English

Merebut MimpiCh26 - Akhir Tahun

0 Comments

“Kau harus tahu, Yu Hao, bahwa dengan temperamenku sebelumnya, aku tidak pernah menjadi seseorang yang akan mempertimbangkan perasaan orang lain.”

YHS3kh

 

“Apa yang kau lakukan?!” suara yang akrab terdengar. Kopi telah mengguyur sekujur kepala Yu Hao dan dia terlihat sangat menyedihkan. Ketika Yu Hao mendongak, dia menyadari bahwa suara itu adalah milik Chen Yekai.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Dia tidak tahu kapan Chen Yekai tiba di kafe. Guru pembimbingnya itu tiba-tiba berteriak, “Kau ingin mencari masalah?!”

Dengan sebuah raungan dari Chen Yekai, pria paruh baya yang menyiram Yu Hao dengan kopi itu tadi, secara instan ketakutan. Ketika Chen Yekai menunjukkan sisi galaknya, dia akan menjadi sangat mengesankan. Dia pernah meneriaki Yu Hao sebelumnya, tapi guru pembimbingnya itu tampak lebih menakutkan hari ini. Yu Hao takut pada Zhou Sheng, tetapi dia bahkan lebih takut pada Chen Yekai, karena Zhou Sheng akan langsung menghantam wajahmu tepat ketika dia sedang marah. Sedangkan, ketika Chen Yekai yang geram, ia akan menghancurkan pertahanan psikologis pihak lain. AfnLk7

“Bayar itu,” Chen Yekai menunjuk ke lantai yang dipenuhi tumpahan cairan kopi, “dasar sampah!”

Pelanggan itu berjuang untuk bernapas saat dia menatap Chen Yekai. Chen Yekai mengenakan jas kasual dan tampak seperti orang terlampau kaya generasi kedua. Pelanggan itu langsung berubah menjadi lembut dan hanya menatap Chen Yekai.

“Kenapa belum kau bayar?! Kau pikir aku tidak akan memukulmu sampai mati di sini?!” Suara Chen Yekai terdengar seperti guntur saat dia menggunakan 80% dari kemampuan berteriak ala teater ceramahnya. Yu Hao merasa seolah-olah jendela prancis di kafe bunga akan segera dihancurkan oleh badai.

Pelanggan itu tidak mengatakan sepatah kata pun saat dia membuka aplikasi WeChat di ponselnya untuk membayar. Karyawan yang bertugas menagih pembayaran memindai kodenya dan berkata, “Empat cangkir kopi vanilla.” uUq ki

Pelanggan tersebut tidak menginginkan kopi lagi dan dia pergi dengan cepat.

Sekeliling mereka terdiam. Yu Hao pergi mencari tisu untuk menyeka wajahnya. Karyawan itu berkata lagi, “Selanjutnya, silakan.”

Chen Yekai meninggalkan konter kopi seolah-olah tidak ada yang terjadi. Yu Hao berbisik kepada karyawan itu, “Aku akan membereskan kekacauan itu.”

“Kau sudah kesulitan sebelumnya.” Karyawan itu adalah orang dewasa yang baru saja memasuki dunia kerja. Dia menepuk rambut Yu Hao yang dibasahi kopi. dsDPyR

Saat Yu Hao mengelap konter kopi, dia melihat ke arah tempat Chen Yekai duduk. Kapan dia datang? Yu Hao telah menerima pesanan sepanjang hari ini, jadi dia tidak memperhatikannya. Yu Hao telah mengalami banyak penderitaan seperti tadi sebelumnya, yang membuatnya merasa seperti sedang menantang lautan badai. Ketika dia menghadapi pelanggan di masa lalu, beberapa orang bahkan ada yang membanting pintu di depan wajahnya, tapi semuanya akan selalu baik-baik saja setelah dia menenangkan diri. Tidak semua pelanggan seperti itu dan ada lebih banyak orang baik di dunia ini daripada orang jahat.

Chen Yekai saat ini sedang minum kopi dan mengobrol dengan wanita lain yang dikenali Yu Hao. Dia adalah istri Profesor Lin Xun, yaitu Liang Laoshi atau Liang Jinmin, yang diperkenalkan saat pertunjukan tempo hari di kampus. Liang Jinmin mengenakan kacamata hitam hari ini dan berbicara bersama Chen Yekai di sudut kafe dengan suara pelan. Chen Yekai bergeming mendengarkannya sambil memasang ekspresi tegas di wajahnya.

Wanita itu bertemu Chen Yekai di kafe setelah jam 8 malam dan memakai kacamata hitam. Apakah dia sebelumnya adalah seorang bintang film? Apakah dia takut dikenali? Yu Hao melirik mereka beberapa kali lagi. Liang Jinmin hanya singgah di kafe sebentar, sebelum dia akhirnya bangkit dan pergi.

Ketika hampir jam 9 malam, Yu Hao sedang mengelap lantai sambil berlutut dengan satu kaki. Chen Yekai berjalan mendekat dan berkata kepadanya di konter kopi, “Jangan bekerja lagi, ayo pergi!” a4Mhy3

Yu Hao mendongak dan tersenyum. “Aku harus bekerja.”

“Aku akan mencarikan pekerjaan untukmu.” Chen Yekai berkata, “Kau juga tidak bisa begini terus, kapan kau bisa punya waktu untuk belajar?”

Hampir tidak ada pelanggan yang tersisa di kafe. Yu Hao berdiri. Dia merasa sedikit pusing setelah berlutut begitu lama, jadi dia menopang dirinya di konter kopi sebentar.

Chen Yekai berkata, “Sudah makan? Ganti bajumu, aku akan mengajakmu makan.” rTFtK3

Yu Hao dengan keras kepala berkata, “Aku harus menyelesaikan pekerjaanku untuk hari ini.”

Dia tidak menolak Chen Yekai karena dia takut gurunya itu akan marah, tapi dia juga tidak berjanji padanya. Dia merasakan bahwa Chen Yekai sepertinya sedang dalam suasana hati yang sangat buruk. Meskipun dia memiliki ekspresi tenang di wajahnya, udara di sekitarnya tampak telah membeku. Setelah ditolak, Chen Yekai pergi ke satu sisi dan duduk lagi.

Langit Bieru.

Yu Hao membuat secangkir kopi dan meminta pramusaji untuk memberikannya kepada Chen Yekai. Pada pukul 21.40, Yu Hao dan rekan kerjanya mulai memeriksa inventaris untuk persiapan penutupan. Teman kerjanya tadi itu bertanya kepadanya, “Apakah besok kau akan kembali lagi?”

“Tentu saja,” Yu Hao menjawab. RVjHqm

“Apakah dia keluargamu?” Karyawan itu menunjuk ke arah Chen Yekai saat dia bertanya.

Yu Hao melambaikan tangannya dan tidak ingin berbicara lebih jauh. Dia melepaskan ikatan celemeknya, mengganti pakaiannya, dan pada saat lampu dimatikan, Chen Yekai masih duduk sendirian di sudut kafe. Daripada melihat ponselnya, dia malah diam-diam melamun.

“Hai!” Yu Hao tersenyum. “Ayo pergi.”

Yu Hao mengemas dua kotak salad dan memberikan satu kepada Chen Yekai, “Aku membuat ini sendiri, coba cicipi.” TIhwEJ

Chen Yekai tidak mengatakan sepatah kata pun saat dia membawa Yu Hao ke bawah. Yu Hao berkata, “Pintu keluarnya ada di sini.”

Chen Yekai mengambil kunci mobilnya dan menekannya. Lampu di BMW menyala.

Yu Hao, ” ….”

Chen Yekai tetap diam sepanjang waktu. Yu Hao melanjutkan, “Ketika aku bekerja di masa lalu, aku harus menghadapi lebih banyak masalah daripada hari ini. Masalah tadi bukanlah apa-apa.” hHQY60

Ada botol parfum berwarna merah muda di depan jok pengemudi. Suara bip terdengar tanpa henti di dalam mobil. Yu Hao berpikir bahwa dia telah merusak sesuatu, jadi dia agak bingung.

“Kencangkan sabuk pengamanmu.”

Yu Hao memasang sabuk pengaman dan suara bip berhenti.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Ekspresi Chen Yekai terlihat sangat dingin. Dia menggerakkan kemudi dan melaju menuju resto hotpot 24 jam. Yu Hao mengencangkan sabuk pengamannya dan berkata, “Aku tidak ingin makan. Aku sudah makan malam, Laoshi. ” Ab5 qC

Jtfc Tfxjl yfgyfibx ijul vl qfgrlwqjcujc rjja vlj yfgrljq ecaex yfgxfcvjgj xfwyjil xf rfxbijt.

Te Ljb wfcujwjal fxrqgfrlcsj vjc yfgajcsj, “Cqjxjt rejrjcj tjalwe rfvjcu yegex tjgl lcl?”

Un.” Chen Yekai mengawasi jalan di depan.

Te Ljb yfgqlxlg, “Dlrjxjt xlaj wfcvfcujgxjc werlx?” Glj wfcueiegxjc ajcujccsj ecaex wfcfxjc abwybi vl rafgfb fxrafgcji wbyli rjja vlj lculc wfwjlcxjc werlx, ajql Jtfc Tfxjl wfcueiegxjc ajcujc vjc wfwjalxjccsj. F52LwJ

Yu Hao, ” ….”

Yu Hao hanya bisa melihat ke luar jendela. Saat mereka melewati lampu lalu lintas, Yu Hao berkata, “Aku hanya bekerja sampai akhir bulan ini. Setelah Tahun Baru, aku akan belajar dengan serius.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Aku sangat kesal selama beberapa hari terakhir ini, bukan karena kau, tapi karena urusan pekerjaan. Ah, lupakan, seharusnya itu bukan lagi masalah, sebab Profesor Lin telah membantuku mendapatkan persetujuan untuk topik penelitianku. ” Chen Yekai akhirnya berbicara, “Aku harus menulis setidaknya tiga makalah tahun ini, jadi aku membutuhkan asisten. Datanglah untuk membantuku setelah Festival Musim Semi ba, tidak usah bekerja di kafe lagi.”

Yu Hao tersenyum. “Aku hanya seorang sarjana, apa yang bisa kubantu?” Xton7T

“Kuesioner, survei, pengambilan sampel, dan tinjauan pustaka.” Chen Yekai berkata, “Ada banyak hal yang bisa kau lakukan. Yu Hao, kau berhasil di mata kuliah jurusanmu. Kau harus belajar bagaimana menjadi lebih percaya pada diri sendiri pada akhirnya, kenapa kau tidak ingin mencobanya?”

Yu Hao, “Bukannya aku tidak percaya pada diriku sendiri, tapi ….”

Chen Yekai memutar setir dan berkata, “Kau tidak ingin menerima bantuanku, ‘kan? Kau menganggapnya berhutang budi kepadaku dan jika ini masalahnya, aku tidak akan dapat meminta bantuanmu lagi. Kau harus tahu, Yu Hao, bahwa dengan temperamenku sebelumnya, aku tidak pernah menjadi seseorang yang akan mempertimbangkan perasaan orang lain lain.”

“Aku tahu.” Yu Hao tersenyum saat mengatakan itu. jCAa0t

Chen Yekai memiliki nada yang sangat pantang menyerah hari ini dan sikap sopannya yang biasa, tidak ada. “Sisi ramahku yang kau lihat hanyalah topeng. Aku hanya palsu terhadap orang yang tidak terlalu kukenal, tapi aku akan selalu berbicara terus terang kepada teman-temanku.”

Yu Hao berkata, “Aku mengerti.”

Chen Yekai berkata, “Jadi, bantu aku ba.”

Yu Hao menjawab, “Aku bisa membantumu, tapi aku tidak akan mengambil uangmu.” C2JYb

Chen Yekai terkejut, lalu mulai tertawa dan menggelengkan kepalanya tanpa daya. Arti Yu Hao jelas—ini bukan amal, jadi jangan bayar aku.

Chen Yekai berkata, “Baiklah, tapi kau tidak perlu memberiku balasan secepat ini. Kau harus mempertimbangkannya kembali.”

Yu Hao menjawab dengan “un“.

Mereka tiba di kampus dan mobil berhenti di luar gedung asrama. Yu Hao keluar dari mobil dengan kedua salad di tangannya. Chen Yekai berkata, “Itu makan malamku, bukankah kau memberikannya padaku?” Unz5HX

Yu Hao berpikir bahwa Chen Yekai tidak ingin memakannya, jadi dia langsung tercengang, “Kamu belum makan malam?”

“Perlakukan aku seolah-olah orang yang sedang diet.” Chen Yekai menunjuk ke kursi penumpang sebagai isyarat untuk meninggalkan salad bagiannya di atas sana. Saat itulah Yu Hao tahu bahwa Chen Yekai mungkin ingin mengobrol dengannya ketika dia mengajaknya ke Haidilao. Sekarang, gurunya itu hanya bisa tanpa daya kembali ke asramanya untuk makan salad dinginnya.

Pada jam 10 malam, Zhou Sheng menelepon asrama dan menanyakan apa yang dia makan dan bagaimana dia menjalani harinya. Dia khawatir Yu Hao akan mati kelaparan di asrama karena tidak ada orang yang merawatnya. Yu Hao memberitahunya bahwa tidak banyak yang terjadi hari itu, sambil makan saladnya.

“Tidak ada yang terjadi?” Zhou Sheng berkata, “Kau menyembunyikan sesuatu?” lg 7Tc

“Apakah kamu sedang inspeksi asrama?” Yu Hao tertawa.

Zhou Sheng berkata, “Ya, ini adalah inspeksi asrama!”

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao berkata, “Ayo bermain game ba.”

Jadi, Zhou Sheng menutup telepon. Tidak ada orang lain yang bermain malam ini, sehingga hanya Zhou Sheng yang ada untuk membantu Yu Hao menaikkan ranknya. Mereka bermain sepanjang malam, di mana keduanya tidak saling berbicara sama sekali. Zhou Sheng memilih seorang pembunuh bayaran, sedangkan Yu Hao mengendarai ikan dan mengikuti di belakangnya. Mereka bermain lebih dari dua jam, sebelum Zhou Sheng akhirnya offline. Yu Hao sangat mengantuk, jadi dia mengirim pesan WeChat ke Zhou Sheng yang memberitahunya bahwa dia tidak akan bermain lagi. 53VdBX

Zhou Sheng tidak membalasnya. Yu Hao menelusuri ponselnya sebentar dan untuk beberapa alasan, dia memikirkan Liang Jinmin yang memakai kacamata hitam. Kemudian, dia teringat bahwa guru binaannya di Sekolah Dasar akan memakai kacamata hitam di siang hari untuk mengajar mereka sesekali. Keduanya memiliki temperamen yang mirip, tetapi untuk saat ini, dia tidak bisa menjelaskan mengapa dia berpikir demikian.

Asrama kosong itu sunyi. Sebagian besar siswa telah kembali ke rumah, jadi hanya beberapa asrama sporadis yang lampunya masih menyala. Yu Hao akhirnya mulai merasa kesepian.

Dia terus bekerja di kafe bunga. Yu Hao sekonyong-konyonh merenung: jika Chen Yekai tidak berubah pikiran setelah Tahun Baru, dia sangat ingin menjadi asistennya. Chen Yekai adalah guru yang baik dan dia akan dapat memberikan banyak pengetahuan kepadanya—yang mungkin membantunya memperluas wawasannya, tapi … apakah Chen Yekai tidak seolah-olah sedang memperlakukannya sebagai mantan kekasih gurunya itu? Hal tersebut sebenarnya poin yang paling dikhawatirkan Yu Hao.

Dia juga takut pelanggan kemarin akan datang lagi hari ini untuk membalas dendam, jadi dia gelisah sepanjang sore. Tidak ada yang terjadi, tapi pelanggan itu bisa saja datang di malam hari. edqFdm

“Dua Latte panas.” Seluruh tubuh Zhou Sheng telah dicondongkan, sehingga dia hampir menyeberang ke meja kasir.

Dengan seruan nyaring, Yu Hao tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Kenapa kamu … kamu tidak pulang?”

Zhou Sheng berkata, “Dua Latte panas!”

Yu Hao dengan cepat menerima perintah Zhou Sheng. Dia mengeluarkan ponselnya untuk memindai kode dari WeChat miliknya, tetapi Zhou Sheng mengambil ponselnya dengan kasar dan berkata, “Pindai punyaku!” zKydrk

Yu Hao memindai kode Zhou Sheng pada akhirnya. Layar ponsel Zhou Sheng retak. Ketika dia ingin melihatnya lebih lama, seorang pelanggan lain datang. Zhou Sheng berkata, “Satu cangkir untukmu, aku akan minum sendirian.” Sembari berbicara, dia mengambil secangkir kopi panas dan berjalan menuju jendela Prancis untuk melihat teleponnya.

Ketika Zhou Sheng berbalik badan, Yu Hao melihat beberapa goresan di leher Zhou Sheng. “Apa yang terjadi?”

Zhou Sheng melambaikan tangannya dan pergi duduk. Dia menggunakan ponsel yang layarnya retak itu untuk memainkan Glory. Yu Hao melihat koper di samping kursi Zhou Sheng dan berpikir, apa yang terjadi?

Sepanjang hari, selain pergi ke toilet dan makan siang—serta makan malam, Zhou Sheng seolah-olah telah dipaku di kursinya. Hanya ketika Yu Hao selesai dari pekerjaan, Zhou Sheng berkata, “Mari kita pergi ba, kembali ke asrama.” dmzN57

Mereka naik bus terakhir dan Yu Hao bertanya, masih heran, “Kenapa kamu kembali?”

Zhou Sheng berkata dengan wajah jengkel, “Tidak mau tinggal di rumah, langsung bertengkar begitu aku kembali di sana.”

Yu Hao memiliki gambaran samar tentang apa yang telah terjadi dan melanjutkan, “Apa yang terjadi dengan lehermu? Biarkan aku melihatnya. ”

“Ibuku mencakarnya,” Zhou Sheng membiarkan Yu Hao melihatnya sebentar, sebelum menarik kerahnya kembali, “jangan melihatnya lagi.” XWhCHc

” ….”

“Ada iodine di asrama.”

Please visit langitbieru (dot) com

“Aku tahu, aku membelinya untuk kakimu dulu.”

Yu Hao, “Itu ….” U4N5Zb

Zhou Sheng kembali ke asrama dan melepas kemejanya. Dia sekarang bertelanjang dada—memperlihatkan bahu dan otot punggungnya yang ramping. Dia memiliki siluet seksi, bahu lebar, pinggang yang sempit, dan suhu tubuhnya yang panas hampir bisa dirasakan melalui udara. Yu Hao tersipu saat dia menerapkan iodine ke belakang lehernya dan berpikir bahwa ia beruntung karena Zhou Sheng tidak bisa melihat ekspresinya sekarang.

“Kenapa kamu akhirnya bertengkar dengan ibumu?”

Zhou Sheng berkata, “Aku harus memasak untuknya ketika aku kembali dan dia bahkan memarahiku juga, jadi apalagi yang bisa kita lakukan selain bertengkar?”

Ketika Zhou Sheng pulang, ibunya ingin melihat rapornya, jadi Zhou Sheng memberi tahu wanita itu bahwa ia lulus semuanya. Namun, ibunya bersikeras untuk melihatnya, jadi Zhou Sheng harus online untuk mencarinya. Masalahnya, jaringan kampus selalu buruk dan selalu ada banyak orang yang mengecek hasilnya di akhir tahun, jadi server nyaris lumpuh. Ibu Zhou Sheng menunggu lama dan akhirnya curiga bahwa anaknya itu telah berbohong kepadanya dengan sengaja memakai alasan situs web 404, sehingga pasangan ibu-anak itu pun mulai bertengkar. Pada jam 4 pagi, Zhou Sheng akhirnya berhasil membuka halaman web dan pergi untuk membangunkannya, agar ibunya bisa melihatnya dengan matanya sendiri. Lnb7G2

Yu Hao berpikir, tidak bisakah kamu berkomunikasi dengan ibumu baik-baik?

Kemudian ibu Zhou Sheng mulai menangis, di mana dia bahkan berbicara tentang ayah Zhou Sheng. Setelah mereka saling menghindari satu sama lain, Zhou Sheng akhirnya hanya bermalas-malasan di rumah sepanjang hari. Ibunya adalah orang yang sangat mengontrol dan ketika dia melihat Zhou Sheng cuma bermain dengan ponselnya sepanjang waktu setelah wanita itu pulang kerja, mereka akhirnya terlibat perselisihan lagi. Ibu Zhou Sheng kemudian mengambil ponsel Zhou Sheng dan melemparkannya ke lantai.

Setelah itu, mereka mulai berkelahi. Zhou Sheng mendorong ibunya menjauh dan ibunya mencakar lehernya.

Pada saat itu, rank Zhou Sheng sudah naik dengan Yu Hao dalam game dan dia offline setelah mereka bermain sebentar. Yu Hao segera berkata, “Ini semua salahku.” x3G9yr

“Ini tak ada kaitannya denganmu!” Zhou Sheng berkata dengan kesal, “Bisakah kau berhenti menjadi pengecut sepanjang waktu? Ketika aku melihat seseorang mengguyur kopi ke seluruh tubuhmu, paru-paru Laoshimu ini hampir meledak karena amarah kepadamu! Aku butuh waktu lama sekali untuk melupakannya!”

“Ah?” Yu Hao berkata, “Bagaimana bisa kamu tahu tentang itu?”

Zhou Sheng memberikan ponselnya yang layarnya retak. “Ada di seluruh Weibo.”

Yu Hao melihat ponsel Zhou Sheng. Untungnya, tidak banyak repost. Dia mengira itu pasti direkam oleh pelanggan di tempat kejadian dan penduduk setempat telah mengipasi apinya. Ketika dia mendengar tentang argumen mereka, Yu Hao merasa sangat bersalah, tetapi dia tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa sedikit senang karena Zhou Sheng telah kembali ke asrama. EorxPu

“Kemarahanmu akan hilang setelah beberapa hari, lalu pulanglah kembali lagi ba.”

“Aku tidak akan kembali!” Zhou Sheng berkata, “Pergilah dan jadilah putranya. Orang yang gila dan pengecut, dia pasti akan sangat menyukaimu.”

Yu Hao, ” ….”

Zhou Sheng membalik badan ke tempat tidur. Yu Hao dengan cepat membungkusnya dengan handuk. Zhou Sheng berbaring dengan benar ke ranjang, lalu Yu Hao naik ke tempat tidurnya juga. Yu Hao berbaring tengkurap, sementara Zhou Sheng berbaring telentang. Mereka saling berhadapan. 1MOaB9

“Ini pertama kalinya kau merayakan Tahun Baru sendirian ba,” kata Zhou Sheng.

Un, ya.” Yu Hao melirik Zhou Sheng. Zhou Sheng memiliki batang hidung yang sangat menonjol dan dia bisa melihat garis luar fitur wajahnya melalui pagar tempat tidur. Namun, perasaan itu sepertinya agak asing.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Yu Hao berpikir bahwa dia sudah mati rasa karena sendirian sejak lama, tetapi baru pada Tahun Baru ini dia akhirnya menyadari bahwa dia tidak memiliki rumah dan tidak ada lagi kerabat. Karena itu, dia merasa sedikit kesepian.

“Kembali ba.” Yu Hao berkata, “Bagaimana ibumu bisa merayakan Tahun Baru sendirian?” yjqUuS

“Dia punya pacar.” Zhou Sheng dengan santai menjawab dan memasuki game Glory, “Jika kau melihat Kaikai dan Liqun nanti, jangan beri tahu mereka bahwa aku kembali.”

Yu Hao berkata, “Kalau begitu, pergi ke rumah ayahmu?”

Zhou Sheng, “Ayahku sudah menikah lagi. Masuklah ke akun gamemu, aku akan membawamu untuk meruntuhkan pagoda.”

Setelah mereka menyelesaikan dua putaran permainan, Zhou Sheng tiba-tiba memikirkan sesuatu dan bertanya, “Apa yang ingin kau bicarakan denganku beberapa hari yang lalu?” kSy5Cs

Yu Hao merenungkannya beberapa saat sebelum dia menjawab, “Tidak ada. Tidur ba, aku harus bekerja besok.”

Mereka mematikan lampu. Dalam kegelapan yang tenang, Zhou Sheng tiba-tiba berkata, “Selamat malam.”

“Selamat malam.” Yu Hao tersenyum. Ini adalah malam pertama dia menghabiskan waktu dengan Zhou Sheng setelah dia pindah ke asrama ini. Dia tidak ingin memikirkan banyak hal dan tidak berani memikirkannya juga. Namun, pada malam ini, hidupnya serasa dipenuhi dengan kelap-kelip cahaya bintang dengan berbagai ukuran.

“Bintang fluorescent yang kau tempelkan di langit-langit itu sangat indah.” Zhou Sheng mendongak dan mengamati dekorasi yang telah disiapkan Yu Hao untuk asrama mereka beberapa hari yang lalu, kemudian melanjutkan, “Hidup seperti seorang gadis kecil, kau sangat romantis.” p3Ev4g

Yu Hao tidak mendengarnya, dia sudah tertidur.

Sejak hari itu dan seterusnya, Yu Hao terus bekerja setiap hari. Sementara itu, Zhou Sheng akan tidur di asrama mereka sampai jam 2 siang, lalu pergi ke kafe bunga untuk mencari Yu Hao atau mencari tempat acak di dekat Wanda untuk menjelajahi internet. Dia selalu tepat waktu untuk menjemput Yu Hao setelah bekerja. Menjelang Tahun Baru, jumlah pelanggan mulai berkurang. Pada hari terakhir, Yu Hao menerima gajinya dan tanpa diduga, bosnya bahkan menambahkan paket amplop merah, jadi semuanya bertambah menjadi 3.000 yuan. Mata Yu Hao segera mulai penuh dengan air mata kegembiraan.

“Pacarmu akan segera tiba.” Teman kerjanya berkata, “Kau bisa pulang terlebih dahulu ba.”

Yu Hao saat ini sangat gembira saat dia menghitung uangnya, tetapi ketika dia mendengar kata-kata itu, dia bergegas untuk menyanggahnya. Si rekan kerja berkata, “Kau masih menyangkalnya?” 1MGa9N

“Bagaimana bisa kamu bicara begitu?” Yu Hao masih tenggelam dalam uangnya, pikirannya hanya dipenuhi tentang uang. “Apa jangan-jangan yang kamu maksud adalah … orang yang tampak lebih seperti CEO yang sombong itu, ‘kan? ”

“Saat kau melihatnya kemarin, matamu langsung bersinar.” Teman kerjanya menundukkan kepala saat dia mencuci cangkir kopi, lalu menggantungnya dan tersenyum. “Itu adalah ekspresi yang sama persis di wajah pacarku, ketika aku menjemputnya dari kantor.”

Yu Hao berpikir, tatapan macam apa itu? Namun, secara kebetulan, Zhou Sheng datang untuk menjemputnya setelah mengangguk kepada teman kerja Yu Hao itu. Pramusaji itu berkata, “Saat kau ada waktu, bantu naikkan rankku juga, ya?”

Zhou Sheng memberi isyarat “Oke”, lalu membawa Yu Hao pergi. BfSLdI

Yu Hao, “Apa yang kamu beli?”

Bait Festival Musim Semi, 'He' dan 'Fu'.” Zhou Sheng berkata dengan abai, “Untuk ditempel di asrama kita.”

Story translated by Langit Bieru.

Yu Hao sedang memilih beberapa sayuran di supermarket, sementara Zhou Sheng mendorong troli belanjaan. Yu Hao meletakkan daging juga sayuran di troli dan keduanya tampak seperti pasangan muda yang pergi berbelanja untuk merayakan Tahun Baru. Suhunya nol derajat selama beberapa hari terakhir, jadi jika daging dan sayuran disegel dengan benar dan ditempatkan di suatu tempat tanpa sinar matahari, mereka dapat disimpan selama beberapa hari.

Zhou Sheng, “Beli lagi, ayo makan hotpot malam ini.” Y31ivA

Yu Hao, “Kita hanya perlu membeli untuk porsiku, kamu harus pulang kembali untuk Tahun Baru.”

Zhou Sheng, “Tidak.”

Yu Hao, “Ibumu pasti tidak bermaksud untuk bertengkar denganmu.”

Zhou Sheng memperingatkan, “Jika kita membicarakan hal ini lagi, maka kita tidak perlu merayakan Tahun Baru lagi. Apa kau akan melarangku untuk tinggal di asrama? Baiklah, aku akan tidur di bawah jembatan!” 2jFqRa

Yu Hao tahu bahwa Zhou Sheng adalah macan kertas yang ingin pulang untuk Tahun Baru, tetapi dia tidak memiliki cara untuk melaksanakannya sembari mempertahankan muka—ia begitu gengsi. Meskipun Yu Hao benar-benar ingin merayakan Tahun Baru bersama Zhou Sheng, dia tentu lebih berharap agar Zhou Sheng dapat merayakan Tahun Baru ini dengan bahagia.

Yu Hao dan Zhou Sheng bertengkar seperti pasangan muda lagi di kereta bawah tanah. Dengan perasaan yang mirip dengan saat sebelum curah hujan yang akan datang, Yu Hao merasakan perasaan gugup seperti dia telah mengangkat tinjunya dan sangat ingin mencoba dan menemukan celah dalam pertahanan Zhou Sheng.

“Aku bahkan tidak punya kesempatan untuk menghabiskan Tahun Baru bersama ibuku.” Yu Hao melakukan langkah ini.

“Oke, kalau begitu pergilah dan jadilah putranya.” Pertahanan Zhou Sheng kedap air. GZ6OvD

Setelah mereka kembali ke asrama, Zhou Sheng tetap bergeming sambil menempelkan bait festival musim semi di luar asrama mereka. Yu Hao pergi untuk menempelkan ‘Fu’ dan ketika dia berjalan melintasi Zhou Sheng, dia melihat bahwa Zhou Sheng diam-diam sedang memilah beberapa paket merah di ponselnya. Saat itu, telepon Zhou Sheng berdering. Zhou Sheng hanya melirik sekilas sebelum menutupnya. Telepon berdering lagi dan dia menutup telepon lagi, lalu mematikan teleponnya.

Yu Hao berpikir, apa gunanya mematikan ponselmu? Orang itu akhirnya akan menelepon asrama.

Hari ini, mereka akan mulai makan hotpot. Zhou Sheng turun ke lantai bawah dan panggilan telepon itu datang seperti yang diharapkan. Yu Hao berpikir bahwa itu sangat lucu dan pergi untuk mengangkat teleponnya. Panggilan itu berasal dari ibu Zhou Sheng, seperti yang sudah diduga.

“Di mana Zhou Sheng?” eM705c

Yu Hao berkata, “Dia pergi untuk membeli rokok, aku akan memintanya untuk menelepon bibi kembali nanti.”

Yu Hao memindahkan kursi ke luar dan duduk di depan pintu. Ketika orang di telepon mendengar itu, dia berkata, “Yu Hao? Apakah kau adalah Yu Hao? Ya ampun, halo halo!”

Wanita itu terdengar sangat antusias dan tidak tampak seperti wanita yang akan mencakar leher putranya sendiri sama sekali. Dia juga sangat sopan dan terus mengatakan bahwa dia telah menyebabkan masalah bagi Yu Hao, tetapi Yu Hao dengan rendah hati membantah dan menjelaskan bahwa Zhou Sheng adalah orang yang selalu merawatnya. Ibu Zhou Sheng tidak tahu apa yang terjadi pada Yu Hao. Dia bertanya tentang daftar keluarganya, lalu bertanya apakah dia punya pacar, apa pekerjaan keluarganya dan seperti apa nilainya.

Yu Hao menjawab semua pertanyaannya satu per satu dan berpikir, Bibi mungkin ingin aku membantu membujuk putranya pulang … dan tidak mengherankan, setelah mereka mengobrol sebentar, Mama Zhou mulai menahan isak tangisnya saat dia meminta maaf kepada Yu Hao. Dia berkata bahwa dia sangat pemarah dan kesal akhir-akhir ini, jadi dia memarahi Zhou Sheng beberapa kali dan mereka akhirnya bertengkar. 3Gv0e6

“Bibi tahu bahwa bibi salah. Zhou Sheng tidak membalas pesanku atau mengangkat teleponku sekarang ….”

“Betapa menyedihkan bagi kalian berdua menghabiskan Tahun Baru sendirian di luar. Zhou Sheng belum pernah menghabiskan Tahun Baru di luar.” Mama Zhou berkata, “Aku sudah menyiapkan semua bahan makanan di rumah dan sekarang aku hanya menunggu dia kembali. Yu Hao, bisakah kau membantuku berbicara dengan Zhou Sheng dan memberitahunya bahwa aku juga membelikannya pakaian baru? Bukankah lebih baik jika kalian berdua pergi ke sini? Bawa dia kembali untuk Tahun Baru, apakah kau kira-kira bisa melakukannya?”

Read more BL at langitbieru (dot) com

 

Fanart kaikai yang ulala di sini wF9J4l

Translator's Note

restoran makan hotpot yang terkenal dan mahal

Translator's Note

Ini hanya benda yang kamu tempelkan di rumah selama Tahun Baru, ‘He’ = damai, ‘Fu’ = kemakmuran, bait adalah baris puisi yang panjang di gambar:

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!