English

Merebut MimpiCh85 - Masalah (NSFW)

3 Comments

Penerjemah : Zhanshines
Editor : AdaRa


“Ini adalah kali pertama dalam hidupku; aku begitu menyukai seseorang.” RMslp1


Zhou Sheng mengenakan sandal dan tidak mengenakan pakaian dalam dibalik celana pendek pantainya. Batang besar itu sementara waktu mengalami kesulitan dan begitu Zhou Sheng melepaskan celananya, sebagian besar batang itu mengintip dari celananya. Batang itu begitu panjang, sampai-sampai hampir mencapai pusar Zhou Sheng. Ini adalah kali pertama Yu Hao melihat penis pria lain secara langsung tanpa persiapan mental apa pun, tetapi Zhou Sheng adalah pacarnya dan sikap Zhou Sheng yang secara alami dan berani membiarkan Yu Hao melihat benda itu membuat Yu Hao gelisah sekaligus juga bersemangat.

Napas Yu Hao terhenti. “Gorden…”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng, “Sudah diturunkan.”

Yu Hao, “Pintunya tidak…” zYN1Wa

Zhou Sheng menambahkan, “Aku sudah menguncinya saat kita tiba tadi. Tidak ada yang akan tahu kalau kamu mau memakannya secara rahasia. Jadi, kamu mau, tidak? Yo, lihat wajahmu, sepertinya kamu sudah tidak sabar, ‘kan?”

Wajah Yu Hao memerah. Batang Zhou Sheng lebih tebal dari gabungan antara jari tengah dan ibu jari Yu Hao. Jari-jari Yu Hao secara alami panjang dan saat jarinya melingkari penis Zhou Sheng, hal itu membuat batang Zhou Sheng tampak sangat besar. Panjangnya setidaknya kira-kira mendekati 20cm dan parahnya lagi adalah Zhou Sheng dengan santai mengeluarkan iPhone Plus untuk membandingkan keduanya—hasilnya menunjukkan kalau sebenarnya batang itu lebih panjang dari ponsel tersebut.

Zhou Sheng mencuci dirinya dengan sangat bersih dan bahkan secara khusus memotong rambut-rambut halusnya di sana dan aroma mint yang sejuk menguar di sekitar kemaluannya. Dia mengangkat kakinya, melepas satu sisi celananya, mengangkangi kursi Yu Hao saat dia duduk di meja, kemudian menarik Yu Hao ke arahnya. Posisi Yu Hao yang duduk di kursi putar, kini berada tepat di depannya.

Zhou Sheng meletakkan ibu jarinya di pangkal penisnya dan pelan-pelan menyentaknya ke depan dengan lembut, keseluruhan batang kerasnya kini sengaja menyenggol pipi Yu Hao. WVz7 C

Jantung Yu Hao berdebar-debar seperti orang gila. Dia duduk tegak dan menatap dalam mata Zhou Sheng yang setengah menutup. Dia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Zhou Sheng, menundukkan kepalanya sedikit, dan akhirnya mulai memasukkan penis Zhou Sheng ke dalam mulutnya.

Dia bisa merasakan kepala penis Zhou Sheng seolah tumbuh lebih besar ketika dia menghisapnya lebih dalam di mulutnya. Batang itu sudah sangat tegang dan Yu Hao tidak punya cara untuk menelannya secara utuh—dia bahkan hampir tidak bisa memasukkan setengahnya ke mulutnya. Ketika ujung penis itu mencapai tenggorokan Yu Hao, hal itu membuat tenggorokannya menyusut kembali secara naluriah dan perasaan aneh tumbuh di dalam dirinya.

Zhou Sheng takut Yu Hao akan merasa tidak nyaman, jadi dia mundur sedikit. Dia dengan lembut menyentuh dagu Yu Hao, terlihat sedikit terharu.

“Jangan memasukkan terlalu dalam,” kata Zhou Sheng. “Nanti kamu tersedak.” QebUtc

Yu Hao mengucapkan ‘En‘ yang teredam. Zhou Sheng hendak mengeluarkan penisnya ketika Yu Hao justru meraih pergelangan tangan Zhou Sheng dengan lembut, memindahkan tangan Zhou Sheng ke belakang, dan menguncinya di sana. Kemudian, Yu Hao perlahan menjauhkan kepalanya ke belakang—tidak lagi memasukkan penis itu lagi ke mulutnya. Selanjutnya, lidahnya dengan ringan menjilat ujung penis Zhou Sheng sebelum mengambilnya kembali sedalam yang dia bisa.

“Ah!… en…” Zhou Sheng sama sekali tidak siap untuk itu. Dengan kedua tangan terkunci kuat di belakangnya oleh Yu Hao, dia merasa keenakan, kakinya sedikit meringkuk dan terbuka. Dia tidak keberatan menyerahkan kendali penuh atas keinginannya pada Yu Hao. Ketika Yu Hao mendengar erangan lembut Zhou Sheng, darahnya mulai terasa mendidih. Setelah mengeluarkannya lagi dari mulutnya, Yu Hao lalu mulai mengisap ujung penis itu, setelah itu menjilatnya sampai terus ke bawah dan menciumnya.

Mata Zhou Sheng tampak sedikit linglung. Dia menatap Yu Hao, tampak seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi Yu Hao menelan penis itu lagi. Yu Hao merasakan tangan Zhou Sheng secara naluriah, tetapi Yu Hao meraih tangannya erat-erat dan menjalin jari-jari mereka, masih menjaga tangan Zhou Sheng di belakang punggungnya.

Kala itu benar-benar terasa terlalu nikmat. Seseorang seperti Zhou Sheng benar-benar telanjang di depannya, tidak melakukan perlawanan apa pun saat dia membiarkan Yu Hao memiliki kendali penuh atas dirinya. Yu Hao sangat menikmati perasaan itu. Dia bisa merasakan betapa kerasnya batang Zhou Sheng dan seiring dengan gerakannya, dia bisa mendengar napas Zhou Sheng makin tersendat. Zhou Sheng menginjak lutut Yu Hao pada awalnya, lalu dia mengangkat satu kaki dan meletakkannya di bahu Yu Hao. Tak lama kemudian, dia membuka kedua kakinya sekali lagi dan perutnya yang indah berkontraksi seiring dengan suara terengah-engahnya yang mendesak, terlihat lebih memikat saat keringat menetes di dadanya. 8 nT72

Yu Hao tahu Zhou Sheng akan datang dan segera berhenti. Yu Hao menatap Zhou Sheng dengan tatapan berbinar, lalu melepaskan tangannya.

“Enak, tidak?” Yu Hao bertanya.

Zhou Sheng menunduk dan menciumnya. Setelah mengisap batang itu, bibir Yu Hao terasa hangat dan lembut. Zhou Sheng mulai mengocok penisnya sendiri dengan satu tangan dan melingkarkan tangan lainnya di leher Yu Hao, ciumannya semakin gila.

“Bibirmu terlalu lembut.” Ketika pelukan mereka berpisah, Zhou Sheng terus mencium dan menggigit Yu Hao dengan ekspresi tergila-gila, seolah-olah dia sangat kecanduan sehingga dia tidak ingin melepaskannya. PBsoe4

“Aku akan membantumu cum dengan mulutku,” bisik Yu Hao. Dia menarik tangan Zhou Sheng, tidak ingin membiarkan Zhou Sheng menyentuh penisnya sendiri. Zhou Sheng sudah dekat dengan klimaksnya sekarang dan hanya berhasil tenang setelah beberapa saat. Yu Hao meletakkan tangan Zhou Sheng di atas kepalanya, lalu membungkuk dan melanjutkan perlakuannya. Zhou Sheng menyisir rambut Yu Hao dengan jari, seluruh tubuhnya gemetar karena kenikmatan.

Tanpa menyadarinya, dia menyentuh selangkangan Yu Hao dengan satu kaki, tetapi Yu Hao masih sibuk membawa batang Zhou Sheng lebih dalam. Zhou Sheng dengan lembut menyenggol gundukan Yu Hao beberapa kali lagi dan Yu Hao mulai gemetar juga. Zhou Sheng menyadari bahwa menggosok selangkangannya tanpa alas kaki dapat membuat Yu Hao merasa keenakan, jadi dia mulai mengikuti gerakan Yu Hao dengan menggosok selangkangannya ke depan dan ke belakang.

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao, “…”

Darah Yu Hao mengalir ke kepalanya. Dia membuka kancing celana pendeknya dan menarik ritsletingnya ke bawah. Kaki Zhou Sheng menyelinap ke dalam celana Yu Hao dan dengan lembut memainkannya melalui celana dalam katunnya, lalu dengan lembut menyenggolnya untuk terus menggoda Yu Hao. lHI3mC

Yu Hao merasakan kenikmatan, seluruh tubuhnya gemetar. Dia tidak tahu mengapa, tapi digosok seperti ini oleh Zhou Sheng membuat keinginannya melonjak menembus atap dan dia mengeluarkan erangan yang teredam.

“Istriku, aku akan orgasme.” Suara rendah Zhou Sheng mengerang. “Sayang, aku…”

Yu Hao tahu bahwa Zhou Sheng telah mencapai batasnya setelah menahannya begitu lama, jadi dia membungkuk dan memasukkan penis itu lebih dalam di mulutnya. Zhou Sheng takut mencekiknya saat menembakkan cairannya di dalam sana, jadi dia dengan cepat memegang kepala Yu Hao dan mencoba mengeluarkannya. Kakinya mengerahkan kekuatan sebagai hasilnya dan Yu Hao benar-benar mengerang, cairan putih pun menetes di sudut mulutnya.

Zhou Sheng, “Ah!” uoxihO

Diam selama sekitar setengah menit di antara mereka. Saat penis Yu Hao disenggol oleh Zhou Sheng, hal itu membuatnya merasa sangat enak dan dia orgasme ke seluruh celana dalamnya. Di sisi lain, Zhou Sheng telah menembakan spermanya ke mulut Yu Hao dan cairan putih menetes di penisnya yang lurus seperti senapan dan juga mulut Yu Hao.

Yu Hao, “…”

Zhou Sheng, “…”

Yu Hao, “Aku baru saja orgasme… Jangan cium aku!” Dt3YJv

Zhou Sheng tersenyum saat dia membungkuk untuk mencium Yu Hao, tetapi mulut Yu Hao penuh dengan sperma dan dia sangat putus asa. Yu Hao dengan cepat meraih pergelangan kaki Zhou Sheng dan menjauhkan kakinya dari selangkangannya.

“Aku cinta kamu,” kata Zhou Sheng.

Yu Hao bertanya, “Apa rasanya enak?”

Zhou Sheng sepertinya masih belum merasa cukup. Saat dia melihat Yu Hao, tatapannya dipenuhi dengan pemujaan, lalu dia mengambil tisu untuk membantu Yu Hao menyeka wajahnya dan menariknya ke pelukannya. 0bQC5A

“Rasanya sangat luar biasa. Bagaimana denganmu? Rasanya enak?” Zhou Sheng tersenyum.

Yu Hao, “…”

Ini adalah pertama kalinya Yu Hao mencicipi sperma pria dan meskipun dia tidak menelannya, rasanya sendiri cukup mengasyikkan.

Zhou Sheng dengan santai membantu Yu Hao menyeka sedikit lalu menundukkan kepalanya untuk menciumnya. Saat bibir mereka terbuka, Zhou Sheng berbisik, “Setelah makan es loli, mulutmu terasa lembut dan hangat, bahkan terasa lebih enak sekarang.” KuWvJj

Yu Hao hampir tersedak. Bibirnya merah dan lembab. Selain itu, wajahnya tampak sedikit memerah karena kekurangan oksigen. “Aku… Aku harus mandi.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Zhou Sheng berkata, “Kita harus melakukannya lagi. Aku juga ingin membuatmu ke luar.”

Story translated by Langit Bieru.

Yu Hao melambaikan tangannya sebelum dia melompat untuk kabur mencari baju ganti. “Tadi aku sudah… Sudah ke luar karena kakimu.”

Zhou Sheng bertanya, “Kau sesensitif itu?” 7Swddu

Yu Hao tersipu. “Aku sudah menahannya terlalu lama!”

Yu Hao kini sedang mencuci di kamar mandi. Zhou Sheng mengetuk pintu dan Yu Hao berseru, “Ada apa?!”

Zhou Sheng masuk dan berkata, “Aku akan memandikanmu.”

Tubuh Yu Hao benar-benar basah dan dia tanpa sadar pindah untuk bersembunyi, tetapi Zhou Sheng berkata, “Ai, apa yang membuatmu malu?” Saat dia mengatakan itu, dia juga sedang memegang pergelangan tangan Yu Hao dan dengan paksa menariknya ke dalam pelukannya. ke2QaB

Yu Hao, “!!!”

Jantung Yu Hao berdegup sangat kencang hingga hampir melompat dari dadanya, tetapi Zhou Sheng terus memeluknya dan membenamkan wajahnya ke bahunya, mereka berdua berada sangat dekat, begitu dekat sehingga mereka bisa mendengar detak jantung satu sama lain.

“Cuci mukamu.” Zhou Sheng mencium Yu Hao dan berkata, “Aku akan merencanakan seks pertama kita dengan baik.”

Yu Hao merasa pusing lagi. Sensasi licin dari kulit dan shower gelnya, kehangatan dan sentuhan dada Zhou Sheng, dia bahkan tidak berani untuk mengintip ke bawah, tetapi Zhou Sheng memandikannya dengan sangat hati-hati, lalu mengambil handuk dan membantunya mengelap tubuhnya. zWg1nv

“Kamu…” Yu Hao bisa merasakan batang Zhou Sheng mulai menjulang lagi. “Kenapa itu mengeras lagi?”

“Karena aku bergairah,” Zhou Sheng berkata jujur.

Penis Zhou Sheng mengeras lagi dan batang itu seolah menyangga bokong Yu Hao. Dengan sabun mandi yang berbusa dan tubuh telanjang mereka saling bergesekan, darah Yu Hao mulai mendidih lagi.

Yu Hao tertawa dan Zhou Sheng berkata, “Apa yang kamu tertawakan? Kamu bergairah juga ah? Eh, milikmu juga tidak kecil, tidak heran kamu memproklamirkan dirimu sebagai gong.” MRNdjV

“Hal itu tidak ada hubungannya dengan ukuran.” Yu Hao tidak tahu dia harus menangis atau tertawa. Penisnya sekarang berada di tangan Zhou Sheng dan digenggam bersama dengan penis Zhou Sheng sendiri. Kedua batang itu sedang digosok di sana-sini dengan shower gel. Milik Zhou Sheng jauh lebih tebal dan lebih panjang dari Yu Hao—sekitar satu inci lebih besar.

“Ayo ciuman?” Zhou Sheng menggunakan satu tangan untuk bermain dengan penis Yu Hao dan tangan lainnya memegang penisnya sendiri, memegang keduanya bersama-sama sebelum berpisah lagi, ujung tangan yang lain terlepas oleh licinnya shower gel. Ujung batang Yu Hao sangat sensitif dan di bawah semua gesekan dari Zhou Sheng ini, dia tidak bisa menahan erangan lagi.

Zhou Sheng melingkarkan satu tangan di pinggang Yu Hao dan menariknya mendekat. Tangannya di punggung Yu Hao meluncur ke pinggang dan ke bokongnya, jarinya berputar-putar di sekitar lubang Yu Hao sebelum memasukkan sedikit. Yu Hao menegang dalam sekejap, berkata, “Jangan… Jangan bermain-main dengan itu.”

Zhou Sheng membuat Yu Hao membalik tubuh, penisnya sekeras tongkat lagi. Benda itu digosokkan ke bokong Yu Hao dan mulai bergerak ke atas dan ke bawah, lalu ujungnya dengan lembut ditekan-tekan ke lubang Yu Hao. PIKEV3

“Sedikit memperkenalkan mereka?” Zhou Sheng berkata sambil tersenyum. “Cuma menyapa, tidak akan mengajakmu bercinta hari ini.”

Yu Hao mulai tertawa, punggungnya menempel di dada Zhou Sheng yang hangat. Dia bisa merasakan penis Zhou Sheng menekan lubangnya dan air mengalir di kedua tubuh mereka. Zhou Sheng memeluk Yu Hao dari belakang lalu mulai menyentuh dadanya, jari-jarinya dengan lembut meremas puting Yu Hao. Yu Hao menghembuskan napas pelan, merasakan tangan Zhou Sheng menyentuh dada dan perutnya. Gerakannya berani dan juga menggoda, rasa tidak berdaya yang dia rasakan saat seluruh tubuhnya disentuh membuat Yu Hao merasa tidak sabar.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Sheng bertanya, “Butuh bantuan pacarmu ini?”

“Tidak, tidak!” Yu Hao dengan cepat berkata, “Jangan melakukannya dua kali berturut-turut, tunggu setidaknya 40 menit hingga satu jam di antaranya untuk mengistirahatkan kelenjar pituitari. Aku mempelajarinya di kelas psikofilaksis.” ge6VZ9

Saat ini adalah pertama kalinya Yu Hao orgasme dengan begitu lugas dan dia sebenarnya ingin melanjutkan. Zhou Sheng berkata, “Tadi cuma pemanasan. Aku tidak bermaksud berbohong, tapi delapan jam berturut-turut juga tidak akan menjadi masalah.”

Yu Hao menjawab, “10 menit saja sudah sangat melelahkan, kamu tahu? Dan mulutku masih sangat sakit.”

Zhou Sheng tersenyum. “Lain kali, tunggu pacarmu ini merencanakan seks pertama kita dengan benar. Pakai bajumu sekarang dan ayo makan ba” Saat Zhou Sheng mengatakan itu, dia juga dengan paksa mencium dan mengisap leher Yu Hao selama beberapa waktu.

Yu Hao dengan cepat berkata, “Jangan!” Saat dia akan melawan, Zhou Sheng telah meninggalkan hickey di lehernya. F7ZdLj

Setelah mandi, Yu Hao berganti baju dan mengamati hickey di cermin. Dia mencoba menarik kerah bundar kausnya ke atas, tetapi dia tetap tidak bisa menyembunyikan tanda itu tidak peduli apa pun yang dia lakukan. Tetap saja tanda itu terlihat begitu mencolok!

Yu Hao, “…”

Namun, Zhou Sheng sepertinya tidak mempermasalahkannya. Dia sedang duduk di kursi dan tersenyum. “Lapar?”

Wajah Yu Hao masih memerah. Zhou Sheng jelas merasa senang menggodanya, jadi segera melanjutkan, “Atau kamu mungkin sudah kenyang sekarang?” VakndT

Yu Hao membalas, “Aku cuma makan selama 10 menit, itu tidak cukup!”

Zhou Sheng berkata, “Kamu tidak bisa menyalahkanku, kamu terlalu terampil. Coba mengaku, apa kamu sudah lama menantikan hari ini sampai-sampai kamu berlatih untuk itu secara rahasia?”

“Aku belum pernah mempelajarinya sebelumnya!” Yu Hao menjadi terlalu lelah, dia kalah dalam babak ini.

Zhou Sheng berujar, “Makin sering hal itu dilakukan, makin terbiasa kamu nanti ba. Oke, ayo kita pergi ba.” Zhou Sheng menarik Yu Hao mendekat untuk menciumnya lagi dan tidak bisa menahan diri, “Makin aku menciummu, Makin aku ingin melanjutkan, ini terlalu membuat ketagihan…” VAhQ0B

“Seseorang menelepon.” Yu Hao dengan cepat berkata, “Gege masih menunggu di restoran. Cepat, ayo pergi!”

Zhou Sheng memegang tangan Yu Hao dan hanya melepaskannya saat mereka berada di bawah. Yu Hao memakai earphone-nya, tapi yang menelepon adalah Huang Ting. Dia benar-benar tamu yang langka.

“Mengapa ada beberapa orang yang sibuk berbicara di telepon setengah jam yang lalu.” Huang Ting berkata di telepon, “Lalu mereka tiba-tiba berhenti menerima panggilan dalam setengah jam berikutnya? Itu sama sekali tidak masuk akal.”

Yu Hao, “Pak Huang sang komedian berwajah datar, tolong katakan apa yang kamu inginkan.” DAr8PV

Yu Hao memandang Zhou Sheng yang juga tampak sedikit curiga. Keduanya naik bus umum dan duduk di baris terakhir. Zhou Sheng merangkul Yu Hao dan memeluknya erat, lalu menarik satu sisi earphone untuk mendengarkan suara Huang Ting.

“Aku ingat kau sedang mencari pekerjaan paruh waktu selama liburan musim panas.” Huang Ting berkata, “Aku punya pekerjaan paruh waktu yang bisa kutawarkan kepadamu, apa kau tertarik?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Kami semua adalah warga negara yang taat hukum, jadi kami tidak tertarik padamu atau pekerjaan paruh waktumu.” Zhou Sheng berkata, “Bye-bye.”

Yu Hao menjawab, “Ya, tidak tertarik. Selamat berlibur, Petugas Huang, aku akan menutup telepon.” cqvyVu

Huang Ting, “…”

Yu Hao menyadari bahwa Zhou Sheng selalu suka menggoda Huang Ting, tetapi tampaknya cukup menyenangkan untuk menggodanya.

Uhuk.” Huang Ting berkata, “Sebenarnya aku mau memintamu untuk membantuku…”

Zhou Sheng, “Oh? Ah, aku yakin sebenarnya pacarmu yang membuatmu meminta bantuan Yu Hao ba?” 8fzVdj

Yu Hao, “…”

Huang Ting berkata, “Kesimpulanmu dibuat dengan sangat teliti, tapi Xiao Yujun belum menjadi pacarku. Aku mengirimkan Yu Hao ID WeChat-nya. Pekerjaan paruh waktu ini sama sekali tidak berbahaya, tolong jangan khawatir tentang itu.”

Yu Hao, “!!!”

Dia benar?! Yu Hao menatap Zhou Sheng dengan tidak percaya, “Junjun Jie mencarimu?” 4NnU7E

Zhou Sheng mengangkat bahu, “Tidak.”

Yu Hao, “Lalu bagaimana kamu bisa menebaknya?”

Zhou Sheng, “Sederhana. Jika Huang Ting mencari bantuanmu untuk pekerjaan paruh waktu, itu bukan karena ada masalah dengan sistem internal mereka, dia juga bukan tipe orang yang akan dengan santai meminta bantuan orang lain, jadi satu-satunya orang yang bisa membuatnya melakukan itu adalah wanita yang dia suka.”

Yu Hao pernah mengatakan kepada Zhou Sheng bahwa Huang Ting sedang merayu reporter wanita bernama Junjun. Biasanya, kecil kemungkinan bagi seorang polisi untuk berinisiatif meminta bantuan. WHJXmt

“Oh, benar juga,” kata Yu Hao.

“Jika itu adalah kasus krusial yang melibatkan Psikologi, mereka akan mencari Kaikai.” Zhou Sheng memikirkannya sejenak, lalu melanjutkan, “Kami baru saja memulai tahun kedua kuliah kami, memang kami bisa membantu apa? Dan kebetulan terjemahan artikel beritamu sebelumnya baru saja masuk ke database, jadi sepertinya Kaikai yang merekomendasikanmu.”

Yu Hao berkata, “Lalu, ‘tak apa aku menambahkan nomornya di ponselku?”

Zhou Sheng mengangguk dan Yu Hao berpikir bahwa dia bisa melakukannya sebagai pekerjaan paruh waktu biasa. Setelah dia menambahkan Junjun, dia menyapanya dengan cukup cepat dan seperti yang telah disimpulkan Zhou Sheng —— Harian Yingjiang, tempat Xiao Yu Jin berada, sedang menjalani restrukturisasi internal, untuk terhubung dengan media online dan kaum muda, bagian ‘New Youth‘ ditambahkan. Xiao Yujun sekarang menjadi kepala bagian ini. siqdNJ

Cabang ini memainkan peran penting dengan memikul beban membiarkan Yingjiang keluar dari lingkaran media tradisional di mana mereka hanya berbicara sendiri dan membuat mereka lebih sadar akan budaya pemuda kontemporer. Hal itu bahkan bisa menjadi suplemen Harian Yingjiang di masa depan, dan memiliki nomor serta blog WeChat publik yang independen.

Ide pemimpin mereka adalah membiarkan Xiao Yujun memilih anggota timnya sendiri—merekrut orang-orang dari masyarakat atau sekolah tidak masalah, selama mereka benar-benar melakukan pekerjaan dengan baik di bagian ini. Di permukaan itu diiklankan sebagai bagian dengan konten untuk kaum muda, tetapi juga menargetkan orang tua mereka, untuk membantu mereka lebih memahami kaum muda dalam demografi ini.

Langit Bieru.

Setelah target audiens ditentukan dengan jelas, mereka dapat melakukan beberapa iklan tidak langsung di nomor publik dan surat kabar untuk mempromosikan beberapa sekolah tertutup kepada orang tua untuk menyembuhkan kecanduan internet, sehingga mereka dapat mengumpulkan uang dan mengirim anak-anak mereka untuk diikat, dicuci otak, terkena enema, dan sengatan listrik.

Yu Hao, “…” 0eg sV

Yu Hao dan Zhou Sheng mendengarkan semua keluhan keras Xiao Yujun tentang iklan tidak langsung dan suara Xiao Yujun yang penuh semangat berkata, “Aku mencari Dewa laki-laki dan dia merekomendasikanmu. