka akan berkenalan satu sama lain, dan beberapa sibuk dengan dunianya sendiri. Eu BNp

Pada saat ini, seseorang membuka pintu dan masuk dengan agresif.

Ruang audisi mendadak ribut. Seseorang berbisik, “Apakah dia An Zihan?”

Story translated by Langit Bieru.

“An Zihan, siapa?”

“Itu loh adiknya An Ziyan.” ucjqB2

“Ya Tuhan, apa kita harus berebut tempat dengan si populer itu?”

Setelah An Zihan masuk, ia kemudian melihat sekelilingnya, dan sekilas mendapati Su Ji yang memakai kostum tradisional. An Zihan tidak bisa menaham tawannya, berjalan ke arah Su Jinli, dan bertanya, “Kau terlihat cukup bagus.”

“Jinli, kau juga di sini!” Chang Siyin juga sangat bersemangat saat melihat Su Jinli dan berjalan mendekat.

Su Jinli segera bangkit dan menyapa mereka. ucDsdE

Mendongak lagi, dan melihat bahwa salah satu anak laki-laki yang telah menghinanya ada di belakang mereka, Su Jinli enggan menghampirinya.

An Zihan duduk di samping Su Jinli sambil menyeringai, dengan lengan bersandar di sandaran kursi Su Jinli, dan berseru tidak nyaman: “Jalan sepanjang koridor tapi seperti lari maraton. Sebesar apa tempatnya?”

Su Jinli awalnya takut dengan energi Yang milik An Zihan. Sikap akrab An Zihan membuat Su Jinli tidak nyaman. Ia memutar posisi duduknya dan sebisa mungkin menjauh dari An Zihan.

“Lampu di sepanjang koridor sangat bagus.” Su Jinli hanya bisa berbicara dengan canggung. vPIBsQ

“Lalu, aku akan mengambil dua untukmu?”

“Tidak, tidak, tidak… tidak.” Kenapa orang ini begitu akrab.

Chang Siyin melihat bahwa tidak ada kursi di samping Su Jinli, jadi dia hanya bisa duduk di sebelah An Zihan, dan berkata kepada Su Jinli, “Jinli, kau sangat cocok memakai kostum kuno.”

“Pakaianmu juga cantik.” gYtjl1

“Ini perusahaan yang membuatnya.”

“Enak sekali…” Su Jinli merasa iri, mereka membuat pakaiannya sendiri dan dia telah menghabiskan uang Yula.

An Zihan melirik nomor urut Su Jinli: “23? Pasti kau datang pagi sekali.”

“En,” pqt9bW

“Aku dapat nomor urut lima puluh enam. Ah, pasti aku harus duduk sampai akhir. Aku tidak tahu apa disediakan makan siang atau tidak?”

Su Jinli menggeleng. Dia bahkan tidak sarapan, dan merasa bersalah ketika memikirkannya.

Langit Bieru.

Setelah An Zihan dan satu anak lagi masuk, mereka sudah paling belakang. Dan pintu secara resmi ditutup.

Kemudian, layar besar muncul tepat di depan semua peserta, yang diturunkan perlahan dari celah dinding dan digantung di udara, jadi semua orang yang hadir bisa melihatnya dengan jelas. F vJBc

Su Jinli yang baru saja keluar dari gunung, belum tahu banyak. Jadi ketika ia melihat layar lebar tiba-tiba muncul, matanya membelalak lebar dan takjub.

Tapi dia segera tenang, karena layar menyala dan memutar gambar. Su Jinli menonton dengan sangat serius.

Tayangan pertama adalah video pendek dari program mereka, seperti slide show berdurasi kurang dari satu menit.

Dana terbatas…tidak bisa membuat enam puluh anak muda diam. 0PHhlA

Video promosi ini memiliki efek yang mengerikan.

Tapi ketika hening, layar itu menampilkan sebuah panggung.

Orang pertama yang keluar dari koridor adalah seorang laki-laki. Dia tidak terlihat terlalu tinggi. Dia bertubuh sedang. Langkahnya tegas saat berjalan. Baru saja keluar, seseorang berseru: “Han Kai Laoshi!”

Su Jinli tidak familiar dengan artis ini, tetapi ia masih menyimak videonya dalam diam. Kemudian dia mendengar seseorang di dekatnya bertanya, “Han Kai Laoshi?” BwdzpQ

Ternyata dia tidak sendiri.

Seorang anak laki-laki yang satu agensi dengan An Zihan bertanya, “Apakah dia artis senior?”

Ini adalah cara yang sopan untuk bertanya.

“Dia…” An Zihan melihat ke layar, memikirkannya, dan kemudian menjawab, “Penyanyi, beberapa dari generasi ayahmu mungkin menyukainya. Tapi dia menyanyikan lagu-lagu daerah, sangat terbatas, dan tidak pernah populer. Bagaimanapun juga, generasi ayahmu lebih suka lagu yang bisa membuat orang menari.” nNeY3J

“Oh …” jawab anak laki-laki itu.

“Memliki pondasi yang kuat, ia juga rendah hati.” Setelah An Zihan berkomentar, dia bisa saja berhenti sampai di sini, tetapi dia harus menambahkan, “Dia juga pria yang kuat. Dia terlihat seperti penyanyi rock dengan janggut. Jika kau menyanyikan lagu-lagu daerah, kau harus lebih terkendali. Jika kau melihatnya, kau akan merasa ingin makan lada hitam.”

Chang Siyin masih mengangguk, Mendengar komentar An Zihan, ia tak bisa menahan tawa.

Kemudian, seorang gadis masuk. Sebelum wajah gadis itu telihat, An Zihan sudah mengenalinya: “Zang Yi.” Bahkan hanya dari bentuk tubuh saja, An Zihan bisa menebaknya. evKw1N

Dan benar saja, yang muncul adalah benar-benar Zang Yi.

“Luar biasa.” Kata Chang Siyin.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Kau bisa tahu dari bentuk tubuhnya.” An Zihan menjawab, menoleh ke arah Su Jinli. Melihat Su Jinli masih belum mengenalnya, dia memperkenalkan, “Dia adalah penyanyi wanita. Dia dulu member girl group, tapi sekarang dia menjadi penyanyi solo. Cantik dan body aduhai.”

Chang Siyin tampak melihat sang dewi. Dia sangat bersemangat, dan kemudian menambahkan: “Suaranya sangat indah saat menari, apalagi tariannya juga sangat bagus.” ZJpr0C

An Zihan adalah pria yang suka membual. Dia langsung bertanya, “Gadis secantik itu sedang bergoyang di depan matamu. Bisakah kau melihat yang lain?”

“Aku yakin bakat tidak bisa ditutupi.”

“Aku tidak melihatnya. Menurutku, dia gadis cantik. Dan aku akan berkata seperti ini, Oh, Ya Tuhan, sangat cantik!. Lalu lagunya berakhir, dan dia pergi. Tapi aku tidak ingat apa yang dia lakukan sebelumnya.”

“Dia adalah dewiku.” Jawab Chang Siyin. qD5gsi

An Zihan menganggapnya menarik dan berkata sambil tersenyum, “Aku mengingatnya karena namanya. Karena namanya sangat mirip dengan salah satu anggota kelompok anak emo. Dia tidak mengubah namanya saat debut, dan memakai nama aslinya. Jadi saat dia bergabung dengan grup, mereka di kenal dengan grup emo.”

Su Jin Li memandang mereka dan merasa seperti orang luar.

Lalu saat melihat layar, Su Jinli merasa jika gadis ini tidak sebaik Yula, lagipula penampilan Yula dalam balutan gaun masih segar di ingatannya.

Ia tidak tahu bahwa ketika dia menginjak dunia baru akan langsung bertemu dengan pemengan kontes kecantikan, kemudian ia pergi ke agensi Muzhitao untuk melamar pekerjaan tersebut dan bertemu dengan sekelompok orang yang ingin menjadi idol. g5WdmK

Titik awalnya begitu tinggi sehingga visinya juga sangat tinggi.

Kemudian keluarlah dua orang, pria dan wanita.

Nama wanita itu adalah Xiao Yuhe, dan dia juga seorang penyanyi yang cukup terkenal. Lagu yang dinyanyikan sangat populer kala itu, tapi penyanyinya tidak pernah populer karena penampilannya kurang menarik.

Sedangkan nama pria itu adalah Gu Ju. An Zihan tidak menyebutkan siapa dia. Usianya tak jauh beda dengannya. Kemudian, dalam program tersebut memperkenalkan jika pria itu adalah artis baru. Sepertinya sebuah album telah dirilis, dan ada kemungkinan besar itu akan segera terkenal. eYG0Sz

Empat juri dan mentor telah keluar.

Di antara empat orang itu, hanya Zang Yi yang lebih terkenal. Yang lain sempat terkenal, tapi akhrinya tenggelam. Kesimpulannya, program kali ini sangat mengecewakan.

Saat ini, seorang pria lain keluar dari lorong. Dia tinggi. Hanya melihat garis bentuk tubuh saja, dia memiliki sosok yang luar biasa, seperti seorang model.

“Tidak …” Anzihan tidak bisa menahan gumamannya saat melihat sosok itu. c7zG3Z

Ketika dia melihat bahwa An Ziyan benar-benar muncul di layar, An Zihan memutar matanya mendengar sorakan dari para peserta.

“Dia seorang aktor. Bencana apa kira-kira yang akan menghantam? Ketika dia datang, apakah kita masih bisa menonton?” An Zihan tidak bisa menahan komentar setelah membacanya.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Ketika Su Jinli melihat bahwa An Ziyan juga muncul, dia sudah dalam keadaan lemas dan pucat.

Saya tidak bisa ambil bagian dalam program ini. Dua pria maskulin, bagaimana dia bisa bertahan? dsn6HR

“Bukankah dia kakakmu?” Ketika Chang Siyin melihat An Ziyan, matanya bersinar. Ibarat kata, An Ziyan adalah daging segar. Dengan hadirnya, apakah rating bisa terjamin?

“Ya, dia kakakku, tapi biasanya dia tidak terlibat dalam program semacam ini, kan? Dia bahkan tidak bisa menari. Jarang menyanyi, dan lip sync di pesta malam tahun baru. Waktu kepergok, sampai trending di Weibo selama beberapa hari. Apa dia tidak punya malu?”

Kakak terdekat, tapi paling kejam.

Segera setelah itu, mereka mendengar An Ziyan memperkenalkan dirinya dengan mikrofon: “Halo semua, saya An Ziyan. Aku sangat khawatir saat diminta menjadi MC untuk program ini. Bagaimanapun, ini pertama kalinya saya menjadi pembawa acara yang berbeda dari biasanya.” d8efIK

Setelah mendengar ini, An Zihan tidak lagi merasa risih dan jengkel: “Oh, tukang MC…”

Saat ini, beberapa juri sudah duduk di sisi rekaman, dan An Ziyan berbincang dengan para juri, yang juga menjadi bagian pemecah kebekuan di tahap awal program.

Setelah itu, Zang Yi bertanya kepada An Ziyan, “Saya melihat daftar kontestan. Para kontestan terdiri dari 40 trainee dan 20 peserta umum yang mengikuti audisi. Salah satunya sangat spesial.”

Han Kai: “Itu benar. Saya juga menyadarinya.” 6EtwaZ

An Ziyan berdiri di atas panggung, setelah mendengar ini, dia tertawa dan bertanya langsung, “Si badut keluarga kita, bukan?”

“Badut keluarga?” Han Kai bertanya dengan aneh.

“Itu jenis keburukan keluarga yang tidak bisa dipublikasikan.”

