English

Merebut MimpiCh41 - Keunggulan Matahari

1 Comment

Penerjemah : Zhanshines.


Kenapa aku terlihat seperti seorang germo?! 9Jhpr2


Zhou Sheng, “Kau … pergilah lewat Roda Gagak Emas dan kembali ke mimpimu sendiri!”

Yu Hao, “Aku sungguh tidak akan membuat kekacauan lagi. Apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Apa jangan-jangan kita mau memasuki mimpi Kaikai?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng memasang ekspresi cemberut. “Aku tidak akan menjawab pertanyaanmu dan aku juga tidak mau bicara denganmu!”

Yu Hao, “Aku tidak akan bertanya lagi ….” 63nlZ7

Zhou Sheng sangat geram. Dia melompat ke pagar dan duduk, tampak seperti monyet besar yang dipenuhi ketidakpuasan. Yu Hao baru saja mendekat ketika suara dentingan terdengar dalam urutan yang tidak menentu. Armor besi mulai menutupi Zhou Sheng. Saat benda itu membungkus tubuhnya, helmnya terjatuh dengan suara ‘ting’, penampilannya telah berubah menjadi Jenderal yang mengenakan baju besi.

Yu Hao hanya bisa kembali ke pagar dan duduk diam di atasnya juga.

“Jenderal …,” kata Yu Hao. Sesuatu tiba-tiba terlintas di benaknya.

“Diam!” Zhou Sheng berkata dengan nada dingin dari dalam baju besi. hq46E2

Yu Hao berkata, “Ini adalah pertanyaan dari dunia nyata, tidak ada hubungannya dengan tempat ini. Tiba-tiba saja terlintas di dalam pikiranku.”

Sang Jenderal mengabaikan Yu Hao. Yu Hao melanjutkan, “Apa yang tertulis di balik poster kompetisi bersepeda? kamu mau membawaku ke Australia?”

Manusia besi besar itu tetap diam, jadi Yu Hao hanya bisa mengintip. Awan melonjak dan melayang tak jauh darinya. Begitu Yu Hao memikirkannya, awan itu semakin dekat dengannya dan sebagian darinya terbelah untuk membentuk awan berbentuk bola salju.

Yu Hao, ” ….” aLsSdA

“Jangan ganggu awanku!” Zhou Sheng berkata dengan kesal sambil menggeser helmnya.

Yu Hao tidak punya pilihan selain memberikan dorongan lemah dan awan itu perlahan-lahan menghilang secara bijaksana. Di dalam Roda Gagak Emas, kilau cemerlang bersinar seperti mutiara. Benda itu menerangi baju besi perak Jenderal, mengecatnya dengan simfoni warna dan membuatnya tampak seperti makhluk dunia lain.

Yu Hao terdiam sejenak. Dia menatap Roda Gagak Emas dan sepertinya Roda Gagak Emas telah merasakan suasana hatinya. Pemandangan yang ditampilkannya mulai berfluktuasi secara tidak menentu—di dalamnya ada pemandangan pegunungan, sungai, gedung bertingkat tinggi, dan bangunan serupa lainnya. Yu Hao tanpa sadar turun dari pagar dan mendekati Roda Gagak Emas.

Aura sengit yang dipancarkan oleh Roda Gagak Emas berkedip-kedip kemudian tersebar ke segala arah dan kecerahannya semakin menyala-nyala. Sosok Yu Hao tampak sangat tidak signifikan di hadapan Roda Gagak Emas. Semakin dekat Yu Hao dengan Roda Gagak Emas, semakin kuat rasa penekanan atau penindasan yang dia rasakan dari benda kolosal ini. Darimana asalmu? Apa misimu? Eksistensi prasejarah yang hebat ini—yang mana seperti totem suci penyimpan rahasia yang tak terhitung banyaknya—sedang menerangi jiwanya. nBDxpi

Suara dentingan baju besi bisa terdengar saat Zhou Sheng mengikuti Yu Hao.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Jangan menyeberang lewat itu.” Zhou Sheng berkata dengan sungguh-sungguh, “Kalau tidak, kalau kau memasuki mimpi yang salah, aku mungkin tidak bisa menemukanmu.”

Yu Hao berkata, “Apa ini?”

Cincin cahaya yang mengelilingi Roda Gagak Emas menyebar, lalu menyatu dan tiba-tiba berubah menjadi semburan api yang melesat ke arah Yu Hao! NoMYvb

“Jangan bergerak.” Zhou Sheng menghentikan reaksi Yu Hao dan menatap dengan gugup ke arah Roda Gagak Emas. Pemandangan itu sangat indah dan luar biasa; semua api di Roda Gagak Emas ditembakkan ke arah Yu Hao, seolah-olah mereka hidup dan berkumpul di tangannya!

Yu Hao mengangkat tangan kanannya dan nyala api berkumpul di telapak tangannya.

Story translated by Langit Bieru.

“Dia sedang mencoba mengenalmu.” Zhou Sheng berkata dengan gugup, “Jangan melawannya. Hal yang terjadi sekarang sama seperti saat aku baru mengenalnya juga.”

Hanya saat kobaran api benar-benar menyelimuti tubuh Yu Hao, Yu Hao akhirnya bisa merasakan apa yang telah disebutkan Zhou Sheng sebelumnya—bahwa Roda Gagak Emas akan berbicara denganmu. 5qf7JA

Informasi yang tak terhitung jumlahnya membanjiri pikiran Yu Hao: fragmen dunia sadar, kekuatan Roda Gagak Emas, senjata dan totem yang dibentuk oleh konvergensi energi mental.

Dengan ledakan yang keras, apinya menghilang. Banyak informasi telah disuntikkan dengan paksa ke dalam pikiran Yu Hao, tapi saat dia mencoba mengingatnya, dia merasa kosong dan tidak bisa benar-benar mengingatnya secara detail.

“Apa yang dia beritahukan padamu?” Zhou Sheng bertanya dengan gugup.

“Aku tidak tahu.” B5fNdC

Yu Hao mengerutkan kening. “Rasanya aku tahu banyak, tapi aku tidak bisa mengingat apa pun sekarang. Tampaknya, ia punya … hmm banyak fungsi yang berhubungan dengan dunia sadar, kupikir itu terlihat seperti mesin presisi?”

Zhou Sheng berkata, “Kalau begitu, itu sama saja denganku dulu. Tidak masalah, kau secara alami akan memahaminya saat waktunya tiba.”

Yu Hao samar-samar mengerti bahwa apa yang telah disampaikan Roda Gagak Emas kepadanya adalah semacam pengetahuan dan ingatan tentang hukum yang mengatur dunia sadar. Itu seperti linguistik; jika kau memintanya untuk mengingatnya secara instan, dia tidak akan dapat mengingat banyak, tapi ketika saatnya tiba, dia harus membicarakannya, dia akan mengatakan semuanya secara alami.

“Misalnya … bagaimana aku bisa menggunakan kemampuanku untuk mengaktifkannya.” o2LcYE

Yu Hao mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah Roda Gagak Emas; dalam sekejap, nyala api berubah menjadi rudal seperti meteor yang melesat ke arah bagian tengah Roda Gagak Emas yang berbentuk cincin! Tindakan ini tampaknya mengaktifkan mekanisme tertentu; layar yang beredar di tengah-tengah Roda Gagak Emas mengeluarkan suara keras dan sinar cahaya perak mulai menyebar ke seluruh roda!

Adegan baru muncul di layar bersama dengan perubahan ini; Yu Hao tertegun.

“Ya, ini berarti seseorang sedang memimpikanmu,” kata Zhou Sheng.

Keduanya menatap layar bundar besar di tengah Roda Gagak Emas. dviUWZ

Adegan seseorang sedang mengemudi muncul di layar; itu dilihat dalam perspektif seorang pengemudi dan mobil itu melaju di sepanjang jalan tol. Ada sebotol parfum di dashboardnya—mobil itu adalah mobil Chen Yekai, mobil BMW tempat Lin Xun dan Liang Jinmin berada ketika mereka mengalami kecelakaan mobil!”

“Seseorang yang memimpikanmu adalah dia.” Zhou Sheng melirik Yu Hao.

“Apakah sebuah adegan hanya muncul di Roda Gagak Emas saat seseorang sedang memimpikanmu?” Yu Hao bertanya.

“Secara teoritis, ya.” Zhou Sheng berkata, “Tapi aku tidak tahu persis prinsip dibaliknya.” SjtFNd

Berdasarkan poin ini, gambaran inferensial muncul di benaknya. Pada hari Yu Hao pergi untuk membakar arang di bukit, ketika Zhou Sheng tertidur, dia pasti melihat Yu Hao mondar-mandir di Tembok Besar melalui Roda Gagak Emas, jadi dia menyeberangi Roda Gagak Emas dan meraih tangannya.

Namun, saat dia memasuki mimpi Shi Ni, Zhou Sheng telah melihat monster laut yang telah memamerkan taringnya dan mengacungkan cakarnya sebagai gantinya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Aku mengerti.” Yu Hao berkata, “Jadi, sekarang, kita sudah bisa memasuki mimpi Chen Laoshi?”

Zhou Sheng berkata, “Ya, apa kau mau mencoba masuk? Untuk saat ini, sepertinya dia belum memimpikanku, tapi dia pasti memimpikanmu, jadi hanya kau yang bisa membawaku masuk.” m6xYcW

Yu Hao bertanya, “Apa tujuan kita?”

Zhou Sheng berkata, “Untuk memanggilnya kembali, jika memungkinkan.”

Segera setelah itu, pemandangan lain muncul di Roda Gagak Emas: langit mendung dan gemuruh guntur bisa terdengar—pemandangan itu tampak seperti dunia apokaliptik yang gelap. Di dalam hutan lebat, semburan api saat ini berkobar dengan terang.

Zhou Sheng, ” ….” GNEx5z

Yu Hao, ” ….”

Zhou Sheng, “Sepertinya situasinya lebih buruk dari yang diharapkan, semuanya terbakar.”

Yu Hao, “Terbakar bagaimana?”
Zhou Sheng, “Kesengsaraan ba? Aku cuma menebak-nebak. Ayo, masuk dan melihat? Apa kau pikir kau akan punya lingkaran cahaya pelindung dalam mimpinya?”

Yu Hao, “Aku tidak tahu. Akankah aku muncul di tempat persembunyiannya?” SNnpYl

Zhou Sheng, “Itu mungkin. Dalam mimpinya, kau awalnya adalah seorang NPC. Sekarang, kau masuk secara pribadi, kau akan mengganti NPC dan berdiri di posisi aslinya. Mudah-mudahan itu akan menjadi tempat yang aman; aku harus berterima kasih untuk itu.”

Baju besi Zhou Sheng bergerak menciptakan suara desiran seperti transformator. Dia mengulurkan tangan dan memegang tangan Yu Hao. Yu Hao sangat gugup. Dia mengulurkan tangannya untuk menguji portal dan jarinya baru saja menyentuhnya ketika layar cahaya langsung berubah dan mulai bergetar.

Tanpa penjelasan lebih lanjut, Zhou Sheng menekan bahu Yu Hao dengan tangan lainnya sebelum bergegas masuk.
“Ah –!”

Ini bukan pertama kalinya Yu Hao memasuki mimpi yang bukan milik Zhou Sheng, tetapi seluruh prosesnya terlalu berbeda dan dia langsung menjerit keras. Namun, cengkeraman tangannya mengendur dan Zhou Sheng menghilang! T46I9X

Yu Hao bergegas maju beberapa langkah, hanya untuk merasakan dunia itu sedang berputar dari atas ke bawah. Dia tanpa sadar berbalik dan berteriak, “Zhou Sheng!”

Pada saat berikutnya, angin kencang menyapu dan Yu Hao secara naluriah meraih apa pun yang bisa dia pegang di dekatnya, lalu dia akhirnya memeluk sebuah tali. Tubuhnya—yang berada puluhan ribu kaki di atas tanah—tergantung di tali dan dia akhirnya berputar satu putaran besar di udara. Asap membumbung ke atas di sekelilingnya. Yu Hao mencoba melebarkan sayapnya, tapi sayapnya tidak muncul! Dia telah kehilangan hampir semua kekuatannya, jadi dia hanya bisa berpegangan kuat pada tali tebal di depannya, sambil dia terlempar ke udara.

“Jenderal!!!” Yu Hao berteriak, tapi dia tidak menerima tanggapan satu pun di dalam badai itu. Dia akhirnya berhasil melihat pemandangan di depannya—tempat dia berada adalah jembatan gantung yang melayang di udara.

Jembatan itu adalah jembatan gantung gunung Tianqing! H1QR9i

Kedua ujung jembatan gantung mengarah ke kabut yang sangat tebal; dentuman guntur yang menggelegar terdengar di sekelilingnya dan kilat membelah puncak gunung, menyulut api yang ganas ke luar. Yu Hao mulai terbatuk-batuk keras di dalam asap. Dia mencoba menemukan pijakan yang stabil di jembatan gantung, tapi jembatan itu mulai berputar 360 derajat di udara seperti ayunan, berputar-putar.

Yu Hao, “Ini adalah tali lompat sialan aaahhhhhh!”

Please visit langitbieru (dot) com

Baik langit maupun bumi tidak akan mengabulkan permohonannya dan dia juga tidak tahu ke mana Zhou Sheng pergi. Mungkinkah dia telah diteleportasi saat mereka melewati Roda Gagak Emas? Yu Hao berada di ambang muntah karena pusing, tetapi dia tidak bisa muntah dalam alam mimpi. Dia harus segera meninggalkan tempat ini, jadi dia langsung meraih kedua sisi jembatan gantung dan mulai berlari ke depan seperti orang gila dalam satu ayunan jembatan gantung.

Takut ketinggian? Itu tidak ada! Dalam situasi hidup atau mati, Yu Hao tidak lagi takut dengan jembatan gantung ini. Dengan tambahan momentum dari gaya sentrifugal, dia melaju sampai ke ujung jembatan gantung sambil berteriak. dyAUvE

Asapnya tadi sudah menghilang. Di ujung jembatan gantung ada pilar batu tanpa pijakan yang terlihat!

Yu Hao, ” ….”

Yu Hao tanpa sadar tiba-tiba berbalik, lalu berlari menuju ujung jembatan gantung. Kepalanya berputar-putar dan setelah dia menerobos kepulan asap, sebuah gunung yang sunyi nan senyap muncul di hadapannya. Sepertinya ada bangunan bobrok di puncak gunung soliter sebelumnya, tetapi petir telah memecahnya menjadi beberapa bagian.

Sebuah gunung dan sebuah pilar batu berdiri di sana di tengah-tengah jurang yang tak berdasar. Di tengahnya, jembatan gantung yang hanya cukup lebar untuk dilalui satu orang, berputar-putar seperti saat seseorang lompat tali! 8Kgl5M

Yu Hao tercengang. Dia berteriak, “Chen Laoshi! Apa kau mencoba membunuhku?!”

Kilatan petir turun dari langit dan tiba-tiba saja menghantam gunung terpencil di kejauhan; gunung mulai runtuh bersama dengan reruntuhan di atasnya. Yu Hao mengeluarkan teriakan keras lagi, tidak ada tempat lain lagi untuk melarikan diri. Dia berbalik dan berlari ke samping pilar batu utuh.

Pilar-pilar batu yang menahan jembatan gantung setinggi ratusan meter, mulai hancur oleh angin kencang dan jembatan gantung mulai runtuh dengan kecepatan yang sangat lambat. Yu Hao berlari seperti orang gila di atas kayu yang rusak, pikirannya benar-benar kosong. Runtuhnya jembatan gantung semakin cepat dan sudah mencapai kaki Yu Hao. Yu Hao curiga kalau jangan-jangan dia hampir membuat rekor baru untuk sprint; dia mungkin bisa bersaing dengan Zhou Sheng sekarang!

Di saat berikutnya, kejadian tak terduga lainnya terjadi. Jalan gunung tiba-tiba muncul di sisi pilar batu! 50PFWk

Hebat sekali! Yu Hao melompat ke depan saat sebelum jembatan gantung runtuh seluruhnya dan melangkah ke papan yang retak di udara.

Satu langkah, dua langkah, tiga langkah—Yu Hao berhasil menangkap tali yang jatuh. Raungan keras terdengar di belakangnya dan seluruh jembatan gantung jatuh ke jurang maut. Yu Hao meraih tali dan terengah-engah, tatapannya dibanjiri ketakutan saat dia tergantung di atas tali tepi tebing.

Dalam hati Chen Yekai, posisi semula Yu Hao seharusnya berada persis di mana dia akan berdiri ketika dia masuk dan menggantikan NPC.

Itu berarti, dalam hati Chen Yekai, diri Yu Hao selalu berdiri di atas jembatan gantung gunung Tianqing?! Lelucon macam apa ini?! Kenapa setelah dia berlari ke sana-kemari, pemandangan itu mengalami perubahan semacam ini dan jalan keluar seperti itu tiba-tiba saja muncul?! Yu Hao masih dalam keadaan panik saat dia memanjat tebing. Di hadapannya ada jalan setapak yang menuruni pegunungan. Dia tiba-tiba teringat apa yang dikatakan Chen Yekai kepadanya setelah mereka melewati jembatan gantung hari itu. lK1h8G

Berjalan mondar-mandir lagi?”

Apakah ini terkait dengan itu? Gerakan Yu Hao melambat dan kemudian berteriak di jalur pegunungan, “Jenderal!”

Tepat setelah mereka melewati gerbang Roda Gagak Emas, Zhou Sheng menghilang. Ini adalah pertama kalinya mereka menghadapi situasi seperti itu; apa yang harus dia lakukan? Zhou Sheng memiliki ‘kekuatan’ untuk pergi sesuka hati di dalam mimpi orang lain. Selama dia mengucapkan ‘selamat malam’, dia akan bangun dalam kenyataan. Kali ini, Yu Hao tidak bisa melarikan diri.

Namun, selama mereka memperhatikan keselamatan mereka dan menunggu Chen Yekai bangun secara alami, mereka pun juga seharusnya akan terlempar dari alam mimpi Chen Yekai. Setelah memikirkan itu, Yu Hao secara bertahap menjadi tenang lalu pergi ke tepi lain tebing dan melihat ke bawah. dVTsnZ

Di sana, yang bisa dia lihat hanyalah hutan lebat di bawah pegunungan yang tampak seperti hutan hujan tropis. Bagian dari gunung Tianqing terletak di tepi hutan ini. Kemudian, di ujung lainnya, โ€‹โ€‹ada kabut gelap yang saat ini merambah puncak gunung, merangkak melalui dunia sadar Chen Yekai tanpa henti seperti penyerbu.

Petir bisa dilihat di bagian langit mana pun, di atas hutan hujan tropis. Di dalam hutan hujan yang lebat, banyak tempat telah dibakar dan saat ini sedang terbakar. Asap hitam membubung ke langit dan terakumulasi menjadi awan gelap; asap itu bertemu dengan kabut gelap di balik pegunungan dan menjadi bagian dari kegelapan yang menyerang dunia mimpi tersebut.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yu Hao pertama-tama perlu menentukan di mana pusat dunia mimpi ini. Menurut arah yang dituju kabut gelap, ada lingkaran pegunungan di dekat kedalaman hutan hujan—kemungkinan besar itu pasti di mana pusat mimpi berada dan totem Chen Yekai harusnya ada di sana.

Namun, di manakah diri Chen Yekai yang terpuruk sekarang? Ada dua kemungkinan. Satu, dia kemungkinan besar menjadi seperti dirinya di masa lalu yang telah dibuang ke ujung Tembok Besar yang berada di perbatasan alam bawah sadar. Namun, itu kasus yang ekstrim, yaitu: pemilik alam mimpi ini pasti punya keinginan untuk bunuh diri. heRKwE

Shi Ni, bagaimana pun, dulu berada di tempat persembunyiannya. Setelah pertimbangan singkat, Yu Hao memutuskan bahwa Chen Yekai tidak mungkin berkeliaran di sekitar gunung Tianqing, jadi dia dengan tegas memutuskan untuk menuruni gunung dan memasuki hutan hujan.

Pada saat yang sama, dia juga perlu menemukan cara untuk menghubungi Zhou Sheng. Namun, itu tidak mendesak. Ketika Chen Yekai bangun dan mereka terlempar kembali ke dunia nyata, mereka masih memiliki kesempatan untuk berkomunikasi. Zhou Sheng akrab dengan aturan dunia sadar di mimpi; keakrabannya jauh melampaui Yu Hao dan dia bukanlah seseorang yang sangat dipedulikan oleh Chen Yekai sehingga dia seharusnya tidak terlalu berbahaya untuk saat ini.

Arah jalur gunung cukup aneh. Jalan setapaknya berliku dan berbelok seperti labirin dan sama sekali berbeda dari gunung Tianqing dalam dunia nyata. Jalan keluarnya benar-benar diselimuti lapisan asap tebal.

Yu Hao melihat sekelilingnya dan mencoba memanggil senjatanya. Dia berhasil memanggil garpu cuciannya, tapi dia tidak memiliki sihir. Oleh karena itu, dia hanya bisa menyimpan garpu cuciannya dan melepas bajunya untuk menutupi hidung dan mulutnya sebelum bergegas. hILY7B

Namun, Yu Hao tiba-tiba tersentak. Kemeja ini … kemeja ini sebenarnya adalah kemeja putih yang pernah dipinjamkan Chen Yekai padanya!

Yu Hao melepas kemeja itu dan menjadi bertelanjang dada. Saat ini, dia mulai memeriksa penampilannya; tubuh bagian atasnya yang telanjang terlihat pucat dan dia mengenakan celana setelan hitam, serta sepatu kulit hitam yang datang entah darimana. Kesan pertama Yu Hao tentang dirinya adalah ….

Kenapa aku terlihat seperti germo?! Terserahlah, aku harus cepat-cepat pergi dulu!

Yu Hao menutupi wajahnya dengan kemeja, mengamati waktu ketika angin berubah arah, berlari sedikit, lalu bergegas menuju pintu keluar melewati gunung yang terbakar. Asap tebal menutupi penglihatannya dan abu mencekik udara di sekitarnya. Saat Yu Hao melewati asap tebal, suara gemuruh terdengar di sampingnya! Seekor binatang hinggap dengan api menerkam ke arah Yu Hao!Karena lengah, Yu Hao terlempar ke tanah. Pundak dan punggungnya yang telanjang langsung berubah berdarah karena goresannya. 9H0u I

Yu Hao berteriak kesakitan dan sebelum dia bisa dengan jelas melihat monster apa yang dia temui, dia berguling-guling di tanah dan meraih bajunya untuk menutup hidung dari asap, lalu bangkit dan berlari lagi untuk bergegas keluar dari celah gunung.

Hewan di belakangnya meraung keras dan melesat ke arahnya. Yu Hao berbalik dan melihat bahwa hewan itu sebenarnya adalah macan kumbang yang tampak ganas dan mengerikan! Sama seperti mayat serigala di Tembok Besar, hewan itu juga disekelilingi aura kelam. Seluruh tubuhnya tampak seperti tertutup lapisan asam, aspal, dan sedang terbakar!

Translator's Note

Pepatah yang berarti dia tidak punya tempat untuk meminta bantuan

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment