English

Merebut MimpiCh29 - Pengakuan

1 Comment

“Aku ingin melindungi dirimu yang lemah, supaya kau bisa meneruskan hidupmu.”


Zhou Sheng baru saja akan berbaring ketika Yu Hao bertanya, “Lalu, bagaimana kamu menjelaskan mimpi Shi Ni? Bagaimana bisa ada orang lain yang memimpikan hal yang sama denganku?” YMjDt3

“Selain itu, kamu juga tidak perlu memukul Shi Liang di ruangan itu tempo lalu, tetapi kamu melakukannya dan kamu melakukan itu di depan putrinya. Niatmu adalah untuk menciptakan kesan yang kuat di benak Shi Ni. Dia suka karakter dalam komik dan salah satu pahlawan di dalamnya adalah Sun Wukong! Rambut merahmu juga merupakan ciri unik Sun Wukong. Dia tanpa sadar mengaitkanmu dengan Sun Wukong, jadi kamu berhasil muncul dalam mimpinya, lalu kamu mencoba menyelamatkannya,” Yu Hao dengan gugup mengoceh tentang dugaannya yang telah dia pikirkan berulang-ulang kali.

Zhou Sheng tidak tahu apakah harus menangis atau tertawa. “Kau benar-benar terlalu banyak berpikir, Yu Hao! Aku jelas-jelas memukulnya karena aku melihatmu dibully olehnya!”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Kalau kamu benar-benar hanya memukulnya karena marah, kamu tidak akan bertindak seperti itu. Kamu tidak akan tertawa dan kamu tidak akan mendiskusikan sebelumnya dengan Liqun di luar—merencanakan agar Liqun nantinya masuk ke ruangan dan seolah-olah secara tidak sengaja menahan juga menjaga Shi Liang sebelum kamu mulai memukul pria itu lagi.” Yu Hao tidak berani menatap Zhou Sheng, “Kamu telah berencana untuk memukulnya, tetapi kenapa kamu membuat rencana seperti itu? Juga, kamu bahkan berpikir bahwa totem yang kuberikan padamu berubah menjadi Kutukan Belenggu? Itu karena kamu pikir kamu perlu menemukan cara untuk memecahkan masalahku—kamu tidak tahan melihatnya lebih lama lagi, jadi itu telah berubah menjadi tanggung jawabmu.”

Zhou Sheng berkata, “Yu Hao, jangan terlalu terpaku dalam mimpimu lagi. Kau tidak memiliki histeria, kau hanya terlalu banyak berpikir! Kau selalu melakukan pengejaran liar, bukankah kau bodoh?” N1nXaR

Yu Hao berkata, “Satu pertanyaan terakhir. Ini yang benar-benar tidak bisa kupahami. Jawab aku ba, maka aku tidak akan bertanya apa-apa lagi.”

Zhou Sheng berkata dengan sabar, “Katakan.”

“Saat aku membakar arang, apa yang kamu lakukan?” Yu Hao menanyakan pertanyaan terakhirnya dan Zhou Sheng benar-benar terkejut. Ekspresinya menunjukkan bahwa dia bingung saat dia merenung. “Aku meminta Fu Liqun pergi mencarimu.”

Namun, saat dia terkejut untuk saat yang singkat itu, tatapan Yu Hao dan Zhou Sheng bertemu; kilatan tiba-tiba melintas di mata Zhou Sheng dan intuisi bergerak dalam diri Yu Hao. Kemudian, Zhou Sheng berbalik dan mematikan lampu meja. UsBlGZ

“Kau sedang tertidur!” Dan seolah-olah kepala Yu Hao tiba-tiba dipukul dengan tongkat biarawan untuk menyadarkannya—dia telah menemukan jawabannya!

Yu Hao dengan serius menatap mata Zhou Sheng dalam kegelapan. “Berdasarkan tabiatmu, kamu pasti tidak akan mengandalkan orang lain untuk datang menyelamatkanku, setelah kamu sadar bahwa aku membawa sekotak arang di tasku. Itu masalah yang mengerikan. Kamu akan mengikutiku, sampai kamu tahu ke mana aku pergi dan apa yang kulakukan.”

Zhou Sheng berkata, “Aku tidak berpikir terlalu dalam saat itu! Setelah aku bermain sepak bola, aku kembali ke asrama untuk mandi! Aku sedang mandi ketika aku sadar ada sesuatu yang tidak beres, jadi aku segera keluar untuk memberi tahu Fu Liqun! Karena itulah aku masuk angin! Apa kau tidak ingin menelepon dia untuk bertanya? Ini! Ambil ponselku! Tanyakan dia!”

Zhou Sheng memberikan ponselnya ke Yu Hao. Yu Hao menemukan nomor telepon Fu Liqun; tangannya yang memegang ponsel tidak bisa berhenti gemetar. Dia menatap Zhou Sheng lagi. Yu Hao berpikir bahwa dia benar-benar gila kali ini, tetapi dia harus tahu. Jika tidak, dia mungkin benar-benar mengidap gangguan mental dari cobaan yang menyiksa ini. eho1Sd

Zhou Sheng menatap tangan Yu Hao, lalu menatap mata Yu Hao.

Sedetik sebelum Yu Hao akan menekan tombol ‘panggil’, Zhou Sheng tiba-tiba berkata, “Tunggu! Lupakan saja. Ayo hentikan permainan ini.”

Ketika Yu Hao mendengar suara itu, dia tahu bahwa Zhou Sheng akhirnya mengakuinya.

“Jenderal?” Suara Yu Hao gemetar. hgJZHu

Zhou Sheng mengucapkan setiap kata dengan jelas, “Yu Hao, aku benar-benar ingin meninjumu hari ini.”

Saat Zhou Sheng mengatakan ini, Yu Hao mengenali nada yang akrab itu, itu benar-benar dia! Pada saat ini, semua kekuatannya benar-benar terkuras dengan suara wuuusssh seperti air yang surut. Yu Hao bangkit dan berlutut di tempat tidur, lalu dengan gugup mendekati Zhou Sheng dan Zhou Sheng tersenyum tak berdaya. Dia menoleh, menekan satu tangan di dahi Yu Hao dan dengan paksa mendorongnya ke bawah.

“Selamat malam,” Zhou Sheng berkata dengan nada sombong yang tidak diragukan lagi, “Yu Hao, lupakan semua yang terjadi dalam mimpimu.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Yu Hao, “Tunggu ….” 7oAu8C

Cengkeraman Zhou Sheng begitu kuat sehingga Yu Hao tidak bisa melawannya sama sekali; dengan satu dorongan dari Zhou Sheng ini, Yu Hao jatuh ke tempat tidur.

Namun, tidak ada yang terjadi.

Story translated by Langit Bieru.

Yu Hao, ” ….”

Zhou Sheng, ” ….” kp4xS

Zhou Sheng menjauhkan tangannya dan menatap mata Yu Hao, lalu bergumam, “Apa-apaan ini?!”

Yu Hao, “!!!”

Zhou Sheng, “Selamat malam, Yu Hao. Lupakan semuanya ba.”

Segera setelah itu, Zhou Sheng menggunakan tangannya yang diikat gelang merah untuk menekan Yu Hao kembali. Yu Hao melepaskan semua perlawanan yang sia-sia, tetapi di detik berikutnya, Yu Hao masih tidak merasakan kantuk sedikit pun. XCl5a0

“Sial!” Zhou Sheng langsung bereaksi, “Aku seharusnya tidak mengambil totemmu! Aku pasti salah minum obat hari itu!”

Yu Hao meraih tangan Zhou Sheng dan menatapnya sambil terengah-engah. Kali ini, giliran Zhou Sheng yang memiliki ekspresi aneh di wajahnya. Yu Hao memegang tangannya. Jari-jari Zhou Sheng tanpa sadar meringkuk dan Yu Hao membenamkan kepalanya ke punggung tangan itu. Ruangan tersebut menjadi hening dan keduanya tetap dalam posisi ini seolah-olah mereka adalah patung.

Setelah waktu yang lama berlalu, suara Zhou Sheng akhirnya memecah keheningan.

“Jangan menangis.” Zhou Sheng berkata dengan tenang, “Aku benar-benar tidak tahan melihat orang menangis. Ini adalah terakhir kali dan kalau kau menangis lagi di depanku, aku akan memukulmu dengan serius.” 0Ljxd5

Untuk jangka waktu tertentu, Yu Hao tidak tahu apakah dia senang, bahagia, atau sedih.

Zhou Sheng berkata, “Baiklah, aku akan memberitahumu. Lagipula, tidak ada yang akan percaya jika kau mengatakannya, mereka hanya akan mengira kau gila.”

Yu Hao menenangkan diri dan melepaskan tangan Zhou Sheng, “Jangan katakan itu. Jangan katakan apa pun, Jenderal.”

Dalam kegelapan, Yu Hao tidak bisa melihat ekspresi Zhou Sheng dengan jelas. Dia menekan tangannya ke telapak tangan Zhou Sheng, “Aku hanya ingin menemukanmu dan mengucapkan ‘terima kasih’ padamu. Kamu bisa menyebutku keras kepala atau tidak mau mengalah. Juga, lagu itu … untukmu.” y52Rdz

“Aku mendengarnya dan aku tahu kau menyanyikannya untukku.” Zhou Sheng berkata, “Aku sudah merasakan ada bahaya malam itu, tapi aku tidak mau … aku tidak ingin kau dihantui oleh mimpi ini selama sisa hidupmu. Itu salahku, aku mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak kukatakan di dunia kesadaran.”

Yu Hao berujar, “Lalu, aku hanya akan memperlakukannya sebagai mimpi ba. Ketika aku bangun besok, aku tidak lagi terikat pada masalah ini dan kamu bisa berpura-pura seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Tidak peduli apa yang aku tanyakan padamu, kamu hanya—“

Zhou Sheng tiba-tiba mencengkeram tangan Yu Hao dengan erat dan mengelusnya dengan jari-jarinya, lalu menjalin jari-jari mereka.

“Tidak apa-apa. Sebenarnya, ini adalah takdir kita.” Zhou Sheng tiba-tiba berkata, “Benar-benar tidak apa-apa, aku tidak menyalahkanmu. Mungkin, sejak aku melihatmu di belakang kampus kita, semua yang kau tanyakan hari ini memang sudah ditakdirkan.” NWoijr

Zhou Sheng berujar setelah melepaskan tangan Yu Hao, “Tidurlah, Yu Hao. Kaulah yang baru saja mengatakannya, kalau kau tidak ingin tahu apa-apa.”

Yu Hao berkata, “Bagiku, ini sudah cukup. Aku akan menggunakan hidupku sebagai jaminan kalau aku tidak akan mengatakan apa-apa tentang ini.”

Langit Bieru.

“Intinya adalah bahkan kalau kau melakukannya, tidak ada yang akan mempercayaimu.” Zhou Sheng mengejek, “Bukankah begitu cara novel ditulis?”

Yu Hao berkata dengan gelisah, “Percaya dan mengatakannya dengan lantang adalah dua hal yang berbeda. Kalau kamu takut aku akan membocorkan ini, aku akan mengajukan transfer dan pergi ke kampus lain ….” QDKhGy

“Tidak perlu! Ai.” Suara Zhou Sheng terdengar seperti dia tidak tahu harus menangis atau tertawa. Dia berbaring kembali di tempat tidur dan menghela napas. “Aku benar-benar berharap ada seseorang yang bisa menjadi tempatku berbagi rahasia tentang ini.”

Yu Hao tertegun. Dia tidak bisa melihat ekspresi Zhou Sheng dan hanya bisa mendengar suaranya. Pada saat ini, nadanya benar-benar cocok dengan nada milik Jenderal dalam mimpinya.

Zhou Sheng berbisik dengan lesu, “Aku sudah menekan ini di lubuk hatiku selama bertahun-tahun. Tapi sekarang, seseorang akhirnya berhasil masuk ke duniaku dan menjadi teman sejatiku. Orang itu adalah kau, Yu Hao.”

Yu Hao tertegun. yECzGN

Zhou Sheng memandang Yu Hao yang duduk di depannya dan melanjutkan, “Kalau hal seperti ini terjadi padamu, apakah kau akan memberi tahu seseorang tentang hal itu? Adakah yang akan mempercayaimu? Tapi, kau terlalu pintar. Kau membuka tabir rahasia ini dengan kesimpulanmu sendiri saja dan sekarang akulah yang merasa rasa lega … berbaring ba, jangan duduk terus. Berbaring dan bicara.”

Yu Hao berbaring di samping Zhou Sheng. Zhou Sheng membungkuk sedikit dan menekan punggung tangannya ke belakang kepala Yu Hao agar dapat membuatnya bergerak lebih dekat dengannya.

“Akhir-akhir ini, aku sering berpikir bahwa di antara puluhan juta orang di dunia ini.” Zhou Sheng bergumam, “Kau mungkin akan menjadi satu-satunya dari mereka yang akan memberikan totemmu sendiri kepadaku ….” Saat dia berbicara, dia menoleh dan tersenyum dengan raut sedih pada Yu Hao.

Saat ini, Yu Hao berpikir bahwa Zhou Sheng terlihat sangat tampan, bahkan dia adalah pria paling tampan yang pernah dia lihat dalam hidupnya. UzhSIf

“Tidur ba, jangan katakan apa-apa lagi.” Zhou Sheng mengulurkan tangannya dan menekannya ke dahi Yu Hao, lalu mengelusnya secara sepintas untuk membuatnya menutup mata. Dia berbalik dengan punggung menghadap Yu Hao. “Berita ini sebenarnya tidak lebih mengejutkan daripada fakta bahwa ayahku adalah Zhou Laichun. Aku serius.”

Yu Hao, ” ….”

Seolah-olah Yu Hao baru saja menyelesaikan misi dan berlari maraton. Kesadarannya terasa tidak bisa lagi ditahan dan dia tidak bisa lagi tetap terjaga.

Saat itu, fajar mulai muncul di luar. Yu Hao berkata kepada Zhou Sheng, “Selamat tidur.” 1PVeRa

Un , selamat tidur,” jawab Zhou Sheng di bawah sinar hangat cahaya pagi.


Hari itu adalah hari yang indah di Malam Tahun Baru. Sinar matahari masuk ke dapur melalui jendela. Cahaya bersinar pada Zhou Sheng sampai dia akan meledak dari ketidaksabaran saat dia dengan enggan memasak makan malam Tahun Baru untuk empat orang. Namun, tahun ini setidaknya lebih baik dari tahun lalu—tahun lalu, dia sangat muak memasak, tapi tahun ini, Yu Hao ada untuk memakannya.

Demi Yu Hao, kali ini dia sedikit lebih termotivasi untuk memasak.

Setiap koki memiliki pantangan masing-masing, tetapi semua menyukai hal yang sama—pandangan kekaguman di mata seorang penikmat makanan. Pertama kali Yu Hao melihat Zhou Sheng memasak, rahangnya hampir lepas dan dia bahkan menghabiskan seluruh makanan di meja. Hanya karena ini, Zhou Sheng sangat ingin memasak untuknya; Yu Hao tidak seperti ibunya yang akan begitu pilih-pilih terhadap semua yang ada di atas meja dan bahkan setelah itu berkata kalau makanan itu tidak enak. wShm0j

Zhou Sheng bersiap untuk membuat ikan layur goreng renyah; ayam potong dadu dengan gambas dan ketimun diisi paprika merah; memanggang seekor bebek dan menutupinya dengan lapisan adonan tepung; ayam bumbu dengan saus sambal; ikan asam manis; udang kukus dengan tahu telur; iga babi asam manis dan nasi delapan harta karun. Kemudian, satu sup lagi dengan ham dan rebung, yang mana menurutnya itu sudah cukup.

Saat Zhou Sheng mencabuti bulu bebek, dia berpikir bahwa dia harus melarang Yu Hao makan lagi kalau dia ternyata sudah kenyang, sebelum Yu Hao membuat dirinya sendiri mati kekenyangan. Selain itu, dia juga mulai memikirkan hadiah seperti apa yang akan dibeli Yu Hao sebagai imbalan untuk merayakan Tahun Baru di sini dan makan semua makanan ini di rumahnya. Kadang-kadang, Zhou Sheng menjadi sangat kesal dengan sifat Yu Hao yang selalu ingin membalas kebaikan seseorang itu. Setiap kali dia mentraktirnya makan atau minum, Yu Hao akan selalu bersikeras untuk memberinya sesuatu sebagai imbalan. Kemarin, Zhou Sheng secara tidak sengaja melihat sekilas Yu Hao mencari sepatu di Taobao. Yu Hao belum pernah memakai sepatu basket sebelumnya, jadi pasti itu untuknya. Sederhananya, Yu Hao bukanlah seseorang yang suka menebeng dengan orang lain atau kasarnya adalah dia hanya tidak suka dibantu oleh orang lain.

Story translated by Langit Bieru.

Tapi apakah itu perlu? Maksud Zhou Sheng, mereka sudah begitu akrab satu sama lain. Yu Hao harusnya tidak perlu merasa sungkan lagi. Zhou Sheng memikirkan itu ketika dia sedang meremas udang, tahu telur kukus itu sangat mudah pecah, jadi dia harus berhati-hati.

Pertama kali dia melihat Yu Hao adalah saat mereka berada di lapangan. Saat itu, Zhou Sheng sudah berlari sejauh 20 km dan hampir melewati batas kemampuannya, sementara Yu Hao duduk di tribun dengan tatapan kosong. Zhou Sheng berlari berputar-putar, melihat sosok Yu Hao dalam setiap putaran dia berlari. Penampilan Yu Hao yang layu mengingatkannya pada seekor anjing kotor pincang di rumah lamanya saat menggonggong meminta makan. bUZwd

Setiap hari setelah Zhou Sheng pulang, dia akan mengemas makanan untuk diberi kepada anjing itu. Anjing tersebut adalah tipikal anak anjing yang tersesat—bulunya terlihat indah, tetapi sangat kotor. Kadang-kadang, bahkan jika Zhou Sheng tidak membawa makanan, anak anjing itu tetap datang dan mengusap celananya dan mengikutinya ke atas sambil mengibaskan ekornya dan menggonggong dengan berisik. Zhou Sheng ingin membesarkannya, tetapi dia merasa was-was tentang ibunya yang neurotik, jadi dia menyerah pada ide itu pada akhirnya.

Yu Hao—yang duduk di sebelah lapangan—seperti anak anjing itu, yang selalu membuat Zhou Sheng ingin pergi untuk mengelus kepalanya dan setiap kali tubuhnya mendekati batasnya, pikiran Zhou Sheng akan dipenuhi dengan penampilan Yu Hao, putaran demi putaran, Yu Hao, Yu Hao, Yu Hao … seolah-olah kesan Yu Hao dalam pikirannya telah dikaitkan dengan batas fisik tubuhnya seperti refleks terkondisi.

Selama sebulan setelah itu, Yu Hao akan pergi ke lapangan beberapa kali dalam seminggu. Zhou Sheng sesekali melihat Yu Hao membawa bola basket saat dia bergabung dengan sekelompok orang yang sedang bermain, tetapi dia akan terlempar ke sana-sini oleh Fu Liqun. Secara bertahap, Yu Hao mulai menyerah untuk bermain dan memilih untuk duduk di sebelah lapangan sebagai gantinya. Zhou Sheng berpikir bahwa dia pasti merasa bahwa pemain yang lain tidak menganggap keterampilannya saat bermain basket itu cukup baik. Maksudnya, sebenarnya pemain lain tidak beranggapan seperti itu, tetapi Yu Hao saja yang berpikir dia tidak cukup baik—dia selalu memperhatikan untung dan rugi, jadi ketika dia merasa seperti menjadi beban bagi rekan satu timnya, maka dia secara bertahap akan lebih jarang datang.

“Kenapa kau memperlakukanku dengan sangat baik?” Ketika Yu Hao sedang duduk di bumper depan sepeda kemarin, dia tiba-tiba menanyakan hal ini kepada Zhou Sheng. A0Qzli

“Aku menyukaimu,” pikir Zhou Sheng dalam hatinya, “Tapi, Yu Hao, harap perhatikan: Aku menyukaimu, bukan mencintaimu.”

Zhou Sheng mengangkat bebek panggang Beijing dan menggantungnya di kompor besi di balkon untuk memanggangnya. Kompor besi itu bahkan lebih tua darinya.

Kenapa aku menyukaimu? karena aku tidak bisa mengabaikan banyak hal dan aku ingin melindungi dirimu yang lemah, supaya kau bisa meneruskan hidupmu. Zhou Sheng mengamankan bebek panggang itu.

Kemudian, kenapa kau orang itu dan bukan orang lain, karena menerima tanggapan itu penting. Tidak peduli seberapa baik seseorang memperlakukan orang lain, jika dia tidak mendapat balasan, dia secara bertahap akan berpikir bahwa orang itu menjengkelkan. Zhou Sheng mungkin mengatakan bahwa dia tidak keberatan tidak menerima balasan apa pun, tetapi di lubuk hatinya, dia masih berharap bahwa orang ini akan memberinya semacam kepercayaan yang menyala-nyala serta tidak bersyarat, ada rasa mengagumi, dan juga persahabatan. fU3FYX

Momen ketika Yu Hao memberikan totemnya adalah pertama kalinya Zhou Sheng merasa sangat tersentuh seumur hidupnya. Seolah-olah apa yang Yu Hao berikan padanya bukan hanya totemnya, tapi segalanya.

Zhou Sheng juga bisa merasakan bahwa setiap kali Yu Hao melihat dirinya, suasana hati Yu Hao akan sangat baik dan setelah Yu Hao pindah ke asrama mereka, meskipun Yu Hao tidak pernah menunjukkan kebahagiaan di wajahnya, Zhou Sheng tahu bahwa Yu Hao merasa sangat senang karenanya.

Ketika Zhou Sheng pergi ke kafe untuk mengunjungi Yu Hao beberapa hari yang lalu, Yu Hao awalnya terlihat cukup lesu, tetapi dia segera menjadi cerah ketika dia melihat diri Zhou Sheng—seolah-olah di dunianya yang gelap dan suram, seberkas sinar matahari telah bersinar. Sinar matahari ini telah menerangi Yu Hao dan itu juga menerangi Zhou Sheng yang mencoba untuk menekan kegusarannya saat itu—tentang ibunya

“Kalau aku tidak menjagamu, siapa lagi?” Zhou Sheng berkata dalam hatinya. Namun, dia bisa menebak perasaan seperti apa yang dipegang Yu Hao untuknya dan perasaan ini telah berubah menjadi Kutukan Belenggu. KlSwhb

Yu Hao berpegang teguh pada sumpahnya untuk menemukannya sebagai Jenderal, yang membuat Zhou Sheng merasa sangat terkejut. Namun, sejujurnya, dia sudah lama mengharapkan ini terjadi. Yu Hao adalah orang pertama yang berhasil menemukannya di dunia nyata dan keinginan Zhou Sheng telah terpenuhi. Bagaimana dengan masa depan? Haruskah dia memberitahunya tentang asal mula kekuatan ini?

Zhou Sheng mengangkat pergelangan tangannya dan melihat gelang yang dirajut Yu Hao untuknya. Tali merah mengelilingi roda emas dan benda itu tampak seperti jam tangan yang indah.

“Lupakan saja,” pikir Zhou Sheng. Ada banyak hal yang ia bahkan belum ketahui. Dia juga tidak akan ikut campur dan memasuki mimpi orang lain lagi untuk membuat kekacauan.

Zhou Sheng pertama kali menyadari bahwa dia tampaknya memiliki perasaan khusus untuk Yu Hao, pada hari setelah dia dibolehkan pulang: mereka semua duduk di rumah makan hotpot dan Yu Hao duduk tepat di seberangnya—ekspresi bingung dari dirinya membuat hati Zhou Sheng sakit. Selama beberapa hari setelah itu,  setiap kali Zhou Sheng memasuki kelas dan duduk di samping Yu Hao, mata Yu Hao akan berbinar, seolah-olah dia telah menunggunya untuk waktu yang lama. Zhou Sheng tahu bahwa meskipun tidak mengatakan apa pun, Yu Hao sangat bahagia di dalam hatinya. 4QFzDM

Hal ini membuatnya teringat akan buku yang pernah dia baca ketika dia masih kecil.

Tapi, jika kau menjinakkanku, maka kita akan saling membutuhkan. Bagiku, kau akan menjadi hal yang terunik di seluruh dunia. Bagimu, aku akan menjadi hal yang terunik di seluruh dunia.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Tapi, jika kau menjinakkanku, tampaknya akan seperti matahari yang menyinari hidupku. Aku akan tahu perbedaan suara langkah kakimu daripada yang lain. Langkah-langkah lainnya membuatku bergegas kembali ke bawah tanah, sedangkan milikmu akan memanggilku, seperti musik, keluar dari lubang galianku.”

Zhou Sheng mengusap kepalanya. Rambut merahnya yang diwarnai telah memudar dan warna yang tersisa tampak seperti kuning keemasan. Inilah mengapa Yu Hao akan memikirkan ladang gandum emas setiap kali dia melihatnya dan bahkan angin sepoi-sepoi yang bertiup melintasi ladang menjadi lembut. umJynk

Translator's Note

marketplace online Cina seperti bukalapak, tokopedia, dll

Translator's Note

Ini kayaknya setelah Zhou Sheng dapat hukuman dari kampus cmiiw

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment