English

Merebut MimpiCh14 - Mimpi Seorang Anak

0 Comments

 

Penerjemah Indonesia : jeff 3idcB1


“Hari ini Malam Natal.” Jenderal melanjutkan.

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao tergeletak di punggung Jenderal saat dia berkata, “Siang hari sudah sangat dingin, aku tidak menyangka akan tetap sedingin ini di malam hari dalam mimpiku.”

Jenderal dengan santai bertanya, “Apa yang kau lakukan sepanjang siang tadi?” GPBkL

Yu Hao menjawab, “Bekerja paruh waktu.”

Dia tidak tahu mengapa – mungkin itu intuisi – tetapi Yu Hao selalu merasa seperti dia mengenal Jenderal di dunia nyata, dan Jenderal dengan sengaja berusaha menyembunyikan identitasnya.

“Pekerjaan apa?”

“Membagikan brosur.” Gu7d4S

“Oh, sepertinya cukup dingin.” Jenderal berkata, “Untung aku punya banyak bulu, jadi aku tidak takut dingin.”

Yu Hao mulai tertawa. Dia memeluk leher Jenderal dan seluruh tubuhnya condong ke depan bersandar pada punggungnya.

“Seriuslah sedikit, simpan tangan berbulumu untuk dirimu sendiri.” Jenderal menggaruk lehernya dan berkata, “Ada isolasi reproduksi antara monyet dan manusia.”

Yu Hao tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa setelah dia mendengar seekor monyet menggunakan frase “simpan tangan berbulumu untuk dirimu sendiri”. Jenderal bertanya lagi, “Apa kau sudah menemukan pacar di dunia nyata?” WefMmY

“Ini baru beberapa hari!” Yu Hao berkata, “Masalahku belum terselesaikan, bagaimana aku bisa meluangkan waktu untuk suatu hubungan?”

Saat mereka mendekati desa, Jenderal tiba-tiba berhenti. Yu Hao berkata, “Ada apa?”

Monyet besar itu melihat ke kiri dan ke kanan seolah-olah dia merasakan bahaya. Dia berbisik, “Ssst.”

Desa tepi laut itu sekarang terlihat lebih jelas: sebagian besar rumah kayu tertutup lapisan es yang tebal; permukaan laut membeku, dan ada perahu Viking yang ikut membeku terhampar berantakan di sepanjang pelabuhan. Seolah-olah embusan angin dingin yang begitu menusuk menyapu pelabuhan dan membekukan semua makhluk hidup yang disentuhnya dalam sekejap. 0F 79G

Di ujung pelabuhan itu tampak berdiri mercusuar yang menjulang tinggi; sekumpulan udara hitam melayang di atasnya.

“Apakah itu ‘totem’?” Yu Hao berbisik saat dia bertanya.

Jenderal memberi isyarat agar Yu Hao turun, lalu berbisik, “Mungkin, tapi kita belum menemukan pemilik pemandangan alam mimpi ini, apa yang harus kita lakukan?”

Mustahil bagi siapapun untuk bertahan hidup di padang salju yang tertutup es sejauh ribuan mil ini – ini adalah Tanah Orang Mati yang sebenarnya. Jenderal sudah mengamati sekeliling mereka ketika mereka berada di gunung; setelah ia berubah menjadi Sun Wukong, sepertinya ia juga sudah mewarisi keterampilan dari kedua mata emas berapi-api monyet itu, sehingga ia bisa benar-benar yakin bahwa pemilik alam mimpi yang diusir ini tidak ada di padang salju ataupun di dalam pegunungan. 6TqJxX

Yu Hao berkata, “Mungkinkah pemiliknya sudah dibuang ke alam bawah sadar?”

Dia hanya tahu sedikit tentang pemandangan alam mimpi, dan sebagian besar deduksinya didasarkan pada apa yang dikatakan Jenderal kepadanya dan pengetahuan yang dia peroleh dari buku.

Story translated by Langit Bieru.

“Seharusnya tidak?” Jenderal menggosok kepalanya saat dia bergumam pada dirinya sendiri.

“Lalu bagaimana dengan tempat berlindung yang aman?” Yu Hao berkata dengan gelisah, “Ayo kita cari tempat itu?” KCsGOQ

Jenderal berkata, “Tidak ada tempat yang terlihat seperti tempat berlindung yang aman di sini.”

Yu Hao berpikir sejenak sebelum berkata, “Tidak ada di atas permukaan tanah, tapi bagaimana dengan di bawah tanah? Kau mengatakan kalau ini adalah alam mimpi seorang gadis kecil. Anak-anak kebanyakan suka membangun markas rahasia mereka sendiri, ini bisa dianalogikan dengan semacam ‘pekerjaan bawah tanah‘.”

“Kau cukup ahli di bidang Psikologi.” Jenderal tiba-tiba berkata, “Mungkin tebakanmu benar, ayo masuk dan lihat ba.”

Di depan tempat tinggal yang membeku ini, Jenderal menggunakan pedangnya untuk membuka paksa pintu. Tongkat Yu Hao memancarkan cahaya terang yang menerangi bagian dalamnya. Bug2LX

“Ini toko yang menjual permen.” Jenderal dan Yu Hao saling memandang; bagian dalam toko ditutupi dengan lapisan es dan NPC-nya sudah dibekukan menjadi patung es. Yu Hao tiba-tiba melihat sesuatu di sudut, dan makhluk itu mundur dengan cepat.

Itu adalah bayangan yang berbentuk seperti tentakel.

“Jenderal?” Yu Hao menerangi sudut ruangan dengan cahaya yang berasal dari tongkatnya.

“Un?” Jenderal sedang menggigit sepotong cokelat beku, tetapi dia tidak bisa menggigit sepotong pun tidak peduli seberapa keras dia mencoba. A8eWYB

“Jangan berjalan terlalu jauh dariku.” Kata monyet besar itu dengan samar.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Yu Hao tidak terlalu yakin apakah dia berhalusinasi atau tidak; Jenderal menyembunyikan sepiring cokelat keras di dalam pakaiannya untuk mencoba melelehkannya, lalu melanjutkan, “Ayo pergi ke tempat lain untuk memeriksanya.”

Kfwqja alcuuji ijlccsj vl rfyfgjcu pjijc jvjijt abxb xef obcvjca. Te Ljb tjwqlg ylrj wfwyjsjcuxjc qfcjwqlijc jril vjgl afwqja lcl – sjcu rftjgercsj wfgeqjxjc pjijc xbwfgrlji sjcu lcvjt vjc wjxweg vl wjrj ijie. Gl rfqjcpjcu pjijc yjtxjc jvj abxb sjcu wfcpeji yjpe vjc wjlcjc jcjx. Kjql rjja Afcvfgji wfcujcuxja xef yfrjg rfalcuul aepet ijqlr lae, Te Ljb wfgjrjxjc rfrejae sjcu jcft ijul.

Kali ini, dia menemukan tentakel lainnya! WOEbon

“Jenderal!” Yu Hao memperingatkan, “Ada musuh!”

Jenderal tiba-tiba berbalik dan menarik Yu Hao ke belakang tubuhnya; keduanya dengan cepat mundur dari tempat itu. Di jalan komersial desa itu, angin dan badai salju tiba-tiba berhenti.

Lingkungan di sekitar mereka berubah sunyi.

“Aku pikir sesuatu yang aneh terjadi di tempat ini….” Yu Hao berbisik, “Haruskah kita pergi dulu?” tgWjEw

Jenderal melihat sekeliling. Ketika dia berniat untuk pergi dari desa itu dengan melindungi Yu Hao, tanah di bawah kaki mereka tiba-tiba berguncang! Tumpukan salju yang sudah terakumulasi di jalanan tampak berguncang dan mulai retak satu per satu, ada begitu banyak bebatuan yang hancur dan terjatuh, pada detik berikutnya, sebuah tentakel lengkap muncul dari semua sisi!

Segera setelahnya, mereka dikelilingi oleh ledakan cahaya yang begitu menyilaukan – cahaya indigo menyelimuti seluruh desa. Yu Hao dengan cepat melindungi kedua matanya dengan tangannya, dan hal terakhir yang bisa dilihatnya adalah sebuah mata iblis raksasa yang melayang di atas mercusuar di ujung pelabuhan! Mata Iblis itu mengeluarkan tawa gila yang begitu memekakkan telinga, dan dia merasa pernah mendengar suara ini sebelumnya.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Lihat saja saat aku membunuh kalian kali ini—”

Suara Tuan Shi! 0MtImn

Yu Hao bahkan tidak punya waktu untuk terkejut sebelum Jenderal meraung, “Lari!”

Namun, bangunan di kedua sisi tempat itu telah runtuh dalam sekejap, dan monster laut seperti lamprey raksasa dari sebelumnya telah bangkit dari tanah! Semua tentakelnya melilit Yu Hao dan Jenderal pada saat bersamaan. Jenderal hendak bergegas menuju Yu Hao ketika tentakel makhluk itu menyelimuti tubuhnya; dia dengan kejam mengayunkannya dan menghantam salah satu rumah dengan suara keras, yang menyebabkan dinding toko kue fondant sebelumnya runtuh!

Leher Yu Hao dicekik dan hampir tidak bisa bernapas saat ini. Kedua matanya terpaku pada Jenderal; Jenderal melompat dari puing-puing dan menghunuskan pedangnya, lalu meraung saat dia menerkam ke arah monster laut besar itu!

Monster laut itu mengayunkan tentakelnya. Yu Hao memutar tongkat di tangan kirinya dan menekannya ke tentakel – petir menembus tentakel itu dan langsung berubah kaku sebelum melonggarkan cengkeramannya, lalu Yu Hao terjatuh. Dia hampir jatuh ke dalam mulut lamprey yang dipenuhi dengan gigi tajam berputar itu! Tetapi tepat di saat yang paling kritis itu, dia berhasil memeluk tentakel lain dengan erat. Jenderal bergegas dari samping dan secara brutal menebas tentakel itu dengan pedangnya, tetapi usahanya untuk memotongnya tidak berhasil. drskOm

“Jangan sampai dimakan olehnya!”

“Apa yang akan terjadi kalau aku jatuh, kau bisa memberitahuku sekarang ‘kan!?”

“Kau akan mati! Kau akan mati!! Kau akan tidur selamanya dan tidak akan pernah bisa bangun lagi——!”

Punggung Yu Hao segera basah oleh keringat; dia dengan kuat mendorong kakinya ke tepi mulut monster laut yang besar itu. Jenderal saat ini bergulat dengan begitu banyak tentakel, Yu Hao berbalik dengan tongkat di tangannya, tetapi sebuah tentakel mencambuknya secara horizontal sampai organ dalamnya berdenyut-denyut kesakitan. Tongkatnya terlepas dari tangannya dan jatuh ke padang salju! x5tBiQ

Jenderal meraung marah, “Untuk berurusan dengan orang ini! Kekuatan gabungan kita tidak akan cukup! Kita harus kembali ke dunia untuk menemukan cara——”

Yu Hao, “Bagaimana caranya?!”

“Bangunkan Shi Ni!”

Segera setelah itu, tentakel menutupi langit dan bumi saat semua tentakel itu terayun ke arah Jenderal dan Yu Hao; Jenderal bergerak hingga jungkir balik ke udara dan menginjak sebuah tentakel saat dia terbang menuju Yu Hao. ZV5Chw

Yu Hao berbalik. Tubuh ramping Jenderal bergegas langsung menuju ke arahnya, lalu dia mengayunkan satu tangannya secepat kilat dan meletakkannya di dahi Yu Hao.

“Selamat malam–!” Jenderal meraung marah.

Mata Yu Hao menjadi kosong. Saat berikutnya, tangan Jenderal melepaskan cahaya keemasan yang dia tekan dengan kuat ke dahi Yu Hao.

Cahaya itu menyambar kesadarannya dengan ledakan seperti sambaran petir. Yu Hao menjerit, lalu dia terduduk di tempat tidurnya. pMdKWG

Adegan terakhir yang bisa dia lihat di dalam ingatannya adalah gambaran ketika tentakel yang tak terhitung jumlahnya telah menyelimuti Jenderal sebelum menyeretnya ke dalam mulut raksasa yang penuh dengan gigi tajam!

Yu Hao segera mencari ponselnya, dia tidak bisa berhenti terengah-engah. Dia memutar nomor yang ditinggalkan oleh Xiaoxiao kemarin sore.

Story translated by Langit Bieru.

Di ujung lain telepon, nada dering terdengar. Yu Hao terus berdoa, angkat, angkat! Angkat teleponnya!!! Pemandangan yang tak terhitung jumlahnya melintas di benaknya: mata iblis di atas mercusuar, ular di padang salju, monster laut dengan tentakel dan gigi tajamnya, tawa gila Tuan Shi …… Yu Hao samar-samar mengerti siapa pemilik pemandangan alam mimpi itu, dan apa yang diwakili oleh semua simbol di dalamnya.

Rasa takut dan amarah tiba-tiba melonjak di dalam hatinya; jika tebakannya benar, lalu seberapa sedih dan putus asanya Shi Ni sekarang?! ypkP14

Teleponnya diangkat.

“Halo?” Suara mengantuk Xiaoxiao terdengar.

“Bangunkan Shi Ni! Cepat bangunkan dia!” Yu Hao berteriak putus asa.

Xiaoxiao di ujung telepon terdengar ketakutan, “Ada apa? Apa yang terjadi??” M3dc7l

“Cepat! Apa kau punya nomor teleponnya?” Yu Hao tahu bahwa selama Shi Ni bangun, mimpi itu akan segera berakhir. Sama seperti sebelumnya ketika dia dan Jenderal menghadapi kavaleri dalam alam mimpinya sendiri, semua orang luar akan diusir dengan paksa dari alam mimpi, kemudian mimpi itu akan berlanjut saat mereka masuk lagi.

“Aku disini.” Suara Shi Ni terdengar di ujung lain, “Apa yang kamu inginkan?”

Yu Hao akhirnya menghela napas lega, “Apa kamu menginap di tempat Xiaoxiao?”

Shi Ni berkata, “Apa hubungannya denganmu?” xO4pyi

“Jangan tutup teleponnya.” Yu Hao berkata, “Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu.”

Shi Ni berkata dengan suara lelah, “Aku tidak punya apapun untuk dibicarakan denganmu.”

“Dengarkan dia ba.” Xiaoxiao berbisik saat dia mendesak, “Dia sudah dewasa.”

Sisi lain ditempatkan pada mode speaker. Sementara Yu Hao mencoba mengumpulkan pikirannya dan mencari kata-kata untuk diucapkan, dia berpikir tentang bagaimana menyingkirkan kegelapan dalam mimpinya. Dia memakai jaket, memakai earphone, turun dari tempat tidurnya dan berjalan ke suatu tempat dengan sinyal yang lebih baik. Kemudian dia membuka jendelanya sedikit sampai celah kecil terlihat sebelum dia melihat jam weker. DhlBQ8

11:07, belum terlalu larut …… jika dia memiliki pemahaman yang baik tentang waktu, dia bisa memasuki mimpinya lagi.

“Nini.” Yu Hao menarik napas dalam-dalam, lalu berusaha sekuat tenaga untuk membuat suaranya terdengar stabil sambil berbisik, “Apa yang ayahmu lakukan padamu?”

Pada malam Natal, salju tipis mulai turun di luar. Di seberang jalan asrama, lampu warna-warni yang mengelilingi pagar kampus mereka berkelap-kelip. Suasana hangat dan sunyi bisa dirasakan di malam musim dingin ini.

Ada keheningan yang lama di ujung lain telepon. Yu Hao menunggu dengan sabar. Dan setelah jangka waktu yang tampak seperti seabad berlalu, dia mendengar isak tangis pelan dari ujung yang lain. FMlz4c

“Berapa umurmu saat itu dimulai?” Yu Hao bertanya lagi.

“Sebelas.” Shi Ni tersedak oleh isak tangisnya, “Maafkan aku, Yu Laoshi ……”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Tidak masalah.” Yu Hao menjawab.

Pada saat ini, kemarahan yang membanjiri hatinya mengancam akan meledak di dadanya – perasaan ini membekapnya dan itu membuatnya sangat kesal. Saat ini, yang ingin dia lakukan hanyalah menggaruk paksa dirinya atau memukuli sesuatu secara brutal sehingga dia bisa melampiaskan rasa frustrasinya. PN9cwd

Setelah Shi Ni menangis beberapa saat, Yu Hao menghela napas dan ingin mencari suasana baru. Dia membutuhkan alkohol untuk menenangkan dirinya.

Dia tidak menghibur Shi Ni. Dia hanya diam mendengarkan suara tangisannya yang keluar dari earphone-nya.

“Aku harus pergi besok.” Xiaoxiao berkata, “Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan… Nini sangat menderita. Dia juga tahu kalau dia salah di masa lalu ……”

“Tidak masalah.” Yu Hao dengan cepat berlari ke bawah dan bertanya, “Mau kemana?” ruixhX

Xiaoxiao berkata, “Aku harus pindah ke sekolah lain … di Hong Kong.”

Yu Hao mengerti sekarang. Malam ini adalah malam bagi Shi Ni dan Xiaoxiao untuk mengucapkan selamat tinggal; mereka berdua seharusnya sudah tidur, tapi mereka dibangunkan oleh panggilannya.

Xiaoxiao berkata, “Yu Laoshi, apa kamu bisa menjaga Nini untukku?”

Shi Ni berhenti menangis dan berkata, “Yu Laoshi, maafkan aku ……” 7dIeJU

Yu Hao berulang kali mengungkapkan kalau dia sudah memaafkannya, lalu Shi Ni berkata, “Aku takut belajar. Aku takut dengan kursi putar yang kamu duduki, aku tidak ingin memikirkannya …… tidak ingin memikirkannya……”

“Kamu tidak ingin menghabiskan sedetik pun waktu di dalam pembelajaran itu, ‘kan?” Yu Hao sampai di toko serba ada. Bos belum menutup tokonya dan masih menonton TV. Yu Hao mengambil sebotol Erguotou, lalu membayar tagihannya kepada bos toko.

“Lanjutkan.” Kata Yu Hao.

“Aku tidak tahu apakah kamu masih mengingat ini, tapi ada suatu hari ketika kamu meraih lenganku ……” Shi Ni tersedak lagi, “Saat itulah aku merasa seperti aku tidak tahan lagi …… dan ingin mengejarmu pergi.” fAClon

“Un.” Yu Hao menjawab. Dia berdiri di luar toko dan memutar tutup Erguotou di salju. Dia menenggak beberapa tegukan. Anggur yang terbakar melewati kerongkongannya dan masuk ke dalam perutnya, yang membuatnya menghirup udara panas.

Ada suatu hari ketika Shi Ni sangat gelisah dan ingin meninggalkan kelas lebih awal, jadi Yu Hao memegang lengannya dan mencoba membuatnya duduk kembali. Dia sudah melakukan sesuatu yang sangat kuat karena dia sedikit keras kepala hari itu – mungkin, tindakannya telah memicu rasa takut di hati Shi Ni.

“Aku tidak punya ide lain.” Yu Hao berkata, “Aku hanya berharap kamu akan belajar dengan giat. Sekarang setelah aku mengetahui semua ini, aku tidak akan tinggal diam. Jangan khawatir tentang jam tangannya, mari selesaikan masalahmu terlebih dahulu.”

Shi Ni akhirnya mendapatkan kembali ketenangannya, “Apa tidak apa-apa?” Q45RP

Yu Hao minum beberapa tegukan Erguotuo lagi, lalu menatap pada hamparan salju di depannya. Dia berkata, “Kamu harus percaya padaku.”

Xiaoxiao berkata, “Nini bilang kamu kenal petugas polisi itu. Apa akan berguna kalau kita melaporkan ini kepada polisi?”

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao menanggapinya, “Ya, aku akan melaporkannya pada polisi untukmu.”

Shi Ni, “Apa polisi akan peduli?” dhnYBj

Yu Hao berkata, “Tentu saja mereka akan peduli, ini tindak kriminal!”

Suara Shi Ni mulai terdengar gemetar, “Tapi, apa orang-orang akan percaya padaku?”

Yu Hao berkata, “Tentu saja mereka akan percaya! Aku jamin.”

Shi Ni berbisik, “Tapi aku takut……” WHx42Y

Yu Hao berkata, “Nini, aku akan berjani padamu, pertama, aku tidak akan mengatakan ini pada siapapun. Hanya polisi yang akan tahu. Kedua, kamu harus berani. Dan juga, kamu harus sepenuh hati percaya padaku sebelum aku bisa membantumu.”

Shi Ni tidak berbicara. Yu Hao melanjutkan, “Aku hanya mahasiswa biasa, itu benar. Aku juga sangat miskin, dan terkadang, aku bahkan tidak bisa melindungi diriku sendiri.”

“Tapi darimu, aku bisa mendapatkan kekuatan.” Yu Hao berbisik, “Kamu pasti mengharapkan seseorang yang bisa membantumu, kan? Faktanya, kamu benar-benar mempercayaiku di dalam lubuk hatimu. Kamu perlu memikirkan ini dengan cermat.”

Xiaoxiao segera berkata, “Ya, dia mempercayaimu, Yu Laoshi.” 5gpzHu

“Kalau begitu pikirkan tentang itu, dari mana kepercayaanmu untukku berasal?” Yu Hao dengan tenang meminum Erguotou-nya saat dia bertanya.

Shi Ni berkata, “Aku membuatmu begitu menderita, tapi kamu tetap tidak membenciku.”

Yu Hao berkata, “Karena aku tahu … kalau kamu adalah anak yang baik.”

Shi Ni menangis lagi, dan kali ini dia tidak lagi menahan tangisnya. Sebaliknya, dia meratap sampai dia terengah-engah. UNsJZ8

Dia berkata, “Terima …… terima kasih …… Yu Laoshi ……”

Yu Hao berkata, “Kamu mungkin tidak akan pernah bisa melupakan ini selama sisa hidupmu, tapi aku yakin kamu akan melewatinya. Aku juga pernah mengalami banyak hal tidak menyenangkan di masa lalu, tapi itu semua adalah luka yang ditimbulkan orang lain pada diri kita. Luka ini seharusnya tidak muncul sejak awal ……”

Air mata menggenang di matanya, lalu dia menyesap anggurnya lagi. Dia memikirkan baju zirah itu, dan Jenderal yang memegang tangannya di atas Tembok Besar itu.

“…… tapi mereka yang melakukannya. Kita tidak menyebabkan semua hal ini terjadi, itu bukan salah kita.” Yu Hao berkata, “Orang yang harus pergi ke neraka adalah mereka. Bersikaplah berani, dan kirim mereka ke neraka sehingga mereka bisa mendapatkan hukuman yang pantas mereka terima. Hari ini Malam Natal, ‘kan?” EG1Zgm

Shi Ni mengucapkan “un”, lalu Yu Hao mengakhiri dengan, “Orang mengatakan bahwa semua penderitaan manusia adalah inheren. ‘Di dunia ini kamu akan mengalami masalah, tetapi di dalam diriku kamu mungkin memiliki kedamaian‘. Perlahan-lahan kamu akan menjadi lebih baik; percayalah padaku, dan percayalah pada dirimu sendiri.”

Setelah dia mendengarkan kesunyian di ujung panggilan itu untuk beberapa saat, Shi Ni berkata, “Yu Laoshi, aku percaya padamu.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Selama kamu mendukungku, aku akan berjuang untukmu sampai akhir.” Yu Hao dengan lelah berkata, “Dan aku tidak akan pernah menyerah.”

“Baik.” Kata Shi Ni. Gwk7Og

Yu Hao berkata, “Ayo bertemu besok di kafe bunga ba. Kita perlu memikirkan rencananya terlebih dahulu untuk memastikan kalau kamu tidak perlu tinggal di rumah lagi.”

“Ayahku sedang dalam perjalanan bisnis.” Shi Ni berbisik, “Dia tidak akan kembali sampai lusa.”

“Di mana ibumu?” Yu Hao bertanya.

Shi Ni menjawab, “Dia biasanya tidak ada di rumah. Tapi dia tahu segalanya; dia takut pada ayahku, jadi dia tidak pernah mengatakan apa-apa tentang masalah itu.” NVHmdh

Yu Hao melanjutkan, “Apa kamu memiliki kerabat lain yang bisa menampungmu untuk sementara waktu?”

Shi Ni menjawab, “Ya, paman dan bibiku sangat menyukaiku.”

Yu Hao merenung sejenak sebelum berkata, “Kita akan membicarakannya lain kali.”

Shi Yan dengan lembut berkata, “Kakak berambut merah itu ……” OQwAtL

Yu Hao tertegun, lalu bertanya, “Kenapa dengan dia?”

Shi Ni tampaknya berpikir keras tentang hal itu sebelum dia berkata, “Apa kamu memberitahunya?”

“Tidak.” Yu Hao berkata, “Tentu saja tidak.”

Shi Ni berkata, “Apa dia akan datang juga?” e4INOz

Yu Hao buru-buru berkata, “Tidak, hanya akan ada aku dan kamu.”

“Apa dia pandai berkelahi?” Xiaoxiao menimpali.

“Ya, kenapa?” Yu Hao agak bingung, lalu dia tiba-tiba mengerti dan berkata, “Oke, aku akan membawanya. Nini, apa kamu keberatan kalau aku mengatakan padanya masalah yang sebenarnya?”

“Aku tidak keberatan.” Shi Ni menjawab, “Apa dia baik-baik saja setelah memukul ayahku?” uNkCLt

Yu Hao menghiburnya, “Kamu akan tahu ketika kamu melihatnya besok. Apa kamu mengantuk?”

“Un ……” Shi Ni sudah sangat mengantuk, lalu Yu Hao melanjutkan, “Baiklah, pergilah tidur ba. Selamat malam. Aku berjanji padamu, saat matahari terbit, semuanya akan baik-baik saja.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Translator's Note

毛手毛脚: frasa sebenarnya berarti kamu sangat sensitif, terjemahan literal adalah tangan dan kaki berbulu. Tapi aku memasukkan bagian berbulu karena Yu Hao berpikir itu lelucon yang cukup bagi monyet untuk mengatakannya lmao

Translator's Note

Mata emas berapi-api Sun Wukong memungkinkan dia untuk mengidentifikasi kejahatan apapun bentuknya; Namun, hal itu juga menyebabkan asap menyengat matanya.

Translator's Note

Istilah ‘pekerjaan bawah tanah’ di teks aslinya bisa merujuk pada orang-orang yang bekerja di bawah tanah/mata-mata yang menyamar, jadi aku menduga bahwa Yu Hao menyimpulkan bahwa anak-anak akan menghubungkan pangkalan rahasia = tempat tinggal mata-mata yang bekerja menyamar = area bawah tanah area.

Translator's Note

Ayat Alkitab dari Yohanes 16:33, urutannya diubah sedikit.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!