English

Merebut MimpiCh78 - Liburan Musim Panas

0 Comments

Penerjemah : Zhanshines

Editor : AdaRa qy4EXL


“Zhou Sheng memakai Roda Gagak Emas saat sedang tidur!”


Saat hari Valentine berlalu, liburan musim panas sudah nyaris setengahnya berakhir. Setelah Yu Hao mengumpulkan terjemahan babak pertama, babak kedua terjemahan tersebut seketika itu juga langsung dikirim ke kotak suratnya. Tampaknya organisasi yang memperkerjakannya, dia tidak bisa menemukan outsourcing yang sesuai, jadi ketika mereka melihat Yu Hao mengirimkan terjemahan dengan cepat, mereka segera melemparkan tumpukan lain padanya. Yu Hao berpikir, apakah sulit bagi kalian untuk menemukan beberapa penerjemah lain? Tapi, oke lah, oke… karena aku mendapatkan uang dari melakukan ini, maka aku akan menerimanya saja ba.

Langit Bieru.

Yu Hao melihat-lihat forum penerjemahan untuk waktu yang lama dan menyadari bahwa karyanya sendiri benar-benar seperti memindahkan batu bata—bergaji rendah tetapi penting. Kecuali untuk gaji pertamanya saat Chen Yekai menjabat sebagai perantara. Di waktu selanjutnya, pihak organisasi memilih untuk melewati Chen Yekai dan langsung menghubungi Yu Hao untuk mendapatkan remunerasi 20% lebih rendah dari harga pasar. Banyak siswa bahasa asing tidak mau menerima pekerjaan seperti itu.

Namun, Yu Hao sudah sangat puas dengan ini. Setidaknya itu lebih baik daripada benar-benar memindahkan batu bata. wmGD0b

“Berapa harga sebotol wine itu?” Yu Hao bertanya pada Zhou Sheng.

Zhou Sheng, “2.000. Tambahkan sedikit uang lagi dan kau tidak berutang apa pun padanya.”

Yu Hao berkata, “Berapa harga makanannya?”

Zhou Sheng, “Laoshi adalah Tuan Muda Yun Lai Chun, kenapa aku harus membayar untuk makan di toko keluargaku sendiri?” YBSRH7

Yu Hao berkata, “Kita yang makan makanan itu!!”

Zhou Sheng, “Aku akan menandatangani tagihan, itu dihitung bersamaan dengan makan malam kita. Yu Hao, bisakah kau berhenti bersikap menyebalkan?”

Yu Hao, “Baiklah, aku akan mentransfer uang untuk wine…

Zhou Sheng tampak bingung. “Bukankah uangku dipegang olehmu?” h26vmq

Yu Hao berpikir itu benar, jadi dia hanya bisa menambahkan paket merah yang dia terima ke dalam biaya hidup Zhou Sheng, tapi dia hanya menerima 1.580 dari paket merah. Yu Hao memutuskan bahwa dia sebaiknya pergi dan menelusuri WeChat-nya untuk mengetuk dua paket merah yang dikirim oleh Gothic Armor kepadanya dalam 24 jam terakhir. Hanya dengan begitu dia akan menganggap seluruh situasi lebih seimbang.

Yu Hao, “Aku sudah dimasukkan ke daftar hitamnya…”

Zhou Sheng mengejek, “Dia cuma sampah; dia telah menipumu dengan rutinitas biasa dan kau bahkan tidak tahu?”

Yu Hao tidak tahu bagaimana membedakan apakah seseorang itu sampah atau bukan. Dia terus mengganggu Zhou Sheng untuk menanyakan bagaimana bisa pria itu mengetahuinya, tetapi Zhou Sheng mengabaikannya dan tertidur. 48gNzS

Tidak ada lagi kencan buta… biarkan saja hidupku seperti ini ba.

Yu Hao menyerah sepenuhnya. Hidupnya baru-baru ini seperti lelucon yang lepas kendali. Dia tidak ingin berkeliling tanpa tujuan sambil memikirkan Zhou Sheng, berpikir tentang mentransfer perasaannya, memikirkan Jenderal, memikirkan cinta, dan memikirkan kehidupan lagi. Dia tidak bisa mengerti apa-apa dan akhirnya membuat dirinya lelah juga. Cinta memang seperti lotere baginya—tidak cuma mustahil baginya untuk menang, tapi dia juga tidak tahu ke mana dia harus melempar tiket lotere tersebut.

Aku hanya akan terus jatuh cinta padanya secara sepihak, pikir Yu Hao. Jika yang terburuk menjadi yang terburuk, dia hanya akan perlu mengontrol jarak di antara mereka, sehingga Zhou Sheng tidak akan dilabeli homo seperti dirinya. Setelah dia memutuskan ini, Yu Hao sedikit merasa santai.

