English

Kecelakaan di Siang HariChapter 20

0 Comments

Diposting: 19/01/2022

Ketika akhir pekan, Xu Tangcheng bergegas pulang seperti ada api dan angin di tumitnya, membawa setumpuk hadiah bersamanya. Yi Zhe tahu Xu Tangcheng akan pulang dan turun sangat awal untuk menunggunya, menggunakan waktu itu juga untuk memberi makan kucing hitam yang sudah lama tidak dia lihat. vQC5A3

Sehari setelah hasilnya keluar, Yi Zhe menghubungi Xu Tangcheng, mengatakan bahwa dia ingin mentraktirnya makan. Xu Tangcheng menebak Yi Zhe mungkin tidak akan pergi ke pesta kelasnya jadi dia berkata, “Aku ingat kau bilang ada teman yang membantumu belajar. Apa kau ingin mentraktir mereka? Dengan begitu, kau juga bisa bertemu dengan mereka.”

Tidak peduli apa, Xu Tangcheng percaya bahwa persahabatan yang terbentuk di SMA tidak sama dengan yang dibuat di universitas, pasca sarjana, dan tahap kehidupan lainnya. Masa remaja adalah yang paling polos, paling bersemangat, dan halaman sekolah pada tahun-tahun itu juga yang paling tak tergantikan.

Story translated by Langit Bieru.

Di ujung lain, Yi Zhe berpikir sejenak dan berkata, “Oke.” Kemudian, dia segera menambahkan, “Kau juga harus datang.”

“Tidak pantas bagiku bergabung denganmu dan teman sekolahmu, kan?” ERIWQ8

Xu Tangcheng ingin mengatakan bahwa setelah Yi Zhe bertemu dengan teman-teman sekolahnya, dia akan membawanya keluar untuk makan sesuatu yang enak tapi Yi Zhe berkata, “Tidak apa-apa. Kau juga salah satu dari mereka yang membantuku.”

Ketika dia mengatakannya seperti itu, hati Xu Tangcheng melunak dan dia setuju.

“Kita makan dimana malam ini?”

Yi Zhe mengambil barang-barang dari tangan Xu Tangcheng dan membantunya membawanya ke rumahnya. vx3KXa

“Awalnya, aku ingin mentraktir kalian makanan yang enak tapi… aku bekerja di toko sate dan bos bersikeras agar aku mengadakan pertemuan di sana.” Dia memerhatikan wajah Xu Tangcheng dengan hati-hati dan bertanya, “Apa kau mau makan itu? Jika tidak, kita akan pergi ke tempat lain. Kau yang pilih.”

“Tidak apa-apa,” Xu Tangcheng segera berkata dengan gembira. “Aku sudah lama tidak makan sate. Semua toko sate di dekat kampus kami bergaya restoran dan tidak semenyenangkan rumah terbuka di sini.”

Yi Zhe merasa diyakinkan tapi bertanya lagi, “Apa Tangxi ikut? Jika iya, lebih baik tidak usah makan sate. Terlalu berasap.”

“Dia tidak ikut. Dia pergi mengunjungi pamanku.” m4KoIB

Yi Zhe mengangguk. Keduanya sampai di lantai atas. Yi Zhe menyerahkan kantong di tangannya kepada Xu Tangcheng tapi Xu Tangcheng melambaikan tangannya. “Ini untukmu. Hadiah ucapan selamat.”

Yi Zhe menatap kosong. Xu Tangcheng tersenyum dan menarik salah satu sisi kantong untuk menunjukkan apa yang ada di dalamnya.

“Tidak banyak. Aku membelikanmu tas sekolah dan juga jam tangan.”

Ketika dia berada di SMA No. 1, buku semua orang disimpan di sekolah sepanjang tahun. Hanya ada satu setengah hari istirahat dalam sebulan; praktis tidak ada yang membawa pulang buku mereka. Xu Tangcheng pikir Yi Zhe pasti tidak memiliki sesuatu seperti tas sekolah dan karenanya memilih satu untuknya. Ada pun jam tangan, itu adalah hadiah untuk merayakannya memasuki tahap pendidikan berikutnya yang telah lama dipikirkan Xu Tangcheng sebelum memutuskan. S xik7

Meskipun Yi Zhe tidak tahu berbagai merek jam tangan, melihat model dan kemasannya, dia tahu itu pasti tidak murah.

“Kau tidak harus selalu membelikan sesuatu untukku.” Dia mencengkeram kantong belanja dan menundukkan kepalanya, lalu mengangkatnya lagi. “Kau…”

Dia ingin mengatakan, Kau hanya perlu kembali, tapi ketika kata-kata itu ada di bibirnya, dia tidak yakin apakah kata-kata seperti itu akan agak lancang.

“Kau…” 1FcI5h

Pintu di seberang tiba-tiba terbuka. Zhou Hui menjulurkan kepalanya dan tersenyum saat melihat mereka. “Ibu baru saja berpikir mendengar suara di luar pintu. Kenapa kau tidak masuk ketika kau sudah pulang?”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Segera.” Takut Yi Zhe akan menolak hadiah itu lagi, Xu Tangcheng mengambil kesempatan untuk mendorong kantong itu ke tangannya. “Aku akan ganti baju dan keluar setelahnya. Kenapa kau tidak menyimpan barang-barang ini dulu?”

Langit Bieru.

Yi Zhe menatapnya, lalu menatap Zhou Hui yang berwajah lembut di belakangnya, dan mengangguk dalam diam.

Jam tangan itu terasa dingin di kulitnya ketika dia memakainya. Yi Zhe diam-diam memerhatikan jarum detik berputar, dan masih merasa bahwa dia belum cukup melihatnya. Ketika Xu Tangcheng melihat dia memakai jam tangan itu, dia sangat senang dan terus memuji betapa bagusnya jam itu. pP4Ire

“Sepertinya aku punya selera yang bagus.” Saat berjalan, Xu Tangcheng bahkan menarik tangan Yi Zhe untuk mengagumi dirinya sendiri. “Itu langsung menarik perhatianku. Tidakkah menurutmu desain tampilan jam ini terlihat sangat bagus? Dan itu terlihat lebih bagus padamu daripada di aku. Pergelangan tanganku lebih kecil dan terlihat terlalu besar padaku. Itu tidak cocok untukku. Penjualnya juga tidak mendorongku untuk membelinya tapi pada saat itu, kupikir jam itu akan pas jika kau memakainya.”

Dia mengulurkan pergelangan tangannya sendiri dan membandingkannya dengan pergelangan tangan Yi Zhe. Yi Zhe menoleh untuk melihat, lalu menggerakkan lengannya, menyesuaikannya sehingga benar-benar sejajar dengan tangan Xu Tangcheng dan juga lebih dekat.

Lengannya sendiri memang lebih besar dan juga lebih kecokelatan.

Sudut bibir Yi Zhe melengkung ke atas. ts7jzG

Semua orang telah setuju untuk bertemu di depan toko sate dan karenanya, hanya ada mereka berdua di seluruh perjalanan ke sana. Perjalanannya tidak lama, hanya kira-kira lebih dari sepuluh menit, tapi percakapan di antara mereka berdua tidak pernah berhenti. Tidak semua yang mereka bicarakan sangat berarti; sebagian besar waktu, mereka hanya iseng bicara omong kosong. Misalnya, ketika menunggu lampu berubah, Xu Tangcheng melihat toko teh susu di pinggir jalan dan bertanya, “Kapan toko ini buka?”

Yi Zhe menoleh untuk melihat tapi dia sebenarnya juga tidak yakin kapan toko itu mulai beroperasi di sana. Dia sepertinya tidak terlalu memerhatikan perubahan di sekitarnya. Bahkan jika dia berjalan melewati jalan ini setiap hari, dia tidak akan menghabiskan waktu ekstra untuk melihat-lihat.

“Seharusnya baru saja dibuka baru-baru ini.”

“Kelihatannya lumayan. Apakah minumannya enak?” eZbWUH

“Aku belum mencobanya.”

Lampu sudah berubah, namun Yi Zhe tidak bergerak.

“Apa kau ingin mencobanya? Aku akan pergi…” Dia berhenti, lalu mengubah kata-katanya. “Kenapa kita tidak mencobanya?”

“Lebih baik tidak.” Xu Tangcheng memikirkannya. “Sate dan teh susu benar-benar tidak cocok.” jnsr20

Seperti biasa, setelah Xu Tangcheng membuat keputusan, Yi Zhe mengangguk dan membuat suara persetujuan.

Setelah beberapa langkah, Xu Tangcheng berseru dan bertanya, “Apakah akan ada kesenjangan generasi antara aku dan kalian nanti?”

Dia menghitung dengan jarinya. Tidak peduli bagaimana dia menghitung, ada enam tahun di antara mereka, cukup untuk dua celah.

“Apa yang harus kulakukan jika aku tidak mengerti yang kalian katakan?” Memikirkan hal ini, Xu Tangcheng sendiri menganggapnya lucu. Dia merasa ketika dia bergaul dengan mereka, dia akan benar-benar menjadi “orang tua”. fKoRa6

Yi Zhe segera berkata, “Kau hanya perlu bicara denganku. Kau bisa mengerti yang kukatakan.”

“Bagaimana aku bisa melakukannya?” Xu Tangcheng tertawa. “Jangan khawatir. Setidaknya, aku telah menghabiskan beberapa tahun yang sulit di OSIS. Aku akan melakukan yang terbaik untuk mengikuti kalian nanti dan tidak akan mempermalukan kalian.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Bukan itu,” Yi Zhe menjelaskan. “Mereka terlalu berisik. Terutama yang rambutnya dicat. Dia dipanggil You Fang. Dia bersikeras untuk ikut. Dia banyak bicara, kau bisa mengabaikannya.”

Mendengar itu, Xu Tangcheng hanya bisa tertawa dan menggelengkan kepalanya. “Tidak, aku harus terlihat seperti kakak yang baik dari rumah sebelah.” iyTnKs

Segera setelah mereka berdua sampai, Zhao Weifan dan yang lainnya juga tiba. Bos toko sate itu kebetulan sedang membawa nampan berisi kacang tanah dan kacang kedelai hijau, dan langsung berteriak ketika melihat mereka. Tidak puas dengan menyapa mereka, dia juga memperkenalkan mereka kepada teman-temannya yang ada di sana untuk makan dan bahkan sangat antusias sehingga Yi Zhe menyesal menyetujui pertemuan di sana.

Aiyo, kalian tidak tahu ini tapi di meja ini semuanya adalah siswa yang pandai belajar.” Seperti sedang memamerkan anak-anaknya sendiri, bos menunjuk Yi Zhe dan Zhao Weifan dan berkata, “Lihat mereka? Mereka berdua bekerja di sini di tokoku. Mereka mencetak nilai lebih dari 700!”

Putaran kekaguman dan seruan “Menakjubkan!” terdengar dari meja itu tapi Yi Zhe merasa sangat canggung sehingga dia ingin menggali sendiri lubang di tanah. Dia melihat sekelilingnya dengan bingung dan melihat bahwa di samping, Xu Tangcheng menyembunyikan senyum di balik tangannya.

You Fang sepertinya berpikir itu tidak cukup menarik. Dia dengan malas menyampirkan tangannya di belakang kursi dan mengangkat tangannya yang lain untuk menepuk Jiang Ziyang di sebelahnya. “Bos, ada satu lagi di sini yang juga mencetak nilai lebih dari 700. Secara total, ada tiga orang mendapat nilai lebih dari 700 yang makan di tempatmu!” uo3QPF

Pukulannya membuat Jiang Ziyang terkapar ke depan. Anak laki-laki lainnya mengulurkan tangan dan mendorong kacamatanya.

Zhao Weifan memelototi You Fang.

Mendengar itu, bos langsung berteriak. “Lebih dari 700! Aiyo, bagaimana kalian melakukannya! Oh ya, apa kalian semua melihat spanduk besar yang digantung di SMA No. 1? Tidak hanya SMA No. 1, beberapa jalan utama juga memiliki spanduk. Kurasa nama kalian pasti ada di sana!”

Ketika dia membicarakan itu, Yi Zhe merasa lebih canggung. SMA No. 1 juga pernah memasang spanduk semacam ini dulu tapi mereka biasanya menunggu sampai setelah pendaftaran universitas sebelum menggantung kata-kata seperti “Kami mengucapkan selamat kepada [nama], seorang siswa sekolah kami, atas penerimaannya di Universitas [nama].” Tahun ini, mungkin karena hasil mereka memang bagus dan kepala sekolah sangat gembira sehingga ketiga nama mereka telah ditampilkan saat hasilnya keluar. Pemandangan itu membuat Yi Zhe merinding dan dia bahkan tidak mau melewati jalan itu. q4OEA1

Ketika bos selesai pamer, dia datang dan meletakkan kedua tangannya di belakang kursi. “Meja ini adalah meja para tiran akademis.”

“Aku bukan salah satunya,” You Fang dengan cepat membersihkan namanya.

“Bukankah kau mendapatkan nilai lebih dari 600? Kau juga seorang tiran akademis.”

Bos memandang Xu Tangcheng. “Kurasa yang satu ini juga seorang tiran akademis.” 8hESAr

Yi Zhe terus menundukkan kepalanya sepanjang waktu, dengan fokus menyodok kedelai hijau di atas meja. Sekarang, dia tiba-tiba mengangkat kepalanya dan berkata kepada bos, “Ya, dia kuliah di Universitas A.”

Bos berseru, ekspresi kekaguman di wajahnya. Yi Zhe menegakkan punggungnya dan menambahkan, “Dia memiliki gelar PhD.”

Ketika bos pergi sambil menggelengkan kepalanya dan mendesah kagum, Xu Tangcheng mendekat ke Yi Zhe. “Aku baru belajar untuk PhD-ku selama satu tahun.”

“Itu hanya masalah waktu.” CbZFyJ

Mendengar bos masih dengan lantang memproklamirkan prestasi mereka, Zhao Weifan menggigit kacang dan menutupi wajahnya, berkata dengan lembut, “Apakah seluruh kota harus tahu bahwa kita makan di sini malam ini?”

Duduk di samping, You Fang tertawa jahat. “Siapa yang menyuruh kalian masuk tiga besar?”

Please visit langitbieru (dot) com

“Lalu kenapa kau ikut?” Zhao Weifan membalas.

You Fang tersenyum padanya. “Aku akan pergi kemanapun kau pergi.” KlI7SQ

“Bahkan Yi Zhe cukup sadar untuk mentraktir kami sebagai ucapan terima kasih karena telah mengajarinya. Kau? Kami telah mengajarimu begitu lama namun kau bahkan tidak membelikan kami sepiring kacang kedelai hijau.”

Aiyo, jiejie, kau tidak bisa memfitnah orang lain seperti ini.” You Fang mencondongkan tubuh ke arah Zhao Weifan. “Bukankah aku mengajakmu makan setiap hari? Kau bilang padaku kalau kau ingin tidur, kau tidak luang, kau ingin bermain dengan keponakanmu, kau tidak punya waktu, kau harus bekerja dan kau bahkan tidak membawaku ketika kau mendapat pekerjaan. Kau tidak memberiku kesempatan untuk menunjukkan rasa terima kasihku…”

Xu Tangcheng menyaksikan pertengkaran mereka yang hidup dengan penuh minat. Setelah beberapa saat, dia mengambil sepasang sumpit yang masih terbungkus dan menusuk Yi Zhe. Yi Zhe mendekatkan kepalanya dan Xu Tangcheng bertanya dengan berbisik, “Apakah mereka berkencan?”

Yi Zhe menggelengkan kepalanya dan berkata ke telinganya, “Dia mengejar Zhao Weifan tapi itu cinta sepihak.” Z7F1tu

Xu Tangcheng mengangguk mengerti. Dia duduk tegak tapi tidak peduli bagaimana dia melihatnya, dia merasa bahwa gadis itu memiliki maksud ke arah itu. Setiap kata-katanya jelas terdengar seperti dia tidak menyukai pria itu namun mereka tidak terlalu santai atau terlalu serius, memancarkan perasaan keintiman yang jelas.

Hal yang baik tentang mengenal bos adalah bos cepat melayani permintaan mereka. Pelanggan lain harus mendesak dan menyuruhnya bergegas beberapa kali sementara meja mereka dipenuhi makanan hanya dalam waktu singkat. Akrab dengan tempat itu, Zhao Weifan dan Yi Zhe pergi sendiri untuk mengambil beberapa botol bir dan membawanya kembali.

Yi Zhe meletakkan sebotol Bei Bing Yang di depan Xu Tangcheng. “Minum ini.”

Xu Tangcheng tidak mengerti, “Kenapa aku harus minum ini?” MPQWfK

“Toleransi alkoholmu tidak terlalu baik, bukan? Jangan minum alkohol.” Yi Zhe membuka tutupnya dengan pembuka botol, lalu mendorong botol ke arah Xu Tangcheng.

Xu Tangcheng menepuk pergelangan tangannya dan menyelipkan tangannya untuk mengambil sebotol bir.

“Siapa yang kau pandang rendah?”

Melihat cara dia menenggak dua teguk sebelum yang lain, Yi Zhe mengangkat alisnya. Dalam hatinya, dia berpikir jika Xu Tangcheng ingin minum, maka dia harus minum. Paling buruk, dia hanya akan membawanya pulang. Rq9rSj

Xu Tangcheng memang tidak memiliki kesenjangan generasi dengan beberapa dari mereka. Tidak hanya itu, juga mudah baginya untuk bicara dengan mereka, terutama dengan You Fang. Setelah minum hanya dua gelas bir, You Fang sudah beralih duduk di sebelah Xu Tangcheng, tangannya di bahu Xu Tangcheng dan mulutnya memanggilnya ge berulang kali.

Siapa ge-mu?

Pemandangan itu membuat Yi Zhe terperanjat dan dia menenggak segelas bir penuh.

Ketika mereka hampir selesai makan, Xu Tangcheng tiba-tiba mengulurkan tangan dan menyentuh pahanya. Seluruh tubuh Yi Zhe menegang dan dia dengan cepat memantapkan dirinya. “Ya?” VZ5 2C

“Jangan terus minum sendiri,” bisik Xu Tangcheng padanya. “Yang lain sangat membantumu, kau harus mengatakan sesuatu untuk berterima kasih kepada mereka.”

“Baiklah.” Yi Zhe tanpa sadar mematuhi kata-katanya dan berdiri dengan gelas terangkat. Tapi setelah berdiri, dia menyadari tidak perlu bersikap agung seperti itu. Dia yang tiba-tiba berdiri membuat semua orang di meja memandangnya, termasuk, tentu saja, Xu Tangcheng.

Please visit langitbieru (dot) com

Tapi akan terlihat terlalu konyol jika dia duduk kembali sekarang.

“Hmm…” Yi Zhe berdeham. “Dulu, aku tidak pandai bahasa Inggris dan sastra…” J2ufPN

Dia tidak pernah mengucapkan kalimat seperti itu, tidak pernah mengalami situasi seperti itu. Saat dia membuka mulutnya, dia terjebak.

Itu adalah jam makan malam puncak yang bising dan ramai dan mereka dikelilingi oleh kekacauan. Dia tergagap, tidak bisa melanjutkan alasannya. Canggung dan bingung, reaksi pertamanya adalah melihat Xu Tangcheng.

Ketika dia menoleh, Xu Tangcheng bersandar dengan nyaman di kursi, tangan disilangkan dan bertumpu ringan di kakinya, kepala sedikit dimiringkan, menatapnya dengan senyum tipis.

Cahaya pesta pora tercermin di matanya dan di tengahnya adalah dia, Yi Zhe. dJD3uw

Jantungnya sepertinya baru saja terbangun setelah bertahun-tahun berbaring dalam tidur nyenyak. Yi Zhe tidak punya cara untuk secara akurat menggambarkan keterkejutan yang diberikan mata itu padanya. Yang dia tahu hanyalah bahwa selama bertahun-tahun hidupnya sampai saat itu, dia belum pernah dilihat dengan tatapan seperti ini.

Dalam sepasang mata itu, ada dorongan, keyakinan, antisipasi, dan bahkan…

Kebanggaan.

Kebanggaan. Ini menjadi keyakinannya selama bertahun-tahun. qX9tpG

— AKHIR VOLUME 1 —

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!