English

Merebut MimpiCh82 - Kembang Api

2 Comments

Penerjemah : Zhanshine
Editor : AdaRa


“Tapi kamu adalah orang yang kucinta, kenapa aku masih harus mencarinya lagi?” anM0F


Bianglala berhenti setelah menyelesaikan satu putaran dan staf penjaga pun membuka pintu gerbong.

Yu Hao—yang wajahnya sembab dan masih berlinang air mata—adalah orang pertama yang meninggalkan gerbong. Dia melesat pergi melalui pintu gerbong dan Zhou Sheng segera mengejarnya dari belakang. Yu Hao tidak bisa menghentikan air matanya sama sekali. Fu Liqun sedang menunggu di pintu ke luar sambil merekam video untuk mereka berdua dengan ponselnya dan langsung tertegun saat melihat sosok Yu Hao. Hanya ketika Zhou Sheng membuat isyarat ‘oke’ dengan jarinya ke hadapan Fu Liqun, barulah pria itu mengucapkan “Wow!” yang terkesan berlebihan.

Story translated by Langit Bieru.

“Nyonya Muda!” Fu Liqun berteriak, “Waktunya wawancara, bagaimana perasaanmu saat ini?”

Yu Hao berteriak geram. “Apa kalian sudah merencanakan semuanya selama ini?!” K7JiMF

Yu Hao cuma ingin mencari tempat untuk bersembunyi sebentar, tetapi Zhou Sheng telah berhasil menyusulnya dan kini memeluknya pinggangnya. Keduanya berdiri bersama di depan restoran; Zhou Sheng menundukkan kepalanya saat memeluk Yu Hao dan tanpa ragu-ragu pada akhirnya memberanikan diri untuk mencium bibir Yu Hao.

Keributan segera muncul di depan restoran. Cen Shan segera membekap mulutnya dan sebelum siapapun di sekitar mereka dapat bereaksi, Zhou Sheng berkata kepada manajer di luar restoran, “Sudah kubilang, yang tadi itu bukan pacarku.”

Manager restoran, ” .…”

Yu Hao mendorong Zhou Sheng menjauh dari dirinya dan lari ke dalam restoran untuk bersembunyi. Dia bersandar di meja samping jendela. Di sekitarnya otomatis dibanjiri sinar matahari. Zhou Sheng mengambil tisu dan menyerahkannya padanya; Yu Hao menggunakan satu tangan untuk menutupi matanya dengan tisu dan memblokir Zhou Sheng dengan tangan lainnya. Suaranya bergetar saat dia berkata, “Beri aku waktu untuk tenang, ini terlalu mendadak.” M7jbEr

Zhou Sheng membuang ingus saat dia duduk di hadapan Yu Hao. Yu Hao hanya bisa mendengar tawanya dan saat ini, dia benar-benar ingin mengeluarkan semua unek-unek dan menangis dengan baik.

“Apa yang salah?” Zhou Sheng mulai meminta untuk dipukul. “Apa kebahagiaan datang terlalu tiba-tiba? Tidak ada lagi kencan buta? Apa kamu masih mau makan apa yang aku masak untukmu?”

Zhou Sheng seperti anak kecil saat dia terkapar di atas meja dan menatap Yu Hao. Yu Hao memberinya tendangan keras dari bawah meja.

“Tuan Muda!” Seseorang masuk. “Traktir kami minum ah! Bagaimana dengan pengakuanmu?” icXsFb

“Bukannya aku sudah mentraktir kalian sebelumnya?” Zhou Sheng berkata, “Minuman It Takes Two to Love dibeli oleh Nyonya Mudamu sendiri, apa itu di tanganmu?”

Yu Hao, “Kamu ….”

Fu Liqun dan Cen Shan pun memutuskan untuk pergi. Mereka tetapi masih memotret Yu Hao dan Zhou Sheng dari luar jendela. Zhou Sheng berkata, “Cepat istriku, senyum! Gege dan kakak ipar mengambil fotomu.”

Yu Hao menoleh ke samping dan merasa hampir hancur berserakan. Dia berpikir, jadi kalian semua sudah tahu ini sejak lama? Zhou Sheng mengulurkan tangan dan meletakkan lengannya di bahu Yu Hao, lalu membuat gestur ‘yeah‘ pada Cen Shan dan Fu Liqun di luar. OPu3wG

Yu Hao baru saja sembuh dari flu, tetapi kepalanya mulai sakit dan berdengung lagi. Zhou Sheng bersandar di meja lagi dan berkata, “Aku tidak tidur sama sekali tadi malam, tapi kamu tidur cukup nyenyak, ya.”

Yu Hao, ” ….”

Zhou Sheng, “Bibirmu sangat lembut, aku selalu ingin menciumnya, tapi aku selalu berpikir ide itu tampak penuh dosa, seolah-olah aku ini orang yang cabul. Boleh aku menciummu lagi?”

Yu Hao ingin menghadang Zhou Sheng untuk melakukannya, tetapi Zhou Sheng justru menarik tangannya dan mencondongkan tubuh ke depan untuk menciumnya lagi, lalu dia bahkan menjilat bibirnya sendiri seolah-olah dia belum merasa cukup. zWdk9c

“Sial!” Zhou Sheng berkata, “Sepertinya tindakanku sudah berlebihan.”

Yu Hao berujar, “Beri aku air. Aku merasa seperti akan mati.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng buru-buru bangun dan membeli sebotol air untuk Yu Hao. Dia lalu membuka tutup botolnya dan Yu Hao menenggak setengah botol sebelum akhirnya dia merasa lebih lega. Zhou Sheng berkata, “Aku harus pergi ke kamar kecil. Jangan pergi ke manapun dan tunggu aku di sini.”

Setelah Zhou Sheng mengatakan itu, dia bergegas ke toilet dengan kecepatan tinggi dan kemudian kembali. Yu Hao merasa seolah-olah beberapa planet tengah bertabrakan satu sama lain. Tabrakan mereka kacau balau, meledak, dan memicu kembang api. Rasanya seperti tubuhnya dihancurkan, sampai ke tulang-tulangnya. gcqVwD

“Aku pikir kamu sudah pacaran dengan perempuan itu.” Yu Hao memikirkannya berulang kali dan untuk beberapa alasan, itulah yang ingin dia katakan.

“Siapa?” Zhou Sheng sedikit bingung, lalu berkata, “Oh … tidak, aku menolaknya saat pertama kali kami bertemu. Dia bilang ‘kita bisa menjadi teman dulu,’ tapi Bei Xiaozhou membuatku … ​​lupakan! Rasanya sulit untuk mengatakannya. Ayahnya menanyakan alamatku kepada Ayah, jadi Bei Xiaozhou membawanya langsung ke gedung asrama kami. Saat aku bertemu dengannya, aku tidak sengaja membocorkan rencana kita untuk datang ke taman hiburan hari ini, jadi Bei Xiaozhou mengatakan kepadaku bahwa aku harus berbicara dengannya apa pun yang terjadi dan menjernihkan suasana. Kupikir .…”

Yu Hao menatap kosong ke arah Zhou Sheng. Zhou Sheng merobek plester luka di jarinya, memperlihatkan luka yang memucat dan sudah mulai sembuh. Dia menjelaskan dengan sungguh-sungguh kepada Yu Hao, tetapi Yu Hao terus tidak fokus—server otaknya rusak.

“… kupikir aku mungkin juga akan berterus terang tentang semuanya hari ini.” Zhou Sheng memandang Yu Hao dan tersenyum, “Oh, ya, sekarang aku ingat kalau aku masih perlu memberi jawaban kepada Bei Xiaozhou.” dgLZIY

“Aku segera menolaknya saat pertama kali kita bertemu.” Zhou Sheng berkata saat dia sedang mengirim sms, “Tapi yang kukatakan adalah ‘aku sedang tidak ingin berkencan,’ yang tidak bisa dianggap sebagai alasan. Kalau aku bilang bahwa aku sebenarnya sedang menyukai seseorang, aku perlu menjelaskan siapa orang itu dan jika aku mengatakan bahwa itu adalah kamu, aku takut jika ayahnya tahu, dia akan memberi tahu ayahku. Aku tidak mau kamu terluka ….”

Zhou Sheng mengoceh sedikit tidak jelas saat dia menjelaskan banyak hal itu. Yu Hao hanya terus mengangguk dan pada akhirnya, dia berucap, “Sebenarnya, itu tidak masalah lagi.”

Zhou Sheng selesai mengirim pesan, meletakkan ponselnya dan hanya melihat Yu Hao.

Yu Hao tertawa. Zhou Sheng berkata, “Moodmu sudah membaik sekarang?” LixUKn

Yu Hao berkata dengan nada lembut, “Aku selalu dalam suasana hati yang baik.”

Zhou Sheng tiba-tiba berkata, “Apa kamu masih ingat anak SMA itu?”

Yu Hao, “Ou Qihang?”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Zhou Sheng berkata, “Hari ini, aku akhirnya ingat di mana aku pernah bertemu dengannya. Terakhir kali kita bekerja di sini, aku sedang memanggang sayap ayam di belakang meja dan kamu duduk di dekat jendela menungguku selesai bekerja juga. Anak SMA itu diam-diam memotretmu dengan ponselnya. Lao Gao! Apa seseorang datang ke sini untuk meminta nomor Yu Hao?” kDa42j

Manajer menjawab dengan ‘aidan berkata, “Ada, dia bilang dia junior Yu Hao dan ingin berkonsultasi dengannya tentang ujian masuk kampusmu.”

Zhou Sheng, “Sial, aku tahu itu kau! Lao Gao, bagaimana bisa kau memberikan nomor seseorang begitu saja?”

Manajer berkata, “Dia juga bekerja di sini selama beberapa hari dan tampak seperti anak SMA yang sederhana. Dia melihat formulir pendaftaran di kantor dan nomormu ada di sana. Aku tidak memberikannya, dia menemukannya sendiri.”

Yu Hao, ” ….” zRd2NZ

Zhou Sheng tersenyum. “Dasar orang licik. Kurasa dia tidak sedang mengejarmu, tapi dia mungkin ingin memanaskan sesuatu. Jika dia berani bertemu denganmu lagi, lihat saja bagaimana aku akan menghadapinya.”

Yu Hao berkata, “Aku tidak punya uang, tidak punya kemampuan dan aku juga bodoh, apa yang bisa dia peroleh dengan menipuku?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng, “Lupakan, aku akan melindungimu dengan baik.”

Yu Hao sama sekali tidak memperhatikannya, tetapi seperti yang dikatakan Zhou Sheng, itu tidak masalah sama sekali. ibAlmu

Yu Hao masih sedikit kewalahan. Tangannya terus memainkan kotak musik yang diberikan Zhou Sheng padanya.

“Aku mendaftar kelas khusus dan menghabiskan waktu lama untuk mengerjakan itu.” Zhou Sheng melanjutkan, “Mekanisme jarum jam terus tidak selaras, tapi aku tidak memperbolehkan guru memperbaiki kotak musik itu untukku.”

Yu Hao tertawa dan menutup kotak musik. 《My Little Happiness》 diputar lagi. Kedua orang yang duduk di sudut restoran bermandikan sinar matahari.

“Kapan kamu kepikiran untuk membuat ini?” Yu Hao bertanya. kPAzdX

“Saat liburan musim panas baru saja dimulai.” Zhou Sheng menjawab, “Tapi kalau itu tentang kapan aku menyukaimu, maka itu seharusnya sudah jauh lebih awal ba? Kupikir sejak saat pertama kali aku mendengarmu bernyanyi di kampus adalah awal ketika aku mulai … agak … sedikit menyukaimu. Aku hanya berpikir, jika aku melakukan hal itu padamu, itu akan menjadi sedikit … sedikit mesum.”

“Sebenarnya kamu tidak perlu … Maksudku, kamu tidak perlu … mempersiapkan semua ini.” Yu Hao berkata, “Bahkan jika kamu cuma dengan santai mengakuinya kepadaku, aku akan tetap … masih ….”

Yu Hao perlahan mendapatkan kembali ketenangannya, tetapi Zhou Sheng berkata dengan sungguh-sungguh, “Kamu terlalu banyak berpikir. Jika aku memberitahumu dengan santai, kamu akan berpikir bahwa aku cuma menyetujui ini karena kasihan, tapi tentu saja tidak begitu. Aku mau kamu tahu bahwa aku sangat menyukaimu. Aku mencintaimu, Yu Hao.”

“Berhenti bicara!” Yu Hao berkata, “Atau aku akan menangis lagi.” 6PGfBL

Zhou Sheng tersenyum dan berkata, “Jika aku memang tidak memiliki perasaan apa pun pada seseorang, maka aku akan langsung menolak orang itu. Aku tidak seperti pria AC.”

Yu Hao mencoba yang terbaik untuk menenangkan diri. Zhou Sheng ini selalu blak-blakan dan terus terang; dia baru saja secara blak-blakan mengatakan yang sebenarnya.

“Lalu, apa sebenarnya yang membuatmu begitu marah pada dua hari lalu?” Yu Hao berkata, “Kupikir kamu benar-benar kesal denganku.”

Zhou Sheng, “Aku kesal pada diriku sendiri, oke? Aku terjebak ah, aku tidak bisa mengalahkan Medusa dan kamu bahkan melihatku dalam kondisi seperti itu. Aku pikir aku bisa menang.” Zhou Sheng mendesah. “Aku takut bahwa aku tidak akan pernah bisa mengalahkan diriku sendiri dalam hidup ini ba.kQYOfg

Yu Hao tiba-tiba mengerti—Zhou Sheng selalu melawan iblis di batinnya. Dia ingin mengatasi trauma masa kecil yang ditinggalkan oleh keluarganya dan membebaskan dirinya dari semua kopernya sebelum membuat pengakuan kepada Yu Hao, kemudian membangun masa depan yang lebih baik bersamanya.

“Apa menurutmu kita bisa melalui ini?” Yu Hao berkata, “Kita tidak bisa, Zhou Sheng.”

“Bisa tidak sekarang panggil aku ‘suami’?” Zhou Sheng menatapnya dengan penuh harap.

Yu Hao, ” ….” 3LGKDu

Zhou Sheng tidak mengatakan apa pun. Sudut bibirnya sedikit terangkat dan tatapannya beralih untuk melihat ke luar jendela.

“S-Suami,” panggil Yu Hao.

Langit Bieru.

Ai!” Zhou Sheng tersenyum dan senyumnya bersinar secemerlang matahari. Yu Hao berpikir, kenapa kamu begitu yakin bahwa kamu yang akan menjadi si suami? Lupakan saja, selama mereka bisa bersama, Yu Hao rela melakukan apa pun.

“Aku masih marah tentang kubus Rubik itu.” 9cdAs5

Setelah beberapa saat, Zhou Sheng perlahan berkata, “Setelah kamu menyatukan enam sisi, polanya akan diserialkan sebagai I, L, O, V, E, U.”

Yu Hao, ” ….”

Zhou Sheng berkata, “Sekarang aku berhak makan cuka ba? Lalu, aku akan mulai makan semua cuka yang kuinginkan! Mulai dari sekarang aku akan memantau siapa yang berani mendekat dan mengobrol denganmu lagi!”

Yu Hao, “ .…” 7FkVnL

“Makanlah ba.” Yu Hao hanya bisa menjawab dengan kalimat itu. Dia tahu bahwa Zhou Sheng hanya bercanda dan memang, Zhou Sheng tertawa lagi dan mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah Yu Hao. “Aku hanya menggodamu. Karena aku bisa bersamamu, aku tidak perlu makan cuka di masa depan.”

Sejak Yu Hao turun dari bianglala, dia terus-menerus diekori oleh Zhou Sheng secara antusias sampai akhirnya dia menjadi sedikit tergila-gila. Hari ini adalah hari ketika di dalam hidupnya gunung-gunung berguncang dan kerak bumi sedang bergolak. Namun, itu hanya terasa seperti mimpi baginya, orang yang benar-benar tenggelam dalam situasi tersebut.

Zhou Sheng berkata, “Apa yang kamu pikirkan, istriku?”

Yu Hao berkata, “Jangan katakan apa pun dulu, beri aku waktu untuk menenangkan diri.” aewWOH

Yu Hao memandang Zhou Sheng dan berpikir bahwa pria itu sangatlah tampan. Senyum menggoda Zhou Sheng perlahan surut dan ekspresinya menjadi serius saat dia melihat tepat ke wajah Yu Hao.

“Kamu sangat tampan.” Zhou Sheng berkata, “Kadang-kadang batangku mengeras hanya dengan melihatmu.”

Yu Hao, ” .…”

Zhou Sheng, “Oke, aku akan berhenti bicara!” JOvpca

Keduanya kemudian hanya saling menatap. Akhirnya, Zhou Sheng tidak bisa diam lagi dan tiba-tiba berkata, “Mari kita bersaing untuk melihat siapa yang tertawa lebih dulu. Orang pertama yang tidak bisa menahan tawa akan kalah.”

Belum juga dimulai, Yu Hao sudah lebih dulu tertawa dan dia tertawa begitu keras hingga dia terdorong dari meja. Dia merasa seperti orang gila hari ini.

“Aku terlalu banyak menangis hari ini.” Yu Hao berkata, “Meratap dan menangis, itu sangat memalukan.”

Zhou Sheng hanya tersenyum sambil menatapnya dan terus memandangnya sebentar seperti ini. Yu Hao berkata, “Aku sangat menyukaimu, Zhou Sheng.” wBqXJZ

Kala Zhou Sheng mendengar ini, matanya menjadi sedikit memerah dan dia berkata, “Aku juga. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Apa kamu pernah masuk ke dalam mimpiku dan mencuri hatiku?”

Yu Hao menarik napas dalam-dalam dan perlahan menjadi tenang. Dia merasa kejutan yang dia terima hari ini akan bertahan setidaknya selama sebulan.

Story translated by Langit Bieru.

“Apa yang kamu pikirkan?” Zhou Sheng bertanya lagi.

Yu Hao berkata, “Tadi itu adalah ciuman pertamaku. Aku benar-benar tidak siap dan kini ciuman itu hilang begitu saja.” ZpWxK4

Zhou Sheng, “Itu juga ciuman pertamaku.”

Yu Hao menjawab dengan ‘un. Zhou Sheng melanjutkan, “Kalau begitu, ayo ciuman lagi ba.

Yu Hao hendak memeriksa sekeliling mereka ketika Zhou Sheng secara terbuka—tidak peduli apakah ada orang lain di restoran—membungkuk dan mencium bibir Yu Hao lagi.

Kehangatan bibirnya dan sensasi lembutnya sangat membuat ketagihan bagi Yu Hao, sehingga setelah satu ciuman, dia pun menginginkan lebih. Ae4dWF

“Apa yang kamu pikirkan?” Yu Hao bertanya.

“Kamu benar-benar mau tahu?” Zhou Sheng berkata sambil merapikan jinsnya dan tersenyum.

Yu Hao menatap Zhou Sheng dengan ragu. Zhou Sheng berkata, “Aku sedang memikirkan kapan aku akan membawamu ke luar dan menyewa kamar.”

Yu Hao benar-benar tercengang. Bukankah itu terlalu … cepat? DH8d9d

Zhou Sheng melanjutkan, “Gege memintaku untuk membuat persiapan sebelumnya, tapi aku terlalu gugup dan tidak mempersiapkan apa pun .…”

Yu Hao segera berkata, “Kita tidak perlu terburu-buru ba? Aku … aku juga harus mempersiapkan diri secara mental.”

Yu Hao sebenarnya telah melihat beberapa gambar di forum sebelumnya dan gambar-gambar itu hampir membuatnya hampir meloncat dari kursi. Foto itu kebanyakan berasal dari luar negeri dan sepertinya melakukan hubungan seks itu akan sangat menyakitkan dan tidak nyaman ba. Bahkan dia harus mempersiapkan mental dirinya sendiri dan dia adalah seorang gay pemula dan hah … lupakan saja seseorang seperti Zhou Sheng yang belum pernah tertarik kepada laki-laki sebelumnya.

Yu Hao, “Anu … Su … Su  .…” Yu Hao merasa agak sulit untuk mengatakannya. 840UB2

Un? Ada apa, istriku?” Tapi Zhou Sheng bisa mengatakannya dengan sangat lancar.

“Aku ingin bertanya padamu.” Yu Hao memikirkannya berulang kali dan merasa perlu untuk memastikannya. Pada saat ini, dia tiba-tiba mengerti mengapa Zhou Sheng mengatakan bahwa dia ingin mengaku kepada Yu Hao dengan cara yang sangat serius dan sungguh-sungguh—Yu Hao memang kurang percaya diri.

“Katakan saja ah.” Zhou Sheng menjawab.

“Kamu benar-benar … punya perasaan untuk laki-laki?” Yu Hao berkata, “Seperti … hasrat seksual?” Y3jG9f

Zhou Sheng, “Oh? Apakah kita sedang mendiskusikan teori Freud tentang seks dan psikologi cinta?”

Yu Hao berkata, “Tidak, aku hanya takut, takut bahwa kamu ….” Mata Yu Hao bertemu dengan tatapan kontemplatif Zhou Sheng.

Story translated by Langit Bieru.

“Tidak kepada Gege, tidak untuk Xia Lei atau yang lainnya juga.” Zhou Sheng, “Bukan untuk Kaikai dan terlebih lagi untuk Xue Long.”

Yu Hao hampir memuntahkan minumannya. Zhou Sheng melanjutkan, “Hanya untukmu.” CjayDG

Yu Hao berpikir, bagaimana sebenarnya yang dia rasakan? Apa ini berarti Zhou Sheng telah dibengkokkan olehku? Yu Hao merasa sedikit bersalah terhadap Zhou Sheng.

“Terasa sangat mengasyikkan.” Zhou Sheng tahu apa yang ingin ditanyakan Yu Hao dari ekspresinya, lalu memikirkannya lagi dan berkata, “Aku mungkin biseksual? Kalau kamu tidak percaya padaku, ke marilah dan cium aku, maka aku akan membiarkanmu menyentuhku dan kamu akan tahu apakah aku berbohong kepadamu atau tidak.”

Yu Hao seharusnya mengatakan tidak, tapi dia berubah pikiran dan berkata, “Oke.”

Zhou Sheng mengangkat bahu dan menutup matanya. Yu Hao berbalik dan melihat sekeliling. Saat itu menjelang senja dan tidak ada lagi siapapun di restoran itu. Jadi dia menyeberangi meja dan menundukkan kepalanya untuk mencium Zhou Sheng. Zhou Sheng menarik tangan Yu Hao untuk menekannya dan Yu Hao tahu bahwa dia memiliki perasaan padanya. MVu3PE

Ketika bibir mereka terbuka, Zhou Sheng membuka matanya dan sedikit senyum terlihat di wajahnya.

“Kembang api akan segera dimulai.” Manajer berkata, “Bukankah kalian akan pergi menaiki beberapa wahana lagi? Bukannya bermesraan di mana saja?”

Wajah Yu Hao langsung memerah. Zhou Sheng berkata, “Apa salahnya berkencan di kiosmu? Ini tidak seperti kami memenuhi ruangan!”

Manajer itu berkata, “Aku akan memberi kalian sepasang It Takes Two to Love ba, kami akan segera tutup!” Ymh917

Zhou Sheng pergi untuk mengambil minuman dan mengobrol sebentar dengan manajer, lalu pergi dengan Yu Hao. Ketika mereka meninggalkan restoran, embusan angin bertiup melewati tubuh mereka dan matahari terbenam bersinar dengan warna keemasan. Yu Hao tiba-tiba merasa dunia di sekitarnya tampak tidak nyata. Mulai sekarang, aku akan menjalin hubungan dengan Zhou Sheng. Apa yang akan kami lakukan di masa depan? Dan seperti apa masa depan kami?

Zhou Sheng melepas jaketnya dan menyerahkannya pada Yu Hao. “Sekarang agak dingin. Kamu baru saja sembuh dari flu, pakailah ini ba.

Yu Hao berkata, “Aku punya jaket sendiri.”

“Bisakah kamu mematuhi pacarmu ini?” Zhou Sheng menatapnya dan memberi isyarat kepada Yu Hao untuk melihat beberapa cangkir di tangannya, mengingatkannya bahwa mereka sudah bersama. pBfAuW

Yu Hao berpikir, ya Tuhan, bagaimana aku bisa tidur malam ini? Kepalaku rasanya mulai sakit lagi.

Zhou Sheng menoleh ke bawah saat dia mengirim sms ke Fu Liqun dan yang lainnya untuk menanyakan di mana mereka berada, lalu dia bertanya pada Yu Hao, “Tidak apa-apa menonton kembang api bersama dengan orang lain?”

Yu Hao, “Tentu.”

“Kupikir kamu mungkin masih sedikit malu.” Zhou Sheng bergumam pada dirinya sendiri. hvtS4C

Akan ada pertunjukan kembang api pada pukul 19.30. Hari ini adalah hari terakhir liburan musim panas, jadi pertunjukan kembang api akan lebih megah dari biasanya. Zhou Sheng menemukan sebuah bangku dan duduk dengan lengan melingkari bahu Yu Hao.

“Apa kamu kedinginan?” Zhou Sheng berkata, “Kalau kamu kedinginan, peluk aku saja.”

Langit Bieru.

Yu Hao tertawa, “Berhentilah menggodaku seperti itu. Aku tidak akan bisa menahan diri.”

“Apa salahnya menggodamu sedikit? Aku tidak bisa melakukannya sebelumnya, tapi sekarang aku bisa menggodamu semauku.” Zhou Sheng melihat ke kejauhan; Fu Liqun dan yang lainnya perlahan-lahan tiba dalam kelompok dua atau tiga orang. Unmzi9

Yu Hao, ” ….”

Zhou Sheng mengeluarkan ponselnya dan dengan gesit melemparnya ke atas dan memutarnya. Dia mengalihkan kameranya ke mode pengatur waktu dan memutarnya secara horizontal. Yu Hao berpikir dia ingin mengambil gambar bianglala saat matahari terbenam, tetapi Zhou Sheng justru menoleh dan mencium Yu Hao, lalu menekan tombol pengatur waktu.

“Seseorang sedang melihat kita, ” kata Yu Hao.

“Siapa yang peduli dengan mereka?” Zhou Sheng berkata dengan acuh tak acuh. mgD1Or

Saat malam telah datang, langit berubah menjadi merah keunguan. Zhou Sheng melihat ponselnya dan berkata, “Xue Long akan melakukan inspeksi asrama hari ini; kita tidak bisa ke luar. “

“Aku sebenarnya juga sudah ingin kembali ke asrama juga.” Yu Hao telah begitu terbawa oleh cinta hari ini, sehingga dia hampir merasa ingin muntah, “Ayo pulang kalau kita selesai menonton ba.”

Zhou Sheng mengangkat alisnya ke arah Yu Hao dengan cara nakal serta menggoda dan berkata, “Kalau begitu tunggu aku untuk mempersiapkan diri dan belajar sedikit dulu.”

Yu Hao, “Apa kamu akan belajar dengan buku? Pendidikan seks tidak mengajarkan cara melakukan itu.” 3kwARU

Zhou Sheng, “Aku bisa berkonsultasi dengan Kaikai.”

Suara Fu Liqun terdengar dari belakang mereka. “Tuan Muda, kau terlalu banyak membullynya ba.”

Yu Hao terkejut. Zhou Sheng bertanya, “Kapan kamu tiba?”

“Saat kau berbicara tentang belajar,” balas Fu Liqun. dk8PaA

Cen Shan tertawa terbahak-bahak hingga hampir jatuh ke tanah. Zhou Sheng berkata, “Kakak ipar sangat tidak terkendali hari ini, berapa kali dia naik roller coaster?”

“Sepanjang sore ba. Pada dasarnya aku telah membuka pintu ke dunia yang benar-benar baru, ini sangat menyenangkan,” Cen Shan berkata dengan wajah serius. Berbeda dengan kekasihnya, wajah Fu Liqun sangat pucat dan dia jelas sedang tidak enak badan.

Fu Liqun berkata, “Yu Hao, kasihanilah orang yang tersiksa ini dan berikan ruang untuk Gege bei.”

Yu Hao segera bangkit. “Kalian berdua bisa duduk.” 6Gki0I

Zhou Sheng berkata, “Ai! Aku tahu Gege memiliki rencana yang sangat bagus. Terima kasih!”

Yu Hao, “???”

Langit Bieru.

Yu Hao hendak berdiri di samping ketika Fu Liqun dan Zhou Sheng diam-diam duduk di kedua ujung bangku; Fu Liqun duduk, mengulurkan tangan untuk melingkarkan lengannya di pinggang Cen Shang dan membiarkan perempuan itu duduk di pahanya, sementara Zhou Sheng menarik pinggang Yu Hao untuk membuatnya duduk di pangkuannya.

Fu Liqun, “Tidak perlu begitu canggung, sama-sama na!” xUzFMJ

Yu Hao tersipu dan bertanya-tanya, hubungan macam apa ini? Zhou Sheng mengulurkan tangan dan menarik tudung hoodie Yu Hao; mereka berdua meringkuk bersama saat kembang api dimulai dan meledak dengan suara bang, menerangi wajah mereka.

Yu Hao menatap kembang api dengan linglung, tetapi Zhou Sheng menatap wajah Yu Hao dengan senyum di matanya.

“Aku mau memberikanmu ini.” Yu Hao berbisik sambil mengeluarkan jimat cinta—yang diberikan Cen Shan—dari sakunya. Zhou Sheng memandang Yu Hao dan tersenyum, tetapi tidak menerimanya.

“Efek jimat itu hanya bisa untuk hari ini.” Cen Shan berkata, “Kau sudah bisa membuangnya.” AEdlSz

Yu Hao, “Tapi bukannya ini digunakan untuk menemukan cinta?”

Zhou Sheng, “Tapi kamu adalah orang yang kucinta, kenapa aku masih harus mencarinya lagi?”

Yu Hao, ”  .…”

“Ya Tuhan,” Fu Liqun berkata, “Zhou Sheng, tolong jangan lakukan itu, Laoshi tidur sendirian malam ini! Kasihanilah aku bei!” yXgKMi

Kembang api meledak dengan cepat di langit. Di bawah kelam malam, seperti pecahan batu giok dan bintang jatuh yang tak terhitung jumlahnya, mereka mengguncang dunia dan menerangi bumi. Bianglala itu memuntahkan api warna-warni yang menyilaukan dan semua orang di taman hiburan bersorak bersama.

“Aku sangat menyukai bianglala ini,” Yu Hao bergumam pada dirinya sendiri.

Translator's Note

Pria AC (air conditioner) maksudnya adalah pria yang selalu baik sama cewek atau cowok manapun. Sampai-sampai dia punya banyak teman lawan jenis. Cuma teman, bukan pacar. Mereka biasanya jaraaaaang sekali pacaran

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

2 comments

  1. Kala Zhou Sheng mendengar ini, matanya menjadi sedikit memerah dan dia berkata, “Aku juga. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Apa kamu pernah masuk ke dalam mimpiku dan mencuri hatiku?”

    Hiyahhhhhhh. Bisa ae ngegombalnya 😂😂😂
    Btw setelah Zhou Sheng confess dia jadi lebih terus terang njir. Bisa2nya dia cium yu hao di tempat umum.