English

Merebut MimpiCh21 - Gladi Bersih

1 Comment

Penerjemah : jeff

“Aku sudah menunggumu sepanjang malam!” NwSa9D

Ketiganya membicarakan Chen Yekai sebentar. Yu Hao mengingat kata-kata yang dikatakan Chen Yekai kepadanya. Mungkin guru pembimbingnya ini, yang bersinar dengan kemegahan dewa laki-laki, adalah seseorang yang tahu apa yang ingin dilakukannya di kehidupan ini sejak dulu ba.

Story translated by Langit Bieru.

“Tapi hubungan yang terbentuk di dunia akademis juga sangat berantakan.” Fu Liqun mengupas udang sambil menjawab, “Tentang paper dan plagiarisme, hubungan guru dan murid, dan mereka bahkan akan bertengkar dan bersekongkol satu sama lain.”

“Dia bukan orang seperti itu.” Kata Yu Hao. e2TaZ4

“Apa kau sangat mengidolakannya?” Zhou Sheng mengamati Yu Hao dengan cermat. Yu Hao dengan cepat berkata, “Tidak, aku lebih mengidolakanmu.”

“Kenapa itu terdengar sangat sarkastik?”

“Tidak, tidak, aku bersungguh-sungguh.”

Yu Hao dan yang lainnya makan begitu banyak sehingga mereka harus berpegangan pada dinding untuk menopang tubuh mereka saat berjalan keluar. Dia berpikir tentang ke mana dia harus pergi selanjutnya untuk mencari pekerjaan paruh waktu – dia perlu mendapatkan cukup uang untuk makan dan biaya untuk liburan musim dingin, dan juga untuk membeli pakaian musim dingin yang akan dia butuhkan sebentar lagi. Tidak lama setelah ujian akhir mereka berakhir, liburan musim dingin akan dimulai dan semua orang akan pulang. Yu Hao tidak memiliki rumah yang bisa menjadi tempat baginya untuk pulang, jadi dia hanya bisa tinggal di asrama selama Tahun Baru. yNz1DL

Akan lebih baik kalau semua orang tetap pergi. Tempat ini akhirnya akan jadi tempat yang damai, lalu akan sempurna bagiku untuk membaca beberapa buku untuk mempersiapkan semester berikutnya. Kebanyakan toko kekurangan staf di akhir tahun, jadi akan mudah bagi para siswa untuk mendapatkan pekerjaan paruh waktu. Terlalu dingin untuk menjadi kurir, menggoreng kentang goreng di KFC sepertinya pilihan yang lebih baik.

Mereka baru saja melewati lantai empat sebuah pusat perbelanjaan ketika mereka bertiga tiba-tiba melihat Chen Yekai sedang makan di restoran Barat dengan dua orang lain yang tampak seperti pasangan.

“Siapa itu?” Minat Zhou Sheng terusik. Di sisi yang berlawanan dari Chen Yekai duduk seorang pria paruh baya berusia sekitar lima puluh tahun, dan seorang wanita yang tampak seperti berusia sekitar empat puluh tahun. Wanita itu terlihat sangat berkelas dan memakai anting berbentuk mutiara.

“Jangan lihat mereka lagi.” Yu Hao ingin Zhou Sheng segera pergi. Dia berpikir bahwa Chen Yekai tidak bergabung dengan mereka malam ini karena dia perlu menemani beberapa teman. Dia memiliki lingkarannya sendiri, namun dia juga membimbing mereka dalam kapasitasnya sebagai guru pembimbing, jadi akan tidak baik jika mereka terus-menerus mengganggunya. NsZehO

Zhou Sheng bahkan ingin pergi untuk menyapa Chen Yekai, tetapi dia diseret oleh Fu Liqun dan Yu Hao. Yu Hao berencana untuk kembali ke asramanya setelah makan malam, tetapi dua temannya yang lain menyeretnya ke pusat kota untuk melihat hitungan mundur. Mereka bertiga memegang tongkat karet yang mereka gunakan untuk saling pukul satu sama lain.

“Apa kalian tidak menemani pacar kalian?” Yu Hao bertanya.

Fu Liqun saat ini sedang memukul mereka berdua dengan tongkat tiupnya, tapi dia tiba-tiba tersenyum, “Kenalkan satu kepada kakakmu di sini?”

Zhou Sheng menatapnya, memberi isyarat pada Yu Hao untuk membiarkannya jatuh. Yu Hao berpikir, wah itu berita besar, mereka putus? Kemudian dia memandang Zhou Sheng lagi, dan berpikir bahwa Zhou Sheng mungkin tidak memiliki rencana dengan siapa pun malam ini karena dia ingin menemani Fu Liqun dan mengalihkan perhatiannya. Yu Hao dengan bijaksana berhenti bertanya lebih jauh. 9MvrB1

Lonceng di menara jam besar di pusat kota terdengar. Yu Hao menjaga neneknya pada Malam Tahun Baru tahun lalu saat jam menunjukkan tengah malam. Dalam retrospeksi, dia merasa seperti mengalami banyak hal selama setahun terakhir.

Balon naik ke langit satu demi satu – itu adalah pemandangan yang sangat spektakuler, namun pikiran Yu Hao tiba-tiba beralih ke Jenderal. Ketika mereka saling mengucapkan salam perpisahan mereka kepada satu sama lain, dia hampir yakin bahwa Jenderal adalah manusia. Dia bertanya-tanya apakah, pada saat ini, dia sedang merayakan Tahun Baru seperti mereka.

“Selamat Tahun Baru!” Zhou Sheng dan Fu Liqun memukul Yu Hao pada saat yang bersamaan. Yu Hao tersentak dari lamunannya dan berteriak, lalu mereka bertiga mulai memukul satu sama lain dengan tongkat karet sambil tertawa bahagia.

Tiba-tiba, semua ponsel mereka berdering pada saat yang bersamaan. Fu Liqun dan Zhou Sheng dengan cepat mengeluarkan ponsel mereka dan menerima panggilan atau membalas pesan yang mereka terima. Zhou Sheng memakai earphone-nya. Dia mendengarkan suara yang datang dari sisi lain dan tertawa terbahak-bahak sebagai tanggapan. nchXfS

Sementara itu, Fu Liqun menunduk saat membalas pesan WeChat miliknya.

Hanya Yu Hao yang tidak repot-repot memeriksa ponselnya sendiri; dia berpikir bahwa tidak ada yang akan mengiriminya salam Tahun Baru. Saat itulah Zhou Sheng menutup telepon.

Please visit langitbieru (dot) com

Zhou Sheng, “Apa ada pesan dari seseorang yang kau tunggu?”

Tatapan Zhou Sheng sedikit aneh, seolah menyembunyikan sebuah senyuman. Namun pada saat ini, yang Yu Hao pikirkan adalah apakah Jenderal akan melintasi batas antara mimpi dan kenyataan untuk mengatakan ‘Selamat Tahun Baru’ kepadanya? Tetapi setelah dia memikirkannya, dia tahu itu tidak mungkin. Jenderal tidak memiliki sarana untuk bisa menghubunginya. xHRhIp

Tapi bagaimana jika … Jenderal adalah seseorang yang dia kenal dalam kenyataan? Yu Hao tidak tahu dari mana pikiran berani ini tiba-tiba datang.

Dia mengeluarkan ponselnya dan melihat kotak pesan ketika pihak lain mengiriminya pesan terlebih dahulu.

“Selamat Tahun Baru. Tahun baru menandakan kehidupan baru. Jangan lupakan lagumu.” Chen Yekai bahkan mengiriminya paket merah.

“Kenapa hanya kau yang dapat paket merah!” Fu Liqun melirik layar ponsel milik Yu Hao. Yu Hao dengan cepat berkata, “Aku akan memberi kalian beberapa!” wYMmdq

“Kami hanya mendapat SMS massal darinya!” Zhou Sheng berkata, “Ini benar-benar tidak adil!” Mereka hanya mendapat 8,80 yuan dalam paket merah mereka.

Fu Liqun berteriak dengan marah lagi, “Siapa yang peduli tentang ini!”

“Baik! Kami berdua tidak peduli!” Zhou Sheng menggerutu dengan ketidakpuasan. Yu Hao harus mengirimi mereka masing-masing paket merah untuk memadamkan ketidakpuasan mereka.

“Selamat Tahun Baru–” 83YZAx

“Selamat Tahun Baru–”

Yu Hao memeluk Fu Liqun, lalu ketika dia hendak memeluk Zhou Sheng, Zhou Sheng mendorong dagunya ke belakang untuk menjauhkannya.

“Jangan terlalu berlebihan!”

Mereka bertiga tertawa keras. Kota Ying langsung tenggelam dalam lautan balon dan tawa yang hangat. XRrmxW

Yu Hao berpikir, Selamat Tahun Baru, Jenderal. Dimanapun kamu berada.

Selama liburan tiga hari untuk Tahun Baru, Yu Hao mendapatkan pekerjaan yang dilakukannya dengan mengendarai sepeda listrik selama liburan dan akhir pekan. Dia mengendarainya menuju berbagai mesin cakar di pusat perbelanjaan untuk mengisinya dengan boneka, dan setelah dia berlari sepanjang hari, dia sangat kelelahan sehingga dia merasa seperti akan pingsan. Menurutnya, pasangan-pasangan di kota ini benar-benar menyukai permainan mesin cakar. Dia tidak tahu kemana perginya volume besar boneka itu. Dia menunggu di lampu merah bersama pengendara sepeda listrik lainnya yang sedang mengantarkan takeout dan pengiriman ekspres. Ketika dia melihat ke arah arus sekelompok orang yang terus datang dan pergi tidak ada habisnya di depannya sementara dia mengenakan sarung tangan tebal dan masker wajah, dia sering berpikir bahwa mereka tampak seperti NPC dalam pemandangan alam mimpi.

Setiap orang terbiasa melakukan pemesanan dan menerima pesan antar mereka dan pengiriman ekspres dikirim langsung ke depan pintu mereka. Sambil menyaksikan hiruk pikuk orang-orang yang bekerja di industri jasa datang dan pergi, seolah-olah mereka lebih, seperti pepohonan di pinggir jalan, lampu lalu lintas dan penutup saluran pembuangan, menjadi bagian dari fasilitas umum di kota ini. Ketika dia memasak kentang goreng di McDonald’s sebelumnya, dia merasa seperti robot otomatis cerdas yang berfungsi untuk menerima pesanan – di mata pelanggannya, dia hanyalah bagian dari mesin kasir.

Dan Chen Yekai, orang yang telah mengajarinya untuk “mengejar kehidupan yang dia inginkan”, mungkin tidak perlu mengalami hal-hal ini. qxcvLe

Setiap orang ingin menembus strata mereka dan berhenti berjuang di dasar tangga sosial. Ini adalah sesuatu yang selalu diperjuangkan seseorang. Tapi sungguh, seberapa besar kiranya dunia ini bisa berubah karena dia?

Selama beberapa hari terakhir ujian akhir mereka, salju tebal dapat terlihat melalui jendela. Kota Ying terletak di selatan, jadi disana tidak terlalu hangat. Tangan semua orang membeku sampai menjadi kaku. Zhou Sheng duduk tidak terlalu jauh dari Yu Hao. Kadang-kadang, Yu Hao memandangnya sekilas dari belakang dan sepertinya Zhou Sheng sedang memeras otaknya – terutama ketika mereka sedang melakukan ujian bahasa Inggris. Yu Hao lebih gugup untuk Zhou Sheng dan Fu Liqun daripada dirinya sendiri. Ketika saat itu dia melihat Zhou Sheng tergeletak di atas meja untuk tidur siang bahkan sebelum satu jam berlalu, dia berteriak dengan marah di dalam hatinya, kenapa kau tidur?! Bangun dan jawab pertanyaan itu!! Dan periksa jawabanmu setelah kamu selesai!