Di pertengahan musim panas, siswa yang masih tinggal di perguruan tinggi secara bertahap semakin berkurang dan bahkan siswa yang tidak pulang kampung dan tetap memilih tinggal di asrama sudah pergi entah ke mana. Terasa sangat sepi setiap malam; begitu sunyi sehingga tempat ini sepertinya terisolasi dari dunia luar. Jendela terakhir kantin juga telah ditutup, bus umum berhenti beroperasi, dan bahkan Chen Yekai juga pulang ke rumah keluarganya. Setiap hari, Zhou Sheng memasak atau mereka berdua akan berjalan sekitar 2 kilometer untuk makan di  warung barbekyu di kaki gunung. 5nrV0w

“Apa ini?” Suatu malam, Yu Hao mengetahui bahwa Zhou Sheng membawa kembali beberapa set pakaian dan menggantungnya di lemari. Itu semua adalah kaus oblong gaya Cina dan celana panjang rami.

“Bos memberikannya padaku.” Zhou Sheng berkata dengan acuh tak acuh, “Aku mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai seorang model daring. Baru saja berakhir hari ini dan mendapatkan 4.000.”

Please visit langitbieru (dot) com

“Jadi kamu pergi keluar setiap hari untuk menjadi model?” Yu Hao berkata, “Kenapa kamu tidak memberitahuku?”

“Tidak.” Zhou Sheng berkata tanpa ekspresi, lalu berbalik dan berbaring untuk tidur. ywzWS0

Yu Hao dipenuhi keraguan. Dia selesai menerjemahkan manuskrip untuk hari ini dan akan dapat mengirimkan putaran kedua sebelum liburan musim panas berakhir. Dia perlu menyisihkan waktu untuk belajar ketika sekolah dibuka kembali, tetapi setelah hampir lima bulan menerjemahkan paruh waktu, pemahaman bahasa asing dan tingkat penulisan Mandarinnya telah meningkat pesat. Dia mungkin bisa lulus CET-4 pada Januari tahun depan dengan mata tertutup.

Temukan pekerjaan yang ingin kau lakukan dalam hidupmu, bersama orang yang benar-benar mencintaimu. Setiap malam yang tenang setelah Yu Hao menyelesaikan pekerjaannya, dia tidak bisa tidak mengingat kata-kata Chen Yekai itu. Apakah menjadi penerjemah adalah pekerjaan yang ingin kudedikasikan dalam hidupku? Yu Hao tidak berpikir demikian, tetapi pekerjaan sebagai penerjemah paruh waktu ini telah membangkitkan rasa tanggung jawab di hatinya.

“Zhou Sheng?” Ketika Yu Hao hendak turun dari tempat tidurnya dan pergi mandi, dia tiba-tiba saja melihat lampu Roda Gagak Emas di asrama.

Zhou Sheng sedang memakai Roda Gagak Emas saat tidur! 4Y79bk

Yu Hao tiba-tiba merasa gugup dan dia segera mengguncang tubuh Zhou Sheng. Zhou Sheng membuka matanya dalam hitungan detik. Ketika dia bangun, dia berkata dengan penuh amarah, “Apa yang kau lakukan?!”

Zhou Sheng duduk dengan kesal. Yu Hao sangat ketakutan dan bertanya, “Mimpi siapa yang kamu masuki?”

Zhou Sheng, “…”

Zhou Sheng menatap Yu Hao, yang tampak seperti anak yang diintimidasi, dan mengerutkan kening dalam-dalam. Yu Hao bertanya dengan gugup, “Apa kamu baik-baik saja? Apa yang salah?” BY17jJ

Zhou Sheng menarik napas dalam-dalam dan menenangkan diri. “Bukannya aku pernah berjanji padamu kalau aku tidak akan memasuki mimpi orang lain sendirian lagi?”

Yu Hao berkata, “Ya. Lalu, kenapa kamu… “

“Tentu saja itu mimpiku sendiri ah, bisakah kau bersikap santai?” kata Zhou Sheng.

Hum…” Yu Hao kehilangan setengah umurnya karena ketakutan, “Kamu berada dalam mimpimu sendiri, oke. Bukan apa-apa, aku terlalu gugup, kembali lah tidur ba.” D4mBpT

Yu Hao pergi untuk menyikat giginya. Zhou Sheng kembali berbaring di tempat tidurnya dan perlahan menghela napas.

Ketika Yu Hao sedang mandi, dia tiba-tiba menyadari bahwa dia tidak terlalu memperhatikan pria itu akhir-akhir ini. Zhou Sheng sepertinya sedang tidur dengan tangan di bawah bantal. Sudah berapa lama dia menggunakan Roda Gagak Emas? Tapi, kenapa dia tidak pernah datang ke mimpi Yu Hao? Apa yang dilakukan Zhou Sheng di dalam mimpinya?

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Yu Hao pergi tidur dan memperhatikan Zhou Sheng. Zhou Sheng tertidur dengan ekspresi cemberut yang dalam, satu tangan di bawah selimut dan yang lainnya bergerak sedikit tanpa sadar. Yu Hao mengamatinya sejenak, tetapi berbaring untuk tidur tanpa bertanya apa pun.

Saat ini, dia mendapat notifikasi di WeChat yang memberitahunya bahwa ada orang asing yang menambahkannya sekitar jam 8 malam. sGITFQ

Yu Hao melihatnya. Dia ditambahkan melalui pencarian, tetapi WeChat-nya adalah nomor ponselnya, jadi siapakah orang ini?

Yu Hao menerima permintaan itu dan melihat Zhou Sheng lagi, yang sedang tertidur lelap. Dia baru saja akan pergi tidur ketika layar ponselnya menyala.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Terdampar: 【Masih terjaga selarut ini?】

Yu Hao: 【Ini liburan musim panas, siapa kamu?】 MyX9tW

Terdampar mengirim emoticon dan berkata: 【Pergilah tidur, ibuku mungkin akan menyita ponselku. Aku akan bicara denganmu besok, selamat malam.】

Yu Hao benar-benar bingung. Dari nada pesannya, sepertinya orang itu adalah seseorang yang lumayan akrab dengannya. Yu Hao meletakkan ponselnya dan menatap Zhou Sheng lagi. Zhou Sheng belum bergerak. Pria itu gelisah saat dia tertidur.

Selama beberapa hari berikutnya, Zhou Sheng selalu tidur dengan memakai Roda Gagak Emas dan bangun setiap hari tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Yu Hao merasa ada sesuatu yang salah.

Suatu pagi, Zhou Sheng sedang menyikat giginya dengan letih. Yu Hao tidak bermimpi sama sekali sepanjang malam, yang berarti Zhou Sheng tidak pergi mencarinya. Yu Hao mengamati Zhou Sheng, “Apa kamu baik-baik saja tadi malam?” GJTsIp

Un.” Zhou Sheng berkata, “Kapan-kapan, mau pergi ke taman hiburan? Liburan musim panas hampir berakhir.”

“Ayo.” Yu Hao berkata, “Apa yang kamu lakukan dalam mimpimu?”

Zhou Sheng tidak menjawab. Dia melirik ponsel di tangan Yu Hao dan bertanya, “Kau chat dengan siapa?”

“Seorang anak kecil.” Yu Hao berkata, “Aku tidak tahu bagaimana cara dia menambahkan akunku.” 1sUu5F

“Seorang anak kecil?” Zhou Sheng tertawa, “Seberapa muda?”

“Kelas tiga SMA,” kata Yu Hao.

Zhou Sheng tidak tahu apakah dia harus menangis atau tertawa. “Bagaimana hubungan kalian?”

Pria bernama ‘Terdampar’ itu menambahkan Yu Hao dan akan berbicara dengannya setiap hari. Dia berusia 19 tahun, baru saja menyelesaikan tahun keduanya, dan sekarang berada di tahun ketiga. Dia mengambil jeda tahun sebelumnya, jadi dia sebenarnya lebih tua dari Yu Hao beberapa bulan. Yu Hao selalu menganggapnya aneh dan terus bertanya bagaimana dia bisa menemukan nomor WeChat miliknya. Pihak lain baru saja mengatakan bahwa temannya lah yang memperkenalkannya. VO2U4I

Yu Hao curiga bahwa anak ini mungkin memiliki kakak laki-laki atau perempuan di perguruan tinggi yang sama atau mereka bahkan bisa berada di kelompok yang sama dengannya. Siswa SMA bernama ‘Terdampar‘ pergi ke sekolah menjejalkan diri selama liburan musim panas. Dia bertanya kepada Yu Hao apakah dia bisa mengajari murid SMA itu bahasa Inggris dan menawarkan untuk membayarnya. Yu Hao melihat pertanyaan-pertanyaan di soal latihan itu—itu memang pertanyaan ujian masuk perguruan tinggi, jadi dia akan menjelaskannya kepada pihak lain di WeChat sesekali. Dia berpikir bahwa anak itu seharusnya tidak menipunya ba? Sepertinya tidak seperti itu. Terlalu banyak usaha untuk menulis seluruh komposisi bahasa Inggris hanya untuk menipu Yu Hao.

“Kapan kau akan bertemu dengannya untuk  pergi kencan?” Zhou Sheng memiliki senyum mengejek di wajahnya.

Yu Hao, “Tidak ada kencan, aku tidak tertarik pada siswa sekolah menengah.”

Zhou Sheng, “Bagaimana bisa kau tahu kalau tidak mencobanya? Pergilah ba.” uJl1Gw

Yu Hao, “…”

“Zhou Sheng?” Yu Hao melihat di layar ponsel Zhou Sheng yang terkunci bahwa ada pesan WeChat dari ‘Jingya’.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Un?” Zhou Sheng sedang melakukan waxing rambutnya di depan cermin dan bertanya pada Yu Hao, “Kau suka rambutku lebih panjang atau lebih pendek?”

Tapi pikiran Yu Hao sama sekali tidak tertuju pada rambut Zhou Sheng. “Kamu bisa meneleponku kapan pun ada masalah, oke? Aku merasa ada sesuatu yang salah tentangmu akhir-akhir ini.” EqwR2V

“Tidak ada yang salah.” Zhou Sheng berkata, “Aku baik-baik saja. Jadi, hei, gaya rambut mana yang terlihat bagus?”

Yu Hao berkata, “Gaya rambut pertama kali aku melihatmu itu bagus, warnanya juga terlihat bagus.”

“Kalau begitu aku akan mewarnai rambutku lagi untukmu?”

“Jangan.” Yu Hao berkata, “Aku lebih suka rambut hitam. Apa kamu akan keluar hari ini? Zhou Sheng, aku pikir kita perlu bicara.” yN8md3

“Lain hari saja ba.” Zhou Sheng berkata, “Aku sibuk hari ini, jangan menungguku makan malam. Jeans yang Kaikai belikan untukmu terlihat bagus, pinjamkan aku celana itu?”

“Aku membelinya sendiri.” Yu Hao berkata, “Harga aslinya adalah 2.400.”

Yu Hao menemukan jeans tersebut dan memberikannya kepada Zhou Sheng. Itu tampak lebih gaya pada Zhou Sheng dibandingkan dengan Yu Hao dan memberinya kesan jalanan dan trendi. “Bagaimana?”

“Kamu praktis terlahir untuk menjadi gantungan baju.” Yu Hao berkata tanpa daya, “Jeans itu milikmu mulai sekarang, siapa yang kamu temui hari ini?” MWv159

Zhou Sheng tertawa, lalu mengambil jaketnya dan keluar. Hari ini hujan. Yu Hao berdiri di balkon dan melihat ke jalan yang basah karena hujan.

Zhou Sheng membuka tudung jaketnya dan tampak kesepian saat dia berjalan di sepanjang jalan di luar asrama.

Yu Hao melampirkan naskah terakhirnya ke email dan mengirimkannya. Dia teringat lautan awan dan kabut tebal dalam mimpi Zhou Sheng, lalu bangkit untuk membuka laci Zhou Sheng —— Zhou Sheng membawa Roda Gagak Emas bersamanya.

Apa sih yang orang itu lakukan? Yu Hao berpikir. sNO4AZ

Dia telah menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum liburan musim panas berakhir. Fu Liqun dan Cen Shan mengunggah banyak foto yang mereka ambil di Hokkaido ke grup chat mereka. Jalan pikiran Yu Hao untuk sementara terganggu saat dia menelusuri foto-foto dalam grup dan terpukul dengan keras oleh penampilan penuh kasih sayang mereka. Dia berpikir, pasti menyenangkan rasanya bisa berkencan, aku benar-benar ingin pergi ke Hokkaido bersama Zhou Sheng juga dan tidak melakukan apa-apa sepanjang hari selain saling bermesraan.

Terdampar: 【Huu, aku akhirnya selesai dengan sekolah tambahan, dan sekolahku sendiri akan dibuka kembali. Apa kau bebas hari ini? Apa kau mau makan bersama?】

Yu Hao: 【Saat ini hujan, aku tidak mau keluar.】

Terdampar: 【Keluarlah dan ngobrol denganku ba, aku di ambang bunuh diri.】 P gMX8

Yu Hao: 【Jangan bercanda tentang hal seperti itu】

Terdampar mengirim beberapa emoticon tertawa: 【Aku akan pergi ke kampusmu untuk mencarimu?】

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao: 【Kamu tidak tahu di mana aku.】

Terdampar: 【Tentu saja aku tahu, aku bahkan tahu bahwa kau mengambil jurusan Psikologi.】 Dgxn3m

Yu Hao, “…”

Yu Hao berpikir, bagaimana bisa anak ini tahu banyak tentangnya? Tetapi, setelah mempertimbangkannya, dia mengerti caranya; Terdampar menunda studinya selama satu tahun dan sekarang berada di tahun ketiga. Ini berarti bahwa teman sekelasnya di sekolah menengah sekarang berada di tahun pertama kuliah, jadi dia mungkin memiliki beberapa kenalan di kampus Yu Hao.

Terdampar: 【Apakah kau punya payung? Aku akan menjemputmu ba, kau berada di asrama yang sama seperti Zhou Sheng, ‘kan?】

Yu Hao: 【Kamu kenal dia ???!!!】 qN5Hoy

Terdampar: 【Aku tidak tahu, aku hanya tahu nama itu】

Yu Hao: 【Jangan datang, semua bus sudah berhenti. Ayo ketemu di kafe untuk ngopi?】

Terdampar menjawab dengan jujur: 【Ok.】

Kemudian dia mengirim Yu Hao sebuah lokasi, yang kebetulan adalah kafe bunga. XSBrAU

Yu Hao meninggalkan kampus dan menunggu bus. Bus umum tidak berhenti beroperasi karena badai, mereka hanya beroperasi lebih jarang. Dia pergi ke kafe bunga di sore hari. Setelah memasuki mal, dia meletakkan payungnya dan tiba-tiba melihat punggung Zhou Sheng.

Zhou Sheng mengenakan jins Yu Hao dan kaus putih. Dia baru saja potong rambut, dan sedang berdiri di eskalator bersama seorang gadis berambut panjang saat mereka menuju ke lantai dua. Dia bahkan memegang tas gadis itu untuknya. Yu Hao pernah melihat Cen Shan membawa tas itu sebelumnya, jadi dia mengira itu Cen Shan pada awalnya, tapi cara berpakaian gadis itu sangat berbeda dengan gaya Cen Shan.

Gadis itu mengenakan gaun putih dan sepatu kets. Dia terlihat sangat muda dari belakang dengan suasana bersih di sekelilingnya. Mereka tampak seperti pasangan muda, dan tampak seperti pasangan yang dibuat di surga.

Yu Hao mengawasi mereka sebentar, sampai Zhou Sheng mencapai lantai dua dan naik lift ke lantai tiga. Baru saat itulah Yu Hao berjalan ke sisi lain untuk pergi ke kafe bunga. cQkzbW

Di meja dekat jendela, duduk seorang anak laki-laki berseragam sekolah biru-putih dengan kulit putih, mata besar, dan alis tebal. Saat Yu Hao masuk dan ingin mengamati sejenak, anak laki-laki itu mendongak dari ponselnya dan bersiul pada Yu Hao.

Bahkan jika Yu Hao ingin bersembunyi sekarang, dia tidak bisa. Dia tersenyum tak berdaya dan duduk di seberang bocah itu.

“Aku tidak berbohong padamu, ‘kan?” Anak laki-laki itu menunjukkan kepada Yu Hao lembar hasil ujian simulasi yang dia ikuti di sekolah tambahannya. Dia menduduki peringkat pertama di sana.

133 untuk bahasa China! Nilai penuh untuk matematika!
141 ecaex yjtjrj Pcuuglr!
129 untuk Seni Liberal! OAxCGa

“Ya Tuhan!” Yu Hao ingin membalik meja, “Dengan nilai kamu ini, kamu mungkin bisa masuk ke Universitas Beijing atau Universitas Tsinghua ba!”

Dia juga memperhatikan bahwa nama di kertas anak laki-laki itu adalah ‘Ou Qihang’, dan sekolahnya adalah sekolah menengah atas di kota Ying. Dia benar-benar tahun ketiga di sekolah menengah, dia tidak berbohong.

Please visit langitbieru (dot) com

“Kau mau minum apa? Aku akan membelinya.” Ou Qihang berkata, “Terima kasih telah mengajariku cara menulis komposisi bahasa Inggrisku selama periode ini.”

Yu Hao mengamatinya saat dia bersandar di kursinya dan memikirkannya sejenak. “Kopi garam laut.” R0NYsC

Ou Qihang membeli dua cangkir kopi dan menambahkan lima atau enam bungkus gula ke dalam cangkirnya. Yu Hao berpikir bahwa pria muda itu sama seperti Zhou Sheng, orang ini adalah monster gula lainnya. Namun, itu bisa dimengerti. Mereka yang banyak menggunakan otaknya perlu mengisi kembali kadar gula mereka, karena gula dikonsumsi dengan kecepatan yang luar biasa ketika seseorang menggunakan otaknya.

Ou Qihang hampir setinggi Zhou Sheng. Dia mengenakan pakaian olahraga dan sepasang sepatu basket—yang juga merupakan serial favorit Fu Liqun. Yu Hao berpikir, anak-anak saat ini berkembang dengan sangat baik… tunggu, tidak. Pria ini adalah murid SMA tahun ketiga dan bahkan tampak beberapa bulan lebih tua darinya.

“Bukankah ini sedikit mengejutkan?” Ou Qihang bertanya.

“Apa yang mengejutkan?” Yu Hao benar-benar sedikit terkejut, tetapi dia tidak berniat mengikuti arus. tB9drZ

“Aku lah,” kata Qihang.

“Kamu sangat muda.” Yu Hao berkata, “Benar-benar berbeda dari kami yang sudah kuliah.”

“Tapi, bukankah kita seumuran?” Ou Qihang berkata, “Lupakan, mungkin lebih baik kalau aku memperlakukanmu sebagai seorang Gege.”

Yu Hao tertawa. JzrV8Q

Ou Qihang berkata, “Yu Hao, nomer berapa kau?”

Yu Hao berkata, “Sebagai siswa kelas tiga di SMA, apakah kamu tidak tahu terlalu banyak?! Fokuslah pada studimu, jangan khawatir tentang hal-hal yang tidak penting seperti itu.”

Dari interaksinya dengan Ou Qihang di WeChat selama periode ini, Yu Hao dapat merasakan bahwa orang ini jelas datang dengan persiapan dan Yu Hao secara khusus keluar hari ini untuk menolaknya dan memutuskan bahwa dia tidak akan menambahkan orang asing lagi di WeChat di masa depan.

“Apakah kau ingin menonton film?” Ou Qihang bertanya. Blhpwv

“Tidak,” kata Yu Hao.

Ou Qihang, “Kalau begitu bagaimana dengan pameran seni? Aku punya tiket.”

Galeri seni ada di dekatnya. Ou Qihang mengeluarkan dua tiket untuk Pameran Khusus Dunhuang—hari ini adalah hari terakhir pameran. Yu Hao benar-benar tidak bisa menahan godaan dan Ou Qihang berkata, “Ayo pergi! Jangan menjadi terlalu membosankan.”

“Ini bukan tentang menjadi membosankan… okelah.” Yu Hao benar-benar sedang tidak mood hari ini. Selama seminggu terakhir, Zhou Sheng hampir tidak memperhatikannya dan tampak jelas bahwa dia disibukkan dengan sesuatu yang dia sembunyikan dari Yu Hao. Namun, mereka tidak memperdebatkannya, jadi mereka seperti sedang perang dingin, tapi juga bukan perang dingin. Itu bersembunyi di bawah permukaan, jadi tidak ada kemungkinan resolusi cepat. Selain itu, hujan turun selama tiga hari berturut-turut, yang membuat Yu Hao merasa sangat tertekan. ASWnOI

“Ayo pergi.” Yu Hao berkata, “Untuk mengubah suasana hati.”

“Apakah kau sedang bad mood?” Ou Qihang menyandang tasnya di satu bahu dan sedikit lebih tinggi dari Yu Hao. Dia memegang kopinya di satu tangan dan membuka payung hitam, lalu memiringkannya sedikit ke sisi Yu Hao. Mereka menyeberang jalan bersama dan menuju galeri seni untuk melihat pameran khusus. Kekuatan seni bisa membuat orang melupakan kekhawatirannya untuk sementara waktu, terutama ketika mereka berdiri di depan semua lukisan yang luar biasa indah. Yu Hao merasa mimpinya bisa dihiasi dengan semua patung Apsara dan Buddha terbang yang dia lihat.

Story translated by Langit Bieru.

“Seperti mimpi.” Ou Qihang bertanya pada Yu Hao, “Apakah kau pernah ke Dunhuang?”

“Tidak.” Yu Hao berkata, “Aku selalu ingin pergi, tetapi aku tidak punya uang.” xZGJ5F

Yu Hao menyadari bahwa untuk beberapa alasan, dia selalu bertindak sedikit lebih pendiam di depan Ou Qihang, seolah-olah dia secara tidak sadar meniru Chen Yekai. Mungkin dalam benaknya, dia telah mengambil peran sebagai ‘guru’, dan interpretasi terbaik untuk memerankan peran ‘guru’ adalah sikap Chen Yekai.

“Garis ini terlalu indah.” Yu Hao dengan ringan menelusuri mural di pameran khusus dengan jarinya.

Ou Qihang berkata, “Ya. Kekuatan Buddha dapat membuat orang melupakan kesedihan mereka.”

Yu Hao tertawa, “Kenapa kamu mengalami begitu banyak kesedihan?” 0IwPdY

Ou Qihang menghela napas dan tersenyum pada Yu Hao. Yu hao berpikir, anak ini pasti Dewa laki-laki di sekolah menengahnya, ‘kan? Nilai luar biasa, tinggi, tampan dan standar hidupnya tampaknya juga cukup tinggi.

Setelah mereka selesai melihat pameran, Yu Hao dan Ou Qihang makan beberapa oden dan makanan kotak di toko swalayan. Yu Hao mulai menyukai anak ini. Tampaknya dia tidak terburu-buru untuk kencan atau pacaran. Dia sangat murni dan bersih, juga mungkin benar-benar ada di sini untuk mengobrol dengan Yu Hao dan berteman dengannya.

“Bekerja keras lah untuk tahun ketigamu.” Yu Hao berkata, “Kamu tidak akan menyesal.”

Un.” Ou Qihang berkata, “Aku hanya berpikir sangat disayangkan bahwa waktu yang dihabiskan sangat singkat.” 6pCoz

Yu Hao berkata, “Sudah setahun penuh dan kamu masih berpikir itu terlalu pendek?”

Ou Qihang, “Maksudku tidak ada cukup waktu sekarang bagi kita untuk mengembangkan perasaan kita, hahahaha”

Ou Qihang tertawa terbahak-bahak dan Yu Hao segera merasa malu. “Hentikan!”

“Kalau begitu, aku akan pulang.” Ou Qihang berkata, “Aku harus tinggal di sekolah dan ketika sekolah dibuka kembali, ponselku akan diserahkan ke ibuku lagi, jadi kita tidak akan dapat tetap berkomunikasi.” hm8NY

“Aku akan mengantarmu pulang?” Ou Qihang bertanya.

Yu Hao dengan cepat menolak, mengapa semua orang ingin mengantarku pulang? Apakah aku sangat shou?

“Seharusnya aku yang mengantarmu pulang, ayo pergi?” Yu Hao akhirnya berbalik sedikit lagi.

Sebelum liburan musim panas berakhir, banyak siswa secara bertahap mulai kembali ke sekolah. Jalur kereta bawah tanah penuh dengan siswa sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan yang menyeret koper mereka ke sana kemari. vcdUEW

“Yu Hao.” Ou Qihang bersandar ke pegangan kereta yang sebagian besar kosong, dan bertanya pada Yu Hao, “Kau itu sebenarnya apa?”

Yu Hao melihat penampilannya yang seperti monyet dan berpikir temperamennya agak mirip dengan Fu Liqun, “Aku manusia!”

Langit Bieru.

Ou Qihang tanpa sadar menjilat bibir bawahnya dan berkata, “Apakah kau 1 atau 0? Beritahu Didi ini secara rahasia bei.

Yu Hao hendak menggodanya ketika dia tiba-tiba mengeluarkan ponselnya dan menyalakan fungsi perekaman video sebelum memutarnya ke salah satu ujung gerbong. Itu bukanlah periode puncak sekarang, tapi ada seorang lelaki tua yang menempel pada seorang gadis dengan celana pendek dari belakang. Yu Hao berkata, “Pegang ponselnya.” Dan saat dia berbicara, dia berjalan mendekat dan dengan paksa menyeret lelaki tua itu pergi. Lik8yh

Ou Qihang juga menyadarinya dan segera berdiri tegak saat dia berteriak dengan marah, “Hei!”

Ou Qihang bergerak lebih cepat. Dia memasukkan ponsel ke tangan Yu Hao, berjalan dengan langkah besar, dan berdiri tepat di depan Yu Hao. Dia mengangkat bagian belakang kerah pria tua itu dengan satu tangan dan dengan paksa menyeretnya pergi. Dia meraung dengan marah, “Apa yang kau lakukan?! Apakah kau punya keinginan untuk mati, sialan?!” Kemudian dia menamparnya dan seluruh stasiun kereta bawah tanah meledak dalam kegemparan. Gadis yang menjadi korban itu dengan cepat bersembunyi ke satu sisi.

Yu Hao tidak berharap Ou Qihang menjadi begitu agresif. Setelah lelaki tua itu ditampar oleh Ou Qihang, dia langsung layu. Masih ada beberapa orang di kereta bawah tanah yang tidak tahu apa yang sedang terjadi, jadi mereka memarahi Ou Qihang, “Apa yang kau lakukan?”

Ou Qihang, “Apa yang kau lakukan?” EVsyCA

“Apa yang sedang kau lakukan! Memukul orang tua? “

Perkelahian di kota Ying selalu dimulai dengan “Apa yang kau lakukan” yang diucapkan dalam dialek lokal dan diakhiri dengan “Kau sedang mencari kematianmu sendiri”. Setiap kali siklus “apa yang kau lakukan” dimulai, Yu Hao tahu bahwa masalah ini tidak akan diselesaikan dengan cepat. Memang, semua orang mulai melafalkannya berulang kali saat mereka mengulang kata-kata “Apa yang kau lakukan” dalam satu lingkaran. Tidak ada yang berani bertengkar dengan Ou Qihang untuk saat ini dan lelaki tua itu menyadari bahwa situasinya menguntungkannya, sehingga dia mulai meratap dan berbaring di lantai untuk memeras biaya pengobatan darinya.

Yu Hao berkata kepada gadis itu, “Cepat dan pergi, tidak apa-apa sekarang, ambil kesempatan sekarang untuk pergi.”

Bagaimanapun, dia sudah merekam kejadian itu, jadi meskipun ini dilaporkan ke polisi, mereka tidak perlu takut. Ketika kereta bawah tanah tiba di halte, gadis itu berbisik, “Terima kasih.” Dia kemudian memberikan dua potong coklat untuk Yu Hao, menyeka wajahnya dan pergi. EN6tvO

Yu Hao benar-benar takut bahwa tamparan Ou Qihang telah membuat orang tua itu tuli, tetapi melihat dia membuat ulah di tanah dengan penuh semangat sekarang, seharusnya tidak ada yang terjadi padanya.

“Aku mengantongi sabuk hitam Taekwondo.” Ou Qihang berkata kepada Yu Hao, “Tidak perlu takut pada mereka.”

Yu Hao, “…”

Semua orang di dalam gerbong dengan tajam menangkap kata-kata kuncinya dan mulai diam satu demi satu. Hanya ratapan lelaki tua itu yang tersisa saat dia memohon semua orang untuk memanggil polisi untuknya. Dia sedang duduk di tanah dan hendak merangkak ketika Ou Qihang mengambil sikap mendominasi dan menendangnya lagi, “Pergilah!” y0WraY

Orang tua itu ketakutan dan tidak mengatakan apa pun untuk sesaat. Ketika kereta bawah tanah tiba di sebuah stasiun, mereka berdua turun untuk pindah ke jalur lain seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Yu Hao, “Mereka benar-benar melepaskan kita tanpa masalah atau pemerasan, aku bahkan berpikir bahwa kita harus pergi ke kantor polisi.”

Ou Qihang, “Apa yang perlu ditakuti? Ayahku berkata bahwa kau hanya harus memukul orang-orang seperti itu, dan kau harus lebih kuat daripada mereka.”

Yu Hao, “Ya. Dulu aku tidak pernah bisa memaksa diriku untuk melakukannya, tapi aku perlahan-lahan belajar bagaimana melakukannya.” I910Mj

Setelah mengikuti Zhou Sheng untuk waktu yang lama, Yu Hao hanya merasa seperti dia sekarang telah belajar untuk tidak takut. Lagipula, aku tidak punya uang, apa yang bisa kamu lakukan padaku?

“Kalau begitu…” Ou Qihang memasukkan kedua tangannya ke dalam sakunya dan menatap Yu Hao dengan sungguh-sungguh.

Please visit langitbieru (dot) com

“Kamu akan pergi?” Yu Hao tersenyum, “Belajar dengan giat, aku akan memberikan ini untukmu.” Saat Yu Hao mengatakan itu, dia juga sedang menyerahkan dua potong cokelat yang diberikan gadis tadi kepada Ou Qihang. Ou Qihang mengambil satu bagian, meninggalkan yang lain untuk Yu Hao. Dia mengambil sesuatu dari sakunya dan berkata, “Ini untukmu.”

Benda itu adalah kotak kecil. Ou Qihang berkata, “Ini adalah Rubik kubus, tidak mahal, aku membuatnya sendiri. Terima itu ba.” aB8mF2

Yu Hao melihat bahwa itu tidak mahal, jadi dia menerimanya. Ou Qihang berkata, “Yu Hao, sampai jumpa tahun depan.”

Yu Hao tersenyum, “Sampai jumpa tahun depan!”

Yu Hao berpisah dengan Ou Qihang. Dia memakai earphone untuk mendengarkan musik saat dia beralih ke jalur lain dan melihat ke bawah ke rubik kubus kecil yang diberikan Ou Qihang di kereta bawah tanah. Dia membaliknya beberapa kali; siswa sekolah menengah ini cukup terampil dengan tangannya.


Colosseum Roma Kuno. YgDcPC

Medusa dengan cepat menghilang saat dia telah berubah menjadi uap hitam. Api yang dimuntahkan oleh naga hitam itu hanya mengenai ruang kosong di mana wanita itu tadi berada beberapa saat sebelumnya. Zhou Sheng mengangkat perisainya dan melihat ke atas. Medusa mengacungkan cakarnya yang tajam dan bergegas turun ke arah mereka dari udara di atas!

Ekor ular Medusa melingkari Zhou Sheng dan dengan brutal melemparkan tubuhnya yang babak belur ke tepi arena. Sesaat kemudian, ketika naga hitam itu berbalik, mata Medusa bersinar dengan cahaya yang menyilaukan!

Seluruh arena diselimuti cahaya, disertai dengan raungan gila naga hitam itu. Naga itu berputar di udara; sayapnya di satu sisi retak dan hancur menjadi puing-puing juga asap. Medusa kemudian menekan kepala naga hitam itu dan dengan rapi menggorok lehernya.

Darah menyembur dari naga hitam dan itu jatuh, bertabrakan secara brutal dengan tanah. StziQy

Zhou Sheng menggigil dan berjuang untuk berdiri di tengah hujan badai. Armornya hampir robek; dada dan punggungnya semuanya tertutup goresan dari Medusa. Lukanya tidak kunjung sembuh, dan darah terus merembes dari mereka.

Dia menundukkan kepalanya dan melihat wajahnya yang berlumuran lumpur terpantul di genangan air di arena.

‘Mengakui kekalahan!’ Suara Setan terdengar, “Mengakui kegagalanmu juga bisa dianggap sebagai semacam keberanian.”

Zhou Sheng terengah-engah saat dia mendongak ke atas. Medusa mencabut cakarnya, pupilnya berputar dan melebar saat mulai bersinar. dMjIkb

“Tidak,” Zhou Sheng berkata dengan dingin.

Sebelum ada yang bisa mendaftarkannya, boneka rubah di bahu Zhou Sheng telah berubah menjadi sinar cahaya perak yang melesat ke langit.


Setelah meninggalkan stasiun kereta bawah tanah, hanya tersisa satu bus yang berangkat pada jam 9 malam. Yu Hao menunggu selama 45 menit dan mengirim pesan ke Zhou Sheng, tetapi tidak mendapat balasan. Saat dia kembali ke asrama, waktu sudah menunjukkan pukul 21.40.

Liburan musim panas mereka akan segera berakhir, dan semakin banyak mahasiswa yang kembali ke kampus. Yu Hao melihat para pejalan kaki yang berjalan kesana kemari dan merasakan sedikit rasa kehilangan. Dia jelas telah melakukan banyak hal pada liburan musim panas ini dan mendapatkan cukup banyak uang juga, tapi sepertinya dia telah membuang-buang waktu untuk banyak hal yang tidak berharga yang membuatnya merasakan perasaan hampa yang tak terlukiskan. N RjU6

Zhou Sheng pergi menemui pasangan kencan buta yang telah diatur ayahnya untuknya, mereka seharusnya pergi berkencan cukup lama ba? Ini akan baik untuk kita berdua. Yu Hao berjalan kembali ke asrama di bawah lampu jalan dan membuka pintu. Fu Liqun hanya akan kembali besok. Asrama tampaknya telah dibersihkan dan Zhou Sheng sedang duduk di balkon.

Yu Hao tidak mengatakan apa pun. Dia pergi ke balkon dan ingin menepuk pundak Zhou Sheng, tetapi dia melihat bahwa Roda Gagak Emas bersinar lagi. Benda itu berkedip sesekali seperti saat dia memasuki alam bawah sadar; benda memanggilnya.

Langit Bieru.

Yu Hao, “…”

Zhou Sheng sedang duduk di kursi malas di balkon dan tertidur lelap. Kepalanya agak miring ke samping. XauJsr

Yu Hao duduk di kursi malas lainnya dan mengerutkan kening saat dia dengan lembut menarik pergelangan tangan Zhou Sheng. Dia meletakkan lengan Zhou Sheng ke pangkuannya, menekan Roda Gagak Emas dengan jarinya, dan menekan kepala Zhou Sheng dengan jari di tangan lainnya.

Translator's Note

Maksudnya, dia bertanya kalau Yu Hao ini 0 = Shou atau 1 = Gong.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!