English

Merebut MimpiCh17 - Inspeksi Asrama

0 Comments

“Membantumu berarti membantu diriku sendiri.” Yu Hao dengan santai berkata.

Penerjemah Indonesia : jeff p7YWQx


Ketika mereka meninggalkan kantor polisi, Yu Hao tetap tinggal sendirian dan bertanya pada Huang Ting, “Apa kasus ini bisa dibawa ke pengadilan?”

“Seharusnya kamu akan baik-baik saja. Aku akan menjelaskan semuanya pada pertemuan nanti, kamu tidak bisa disalahkan lebih jauh lagi. Tapi premisnya adalah Shi Liang harus mengakui kejahatan yang dia lakukan……”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Maksudku kasusnya, bukan kasusku.” Yu Hao tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis saat dia berkata, “Punyaku bahkan tidak layak untuk disebutkan.”

“Sulit untuk dikatakan.” Huang Ting menyatakan, “Laporan medisnya adalah bukti kuat, tetapi tidak bisa membuktikan bahwa itu dilakukan oleh ayahnya. Kita perlu menunggu penuntut mengajukan dakwaan; Shi Liang adalah orang yang sangat licik, jika dia mati-matian bersikeras bahwa dia tidak melakukannya dan dia berhasil mendapatkan pengacara yang hebat, kasus ini bisa menemui jalan buntu.” IQsLwh

Yu Hao mengerutkan kening saat dia merenung. Huang Ting berkata, “Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan sekarang adalah melindunginya dengan baik. Yu Hao, aku sangat menyarankanmu untuk tidak tinggal di rumahnya malam ini……”

Yu Hao menyela, “Aku tahu. Aku hanya ingin menenangkan pikirannya, aku tidak akan tinggal di rumahnya.”

Yu Hao tahu bahwa Shi Ni pasti dipenuhi dengan rasa tidak aman yang kuat sekarang, dan mungkin tidak pernah sepenuhnya mempercayai polisi karena dia takut masalah ini tidak segera selesai. Juga, dia masih mengkhawatirkan mata iblis di pemandangan alam mimpi gadis itu.

“Dan jika ada CCTV di rumah Nini……” kata Yu Hao. Iw PSM

“Tidak ada CCTV.” Huang Ting berkata, “Aku sangat yakin tentang itu, kalau memang ada tidak mungkin kasusmu terhambat begitu lama.”

Setelah memikirkannya, Yu Hao bertanya, “Bagaimana dengan pengasuhnya?”

Huang Ting berkata, “Pengasuhnya hanya ada pada hari Senin dan Kamis, dia tidak akan ada besok atau lusa.”

Lalu … apa sebenarnya yang diwakili oleh mata iblis itu? Pengasuh? Yu Hao terus berpikir. 7DLqkM

“Bagaimanapun, kamu harus menasihatinya dengan baik. Besok malam, aku akan meminta seorang rekan untuk tinggal bersamanya selama satu malam untuk menunggu sampai lusa. Kami hanya bisa menahannya selama 24 jam, jika dia bersedia menghadapi Shi Liang, mungkin akan ada kemajuan……”

Yu Hao menyela, “Dia tidak ingin melihatnya lagi. Tidakkah kamu tahu kalau dia sudah tidak ingin melihatnya?”

“Ini adalah kasus pidana.” Huang Ting menekan suaranya saat dia berkata dengan tegas, “Bukan perselisihan sipil. Jika saksi tidak hadir, sejumlah kredibilitas akan hilang. Aku sangat mengerti kalau kamu ingin melindungi anak di bawah umur, tetapi akan lebih baik jika dia bisa menghadiri sesi pengadilan.”

Zhou Sheng sedang menunggu di depan restoran, dan ketika dia berhasil mendapatkan tempat duduk, dia berteriak pada Yu Hao. MACheb

“Hal yang paling bisa kamu lakukan saat ini adalah menyesuaikan kerangka berpikirnya. Sampai sekarang, kamulah yang paling dia percayai.” Huang Ting melanjutkan, “Aku berkata kepadanya kalau aku akan membiarkan seorang rekan mengikutinya pulang untuk menginap, tetapi dia bersikeras memintamu untuk menemaninya atau dia tidak akan mau pulang. Dia selalu memiliki penjagaan yang sangat kuat, tetapi saat ini, dia bersedia mendengarkan dan mempertimbangkan apa pun yang kamu katakan.”

“Mudah bagimu untuk mengatakannya.” Sangat jarang bagi Yu Hao untuk balas berbicara.