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Aku benar-benar bisa menjawab semuanya!” Zhou Sheng berkata dengan tidak sabar, “Bukankah kau yang bilang untuk tidak terlalu memikirkan bahasa Inggris? Dan aku bisa saja mengubah jawabanku dari benar menjadi salah kalau mengulanginyalagi?”

“Kau benar-benar menyelesaikan semuanya?” Yu Hao menatap Zhou Sheng dengan curiga. YoI0pz

“Semuanya sudah selesai!” Zhou Sheng merangkul Yu Hao dan membawanya ke kantin untuk makan, “Aku pasti akan lulus!”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Te Ljb yfgajcsj ijul, “Bje peuj rfifrjl wfceilr xbwqbrlrlcsj?”

“Cxe revjt wfcsfifrjlxjccsj!” Itbe Vtfcu yfgxjaj, “Bfcjqj xje yfulae mfgfkfa?”

Vfafijt epljc yjtjrj Pcuuglr wfgfxj yfgjxtlg, qfijpjgjc afgjxtlg wfgfxj vl rbgf tjgl jvjijt Zjafwjalxj Klcuxja Ojcpea. Vfyfiew wfgfxj wfwjrexl afwqja epljc, Itbe Vtfcu alyj-alyj yfgxjaj xfqjvjcsj, “Cxe lculc wfwyfglajtewe rfrejae, Te Ljb.” t3nl8p

Yu Hao, “?”

Tapi Zhou Sheng dengan cepat menolaknya, “Lupakan, ayo kita bicarakan nanti.”

Yu Hao benar-benar bingung. Mereka duduk terpisah ketika ujian Matematika Tingkat Lanjut. Ketika Yu Hao melihat kertas itu, dia berterima kasih kepada surga bahwa Chen Yekai sangat ahli dalam menjelaskan konsep matematika. Dia bisa menjawab sebagian besar pertanyaan, tapi dia masih tidak punya cukup waktu untuk menyelesaikan semua pertanyaan pada akhirnya … ketika dia menyerahkan kertasnya, Yu Hao telah menghabiskan semua kekuatan di tubuhnya sehingga dia pingsan saat dia duduk kembali di kursinya. Dia bertanya-tanya tentang apa yang ingin dikatakan Zhou Sheng ketika dia melihat pesan yang dikirim Chen Yekai kepadanya saat itu.

【Datang dan temui aku, aku akan menunggumu di asrama. 】 uYrxmf

“Yu Hao!”

“Aku akan ke asrama Chen Laoshi!” Yu Hao dengan cepat turun ke bawah dan berkata kepada Zhou Sheng, “Aku akan dibayar untuk pekerjaan paruh waktuku malam ini, jadi aku akan mentraktirmu dan Fu Liqun makan besok!”

Kepala Zhou Sheng muncul di sudut saat dia berkata, “Apa?! Kau akan pergi ke asrama Kaikai? Tidak bisakah kalian bicara di kantornya saja? Apa dia akan memanfaatkanmu?!”

Yu Hao, “……” zsnqw8

Perguruan tinggi mereka mengatur agar Chen Yekai tinggal di asrama yang dikhususkan untuk guru muda. Lokasinya terletak di sisi paling barat sekolah dan memiliki lingkungan yang cukup baik. Meskipun jumlah pelamar dan guru yang memenuhi syarat untuk lembaga pendidikan ini tidak mencukupi, secara finansial masih cukup makmur – mereka mengumpulkan uang dari para siswa, menerima alokasi dana publik, dan bahkan bisa menjual tanah. Guru yang tinggal di luar perguruan tinggi menikmati tunjangan pemukiman, keluarga dan tunjangan serupa, sementara mereka yang tinggal di perguruan tinggi seperti Chen Yekai memiliki suite mewah untuk satu orang.

Rumah Chen Yekai sangat rapi; seorang asisten rumah tangga akan datang setiap hari untuk membersihkan rumahnya. Yu Hao menunggu di pintu sebentar. Chen Yekai baru saja kembali, dan dia membukakan pintu untuknya, “Ayo kita bicara di dalam. Mau minum apa?”

Yu Hao jarang pergi ke rumah teman. Hal pertama yang dia pikirkan saat masuk adalah bahwa dia takut mengotori rumah Chen Yekai. Chen Yekai melepas jaketnya dan mengambil sepasang sandal untuk Yu Hao sebelum mempersilakan, “Duduklah.”

“Aku tidak ingin minum apa pun…” OLg zJ

“Minumlah ba.” Chen Yekai menyalakan mesin kopinya dan membuatkan secangkir kopi untuk Yu Hao. Dia duduk di satu sisi. Ada setumpuk besar game PS4 di bawah TV, serta cokelat yang dibawa kembali dari luar negeri. Chen Yekai memberikan cokelat itu kepada Yu Hao, “Cokelat jenis ini cocok dimakan dengan kopi.”

Apartemen Chen Yekai tampak seperti milik seorang bujangan kaya. Yu Hao sudah merasa sangat penasaran tentang hal itu sebelumnya – Chen Yekai mengenakan pakaian yang berbeda setiap hari, jadi bukankah akan merepotkan untuk mencucinya?

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Orang itu pasti membuat seseorang menjemput mereka di depan pintunya hanya dengan satu panggilan!” Zhou Sheng kemudian berkata, “Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal seperti itu untuknya, khawatirkan saja tentang mencuci pakaianku sampai bersih.”

Jawaban yang diberikan Fu Liqun adalah, “Orang kaya membuang pakaian mereka setelah memakainya sekali, apa kau tidak tahu itu?” lbOB46

Oke kalau begitu, kemiskinanku benar-benar membatasi daya imajinasiku Yu Hao melihat banyak hal di suite Chen Yekai dan bahkan tidak bisa memahami untuk apa kebanyakan dari benda-benda itu seharusnya digunakan. Yu Hao bisa memakai satu jaket selama tiga hari berturut-turut. Dia akan sangat kelelahan pada saat dia sampai di rumah sehingga dia bahkan tidak bisa repot-repot mencucinya sebelum jatuh ke tempat tidurnya. Sekarang dia hanya duduk di sini seperti ini, dia merasa sangat tidak nyaman. Ketika Chen Yekai membuka lemari sepatu miliknya tadi untuk mencarikan beberapa sandal untuknya, Yu Hao melihat sepasang sepatu kets edisi terbatas yang memiliki harga setinggi langit, jadi dia dengan canggung memulai percakapan.

Laoshi, apa kamu juga bermain basket?”

“Aku tidak pandai memainkannya.” Chen Yekai berkata, “Aku bisa bermain sepak bola. Akhir semester ini sangat sibuk, tapi ayo kita bermain game selama liburan musim dingin berikutnya.”

Yu Hao bahkan lebih dari seorang noob. Dia tahu bahwa apa yang disebut Chen Yekai ‘tidak pandai dalam hal itu’ setara dengan perusak kurva ‘Aku mengacaukan ujianku lagi kali ini’. Ketika Zhou Sheng tidak ikut bermain terakhir kali dan Chen Yekai adalah orang yang memimpinnya di Glory, dia juga berkata “Aku tidak terlalu pandai dalam permainan ini jadi jangan menertawakanku” tetapi dia mendapatkan 20 over kill pada akhirnya. Yu Hao hanya merasa seperti dia mengikuti di belakang mesin pemotong rumput, dan setelah pertandingan berakhir, mereka berdua bahkan dilaporkan menggunakan add-on. 3zvQNl

“Aku belum pernah melihatmu bermain sepak bola sebelumnya.” Kata Yu Hao.

Chen Yekai mengangkat cangkir kopinya, “Aku masuk di tim untuk departemen kami selama tahun-tahun sarjanaku, tetapi aku berhenti bermain ketika aku memulai studi pascasarjana. Jangan terus memanggilku Laoshi lagi, panggil saja aku Kaikai seperti Zhou Sheng dan yang lainnya. ”

Yu Hao berpikir aku mengerti, meskipun kamu bilang kamu ‘baik-baik saja’. Aku seharusnya memanggilmu Dewa Laki-laki seperti yang dilakukan gadis-gadis di kelasku … tapi dia benar-benar tidak bisa mengucapkan kata-kata ini dengan lantang. Ketika dia duduk di hadapan Chen Yekai, dia tidak tahu mengapa tetapi dia merasa seperti dia telah dibawa untuk mempelajari tentang aturan perdagangan yang tidak terucapkan.

“Mengenai apa yang kita bicarakan terakhir kali, apa kamu sudah memikirkannya?” Chen Yekai bertanya. PNbHB8

Yu Hao, “……”

Kenapa percakapan kami mulai terdengar lebih dan lebih seperti dialog dari drama TV, pikir Yu Hao.

“Belum.” Yu Hao memikirkannya sebentar sebelum mengatakan ini, agak bingung.

Chen Yekai, “……” L2MBI1

Yu Hao, “?”

Chen Yekai, “Kamu belum memilih lagunya?”

“Oh yang itu!!” Yu Hao segera berkata, “Aku sudah memilih satu! Dan aku sudah melaporkannya ke Komite Departemen Kampus! Aku sudah memilih lagu sebelum ujian kami dimulai.”

Dia benar-benar berpikir bahwa Chen Yekai telah mulai peduli dengan visi hidupnya dan rencananya untuk masa depan jadi dia merasa sedikit aneh, tapi sekarang dia tersenyum ketika dia berkata, “Kamu seharusnya mengatakan itu lebih awal! Aku bertanya-tanya apa yang ingin kamu bicarakan denganku.” PzOIHn

Seorang guru memanggil seorang siswa ke rumahnya sendirian dan bertanya “apa kamu sudah memikirkannya” … Yu Hao kembali santai. Tapi tidak mungkin bagi Chen Yekai untuk menyukainya. Guru pembimbing dewa laki-laki ini – yang ketampanannya melampaui surga – diselimuti misteri – asal-usul keluarganya dan orientasi seksualnya adalah teka-teki yang belum diketahui orang lain. Beberapa orang mengatakan bahwa dia menyukai tipe perempuan yang lebih tua, sementara beberapa orang mengatakan bahwa dia sudah menikah. Dan ada beberapa orang yang mengatakan bahwa dia gay.

Jika dia benar-benar ingin memanfaatkanku……

Story translated by Langit Bieru.

…… maka itu akan sangat bagus tentunya! Itulah yang sebenarnya aku harapkan ba!

Yu Hao memikirkan ini di dalam hatinya. Tapi dia tidak pernah benar-benar memikirkan fantasi seperti itu sebelumnya. OHjICS

Dia tidak tahu mengapa, tetapi sejak dia mulai menyukai Jenderal, dia terus-menerus disiksa oleh hormon hiperaktifnya. Dia memutuskan bahwa setelah Festival Musim Semi yang akan datang, dia akan mencoba mencari pacar. Bagaimanapun, itu adalah awal yang baru baginya. Dia tidak akan lagi mengisolasi dirinya sendiri, dan dia akan berusaha untuk memahami dan mencintai orang lain. Orang itu mungkin seseorang dari perguruan tinggi mereka, atau seseorang yang sudah bekerja, tapi itu pasti bukan Chen Yekai.

Dia tidak layak untuknya, dan tentu saja, Chen Yekai tidak akan berkencan dengan seorang siswa. Selain itu, dia bahkan tidak tahu apakah Chen Yekai benar-benar gay atau tidak. Jika dia mendapatkan pacar di masa depan, dia berharap pacarnya tidak akan menjadi orang yang mempesona karena itu akan membuatnya merasa terlalu tidak aman.

“Lagu apa yang kamu pilih?”

Yu Hao sedang memeriksa ponselnya, dan Chen Yekai mendekat untuk melihatnya. Dia memiliki aroma cologne yang sangat samar di tubuhnya yang membuat Yu Hao sedikit gugup, jadi dia tiba-tiba berubah pikiran dan berkata, “Apa aku harus bernyanyi sekarang?” AKJwMn

“Bukankah kamu tetap harus ikut gladi bersih?” Chen Yekai tersenyum dan bangkit, “Kalau begitu kamu harus bernyanyi. Tapi aku bisa saja pergi dulu tanpa mendengarkannya.”

“Gla … gladi bersih?!” Yu Hao tercengang, dia tidak menyangka latihannya akan dilakukan secepat ini.

Chen Yekai, “Kamu harus naik panggung besok malam. Aku tidak mengganggumu sebelumnya karena aku tidak ingin ini memengaruhi ujianmu. Kemarilah.”

Yu Hao baru saja berlatih, jadi dia menjadi lebih gugup dari sebelumnya. Untungnya, Chen Yekai tidak menyebutkannya sebelumnya, atau dia pasti akan mengacaukan ujiannya. Dia mengikuti Chen Yekai dan memasuki sebuah ruangan. Chen Yekai membuka lemari pakaian miliknya dan berkata, “Apa kamu sudah memikirkan pakaian macam apa yang ingin kamu pakai? Kamu boleh memilih sesuatu yang kamu suka dari sini ba.” 5dp2G1

Yu Hao memiliki tinggi 176cm, sedangkan Chen Yekai 180cm, jadi Yu Hao bisa memakai pakaiannya. Ada beberapa setelan di lemari pakaian yang terlihat terlalu formal. Setelah Yu Hao memikirkannya sebentar, dia berkata, “Mungkin lebih baik aku membeli satu untuk diriku sendiri ba?”

“Tidak apa-apa, kamu bisa memakai punyaku.” Chen Yekai berkata, “Kamu tidak perlu menghabiskan uangmu untuk membeli satu.”

Tidak seperti Yu Hao bisa naik ke panggung seperti ini kapan saja. Juga, dia tahu bahwa Chen Yekai melakukan ini demi dirinya, jadi dia mengangguk penuh terima kasih. Dia tidak pernah terlalu peduli dengan pakaiannya, dan sepertinya dia juga tidak mampu untuk menambah pengeluarannya lagi untuk membeli pakaian. Dia mungkin tidak akan terbiasa mengenakan pakaian formal secara tiba-tiba, jadi setelah merenungkannya sebentar, dia berkata, “Aku tidak akan memakai blazer, hanya kemeja saja.”

Chen Yekai berkata, “Terserah kamu.” vdDfXp

“Apa yang ini boleh?” Yu Hao mengeluarkan dua kemeja yang digantung bersama – yang di luar berwarna biru laut, sedangkan kemeja di dalamnya berwarna putih. Yang putih tampak agak usang, dan sepertinya tidak terbuat dari bahan yang sangat mahal. Jadi dia melepas yang biru tua dan membandingkannya dengan yang putih.

“Baju itu ……” Chen Yekai berkata, “Kamu harus memilih yang lebih baik.”

Yu Hao, “Aku memilih yang ini ba, kemeja putih ini cocok dengan celana setelan.”

Chen Yekai terkejut, “Kamu suka gaya ini?” Bnbxm8

Yu Hao berkata, “Aku menyukainya begitu saja saat aku melihatnya.”

Mendengar ini Chen Yekai tidak menekan Yu Hao lebih jauh lagi. Dia berkata, “Mau mencobanya?” Setelah dengan santai melemparkan kemeja biru tua sebelumnya ke lemari pakaian lain, dia kemudian menemukan sepasang celana setelan ramping untuk diberikan kepada Yu Hao. Dia melihat ke arah arlojinya, “Ayo cepat, aku akan mengantarmu ke gladi bersihnya.”

Story translated by Langit Bieru.

Setelah Yu Hao berganti pakaian, dia ingin Chen Yekai melihatnya. Chen Yekai sedang melihat ponselnya di ruang tamu, dan berkata tanpa mengangkat kepalanya, “Kelihatannya bagus.”

Yu Hao, “Kamu bahkan belum melihatnya!” y8Mj6A

Chen Yekai mendongak. Keduanya tiba-tiba terdiam beberapa saat.

“Bagus.” Chen Yekai berkata, “Pakai itu. Setelah kamu merias wajahmu sedikit saja dan merapikan alis, kamu akan terlihat cukup tampan.”

Yu Hao secara naluriah merasa bahwa Chen Yekai tampak sedikit marah – mungkin itu karena dia telah memilih baju yang paling murah. Tapi dia tidak melakukannya karena rasa rendah diri, tapi karena dia merasa……

“Chen Laoshi.” Yu Hao menyimpan pakaian itu di tasnya saat dia berbicara dengan khawatir. PonMKF

Un.” Kedua tangan Chen Yekai dimasukkan ke dalam saku dan dia berjalan mondar-mandir. Dia berbalik untuk melihat Yu Hao.

“Aku hanya berpikir, mungkin sebenarnya aku ingin membiarkan diriku yang sebenarnya berdiri di atas panggung untuk bernyanyi.” Yu Hao menjelaskan, “Jadi …… jadi ……”

“Orang yang menarik akan tetap terlihat bagus tidak peduli apa yang mereka kenakan.” Sudut bibir Chen Yekai sedikit terangkat, “Kamu cukup percaya diri sekarang.”

Yu Hao tertawa. Chen Yekai membawanya ke auditorium untuk gladi bersih. Sekretaris Komite Departemen Kampus juga ada di sana, dan dia mengangguk pada mereka. N4y3EB

Yu Hao melihat arlojinya. Dia harus menyelesaikan pekerjaan terakhirnya sebelum jam 8 malam hari ini, kemudian mendapatkan gaji dari atasannya, jadi dia bertanya-tanya apakah gladi bersihnya bisa selesai dengan sukses nanti. Namun, gladi bersih itu tampaknya terus berlanjut tanpa terlihat akan berakhir. Saat itulah Yu Hao menyadari masalah yang sangat serius – gladi bersih biasanya memakan waktu lebih lama daripada pertunjukan sebenarnya.

Dia terus melihat arlojinya, dan akhirnya, Chen Yekai bertanya, “Ada apa?”

Yu Hao menjelaskan situasinya. Chen Yekai berkata, “Kamu belum makan malam.”

Yu Hao takut atasannya akan menunggak gajinya, jadi dia berkata, “Bagaimana kalau aku pergi dulu?” aNMmwH

“Pergilah ba.” Chen Yekai memberi tahu serikat mahasiswa. Presiden memasang ekspresi bingung dan berkata, “Lalu apa yang harus kita lakukan?”

“Kalau begitu aku akan bernyanyi untuknya.” Chen Yekai berkata, “Aku agak tuli nada, jadi aku harap semua orang tidak akan terlalu keberatan.”

Semua orang segera mengabaikan Yu Hao saat mereka berkata serempak, “Oke oke!” Yu Hao berpikir, syukurlah, akhirnya aku bebas.

Dia bergegas pergi dari tempat itu secepat yang dia bisa dan mengisi ulang mesin cakar dengan boneka untuk hari itu. Sementara itu, Zhou Sheng terus mengirim pesan kepadanya dan menanyakan di mana dia berada dan jam berapa dia akan kembali ke sekolah. Yu Hao membalasnya dengan mengatakan bahwa dia sedang bekerja. Zhou Sheng meneleponnya, tetapi saat itu Yu Hao sedang menopang lemari kaca itu sendirian agar tidak jatuh, dan dia meraba-raba ke dalam lemari itu saat dia mencoba mengisinya dengan boneka juga. 6fz2yr

“Aku akan sangat terlambat!” Yu Hao berkata, “Ada apa? Aku masih mengisi ulang boneka, jadi aku akan menutup teleponnya sekarang!”

Zhou Sheng, “Kenapa kau bekerja lagi?”

Please visit langitbieru (dot) com

“Kalau aku tidak bekerja, aku akan kedinginan dan kelaparan!”

“Apa kau bisa lebih cepat?!” Pasangan yang menunggu mesin cakar itu menjadi marah, jadi Yu Hao hanya bisa berkata, “Sebentar lagi!” S61P3j

“Dia harus dikomplain!” Pelanggan itu berkata, “Dia sedang menelepon ……”

“Jangan!” Yu Hao dengan cepat mencoba menenangkan mereka, “Nomor itu digunakan untuk menginformasikan perbaikan, bukan untuk keluhan! Oke oke, aku tidak akan menggunakan ponselku lagi.” Sesuatu seperti ini bisa dikeluhkan juga? Dia akan mendapatkan gajinya hari ini, jadi akan sangat mengerikan jika bosnya menggunakan ini sebagai alasan untuk memotong gajinya.

Yu Hao mencoba yang terbaik untuk membujuk mereka, dan setelah dia menutup telepon, dia meminta maaf kepada pelanggan itu lagi sebelum berlari ke mal berikutnya. Dia menyibukkan diri sepanjang malam, dan setelah dia berhasil menerima gajinya, dia mengirim pesan kepada Chen Yekai untuk menanyakan apakah gladi bersihnya sudah selesai. Chen Yekai tidak membalasnya.

Sial, dia pasti marah. Yu hao bergegas ke auditorium sebelum lampu padam. Auditoriumnya sudah dikunci dan di dalam juga sudah gelap gulita. Qad9tz

Setelah dia kembali ke asramanya dan berbaring, Chen Yekai membalasnya.

【Kalau kamu mengacau besok malam, kamu akan tamat.】

Yu Hao dengan cepat meminta maaf. Chen Yekai masih mengabaikannya, tetapi telepon dari Zhou Sheng kemudian datang.

“Apa yang sebenarnya kau lakukan?” Suara Zhou Sheng mengalir melalui telepon, “Laozi akan mulai memukuli seseorang! Apa kau tahu sudah berapa lama aku menunggumu?!” U2rG47

Yu Hao benar-benar bingung. Dia tidak memiliki rencana untuk bertemu dengan Zhou Sheng hari ini ‘kan?

Yu Hao sangat lelah, tetapi itu tidak berguna tidak peduli seberapa banyak dia mencoba menjelaskan. Zhou Sheng melanjutkan, “Apa yang Chen Yekai rencanakan padamu?”

“Aku bekerja!” Yu Hao meringkuk di bawah selimutnya. Semua teman sekamarnya keluar untuk bermain setelah ujian mereka selesai, “Aku tidak melakukan apapun lagi!”

“Aku marah!” Zhou Sheng berkata, “Aku sudah menunggumu sepanjang malam!” 7C2s35

“Kenapa kamu menungguku?” Yu Hao berkata, “Kita tidak seharusnya bertemu hari ini, ‘kan??”

Zhou Sheng berhenti berbicara. Yu Hao sama sekali tidak tahu harus berkata apa. Dia belum makan malam, jadi perutnya menderita karena rasa lapar yang tak tertahankan, namun dia masih harus dimarahi kemanapun dia pergi. Dia tidak memiliki temperamen yang baik sekarang.

“Kalau begitu kamu bisa menemuiku setelah kamu bisa mengatasi kemarahanmu itu ba.” Kata Yu Hao.

“Buka pintunya!” Zhou Sheng berteriak dengan marah di luar pintu. Y7841n

Yu Hao, “……”

Yu Hao dengan cepat bangkit untuk membuka pintu, Zhou Sheng memasuki asramanya dan dengan santai melemparkan makan malam yang dikemas di atas meja. Kemudian dia berbalik dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku dan kemudian pergi.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Zhou Sheng!” Yu Hao hendak mengejarnya ketika embusan angin dingin bertiup dari luar. Yu Hao bergegas kembali dan memakai celananya, lalu berlari ke bawah. Semua lampu di gedung asrama sudah mati. Dia hanya bisa melihat Zhou Sheng melompati pagar lantai dua dan berlari kembali ke asramanya sendiri setelah dia mendarat.

Yu Hao juga melompat ke bawah, tetapi setelah Zhou Sheng melewati halaman, dia melompat ke pagar di belakang asrama mereka dan – seolah-olah dia sedang melakukan parkour – dia melompat beberapa kali ke lantai dua di asrama seberang dan masuk ke asramanya sendiri. 1dJl2h

Yu Hao berdiri di halaman, benar-benar tercengang. Dia tidak bisa melompat ke gedung yang berlawanan. Untungnya, pria lain dari asramanya sendiri telah kembali, jadi setelah berteriak cukup lama di luar pintu masuk di lantai bawah, pengawas asrama akhirnya membukakan pintu dan Yu Hao berhasil kembali ke asramanya sendiri.

Makanan yang disiapkan Zhou Sheng untuknya sudah dingin. Yu Hao sangat lapar sehingga dia memakannya dengan tergesa-gesa. Dia menelepon Zhou Sheng, tetapi dia tidak mengangkatnya. Dia juga mengirim pesan, tetapi dia tidak menerima balasan satu pun. Yu Hao tiba-tiba teringat bahwa Zhou Sheng memiliki sesuatu yang ingin dia katakan padanya hari ini, jadi dia hanya bisa meminta maaf padanya terlebih dahulu. Sebenarnya, dia tidak tahu mengapa dia harus meminta maaf sejak awal. Pada akhirnya, dia tertidur dalam suasana hati yang suram.

Dia tidak perlu bekerja, pergi ke kelas atau belajar apa pun keesokan harinya.

Dari awal Tahun Baru hingga tanggal 17 bulan ini, Yu Hao telah berhasil menghemat total 2.200 yuan. Ini akan cukup untuk membantunya selama liburan musim dingin. Biaya yang harus dikeluarkan selama periode Festival Musim Semi akan meroket, tapi dia masih harus membeli beberapa pakaian untuk dirinya sendiri. Dia memutuskan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pergi ke supermarket untuk mencari pekerjaan paruh waktu sebagai petugas inventaris. bkcPRn

Keberadaan Jenderal secara bertahap mulai memudar. Saat dia mengingat kembali pemandangan alam mimpinya setengah bulan yang lalu, pemandangan itu diselimuti dengan kabut tebal dan dia tidak bisa mengingatnya sama sekali. Tetapi dia masih mencoba yang terbaik untuk mengingatkan dirinya sendiri berulang kali bahwa orang dari ingatannya itu nyata.

Yu Hao menyiapkan secangkir mie instan untuk dirinya sendiri di asramanya. Kemudian dia melihat ponselnya dan membuka Changba untuk berlatih lagu yang akan dia nyanyikan di atas panggung malam ini. Dia percaya bahwa dia akan bisa menyanyikannya dengan baik, meskipun dia sudah lama tidak menyanyi. Dia berlatih sampai tengah hari dan ingin mengajak Zhou Sheng keluar untuk makan siang, tetapi Zhou Sheng tidak pernah mengiriminya pesan.

Dia mengajak Fu Liqun keluar untuk makan setelah pertunjukan malam ini, dan Fu Liqun menjawab: 【Aku tidak ada di sekolah hari ini, lakukan urusanmu sendiri ba.】

Yu Hao tiba-tiba merasa sedikit kesepian. Dia tidak pernah merasa seperti ini ketika dia menjaga dirinya sendiri di masa lalu, tetapi setelah dia mendapatkan teman baru seperti Zhou Sheng, dia merasa ada sesuatu yang hilang setelah Zhou Sheng mulai mengabaikannya. sd9mT8

Yu Hao berpikir bahwa mungkin dia sudah dibenci sekarang, jadi dia hanya bisa kembali ke keadaannya yang semula dan makan di kantin saja. Setelah dia mandi dan berganti dengan kemeja dan celana setelan yang dipinjamkan Chen Yekai, dia mengenakan rompi bawah dan pergi ke auditorium untuk pertunjukan hari ini pada waktu yang ditentukan.

Pertunjukan dijadwalkan dimulai pada jam 3 sore  Dekan memberikan pidato pembukaan, dan memperkenalkan Profesor Lin bersama dengan pasangannya. Dia kemudian melaporkan perkembangan atmosfir akademis di perguruan tinggi mereka selama setahun terakhir, dan membahas bagaimana dia menantikan tujuan masa depan perguruan tinggi di tahun baru.

“Itu kamu?” Kata Sekretaris Komite Departemen Kampus ketika dia melihat Yu Hao.

Yu Hao mengintip dari celah saat dia berada di belakang panggung, dan menyadari bahwa Profesor Lin dan pasangannya adalah pasangan yang makan malam dengan Chen Yekai di Malam Tahun Baru sebelumnya. Dia buru-buru meminta maaf kepada Sekretaris Komite Departemen Kampus karena tidak menghadiri gladi bersih, dan semua orang di belakang panggung mengatakan itu bisa dimengerti. Mereka mungkin mengatakan bahwa ‘itu bisa dimengerti’, tetapi ada perasaan keterasingan yang samar di mata mereka. Yu Hao terbiasa mendapatkan tatapan seperti itu, dan tidak mengatakan apapun. Semua orang di departemen seni dan sastra mengenal satu sama lain. Mereka semua sedang memakan biji melon, makan camilan, atau mengobrol dengan gembira sambil menunggu giliran di atas panggung, tapi Yu Hao hanya berdiri di samping. U51trg

“Di sana terlalu dingin.” Sekretaris Komite Departemen Kampus berkata, “Aku akan menyisir rambutmu dan merias wajahmu sedikit.”

Yu Hao mengizinkan mereka untuk merapikan rambutnya. Dia mendengar suara Chen Yekai di luar, “Apa dia sudah di sini?”

Sekretaris Komite Departemen Kampus menjawab bahwa dia ada di sini, dan Chen Yekai bahkan tidak datang untuk melihatnya sebelum dia berkata, “Tidak apa-apa selama dia di sini.” Lalu dia berbalik dan pergi.

Setelah rambut Yu Hao ditata dan riasan tipis dioleskan ke wajahnya, dia kembali ke belakang panggung. Semua orang terdiam. 1PzKeH

“Apa itu terlihat aneh?” Kata Yu Hao.

Gadis-gadis disana terdiam beberapa saat, lalu mengungkapkan secara berurutan, “Kamu terlihat cukup tampan.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Yu Hao tertawa. Dia mengambil kursi dan duduk di atasnya, dan tidak memperhatikan tatapan orang-orang di sekitarnya. Dia memakai earphone saat dia terus memainkan lagu yang akan dia nyanyikan berulang kali.

Zhou Sheng akhirnya mengiriminya pesan singkat sambil bertanya, “Apa kamu sudah makan?” aGdNYc

Yu Hao menjawab, “Aku ada pertunjukan malam ini.”

Zhou Sheng mengiriminya ekspresi marah lewat QQ: 【Aku tahu, aku bertanya apa kau sudah makan.】

Yu Hao dengan cepat berkata bahwa dia sudah makan, lalu Zhou Sheng menjawab: 【Bernyanyilah dengan benar, jangan melenceng dari nadanya. 】

Yu Hao tidak pernah takut nyanyiannya akan melenceng dari nada yang seharusnya, tetapi sekarang setelah Zhou Sheng menyebutkannya, dia mulai takut bahwa nyanyiannya mungkin benar-benar akan tidak selaras. Zhou Sheng bertanya apa yang dia nyanyikan, dan untuk siapa dia bernyanyi. Yu Hao menjawab: 【Untuk seorang teman.】 vjXqtI

【Oh?】Setelah Zhou Sheng mengirim pesan ini, dia tidak mengatakan apa-apa lagi.

Saat gilirannya untuk tampil di atas panggung semakin dekat, Yu Hao mulai tegang tak terkendali.

“Jangan minum air terus.” Sekretaris Komite Departemen Kampus mengingatkan.

Yu Hao sudah selesai minum dua botol air, tapi tenggorokannya masih terasa kering. Dia khawatir suaranya akan terdengar parau di atas panggung. jD S3J

“Aku akan pergi ke kamar mandi sebentar ……” kata Yu Hao sambil gemetar.

“Jangan gugup.” Sekretaris Komite Departemen Kampus berkata, “Lagipula ini hanya pertunjukan, tidak banyak yang akan terjadi bahkan kalau kamu mengacaukannya. Apa ini pertama kalinya kamu tampil di atas panggung?”

Yu Hao melambaikan tangannya dan lari untuk buang air kecil, pada saat dia bergegas kembali, staf di belakang panggung mendesaknya, “Cepat, cepat! Sekarang giliranmu!!”

“Lepaskan rompi bawahmu!” Sekretaris Komite Departemen Kampus menyuruhnya melepas rompi bawahnya sebelum memberikan mikrofon kepadanya, “Jangan tepuk dan jangan katakan ‘wei‘. Saat kamu naik ke atas panggung, sambut Profesor Lin di kampus kita dulu, lalu langsung bernyanyi. Setelah kamu selesai menyanyikan kalimat pertama, pengiring akan mengikuti nyanyianmu. Jangan gugup!” GjoviN

“Hati-hati dengan langkahmu, jangan tersandung!”

“Jangan angkat kepalamu saat bernyanyi! Ini bukan sudut yang bagus untuk jepretan kamera!”

Ketika Yu Hao melangkah ke atas panggung, dia secara tidak sengaja mendongak dan orang pertama yang dia lihat sebenarnya adalah Zhou Sheng. Dia berdiri di baris terakhir auditorium.

Zhou Sheng menyaksikan pertunjukan itu dari baris terakhir auditorium.  Dia tampak membungkuk sedikit dan dengan sembarangan bersandar di pagar, sementara pacarnya berdiri di sampingnya – gadis cantik yang membantu menghangatkan tangan Yu Hao di hari musim dingin yang dingin sebelumnya. p2k8V

Semua kegugupan yang dia kumpulkan sepanjang hidupnya mencapai puncak tertentu dan runtuh – seperti salju yang berkumpul di puncak gunung bersalju selama ribuan tahun. Semuanya jatuh padanya sekarang, menenggelamkannya dengan suara gemuruh yang keras.

Langit Bieru.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment

  1. Zhou Sheng tsundere nih kayaknya ahahahhaha itu beneran pacar dia ga sih. Aku ngerasa Zhou main kode2an sama Hao tp shounya ga peka aihhh