English

Merebut MimpiCh32 - Asal Usul

0 Comments

“Aku tidak punya pelindung, jadi aku nyaris mati.”


Zhou Sheng dan Yu Hao sedang berjalan melewati pusat perbelanjaan. Zhou Sheng berhenti dan melihat ke sebuah toko yang menjual pakaian pria yang sangat mahal. Yu Hao khawatir pria itu mau membeli pakaian lagi—satu potong pakaian dari toko ini kira-kira seharga 2.000 Yuan, jadi Yu Hao dengan cepat berkata, “Kupikir pakaian di situ tidak sebagus Kandinsky ini.” XYFqzU

“Kau benar-benar mengetahui Kandinsky?” Zhou Sheng sangat terkejut.

“Aku sangat suka lukisan abstraknya.” Yu Hao berkata, “Siswa miskin juga punya hak untuk menyukai seni ma.”

Langit Bieru.

Zhou Sheng menjawab, “Aku juga sangat suka itu. Baiklah, aku tidak membeli pakaian lain lagi, mari kita pergi ba.”

Ketika mereka akhirnya pergi, Zhou Sheng tiba-tiba memikirkan sesuatu. “Uang yang kau habiskan setidaknya kau peroleh dengan kedua tanganmu sendiri, tetapi bagaimana denganku? Aku masih didukung oleh keluargaku, jadi aku tidak memiliki wajah untuk mengatakan hal-hal semacam ini kepadamu.” Qw4IRy

Yu Hao tersenyum dan menjawab, “Apa itu penting?”

“Coba tebak, mimpi siapa yang pertama kali kumasuki lebih dulu?” Zhou Sheng berbalik dan bertanya pada Yu Hao.

Yu Hao tidak menyangka Zhou Sheng tiba-tiba menyebutkan itu tanpa peringatan sebelumnya, jadi dia langsung tercengang.

“Ayahmu,” Yu Hao akhirnya berkata setelah memikirkannya lama. jJp65a

“100!” Zhou Sheng menampilkan senyum lembut dan mengacungkan jempol ke Yu Hao. Keduanya memiliki pemahaman diam-diam saat ini. Kebahagiaan Zhou Sheng berasal dari memiliki seorang teman yang benar-benar bisa memahaminya.

Selama periode Festival Musim Semi, orang-orang bergegas ke sana kemari menikmati hidup, namun di sisi lain Yu Hao berpikir, Jika aku terus bekerja selama beberapa hari ke depan, aku mungkin bisa mendapatkan seribu atau bahkan sebanyak yang biasanya kuhasilkan dalam sebulan.

Yu Hao dan Zhou Sheng sekarang duduk di lantai pertama toko kue. Zhou Sheng memesan sekotak kue untuk mereka bawa saat mengunjungi Chen Yekai dan Profesor Lin nanti, lalu sambil memesan secangkir kopi dan memberikannya kepada Yu Hao. Mereka berdua duduk dan minum sebentar. Zhou Sheng berkata, “Ketika aku masih kecil, aku pergi ke sungai untuk berenang dan menemukan ini di lumpur.”

Yu Hao menjawab dengan ‘Un’ dan tatapannya beralih dari roda emas ke mata Zhou Sheng. NGi4VC

“Roda Gagak Emas.” Yu Hao ingat bahwa subuh tadi, dia telah menduga bahwa ornamen ini terkait erat dengan kemampuan aneh Zhou Sheng dan dugaannya itu ternyata memang benar.

Zhou Sheng mengangkat pergelangan tangannya dan memiringkan kepalanya ke samping untuk memeriksanya. Di pergelangan tangannya ada tali merah yang dirajut Yu Hao untuknya.

Yu Hao tiba-tiba teringat sesuatu dan mulai melihat-lihat ponselnya, ada informasi yang dia cari hari ini. Dia menunjukkannya kepada Zhou Sheng. “Lihat ini.”

Zhou Sheng melihat ponselnya dan berkata, “Aku melakukan penelitian tentangnya sejak lama dan ya, itu dia.” CNcDIX

Di ponsel Yu Hao terlihat gambar harta karun museum Jinsha di Chengdu, Roda Matahari Jinsha.

Yu Hao berkata, “Kapan kamu tahu kalau kamu punya kemampuan ini?”

“Umur 7,” Zhou Sheng menjawab, “Butuh banyak upaya untuk mencari tahu apa yang telah terjadi.”

Alih-alih menyebutkan kalau Zhou Sheng memiliki kemampuan ini sejak awal, sebenarnya lebih seperti bahwa kemampuannya diberikan oleh Roda Gagak Emas tersebut. Ketika dia masih kecil, dia sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Ayahnya bahkan tidak akan mengatakan sepatah kata pun sebelum dia mulai memukulnya, sementara ibunya akan menemukan berbagai cara untuk mengomelinya—itu adalah kekerasan verbal dan fisik. Zhou Sheng muda dengan demikian menjadi mudah tersinggung, sensitif, dan pemarah. Setiap malam, dia bersembunyi di kamarnya dan tidur sendirian. 0BfYav

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Suatu hari, dalam mimpi, dia melihat matahari yang indah dan terik yang memancarkan nyala api yang ganas. Energi mengalir dan itu memancarkan cahaya terang yang memancar keluar, mengungkapkan bentuk Roda Gagak Emas. Roda Gagak Emas memberitahunya bahwa ini adalah dunia kesadaran dan yang diwakilinya adalah kumpulan kesan yang dimiliki setiap orang tentang realitas mereka.

“Roda itu … bisa berbicara?!” Yu Hao benar-benar tercengang.

Please visit langitbieru (dot) com

Pelayan meletakkan kue yang sudah dikemas di atas meja sehingga mereka berdua berhenti bicara sebentar. Setelah pelayan itu pergi, Zhou Sheng berkata, “Ia dapat berbicara, tetapi tidak dalam arti yang khas. Saat kau berdiri di depannya dan menerima apinya, beberapa informasi secara langsung tersampaikan ke dalam kesadaranmu.”

Yu Hao menatap kosong ke arah Zhou Sheng. RjC8xw

“Begitulah cara aku tahu bahwa itu adalah ‘gerbang’. Misiku dimulai saat aku telah melewatinya.”

Roda Gagak Emas dalam mimpinya sangat besar dan akan memancarkan cahaya keemasan ke segala arah. Itu seperti film fiksi ilmiah 《Stargate SG-1》; Zhou Sheng berdiri di atas jembatan yang panjang, sedangkan bentuk Roda Gagak Emas terletak di tengah jembatan—seperti gerbang besar yang menuju ke dimensi yang berbeda.

“Kau melewatinya,” Kata Yu Hao.

“Itu membuatku melewatinya, jadi, aku muncul dalam mimpi ayahku,”  Zhou Sheng menjawab. dMzJGZ

Yu Hao memasang ekspresi kaget. Zhou Sheng mulai mengingat mimpi ayahnya—itu adalah medan perang yang dipenuhi dengan binatang haus darah, anggota tubuh berdarah, kuburan … ada binatang buas yang mendatangkan malapetaka di mana-mana. Zhou Sheng muda berdiri di tengah medan perang ini, benar-benar bingung.

“Dia dulunya seorang tentara.” Zhou Sheng berkata, “Dia menjadi koki setelah dia beralih profesi. Dalam mimpinya, binatang buas memiliki hierarki yang berbeda—Raja Binatang Buas memerintahkan semua binatang yang terbang dan di darat, yang melambangkan kesan dari keyakinannya bahwa kekuatan adalah yang tertinggi.”

Saat itu, Zhou Sheng baru berusia 7 tahun, jadi mustahil baginya untuk menyaingi sekelompok monster yang tampak garang. Namun, untungnya, itu adalah impian ayahnya. Dalam mimpinya, putranya memiliki lingkaran cahaya pelindung yang mengelilinginya dan itu mungkin ‘cinta’ untuk putranya yang belum pernah dinyatakan Zhou Laichun.

Ketika dia mengatakan ini, ekspresi Zhou Sheng menjadi sangat bertentangan. Dia telah mencoba menjelajahi dunia mental ayahnya, meskipun awalnya dia tidak mengerti apa artinya semua itu. Sk81On

“Jadi ayahmu ….” Yu Hao berkata, “Di bawah pengaruh yang kamu miliki di dunia mentalnya, dia berhasil mengubah karakternya dalam kenyataan.”

Zhou Sheng dengan linglung mengucapkan ‘Un’. Jari-jarinya yang panjang dan indah memain-mainkan cangkir kopi di tangannya—dia melepas pemegang kertas gelasnya, merobeknya, lalu memasangnya kembali seperti puzzle jingsaw.

“Kamu mengalahkan Raja Binatang Buas?” Yu Hao bertanya.

“Tentu saja tidak.” Zhou Sheng bersandar di kursinya dan pandangannya mengarah ke mata Yu Hao, lalu menjawab, “Dalam kesadaran Ayah, aku tidak akan pernah bisa mengalahkannya. Jadi bagiku, itu akan sangat tidak mungkin.” k6DI0P

Yu Hao mengerti itu, jadi dia mengemukakan ide lain.

“Kalau begitu, jika suatu hari pencapaianmu melebihi prestasinya, maka Raja Binatang Buas dalam mimpinya tidak akan lagi menjadi lawanmu.”

Zhou Sheng berkata dengan suara yang kaku, “Aku sudah memikirkan itu sebelumnya. Kekuatanku berasal dari pemahaman pemilik alam mimpi terhadapku, yang sangat masuk akal itu bisa terjadi, tapi aku tidak terlalu tertarik memikirkannya. “

“Bagaimana dengan ‘dirinya’ dalam mimpinya?” Yu Hao bertanya, “Bagian dirinya yang dibuang.” h7ReuS

Zhou Sheng berkata, “Dia tidak pernah dibuang sebelumnya, dia berbeda darimu dan Shi Ni. Raja Binatang Buas itu adalah perwujudannya. Raja Binatang Buas adalah dirinya yang sebenarnya, tapi saat aku menginvasi mimpinya, itu tetap memiliki semacam dampak ba ….”

Dalam mimpi ayahnya, Zhou Sheng telah mengalahkan banyak monster yang rusak, sehingga ayahnya, Zhou Laichun, pada kenyataannya secara bertahap menjadi lebih tegas—dia memutuskan untuk sepenuhnya mengontrol hidupnya dari mengarungi lumpur dan air. Tindakan ini telah membantunya membuat keputusan terakhir untuk menceraikan istrinya dan menjadi dirinya sendiri.

Langit Bieru.

Maka, dengan demikian, ini semakin memicu histeria ibu Zhou Sheng. Ketika Zhou Sheng membicarakan hal ini, rasa bersalah terlihat di matanya.

“Jika itu aku,” kata Yu Hao, “Aku benar-benar ingin mereka berpisah dan tidak menggunakan aku sebagai alasan untuk mengatakan sesuatu seperti ‘kami tidak akan bercerai karena kamu’.” 1hPQ y

“Aku juga berpikir seperti itu.” Zhou Sheng tersenyum, lalu berkata, “Setelah itu, aku memasuki mimpi ibuku.”

Yu Hao sangat ingin tahu tentang kekuatan Roda Gagak Emas. Bisakah dia masuk ke dalam mimpi siapa pun selama dia mau?

“Dalam mimpinya.” Zhou Sheng merendahkan suaranya saat dia berkata, “Aku tidak punya pelindung, jadi aku nyaris mati.”

Yu Hao, ” ….” wTvW3I

Yu Hao tahu implikasi di balik itu: Ibu Zhou Sheng, mungkin tidak terlalu mencintainya.

“Jadi, saat kamu melewati Roda Gagak Emas ….”

“Iya.” Zhou Sheng berkata, “Roda Gagak Emas memberitahuku bahwa selama aku melewatinya, aku akan dapat memasuki mimpi orang lain. Tetapi premisnya adalah orang itu harus memiliki kesan tentangku dan di antara kesannya, aku harus kuat, sebelum bagian ini dapat dibuka dengan mulus. Belakangan, aku telah memasuki mimpi beberapa orang lain, ‘Bos’ besar kakak kelas nakal, guru, dan teman sekamarku.”

Setelah orang tuanya bercerai, Zhou Sheng secara bertahap mulai memahami dunia sadar. Pada awalnya, dia hanya mencari hal baru saat dia mengembara melalui mimpi mereka seperti seorang musafir. Mimpi muncul dalam berbagai bentuk: telah ada peta realitas terdistorsi yang terdiri dari monster yang bolak-balik di antara gedung-gedung bertingkat tinggi, potongan adegan yang tampaknya akrab dari drama TV kuno yang membangkitkan rasa deja vu, seperti bukit pucat nan tandus. NwRL9u

Zhou Sheng sangat pintar, secara bertahap dia berhasil menghubungkan kenyataan dengan elemen-elemen yang disajikan di dunia sadar, lalu menafsirkannya. Mimpi kebanyakan orang tampak kacau dan dipenuhi dengan simbol fragmentaris dari kesan mereka, tetapi lambat laun, dia menjadi terbiasa dengan mimpi itu, jadi dia tidak lagi tertarik pada mimpi.

Meski memiliki kemampuan seperti itu, pada kenyataannya Zhou Sheng masih menjalani kehidupan yang amburadul. Setelah ujian masuk perguruan tinggi berakhir, Zhou Sheng mengandalkan poin yang diperoleh dari olahraga untuk mendaftar di perguruan tinggi. Dia telah merencanakan untuk mempertahankan Roda Gagak Emas setelah dia masuk perguruan tinggi. Namun, belum lama ini, dia mengenal Yu Hao. Sungguh kombinasi kepribadian yang aneh.

Yu Hao mengerti dan menganggukkan kepalanya.

Zhou Sheng berkata, “Saat pertama kali kita bertemu, benda itu memberi tahu aku bahwa sejak aku menemukannya, akan ada misi yang harus aku selesaikan di masa depan.” dFk3C6

Zhou Sheng menggaruk kepalanya dan menunjukkan ekspresi bingung di wajahnya. Kemudian, dia berpikir sejenak sebelum berkata, “Mungkin misiku adalah menyelamatkanmu.”

Yu Hao, “Mana mungkin.”

“Masa bodo.” Zhou Sheng berkata dengan nada bosan, “Bagaimanapun, aku tidak pernah terlalu peduli dengan impian orang lain. Setelah ini, aku tidak akan menggunakan Roda Gagak Emas lagi.”

Yu Hao bertanya dengan serius, “Apakah itu akan muncul dalam mimpimu setiap malam?” txpIcF

“Itu hanya akan muncul ketika aku ingin memimpikannya.” Zhou Sheng berkata, “Kalau tidak begitu, aku bisa-bisa akan gila karena sangat tersiksa. Bagaimana bisa aku tidur dengan sinar matahari besar di wajahku setiap malam?”

“Apakah Roda Gagak Emas mengatakan hal lain?” Yu Hao tertawa.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Benda itu hanya berbicara saat pertama kali aku melihatnya.” Zhou Sheng menjawab, “Semua suara dalam mimpi hanyalah perasaan, kau tidak tahu apakah itu milik seorang pria atau wanita. Kemudian setelahnya, apa pun yang aku tanyakan, ia tidak pernah berbicara lagi.”

Yu Hao masih memiliki banyak keraguan, tetapi dia terus-menerus mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak membuat Zhou Sheng kesal dengan pertanyaannya, jadi dia hanya bisa memaksa dirinya untuk menahan diri. 1tO0dp

“Kenapa kau menyeringai senang begitu?” Zhou Sheng berkata, “Ayo pergi! Itu saja yang bisa kuceritakan, aku baru menjelaskannya kepadamu sedikit. Aku pikir kau akan sangat penasaran tentang itu.”

Daripada hanya mengatakan Yu Hao ingin tahu, itu juga karena Zhou Sheng perlu mencurahkan isi hatinya. Dia telah menyimpan rahasia ini di dalam hatinya terlalu lama dan dia telah menyimpannya selama lebih dari sepuluh tahun. Hari ini, akhirnya ada seseorang yang bisa mendengarkannya dengan baik, yang membuat Zhou Sheng menghela napas lega.

Zhou Sheng memasukkan satu tangan ke sakunya, membawa tasnya dan kue saat dia berjalan di depan. Yu Hao mengikutinya dari belakang. Zhou Sheng akan melihat etalase toko di kedua sisi dari waktu ke waktu, tetapi Yu Hao hanya menatap ke arah Zhou Sheng saja. Dalam dua hari terakhir, Yu Hao merasa sangat kacau-balau. Dia menyadari bahwa dia sepertinya semakin menyukai Zhou Sheng. Jika kau mengatakan bahwa pada awalnya itu adalah jenis cinta yang membuat jantungnya berdebar-debar, maka sekarang itu telah berubah menjadi kekaguman yang tidak bisa dia kendalikan.

Terlebih lagi, ini bukan hanya ketertarikan pada penampilan Zhou Sheng atau hormonal, melainkan perasaan yang membuat Yu Hao rela mati untuknya, yang tidak bisa dia relakan pergi darinya. Perasaan ini, seperti arus bawah yang bergelombang, perasaan untuk Zhou Sheng di dunia nyata, maupun Zhou Sheng sebagai Jenderal heroik dalam alam mimpinya. bqSimf

“Kita mau pergi ke mana?”

“Untuk melihat pacar masa depanmu,” Zhou Sheng berkata.

“Dia bukan pacarku!” Yu Hao berkata tanpa tahu harus menangis atau tertawa.

Zhou Sheng, “Makanya aku bilang ‘Pacar Masa Depanmu ma. Tidak, tunggu. Yu Hao, kau tahu siapa yang aku bicarakan?” rA8oX0

Yu Hao, ” ….”

Keduanya tiba di rumah sakit tempat Chen Yekai berada dan mendaftarkan nama mereka. Yu Hao mengetuk pintu dan memasuki bangsal, tetapi dia tiba-tiba saja terserang syok.

Liang Jinmin terbaring tak sadarkan diri di tempat tidur sementara seluruh tubuhnya terhubung dengan selang dan garis. Ketika Chen Yekai mendengar suara itu, dia bangun dengan letih dari tempat tidurnya.

Chen Yekai tampak sangat berbeda dari biasanya dan bahkan Zhou Sheng dibuat terkejut. Kulitnya tampak mengerikan, rambutnya acak-acakan, dan janggutnya tidak dicukur. Saat dia berbaring menyamping di ranjang, dia tampak seperti pasien yang putus asa. vnhsNJ

“Kau datang?” Chen Yekai mengusap wajahnya dan mencoba yang terbaik untuk sadar, “Kenapa kalian tidak memberitahu aku lebih dulu?”

Yu Hao, “Aku pikir ….”

Chen Yekai, “Aku akan mencuci muka dulu. Aku tidak tidur tadi malam, Shimu baru saja dipindahkan dari bangsal ICU.”

Zhou Sheng segera berkata, “Kami hanya datang untuk kunjungan singkat, kami akan segera pergi.” gOyPfD

Zhou Sheng memberi isyarat kepada Yu Hao untuk meletakkan kue mereka sebelum pergi dari sana, tetapi Chen Yekai berkata setelah kembali dari mencuci muka, “Duduklah ba, tidak masalah kalian datang sekarang.”

Ruangan ini adalah ruangan terbaik di rumah sakit. Yu Hao duduk di sofa, tetapi Zhou Sheng berjalan ke tempat tidur untuk mengamati Liang Jinmin. Dahi dan mata Liang Jinmin ditutupi perban. Dia dipasangkan selang infus dan ada pendeteksi detak jantung di sampingnya.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng memberi isyarat agar Yu Hao menghampirinya untuk melihat dan menunjuk ke sudut mata Liang Jinmin.

Yu Hao, “?” zxUr W

Zhou Sheng berbisik, “Dia dipukul oleh suaminya. Tabrakan mobil tidak akan menyebabkan itu.”

Yu Hao, ” ….”

Dia langsung teringat saat terakhir kali dia melihat Liang Jinmin—Wanita itu mengenakan kacamata hitam ketika dia bertemu dengan Chen Yekai di kafe bunga. Pada saat itu, Yu Hao mengaitkannya dengan seorang guru perempuan di Sekolah Dasar yang sesekali datang ke kelas dengan memakai kacamata hitam dan menjelaskan bahwa dia memiliki lingkaran hitam di bawah matanya karena dia tidak tidur nyenyak pada malam sebelumnya.

Zhou Sheng tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia duduk di samping Yu Hao. Setelah Chen Yekai mandi, dia pergi ke meja untuk membuka kotak hadiah. “Membelikan ini untukku ba?xVzT7r

“Mana boleh pasien memakan makanan seperti itu.”

“Itu benar.” Chen Yekai memaksakan dirinya untuk tersenyum. “Tapi sekarang, kondisinya sudah stabil.”

Yu Hao bertanya, “Apakah ini serius?”

Chen Yekai membuma kotak kue sambil terlihat sibuk dengan kekhawatirannya dan menjawab, “Gegar otak, koma, para dokter selalu memastikan untuk menjaga dan mengawasi.” heciZs

Saat itu hampir senja. Chen Yekai mulai melahap camilan dan Yu Hao pergi untuk mengambilkan dia secangkir air. Ada saat-saat hening di bangsal.

“Kamu belum makan sejak tadi malam?” Yu Hao bertanya.

Chen Yekai hanya mengangguk, lalu meminum air.

Shimu seperti kakak perempuan bagiku.” Chen Yekai berkata, “Aku telah bersamanya dan Laoshi selama bertahun-tahun, sejak aku membantu mereka dengan proyek mereka sejak tahun pertamaku di perguruan tinggi. Aku tidak berharap hal seperti ini terjadi setelah kami kembali ke Cina kali ini.” 5rQS7G

Zhou Sheng bertanya, “Di mana Profesor Lin?”

Chen Yekai menjawab, “Dia ada di tempat Dekan, dia tidak terluka parah.”

Zhou Sheng dan Yu Hao saling memandang satu sama lain. Setelah makan, Chen Yekai membereskan sisanya dan mengucapkan dua kata, “Terima kasih.”

Untuk sesaat, ketiganya terdiam. Yu Hao dapat merasakan bahwa Chen Yekai sangat sedih dan kesakitan, lalu sesaat kemudian, Yu Hao menyarankan, “Ayo main gim?” GL6Tcl

Chen Yekai memikirkannya dan berkata, “Oke. Saat Profesor Lin datang nanti, aku akan memperkenalkannya kepada kalian. Aku mau menggunakan Sun Wukong hari ini.”

Zhou Sheng, “Oke, aku akan membiarkan kau menggunakan dia.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Translator's Note

punya malu

Translator's Note

Translator's Note

Menjadi seseorang yang tidak plin-plan, lebih berani mengambil keputusan

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!