Namun Huang Ting tersenyum. Dia melepas topinya dan mengamati Yu Hao.

“Kamu anak penyembuh.” Huang Ting berkata, “Bagaimana kabarmu sebagai penyembuh di Glory? Mau bergabung dengan kelompok kami?” MrJa7y

Yu Hao, “……tidak ada waktu, ujian akhir akan datang!”

“Tapi kamu juga butuh bekerja dan bermain ma.” Huang Ting berkata, “Guru pembimbingmu kekurangan susu, kembali dan berlatihlah.”

Story translated by Langit Bieru.

Zhou Sheng berteriak lagi, “Ai! Yu Hao, apa yang kamu lakukan?! Cepatlah!” Dia tampak seperti monyet besar dengan bulu yang berdiri di seluruh tubuhnya.

Yu Hao hanya bisa bergegas bergabung dengannya, Shi Ni sudah menunggu di restoran. Yu Hao dan Zhou Sheng secara singkat bertukar beberapa informasi, tetapi Zhou Sheng berhasil memahami intinya dan berkata, “Aku akan memikirkan caranya.” 75PSd8

Yu Hao berkata, “Aku juga bisa tidur di koridornya untuk satu malam.”

Zhou Sheng berkata, “Ai jangan konyol, serahkan padaku. Kita akan membicarakannya nanti.”

Shi Ni merasa berat hati selama makan malam mereka saat itu. Yu Hao tahu bahwa dia sangat cemas tentang masa depan. Sementara itu, Zhou Sheng terus mengirimkan pesan WeChat. Yu Hao memikirkannya sedikit sebelum mengobrol dengan Shi Ni tentang Sastra Inggris, dan dia berhasil mengalihkan perhatian Shi Ni. Ketika mereka sedang membayar tagihan, Zhou Sheng berkata kepada Shi Ni, “Nini, aku sudah memikirkannya, dan akan lebih baik jika Yu Hao tidak tinggal di rumahmu. Ayo kita menginap saja di luar hari ini ba, kita akan memesan dua kamar — satu untukmu dan satu untukku dan Yu Hao.”

Shi Ni merenung sebentar. Dia mengerti apa yang ingin dikatakan Zhou Sheng: jika tutornya tidur di rumahnya, tidak baik jika hal itu diketahui oleh orang lain. Jadi dia berkata, “Aku pikir lebih baik kalau aku pulang saja, aku takut ayah akan menelepon telepon rumahku.” FzcVRw

Yu Hao melirik Zhou Sheng. Zhou Sheng berkata, “Begitu juga tidak masalah, kalau begitu aku bisa menghemat uang untuk satu kamar. Begitu kita bangun besok, kita akan pergi dan menemukanmu dan membawamu ke taman hiburan.”

Shi Ni, “Benarkah?! Kalau begitu janji ya!”

Zhou Sheng berkata, “Tentu saja. Setiap aku berjanji, aku akan selalu melakukan apa pun untuk memenuhinya.”

Yu Hao dan Zhou Sheng memesan kamar di sebuah hotel. Hotel ini berada tepat di bawah rumah Shi Ni. Setelah mereka mendapat kamar, Zhou Sheng mengeluarkan ponselnya untuk membayar tagihannya dan melihat ada banyak pesan di WeChat-nya. 9xQ uO

“Mereka sedang menginspeksi asrama, aku harus kembali.” Zhou Sheng segera berkata.

Inspeksi asrama?! Yu Hao langsung terkejut, kenapa mereka memeriksa asrama pada waktu seperti ini?! Dia hampir lupa bahwa Chen Yekai adalah pejabat baru, dan sapu baru jelas menyapu bersih. Meskipun semua orang keluar sepanjang malam, jika Chen Yekai bersikap keras kepada mereka, mereka pasti akan diomeli.

Zhou Sheng berkata, “Sebelum lampu padam jam 10 malam, dia akan mulai memeriksa dari Gedung 4 dan seterusnya. Saat aku kembali, aku akan segera pergi ke kamar asramamu dan tidur di bawah selimut, lalu setelah dia selesai memeriksa asramamu, aku akan segera kembali ke asramaku sendiri.”

