English

Merebut MimpiCh35 - Jalur Gunung

1 Comment

Yu Hao tiba-tiba berkata kepada Fu Liqun, “Terima kasih.”

“Berterima kasih untuk apa?” Fu Liqun bertanya dengan bingung. Dia merangkul Yu Hao kala mereka bersandar di pagar papan jalan. Pria itu lalu mengulurkan lengannya untuk mengambil swafoto dengan Yu Hao. Sroha4

Terkadang, Yu Hao benar-benar tidak tahu apakah Fu Liqun ini hanya berpura-pura bodoh atau memang benar-benar bodoh. Yu Hao selalu merasa bahwa pria ini sering kali waspada dan memiliki wawasan tentang banyak hal, tetapi dia akan menahan diri untuk tidak mengungkapkan apa yang dia ketahui.

“Kamu terlalu tinggi untuk mengandalkan pagar jalan, kamu ke tengah jalan saja.” Yu Hao memberi isyarat agar Fu Liqun berjalan di bagian tengah jalan setapak saja.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Setelah Fu Liqun menjadi lebih akrab dengan Yu Hao, dia jadi suka merangkul bahu Yu Hao. “Nah, yang ini cukup bagus,” kata Fu Liqun.

Yu Hao, “Aku bukan tongkat mendakimu!” CfAEyt

Fu Liqun berkata, “Kau kira-kira sama tinggi dengan istriku, jadi merangkulmu begini terasa sangat nyaman.”

Yu Hao, “Kalian berbaikan?”

Fu Liqun, “Tidak, mantan istri.”

Yu Hao, ” ….” R7aKeJ

Yu Hao berpikir, “Sebenarnya dia cukup lamban.” lalu berkata, “Ajak dia berdamai ba.”

“Tidak.” Fu Liqun menjadi sangat keras kepala.

Yu Hao berkata, “Kenapa tidak? Kalian berdua masih saling mencintai.” Saat dia mengatakan ini, pikirnya, setidaknya kalian berdua saling mencintai dan saling mencintai bisa menaklukkan apa pun. Andai Zhou Sheng menyukainya, maka dia tidak akan gentar, tidak peduli apa yang dikatakan orang lain tentang mereka.

Yu Hao sering melihat Fu Liqun menelusuri beranda QQ dan postingan WeChat teman-temannya—dan siapa itu? Mantan pacarnya, tentu saja. Ketika Fu Liqun mulai membuka suara, dia tidak bisa tidak menghubungkan apa pun dengan Chen Shan, setelah mengeluarkan tiga kalimat. Dia menolak untuk melupakan wanita itu dan selalu memperhatikan wanita itu. Fu Liqun jelas masih mau kembali bersamanya, tapi hanya kekurangan kesempatan untuk melakukannya. OFcXqL

Yu Hao ingin memberikan beberapa saran padanya, tapi kemudian dia berpikir, aku mungkin harus membiarkan alam mengambil jalannya, aku sendiri bahkan belum dikasihani oleh orang lain. Jadi, dia mengobarkan semangatnya dan berkata, “Akan kuceritakan tentang prasasti batu ini ba.

“Dipersilakan, Tuan Pemandu Wisata.” Fu Liqun sangat kooperatif.

Yu Hao mulai memberi tahu Fu Liqun tentang cerita-cerita dalam teks Buddha saat mereka melewati prasasti batu yang diukir di jurang. Sebagian besar ceritanya mendorong orang untuk bersikap baik dan mengeksplorasi bagaimana membebaskan orang dari penderitaan mereka. Kemudian, yang disebut ‘iblis hati’ sangat sering disebutkan di dalamnya. Saat dia berbicara, Yu Hao juga mengingat ‘sisi gelap’ di dalam hatinya dan berpikir bahwa mungkin, iblis hati adalah bagian yang melekat dari sifat alami manusia.

Fu Liqun, “Wah, caramu menceritakan kisahnya sangat bagus.” Sipmyf

Yu Hao berkata dengan rendah hati, “Kamu terlalu menyanjungku.”

Fu Liqun, “Kau mempelajarinya?”

Yu Hao, “Kita di kampus yang sama.”

Fu Liqun, “Maksudku, kau belajar sejarah di waktu senggang?” GDbTVO

Yu Hao, “Aku baru saja membacanya tadi beberapa menit sebelum bus berhenti.”

Seketika itu juga keduanya bergeming. Fu Liqun berkata, “Saat aku dan istriku pergi jalan-jalan, dia akan selalu menceritakan padaku banyak hal karena dia membaca banyak buku. Dia berkata bahwa Buddha sebenarnya adalah seorang pria dan berkata Bage Shanren .…”

Langit Bieru.

“Yang benar Bada Shanren.” Yu Hao berkata, “Bada Shanren adalah seseorang! Kau jelas-jelas tidak mendengar sepatah kata pun yang dia katakan.”

Yu Hao berpikir, “Pasti terasa sulit bagi Cen Shan, bagaimana bisa Fu Liqun mendapatkan pacar yang begitu baik?” ZCSRhO

Fu Liqun tersenyum malu-malu, lalu melingkarkan lengannya di bahu Yu Hao lagi. Dia berkata dengan linglung, “Sebenarnya, aku benar-benar tidak mendengar apa pun yang dia katakan. Aku hanya ingat betapa seriusnya dia saat dia berbicara denganku dan bagaimana dia terlihat saat dia tersenyum kepadaku. Dia tampak seperti peri yang keluar dari lukisan dinding. Kau tahu itu tidak, Yu Hao? ….”

Fu Liqun menghela napas dengan sedih. “Dia tampak seperti bersinar dan kau tidak mau mengalihkan pandangan darinya bahkan untuk sesaat. Seolah-olah, hanya berdiri di sisinya akan menerangi seluruh dunia.”

Yu Hao berpikir, “Aku menarik kembali kesalahpahamanku sebelumnya, kamu sebenarnya tidak seburuk itu.”

“Kamu pandai mengucapkan kata-kata romantis seperti itu.” Yu Hao berkata, “Kalau begitu katakan seperti itu padanya.” 82xKtG

“Lupakan.” Fu Liqun menjawab dengan sangat putus asa, “Lagipula, kita tidak bisa bersama, aku tidak mau menghancurkan hatinya lagi.”

Yu Hao, ” ….”

Fu Liqun, ” ….”

Keduanya menghela napas. J C3VO

Mereka tidak tahu ke mana Zhou Sheng pergi. Kali berikutnya, mereka melihat Chen Yekai berada di restoran prasmanan yang terletak di titik tengah gunung. Chen Yekai sedang duduk dengan ekspresi tidak berdaya di wajahnya sambil menjaga tas gadis-gadis, sementara semua gadis pergi ke toilet.

“Liqun, bisa bantu gantikan aku sore ini saja?” Chen Yekai bertanya dengan tulus.

“Tidak,” kata Fu Liqun.

Chen Yekai, “Bulan depan, Lifan VS Evergrande, dua tiket untuk pertandingan.” 0Lbcj5

Fu Liqun, “Aku sudah putus, jadi cukup satu tiket. Aku akan membantumu sampai kita mencapai stasiun peristirahatan di Cloud Pier.”

Chen Yekai, “Kutambahkan tiket CBA League untuk membantuku sampai di Golden Peak.”

Fu Liqun mulai ragu-ragu, tetapi Chen Yekai menambahkan, “Dan sekotak Maidong lagi.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Fu Liqun, “Sepakat!” xaC9Ti

Chen Yekai segera bangkit dan berlari lebih cepat dari kelinci. “Yu Hao! Kemarilah! Ayo makan di lantai atas!”

Yu Hao, “. …”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Fu Liqun melambaian tangan pada mereka sebagai ucapan selamat berpisah. Chen Yekai membawa Yu Hao ke lantai dua untuk memesan beberapa hidangan, tapi Yu Hao dengan cepat berkata, “Aku akan memesan makanan prasmanan .…”

Chen Yekai, “Perlakukan saja seolah-olah kau sedang menemaniku makan, kita tidak punya banyak kesempatan lagi.” qo3IcC

Yu Hao, “!!!”

Chen Yekai menyadari bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dia katakan, jadi dia menjelaskan, “Perguruan tinggi tidak suka sekelompok besar orang keluar untuk tamasya musim semi, mereka hanya khawatir tentang komplikasi.”

Yu Hao menghela napas lega, dia sempat mengira Chen Yekai akan berhenti bekerja. Keduanya memesan beberapa hidangan di lantai dua. Tiba-tiba, Yu Hao menemukan bahwa Zhou Sheng juga ada di situ dan sedang mengobrol serta tertawa iseng dengan gadis yang duduk di seberangnya. Zhou Sheng jelas terlihat sangat bahagia. Ketika dia melihat bahwa Yu Hao ada di sini juga, dia menatapnya kosong dan menunjuk ke ponselnya di atas meja, “Transfer sejumlah uang ke WeChatku.”

Zhou Sheng tidak menambahkan kartu ke WeChat dan Alipay miliknya, karena kartu banknya terhubung ke telepon ibunya. Setiap kali Mama Zhou menerima pemberitahuan, dia suka bertanya kepada putranya apa yang telah dia beli dan pertanyaannya akan terus berlanjut. Semester lalu, dia memasukkan sebagian besar uangnya ke WeChatnya dan akan menarik uang tunai sesekali, ketika dia perlu. Semester ini, masih ada sisa uang yang cukup banyak dari gaji mereka. Yu Hao mentransfer beberapa ratus kepadanya setiap minggu. Zhou Sheng biasanya cukup berkepala dingin juga; dia tidak mencatat berapa banyak yang dia belanjakan dan hanya akan mencari Yu Hao setelah dia selesai menghabiskan semuanya. WSxlqQ

“Selesaikan makanmu dulu ba, ayo tinggalkan tempat ini bersama-sama nanti.” Zhou Sheng melewati Yu Hao dalam perjalanan untuk melunasi tagihan, tetapi gadis tadi sudah melunasinya setelah dia kembali dari toilet.

Chen Yekai menatap Yu Hao. Yu Hao tidak menanggapi. Pada saat itu, dia seperti ingin meratapi keluhannya kepada Chen Yekai. Chen Yekai pasti akan mengerti mengapa dia begitu tertekan. Namun, Yu Hao tidak bisa mengatakan bahwa dia tahu kalau Chen Yekai gay, dia tidak mungkin mengakui bahwa dia telah melihat dua kemeja yang digantung bersama seperti di Brokeback Mountain ketika dia berada di rumahnya.

Aku menjalani kehidupan yang penuh konflik, Yu Hao mengejek dirinya sendiri di dalam hati. Setelah kekhawatiran sebelumnya terselesaikan, masalah baru muncul mengganggunya.

“Kapan proyekmu akan dimulai?” Yu Hao bertanya pada Chen Yekai. DNReSr

Chen Yekai tersentak dari kebingungannya dan menjawab, “Aku akan memberitahumu saat kita secara resmi mulai. Kenapa, tidak bisa menunggu?”

Yu Hao berkata, “Aku merasa membutuhkan beban kerja yang berat untuk mengalihkan pikiranku dari beberapa hal lain.”

Un.” Chen Yekai tidak bertanya mengapa dan malah menjawab, “Aku merasa membutuhkannya juga.”

Ketika mereka hampir selesai makan, Chen Yekai berkata, “Kondisi Shimu jauh lebih baik sekarang.” xt2B95

Yu Hao mengangguk. “Kalau begitu bagus.”

Chen Yekai, “Tapi butuh waktu lama baginya untuk sadar kembali.”

Yu Hao, “Apa yang sebenarnya terjadi?”

Chen Yekai berkata, “Pada Malam Tahun Baru, Laoshi membawa Shimu ke rumah teman mereka untuk merayakan Tahun Baru. Mereka mengalami kecelakaan di jalan dan Shimu tidak memasang sabuk pengamannya, sehingga dia terlempar ke luar. Sudah dianggap beruntung baginya untuk selamat.” HrRpdB

“Bukannya ada kantung udara pengaman?” Yu Hao tidak menyangka itu akan menjadi sangat parah.

“Efeknya kecil.” Chen Yekai berkata, “Masalahnya adalah posisinya. Semua jendela mobil telah hancur berkeping-keping.”

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao terdiam, lalu mengangguk. Chen Yekai berkata, “Kursi penumpang adalah posisi yang paling berbahaya, kau juga harus ingat untuk memasang sabuk pengamanmu di masa depan.”

Yu Hao menjawab dengan ‘Un’. “Dia akan segera membaik.” 8SeYfN

“Aku percaya itu.” Chen Yekai sepertinya secara bertahap mulai menerima hal itu setelah waktu yang lama berlalu. Dia dipanggil pelayan atas untuk melunasi tagihan dan setelah itu berkata, “Mari kita pergi ba.”

Yu Hao sangat bimbang untuk menghubungi Zhou Sheng, tetapi Zhou Sheng sudah pergi ke ke toilet dan hanya menyisakan gadis tadi di kursinya. Gadis itu bahkan berbalik untuk tersenyum dan melambai pada Chen Yekai.

“Ayo pergi, Yu Hao.” Chen Yekai berkata kepada gadis itu, “Sampai bertemu lagi nanti.”

“Baik! Duluan saja, ba, Kaikai!” 6hBFis

“Zhou Sheng sepertinya tidak terlalu tertarik pada Ye Jin.” Sedikit senyum tergantung di bibir Chen Yekai saat dia berjalan ke lantai dasar bersama Yu Hao. “Tapi dia sangat pandai menjaga perasaan orang lain. Dia juga sangat baik dan sangat sopan, jadi kurasa dia pasti akan menemaninya ke puncak gunung.”

Yu Hao berpikir, “Kalian semua adalah manusia yang bijak, aku benar-benar bertanya-tanya di mana kalian telah berkultivasi.”

Setelah mereka meninggalkan titik tengah gunung, banyak awan dan kabut muncul tanpa peringatan sebelumnya. Gunung itu semakin lama semakin terlihat cantik dan tidak nyata, pagar papannya berliku-liku mengikuti jalur jalan yang berbelit-belit dan terus berubah-ubah. Chen Yekai meminta beberapa orang yang lewat untuk mengambil fotonya dan Yu Hao. Yu Hao seolah-olah telah terikat untuk mengambil foto dengannya hampir sepanjang hari, tapi dia bahkan tidak diperbolehkan untuk melihat satu pun dari foto-foto itu.

“Boleh kulihat?” 1xIoGp

“Kau kelihatan bagus dengan pakaianmu hari ini.” Chen Yekai berkata, “Kau akhirnya bersedia untuk memperbaiki penampilanmu.”

“Zhou Sheng membelikannya untukku,” Yu Hao menjawab dengan jujur. Setelah liburan berakhir, dia, Zhou Sheng dan Fu Liqun pergi membeli beberapa pakaian untuk Tahun Baru. Ibu Zhou Sheng berkecimpung dalam bisnis pakaian, jadi mode dan selera estetika putranya tidak terlalu buruk. Zhou Sheng tidak terlalu memperhatikan pakaiannya sendiri, tetapi pakaian yang dia pilih untuk Yu Hao dan Fu Liqun membuat mereka terlihat sangat tampan dan menyanjung fisik mereka.

“Kalian berdua punya hubungan yang cukup baik,” kata Chen Yekai.

“Ya.” Yu Hao tersenyum. “Kami juga selalu disalahpahami oleh orang lain.” 8Q762r

Chen Yekai, “Disalahpahami?” Saat dia mengatakan itu, dia melirik ke bawah dekat dari jalan setapak. Itu tampak seperti jurang tak berdasar. Yu Hao dengan cepat menarik Chen Yekai kembali.

“Apa kau mau melompat?” tanya Chen Yekai.

Wajah Yu Hao segera berubah. “Kau tentu saja tidak boleh melompat!”

Chen Yekai berkata, “Aku pernah pergi ke Air Terjun Iguazu sebelumnya. Setelah mendaki untuk waktu yang sangat lama, aku mencapai tempat yang sangat tinggi dan aku tiba-tiba merasa ada sebuah dorongan yang kuat, memintaku untuk melompat. Apakah kau sudah pernah menonton 《Crouching Tiger, Hidden Dragon》?RdNOIU

“Pernah.” Yu Hao teringat pada Yu Jiao dan Xiao Hu dari film, “Di kampung halaman kami, kami memiliki legenda: jika seseorang berani melompat dari gunung itu, Dewa akan mengabulkan satu keinginannya dan itu hanya akan berhasil jika seseorang mempercayainya dengan tulus. “

Chen Yekai berkata, “Semoga orang yang tertidur lelap bisa bangun dan orang mati bisa hidup kembali.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Lebih baik meninggalkan napas terakhir dalam melatih pikiran untuk kembali ke kekosongan.” Yu Hao tersenyum saat ia mengatakan itu, lalu mendorong pelan Chen Yekai, “Ayo pergi.”

Jeritan histeris terdengar dari kejauhan. Tampaknya, mereka sedang berjalan di sepanjang jembatan gantung Surgawi di antara dua puncak gunung. z6IqiH

Seperti yang diharapkan, setelah mereka meninggalkan jurang, mereka tiba di depan jembatan gantung yang menuju kabut tebal. Ada sebuah plakat yang didirikan di depan yang bertuliskan kata-kata ‘Cloud Peak Walkway’. Sisi yang berlawanan sulit dilihat; hanya hamparan putih luas yang terlihat.

“Apa kau berani menyeberang?” Chen Yekai berkata, “Hanya kita berdua di sini, apa kau mau menunggu beberapa orang lagi untuk pergi bersama?”

“Aku … seharusnya akan baik-baik saja ba.” Yu Hao menjawab, “Kelihatannya agak menakutkan, tapi ayo pergi! Jangan menunggu lebih lama lagi.”

Jembatan gantung tampak seperti bisa runtuh kapan saja. Awan berkabut masih bergulung ke arah mereka, terbawa angin. Saat mereka melewati jembatan gantung, setiap orang yang lewat tampaknya akan membuat pakaian mereka basah. ofVQLv

Yu Hao dan Chen Yekai berpegangan pada tali jembatan gantung sebagai penyangga saat mereka menyeberanginya. Yu Hao tidak bisa membantu, tetapi mengencangkan cengkeramannya pada tali saat embusan angin meraung. Jembatan gantung itu banyak bergoyang. Chen Yekai dengan kuat meraih lengan Yu Hao yang lain.

Yu Hao memikirkan ‘efek jembatan gantung’ yang terkenal dalam psikologi. Saat menghadapi bahaya, detak jantung seseorang yang keras dan adrenalin yang meningkat pesat menyerupai reaksi fisiologis dari jatuh cinta. Jadi, di alam bawah sadarmu, mudah untuk secara tidak sadar menganggapnya sebagai dorongan untuk jatuh cinta, sehingga kau akan salah mengira perasaan yang muncul sebagai cinta untuk pasanganmu.

Jika dia menarik Zhou Sheng untuk berjalan di jembatan gantung atau melakukan bungee jumping bersama, mungkin dia akan …

“Jangan terlalu gugup.” Chen Yekai berkata, “Seringkali, kita hanya menakut-nakuti diri kita sendiri.” 7z5nfx

Yu Hao tersenyum, “Kelihatannya sangat berbahaya, tapi begitu kamu memutuskan untuk melewatinya, kamu akan berada di sisi lain sebelum kamu menyadarinya. Kadang-kadang, setelah kamu mencoba melakukan sesuatu, kamu akan menyadari kalau itu jauh lebih mudah daripada yang terlihat.”

Chen Yekai mengucapkan ‘Un’ dan melanjutkan, “Ada beberapa hal yang jauh lebih mudah dari yang terlihat.”

Yu Hao selalu merasa bahwa Chen Yekai tampak sedikit aneh akhir-akhir ini, meskipun dia tidak bisa menunjukkan dengan tepat apa yang salah.

Setelah mereka melewati jembatan gantung, Chen Yekai dan Yu Hao melihat ke belakang. Keringat dingin telah keluar di seluruh punggung Yu Hao. Jembatan gantung itu terlalu bobrok, seperti tali jerami yang terayun tertiup angin. 4vZ9wk

“Mau coba berjalan bolak-balik lagi?” Chen Yekai tiba-tiba berkata.

“Tidak, terima kasih!” Yu Hao dengan tegas menolak. Dia mengatakan bahwa dia tidak takut, tetapi wajahnya sudah pucat. Chen Yekai tertawa dan seolah-olah mereka berdua baru saja menyelesaikan sesuatu bersama.

“Dulu ada pepatah di sini,” kata Chen Yekai.

“Kata-kata apa?” Yu Hao berbalik lagi untuk melihat. Chen Yekai membawanya ke Golden Peak dan dengan santai berkata, “Hmm ... Aku lupa. Bagaimana pun, aku ingat bahwa jembatan gantung itu terkait dengan beberapa hal baik. “ ApXcdh

Yu Hao, “Lantas kenapa kamu menyinggungnya kalau kamu lupa?”

Chen Yekai tersenyum. “Aku bertanya apa kau mengetahuinya.”

Story translated by Langit Bieru.

Sudut mulut Yu Hao bergerak-gerak.

Chen Yekai melihat arlojinya. Mereka masih punya banyak waktu. Tidak ada orang di depan atau di belakang mereka dan Yu Hao berpikir, “Zhou Sheng belum menyusul setelah sekian lama berlalu, dia mungkin mengobrol dengan gadis bernama Ye Jin saat mereka berjalan bersama.” Idai 0

“Yu Hao.”

Chen Yekai sedang berjalan di depan dan akan mengulurkan tangan untuk menariknya sesekali. Yu Hao melambaikan tangannya untuk menyampaikan bahwa dia bisa berjalan sendiri.

“Ayo istirahat sebentar ba. Pernahkah kau berpikir mau menjadi orang seperti apa di masa depan?”

“Aku sudah memikirkannya.” Yu Hao menjawab dengan tulus, “Tapi aku belum menemukan jawabannya.” Yu9Ndn

Anak tangga yang menuju ke Golden Peak sangat terjal. Mereka harus berhenti sebentar setelah menaiki beberapa langkah. Yu Hao bersandar di tebing sambil terengah-engah. “Kamu menanyakan pertanyaan itu sebelumnya, jadi aku mulai memikirkannya. Mungkin akan butuh waktu yang sangat-sangat lama untuk mengetahuinya, tapi aku memiliki tujuan awal yang mau kucapai. “

Chen Yekai berkata, “Pernahkah kau membayangkan akan menjadi seperti apa kau dalam 10 tahun?”

Yu Hao berjuang untuk menaiki beberapa anak tangga lagi. Dia bersimbah peluh. “Cari pekerjaan dan dapatkan gaji sekitar empat hingga lima ribu sebulan.”

“Cuma itu?” tanya Chen Yekai. xsPOg6

“Tentu saja tidak.” Yu Hao mengerahkan sedikit lebih banyak kekuatan dan melewati Chen Yekai. Ketika dia berada di depannya, dia berbalik untuk bertanya, “Chen Laoshi, boleh tidak aku mengajukan pertanyaan?”

Chen Yekai berusaha untuk memanjat. Dia sedikit lebih bugar dari Yu Hao—yang benar-benar terlalu kurus.

“Biasanya ketika kau mengucapkannya seperti itu, tidak ada gunanya bahkan jika aku memberitahumu untuk tidak bertanya.” Chen Yekai tersenyum.

Yu Hao berkata, “Kenapa kamu melepaskan kesempatan untuk bekerja di luar negeri dan malah kembali ke sini untuk menjadi dosen?” j8au6y

“Karena aku ingin menemukan diriku sendiri.” Chen Yekai melewati Yu Hao, “Hidup di luar negeri bukanlah hal yang kumau.”

“Bagaimana kita bisa menemukan diri kita sendiri?”

“Temukan pekerjaan yang kau rasa kau bisa berdedikasi untuknya.” Chen Yekai berkata, “Bersama dengan orang yang sangat kau cintai: tanpa terjebak oleh ketenaran dan keuntungan, tanpa gangguan dunia sekuler, tanpa dibebani oleh uang. Jangan menderita karena pilihan atau pengabaian dan sungguh, temukan kebebasanmu.”

Yu Hao melompat dan mengejar Chen Yekai dalam beberapa langkah. “Aku belum mencapai alam seperti itu.” fDZJhO

“Kau akan segera mengerti.” Chen Yekai berkata, “Kita sudah sampai.”

Pemandangan yang luas muncul di depan mereka. Baru saat itulah Yu Hao menyadari bahwa dia sebenarnya telah tiba di puncak begitu saja dan tiba-tiba awan berkabut yang menyelimuti puncak gunung mulai menghilang. Lonceng yang menandakan datangnya senja berbunyi dengan ‘dang, dang di kuil Buddha tua yang tersembunyi di jurang di kejauhan. Kemudian, pada saat yang sama, Yu Hao tiba-tiba merasa seperti dia telah melihat cahaya.

Please visit langitbieru (dot) com

“Kamu benar-benar hebat.” Yu Hao bergumam, “Chen Laoshi.”

Chen Yekai, “?” SvU9df

Yu Hao, “Kamu bersedia mengabdikan hidupmu untuk menjadi seorang pengajar.”

“Tentu saja tidak.” Chen Yekai berkata, “Aku akan mati karena kesal akibat mengurus siswa, tapi aku tidak merasa terganggu saat mengurusmu.” Dia menambahkan, “Aku mau melakukan penelitian akademis dan topikku selanjutnya adalah kesehatan mental, tapi kupikir aku punya beberapa masalah psikologis sendiri.”

Yu Hao tersenyum. “Kamu tidak memiliki masalah sama sekali. Makanlah makanan yang enak, jatuh cinta dan kamu akan baik-baik saja.”

Chen Yekai berkata, “Apa kau sedang jatuh cinta?” yaD6Kj

Yu Hao, “Uh .…”

Chen Yekai, “Kau adalah contoh yang sangat bagus. Hanya dalam satu bulan, kau sudah melakukan pemulihan total. Sekarang kau seperti matahari kecil. Ayo beli secangkir kopi ba, sangat dingin di puncak gunung ini.”

Yu Hao berkata, “Aku akan mentraktirmu kali ini.”

Yu Hao pergi membeli kopi untuk Chen Yekai, sementara Chen Yekai berjalan-jalan mengambil foto. Golden Peak sangat luas dan banyak siswa telah turun setelah mereka mencapai Golden Peak. Banyak siswa di dekatnya telah melihatnya dan menyapanya. Ekspresi mereka sedikit aneh dan sepertinya itu karena Yu Hao benar-benar berjalan bersama dengan Chen Yekai. k6dv0

“Ya, hari ini benar-benar berangin di gunung ….”

Seorang gadis sedang melakukan Live Streaming, memegang tongkat selfie sambil memakai earphone.

Yu Hao melihat ke kiri dan ke kanan. Tidak ada yang memperhatikannya. Sekarang tidak ada yang boleh membicarakan aku dan Zhou Sheng lagi. Yu Hao berpikir lagi, Selanjutnya, jangan mulai bergosip tentang aku dan Chen Yekai. Namun, Chen Yekai adalah seorang guru dan mereka tidak terintimidasi.

Dia pergi ke toko di puncak untuk membeli dua cangkir kopi instan. Namun, begitu dia berbalik, dia tiba-tiba melihat Zhou Sheng. 2w9ytU

Translator's Note

Pria delapan gunung

Translator's Note

Pelukis lukisan mencuci tinta dan kaligrafi Han Cina. Bangsawan keturunan langsung Pangeran dinasti Ming Zhu Quan.

Translator's Note

Jadi babu cewek-cewek tadi wwwww

Translator's Note

Puncak gunung dengan pemandangan terbaik.

Translator's Note

Kayaknya jenis minuman elektrolit. Mijon (Mizone) kalo di indonesia.

Translator's Note

Film Gay barat. Nonton sendiri deh. Wwww

Translator's Note

Dialog film. ‘Melatih pikiran untuk kembali ke kehampaan’ adalah tahap kultivasi alkimia Tao yang berbicara tentang kembali ke masa ketika kau berada di masa penyapihan. Setelah itu kau akan mendapatkan tubuh di luar tubuhmu

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment