English

Merebut MimpiCh27 - Kembali ke Rumah

0 Comments

“Kau tidur selama 18 jam penuh! Aku pikir kau sudah mati karena terlalu banyak bekerja!”


Ketika Zhou Sheng kembali, dia menemukan Yu Hao sedang berbicara melalui telepon bersama ibunya dan ia nyaris meledak dalam amarah. Mereka bertemu pandang dan Yu Hao dengan lincah segera melindungi kabel telepon. Sementara itu, ibu Zhou Sheng masih menahan isak tangis saat dia berbicara tentang bahwa dia hanya memiliki satu anak laki-laki dan seterusnya … dan seterusnya. Dia memohon kepada Yu Hao, memintanya untuk mendesak Zhou Sheng kembali dan juga bersikeras bahwa Yu Hao juga harus ikut. xUCsN9

“Ba … Baik … lah.” Yu Hao dan Zhou Sheng berebut kabel telepon, tapi Yu Hao bukanlah lawan seorang Zhou Sheng. Zhou Sheng memutar lengannya dan menekannya ke meja, sementara Yu Hao menoleh dan berbicara di telepon, “Bibi, aku akan menutup telepon dulu, oke?!”

Zhou Sheng berhasil mencabut kabel telepon. Dia masih menekan Yu Hao; Yu Hao berbalik untuk tersenyum padanya, mau tidak mau akhirnya Zhou Sheng harus melepaskannya.

Please visit langitbieru (dot) com

“Berjanjilah padaku satu hal,” kata Yu Hao.

Zhou Sheng, “Tidak.” AfqQc9

Yu Hao, “Aku bahkan belum mengatakannya!”

Zhou Sheng, “Kau mau aku pulang!”

Yu Hao, “Bagaimana kalau bukan itu?”

Zhou Sheng mengakui, “Oke, aku akan berjanji padamu, selama kau tidak memintaku pulang.” YORFK3

Saat makan malam, Yu Hao mencuci sayuran dan memotong dagingnya, sementara Zhou Sheng berbaring di tempat tidurnya bermain gim di ponsel. Keduanya menyantap hotpot untuk makan malam. Yu Hao menelusuri ponselnya sambil memilih daging dan sayuran untuk Zhou Sheng. Di sisi lain, Zhou Sheng hanya makan dengan tenang. Setelah selesai, Zhou Sheng mencuci piring. Yu Hao membuka tasnya dan mengemas pakaian mereka berdua di dalamnya. Zhou Sheng mengelap tangannya sebelum berjalan. Yu Hao membawa tasnya dan Zhou Sheng bertanya, “Mau kemana?”

Yu Hao, “Pergi berlibur untuk merayakan Tahun Baru.”

Zhou Sheng, ” ….”

Yu Hao, “Antarkan aku ke stasiun kereta ba, kamu sudah janji tadi.” re5t6M

Zhou Sheng menyadari bahwa Yu Hao ingin memaksanya pulang, jadi dia berkata, “Aku tidak akan pergi!”

“Kamu mengingkari janjimu? Aku pergi.” Yu Hao berkata kepada Zhou Sheng, “Selamat tinggal!”

Ekspresi Zhou Sheng tampak spektakuler dan dramatis, dia berkata, “Jangan mencoba berbohong padaku! Bukankah kau hanya akan berjalan-jalan di luar? Apa menurutmu aku bodoh?”

Yu Hao berkata, “Aku sungguh-sungguh akan pergi berlibur. Aku menyelesaikan semua pekerjaanku hari ini, bukankah aku sudah memberi tahumu sebelumnya? Selamat Tahun Baru!” iNEeGm

Yu Hao menutup pintu, lalu pergi begitu saja.

Zhou Sheng benar-benar dituntun oleh Yu Hao, jadi dia hanya bisa mengambil jaketnya dan dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam sakunya, ia akhirnya buru-buru mengikuti Yu Hao.

Yu Hao naik kereta, begitu pula Zhou Sheng. Keduanya berada di gerbong kereta yang berdekatan; Yu Hao melihat Zhou Sheng, dan Zhou Sheng juga bisa melihatnya. Zhou Sheng memasang wajah muram. Yu Hao melihatnya dari seberang gerbong kosong dan ekspresi wajahnya sedang menahan tawa.

Wajah Zhou Sheng menunjukkan ketidakpuasan secara terang-terangan. Dia mengikuti Yu Hao ke stasiun kereta dan ketika dia melihatnya ingin mengambil tiket, dia menyadari bahwa Yu Hao benar-benar akan pergi. Dia berkata, “Kau benar-benar akan berlibur?!” TgwWG

Yu Hao melepas earphonenya dan berkata, “Ya.”

“Lalu, bagaimana denganku?” Zhou Sheng marah, “Kau meninggalkanku untuk merayakan Tahun Baru di asrama kita sendirian?!”

Story translated by Langit Bieru.

“Kembali ke rumahmu.” Yu Hao berkata dengan serius, “Dengarkan aku dan kembali ba. Dia ibumu, mengapa kalian berdua saling menyiksa seperti ini?”

Zhou Sheng akhirnya kalah dari Yu Hao. Dia hanya bisa berkata dengan muram, “Tunggu aku sebentar.” Dan saat dia berbicara, dia pergi. 4pEgCb

Yu Hao mengantre dan mengambil tiket, kemudian tidak lama setelahnya, Zhou Sheng membawa sekotak leher bebek. Dia tampak seolah-olah telah menerima kenyataan ini dan tahu bahwa Yu Hao melakukan ini demi dirinya, jadi dia berkata, “Tetap aktifkan ponselmu.”

“Ini. Untuk pulang ke rumahmu.” Yu Hao memberikan tiket kereta dan kartu identitas Zhou Sheng kepadanya. Dia telah membeli dua tiket untuk pergi ke rumah Zhou Sheng.

“Kau mengobrak-abrik dompetku?!” Zhou Sheng berkata dengan tidak percaya.

“Aku mencuci celana dalammu setiap hari.” Yu Hao, “Apa salahnya mengobrak-abrik dompetmu sedikit?” tUZdiB

Begitu banyak orang tiba-tiba menoleh untuk melihat mereka dan Zhou Sheng langsung merasa malu, “Kecilkan suaramu!”

Zhou Sheng dengan demikian berhasil masuk ke jebakan untuk dibawa pulang kembali ke rumahnya oleh Yu Hao. Mereka duduk di kursi bersampingan dan wajah Zhou Sheng tidak bisa terlihat lebih buruk lagi daripada sekarang.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Yu Hao menelepon Chen Yekai dan memberitahunya bahwa dia keluar untuk merayakan Tahun Baru. Chen Yekai berkata kepada Yu Hao, “Aku baru saja melihat kalian berdua di gerbang perguruan tinggi.”

Yu Hao menatap Zhou Sheng, lalu menutup telepon. Zhou Sheng berkata, “Aku tidak membawa pengisi daya ponsel ….” 2q5dNB

Yu Hao, “Aku membawanya.”

Zhou Sheng, “Jemuranku.”

Yu Hao, “Sudah aku simpan.”

“Bahan makanan yang kita beli hari ini ….” 3G5XMK

Yu Hao, “Aku sudah menyimpan semuanya dengan benar.”

Zhou Sheng dan Yu Hao saling memandang. Yu Hao, “Mau main gim?”

“Tidak ada sinyal!” Zhou Sheng memutuskan untuk mengabaikannya.

Kereta itu bergoyang-goyang saat bergerak maju. Ada banyak pekerja migran di gerbong mereka yang sedang dalam perjalanan pulang untuk menyambut Tahun Baru. Yu Hao berkata, “Ini Tahun Baru, ayo, ayo bersemangat! Aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu ba.” roMW2g

Zhou Sheng: wajah yang dingin dan terpisah.jpg

Yu Hao bernyanyi bersama dengan suara mesin kereta, “Di da di da di da ….”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Memangnya kau alarm jam?!” Zhou Sheng tidak tahan lagi.

“Hidup itu bagaikan sebuah novel thriller ….” Saat Yu Hao mulai bernyanyi, setengah gerbong menjadi sunyi. ud3kWp

Kereta itu bersiul dan meninggalkan kota Ying. Banyak cahaya mulai masuk ke dalam kereta dan sungai serta pegunungan yang jauh tengah tertidur, seolah-olah mereka telah memasuki mimpi yang cerah dan gemilang.

Zhou Sheng menutup mata. Kepalanya terkulai ke samping dan bersandar di bahu Yu Hao. Pakaian olahraganya menutupi keduanya dan Yu Hao bisa mencium kehangatan Zhou Sheng. Dia melihat ke luar jendela pada malam musim dingin yang tak berujung, jendela kaca memantulkan sosok dirinya dan Zhou Sheng yang meringkuk bersama.

Seumur hidup, dia tidak pernah merasa sedekat ini dengan cinta. Bahkan jika perasaan ini lahir dari emosi sebelumnya yang tinggal di lubuk hatinya, setidaknya pada malam ini, di kereta yang masih bersiul ini, dan di sisi orang ini, perasaan tersebut terasa senyata keberadaan dunia objektif—begitu nyata sehingga tidak ada ruang untuk keraguan.


“Yu Hao! Kau Yu Hao!” 2qDRmI

Ibu Zhou Sheng telah menyiapkan meja yang dipenuhi makanan di rumahnya. Dia buru-buru memanggil Yu Hao untuk makan. Yu Hao dan Zhou Sheng telah tidur selama 8 jam di kereta, jadi dia merasa seolah lumpuh karena kelelahan. Zhou Sheng tidak mengatakan sepatah kata pun sebelum memasuki kamarnya dan akhirnya berkata kepada Yu Hao, “Masuk sini!”

“Aku khawatir Zhou Sheng tidak akan bisa mendapatkan teman di sekolah … aiyo aiyo! Kau bahkan membawa daun teh! Daun teh jenis apa itu? Kemari dan duduklah, kau bahkan membawa hadiah ….”

“Zhou Sheng bilang bahwa kaulah yang mengajarinya bahasa Inggris. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya dia lulus bahasa Inggris! Dia suka memukuli orang ketika tidak punya kegiatan apa pun, dia tidak memukulmu ba? Tunggu sebentar, aku akan menyeduhkan ini untukmu, sambil aku merokok, oke?”

Sementara Yu Hao mencoba yang terbaik untuk memahami apa yang wanita itu katakan kepadanya, kepalanya mulai terkulai—nyaris tertidur. aAOU16

“Selama lebih dari sepuluh tahun, aku adalah seorang wanita yang membesarkan putra dari istri kedelapan itu dengan segenggam kotoran dan air seni dan yang aku takuti hanyalah bahwa aku akan membesarkannya menjadi seorang serigala bermata putih yang idiot

Yu Hao benar-benar meremehkan kemampuan tempur Mama Zhou.

Saat Zhou Sheng tiba, dia pergi ke kamarnya sebentar, kemudian keluar dari sana dengan membanting pintu secara kasar. Sekarang, dia sudah mengenakan satu set pakaian baru. Di sisi lain, Yu Hao terlonjak kaget setelah mendengar suara bantingan itu, tapi Mama Zhou sepertinya tidak mendengarnya kala dia menarik tangan Yu Hao dan berkata, “Di masa depan, gadis mana yang akan menyukainya? Aiyo, aku sangat khawatir sampai-sampai rambut putih mulai tumbuh di kepalaku.”

Dari sudut matanya, Yu Hao melihat Zhou Sheng berjalan menuju dapur dan mengobrak-abrik kulkas. Pria itu mengeluarkan jus buah dan meminum beberapa teguk, lalu melemparkan kubis, ayam, babi, labu siam, dll ke atas meja dapur. Dia menusuk pisau ke talenan sebelum mengikat celemek di sekeliling tubuhnya. J5EtoS

Yu Hao, ” ….”

“Aku tidak tahu mengapa aku buta saat itu.”  Mama Zhou merenggangkan lehernya, berseru, “Nasi belum dimasak!” Sebelum kembali ke Yu Hao dan melanjutkan, “Dan menikah dengan pria bodoh yang hanya tahu cara memasak, aiya!”

Sudut mulut Yu Hao berkedut-kedut. Mama Zhou melanjutkan, “Lupakan saja, aku akan memasaknya sendiri ba.”

“Bahkan anjing tidak akan memakan masakan yang kau buat!” Ini adalah kata-kata pertama yang secara resmi diucapkan Zhou Sheng kepada ibunya setelah dia pulang. dYwBWp

Yu Hao dengan cepat berkata, “Aku akan membantunya.”

“Tetaplah di sana dan duduk!” Zhou Sheng mendongak saat mengatakan itu, seraya mengiris labu siam menjadi serpihan. Yu Hao sangat ketakutan, seolah-olah jiwanya berserakan dan yang bisa dia lihat sekarang hanyalah bahwa Zhou Sheng sedang memotong sayuran dengan sangat cepat, sehingga pisaunya terlihat seperti terbang, jadi dia dengan cepat memperingatkan, “Hati-hati, jangan sampai jarimu terpotong!”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Tinggalkan dia sendiri.” Mama Zhou berkata, “Jika dia memotongnya, kita bisa menganggapnya sebagai hidangan tambahan. Adik Yu, dengarkan aku ….”

Satu jam kemudian, Zhou Sheng meletakkan secara kasar beberapa piring ke atas meja, melepas celemeknya, dan mengambil semangkuk nasi dan sup untuk Yu Hao. Mama Zhou masih berbicara dengannya di satu sisi, “Bahkan belum mempelajari sesuatu yang berguna, memangnya berapa banyak uang yang kau dapatkan dari memasak?” yYir2q

Zhou Sheng melirik Yu Hao seolah bertanya, “Kau mengerti sekarang?”

Yu Hao melambaikan tangannya dan terus mengangguk pada Mama Zhou.

Empat hidangan dan satu sup. Ayam minyak wijen dengan daun bawang yang empuk dan agak kekuningan, kembang tahu goreng di dalam panci tanah liat dengan saus, enam gulungan udang bungkus kubis, tumis irisan labu siam dan semangkuk acar sayur dan sup ikan.

Yu Hao terus berkata pada dirinya sendiri, ini adalah kunjungan pertamaku, aku pasti tidak bisa menjilat piringnya nanti. P9H2FT

Zhou Sheng tidak makan banyak sebelum dia selesai makan. Yu Hao berkata, “Kamu memasak dengan sangat baik, tapi kamu masih sanggup makan masakan dari kantin kampus?

“Selama itu bukan sesuatu yang aku masak, bagiku semua rasanya sama saja,” Zhou Sheng berkata dengan santai.

“Yu Hao na.” Mama Zhou bertanya, “Apakah Zhou Sheng dekat dengan beberapa gadis di sekolah?”

Zhou Sheng berkata, “Diam! Tutup mulut kalian!” gcp95w

Yu Hao dengan cepat berkata, “Sangat banyak gadis yang mengejarnya.”

“Ckckckck ….,” ekspresi wajah Mama Zhou berubah, “Dulu, Ayahnya juga, ai —— yo—— “

Yu Hao tidak menyangka bahwa kata-katanya dapat memicu monolog panjang lainnya yang berlangsung selama setengah jam. Dia baru berada di rumah Zhou Sheng kurang dari dua jam, tetapi ibunya telah menceritakan semua tentang bagaimana ayahnya telah meninggalkan wanita itu. Dia bahkan tahu dari sudut mana Papa Zhou akan memegang spatula wajan saat memukulnya.

Untungnya, Mama Zhou akhirnya pergi setelah makan malam. Ketika wanita itu menutup pintu untuk berganti pakaian, Yu Hao melihat ada sebuah lubang di pintunya yang tampak seperti sudah ditendang. Z69T U

Zhou Sheng sedang mencuci piring di depan wastafel. Setelah selesai mencuci, dia menyerahkannya kepada Yu Hao, lalu Yu Hao akan menggunakan kain untuk mengeringkannya, setelah itu meletakkannya kembali di rak.

“Jujur saja, apakah kau akan jatuh cinta padaku?” Zhou Sheng tiba-tiba mengatakan ini saat dia sedang mencuci piring.

Yu Hao menjawab dengan jujur, “Aku sudah jatuh cinta padamu.”

Zhou Sheng tampak tak berdaya saat dia berkata, “Tidak bisakah kau menjawab dengan sesuatu yang lain?! Enyahlah!” NOcWb7

Yu Hao tertawa terbahak-bahak. Zhou Sheng berkata dengan suara suram dan kesal, “Ayo cepat-cepat selesai rayakan Tahun Baru di sini, supaya kita bisa kembali ke asrama ba, aku benar-benar tidak tahan lagi. Coba pikirkan, tinggal di rumah seperti ini selama lebih dari sepuluh tahun, sementara kau terus menerus diburu dengan pembicaraan tentang ayahku, apakah kau akan sanggup?”

“Tidak.” Yu Hao berkata dengan jujur, “Aku salah, lebih baik kita kembali ke asrama ….”

Please visit langitbieru (dot) com

“Lupakan.” Zhou Sheng menjawab, “Lagipula, kita sudah kembali, apa yang kamu tertawakan, ah? Apa yang lucu?”

Yu Hao berkata, “Jangan pukul aku! Ibumu mungkin tiba-tiba kembali!” 1shL4r

“Dia tidak akan kembali!” Zhou Sheng menarik kerah Yu Hao dan ingin memukulnya. Zhou Sheng mendorongnya ke sofa dan berbaring di sampingnya dan Yu Hao berteriak saat Zhou Sheng mendarat di atas tubuhnya. Zhou Sheng menendangnya ke samping sebelum mengambil beberapa makanan ringan dan minuman bersoda dari bawah meja kopi untuk mereka makan dan minum. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya untuk bermain gim.

“Jangan tertidur.” Zhou Sheng melihat Yu Hao mulai tertidur dan ia meletakkan ponselnya, “Jika kau tidur terlalu banyak di siang hari, kau tidak akan bisa tidur di malam hari.”

Yu Hao meringkuk di atas selimut. Saat melihat tumpukan tas PP di balkonnya, ia bertanya, “Apa itu?”

“Pakaian.” Zhou Sheng berkata, “Barang yang dibeli ibuku. Dia punya tokonya sendiri.” HMTrde

Yu Hao mengucapkan “un“. Zhou Sheng melanjutkan, “Ayahku adalah koki kelas satu di masa lalu dan pecandu alkohol. Dia menikahi seorang wanita kaya setelah perceraiannya dengan ibuku dan setelah itu menipu wanita itu dengan mengambil banyak uang darinya, kemudian menceraikan wanita kaya itu lagi dan menggunakan uang itu untuk membuka restoran bernama ‘Yun Lai Chun’. Aku tidak tahu kau mengetahui restoran itu atau tidak.”

Ketika Zhou Sheng mengatakan nama itu, Yu Hao langsung tercengang.

“Yun Lai Chun dibuka oleh ayahmu?!” Yu Hao berkata dengan tidak percaya.

“Un.” Zhou Sheng mendongak dan melirik Yu Hao, lalu menjawab, “Ini cukup mengejutkan ba. Namanya Zhou Laichun, aku akan membawamu untuk makan ke sana di hari pertama Tahun Baru.” ldoQnp

Yu Hao telah melihat nama ayah Zhou Sheng sebelumnya di berita online. Pria itu masuk di berita itu sebagai pengusaha restoran lokal—-restorannya memiliki banyak cabang di seluruh negeri!

Yu Hao tersadar dari lamunannya saat Zhou Sheng menendangnya.

“Lalu, kenapa kamu belajar di perguruan tinggi kita?”

“Ibuku tidak mengizinkanku menggunakan uang ayahku,” Zhou Sheng melihat ponselnya, “dan juga mengandalkan koneksinya. Ibuku bilang jika aku berani belajar di perguruan tinggi yang diinginkan ayahku, ibu akan melompat dari lantai 16 ini. Dia bahkan duduk di balkon untuk mengancamku setelah ujian masuk perguruan tinggi.” JB d7y

Yu Hao memegang dahinya dengan satu tangan.

Zhou Sheng memusatkan perhatiannya pada ponselnya, “Tapi, aku sebenarnya memang tidak mau belajar di perguruan tinggi kedokteran yang dipilihkan Ayah untukku. Jika aku menjadi dokter dengan nilai yang buruk, bukankah aku hanya akan merugikan orang lain? Ayo cari pekerjaan bersama setelah semester depan ba.

Ketika Yu Hao mendengar dia mengatakan ini, dia hampir menjadi gila. Setelah dia memikirkannya sebentar, dia berkata, “Selama kamu bahagia.”

Udara pembunuh di sekitar Zhou Sheng akhirnya menghilang. Dia bersandar di sofa dengan posisi sedikit miring dan menggunakan satu kaki untuk menggelitik pinggang Yu Hao di sana-sini—gerakan ini biasanya dilakukan secara tidak sadar dan hanya sentuhan sederhana antara pria normal seperti saat mereka saling menendang. Namun, sesuatu dibalik celana Yu Hao sekonyong-konyong menjadi tegang, jadi dia segera menutupinya dengan selimut. cYiu1T

Yu Hao, “Kenapa kamu memilih olahraga?”

“Aku suka berolahraga.” Zhou Sheng berkata dengan tidak acuh, “Berkeringat sesuka hati membuatku melupakan semua masalahku—seperti saat aku berenang, berlari atau melakukan latihan aerobik apa pun. Saat tubuhku terasa seperti mendekati titik kritis, aku merasa seolah-olah terbang.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Yu Hao berkata, “Itu benar.” Dia biasa bermain bola basket sesekali dan berlari di malam hari juga dan itu membantu menghilangkan stresnya.

“Saat suasana hatiku sedang buruk, aku akan berlari sejauh 5 km.” Yu Hao berkata, “Setelah berlari sejauh 10 km, aku akan merasa jauh lebih santai.” o5vdxI

“10 km.” Zhou Sheng kemudian mengangkat hidungnya seolah membuat jarak seperti itu di sana.

Tapi akhirnya, Yu Hao tidak lagi bisa berlari sejauh itu, sebab ia benar-benar kelelahan semenjak telah bekerja paruh waktu. Jika dia masih berlari 10 km setelah bekerja selama 12 jam, dia mungkin akan mati mendadak. Konsekuensi dari tidak berlari itu ialah bahwa ia tidak lagi memiliki cara untuk menghilangkan stresnya, sehingga dia memilih untuk menjadi orang yang lebih tertutup.

Dia mengobrol santai dengan Zhou Sheng, tapi dia benar-benar tidak bisa melawan rasa kantuknya. Zhou Sheng bahkan meletakkan pemanas minyak hangat di sebelahnya, yang membuatnya merasa sangat hangat dan nyaman, jadi dia akhirnya tertidur. Sementara dia dalam keadaan linglung, dia mendengar Zhou Sheng berkata, “Pergi ke kamar untuk tidur, jangan sampai masuk angin.” Yu Hao menjawab sekali, tapi dia tidak bergerak dan hanya ingin berbalik dan melanjutkan tidur. Pada akhirnya, dia merasa seperti digendong oleh Zhou Sheng, kemudian dibawa ke kamar dan dibaringkan di atas ranjang.

Dia tidak tahu berapa lama waktu telah berlalu sebelum pertama kali dia bangun. Dia bisa merasakan bahwa Zhou Sheng telah memasuki ruangan dengan hati-hati dan sedang berbaring di sampingnya untuk bermain gim di ponsel. Yu Hao berbalik dan kembali tidur. pEP4tY

“Yu Hao?” Suara Zhou Sheng terdengar di samping telinganya, “Apakah kau baik-baik saja?”

Saat Yu Hao membuka matanya, langit di luar cerah.

Satu tangan Zhou Sheng ada di dahinya untuk memeriksa apakah dia demam.

Yu Hao bertanya, “Jam berapa sekarang?” wAvYaR

“Apakah kau babi?!” Zhou Sheng memarahi, “Kau tidur selama 18 jam penuh! Aku pikir kau sudah mati karena terlalu banyak bekerja!”

“Ah!” Yu Hao berkata dengan lemah, “Itu pasti karena akhir-akhir ini aku banyak bekerja dan kelelahan … adakah yang bisa dimakan? Aku kelaparan ….”

Zhou Sheng kehabisan akal. Yu Hao ingin membeli bahan makanan untuk Tahun Baru, tetapi bagaimana Zhou Sheng bisa membuatnya membayar untuk itu? Jadi, Zhou Sheng berkata, “Bantu aku membersihkan kamar ba.

Yu Hao mulai membereskan kamar Zhou Sheng. Kamar Zhou Sheng tampak seperti kandang anjing, dia tidak tahu kapan Zhou Sheng terakhir kali merapikannya. Zhou Sheng sendiri merasa sedikit malu saat berkata, “Ah, lupakan saja!” NZsrTa

Yu Hao mengambil selimut untuk menjemurnya di bawah sinar matahari. Zhou Sheng melanjutkan dengan tidak sabar, “Kita hanya tinggal di sini sampai tanggal tiga! Untuk apa kau membereskan semua itu? Dengarkan aku dan jangan menjadi peri rumah kecil lagi, paham? Jika ibuku melihatmu, aku tidak tahu berapa lama dia akan mengomeliku!!”

Yu Hao melirik Zhou Sheng dan berkata, “Aku tidak tahu apa yang akan mulai tumbuh di pakaianmu ….”

Zhou Sheng segera berkata, “Oke! Lakukan! Jangan cerewet lagi!” Kemudian melanjutkan, “Aku berhutang banyak pada kalian berdua, aku merasa seperti terikat dengan Belenggu Kutukan!”

Yu Hao sedang berdiri di balkon. Saat mendengar kata-kata ‘Belenggu Kutukan’, hatinya langsung seperti diaduk-aduk. Dia berhenti bergerak dan berbalik untuk melihat Zhou Sheng. Sementara itu, Zhou Sheng sedang mengemasi tumpukan manga Saiyuki dan Naruto miliknya dan saat dia mengemasnya, dia entah bagaimana malah mulai membacanya. wc48da

Setelah Yu Hao selesai membersihkan jendela, dia berbaring di tempat tidur untuk beristirahat sebentar.

“Pintu ibumu punya lubang yang bisa runtuh ke dalam.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Aku tidak buta, menurutmu aku tidak bisa melihatnya?”

“Maksudku … apakah kamu ingin menempelkan bait ‘Fu’ di atasnya untuk menutupinya?” JzUpdZ

“Apakah orang menempelkan bait ‘Fu’ di bagian bawah pintu? Jangan terlalu ikut campur tangan.”

Zhou Sheng melempar buku ‘Naruto‘ padanya. Yu Hao berbaring tengkurap saat dia mulai membaca dan ketika dia membaca komik itu, perhatiannya tidak benar-benar tertuju di komik itu, karena sesekali pandangannya dialihkan ke Zhou Sheng, yang punggungnya menghadap ke arahnya. Zhou Sheng tertawa ketika dia membaca komiknya dan bahunya bergetar beberapa kali.

“Apa kau lapar?” Zhou Sheng berbalik untuk melihat Yu Hao. Yu Hao segera menundukkan kepalanya dan berpura-pura sibuk membaca komiknya, tetapi Zhou Sheng sudah menyadari bahwa Yu Hao sedang menatapnya pada saat itu. Dia menoleh untuk memeriksa bahu dan punggungnya sendiri, “Apakah ada sesuatu di tubuhku?” Lalu, dia menepuk dirinya sendiri.

Yu Hao berkata, “Zhou Sheng, apa kamu ingat kalau aku pernah bilang bahwa ada beberapa hal yang mau aku tanyakan padamu?” QFrTDn

Zhou Sheng memiliki ekspresi bingung di wajahnya. Dia meletakkan komiknya dan bertanya, “Memangnya apa itu?”

Yu Hao memikirkannya sebentar sebelum berkata, “Apa yang kita makan? Mari kita bicara di luar ba.”

Zhou Sheng membawa Yu Hao ke Yun Lai Chun dan Yu Hao akhirnya menyadari apa artinya menjadi seorang hartawan: kamar terbaik, dekorasi paling mewah, emas dan giok dalam kemegahan yang mewah. Ketika mereka berdua duduk pada sofa di ruangan untuk memesan hidangan mereka, Zhou Sheng mengenakan pakaian olahraga dari ujung kepala sampai ujung kaki, tetapi dia duduk seperti orang kaya generasi kedua—dia tidak tegang dan meragukan, seolah-olah ini adalah jenis kehidupan yang seharusnya dia jalani. Yu Hao akhirnya melihat sisi Zhou Sheng yang jarang muncul—tetapi masih selalu ada. Seorang Zhou Sheng yang memiliki udara yang tangguh dan mengesankan di sekitarnya.

Seorang pelayan yang mengenakan cheongsam berjalan dan berlutut di tanah saat dia menyajikan teh untuk mereka. Yu Hao buru-buru meminta pelayan untuk bangun. lZsxfI

Saat Yu Hao masih di sekolah menengah, dia pernah bekerja di malam hari pada saat sesi belajar mandiri berlangsung, tanpa diketahui oleh neneknya. Ketika dia membuka botol anggur untuk orang-orang di klub malam, dia harus berlutut saat menawarkan anggur merah kepada pelanggannya dan itu benar-benar tak tertahankan baginya. Selain itu, pelanggan akan menggoda dan mengajaknya berbuat cabul lagi dan lagi, jadi dia hanya bekerja di sana selama tiga hari sampai akhirnya dia berhenti.

Yu Hao dan pelayan itu saling memandang, lalu dia tersenyum meminta maaf. Gadis itu balas tersenyum penuh pengertian. Ketika Yu Hao melihat Zhou Sheng lagi, cara pria itu memandangnya telah berubah.

Zhou Sheng mengambil menu dan melemparkannya ke Yu Hao, “Pesan apa pun yang kau mau.”

Yun Lai Chun sering menerima dana publik untuk makanan dan minuman, tetapi sekarang, ada lebih banyak sanksi dari atasan, jadi ada dua menu—satu menu digunakan untuk komisi pencucian uang, sedangkan menu lainnya dijual dengan harga biasa. Yu Hao berpikir, bukankah pengeluaran semacam ini terlalu berlebihan? Setelah dia melihat-lihat beberapa halaman, dia berkata, “Kamu harus memesan ba.ZzIYwh

“Semua yang ada di tiga halaman ini dan halaman ini.” Zhou Sheng berbicara kepada mandor saat dia memilih tiga halaman dan memilih satu halaman tambahan di menu. Kemudian, dia membuang menu besar ke samping dan mengambil menu musiman, “Yang ada di menu ini, keluarkan semuanya.”

Ini adalah pertama kalinya Yu Hao bertemu dengan seseorang yang akan memesan hidangan dengan mengatakan ‘semua yang ada di halaman ini‘. Dan seolah itu belum cukup, orang yang sama ini juga mengatakan ‘semua yang ada di menu ini’, jadi dia tidak bisa tidak bergeming di tempat duduknya.

Tonton video ini biar lebih baper sama danmei ini di sini :’)

MRZ542

Translator's Note

<

Translator's Note

sebuah frase umpatan yang menakutkan. Jadi yang dia katakan adalah 个 斑马 (ge ban ma), yang merupakan onomatopoeia dari 个 八 妈 (ge ba (ba di sini = delapan) ma), dan pada dasarnya terdengar sangat ganas. Kedengarannya kejam karena di Tiongkok kuno, ada orang yang akan menikah hingga delapan istri, dan frasa ini berarti kamu dibesarkan oleh istri kedelapan (status termuda dan terendah)

Translator's Note

menanggung segala macam kesulitan sambil membesarkan seseorang

Translator's Note

orang celaka yang tidak tahu berterima kasih

Translator's Note

Masakan di kantin mereka ga enak kayaknya haha

Translator's Note

Aku gak paham maksudnya. Mungkin ZS lagi pamer hidung mancung kali ya? Tolong dikoreksi

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!