English

Merebut MimpiCh105 - Lautan Darah

1 Comment

Penerjemah: Jeff

Editor: AdaRa kHtYR2


“Apa kalian melakukan perjalanan melalui mimpi hanya untuk melihat matahari terbit?”


Tepat setelah dia berbicara, Zhou Sheng terbang dengan jindouyun-nya dan mengeluarkan pistol yang dia pegang di satu tangan. Yu Hao melebarkan sayapnya dan terbang langsung ke kastil terlebih dahulu!

Langit Bieru.

“Sage Agung akan datang——” Zhou Sheng berteriak dengan marah, syal merahnya berkibar tertiup angin dan berubah menjadi awan api. Yu Hao tiba-tiba melonjak, mengayunkan kedua belatinya dan berputar di udara, menghadapi Ou Weihong secara langsung!

Ou Weihong duduk di singgasana dunia mimpi ini. Kepalanya sudah lama hilang, dan dia memiliki tubuh kerangka bengkok. Dia mengangkat jari-jarinya yang patah dan menjentikkannya dengan lembut. wIYar1

Dengan suara keras, singgasana itu runtuh dan berubah menjadi lautan darah yang tak terbatas. Langit-langit kastil terkoyak oleh kekuatan tak terlihat, tanah mulai naik. Seperti dalam mimpi Yu Hao, Chen Yekai dan Shi Ni, tanah itu mulai berubah menjadi platform besar. Ou Weihong tanpa kepala berdiri di tengah lautan darah; cakar besar yang tak terhitung jumlahnya membentang dari dalam laut dan mencakar ke langit!

Di atas kepala Ou Weihong, sebuah totem gelap turun perlahan – di dalam kegelapan pekat itu, sinar cahaya keemasan yang sangat redup bisa terlihat. Lautan darah menyebar terus-menerus dan membentang di sepanjang platform. Rumah Ou Qihang sekali lagi berubah menjadi genangan darah.

Chen Yekai membawa Ou Qihang disebelahnya, berkata ke telinganya, “Bertahanlah! Kita akan segera sampai!”

Yu Hao dan Zhou Sheng terlibat dalam pertempuran sengit dengan cakar tajam yang tak terhitung jumlahnya di lautan darah. Setiap kali Zhou Sheng melepaskan tembakan, serangannya akan menghancurkan cakar berdarah; setelah dia selesai menggunakan semua peluru yang dimilikinya, dia membuang pistolnya dan berbalik untuk melihat Chen Yekai dan Ou Qihang. 8bzZc5

“Panggil matahari keluar!” Zhou Sheng berteriak, “Begitu matahari terbit, kita akan menang!”

Cakar berdarah kembali menyerang ke arah Zhou Sheng. Yu Hao menjerit marah dan menarik dua busur cahaya, memotong cakar yang muncul dari lautan darah dalam sekejap. Pada saat ini, Ou Qihang telah mencapai tepi laut.

“Aku ingat… Yang kau dulu… Katakan padaku… Ayah…” Pupil Ou Qihang berangsur-angsur menyebar dan tanda-tanda livor mortis muncul di sekujur tubuhnya. Suaranya bergetar, “Tidak peduli… Apa yang aku saksikan, selama aku berpegang teguh pada keyakinanku… Maka… Tidak ada… Yang bisa mengubah… Ku…”

Yu Hao dan Zhou Sheng berpisah di udara sebentar. Suara Ou Qihang sampai ke telinga mereka, mereka berdua tercengang. KuYVvo

Ou Weihong yang tanpa kepala berkata, “Tapi anakku, terkadang, kamu harus menanggung kejahatan demi keluargamu… Aku tidak menyesal…”

Lautan darah melonjak gila-gilaan dan menenggelamkan Chen Yekai dan Ou Qihang dalam sekejap. Yu Hao dan Zhou Sheng bergegas maju; cakar berdarah yang tak terhitung jumlahnya ditumpuk bersama untuk membentuk sangkar raksasa yang menjebak mereka dengan kuat di dalam!

Zhou Sheng mengacungkan jingubang-nya dan dengan kejam menusukkannya ke dada Ou Weihong——

Ou Weihong segera dikirim terbang mundur keluar dari sangkar. Zhou Sheng berteriak, “Ambil kesempatan ini sekarang!” UxQbi6

Chen Yekai melempar pisau bedahnya dari dalam lautan darah; seberkas cahaya perak memotong semua lengan dan jari yang patah di sekelilingnya, lalu dia mendayung dengan sekuat tenaga untuk membawa Ou Qihang bersamanya keluar dari air. Pupil mata Ou Qihang tampak keruh dan tidak jelas, Chen Yekai mengerahkan upaya terbaiknya hanya untuk mengangkat sikunya.

“Bangun, Qihang.” Suara berat Chen Yekai terdengar di sampingnya, “Berhenti tidur!”

Ou Qihang segera membuka matanya secara refleks dan mengarahkan kelima jarinya ke langit. Dengan ledakan keras, totem gelap itu menyebar dan berubah menjadi partikel cahaya yang terbang menuju Ou Qihang.

Sementara itu, Yu Hao mengeluarkan busur cahaya di lengan sangkar berdarah itu, lalu menerobos sangkar dengan Zhou Sheng pada saat yang sama dan terbang keluar! AoH0n7

Ou Qihang berteriak, menunjuk ke totem di langit. Totemnya telah hancur menjadi partikel emas yang tampak seperti sungai bintang; menembak ke arah tubuhnya di sepanjang lengannya dan membanjirinya dalam sekejap.

“Kaikai!” Zhou Sheng menyeka darah di wajahnya dan berbalik pada saat yang sama dengan Yu Hao, hanya untuk melihat Chen Yekai melepaskan Ou Qihang dan tiba-tiba ditarik ke kedalaman kolam berdarah. Yu Hao dan Zhou Sheng terbang menuju Chen Yekai, tetapi pada saat berikutnya, seluruh platform runtuh dengan gemuruh keras!

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Seluruh tubuh Ou Qihang memancarkan cahaya keemasan dan mulai menyebar dalam bentuk cincin. Dia perlahan bangkit dari genangan darah, mengangkat tangan kirinya, lengan jari mekanis muncul di jari-jarinya.

Pupil matanya berubah menjadi emas. Yu Hao dan Zhou Sheng terbang pada saat yang sama dan melihat ke bawah untuk mencari keberadaan Chen Yekai. T1KFL6

“Ayah,” kata Ou Qihang, “Aku mencintaimu.”

Kemudian, lima jari Ou Qihang meringkuk, cahaya yang kuat meledak dari antara jari-jarinya. Genangan darah meledak; menyembur deras ke gedung bertingkat tinggi dan membentuk air terjun besar berdarah. Gundam biru perlahan bangkit dari genangan darah, memegang Chen Yekai yang tidak sadar di tangannya.

“Kaikai!”

“Chen Laoshi!” XN624p

Chen Yekai berbaring di telapak tangan Gundam, darah berdesir saat surut dari tubuhnya. Kedua matanya tertutup rapat.

“Qihang! Kamu terlalu naif!” Ou Weihong meraung marah, lalu semua air berdarah mulai menyatu ke tubuhnya, menyapu zombie yang ada di Bumi untuk terbang menuju langit — membentuk raksasa!

Setelah mendarat, Gundam menempatkan Chen Yekai di tanah, membuka topeng wajahnya, menangkap Ou Qihang dan menempatkannya di dalam. Ou Qihang duduk di kokpit. Jarinya, yang mengenakan lengan jari mekanis, menekan bola kontrol.

“Kamu membelikan ini untukku; itu mainan favoritku.” Suara Ou Qihang bergema di langit yang gelap dan dia berteriak, “Kamu memberitahuku ketika aku masih kecil bahwa itu melambangkan keadilan. Hari ini, ayo kita lihat siapa yang benar!” fanbMd

Setelah dia berbicara, raksasa berdarah yang terbentuk dari anggota tubuh zombie yang patah yang tak terhitung jumlahnya memanggil badai. Pendorong Gundam menyala, mendorong Gundam ke udara. Benda itu melangkah ke gedung di sampingnya, mengambil beberapa langkah sebagai ancang-ancang, lalu berputar di udara, tangan kirinya mengacungkan pisau yang sebanding dengan ukuran kereta bawah tanah; pistol kejut menyala di tangan kanannya dan menembakkan beberapa tembakan berturut-turut——

Zhou Sheng baru saja mengangkat salah satu lengan Chen Yekai ketika bangunan di atasnya runtuh dengan suara gemuruh yang keras. Yu Hao segera melangkah ke jindouyun dan berteriak, “Pergi!”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Tinggi raksasa Gundam dan zombie itu setidaknya sepuluh lantai. Yu Hao samar-samar berpikir bahwa adegan itu mirip dengan Ultraman yang bertarung melawan monster besar. Di sekitar mereka, pusat perbelanjaan, bangunan tempat tinggal dan gedung resmi semuanya telah hancur berkeping-keping. Raksasa zombie bergulat dengan Gundam dan tiba-tiba mendorongnya ke gedung kantor kaca, dan pecahan kaca memenuhi langit!

“Kaikai! Kaikai!” Zhou Sheng berteriak. IHhwgL

Cahaya keemasan melingkari awan gelap di cakrawala. Sinar matahari jatuh ke tubuh Chen Yekai.

Ketika sinar cahaya menyinarinya, kulit Chen Yekai mulai pulih dan dia membuka matanya.

Yu Hao berteriak, “Kepala Suku yang Agung!”

Chen Yekai batuk seteguk darah. Saat Yu Hao mulai gugup, Zhou Sheng berkata, “Dia tersedak. Apa kamu merasa lebih baik sekarang?” XAsrhL

Semangat mengalir kembali ke pupil Chen Yekai. Yu Hao menempatkannya di atas menara TV. Pertarungan raksasa Gundam dan zombie mengguncang bumi, dan hampir semua gedung perkantoran yang menghalangi jalannya telah hancur menjadi reruntuhan.

Begitu Chen Yekai sadar kembali, dia melihat ke kejauhan.

Langit Bieru.

“Aku bisa menjaga diriku sendiri.” Chen Yekai berbalik dan bangkit. Zhou Sheng dan Yu Hao segera berpisah dari dia dan terbang pada waktu yang sama. Awan gelap bergabung lagi dan dunia sekali lagi jatuh ke dalam kegelapan.

Zhou Sheng berkata, “Panggil mereka!” qxCBcP

Yu Hao, “Mulai!”

Zhou Sheng bersiul. Chen Yekai melihat ke langit. Yang pertama menembus awan gelap dan bergegas dari jauh adalah naga hitam Zhou Sheng dan Dewa Ular Berbulu Chen Yekai. Zhou Sheng terbang dengan jindouyun-nya dan mendarat di punggung naga hitamnya, sementara Chen Yekai berlari cepat sebelum melompat dari menara TV dan melompat ke dewa Ular Berbulu.

Gundam tiba-tiba melepaskan tembakan ke gedung perkantoran dan setengah dari gedung itu meledak. Raksasa zombie yang tampak seperti Xingtian mengeluarkan raungan gila dan meraih ke lengan senjatanya, sementara tangan lainnya mencoba melepas topeng wajah Gundam——

Dalam sekejap, menara di punggung Gundam terbalik, terkunci di bahunya, lalu mulai menembakkan serangkaian pemboman sembarangan ke raksasa zombie. Dada raksasa itu menderita akibat serangan mendadak ini dan tiba-tiba mendorongnya menjauh! Q6f3zb

Naga hitam itu memuntahkan api naganya dan membakar bagian belakang raksasa zombie, sementara Dewa Ular Berbulu membuka mulutnya dan meraung, menembakkan pedang tajam yang tak terhitung jumlahnya dari mulutnya. Tanaman merambat muncul dari tanah dan melilit kedua kakinya!

Raksasa itu tiba-tiba mengayunkan lengannya dan menabrak naga hitam dan dewa Ular Berbulu. Chen Yekai dan Zhou Sheng berputar di udara, keduanya mengendarai tunggangan masing-masing saat mereka terbang. Saat raksasa itu hendak menerjang ke arah Gundam yang terkubur di reruntuhan, sebuah siulan tiba-tiba terdengar di belakangnya.

Raksasa itu perlahan berbalik. Yu Hao memegang tongkat di satu tangan, enam sayap ringan terbentang di belakangnya; cahaya perak yang dipancarkan menyilaukan mata semua orang, dan dia mengarahkan tongkatnya ke langit yang gelap.

“Malaikat Agung mengkhususkan diri dalam menaklukkan zombie sepertimu.” Yu Hao berkata dengan suara rendah. rR0l1L

Awan gelap tiba-tiba terbelah, dan guntur menerjang gila-gilaan seperti air terjun disertai jutaan sambaran api ilahi dan meteor yang menghancurkan raksasa zombie menjadi berkeping-keping dalam sekejap!

Setelah tumbukan, meteor berubah menjadi jenderal militer yang tak terhitung banyaknya yang mengacungkan pedang mereka dan memburu ribuan zombie yang dihasilkan dari disintegrasi raksasa zombie. Jejak darah bisa dilihat di tanah datar. Naga hitam dan Dewa Ular Berbulu terbang sekali lagi; Naga hitam memuntahkan api sementara cahaya yang kuat meledak dari mulut Ular, dan bersama dengan kilat yang menyambar dari langit, raksasa zombie terus hancur di bawah pemboman gabungan dari semua kekuatan yang luar biasa ini.

“Lakukan!” Zhou Sheng berteriak dengan marah.

Gundam meledak dengan kecepatan penuh dan akhirnya terbang keluar dari reruntuhan. Gundam itu terbalik di udara dan bergegas menuju raksasa zombie; topeng wajahnya terbuka, memperlihatkan tubuh Ou Qihang; dada raksasa zombie itu telah remuk, memperlihatkan tubuh Ou Weihong yang tidak lengkap. tiqKRd

Ou Qihang menekuk kelima jarinya dan meregangkannya, dengan jari-jarinya membentuk gerakan seperti pistol. Gundam-nya turun dan dia meletakkan tangan kirinya di dada ayahnya.

Wajah Ou Qihang itu dibanjiri dengan air mata, dan selimut yang lembut tampaknya jatuh pada dunia di sekelilingnya. Embusan angin bertiup, awan merah yang memenuhi langit menyebar. Waktu telah berlalu dan selama tahun itu ketika dia berusia enam tahun, cahaya keemasan matahari berlama-lama menyinari langit suatu sore.

Hari itu, dia duduk bersila dengan ayahnya di sofa. Dia yang berusia enam tahun membuat gerakan pistol dengan jari-jarinya dan menunjuk ayahnya, menyipitkan mata dengan tampan ketika dia berkata, “Bang!”

Ayahnya yang tinggi dan tampan berpura-pura jatuh di sofa dan Ou Qihang kecil tertawa terbahak-bahak. Tidak lama kemudian, Ou Weihong kembali duduk dan Ou Qihang kecil mengucapkan “bang!” lagi, lalu ayahnya bekerja sama sekali lagi dengan menjatuhkan diri kembali ke sofa. Zx6k Q

Ketika dia melompat untuk memeriksa, ayahnya tiba-tiba melompat kembali dan tertawa ketika dia memeluknya, membiarkan putranya mendengarkan suara jantungnya yang berdebar kencang di dadanya.

Bang!” Ou Qihang berkata dengan lembut.

Please visit langitbieru (dot) com

Cahaya yang kuat meledak dari lengan jari mekanisnya. Dan dengan tembakan keras, tembakan itu menembus jantung zombie tanpa kepala.

Namun, zombie itu perlahan mengulurkan tangan dan dengan lembut, namun kuat, memeluk putranya. dp6KcA

“Ayah,” Ou Qihang bersandar pada ayahnya, “Sudah berakhir…”


Cahaya totem ini perlahan surut terkena embusan angin kencang, raksasa zombie hancur menjadi partikel cahaya dengan deru dan menghilang, mengungkapkan sosok jiwa Ou Weihong ini. Cahaya keemasan tumpah ke Bumi dan menyapu seluruh Kota Ying seperti air pasang. Yu Hao, Zhou Sheng dan Chen Yekai mengangkat lengan mereka pada saat yang sama untuk melindungi pandangan dari cahaya yang menyilaukan.

“Lihat matahari terbit itu.” Zhou Sheng berkata, “Sudah berakhir.”

Yu Hao mendarat di punggung Naga hitam, benar-benar kelelahan. Zhou Sheng terus mengamati sejenak, waspada terhadap penyergapan yang bisa membuat mereka lengah, seperti yang terjadi di Chichén Itza. Tidak sampai berapa lama seluruh kota mulai kembali ke keadaan semula, dan lampu merah muncul di cakrawala, sebelum akhirnya dia terbang ke puncak menara TV bersama Yu Hao. lv8rZ

“Kita sudah selesai bertarung.” Kata Yu Hao.

Chen Yekai berkata, “Ini sulit.”

Zhou Sheng, Yu Hao dan Chen Yekai duduk berdampingan di tepi menara TV sambil memandang ke kejauhan. Lapisan awan gelap surut, mengungkapkan matahari terbit yang merah di cakrawala.

Matahari telah terbit. wPH4eY

Di bagian tengah Kota Ying, gedung pencakar langit itu seperti kubus Rubik; komponen yang tak terhitung jumlahnya dengan cepat dipasang kembali ketika naik dari permukaan tanah.

“Indah sekali.” kata Yu Hao.

Chen Yekai berkata, “Tapi aku tidak melihat matahari dalam mimpiku sendiri sebelumnya.”

Yu Hao berkata, “Karena kamu adalah penguasa alam mimpi.” eWPdir

“Apa kalian melakukan perjalanan melalui mimpi hanya untuk melihat matahari terbit?” Chen Yekai bertanya.

Zhou Sheng tersenyum dan menjawab, “Kurasa begitu? Tidak peduli betapa sulitnya itu, setelah melihat matahari terbit, selalu terasa seperti sebagian besar sepadan.”

Matahari telah terbit; matahari terbit naik dari timur dan cahaya merah menerangi bumi.

Reruntuhan Kota Ying yang hancur selama pertempuran berubah menjadi jutaan kubus piksel berwarna cerah seperti blok bangunan Lego, dan kota itu terus-menerus dibangun kembali. y3grGd

Bunga berdarah di bawah gedung pencakar langit larut dan menghilang saat meresap ke tanah. Perkebunan hijau berubah menjadi Boston ivy yang diam-diam menutupi seluruh kota.

Matahari telah terbit; awan merah memenuhi langit dan selimut lembut memudar.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Embun di dedaunan yang rimbun memantulkan sinar matahari; bumi memulihkan vitalitasnya yang riuh. Awan putih besar di langit biru jernih terpantul di dinding kaca gedung pencakar langit yang tak terhitung jumlahnya, seperti grafiti yang telah dilukis di jalanan.

Gundam berdiri di atas gedung, sementara Ou Qihang berdiri di depan Gundam. Dia mengangkat jarinya saat dia menghadap Dewa Ular Berbulu dan Naga hitam yang terbang melewati langit, sembari memberi hormat kepada mereka. vADjzM

Dewa Ular Berbulu dan Naga hitam melayang di udara di satu sisi platform. Zhou Sheng berdiri di atas naga hitam saat dia melihat ke bawah, ke arah Ou Qihang kecil di atap.

Ketika Yu Hao berpikir untuk mengucapkan selamat malam, Zhou Sheng mengarahkan Naga hitamnya untuk mendarat di atap.

Dewa Ular Berbulu menundukkan kepalanya sedikit dan turun ke ruang sekitar dua meter di atas atap, tetapi Chen Yekai tidak turun dari tunggangannya.

Zhou Sheng berjalan ke depan dan menghadap Ou Qihang. GbVBjR

Ou Qihang berkata, “Terima kasih semuanya…”

“Terima kasih kembali.” Zhou Sheng mengangkat tangannya dan menempelkan telapak tangannya ke dahi Ou Qihang.

Dalam sekejap, jutaan gambar seperti layar persegi panjang yang berputar-putar dikeluarkan dari tubuh Qihang!

“Itu…” Yu Hao tiba-tiba teringat cara Zhou Sheng berbicara dengannya di istananya melalui proyeksi ingatan mereka. Hari itu, Zhou Sheng mengajarinya cara mentransfer sebagian ingatannya di alam mimpi. Dan sekarang dia dengan paksa memindahkan semua ingatan Ou Qihang darinya! sinWHg

Chen Yekai hanya memperhatikan Ou Qihang dengan tenang, sementara alisnya sedikit berkerut.

Ou Qihang mengambil setengah langkah mundur dan melihat sekelilingnya. Kenangan berputar-putar di sekitarnya seperti gambar di lampu kuda yang berlari, setiap gambar berisi adegan dari memori kehidupannya — ayahnya memegang tangannya saat mereka pergi ke taman hiburan; keluar dari mobil dan berjalan ke sekolahnya; duduk di atap sementara Yu Hao mendekatinya dari belakang…

“Ada beberapa hal yang aku tidak bisa membiarkanmu mengingatnya seumur hidup.” Zhou Sheng berkata, “Aku harap kamu mengerti.”

Ou Qihang, “…” 8tD7Sq

Ou Qihang mengerutkan kening dalam-dalam dan menatap Zhou Sheng, “Kamu ingin menghapus semua ingatanku tentang kalian?”

Zhou Sheng masih begitu tenang, seolah-olah dia hanya berbicara tentang makanan. Dia dengan ringan mengetuk dengan jingubang yang dia pegang, dan ingatan yang dia ketuk terbang ke arahnya.

“Ya.” Zhou Sheng menjawab, “Jangan melawan, aku tidak ingin bertarung denganmu di sini.”

“Tunggu!” Ou Qihang segera berkata, “Beri aku kesempatan untuk mengatakan beberapa hal.” Bt7gOC

Yu Hao dan Chen Yekai keduanya duduk di atas tunggangannya, tergantung di udara di luar platofrm di gedung pencakar langit.

Zhou Sheng, “Ada banyak kata yang akan kehilangan artinya saat kamu mengucapkannya, ‘kan? Kamu anak yang pintar.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Ou Qihang melirik Chen Yekai, lalu Yu Hao, dan tiba-tiba tertawa.

Zhou Sheng mengangkat alis; nada suaranya tidak perlu dipertanyakan lagi, dan auranya tidak memungkinkan Ou Qihang untuk melakukan perlawanan. Ou Qihang hanya bisa mengangguk dan berkata, “Saat aku bangun, aku tidak akan mengingat kalian lagi?” 4RtN 2

“Kita akan bertemu lagi suatu hari nanti.” Kata Chen Yekai.

Zhou Sheng memikirkannya, menarik jingubang-nya dan baju zirah menutupi seluruh tubuhnya dengan suara mendesing. Dia berubah menjadi manusia berzirah dan mulai menjentikkan jarinya; setiap kali dia melakukannya, api emas muncul dari udara tipis dan membakar memori Ou Qihang.

Setelah itu, cahaya keemasan tiba-tiba meledak dari matahari di langit dan bersiul di udara sebelum mendarat di bagian tertentu dari alam mimpi. Getaran bisa dirasakan dari jauh, dan tempat yang terkena api emas itu benar-benar menghilang ke udara tipis!

Yu Hao dan Chen Yekai berbalik dan melihat area yang telah menghilang. JTu2MG

Api keemasan membakar kenangan malam hujan — mobil yang mengejar, jalan tol dan lereng gunung — sampai tidak ada yang tersisa. Kemudian, matahari memancarkan api yang menghantam lereng gunung di kejauhan.

Semua adegan ini dibakar oleh kekuatan Zhou Sheng. Zhou Sheng berkata, “Kita harus pergi.” Kemudian, jarinya dengan lembut menyeret adegan terakhir dalam ingatan Ou Qihang ke depannya, lalu menatap Ou Qihang dengan sedikit gugup.

Mata Ou Qihang tampak kosong dan dia tampak sedikit bingung. Gundam di belakangnya hancur menjadi partikel cahaya dan bergabung kembali dengan langit, berubah kembali menjadi totemnya.

Yu Hao dan Chen Yekai naik ke langit dan terbang ke tempat di mana Ou Qihang tidak bisa melihat mereka. wrxVN6

Yu Hao menatap Chen Yekai. Chen Yekai masih menatap tempat yang jauh di mana Ou Qihang dan Zhou Sheng telah berubah menjadi dua titik hitam kecil.

Zhou Sheng menarik helm besi dan mendekati Ou Qihang. tangan kirinya mengeluarkan Roda Gagak Emas, dia meraih Roda Gagak Emas dan menempelkannya pada dahi Ou Qihang. Tangan kanannya memegang gambar dari ingatannya; dia melirik sekali sebelum membiarkannya mengapung di udara.

“Yang terakhir.” Suara Zhou Sheng mantap dan tenang, “Selamat malam.”

Ketika dia mengatakan ‘selamat malam’, Zhou Sheng menjentikkan jarinya, dan ingatan tentang pertempuran merebut mimpinya ini terbakar dan berubah menjadi abu. Pada saat yang sama, Ou Qihang meledak menjadi partikel cahaya keemasan dan menghilang. BdX3zt

Yu Hao, yang terbang di udara, merasakan kilatan cahaya yang kuat di matanya; seluruh alam mimpi menjadi rata dan dia terbangun di kamarnya.

Zhou Sheng berbalik, menguap dan menggosok pelipisnya. Dia duduk di tepi tempat tidur, telanjang bulat, mengangkat kepalanya sedikit dan melihat sinar matahari di luar jendela mereka. Lalu dia menoleh ke belakang dan tersenyum pada Yu Hao, mengungkapkan gigi taringnya.

Yu Hao memeluk pinggangnya dan bersandar di punggungnya yang telanjang dan panas.

“Periode yang mana?” 3mSx7r

“Ketiga dan keempat, kelas Chen Laoshi.”

“Kalau begitu tidurlah sedikit lagi.” Zhou Sheng berkata, “Aku harus cepat pergi ke kelas. Mau makan apa malam ini? Kirimi aku pesan.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng mengenakan celana olahraganya, dan Yu Hao mengingatkannya, “Suhu turun baru-baru ini, pakai lebih banyak lapisan, kenakan pakaian dalammu!” Dia memeluk selimutnya dan melihat Zhou Sheng yang telanjang mengemasi barang-barangnya dan berjalan keluar.

Zhou Sheng bahkan tidak menoleh ke belakang saat dia berkata, “Tidak ada kelas olahraga hari ini… Anak itu mungkin meneleponmu, jangan biarkan lidahmu tergelincir.” HE h7X

Zhou Sheng yang menghapus ingatan Ou Qihang telah mengejutkan Yu Hao sejenak. Meskipun dia tidak bisa tidak berpikir bahwa itu benar-benar kejam, Zhou Sheng sendiri tidak peduli sama sekali. Dia mungkin hanya ingin menunjukkan betapa tegas dia tentang tugas itu.

Apa dia pernah menghapus ingatanku? Yu Hao tidak bisa tidak mengingat beberapa fragmen yang tidak jelas. Saat itu, sebuah telepon datang — itu adalah Ou Qihang. Yu Hao mengangkat telepon itu.

“Qihang?” Yu Hao berpikir, dia memang menelepon!

Di ujung yang lain begitu sunyi. Yu Hao berkata, “Qihang? Ada apa?” 9aARLJ

“Bagaimana kamu tahu ini aku?” Ou Qihang terdengar ragu, “Aku tidak ingat pernah memberimu nomorku.”

Yu Hao hampir mengungkapkan rahasia mereka hanya dengan kalimat pertamanya. Ou Qihang tidak ingat pernah memberinya nomor teleponnya, dan Yu Hao tidak tahu dengan jelas dari mana Zhou Sheng mulai menghapus ingatannya. Jadi dia hanya bisa berkata, “Huang Ting memberikannya padaku.”

“Aku…” Ou Qihang tampak sedikit gelisah.

Yu Hao, “Ada apa?” fCImZt

Ou Qihang terdiam sejenak sebelum ia berkata, “Tidak ada. Aku merasa seperti aku kehilangan memoriku dan lupa beberapa hal penting, jadi aku ingin bertanya. Tapi aku tidak tahu harus mulai dari mana.”

Yu Hao mencoba yang terbaik untuk berpura-pura seperti tidak ada yang salah dan menjawab, “Hilang ingatan? Mungkinkah itu dilakukan oleh mereka?”

“Apa?” Ou Qihang menjawab, “Siapa ‘mereka’?”

Yu Hao menjawab, “Tim investigasi.” dbOZRP

Ou Qihang ingat mengenai tim investigasi.

“Benarkah?” Ou Qihang ragu-ragu, “Mungkin? Apa kamu punya waktu? Aku ingin memverifikasi beberapa hal denganmu…”

Yu Hao berkata dengan sungguh-sungguh, “Apa yang seharusnya kamu lakukan sekarang adalah fokus pada studimu. Tunggu sampai akhir ujian masuk perguruan tinggimu ba.”

Ou Qihang tidak berbicara lagi, dan setelah waktu yang lama, dia mengucapkan “un” dengan lembut, “Dah~.” lwVEmh

Yu Hao menutup telepon. Langkah Zhou Sheng membuatnya lengah, dan itu sangat kuat, yang membuatnya sedikit takut. Zhou Sheng bisa menghapus ingatan orang lain sesuka hati, dan itu adalah kemampuan yang sangat kuat dan menakutkan. Jika itu Yu Hao, dia mungkin akan mempertahankan ingatan akan kenyataan dan hanya menghapus semua yang berhubungan dengan alam mimpi.

Yu Hao merenungkannya dan tiba-tiba berpikir bahwa masuk akal bagi Zhou Sheng untuk melakukan apa yang dia lakukan —— ingatan penculikan pada malam hujan itu adalah awal dari kesadaran Ou Qihang bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memasuki mimpi. Jika dia tidak langsung membakar ingatan pada sumbernya, rangkaian peristiwa yang terjadi setelahnya tidak akan cocok. Dalam hal ini, Ou Qihang hanya akan berpikir bahwa dia telah melupakan ingatan tentang insiden penculikan itu… dia segera mengambil teleponnya dan mengirim pesan kepada Zhou Sheng.

Please visit langitbieru (dot) com

[Aku sudah memikirkannya.]

Zhou Sheng membalasnya dengan sangat cepat. B0m9Tb

[Dia bisa mencoba memverifikasinya dengan orang lain, dan orang-orang bisa memeras otak mereka mencoba untuk datang dengan segala macam alasan. Dengan cara ini, hilangnya sebagian ingatannya dapat dijelaskan sebagai efek samping dari obat yang membuatnya pingsan, dan itu hanya muncul setelah beberapa waktu berlalu. Atau mereka bisa berpikir bahwa dia telah membenturkan kepalanya selama pertarungan, mengakibatkan gegar otak yang hanya terjadi setelahnya.]

Yu Hao harus mengakui bahwa Zhou Sheng telah merencanakannya dengan sempurna. Dia mungkin sudah memikirkan apa yang harus dilakukan saat pertama kali mereka memasuki mimpinya. Sepertinya orang ini akan melakukan semua yang dia katakan, dan dia mempertahankan ingatan Chen Yekai bukan karena dia berhati lembut, tapi mungkin karena Chen Yekai bisa membantu mereka memahami Roda Gagak Emas sampai batas tertentu.

Yu Hao sekarang bisa melihat kesamaan antara Zhou Sheng dan Satan; kecerdasannya juga bisa dianggap sebagai dia yang memiliki hati yang licik. Tentu saja, orang lain mungkin takut pada Zhou Sheng, tetapi dia tidak. Bagaimanapun, mereka adalah kekasih.

Yu Hao bangkit untuk menyikat giginya. Dia melihat pasta giginya sudah diperas, dan air hangat telah diambil dan diletakkan di samping wastafel. Dia tiba-tiba merasa sedikit rumit, namun juga sedikit bahagia. q0hl2E

Ponselnya berdering lagi. Itu dari Li Yangming. Yu Hao meliriknya dan menyalakan mode loudspeaker.

“Laoshi ada di sini.” Li Yangming berkata, “Yu Hao, apakah kalian sudah selesai berolahraga pagi?”

Yu Hao hampir tersedak. Xue Long pergi untuk memeriksa kamar mereka pagi ini? Apakah air masuk ke otaknya? Tapi suara Chen Yekai terdengar di ujung sana, “Aku akan berbicara dengannya.”

Itu Chen Yekai… Yu Hao ketakutan. Chen Yekai berkata, “Kalian menyewa tempat di luar? Aku tidak melihat siapa pun pagi-pagi begini.” WUR0AK

Yu Hao lupa memberi tahu Chen Yekai. Setelah membilas mulutnya, dia berkata, “Bagaimana kamu bisa menebaknya?”

“Fu Liqun tidak melipat selimutnya.” Chen Yekai menjawab, “Kamu mau sarapan apa? Aku akan membawanya kepadamu.”

Yu Hao menutup telepon dan mengirim alamatnya ke Chen Yekai. Chen Yekai mengenakan pakaian olahraga dan ternyata baru saja bangun. Rambutnya sedikit berantakan, tapi dia tampak sangat energik dan mengangguk pada Li Yangming yang sedang tidur di ranjangnya, “Jangan beri tahu Xue Laoshi.” Saat dia berbicara, dia membuka pintu dan keluar.

Yu Hao menyeduh dan menuangkan kopi untuk Chen Yekai. Chen Yekai, mengenakan Li Ning olahraga biru dan sepasang sepatu putih, dia membalik kursi dan mendudukinya secara terbalik. Dia tampak melamun saat duduk di meja makan dan melihat sekelilingnya. Yu Hao hendak mengakui kejahatannya karena tidak memberitahu dia, ketika Chen Yekai mulai berkata, “Tidak buruk untuk memiliki tempat kecilmu sendiri dan hidup dalam dunia yang hanya dimiliki kalian berdua. Kamu bisa menganggapnya sebagai melangkah langsung ke pernikahan.” RKaVSd

Yu Hao tertawa. Chen Yekai menyaksikan dia menuangkan air dari panci melalui kertas saring; Yirga Chefe jatuh ke gelas.

Yu Hao tahu bahwa dia harus mengatakan sesuatu dengan datang ke sini pagi-pagi sekali. Apakah ini tentang kemampuan Zhou Sheng untuk menghapus ingatan, atau Ou Qihang?

Namun, dia tidak mengambil inisiatif untuk bertanya dan hanya dengan sabar duduk di sisi lain meja di seberang Chen Yekai. Dia tidak terlalu suka ketika orang bercanda tentang dia dan Chen Yekai, jadi dia tidak akan secara khusus mencoba menjodohkan Chen Yekai dan Ou Qihang. Setelah dia bertanya pertama kali di bangsal hari itu, dan Chen Yekai mengatakan bahwa dia ‘tidak memiliki perasaan’, Yu Hao percaya bahwa dia benar-benar tidak merasakan apa-apa. Kecuali dia mengatakan sebaliknya, Yu Hao berpikir bahwa di antara teman-teman, mereka setidaknya harus saling percaya dalam hal seperti ini.

Setelah menunggu setengah hari, Chen Yekai masih tidak mengatakan apa-apa dan hanya menatap kopinya dengan linglung, jadi Yu Hao membolak-balik catatannya. Kelas Chen Yekai hampir berakhir. HUbY5I

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment

  1. Ya Tuhan, aku penasaran sama yang mau dibilang Chen Yekai. Apa dia mau coba diskusiin perjalanan mereka semalam? Mau bahas kemampuan Zhou Sheng? atau Ou Qihang😭 next kak, Jiayou ba!!