Ini jelas lelucon. An Zihan mendengus kesal setelah mendengarkannya. Begitu dia ingin memaki kakaknya, dia mendengar Su Jinli yang sejak tadi diam berkata: “Kalimat ini tidak bisa digunakan untuk menggambarkan orang.” ILhwUJ

An Zihan menatap Su Jinli dan tertawa.

“Pernahkah kau membaca [Wu Deng Hui Yuan]?” Su Jinli bertanya. Itu adalah sejarah Zen Buddisme di China sebanyak dua puluh gulungan yang berasal dari Dinasti Song.

“Hah… apa?”

“Sumber kalimat ini.” a9DH5p

“Oh …” An Zihan menyadari bahwa dia tidak dapat berbicara dengan Su Jinli.

Saat ini, kita bisa mendengar An Ziyan berkata: “Tapi karena dia telah datang, biarkan dia menjadi yang pertama tampil.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

An Zihan begitu bodoh sehingga dia berseru, “Bukankah harus sesuai nomor urut?”

An Ziyan serius, staf di belakang panggung datang untuk mencari An Zihan dan membiarkannya tampil duluan. 4WLHT

An Zihan segera berdiri dan berkata, “Ya Tuhan, apa benar dia kakakku?”

Su Jin Li merasa lega dan melambai ke An Zihan sambil tersenyum. Ada semacam kesenangan ketika pemuda itu pergi.

An Zihan melihat wajah Su Jinli yang tersenyum. Sejenak ia terpana. Untuk pertama kalinya, ia melihat Su Jinli tersenyum pada dirinya.

Namun, untuk mengikuti kompetisi tersebut, An Zihan tidak tinggal lama, jadi dia bergegas ke pintu keluar. 03yKB8

Tak berapa lama, grup An Zihan muncul di atas panggung, An Ziyan berdiri di sisi mereka dan meminta mereka untuk memperkenalkan diri.

“Apakah kalian tampil dalam grup?” An Ziyan bertanya pada mereka.

Setelah mereka saling memandang, An Zihan menjawab: “Sebenarnya ini hanya grup sementara.”

“Apakah karena perusahaanmu tahu bahwa kau akan mempermalukan diri sendiri jika kau datang sendirian?” 7ZnsSJ

An Zihan ingin tertawa setelah mendengar kakaknya membual di atas panggung, tetapi ia paksa untuk menahannya, dan bertanya, “Bisa berhenti omong kosong?”

“Lalu aku harus bicara dengan adikku dengan gaya apa?”

“Tidak bisa dipercaya, kakakku sendiri menjatuhkan adiknya di atas panggung.”

Zang Yi yang melihat kakak adik ini saling ‘mencakar’ satu sama lain merasa mereka sangat menarik, jadi dia bertanya, “An Zihan, apa kakakmu akan menghajarmu di rumah?” NiykD2

“Sering.” Dan mulailah An Zihan dengan mikrofon di tangannya menguak semua borok kakaknya. “Ketika kita masih kecil, kitamemecahkan guci antik milik ayah. Dan kita berdua merasa bahwa ayah akan sangat marah. Jadi, sewaktu mobil ayah masuk ke halaman, kakakku mulai menghajarku. Ketika ayah masuk dan melihatku, ayah merasa iba dan berkata. ‘Ayolah nak, berhenti, apa kalian tidak lelah.’ Setelah itu, ayah menarikku dan menghajar kakakku, tapi dia baik-baik saja.”

Mendengar cerita An Zihan, keempat dewan juri tertawa. An Ziyan juga tak berdaya dan tak mampu membalas adiknya, diikuti dengan senyuman malu.

Hanya Su Jinli yang mendengarkan dengan serius dan mendesah dengan suara rendah: “Hng, sangat-sangat buruk.”

Kakak Su Jinli tidak seperti itu. Kakaknya sangat protektif terhadapnya. Qu3DL0

 


Tl Note :

Langit Bieru.

Maaf ya, ini telat banget. Tlr lagi sibuk mencari pekerjaan baru. Karena tiba-tiba kantornya bangkrut hehe

ezA5vx

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment