English

Merebut MimpiCh57 - Lin Xun

1 Comment

Penerjemah : Zhanshines


“Dia bilang lagu itu dan kau yang menyanyikannya mengingatkannya pada Ryuusei.” NcLdBU


Lima belas menit setelah itu, Chen Yekai, Zhou Sheng, dan Yu Hao sudah berada di depan lobi taman hotel bintang lima, dengan meja yang telah disediakan makanan untuk mereka.

Yu Hao, “Makanan ini banyak sekali untuk sarapan!”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng, “Harganya 168 yuan per orang. Jadi, makanlah. Jangan menahan diri. Anggap saja itu bayaran dari apa yang sudah Kaikai lakukan.”

Yu Hao, “Kau masih ingat itu ….” rneVXK

Chen Yekai hanya mengambil secangkir kopi dan menatap ponselnya dengan tenang. Yu Hao tahu bahwa Kaikai sedang membaca surat Ryuusei. Akhirnya, Chen Yekai meletakkan ponselnya, mengusap wajahnya dan akhirnya terlihat sedikit lebih energik.

“Maafkan aku.” Chen Yekai berkata, “Karena telah menyebabkan begitu banyak masalah bagi kalian. Itu semua salahku. Itu terlalu berbahaya.”

Zhou Sheng dengan santai Menjawab, “Itu kesalahan kami juga, jadi tidak bisa menyalahkanmu saja.”

Bagi Zhou Sheng, ini pertama kalinya apa yang dia rencanakan telah keluar dari jalur yang dia inginkan. Mereka tidak mengantisipasi bahwa Lin Xun akan menggunakan begitu banyak kekuatan di dalam mimpi Chen Yekai dan tentu saja tidak sejauh dia bisa mewujudkan matahari di dunia sadarnya. Pada akhirnya, mereka hampir dikalahkan oleh Lin Xun dan nyaris kehilangan nyawa mereka. Untungnya, ketiganya telah bekerjasama, mereka mengatasi banyak masalah yang mereka hadapi. Namun, kejadian ini juga menambah pemgalaman yang sangat nyata bagi kedua belah pihak. a8f21U

“Sekarang aku jadi berpikir,” Zhou Sheng berkata kepada Yu Hao, “Impian ayah dan ibuku tidak ada apa-apanya.”

“Oh ya!” Yu Hao tersadar dari lamunannya; dibandingkan dengan Chichén Itzá dalam mimpi Chen Yekai, Menara bercahaya Shi Ni dan Dinding Besar lebih tampak seperti sebuah mode tutorial untuk seorang amatir.

“Akan ada banyak hal yang harus diatasi di masa depan.” Chen Yekai melihat ke luar jendela restoran. Sinar matahari menerpa taman hotel. “Tapi aku sudah terlahir kembali. Meskipun aku terkurung di dalam cangkang, aku masih berpikir bahwa aku adalah raja alam semesta tanpa batas.”

Yu Hao mulai tertawa dan Zhou Sheng berkata, “Pikirkan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya ba? Kelayakanku untuk ikut balapan sepeda belum diselesaikan.” sOp8Cz

Chen Yekai tiba-tiba menjadi lebih segar. Dia mengeluarkan ponselnya dan berkata, “Serahkan padaku. Jika kalian berdua ingin aku melakukan sesuatu, beri tahu aku, oke?”

“Kau tidak perlu melakukan apa pun.” Zhou Sheng berkata, “Jawab saja beberapa pertanyaanku. Sejak hari pertama kami bertemu, kau selalu membantu kami seolah-olah itu adalah tanggung jawabmu. Jadi, jangan perlakukan kami seperti orang luar.”

“Aku tahu.” Sudut bibir Chen Yekai sedikit melengkung ke atas dan dia berkata sambil melamun, “Oke, aku tidak akan memperlakukan kalian seperti itu.”

Zhou Sheng memberi isyarat kepada Yu Hao, yang berarti ‘Apa yang ingin kau tanyakan? Ajukan pertanyaanmu lebih dulu?’ PJsdD4

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Yu Hao menunggu sampai para pelayan membereskan piring mereka. Dia menyesap kopinya dan berpikir sejenak sebelum berkata, “Aku tidak punya apa-apa yang ingin kutanyakan, tapi kupikir, Ryuusei memiliki sesuatu yang dia ingin aku sampaikan padamu.”

Alis Chen Yekai sedikit terangkat. Zhou Sheng berujar, “Karena itu adalah sebuah pesan dari Ryuusei, maka kalian berdua harus membicarakannya secara pribadi ketika kalian berdua punya waktu berdua saja ba.”

Chen Yekai tiba-tiba berkata, “Oke. aku juga memiliki sesuatu yang ingin aku jelaskan dengan jelas kepada Yu Hao.”

Un,” Zhou Sheng menjawab, puas. Nmdf5i

Yu Hao, “???”

Yu Hao selalu merasa seperti ada beberapa pukulan halus yang dipertukarkan di antara mereka yang tidak bisa dia mengerti. Dia melirik Zhou Sheng memberi isyarat yang berarti ‘Apa maksudmu?’ tapi Zhou Sheng tidak melihatnya. Zhou Sheng sibuk bersandar di punggung kursinya, meletakkan satu jari di atas meja, mengetuknya tanpa sadar. Sebuah kerutan dalam bisa terlihat di antara alisnya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Lalu, Zhou Sheng, apa yang mau kau tanyakan?” Chen Yekai bertanya.

“Aku sedang berpikir tentang bagaimana mengungkapkan keraguanku.” Zhou Sheng berkata, “Kami sudah mengklarifikasi banyak hal yang terjadi di masa lalu, tapi Kaikai, apakah ada hal lain yang perlu kau akui? Selain kondisi psikologismu yang telah dicampuri oleh Lin Xun.” jZIdWd

Yu Hao, “???”

“Iya.” Chen Yekai mengangguk, “Manipulasi psikologis Lin Xun sangat mempengaruhiku, yang membuatku … ​​membuatku mengambil banyak keputusan yang salah arah. Mari kita mulai dari awal ba, termasuk apa yang kita bicarakan. Aku pikir, itu akan membantu menjernihkan semuanya untuk kalian berdua. Kita harus mulai dari … biar kupikir sebentar, periode ketika aku memutuskan untuk kembali ke negara itu. Lin Laoshi … pernikahan Lin Xun dan Liang Laoshi selalu bermasalah.”

Chen Yekai pertama kali mengenal Lin Xun melalui salah satu teman ayahnya ketika dia pergi untuk belajar di New Yorks; ide umumnya adalah bahwa Lin Xun akan menjaganya sedikit. Dengan sangat cepat, pasangan profesor ini membentuk kesan yang baik pada Chen Yekai. Bagaimana pun, di antara generasi muda, Chen Yekai dianggap cukup luar biasa.

Chen Yekai juga secara bertahap menjadi lebih memahami mereka melalui interaksinya dengan Lin Xun dan istrinya. Lin Xun lahir dari keluarga yang relatif miskin di Tiongkok; dia berkencan dengan Liang Jinmin di perguruan tinggi dan Liang Jinmin sangat mengagumi bakat dan kepercayaan dirinya. Setelah mereka menikah, Liang Jinmin mendanai penelitian Lin Xun di luar negeri dan dia meninggalkan kampung halamannya dan pergi bersamanya ke New York. Dalam komunitas Tionghoa setempat, Lin Xun dan istrinya selalu menggambarkan diri mereka sebagai pasangan yang penuh kasih. E3Igua

Namun, hanya Chen Yekai yang tahu bahwa secara pribadi, perselingkuhan Lin Xun melumpuhkan hubungan mereka dan dia memiliki banyak perselisihan dengan Liang Jinmin mengenai hal ini. Lin Xun memiliki hobi yang sangat aneh—dia suka terlibat dengan wanita yang sudah menikah.

“Dia melecehkan siswa perempuan?” Zhou Sheng bertanya dengan tidak percaya.

“Tidak.” Chen Yekai berkata, “Situasinya lebih buruk dari itu.”

Lin Xun sangat pintar; dia akan mendapat pengaduan jika dia melecehkan siswa. Sasarannya untuk urusan di luar nikah adalah asisten pengajar muda, dosen, atau istri mahasiswa pascasarjana di lingkungan akademik. Orang-orang muda ini menyeberangi lautan untuk datang ke New York dan setelah menetap, mereka mengajukan permohonan izin kepada pihak berwenang AS untuk bersatu kembali dengan keluarga mereka, kemudian membawa istri mereka yang masih berada di negara itu. Selama periode melamar atau memegang kartu hijau, Lin Xun akan mencari peluang yang cocok untuk memanfaatkannya dan setelah dia menemukan target, dia akan memulai perselingkuhan. OesA4p

Yu Hao benar-benar tercengang.

“Itu ….” Yu Hao tidak percaya apa yang telah dia dengar sama sekali. “Bukankah pasangan orang lain itu akan memukulinya sampai mati?”

“Itu tergantung pada metodenya.” Chen Yekai berkata tanpa daya, “Jangan lupa apa yang dia pelajari.”

Biasanya, dalam urusan di luar nikah, satu pihak ingin memukul pihak lain, yang juga bersedia menanggung pukulan atas kemauannya sendiri. Lin Xun memiliki koneksi dan pendekatan yang cerdik dan dia sangat tepat ketika harus memilih targetnya—dia akan menargetkan istri dari para sarjana pria yang tidak memiliki latar belakang yang bersih. Beberapa sarjana laki-laki ini mungkin pernah mencari pelacur sebelumnya di Amerika Serikat, sementara yang lain pernah terlibat skandal dengan siswa. Yyrl e

Dan sebagai pria beradab yang terawat baik berusia lima puluhan, merayu istri mereka pada dasarnya seperti permainan anak-anak.

Orang-orang muda itu sendiri memiliki noda emosional—seperti selingkuh dari pasangan mereka saat tinggal di Amerika Serikat sendirian atau mereka tidak berani menyinggung Lin Xun. Pada akhirnya, setelah Lin Xun menyelesaikan perselingkuhannya, pihak lain tidak mau, bahkan tidak berani mengeksposnya. Lagi pula, jika mereka memiliki perselingkuhan saat mengajukan visa reuni, biro imigrasi akan meragukan keaslian pernikahan mereka dan kemungkinan akan mengungkap bukti yang dapat digunakan untuk melawan mereka selama pemeriksaan dan persetujuan prosedur imigrasi.

Liang Jinmin sangat marah tentang ini. Ada periode ketika dia memiliki beberapa pertengkaran signifikan dengan Lin Xun dan saat itulah Chen Yekai menemukan bahwa Lin Xun telah melakukan kekerasan pada Liang Jinmin di rumah.

Chen Yekai agak bingung. Bagaimanapun, di keluarganya sendiri, orang tuanya selalu saling menghormati satu sama lain dan tidak akan pernah berseteru. Adegan Lin Xun memukul Liang Jinmin meninggalkan kesan yang sangat dalam padanya. Nhb5Hn

Pikiran pertamanya adalah melaporkannya ke polisi, tetapi Chen Yekai dihentikan oleh Liang Jinmin. Setelah itu, Liang Jinmin berbicara dengannya berkali-kali dan memintanya untuk tidak menelepon polisi. Bagaimanapun, di Amerika Serikat, kekerasan dalam rumah tangga adalah pelanggaran yang sangat serius, jadi Lin Xun pasti akan ditangkap. Kemudian, Lin Xun berlutut di atas tangan dan lututnya dan memohon pengampunan Liang Jinmin, yang akhirnya diberikan oleh wanita itu.

“Kenapa dia tidak mengajukan cerai?” Yu Hao bertanya dengan tidak percaya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Dia tidak akan bercerai.” Zhou Sheng mengeluarkan kotak rokok dan menyalakan sebatang rokok.

Chen Yekai berkata, “Aku juga pernah menanyakan pertanyaan itu sebelumnya; Liang Laoshi masih mencintainya.” fl wrd

Zhou Sheng mencibir. Chen Yekai berkata, “Beri aku satu juga.”

Zhou Sheng menyalakan rokok untuk Chen Yekai. Chen Yekai berkata kepada Yu Hao, “Aku jarang merokok, biarkan aku merokok sekarang.”

Di bawah pengawasan Yu Hao, Zhou Sheng jarang merokok saat ini dan sekarang hanya merokok dua atau tiga kali sehari.

“Untuk waktu yang lama setelah itu.” Chen Yekai berkata, “Itu tidak terjadi lagi.” svWNKQ

Selama beberapa tahun berikutnya, Chen Yekai terus mengawasi Liang Jinmin. Lin Xun hampir tidak menyentuh dia lagi, tetapi Chen Yekai masih curiga bahwa Lin Xun sesekali akan menampar Liang Jinmin atau memukulnya tanpa meninggalkan bekas. Namun, orang yang terlibat, Liang Jinmin, tidak mau menyerah pada hubungan mereka apa pun yang terjadi. Chen Yekai tidak bisa membantunya bahkan jika dia mau.

Saat itu, Chen Yekai merasa sangat kacau. Lin Xun telah membimbingnya dan memperlakukannya seperti putranya sendiri, tapi orang itu juga memiliki sisi yang agak gelap.

“Kau tidak akan mengerti perasaan itu,” kata Chen Yekai.

“Aku mengerti.” Zhou Sheng menjawab, “Ini terasa seperti ketika ayahmu akan memukul ibumu sepanjang waktu, tetapi kau masih dapat merasa bahwa dia sangat peduli padamu ketika dia menghadapimu.” OKyCH

Chen Yekai berkata tanpa daya, “Ya. Selain itu, aku masih merasakan unsur pemujaan pahlawan terhadapnya. Dia sangat terpelajar dan memperlakukan pekerjaannya dengan sangat … dengan serius. Dia sukses dalam hal pengetahuan dan bidangnya, tapi dia adalah seorang sarjana yang telah meninggalkan moralitas dan secara praktis telah menjadi iblis sekarang.”

Lin Xun adalah mentor hidup Chen Yekai; Selain pengetahuan di bidangnya, dia juga mengajarinya prinsip-prinsip pedoman hidup—termasuk tentang perasaan, teman, masyarakat, keluarga, dll., ini semua adalah hal-hal yang tidak pernah dipelajari Chen Yekai dari ayahnya yang seorang pengacara. Lagipula, di mata pengacara, hanya ada aturan. Bagi mereka, masyarakat hanyalah mesin besar yang kejam.

Namun, sifat Lin Xun dalam hal ini selalu tak tertandingi; Chen Yekai tanpa ragu tunduk padanya dalam konteks profesional, tapi moralitasnya membuatnya marah. Untungnya, Chen Yekai tidak pernah mendengar bisikan tentang perselingkuhan Lin Xun setelah itu, tetapi setelah periode yang stabil itu, insiden dengan Ryuusei terjadi.

Lin Xun selalu melakukan yang terbaik dalam hal ini dan meskipun bujukannya tidak berhasil, dia pada akhirnya menghormati keputusan Chen Yekai. tbMKLg

“Aku sangat berterima kasih kepada Lin Laoshi untuk itu.” Chen Yekai berkata, “Pada saat itu, aku tidak melihat adanya kejanggalan.”

“Setelah itu, kamu lulus,” kata Yu Hao.

“Iya.” Chen Yekai mengangguk.

Setelah memperoleh gelar masternya, Chen Yekai menjalani hidup selama setahun penuh. Dia mencoba mengubur dirinya dalam pekerjaannya sebagai semacam pengobatan. Namun, stres hampir membuatnya pingsan. Liang Jinmin membujuknya kembali ke Columbia untuk membantu, jadi Chen Yekai sesekali bolak-balik antara perusahaan dan perguruan tinggi. bViXsA

Selama bertahun-tahun, konflik antara Liang Jinmin dan Lin Xun meningkat sekali lagi—tetapi itu bukan karena kekerasan dalam rumah tangga. Lin Xun berselingkuh dengan istri seorang dosen kecil-kecilan. Kali ini, konflik mereka sedikit lebih serius; Liang Jinmin akhirnya tidak tahan lagi dan memutuskan untuk menceraikan Lin Xun. Keduanya bertempur sampai dunia terbalik. Pihak lain dalam perselingkuhan mulai mengancam untuk mengungkap urusan cabul Lin Xun dan menuntutnya.

Lin Xun dengan sungguh-sungguh memohon pengampunan Liang Jinmin. Setelah negosiasi mereka, Liang Jinmin berharap Lin Xun akan kembali ke negara New York dan mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan busuk seperti ini, mengubah lingkungannya dan memulai kehidupan yang baru. Secara kebetulan, ibu Liang Jinmin semakin tua, jadi dia juga ingin kembali ke desa agar dia bisa lebih sering mengunjungi ibunya dan tinggal di sisinya. Jika Lin Xun tidak bersedia, maka mereka hanya bisa mendapatkan perceraian.

Langit Bieru.

Akhirnya, Lin Xun menyerah dan berjanji bahwa sejak saat itu, dia akan mengabdikan dirinya untuk istrinya.

Jadi itulah yang terjadi. Yu Hao akhirnya mengerti sekarang. FqcpJ

Chen Yekai berkata, “Liang Laoshi bertanya apakah aku ingin kembali. Kebetulan ada rencana Perekrutan Bakat yang sangat murah hati di China tengah. Salah satu teman mereka di Amerika Serikat memperkenalkan Dekan Ning kepada Lin Laoshi. Kota Ying terletak di dekat rumah Liang Laoshi dan kebetulan aku adalah siswa pindahan di sekolah menengah di sana dan telah belajar di kota Ying selama setahun, jadi kupikir, oke. Setelah itu, aku menyelesaikan prosedurnya dan melapor ke perguruan tinggi terlebih dahulu. aku berpikir bahwa ketika aku mulai, aku tidak akan mencoba mempersulit diriku sendiri; melamar posisi guru, santai sedikit, persiapkan proyekku, dan lanjutkan gelar doktorku dengan Lin Laoshi.

“Pantas saja Dekan sangat sopan padamu,” Zhou Sheng berkata.

“Karena kampus mengandalkan kekuatan akademis seperti milik Lin Laoshi.” Chen Yekai mematikan rokok di asbak. “Dan aku murid yang paling dia banggakan. Itu hanya menggunakan posisi seseorang untuk menindas orang lain ma, berapa nilai Xue Long? Bahkan kantor Dekan dan Komite Liga harus bersikap sopan saat berbicara dengan guru formulir seperti aku.”

Yu Hao tidak tahu harus menangis atau tertawa. Chen Yekai berkata, “Tapi status anjing sepertiku tergantung pada pemilikku. Lihat, sekarang Lin Laoshi mulai mengincarku, Dekan pasti tidak akan membelaku.” KXRVMv

“Ini harusnya menjadi klimaks dari cerita berikutnya ba,” Zhou Sheng berkata.

Un.” Chen Yekai berkata, “Kau bisa menebaknya secara kasar berdasarkan peristiwa yang telah terjadi di masa lalu.”

Yu Hao bertanya, “Dia memulai hubungan di luar nikah lagi setelah kembali ke negara ini?”

“Lebih mudah mengubah gunung dan sungai, daripada mengubah karakter seseorang.” Chen Yekai berkata, “Ya.” jxF9Kk

Chen Yekai datang untuk melapor terlebih dahulu dan setelah dia menangani urusan Yu Hao, Lin Xun dan Liang Jinmin kembali ke negara itu pada Tahun Baru. Tapi Lin Xun sampai pada tipuan lamanya; Sasarannya kali ini adalah istri teman sekelas SMA-nya yang tinggal di kota tetangga. Mereka berkencan dua kali secara pribadi dan ditemukan oleh Liang Jinmin untuk kedua kalinya. Pertengkaran lain meletus di antara pasangan itu dan setelah itu, Lin Xun mulai melakukan semua jenis seni bela diri di rumah. Dia tidak berani bertindak terlalu berlebihan ketika berada di Amerika Serikat karena dia akan dipenjara, tapi di sini, tidak ada yang peduli jika dia memukul istrinya di desa dan bahkan jika dilaporkan ke polisi, itu hanya akan ditangani sebagai urusan pribadi keluarga. Setelah polisi datang untuk sedikit membujuk mereka, mereka akan kembali seperti tidak terjadi apa-apa.

Lin Xun telah menahan diri di Amerika Serikat selama hampir sepuluh tahun dan sekarang dia dapat bersuka ria dalam perubahan keadaan ini dan akhirnya tidak menahan diri untuk tidak memukuli istrinya.

“Setelah dia mengalahkan Shimu,” kata Chen Yekai, “Untuk beberapa waktu, dia akan menampar dirinya sendiri dan menangis dengan sedih lalu berlutut di depan Shimu untuk meminta maaf padanya.”

Zhou Sheng berkata dengan tidak percaya, “Orang itu sangat jahat sampai tulang.” jtg8ei

Yu Hao tidak dapat memahami apa yang dimaksud Zhou Sheng, tetapi Chen Yekai berkata, “Ya, bahkan kau dapat mengatakan bahwa dia hanya berakting. Berlutut, menangis, memohon pengampunan, semua hanya tindakan yang digunakan untuk membodohi Shimu.”

Yu Hao, “….”

Yu Hao tiba-tiba merasa seperti seluruh hidupnya telah terbalik dalam sekejap. Chen Yekai berkata, “Menurut pemahamanku tentang Lin Laoshi, dia pasti menganggap proses ini sebagai semacam permainan, seperti permainan kucing dan tikus. Shimu dimanipulasi olehnya dan melalui penampilannya, dia akan mendapatkan pengampunan dari Shimu, kemudian memukulnya lagi, lalu memohon maaf, sebelum memukulnya lagi … siklus yang tidak pernah berakhir. Mungkin, Lin Laoshi menganggapnya sangat menarik dan hanya iblis yang akan melakukan itu.”

Rasa takut tiba-tiba muncul di hati Yu Hao. xpwIEC

Chen Yekai melanjutkan, “Aku mencoba semua yang aku bisa. Perceraian adalah satu-satunya pilihan, tapi aku tidak punya bukti. Aku ingin membawa Shimu untuk memeriksakan lukanya, tapi Shimu menolak. Jika orang yang terlibat tidak mau bekerja sama denganku, maka aku hanya bisa membenci diriku sendiri karena tidak dapat melakukan apa pun. Aku meminta bantuan Huang Ting dan mengajak Shimu keluar, tapi di hari terakhir, Shimu berubah pikiran lagi. Ini terjadi berkali-kali dan aku tidak bisa membiarkan Lin Xun mengetahui tindakan yang aku lakukan secara pribadi. Dia mengerti aku dengan baik. Terkadang, hanya dengan beberapa percakapan, dia bisa menebak apa yang kupikirkan.”

“Itu sangat sulit.” Chen Yekai berkata, “Tapi tak lama setelah Yu Hao naik ke atas panggung, Shimu tiba-tiba mengalah pada permintaanku.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Aku?” Yu Hao bertanya dengan bingung.

Chen Yekai mengangguk dan berkata, “Dia bilang bahwa lagu itu dan kau yang menyanyikannya mengingatkannya pada Ryuusei dan juga mengingatkannya pada hari-hari yang dia habiskan di Amerika Serikat. Kami mengobrol lama pada hari itu dan akhirnya kami membicarakanmu. Dia tidak tahu kenapa hidupnya berubah seperti ini. Dia memaafkan Lin Laoshi berkali-kali, tapi Shimu akan terluka terus menerus juga. Dia tidak percaya pada apa yang disebut takdir, tetapi dia tidak lagi memiliki keberanian untuk menemukan alasan apa pun untuk hidupnya. Singkatnya, dia akhirnya memutuskan untuk bercerai.” DYZVvq

Bercerai akan sangat merepotkan. Selain akan bercerai, Liang Jinmin juga memutuskan bahwa dia tidak bisa membiarkan dirinya memanjakan Lin Xun lagi. Sebelum bertemu Chen Yekai, dia mencoba mengumpulkan bukti perselingkuhan yang selalu dimiliki Lin Xun sampai sekarang.

Hasilnya, melalui catatan pelacakan GPS di akun Apple-nya, Liang Jinmin secara tidak sengaja mengetahui bahwa empat tahun lalu, Lin Xun telah mengunjungi sebuah kafe di dekat rumah Chen Yekai.

Hari itu, Liang Jinmin menyerahkan potongan bukti satu per satu kepada Chen Yekai. Ketika dia menyebutkan itu, Chen Yekai tidak tahu kenapa dia tiba-tiba teringat sesuatu tiga hari sebelum perayaan kelulusannya. Setelah Ryuusei didiagnosis menderita depresi, pria itu nyaris tidak melangkah ke luar rumah. Namun, hari itu, dia ke luar rumah tidak seperti biasanya dan setelah dia kembali, dia bahkan membawakan hadiah untuk Chen Yekai.

“Kue Napoleon,” kata Yu Hao. ZpHcye

“Iya.” Chen Yekai berkata dengan tenang, “Aku bertanya ke mana dia pergi dan siapa yang dia temui. Dia berkata bahwa dia hanya pergi ke Central Park untuk berjemur di bawah sinar matahari. Liang Laoshi bertanya padaku, apakah Lin Xun pergi ke rumahku hari itu untuk mencariku atau apakah dia telah mengatur untuk bertemu orang lain. Aku mungkin tidak ingat hari-hari lain, tetapi aku memiliki kesan yang sangat dalam tentang hari itu. Lin Xun tidak ada di laboratorium. Dia pasti bertemu dengan Ryuusei. Hanya saja setelah itu, Ryuusei tidak menyebutkannya padaku.”

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment