English

Merebut MimpiCh116 - Pergi Bekerja

0 Comments

Penerjemah: Jeff


Yu Hao dan Zhou Sheng terdiam lagi. Setelah sepuluh menit penuh berlalu, Zhou Sheng berkata, JTpQf2

“Kamu akan pergi ke Beijing, dan aku akan pergi ke Yun Lai Chun. Aku akan terbang empat kali dalam sebulan untuk menemuimu?”

Yu Hao ingin mengatakan bahwa itu akan terlalu mahal, tetapi begitu Zhou Sheng memasuki perusahaan, uang tidak lagi menjadi masalah.

Langit Bieru.

“Naik pesawat akan terlalu melelahkan untukmu.” kata Yu Hao.

“Segalanya akan baik-baik saja kalau aku naik pesawat kelas satu.” Zhou Sheng menjawab, “Perusahaan memiliki saluran penumpang VIP di bandara karena bekerja sama dengan bank, jadi aku tidak perlu mengantri untuk pemeriksaan keamanan. Orang tua itu ingin membuka cabang di Beijing, jadi akan ada seseorang yang menjemputku dari bandara saat itu.” zFJC5s

Yu Hao mengucapkan “un“. Dia tahu bahwa Zhou Sheng akhirnya memutuskan untuk menghadapinya, jadi dia berkata sambil tersenyum, “Kita berdua seharusnya cukup sibuk di bulan pertama, mari kita mulai dari bulan kedua dan seterusnya ba.”

“Ini akan dianggap sebagai bulan kedua bagiku setelah Hari Nasional.” Zhou Sheng menjawab, “Tidak apa-apa, kamu hanya perlu khawatir pada pekerjaanmu.”

Yu Hao berkata, “Sebenarnya sebulan sekali juga tidak masalah. Perpisahan singkat lebih manis dari bulan madu; aku tahu tidak akan ada masalah.”

Zhou Sheng berkata, “Aku tidak terlalu yakin tentangmu, kalian para Sagitarius terlalu bebas.” vdSRlV

“Aku tidak!” Yu Hao membanting selebaran di dekat air mancur seolah-olah tidak ada orang di sekitar mereka. “Sudah dua tahun, dan aku bahkan jarang berbicara dengan orang lain! Kamu bahkan memperhatikanku sepanjang hari!”

Zhou Sheng, “Jika aku tidak memperhatikanmu dengan serius, kamu pasti sudah diculik oleh Chen Yekai sejak lama……”

Yu Hao, “Dia, tidak, menyukaiku! Berapa kali kamu ingin membicarakannya?”

Zhou Sheng, “Bagaimana dengan Ou Qihang?” oQ4nuF

Yu Hao, “Dia sudah pergi ke Beijing untuk belajar! Aku belum melihatnya selama lebih dari setahun ……”

Zhou Sheng, “Ya, dan jika dia tahu bahwa kamu akan pergi ke Beijing, dia pasti akan mengambil kesempatan untuk mengganggumu saat Laozi tidak ada di sana…”

Orang-orang mulai berkumpul dan menonton di belakang air mancur. Yu Hao dengan cepat berkata, “Ayo pergi!”

Zhou Sheng bangkit dengan wajah tidak peduli. Yu Hao memasukkan kembali selebaran itu ke dalam tasnya dan menarik tangan Zhou Sheng sambil menyeretnya pergi. yeKbXC

“Mau pergi kemana?” kata Zhou Sheng.

“Membelikanmu pakaian untuk bekerja.” Yu Hao mengatakan, “Kamu harus memiliki setidaknya setelan formal ba ……”

“Bukankah linen yang kumiliki sebelumnya cukup bagus?” Zhou Sheng tersenyum ketika dia berkata, “Dan itu bahkan dipilihkan kakak ipar untukku khusus untuk menghadapi Liang apalah itu di Hari Valentine tahun itu……”

Yu Hao, “Zhang Liang …… kamu benar-benar kekanak-kanakan saat itu.” nOWjCZ

Zhou Sheng segera menangkap kaki kuda itu, “Lihat! Kamu bahkan ingat nama orang itu! Kalian semua Sagitarius benar-benar ……”

Yu Hao, “……”

Langit Bieru.

Yu Hao menemukan toko yang mengkhususkan diri membuat pakaian setelan dengan sistem memesan lebih dahulu dan melakukan pengukuran untuk Zhou Sheng. Kebetulan ada setelan yang dekat dengan ukuran tubuhnya. Asisten toko mengeluarkannya untuk membiarkan Zhou Sheng mencoba gayanya, lalu Yu Hao berkata, “Potong rambutmu lagi sebelum bekerja. Kamu bisa melakukannya.”

Zhou Sheng berkata, “Bukankah yang sekarang cukup bagus?” TbHn6z

Rambut Zhou Sheng selalu terangkat, memperlihatkan dahinya dan membuatnya terlihat sangat enerjik, tetapi juga membuatnya tampak sangat agresif. Yu Hao menatap pantulan pria itu di cermin; begitu setelannya dipakai, dia terlihat tinggi dan tampan, dan dia bisa dibilang menjadi pemeran utama pria dalam drama korea……tidak, pemeran utama pria kedua! Pemeran utama pria kedua adalah satu-satunya orang yang tergila-gila!

Yu Hao berkata, “Biarkan aku mendandanimu ……”

Beberapa hari kemudian, Yu Hao mengambil setelan yang nyaris tidak perlu disesuaikan, dan membiarkan Zhou Sheng mencobanya sekali lagi di rumah.

Zhou Sheng mengenakan setelan itu. Dia bahkan telah mengubah gaya rambutnya baru-baru ini; dia membiarkan rambutnya menutupi dahinya sedikit, dan dengan perubahan itu, dia langsung terlihat elegan dan sopan. Setelah dia mengenakan kacamata non-resep yang dibeli Yu Hao ketika mereka pergi bermain sebelumnya, dia terlihat cukup terpelajar sekarang. LxEgDc

“Rasanya tidak nyaman dengan sesuatu di batang hidungku.” Zhou Sheng berkata, “Aku tidak ingin memakai kacamata.”

Yu Hao memandang Zhou Sheng dari samping dan tertawa, “Aku hanya ingin melihat efeknya. Sial, kamu terlihat seperti anak bangsawan!”

Zhou Sheng memiliki bahu lebar, pinggang ramping, dan ketika dia berdiri tegak dengan kaki sedikit terbuka di depan cermin, dia tampak seperti model pria. Dia jarang mengenakan pakaian formal dan biasanya hanya keluar dengan pakaian olahraga dan sepatu basket. Sekarang dia mengenakan setelan jas, Yu Hao merasa dia bahkan tidak mengenali siapa dirinya lagi.

Fu Liqun keluar pagi-pagi sekali selama beberapa hari terakhir dan hanya akan kembali larut malam. Dia kembali lebih awal pada siang hari ini, dan ketika dia melihat Zhou Sheng, dia langsung tercengang. GH3PQC

“Wah sial.” Fu Liqun berkata, “Tuan Muda keluarga mana ini?”

Zhou Sheng sangat malu dengan ejekan itu sehingga dia hanya duduk tak berdaya di atas meja. Dia meletakkan satu kaki yang dihiasi sepatu kulit di atas lututnya yang lain dan menggoyangkannya sedikit. Yu Hao memberi isyarat agar dia lebih memperhatikan citranya sehingga Zhou Sheng harus meletakkan kakinya kembali.

“Melaporlah ke perusahaan besok ba.” Yu Hao berkata, “Aku tidak akan menemanimu lagi.”

Zhou Sheng memikirkannya, lalu akhirnya berkata, “Oke.” We4tDd

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Te Ljb wfcslwqjc pjr lae. Itbe Vtfcu wfwyexj xjcmlcu xfwfpjcsj vjc wfcjglx cjqjr ifuj. Te Ljb wfcufiejgxjc xjwfgjcsj vjc wfwbagfa Itbe Vtfcu, sjcu rfvjcu vevex vl rboj. Itbe Vtfcu alvjx ajte jqjxjt vlj tjger wfcjculr jaje afgajkj. “Dfgtfcal wfwbagfa! Cxe yjtxjc alvjx wfgjrj rfqfgal vlglxe ijul rfxjgjcu.”

“JSY sjcu rbwybcu vjajcu xf gewjt xjwl.” Te Ljb yfgxjaj, “Cxe yfcjg-yfcjg lculc wfijxexjc qfgwjlcjc xbraew ……”

“Itu mungkin.” Ide itu mengilhami Zhou Sheng dalam sekejap, jadi dia melangkah dengan cepat. Yu Hao segera berpikir sial dan berkata, “Jangan sampai kusut! Masih baru!” Zhou Sheng tidak peduli sama sekali dan setengah memeluk Yu Hao saat dia mendorongnya ke dalam ruangan.

Fu Liqun tampak muram ketika dia berkata, “Apa kalian binatang?! Selain makan, yang kalian lakukan hanyalah berhubungan seks, berhubungan seks, dan berhubungan seks sepanjang hari!” 0o HYZ

Zhou Sheng akhirnya menemukan ide itu. Yu Hao tahu bahwa pada saat ini, mereka berdua memahami niat masing-masing —— seperti bagaimana Zhou Sheng berharap Yu Hao akan mengejar tujuan hidupnya sendiri untuk menjadi seorang reporter, Yu Hao juga tahu bahwa Zhou Sheng selalu ingin membuktikan dirinya di depan ayahnya.

Sebenarnya, selama mereka punya uang, banyak hal tidak akan menjadi masalah. Yu Hao masih sangat optimis tentang hubungan mereka. Dibutuhkan tujuh jam untuk melakukan perjalanan antara Kota Ying dan Beijing dengan kereta api berkecepatan tinggi. Jika kamu pergi pada malam hari, kamu akan tiba di kota lain pada pagi hari, dan itu akan lebih cepat dengan pesawat. Zhou Sheng berencana berangkat ke Beijing setiap Jumat malam setelah pekerjaan dimulai, menghabiskan akhir pekan bersama Yu Hao, lalu kembali dengan pesawat pada Minggu malam.

Story translated by Langit Bieru.

“Tidak mungkin bagi orang tua itu untuk tidak membuka cabang di Beijing.”

Pada malam hari, Zhou Sheng dan Yu Hao sedang berbaring di tempat tidur. Zhou Sheng berkata, “Aku bahkan mungkin harus pergi ke Beijing dalam beberapa bulan.” nL5wae

Yu Hao berkata, “Kerja dulu ba, jangan terlalu cemas. Aku pikir ada banyak hal yang harus kamu pelajari juga.”

Putra mahkota akan pergi ke perusahaan sebagai pekerja magang, dan Yu Hao tidak khawatir Zhou Sheng tidak akan mampu melakukannya — bahkan jika dia tidak memenuhi tugas itu, dia harus melakukannya. Semua orang tahu betul di dalam hati mereka bahwa merupakan hal yang benar bagi seluruh perusahaan untuk bekerja sama dengannya, dan bukan sebaliknya.

“Kamu tidak boleh membuat keributan di perusahaan dengan berkelahi dengan ayahmu.” Yu Hao berulang kali menasihati.

“Aku tidak akan melakukannya.” Zhou Sheng menjawab, “Kita sudah bersama begitu lama. Di matamu, apakah emosiku tidak membaik sedikit pun selama bertahun-tahun?” jyuMaV

Sebagian besar waktu, ketidaksabaran Zhou Sheng akan dicerna secara internal oleh Yu Hao. Ketika Zhou Laichun menghadapi kemarahan Zhou Sheng, dia sering mencoba untuk menekannya dengan paksa, yang hanya akan membuat amarah Zhou Sheng melambung lebih ganas. Teknik yang paling sering digunakan Yu Hao akan memecahkan akar masalah — hanya beberapa kata darinya akan membuat Zhou Sheng bahkan tidak bisa marah.

“Aku masih merasa sangat tidak nyaman.” Zhou Sheng berbalik ke samping dan memeluk Yu Hao untuk membiarkannya menyandarkan kepalanya di lengannya. Dia membelai kepala Yu Hao dan bergumam, “Aku tidak khawatir tentang perusahaan, tetapi bagaimana dengan kamu yang pergi ke Beijing sendirian?”

Yu Hao berkata, “Aku bisa menjaga diriku tetap hidup. Juga, meskipun kamu tidak ada, aku tidak akan sendirian. Mengetahui bahwa kamu bekerja keras di sini akan memberiku lebih banyak motivasi di tempat kerjaku juga.”

Zhou Sheng memikirkannya berulang kali, “Bagaimanapun, kembalilah jika kamu tidak ingin melakukannya ba. Kamu bisa mendapatkan nomor publik pribadi atau bekerja sebagai fotografer amatir jika kamu mau.” fRWujb

Yu Hao mengucapkan “un” dan tertawa, “Aku mengerti, aku tidak akan memaksakan diri.”

Sekarang, seolah-olah sebagian besar masalah mereka dalam kenyataan telah dengan mudah diselesaikan bersama dengan keputusan Zhou Sheng. Inti dari kontradiksi mereka telah mengalami pergeseran yang aneh, dan mereka sekarang berpusat di sekitar Yu Hao.

Zhou Sheng tidak bisa tertidur. Sesaat kemudian, dia melihat langit-langit dengan linglung lagi. Yu Hao tahu bahwa dia masih merasa sedikit berkonflik. Zhou Sheng berkata, “Jika kita melakukan ini, tidak akan ada jalan keluar lain.”

“Aku masih mencintaimu —— itulah satu-satunya jalan keluar ——” Yu Hao tertawa sambil bernyanyi. qOWiCH

“Jika kamu tidak ingin tetap tinggal di Yun Lai Chun,” kata Yu Hao, “Datanglah cari aku. Jika aku tidak dapat melanjutkan pekerjaanku di Beijing, aku akan kembali untuk mencarimu. Bukankah itu cukup bagus?”

Zhou Sheng akhirnya mengangguk. Malam itu, Yu Hao mendiskusikan banyak hal dengannya. Yu Hao berusaha keras untuk mengubah beberapa pandangan Zhou Sheng, seperti bagaimana bekerja di perusahaan ayahnya sebenarnya tidak dianggap sebagai dia menurut pada ayahnya. Kenyataannya, Zhou Laichun juga membutuhkannya — dia membutuhkan putranya sendiri untuk mengambil alih bisnisnya, dan dia juga membutuhkan seseorang yang dapat membantunya.

“Pikirkan dari sudut pandang lain.” Yu Hao berkata, “Jika kita memulai sebuah perusahaan dan menghadapi sekelompok pemegang saham yang seperti serigala dan harimau yang kejam, tidakkah kamu ingin memiliki anggota keluarga yang sangat cakap untuk menjadi tangan kananmu?”

Zhou Laichun sudah menunjukkan masalah ini dua tahun lalu ketika Yu Hao pertama kali makan dengan Zhou Laichun. Chen Yekai juga telah mengingatkan Zhou Sheng sebelumnya bahwa dia tidak perlu peduli dengan sikap ayahnya; dia membutuhkan Zhou Sheng sekarang, bahkan lebih daripada Zhou Sheng membutuhkan tempat untuk bekerja. RsfezO

Bagaimanapun, bagi Zhou Laichun, satu-satunya yang tidak akan mengkhianatinya adalah putranya sendiri. Hubungan ini lebih kuat daripada janji untuk mendapatkan keuntungan atau hubungan interpersonal lainnya.

Yu Hao masih punya waktu sebelum dia harus mulai bekerja, dan dia sebenarnya tidak khawatir dengan urusannya sendiri. Namun, ketika dia berbicara tentang masa depan dengan Zhou Sheng, Yu Hao tahu bahwa kemampuannya tidak dapat dibandingkan dengan Zhou Sheng dan Chen Yekai. Namun, keuntungannya terletak pada pengalamannya sebelumnya, sehingga ia secara umum dapat mengidentifikasi perselisihan dalam hubungan interpersonal dan konflik kepentingan faksi-faksi di sebuah perusahaan. Dengan kata lain, bahkan ketika dia bekerja sebagai pelayan di restoran, bahkan pelayan akan membentuk kelompok, apalagi perusahaan besar seperti Yun Lai Chun.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Pada akhirnya, Zhou Sheng berhasil mengatasi banyak hal dan berkata, “Oke, setelah aku mengambil alih, kamu hanya perlu menjadi Nyonya Muda.”

Yu Hao tertawa, lalu memeluknya untuk tidur. 5Nf6VP


Keesokan harinya, Yu Hao bangun pagi-pagi sekali. Zhou Sheng masih sangat pemarah dan telah membuka separuh selimutnya; dia seperti anak kecil saat dia berbaring di tempat tidur dan memeluk Yu Hao. Dia baru setengah sadar dan tidak membiarkan Yu Hao meninggalkan lingkungan pengaruh dan kendalinya.

“Bangun.” Yu Hao menciumnya, “Sudah waktunya untuk bekerja, ai!”

Zhou Sheng tampaknya telah tidur nyenyak. Dia bangkit untuk menyikat giginya dengan lesu, lalu duduk di meja makan untuk sarapan setelah dia keluar. Yu Hao mendesaknya untuk cepat-cepat ganti baju.

“Sopir sudah menunggu.” Zhou Sheng menjawab, “Tidak apa-apa membiarkan dia menunggu sebentar.” ixNVWF

Yu Hao, “Apa kamu sedikit gugup?”

Zhou Sheng, “Tidak, kenapa kamu selalu bilang aku gugup? Aku benar-benar tidak gugup.”

Yu Hao, “Apa kamu tidak sadar kalau ada setengah lembar kertas yang tersisa di bagian bawah roti kuning telur asinmu?”

Zhou Sheng, “……” LtDJp5


“Kakimu sangat lurus dan panjang.”

Ketika Zhou Sheng sedang mengganti pakaiannya, Yu Hao berkata, “Sekali kamu memakai celana dan jasmu, itu benar-benar……lupakan saja, aku tidak bisa melihat lagi. Atau nanti……”

“Kalau begitu mari kita lakukan beberapa kali lagi?” Zhou Sheng menarik kerahnya dan merapikan poninya, dia tidak terlalu terbiasa. Dia mengulurkan tangan untuk memeluk Yu Hao, “Kenapa aku tidak usah pergi saja hari ini?”

Gege belum pergi!” elEh6S

“Dia sudah pergi.”

“Tidak mungkin! Aku tidak ingin menyetrika pakaian lagi.” Yu Hao berkata, “Dilarang! Terlarang! Kamu seperti binatang buas dalam pakaian manusia, kita hanya bisa melakukan permainan kostum saat aku mau……”

Yu Hao mendorong Zhou Sheng dan membuatnya berdiri sedikit lebih tegak. Zhou Sheng merendahkan kepalanya sedikit, dan Yu Hao tetap memakaikannya dasi dan berkata, “Kamu terlihat begitu tampan hari ini, pergi ba.”

Zhou Sheng membungkuk dan mencium Yu Hao di bibirnya. Ketika dia keluar, dia melihat kembali ke Yu Hao, sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. 8zjcqk

“Aku pun mencintaimu.” Yu Hao tersenyum, “Semuanya akan berjalan dengan baik hari ini, jiayou!”

Jiayou.” Zhou Sheng melakukan tos dengan Yu Hao; percaya diri, tampan, dan elegan, dia memang terlihat cukup sopan. Dia mengambil formulir magangnya, memasukkan satu tangan ke sakunya dan masuk ke mobil yang datang untuk menjemputnya. Yu Hao berdiri di balkon dan mengambil foto Zhou Sheng dengan kameranya. Dia melihat Zhou Sheng naik ke mobil, yang kemudian melaju pergi.

Please visit langitbieru (dot) com


Dia pergi bekerja.

Yu Hao merasa agak aneh. Mereka telah menyaksikan kehidupan satu sama lain di setiap tahap. Liang Jinmin pernah berkata “segala sesuatu yang kita alami bersama tidak akan pernah bisa tergantikan oleh orang lain”. Dia punya firasat bahwa masuknya Zhou Sheng ke perusahaan hari ini akan segera membuat banyak orang di Yun Lai Chun waspada — kecemerlangannya benar-benar terlalu mempesona. Yu Hao bahkan bercanda dengannya bahwa mulai hari ini dan seterusnya, pasti akan ada banyak gadis muda yang akan jatuh cinta padanya pada pandangan pertama di perusahaan. hvLfdS

Tetapi hanya dia yang tahu bahwa Zhou Sheng yang telah melewati hari-hari baik besar maupun kecil bersamanya; Zhou Sheng yang secara terbuka keluar dari kamar mandi telanjang bulat hanya dengan handuk di bahunya; Zhou Sheng yang akan meniup mutiara ke kerahnya melalui sedotan teh boba; Zhou Sheng yang akan memasak di dapur dengan celemek diikatkan di sekelilingnya dan dengan hati-hati mengukir wortel menjadi bunga ……

Sama seperti Chen Yekai dan Ryuusei di masa lalu —— ketika Chen Yekai muncul di depan banyak siswa di perguruan tinggi, dia akan menjadi dewa laki-laki yang menarik perhatian semua orang. Hanya Ryuusei, orang yang tinggal bersamanya, yang akan melihat Chen Yekai mengenakan sarung tangan microwave saat dia menghangatkan dua cangkir susu larut malam, atau adegan dia bangun di pagi hari dengan rambut berantakan saat dia memeluk Ryuusei.

Tuan Muda yang tampan dan kaya yang akan kalian semua lihat nanti adalah Suamiku.

Yu Hao saat itu tengah dalam suasana hati yang sangat baik. Saat dia merapikan sarapan yang baru saja dimakan Zhou Sheng, dia berpikir, kalian semua mungkin akan sangat menyukainya, tetapi tidak ada dari kalian yang pernah melihatnya secara tidak sengaja memakan setengah kertas di bagian bawah roti kukusnya. hG1Bnq


Awal September belum berakhir, dan Yu Hao bertanya-tanya apakah dia harus melapor mengenai pekerjaannya terlebih dahulu untuk memberi Lin Ze kesan yang baik tentangnya.

Beberapa hari yang lalu, dia menambahkan WeChat Lin Ze, tetapi menemukan bahwa itu adalah milik Situ Ye. Hampir semua yang diunggah di lingkaran pertemanannya adalah foto. Setelah Yu Hao mendapatkan Hasselblad dari Zhou Sheng dan mulai belajar fotografi, dia secara bertahap mulai belajar tentang komposisi, dan dia menemukan bahwa keterampilan mengambil potret Situ Ye agak hebat.

Yu Hao mengiriminya pesan untuk menanyakan apakah pantas untuk melapor kerja sebelum Hari Nasional.

Situ Ye menjawab dalam waktu kurang dari 10 menit. Dia mengirim video. vZdaqY

Yu Hao memutar video itu.

“……”

Dalam video tersebut, Lin Ze dan seorang anak laki-laki yang tidak dikenalnya dikejar ke sudut oleh dua anjing. Lin Ze membawa tas laptop yang dia ayunkan seperti palu meteor, sementara anak laki-laki yang tidak dia kenal memegang pel saat dia berurusan dengan salah satu anjing.

“…bidik hidungnya……” fpU38k

Anjing itu menggonggong, dan video itu benar-benar kacau balau. Situ Ye bertugas mengambil foto dengan ponselnya, sementara Lin Ze masih berteriak, “Berhenti merekam ini! Pikirkan sesuatu!!”

Yu Hao: [Apa yang kalian lakukan?]

Sepuluh menit kemudian, Situ Ye membalasnya dengan pesan suara, dan Lin Ze yang merekamnya sambil terengah-engah.

“Oke oke! Kamu boleh datang untuk melapor kapan pun kamu mau! Itu luar biasa! Ada kekurangan staf sekarang ……” YD8 Gy

Di tengah rekaman, terdengar suara anak laki-laki lainnya, “Ah Ze berhenti menggunakan WeChat! Kedua anjing itu datang lagi!”

Kemudian Situ Ye berkata, “Aku tidak percaya aku benar-benar mempercayai mereka dan datang ke Dongying untuk mewawancarai mereka yang mencuri minyak, sial, anjing gila ini terlalu merepotkan……”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Anak laki-laki lainnya berkata lagi, “Xiao Ye panjat tembok dulu! Aku akan mendukung bagian belakang! Cepatlah!”

Yu Hao bertanya: [Pasti masih ada guru reporter lain juga ‘kan? Aku tidak akan mengganggu kalian lagi, semoga berhasil. Bantu aku menyapanya dengan hai.] ITdrBt

Lin Ze menjawab, “Tidak, itu temanku…… Aku tidak akan mengatakannya lagi, cepat dan datanglah ba. Kami akan kembali ke Beijing lusa ……”

Yu Hao, “……”


Pada pukul 10 pagi, ketika Zhou Sheng memasuki perusahaan, dia tidak harus menanggung tatapan pengawasan publik. Kepala keuangan, Zhou Laichun, dan wakil manajer umum sedang rapat. Meja depan membawanya ke sebuah tempat kerja di sudut perusahaan dan memberikannya anggaran dasar serta buku pedoman karyawan untuk dia baca terlebih dahulu, dan tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia bahkan disebut “Zhou Sheng” di sini juga.

Setelah Zhou Sheng duduk, dia menyadari bahwa semua orang di sekitarnya menahan keinginan mereka untuk mengintipnya, mungkin karena administrasi telah memberi tahu mereka sebelumnya dan melarang karyawan membuat keributan. MdgDsZ

Yun Lai Chun menyewa empat lantai di atas lantai 17 gedung perkantoran di kota. Ratusan karyawan dibagi menurut departemen mereka, dan Zhou Sheng diatur untuk memasuki Departemen Bisnis Utama. Ada lebih dari 70 orang yang bekerja di lantai 18. Zhou Sheng duduk di sudut, dan meja kerjanya menghadap ke area umum dari tiga departemen, sehingga dia bisa melihat apa yang dilakukan para pekerja di sana secara sekilas.

Seluruh Departemen Administrasi Umum Zhou Laichun terletak di lantai 21. Zhou Sheng membolak-balik buku panduan karyawan. Itu bagus bahwa dia tidak diatur untuk berada tepat di bawah hidung Zhou Laichun. Zhou Sheng sedang bermalas-malasan dan mengambil foto situasi di perusahaan untuk ditunjukkan kepada Yu Hao. Meja depan menambahkannya ke dalam obrolan grup, dan semua orang menyambutnya dengan sopan dengan banyak menahan diri.

Kepala keuangan menambahkan akun WeChat Zhou Sheng langsung dan memberitahunya bahwa dia akan mencari Zhou Sheng setelah Zhou Laichun mengakhiri pertemuannya.

Yu Hao: [Perusahaan Ayahmu benar-benar bukan perusahaan rata-rata yang hanya memiliki banyak orang.] 9ijhyb

Zhou Sheng: [Jika termasuk cabang di luar negeri, ada sekitar lebih dari 700 karyawan. Departemen Bisnis Utama terutama bertanggung jawab untuk mengembangkan bisnis; Kurasa dia ingin aku mempelajari seluk beluknya.]

Saat dia sedang mengobrol, kepala keuangan mengiriminya bagan organisasi kepegawaian Yun Lai Chun untuk dia kenali terlebih dahulu. Setelah Zhou Sheng selesai membacanya, pintu ruang pertemuan terbuka. Sekelompok orang keluar. Zhou Sheng melihatnya — mereka semua adalah wakil kepala berbagai departemen di perusahaan yang baru saja menyelesaikan pertemuan rutin Senin mereka.

Zhou Laichun mengirim pesan kepadanya di WeChat untuk memberi tahu dia untuk pergi ke lantai 21 nanti dan pergi ke Kantor Administrasi Umum. Zhou Sheng menunggu beberapa saat lagi sebelum meja depan memberinya kartu pintu, jadi Zhou Sheng langsung naik setelah menerimanya.

“Kartu pintumu bisa mengakses setiap lantai serta kantorku.” Zhou Laichun berkata kepada Zhou Sheng di kantor. Kantor CEO didekorasi dengan gaya yang sangat mewah. Asisten umum membuat teh untuk pasangan ayah dan anak ini sebelum kembali bekerja. JCDUKo

Zhou Sheng berkata, “Kamu perlu menemukan seseorang untuk membimbingku, aku harus membiasakan diri dengan bisnis ini sesegera mungkin.”

Zhou Laichun berkata, “Aku sudah mengaturnya untukmu. Kamu akan menjadi asisten manajer departemen terlebih dahulu. Orang yang akan membimbingmu sangat cakap, belajarlah lebih banyak darinya.”

Zhou Sheng menyesap tehnya, dan Zhou Laichun berkata, “Cobalah untuk mengenal sebanyak mungkin orang selama beberapa hari ke depan. Jika ada yang meminta pendapat atau idemu, tutup mulut saja; jangan menjadi orang bodoh yang tidak berotak dan dengan bodohnya datang dengan ide-ide busuk. Yu Hao seharusnya mengajarimu semua itu sebelumnya, jadi aku tidak perlu mengulanginya.”

“Mengerti.” Zhou Sheng berkata dengan tidak sabar. srtoVJ

Zhou Sheng dapat mengatakan bahwa Zhou Laichun benar-benar ingin bertanya tentang Yu Hao, jadi dia berkata, “Yu Hao akan pergi ke Beijing bulan depan untuk magang sebagai reporter investigasi, dia sudah menemukan pekerjaan di sana.”

Zhou Laichun menolak berkomentar dan berkata, “Kamu harus belajar betapa sulitnya memberi makan keluarga dan berhubungan dengan orang-orang yang mungkin tidak bersedia kamu tangani. Tapi tidak peduli apa yang kamu pikirkan ……”

Langit Bieru.

“Aku mengerti.” Zhou Sheng berkata, “Berhentilah mengomeliku.”

Zhou Laichun berkata, “Makan siang dengan orang-orang di departemenmu pada siang hari, makanlah di kantin. Aku akan mengajakmu keluar pada malam hari untuk makan malam dengan beberapa orang kita.” GpzFvO

Zhou Sheng ingin mengatakan bahwa dia harus pulang untuk makan malam pada hari pertama bekerja, tetapi dia berpikir bahwa tidak perlu memperdebatkan hal seperti ini. Lagipula sudah seperti ini sekarang, jadi dia seharusnya tidak terlalu bersikeras pada hal-hal sepele seperti itu. “Baiklah kalau begitu, selama itu tidak terjadi setiap hari.”

“Tidak akan ada kekurangan makanan dan keterlibatan sosial seperti itu.” Zhou Laichun berkata, “Jika kamu memiliki kemampuan untuk mendapatkan kesepakatan tanpa makanan seperti itu, maka aku akan membiarkanmu melakukan apa pun yang kamu inginkan, oke? Setelah kamu selesai dengan tehmu, kembali dan sapa orang yang akan membimbingmu.”

Zhou Sheng menghabiskan tehnya. Ketika dia kembali ke tempat kerjanya, administrasi sudah memproses aplikasi untuk komputernya. Wakil manajer umum departemennya telah menunggunya sejak dia kembali, jadi Zhou Sheng mengetuk pintunya dan masuk untuk mengobrol ringan dengannya. Kemudian dia pergi untuk menyambut manajer umum. Pada akhirnya, manajer yang bertugas membimbingnya datang, dan sikapnya jelas jauh lebih antusias. Dia memberi Zhou Sheng USB — di dalam USB itu ada target untuk kuartal ketiga mereka. Zhou Sheng menerimanya dan mulai menjelajahinya di komputernya.

Pada siang hari, Zhou Sheng mengikuti sekelompok orang ke kantin untuk makan siang, dan suasana perlahan menjadi hidup. Pada awalnya, rekan-rekannya bahkan berpikir bahwa dia adalah orang yang agak dingin, tetapi setiap kali Zhou Sheng benar-benar ingin menghidupkan suasana, dia bisa sangat lucu dengan kata-katanya. Dalam sekejap, seluruh departemen melihatnya dari sudut pandang baru, dan rekan-rekannya juga sangat menyukainya. oaJdRV

“Kamu adalah pendatang baru yang berhasil menyatu dengan tim kami paling cepat.” Pengawas itu berkata kepada Zhou Sheng secara pribadi.

Zhou Sheng berkata, “Itu hanya karena mereka memberikan wajah untuk Ayahku……”

Supervisornya menjelaskan, “Mereka benar-benar tidak tahu. Satu-satunya yang tahu identitasmu adalah mereka yang berada di tingkat deputi, dan aku.”

Setelah makan, Zhou Sheng mengikuti manajer departemen ke pertemuan di sore hari sebagai asistennya untuk mendengarkan laporan dari Departemen Bisnis Utama. FoiOzT

Zhou Sheng menawarkan bantuan membuat catatan selama pertemuan, dan manajer yang membawanya pun setuju. Setelah bekerja, tidak ada karyawan yang pergi, dan wakil manajer tinggal di kantornya. Kepala keuangan mengirim pesan kepada Zhou Sheng, yang kemudian mengikutinya keluar. Malam itu, Zhou Laichun telah mengatur agar tiga wakil manajer makan malam dengan Zhou Sheng. Zhou Sheng memanggil mereka masing-masing ‘paman’, dan acara makan mereka berlangsung sampai jam 10 malam. Setelah masuk ke dalam mobil, Zhou Laichun tampak mabuk saat dia berbaring di kursi belakang untuk beristirahat.

“Semua orang di acara makan malam ini ada di pihak kita.” kata Zhou Laichun.

Un.” Zhou Sheng berkata, “Mengerti.”

Zhou Laichun berkata, “Kepala petugas keuangan tidak masuk hitungan.” 1zXdg7

Zhou Sheng mengucapkan “un” lagi. Zhou Laichun bertanya, “Kamu menyewa tempat tinggal di luar sekolah?”

Zhou Sheng menjawab dengan “un” ketiga . Zhou Laichun berkata, “Akan lebih nyaman untuk bekerja jika kamu pindah.”

Zhou Sheng hanya menjawab, “Aku tidak akan pindah.”

Zhou Laichun berkata, “Aku tidak akan sering berada di rumah, aku tidak akan menghalangimu.” aA29LO

Zhou Sheng berkata, “Yu Hao bisa pindah juga?”

Zhou Laichun menjawab, “Dia tidak bisa. Bagaimana kamu akan menjelaskannya jika seorang tamu datang? ”

Please visit langitbieru (dot) com

Zhou Sheng mencemooh, “Kalau begitu.”

Zhou Laichun, “Dia tidak akan pergi ke Beijing?” XQFIMs

Zhou Sheng berkata, “Bisakah kamu berhenti bertanya tentang kehidupan pribadiku?”

Zhou Laichun berkata, “Coba tebak apa yang aku pikirkan?”

Zhou Sheng, “Oh? Lalu tebak apa yang aku pikirkan juga? Tebak apakah aku akan melapor untuk bekerja besok?”

Mendengar ini Zhou Laichun tidak berbicara lebih jauh. Dia paling memahami temperamen putranya; jika dia benar-benar membuat Zhou Sheng marah sekarang, dia mungkin benar-benar tidak akan melapor untuk bekerja besok. 1uZNJo

Translator's Note

mengetahui rahasia yang orang lain sembunyikan.

Translator's Note

jika kamu memiliki 500 penggemar, kamu bisa mengajukan permohonan untuk nomor WeChat publik pribadi dan mulai mendapatkan uang dari itu www. Misalnya. ada beberapa gadis yang memiliki 1 juta penggemar, menulis 83 artikel dan mendapatkan iklan dan hal-hal lain dan salah satu artikelnya membuatnya mendapatkan 100.000+ yuan.

Translator's Note

Yu Hao bilang kalau perusahaan papa zhou pasti punya baaanyaaak sekali orang/pekerja.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!