“Itu……” Yu Hao hanya bisa berkata, “Oke.” ZHL5Qc

“Whoooosh——” Zhou Sheng meluncur menuju kereta bawah tanah begitu cepat hingga dia tampak seperti sedang terbang.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Te Ljb, “……”

Gl rlrl ijlc, Vtl Rl ajwqjx yfulae afgtlyeg rjwqjl vlj afgajkj afgyjtjx vl ibyl tbafi lae. Te Ljb vfcujc rfufgj wfgjrj afglcofxrl vfcujc wbbvcsj vjc weijl afgajkj peuj; xfvejcsj rjilcu wfcjajq xfalxj wfgfxj afgajkj, rfbijt wfgfxj yfgtjrli wfifkjal wjrjijt afgyfrjg vl vjijw tlveq wfgfxj.

Shi Ni, “Antar aku pulang ba.” wzO2d4

Te Ljb, “Djlxijt.”

Te Ljb wfcslwqjc xjgae xjwjg tbafi wfgfxj vjc wfcujcajg Vtl Rl qeijcu. Eewjtcsj ajwqjx yfulae recsl vjc rfql. Vtl Oljcu wfwjrjcu rfvfgfa ijwqe ylge vl ijcula-ijcula, vjc clja jkjicsj wecuxlc ecaex wfcfxjcxjc ujsj lcafglbg wbvfgc, afajql xfalxj vlcsjijxjc, liewlcjrl vjgl mjtjsj ijwqe-ijwqe lae wfwyeja gewjt afgjrj vlculc.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Aku akan mandi dulu.” Shi Ni berkata, “Tunggu aku, aku masih ingin berbicara denganmu sebentar.”

Shi Ni pergi mandi, lalu Yu Hao bersandar di sofa sambil terus memikirkan mata iblis itu. Apa benar-benar tidak ada CCTV di rumah ini? Mungkinkah CCTV-nya disembunyikan di sudut yang tidak jelas? Tapi karena Huang Ting sudah mengatakan kalau tidak ada CCTV, tidak mungkin ada CCTV yang bisa lepas dari mata pria berpengalaman seperti dia. SlhMR

Setelah gadis itu mandi, rambut panjang Shi Ni tersampir di belakang bahunya saat dia mengenakan piyamanya — dia tampak seperti binatang kecil yang harum dan lembut. Dia menemukan dua botol yoghurt dan memberikan satu kepada Yu Hao sementara dia menyimpan satu untuk dirinya sendiri, lalu dia mengeluarkan lilin wangi yang dia sembunyikan dan menyalakannya.

Yu Hao sedang berbaring saat dia melihatnya dengan sedikit kerutan di antara alisnya. Mereka berdua terdiam sesaat, Shi Ni terlihat agak malu.

“Nini, apa kamu punya laki-laki yang kamu suka?” Yu Hao bertanya.

Shi Ni menggigit sedotan saat dia melihat Yu Hao, lalu menggelengkan kepalanya. 2Vx4et

Yu Hao tersenyum sambil berkata, “Bagaimana dengan perempuan?”

“Lu Xiaoxiao.” Shi Ni menjawab.

Yu Hao hanya bertanya begitu saja tanpa maksud apa pun, namun dia secara tidak sengaja membuat Shi Ni berbagi rahasianya dengannya. Shi Ni berpikir sejenak sebelum berkata, “Bagaimana denganmu? Apa kamu punya laki-laki yang kamu suka?”

“Ah?” Yu Hao terkejut, “Kamu……” Setelah memikirkannya, para gadis belakangan ini memiliki mata yang cukup tajam, jadi dia mungkin telah melihat sesuatu. ZXLJg4

“Ayahku berkata, konselormu mengatakan begitu.”

Yu Hao sedikit kesal. Dia mengerutkan kening dan berkata, “Xue Laoshi? Bagaimana dia bisa tahu?”

Beberapa kata yang diucapkan oleh Shi Ni memberinya banyak informasi. Yu Hao berspekulasi bahwa konselornya mungkin telah mencari dan memaksa setiap orang di kamar asramanya untuk berbicara dengan mereka, karena dia hanya pernah memberi tahu teman sekamarnya di ranjang atas karena dia juga seorang gay. Lalu kenapa konselornya harus mengungkapkan rahasia semacam ini dari siswa kepada ayah Shi Ni? Itu mungkin karena Shi Liang ingin menjebaknya dengan tuduhan yang lebih menjijikkan, jadi konselornya tidak punya pilihan selain mengungkapkan orientasi seksualnya.

“Apa Zhou Sheng pacarmu?” Shi Ni bertanya. vwBA8X

Yu Hao berkata, “Dia lurus. Selurus tiang listrik.”

Shi Ni mengangguk, lalu menghela napas, “Kita berdua benar-benar menghadapi permasalahan yang begitu berat dalam hidup.”

Yu Hao ingin mengatakan, kamu masih muda, orientasi seksualmu masih belum jelas, tetapi ketika kata-kata itu sampai ke mulutnya, dia berubah pikiran dan menyindir, “Cinta pasti akan datang.” Ketika dia mengatakan ini, dia tiba-tiba teringat kata-kata Jenderal.

“Aku harap begitu.” Ucapan Shi Ni terasa sedikit sentimental, lalu dia langsung bertanya, “Apa kamu seorang gong atau shou?” eNdUZV

“Er……” Yu Hao merasa malu. Dia berkata, “Aku belum pernah pacaran, tapi aku pikir aku seorang Gong. Bagaimana menurutmu?“

Un.” Shi Ni berkata, “Xiaoxiao berkata kalau kamu seperti kakak shou yang ramah, dia pikir kamu memiliki kesan yang sangat meng.”

Langit Bieru.

Yu Hao berpikir bahwa siswa sekolah dasar baru-baru ini tahu terlalu banyak. Dia hanyalah seorang anak berkepala kacau ketika dia di sekolah dasar.

“Haruskah aku membantumu untuk menyatakan cinta kepada Zhou Sheng?” Shi Ni melanjutkan, “Laki-laki lurus juga bisa membungkuk~” 8f173T

“Aku pergi, pergi dan tidurlah ba.” Yu Hao tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa saat dia berkata, “Dia sudah punya pacar! Jangan terlalu memikirkan hal-hal seperti itu.”

“Pertanyaan terakhir.” Shi Ni berkata, “Kenapa kamu bersedia membantuku?”

“Membantumu berarti membantu diriku sendiri.” Yu Hao dengan santai berkata.

“Aku tahu kamu tidak berpikir seperti itu.” kata Shi Ni. m2ny5Q

Yu Hao tersenyum dan berkata, “Temanku menarikku keluar dari kedalaman rawa yang hendak menelanku. Dia ingin menarikmu keluar juga, aku hanya membantunya.”

Shi Ni mengerutkan kening dengan wajah penuh keraguan. Yu Hao melanjutkan, “Orang yang membantumu adalah dia, bukan aku.” Dia memang telah dipanggil oleh Jenderal ke dalam mimpi Shi Ni. Tanpa Jenderal, dia dan Shi Ni tidak akan bisa diselamatkan.

“Siapa?” Shi Ni bertanya lagi.

“Tidur ba.” Yu Hao mengingat kata-kata Shi Ni sebelumnya tentang apakah dia memiliki seseorang yang dia sukai. Mungkin, memegang obor saat dia menunggu Jenderal dalam kegelapan sudah menjadi kenangan yang tidak akan pernah bisa dia lupakan selama sisa hidupnya ba. 1EC4xp

“Saat kamu bangun besok, kamu mungkin akan diantar menuju kehidupan baru milikmu.”

Shi Ni memandang Yu Hao sebentar dan berkata, “Aku bermimpi tentangmu tadi malam.” Saat dia berbicara, dia menghabiskan yoghurtnya dan pergi untuk menyikat giginya, “Kamu bersama monyet besar.”

Yu Hao tersenyum saat dia berjalan ke bawah. Ketika dia sampai di hotel dan melihat ponselnya, senyumnya langsung membeku.

Pesan Chen Yekai: 【Kembali ke kamarmu sekarang, cepat!】 Kyawdi

Zhou Sheng: 【Aku ketahuan, acuhkan saja dia. Dia tidak akan melakukan apa pun pada kita.】

Yu Hao, “……”

Penampilan marah Chen Yekai muncul di benak Yu Hao. Dia dengan cepat membalas pesan Chen Yekai dan berkata bahwa dia sedang ada di asrama teman sekolah menengahnya, dan sekarang setelah lampu padam bahkan lebih tidak mungkin baginya untuk kembali, jadi dia akan kembali besok pagi sebagai gantinya.

Chen Yekai tidak membalasnya. Setelah menunggu dengan gelisah, dia meratap dengan sedih di dalam hatinya dan berpikir bahwa dia pasti akan tamat. Zhou Sheng mengiriminya banyak pesan suara, jadi Yu Hao meletakkan ponselnya di dekat telinganya untuk mendengarkannya. Intinya adalah Zhou Sheng sedang ngemil saat dia berbaring di tempat tidur Yu Hao dengan selimut di atasnya, dan Chen Yekai berpikir bahwa Yu Hao sedang sakit jadi dia datang untuk mengangkat selimut itu karena khawatir. AjRxpV

Ketika selimut itu diangkat, Chen Yekai melihat sosok Zhou Sheng yang sedang menggerogoti kaki ayam dengan acar paprika saat mata mereka bertemu pada saat itu juga.

Menurut gambaran gamblang Zhou Sheng, pemandangan pada saat itu cukup aneh, namun Yu Hao ingin membenturkan kepalanya ke dinding ketika dia mendengarkannya.

Langit Bieru.

Di akhir, suara Zhou Sheng berkata, “Aku tidak sengaja menjatuhkan sedikit kaki ayamku ke tempat tidurmu, kembali dan cucilah ba. Ada sebotol es teh hitam di sini yang aku beli tapi belum aku minum, aku meletakannya di mejamu.”

Yu Hao, “……” JX4uyw

Chen Yekai tidak pernah membalas pesan Yu Hao, seolah-olah dia telah menggantungkan pedang di atas kepalanya. Yu Hao hanya bisa memaksa dirinya untuk tertidur dengan cepat. Dia melemparkan tubuhnya dari sisi ke sisi dan berbalik beberapa saat sebelum akhirnya tertidur sekitar jam 12 pagi.

Sama seperti sebelumnya, dia disapa oleh sinar dari cahaya keemasan sebelum pemandangan alam mimpi Shi Ni muncul di depannya. Dia mendapati dirinya berada di tengah-tengah suara menggelegar, lapisan es meledak, jeritan melengking Shi Ni dan teriakan keras Jenderal; Gelombang menggelora yang dihiasi pecahan es setajam silet melonjak ke arahnya, dan gelombang itu telah membentuk badai yang menutupi dunia!

Saat Yu Hao membuka matanya di dunia sadar itu, dia dikelilingi oleh kekacauan; kekuatannya meledak dari punggungnya dan berubah menjadi sayap, lalu tanpa sadar dia mengepakkan sayapnya untuk menghindari amukan pecahan es yang jatuh dari langit dan terbang di sepanjang lautan yang gelap!

Dunia telah berubah menjadi hamparan air yang sangat luas; ribuan monster laut raksasa mengaum dan melompat keluar dari air, dan gunung es di atas dengan kejam menghantam laut seperti hujan meteorit. Seluruh dunia sadar mulai hancur dan runtuh; lautan menjadi hitam, sementara lapisan es hancur berkeping-keping oleh gunung es yang jatuh dari langit. Lapisan es melayang di antara lautan yang mengamuk, air laut menyembur ke langit dan gunung es yang mengapung hampir pecah. Di atas tebing tinggi, Jenderal tergantung di dinding es; dia menendang udara kosong dengan ganas menggunakan kedua kakinya, tapi tidak ada tempat baginya untuk menendang lagi. Shi Ni dengan cemas meraih salah satu tangan monyet itu saat dia mencoba menyeretnya kembali. 75 3mA

Tepat di belakang mereka ada total enam monster laut yang meraung saat mereka terbang keluar dari dasar laut; mereka melonjak ke langit dan berbalik, lalu membuka mulut raksasa mereka dan bergegas menuju dua orang yang berada di gunung es untuk melahap mereka!

“Lepaskan——!” Jenderal meraung marah.

“Aku tidak mau!” Shi Ni balas berteriak dengan cemas.

Enam monster laut itu bergegas turun pada saat yang sama, tetapi dengan wusss, tiba-tiba Yu Hao meluncur mendekat dengan kecepatan tinggi dan mengambil keduanya pada saat yang sama, lalu dia terbang menjauh dari gunung es. Sedetik kemudian, monster laut sebelumnya dengan brutal menabrak gunung es di belakang mereka dan menghancurkannya menjadi beberapa bagian! Um3Tus

“Kenapa kamu telat sekali?!” Jenderal berteriak dengan marah.

“Aku tidak bisa tidur!” Yu Hao balas berteriak, “Aku insomnia! Maaf!”

Jenderal, “……”

Shi Ni menunggangi punggung Yu Hao, sementara kaki Jenderal melilit Yu Hao saat ia digantung terbalik. Yu Hao berusaha terbang di atas lautan di bawahnya dengan susah payah seperti bola meriam miring yang berisiko jatuh ke laut, namun dia masih harus terus melihat ke atas untuk menghindari bubungan es besar yang jatuh dari langit! 8yRL7J

“Bagaimana bisa jadi seperti ini?!”

“Terbang lebih tinggi lagi!” Jenderal berteriak, “Hati-hati!”

Monster laut yang tak terhitung jumlahnya meraung saat mereka mengikuti di belakang mereka, masih mengejar; Yu Hao meninggalkan jejak cahaya putih di belakangnya saat dia melesat melintasi lautan di bawahnya.

Yu Hao, “Kamu terlalu berat! Aku tidak bisa terbang! Turunlah dulu ba!” Dkez14

Jenderal, “Apa kau bercanda?!”

Senyuman tergantung di bibir Yu Hao, “Aku bahkan mendengarmu berteriak ‘lepaskan aku’ tadi!”

Please visit langitbieru (dot) com

“Itu berbeda!!”

Ketiganya terbang di atas lautan yang mengamuk, tetapi kekuatan Yu Hao terbatas. Dengan seekor monyet besar yang tingginya hampir dua meter tergantung padanya dan seorang Shi Ni menunggang punggungnya, dia semakin dekat dan lebih dekat ke permukaan air. Jenderal berteriak, “Aku akan jatuh!” sebelum dia mati-matian mencoba untuk mendaki lebih tinggi lagi di tubuh Yu Hao. Yu Hao segera berteriak, “Jangan bergerak!!” SFTos2

“Kau melakukan ini dengan sengaja!” Kepala Jenderal hampir terendam air. Yu Hao dengan susah payah mengepakkan sayapnya dan terbang lebih tinggi saat Shi Ni tiba-tiba berteriak, “Mercusuar!”

Sebuah mercusuar muncul di kejauhan. Yu Hao berkata, “Kenapa ada yang lain?”

Plop! “Glug glug……”

Yu Hao secara tidak sengaja terbang sedikit terlalu rendah, jadi kepala Jenderal segera terendam ke laut dan dia tersedak beberapa suap air laut. Dia membungkuk dan berteriak dengan marah, “Yu Hao!” pzXmGb

“Aku benar-benar mencoba yang terbaik!” Yu Hao berteriak dengan getir. Dia benar-benar berusaha mengepakkan sayapnya sekuat tenaga untuk terbang lebih tinggi, sambil menghindari gunung es yang jatuh dari langit dan monster laut yang mengejar mereka tanpa henti. Dia berteriak lagi, “Aku akan berbalik! Pegang aku erat-erat!”

Jenderal tidak tahan lagi. Kedua kakinya menjepit erat pinggang Yu Hao saat ia membalikkan badan dan memeluk Yu Hao; dalam sekejap, keduanya terjebak berdekatan satu sama lain.

“Belok.” Jenderal monyet ini telah membungkus seluruh tubuhnya di sekitar Yu Hao. Saat dia berbicara tepat di samping telinganya, suara dalam dan napas Jenderal membuat jantung Yu Hao berakselerasi tak terkendali. Segera setelah itu, lusinan monster laut yang bahkan lebih besar dari sebelumnya berhasil menembus es di seberang mercusuar!

Yu Hao segera mendapatkan kembali keseimbangannya. Dia merentangkan kedua tangannya dan tiba-tiba berbelok di udara untuk menghindari beberapa gunung es yang jatuh dari langit satu demi satu. Lr53wu

Boom! Boom! Boom!

Dengan tiga ledakan berturut-turut ini, gelombang dahsyat meledak dari laut. Jenderal dan Shi Ni berteriak pada saat yang sama, Yu Hao berbalik ke samping dan menerobos dinding gelombang dengan menukik lurus melewatinya! Kemudian dia melakukan pendakian tiba-tiba, dan ketika kawanan monster laut mendekat ke arah mereka, dia menukik melalui semua celah di antara tentakel yang tak terhitung jumlahnya dengan ketepatan yang tak terbayangkan!

Dunia sadar ini telah berubah menjadi hamparan air yang tak terbatas; pegunungan yang tinggi telah berubah menjadi pulau-pulau terpencil, dan hamparan air laut ini terus menyebar dan menenggelamkan semua desa di dekat pelabuhan. Potongan kayu yang pecah mengambang di mana-mana, dan hanya platform di bagian bawah mercusuar yang tertutup salju.

Mereka bertiga berteriak keras saat mereka terjun ke hamparan salju di sana, tapi mereka berhasil mendarat dengan aman. XjmHWR

Rambut dan alis Jenderal semuanya tertutup salju. Dia adalah orang pertama yang merangkak keluar dari lapisan tebal salju di tanah sebelum dia mengangkat Yu Hao. Kemudian, dia berbalik untuk mencari Shi Ni saat dia membersihkan tumpukan salju di sekitarnya. Shi Ni menggigil kedinginan. Air laut hitam menyapu pantai dan secara bertahap mengikis salju di peron itu.

“Pergilah!” kata Jenderal.

Yu Hao mengangkat Shi Ni dan berbalik untuk berlari menuju mercusuar. Shi Ni mendongak; matanya dipenuhi ketakutan dan dia tidak mau mendekatinya.

Sebuah pintu hitam besar muncul di dasar mercusuar. Zlxs8r

“Cepat buka pintunya!” Jenderal membuat Shi Ni tersadar dari kebingungannya. Shi Ni berkata, “Aku tidak tahu bagaimana cara membukanya, aku tidak bisa!”

Monster laut di lautan luas itu berkumpul menuju mercusuar. Shi Ni mundur selangkah dan berkata, “Tempat apa ini?”

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao menatap pintu di depannya dengan tatapan kosong; air laut di sekitarnya menyebar dengan cepat, dan monster laut terus berkumpul menuju mercusuar.

“Nini.” Yu Hao tiba-tiba berkata, “Ini adalah ruang belajar di rumahmu. Hadapi ketakutanmu dan lawan dia!” 4jpF2i

Shi Ni menarik napas dalam-dalam, lalu menatap Yu Hao. Yu Hao berkata, “Laoshi akan mengawasimu.”

Yu Hao mengulurkan tangannya, dan Shi Ni meletakkan tangannya di telapak tangan Yu Hao. Mereka bertiga mendekati pintu besi hitam besar itu, dan dengan dengungan, Yu Hao dan Shi Ni langsung berhasil melewatinya sementara kepala Jenderal terbentur pintu itu.

Yu Hao, “……”

Jenderal berteriak dengan marah di luar pintu, “Apa maksudnya ini?!” e1zdvM

Yu Hao segera mengangkat kepalanya dan mendorong kaitnya, sementara Jenderal mengangkat pintu itu untuk membukanya sedikit. Setelah dia melewati celah itu, dia menatap Yu Hao tanpa mengatakan apa pun.

“Aku ingin pergi sekarang.” Jenderal berkata.

Yu Hao, “Maafkan aku!”

Saat Yu Hao melihat pintu ini, dia samar-samar menebak lokasi tempat ini — ini adalah ruang belajar kediaman Shi. 5qWXyd

Dengan statusnya sebagai tutor Shi Ni, dia sudah memperoleh hak untuk memasuki ruangan ini — artinya dalam kesadaran Shi Ni, dia memiliki kemampuan untuk dengan bebas masuk dan keluar dari tempat ini sesuka hati. Tetapi Jenderal tidak memiliki kemampuan itu, karena Jenderal belum pernah memasuki ruang belajar kediaman Shi sebelumnya.

“Mau aku pijat?” Yu Hao dengan cepat berkata, dan berpikir bahwa jika itu dirinya, dia juga pasti akan marah. Jenderal telah melarikan diri sampai pontang-panting dengan Shi Ni selama setengah hari saat dia menunggu seorang rekan yang butuh waktu lama untuk sampai ke sini. Tapi setelah rekannya tiba, dia masih harus menelan air laut dan kepalanya terbentur setelah dia mencoba melewati pintu.

Dia berlutut dengan satu lutut ketika dia berniat memeriksa dahi Jenderal yang menabrak pintu, tetapi dia dihalangi oleh Jenderal yang sedang dalam suasana hati yang buruk. Namun, dia bersikeras dan berhasil melihatnya. Dia memijatnya beberapa kali sebelum Jenderal bangun dengan wajah penuh keengganan.

Keadaan di luar tiba-tiba menjadi sunyi, Jenderal berbalik untuk melihat-lihat. Yu Hao berkata, “Ayo pergi.” F4yu9d

“Aku ingin istirahat!” Jenderal berkata, “Sangat melelahkan saat kau tidak ada!”

Yu Hao kemudian duduk bersamanya untuk beristirahat. Dia mengangkat tangannya dan melepaskan cahaya putih hangat yang dia tempelkan ke dahi Jenderal. Sementara itu, Shi Ni berjalan ke satu sisi untuk melihat ke atas menara. Jenderal dengan santai memberinya gambaran singkat tentang apa yang telah terjadi, jadi Yu Hao tahu bahwa ketika Jenderal pertama kali muncul di alam mimpi ini, mata iblis itu tiba-tiba menjadi lebih kuat. Mata iblis itu telah memanggil gelombang laut dan mengangkatnya tinggi ke langit, lalu membekukannya menjadi gunung es sebelum menghancurkan dan menjatuhkannya satu demi satu ke tanah. Lapisan es pecah dan permukaan laut naik tanpa henti, kemudian ribuan monster laut bermunculan dari laut dan mulai memburu Jenderal dan Shi Ni.

Jenderal membawa Shi Ni bersamanya saat mereka melarikan diri dari satu gunung es ke gunung es lainnya, tetapi mereka akhirnya menghadapi tsunami yang mendorong mereka semakin jauh. Jika mereka diusir sedikit lebih jauh lagi, mereka jelas akan jatuh ke alam bawah sadar.

“Di mana batas alam bawah sadarnya?” Yu Hao bertanya. JDOQl6

“Di laut.” Jenderal menjawab, “Kalau kau diseret ke laut dalam oleh monster-monster itu, kau tidak akan pernah bisa kembali. Aku ingin menanyakan sesuatu……” Saat Jenderal berbicara, dia mengulurkan lengannya yang panjang dan memeluk Yu Hao di dekatnya, lalu berbisik ke telinganya, “Bagaimana keadaan di dunia nyata?”

Yu Hao menatap Jenderal dengan curiga. Pasangan manusia-monyet ini saling menempel, dan bibir mereka hampir bersentuhan.

Story translated by Langit Bieru.

“Aku tidak marah.” Jenderal berkata, “Aku hanya tidak ingin dia mendengarku jadi aku ingin berbicara denganmu sendirian.”

Yu Hao tiba-tiba mengerti apa yang dia maksud, jadi dia menekan suaranya saat menceritakan apa yang terjadi kepada Jenderal. Jenderal hanya mendengarkan dalam diam, lalu Yu Hao melanjutkan, “Bagaimana cara kita menghadapi pertempuran ini?” 8bFveT

“Dia percaya padamu, dan kamu juga harus memercayainya.” Jenderal bersandar di dekat Yu Hao dan bibirnya menyentuh telinganya; bulu di wajahnya sedikit menggelitik wajah Yu Hao.

“Saat kita mencapai puncak, lakukan apa yang kukatakan……” Jenderal berkata, “Kita pasti menang.”

Setelah dia mendengar ini, Yu Hao tiba-tiba berbalik untuk melihat Jenderal saat matanya berkilauan dengan sukacita. Jenderal bertanya lagi, “Mengerti?”

Yu Hao mengangguk. Pada saat ini, telapak tangan yang dia tekan ke lantai tiba-tiba terasa dingin; mereka berdua segera melihat ke lantai di bawah — air laut berhasil merembes ke dalam menara melalui celah di pintu. rzDmcT

Jenderal dan Yu Hao dengan cepat berdiri, lalu mereka mulai menaiki tangga mercusuar. Dinding bagian dalam mercusuar dilapisi dengan rak buku, dan buku yang tak terhitung jumlahnya membuat suara gemerincing saat mereka memantul di atasnya. Semua buku-buku itu terbuka dan memperlihatkan gigi-gigi tajam di dalamnya — mereka tampak seperti mencoba memilih siapa yang ingin mereka makan. Jenderal berbalik ke samping sehingga Shi Ni bisa berjalan di antara dia dan Yu Hao saat dia memblokir mereka dari rak buku.

Suara tabrakan lain terdengar di luar. Mercusuar mulai bergetar hebat, dan Yu Hao bisa merasakan bahaya segera datang.

“Kita harus cepat.”

“Aku akan menggendongmu.” kata Jenderal pada Shi Ni. W96BJP

Shi Ni berkata, “Apa yang ada di atas?”

“Ayahmu.”

Itu adalah tebakan Yu Hao. Jenderal berkata, “Kami akan memikirkan cara untuk mengalahkannya, kamu harus percaya pada kami.”

Shi Ni mengangguk. 6nc0gM

Translator's Note

Sekelompok dari mereka (Yu Hao, Zhou Sheng, Fu Liqun, Chen Yekai dan Huang Ting) memainkan MOBA Cina yang disebut Wangzhe Rongyao/King of Glory. Yu Hao baru saja memulai bermain game ini, dan dia biasanya berperan sebagai penyembuh.

Translator's Note

Penyembuh

Translator's Note

Seorang pejabat yang baru dilantik bekerja keras untuk menunjukkan efisiensinya.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!