English

Merebut MimpiCh24 - Sesi Pengadilan

0 Comments

“Ketika aku tampil di atas panggung, mereka mengatakan bahwa tubuhku dikelilingi oleh lingkaran cahaya ….”

cxLrQl

Zhou Sheng sedang bermalas-malasan dengan cara merokok di luar ruang pengadilan bersama Huang Ting. Huang Ting menyadari bahwa Yu Hao kelihatan linglung, jadi dia bertanya, “Ada apa?”

Yu Hao menggelengkan kepala. Huang Ting berkata, “Jawab saja apa pun yang ditanyakan kepadamu nanti, semuanya akan baik-baik saja selama yang kau ungkapkan kepada mereka itu adalah sebuah kebenaran.”

Story translated by Langit Bieru.

Baik Yu Hao dan Zhou Sheng meresponnya dengan “Un.” Tak lama setelahnya, seseorang dari pengadilan datang menjemput mereka, sehingga keduanya harus berpisah dengan Huang Ting. Resepsionis membawa mereka ke sebuah ruangan kecil untuk menunggu.

Zhou Sheng melihat bahwa Yu Hao terus terdiam, jadi dia berkata, “Jangan terlalu gugup, kita adalah saksi dan saksi adalah raja di sini.” ME13Ka

Yu Hao tertawa. “Aku dibuat sibuk oleh beberapa hal akhir-akhir ini.”

Alis Zhou Sheng terangkat untuk menunjukkan bahwa ia meminta Yu Hao melanjutkan. Yu Hao berkata kepada Zhou Sheng, “Sekarang Nini telah bangkit dan bersaksi untuk melawan ayahnya, dia tampaknya berubah banyak daripada dia pada awalnya.”

Zhou Sheng dengan santai berbaring di atas sofa dan dengan suara yang terdengar malas berkata, “Dia mungkin telah menyadari sesuatu ba?”

Pada momen itu, Yu Hao merasa bahwa ada sesuatu di dalam benak Zhou Sheng dan tatapannya tidak lagi ditujukan padanya. Sudut bibirnya sedikit menaik. ADUk3G

“Bisakah seseorang dalam waktu singkat, benar-benar mengumpulkan keberanian dan mengubah dirinya sampai pada titik di mana ia dapat menghadapi ketakutan yang tidak pernah bisa dia atasi di masa lalu?” lanjut Yu Hao.

“Kenapa tidak?” nada bicara Zhou Sheng sekonyong-konyong menjadi serius dan dia tiba-tiba terlihat berbeda daripada kepribadian biasanya. Kadang-kadang, Yu Hao merasa bahwa dia tidak bisa memahami Zhou Sheng. Pria itu nyaris selalu bermalas-malasan, tetapi di waktu-waktu tertentu—ketika dia menjadi lebih serius, dia akan memiliki semacam aura aneh di sekitarnya dan dia akan berbicara dengan penuh keyakinan.

Zhou Sheng merupakan seorang pria yang cerdik dan cukup lebih pintar daripada dirinya. Yu Hao berpikir bahwa Zhou Sheng bahkan lebih pintar dibandingkan dengan Chen Yekai dan Huang Ting. Dia bisa merasakan bahwa sikap santai yang Zhou Sheng tunjukkan itu adalah bagian dari sebuah penyamaran. Tabiat aslinya adalah seorang pengamat, yang juga selalu enggan mengungkapkan apa saja yang dia ketahui sepanjang waktu dan justru memberikan pertimbangan hati-hati kepada orang-orang di sekitarnya. Seperti bagaimana ia menangani Fu Liqun yang patah hati, sebaik rasa pedulinya pada Yu Hao.

Sebagai contoh, ketika dia menyuruh Yu Hao pindah asrama. Dia tahu bahwa Yu Hao tidak akan mengambil keuntungan dari siapa pun, jadi dia memberi Yu Hao kesempatan untuk membayar dengan sejumlah uang. Di waktu lain, setelah mentraktirnya makan, dia akan mengizinkan Yu Hao melakukan hal yang sama, tetapi Zhou Sheng selalu akan memilih tempat yang cocok dengan kantong Yu Hao. JlFp9j

Zhou Sheng bahkan selalu menyadari detail kecil, seperti saat Yu Hao keramas di kediaman Chen Yekai setelah ia bangun pada pagi hari. Kemudian, kadang-kadang pria itu dengan santai akan mengejek-ejek dirinya, tetapi di waktu lainnya, ketika tatapannya menjadi sengit, dia akan terlihat jauh lebih ganas daripada Huang Ting.

“Mahasiswa, giliran kalian untuk hadir di pengadilan.” Seorang petugas masuk dan memimpin mereka pergi.

Kesan yang Yu Hao tangkap tentang pengadilan, sepenuhnya berdasarkan dari apa yang ia tonton di drama-drama TVB: penggungat akan duduk di satu sisi, sementara tergugat akan duduk di sisi lainnya, dan pengacara akan berjalan mondar-mandir di dalam ruang sidang. Sekarang ia telah berada di dalam ruang sidang untuk pertama kali dan dia akhirnya menyadari bahwa apa yang dia lihat ternyata sepenuhnya berbeda daripada apa yang dia bayangkan. Kejaksaan dan badan pengadilan tampaknya memberikan banyak perhatian kepada kasus ini—mereka menganggap ini penting. Sekelompok orang bertopi tinggi duduk dengan tenang dalam posisi tegak.

Sang penggugat adalah Paman dan Bibi Shi Ni. Setelah ringkasan kasus dihadirkan, semuanya berjalan dengan sangat mulus dan Yu Hao hanya ditanyai mengenai peristiwa yang telah terjadi. Yu Hao cuma mengangguk sambil berkata Ya. Sepanjang waktu, karena semua bukti yang terkumpul sudah cukup lengkap. Shi Liang hanya menunduk selama sesi berlangsung dan pengacara terdakwa tidak mempersulit saksi. Selain daripada waktu di mana terdakwa memberikan keterangannya, Shi Liang hanya bergeming dalam waktu yang lama. 3fZ5dj

Hati Yu Hao dipenuhi dengan berbagai macam emosi. Dia melirik Zhou Sheng—ekspresi Zhou Sheng terlihat normal, seolah-olah dia telah sejak lama menerka bahwa hal itu akan terjadi.

“Aku mengakui kesalahanku,” kata Shi Liang akhirnya, aku tidak menunjukkan dengan benar, jenis cinta yang aku miliki untuk anak perempuanku.

Shi Liang akhirnya mengaku bersalah!

Yu Hao tertegun. Pengacara tersebut mulai memperjuangkan keringanan hukum atas nama Shi Liang—dengan mendesak pengadilan untuk memperhatikan hubungan ayah-anak dengan Shi Ni dan bagaimana Cinta Shi Liang hanya melewati batas legalitas. Yu Hao segera merasakan jenis Kejahatan lain dalam konstruksi sistem hukum yang legal, jenis kejahatan itulah yang berusaha dijadikan lahan kesempatan bagi orang-orang untuk melakukan pembelaan setelah melakukan tindakan kejahatan. 1Ustng

“Aku mohon kepada semuanya untuk memberi pengampunan.”

“Kami tidak setuju dan kami juga tidak akan menerima permintaan maafnya!” Paman Shi Ni menyela, “Shi Ni bahkan lebih tidak menyetujui itu!”

Story translated by Langit Bieru.

“Kau sangat pantas masuk neraka!” suara raungan penuh amarah terdengar; suara itu berasal dari seseorang dari barisan saksi—Yu Hao. Bahkan Zhou Sheng dibuat terkejut. Bisikan-bisikan mulai pecah di dalam ruang pengadilan dan seorang staf datang mencoba untuk menyingkirkan Yu Hao dari ruangan tersebut. Yu Hao lanjut berteriak, “Itu yang kau sebut dengan mengakui kesalahan? Kau sebut itu ‘penyesalan’?”

“Jangan sentuh dia!” Zhou Sheng berujar, “Kami sendiri akan keluar dari tempat ini.” ykfOw4

Di sisi penggungat, Paman Shi Ni akan membawa keponakannya itu keluar dari kota Ying untuk memulai kehidupan yang baru. Setelah Shi Liang mengaku bersalah, hakim dengan tidak sabar mendengarkan dia mengungkapkan penyesalannya sebelum akhirnya menunda pengadilan.

Ada begitu banyak reporter menunggu di luar gedung pengadilan. Yu Hao bergegas menyeberangi koridor untuk mencari Shi Ni.

“Ayo, cepat!” Zhou Sheng berteriak, “Nini!”

Paman dan Bibi Shi Ni telah membawa keponakannya ke mobil. Pamannya kemudian berlari menuju Yu Hao dan berkata, “Aku sudah memanggil taksi lainnya. Kami akan menunggu kalian berdua di tempat yang sudah disepakati.” EO9rQ2

Yu Hao dan Zhou Sheng berjalan ke luar. Ada banyak reporter menunggu di luar ruang sidang yang telah mendapatkan berita tentang mereka dari hanya-tuhan-yang-tahu siapa. Mereka berdua memasuki mobil dan diantar ke taman hiburan untuk menemui Shi Ni.

“Cepat!” Zhou Sheng mengambil kartu terlebih dahulu dan membawa Yu Hao menuju taman.

Shi Ni sebelumnya harus kembali ke hotel untuk berganti pakaian dan kini akhirnya tiba di taman hiburan.

Shi Ni, “Di mana mereka?” gyeZ2x

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Te Ljb vjc Itbe Vtfcu wfcuuecjxjc rfafijc yfgqbabcujc gjwqlcu, xfwfpj qealt, vjrl tlajw, vjc rfqjrjcu xjmjwjaj ajcqj ifcrj. Zfgfxj yfgvej afgiltja gjql vjc rbqjc xfalxj yfgvlgl vl vej rlrl qlcae ufgyjcu ajwjc tlyegjc. “Tjcu Zeilj, rlijxjc.”

Yu hao dan Zhou Sheng telah mempersiapkan sebelumnya. Mereka meminjam dua set seragam cosplay Kuroshitsuji di taman hiburan hanya untuk hari ini, ketika mereka akan membawa Shi Ni ke sini untuk bermain. Shi Ni langsung berteriak, “Yu Hao, kau sangat tampan!”

Te Ljb afijt wfiltja qjcaeijccsj vl mfgwlc xfalxj vlj yfgujcal qjxjljc vjc vlj alvjx wfculgj yjtkj rbrbxcsj jxjc afgiltja rfyjuer lcl rjja wfcufcjxjc rfafijc pjr peuj. Cqjijul, pjr lae rjcuja qjr ecaexcsj. Itbe Vtfcu, vl rlrl ijlc, alvjx afgijie rbqjc, pjvl jegjcsj jujx xegjcu.

“Hei, Hei!” Zhou Sheng berkata, “Kau tidak punya tanggapan tentangku? Bukankah aku tampan?” IQwHMW

“Kau juga sangat tampan, oke?” Shi Ni melirik Yu Hao. “Kau benar-benar terlihat seperti Kuroshitsuji.”

Zhou Sheng, “Bagaimana denganku?!”

Shi Ni, “Kau terlihat seperti seorang kakak laki-laki besar dari dunia bawah.”

Zhou Sheng, ” ….” 4TxhzW

“Kami akan menjemputmu sore nanti.” Paman Shi Ni melambai pada keponakannya, lalu Yu Hao dan Zhou Sheng membawa Shi Ni ke taman hiburan.

Yu Hao merasa aneh karena telah membawa Shi Ni ke taman hiburan bersama Zhou Sheng, seolah-olah mereka sedang membawa anak perempuan mereka ke sana untuk bermain. Namun, dengan dua jas hitam yang disewa Zhou Sheng ini, mereka segera berubah menjadi kepala pelayan yang sedang menemani Tuan Putri mereka. Pakaian mereka telah menarik perhatian banyak pasangan dan mereka semua iri pada Shi Ni yang seperti hidup di dalam dunia yang mirip dengan novel Mary Sue.

Please visit langitbieru (dot) com

Zhou Sheng bahkan telah membeli tiga tiket VIP ekspress, sehingga mereka tidak perlu mengantri sepanjang hari. Mereka naik roller coaster tujuh kali, setelah itu bahkan Shi Ni tidak tahan lagi. “Kalian berdua harus terus main ba, aku akan menunggu kalian di bawah.”

Zhou Sheng, “Hanya begitu saja kesanggupanmu?” yo2h1x

Shi Ni, “Aku akan muntah! Siapa yang akan membawa seorang gadis ke sini untuk naik roller coaster tujuh kali?!!”

“Aku ingin melakukannya beberapa kali lagi.” Zhou Sheng berkata, “Yu Hao, ayo pergi!”

“Aku tidak bisa melakukannya lagi.” Yu Hao berujar, “Kamu bisa bermain sendiri ba.”

Zhou Sheng, “Apa serunya bermain sendirian?!” Kemudian, saat dia berbicara, dia melingkarkan lengannya di sekitar Yu Hao dan menyeretnya pergi tanpa membiarkan dia protes lebih lanjut. TI7SyF

Jika kita mengatakan roller coaster adalah mimpi buruk bagi Yu Hao, maka ditemani Zhou Sheng yang memiliki kartu VIP taman hiburan adalah mimpi buruk daripada yang terburuk, karena pria itu akan selalu memilih untuk duduk di barisan terdepan.

Yu Hao, “Tidak bisakah kamu memainkan yang lain?”

Zhou Sheng, “Aku bisa. Kau ingin sesuatu yang lebih mendebarkan? Mari kita berdua membeli semangkuk mie panas dan asam untuk dimakan dalam perjalanan kita, lalu kita bisa melihat siapa yang akan menghabiskan mangkuk di roller coaster lebih dulu?”

“Tidak perlu!” Yu Hao segera menghentikannya. “Pilihan pertama lebih bagus! Aku akan duduk saja!” GVw 7x

“Aaaaaaaaah!!!!” Kalau boleh jujur, setiap kali dia naik roller coaster, dia tidak akan menutup matanya. Perasaan melayang ke langit, terasa mirip dengan bagaimana yang dia rasakan ketika dia melangkah ke jindouyun bersama Jenderal, sebelum mereka melonjak ke langit dari permukaan laut.

“Oke, mari kita berhenti bermain.” Setengah jam kemudian, Zhou Sheng lelah naik roller coaster. Ayo kita menaiki Mega Drop.

“Tidak!” Shi Ni dan Yu Hao secara serempak menolak.

“Bianglala kalau begitu.” Zhou Sheng berkata, “Bianglala harusnya baik-baik saja ba.” SMNd7m

“Kalian berdua duluan.” Shi Ni berucap, “Aku harus pergi ke toilet.”

Mereka tidak bisa mengantarnya mengantri ke toilet—karena Shi Ni adalah seorang gadis, jadi Zhou Sheng menyeret Yu Hao untuk duduk di Bianglala. Setelah mereka naik bianglala, mereka duduk saling berhadapan sebelum Zhou Sheng berkata, “Mengapa ini terasa sangat aneh?”

Yu Hao, ” ….”

Zhou Sheng melepas blazernya dan sekarang hanya mengenakan kemeja putih, sementara Yu Hao masih mengenakan setelan lengkap. Yu Hao berkata, “Mereka pasti mengira kita bandit yang ada di sini untuk tamasya musim semi.” yXeHzm

“Seharusnya menemani putri bos kita ke taman hiburan untuk bermain.” Zhou Sheng melihat ke luar dari bianglala dan berkata, “Ini pertama kalinya aku naik bianglala.”

Yu Hao dengan tulus berujar, “Hari ini adalah ketiga belas kali aku naik roller coaster, ketujuh kalinya di atas pendulum, dan pertama kalinya di atas bianglala.”

Please visit langitbieru (dot) com

Zhou Sheng, ” ….”

“Lihat itu.” Zhou Sheng memberi isyarat agar Yu Hao melihat ke luar. gK8VzC

Yu Hao, “Apa itu?”

Yu Hao melihat ke arah yang dia tunjuk—ada awan di sana yang menyelimuti puncak gunung.

“Ada apa di sana?”

“Awannya tampak bagus saja. Zhou Sheng melanjutkan, Jadi, aku memintamu melihatnya.” LxMh7t

Yu Hao menyadari bahwa Shou Zheng dalam suasana hati yang baik hari ini, meskipun dia tidak tahu mengapa Zhou Sheng bahagia.

“Apakah menurutmu Nini akan menjadi lebih baik?” kata Yu Hao.

Zhou Sheng bersandar di kursi dan merenungkannya, lalu menjawab dengan sungguh-sungguh, “Tentu saja, bukankah kau juga sama?”

Yu Hao merasa bahwa dirinya hari ini adalah orang yang sama sekali berbeda dari dia sebelumnya. Cy3DBP

Zhou Sheng melanjutkan, “Saat kau mengantarkannya ke bandara nanti, aku akan mencetak foto yang hari ini kita ambil dan akan membuat album foto untuknya.”

Yu Hao hanya tersenyum padanya. Zhou Sheng bingung. Dia melihat ke luar jendela, lalu menatap Yu Hao. “Untuk apa kau tersenyum sebegitu bodoh?”

“Kamu memiliki lingkaran cahaya di sekitarmu,” kata Yu Hao.

Zhou Sheng, “???” zTLVnm

Yu Hao, “Ketika aku tampil di atas panggung, mereka mengatakan bahwa tubuhku dikelilingi oleh lingkaran cahaya.”

Zhou Sheng, “Oh, aku ingat sekarang. Shan Jie mengatakan hal yang sama. Dia bilang bahwa kau tampak seperti seseorang yang berbeda dan bahkan memiliki efek sorotanmu sendiri.”

Yu Hao tersenyum. “Kamu juga seperti itu hari ini.”

Zhou Sheng menatap Yu Hao dengan curiga dan berkata, “Aku?” ldBtGk

“Iya,” ucap Yu Hao dengan tulus. Zhou Sheng tiba-tiba merasa malu. “Oke, berhenti menjadi makhluk klise, penampilanku saat ini sudah cukup bagus ba!”

“Penampilanmu lumayan.” Yu Hao tersenyum. “Tapi karaktermu mendapat nilai A+.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng, ” ….”

“Apakah bianglalanya menyenangkan?” Shi Ni bertanya pada mereka setelah mereka turun dari wahana tersebut. uJzO0G

“Bianglala sangat menyenangkan, aku akan mengajakmu juga.” Zhou Sheng berkata, “Lagipula, kita tidak perlu mengantri”

“Aku ingin menaikinya bersama Yu Hao.” Shi Ni berkata, “Kau harus pergi ke toilet ba.”

Zhou Sheng, ” ….”

Yu Hao menaiki bianglala lagi bersama Shi Ni. Gadis kecil itu berujar cemas, “Zhou Sheng tidak akan marah ba, aku hanya ingin berbicara denganmu sendirian saja.” UhiQE3

“Jangan khawatir, dia tidak akan marah, ” kata Yu Hao.

“Kau terlihat sangat keren ketika kau meneriaki ayahku hari ini,” kata Shi Ni.

Yu Hao sedikit malu saat berkata, “Aku Cuma merasa sangat marah.”

Shi Ni menjawab, “Tapi, jangan khawatir. Aku baik-baik saja sekarang. Hari ini, seseorang datang menemuiku dan bertanya apakah aku bersedia bekerja sama dengannya untuk melakukan sesuatu hal semacam wawancara eksklusif.” oS2Zvq

Yu Hao menjadi gugup dan bertanya, “Siapa?”

Shi Ni berkata, “Seorang perwakilan dari Kongres Rakyat Kota.”

Yu Hao, “Ah!”

Shi Ni mengeluarkan kartu nama dan memberikannya kepada YuHao. “Aku memberitahunya bahwa kamu dan Zhou Sheng lah yang membantuku, jadi dia ingin bertemu dengan kalian berdua. Bisakah kau bertemu dengannya? Kau tahu banyak dan kupikir kau bisa memberitahunya apa yang kau ketahui.” kQ8FXl

Yu Hao melihat kartu nama itu dengan hati-hati, lalu menjawab, “Apa yang dia inginkan?”

Shi Ni berkata, “Dia ingin menyelenggarakan beberapa kelas Ilmu Sosial di beberapa Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar di kota.”

“Kelas lImu Sosial?” Yu Hao berkata, “Oke, aku akan membantunya! akan sangat bagus jika kita bisa mempromosikan pelajaran seperti itu!”

Yu Hao memotret kartu namanya. Mereka berdua turun dari bianglala dan melihat Zhou Sheng yang cemberut telah membeli beberapa minuman dan ayam goreng, sambil menunggu mereka. Shi Ni tersenyum. “Sekarang giliranmu.” Kemudian, menyeret Zhou Sheng ke bianglala juga. UgnXj

Pada jam 5 sore, Yu Hao dan Zhou Sheng mengganti pakaian mereka dan membawa Shi Ni keluar dari taman hiburan untuk mengantarnya ke bandara. Zhou Sheng berkata kepada Shi Ni, “Aku akan pergi menyiapkan hadiah untukmu, sampai jumpa di bandara nanti!”

Ketika mereka telah tiba di bandara kota Ying, Paman dan bibi Shi Ni sedang menunggu mereka di luar pos pemeriksaan keamanan.

Story translated by Langit Bieru.

“Anu ….” Yu Hao berkata, “Kamu akan kembali, ‘kan, Nini?”

Shi Ni menjawab, “Saat aku kembali, aku mungkin sudah menjadi wanita dewasa.” Ky3CXp

“Jaga dirimu baik-baik.” Yu Hao tersenyum.

“Kau juga perlu melindungi dirimu sendiri dengan baik.” Shi Ni berkata, “Jangan bertemu dengan anak terkutuk sepertiku lagi.”

Yu Hao tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, tetapi mata Shi Ni basah saat air mata mengancam akan meluap. Setelah Yu Hao selesai tertawa, dia berkata, “Kamu bukan ‘anak terkutuk’. Salah satu hal yang tidak paling aku sesali di dalam hidupku adalah mengenalmu. ”

Shi Ni dibanjiri air mata dan dia bergegas maju untuk memeluk Yu Hao dengan erat. 70TSQo

“Sudah cukup, saat Zhou Sheng datang nanti, dia akan marah lagi.” Yu Hao tertawa, “Sebenarnya, Zhou Sheng adalah pilar pendukung mentalku. Jadi, jika kau selalu berterima kasih kepadaku tanpa berterima kasih padanya, hal itu akan terlalu tidak adil baginya.”

Shi Ni memisahkan diri dari Yu Hao dan berkata dengan malu-malu, “Bukan begitu. Aku juga menyukainya, tapi dia adalah seorang pria yang sombong. Yu Hao, lihat … apakah gaunku terlihat bagus?”

Nini dengan hati-hati mengambil ujung-ujung gaunnya—-persis seperti saat di bawah totem di alam mimpinya, ketika dia melakukan curtsy.

Yu Hao mengamati gaun Shi Ni dan memikirkan alam mimpinya. Gaun gadis kecil ini adalah perwujudan dari totemnya itu—benda itu seperti baju besi yang bisa melindunginya, sebaik sebuah gaun cantik yang hanya dimiliki oleh seorang putri. F1dVg3

“Cantiknya.” Yu Hao menjawab, “Aku sudah ingin mengatakannya sepanjang hari ini.”

Shi Ni berkata, “Hari saat ayahku ditangkap, aku bahkan bermimpi bahwa aku mengenakan gaun ini.”

Yu Hao, “Dan kamu juga memimpikan aku, ‘kan?”

Shi Ni tersenyum dan berkata, “Aku telah memimpikan kalian berdua beberapa kali.” o7R0er

Yu Hao mengangguk. “Un , apa yang aku lakukan di dalam mimpimu?”

“Dalam mimpiku.” Shi Ni mencoba yang terbaik untuk mengingat detail dalam dunia mimpinya. Jantung Yu Hao tiba-tiba mulai berdebar keras menyiksa.

“Memimpikanmu dan Sage Agung.” Shi Ni memikirkannya sebentar dan berkata, “Kalian berdua mengalahkan monster yang telah diubah oleh ayahku. Kemudian, sinar matahari tumpah ke mana-mana dan aku tidak lagi takut.”

Yu Hao berkata, “Sage Agung? Siapa itu? Apa kamu pernah melihat Sun Wukong sebelumnya?” CN 8vU

Shi Ni merenung sebentar, lalu tertawa, “Kenapa kamu menanyakan itu padaku? Un … Aku seharusnya pernah melihatnya ba? Ada yang mengatakan bahwa apa yang seseorang mimpikan di malam hari adalah apa yang ia pikirkan di siang hari, jadi seharusnya itu adalah kau dan Zhou Sheng? Bukankah kalian berdua selalu bersama? Maka dari itu, aku bertanya tentang apakah dia adalah kekasihmu. Apa ada yang salah?”

Pada saat itu, semua suara di sekitar Yu Hao sepertinya melarikan diri ke kejauhan. Paman Shi Ni tiba di bandara. Shi Ni berhenti berbicara dan tersenyum penuh arti pada Yu Hao. Yu Hao mengucapkan selamat tinggal padanya dan Shi Ni berjalan melewati pos pemeriksaan keamanan.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yu Hao berbalik. Zhou Sheng berlari ke bandara sambil melihat sekelilingnya. Dia memiliki ekspresi bingung dan kesal di wajahnya saat dia mencari sosok mereka.

“Yu Hao! Yu Hao!” Zhou Sheng sudah melewati lebih dari separuh bandara dengan album foto di tangannya. Dia dihentikan oleh keamanan, tetapi Shi Ni berteriak, “Zhou Sheng!” Gw zdT

Shi Ni berlari kembali. Zhou Sheng menyerahkan album foto kepadanya, lalu mereka berdua mengucapkan selamat tinggal di depan pos pemeriksaan keamanan sebelum Shi Ni masuk lagi.

“Wah.” Zhou Sheng berkata, “Aku akhirnya berhasil menyusul. Ada kemacetan dalam perjalanan ke sini!” Sembari berbicara, dia memberi isyarat ‘Yeah!’ pada Yu Hao.

Yu Hao merasa seolah-olah banjir telah meledakkan bendungan di dalam hatinya. Dia menatap kosong ke arah Zhou Sheng. Melalui atap aula bandara, matahari terbenam menimpa Zhou Sheng seperti lampu sorot yang gemerlap.

  0kmvse

—Akhir Jilid 1 : Tembok Besar—

 

Fanart ZS dan YH cosplay Kuroshitsuji di sini.

dogEd2

Translator's Note

Translator's Note

istilah yang digunakan di sini berarti bahwa pengacara pada dasarnya mencoba untuk menunjukkan bahwa tindakan Shi Liang tidak benar-benar melanggar hukum, dengan cara membuka celah dalam sistem peradilan.

Translator's Note

mengucapkan salam dengan mengangkat roknya sedikit, sambil menekuk lutut dan memegang dada. Cara memberi salam ala kerajaan.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!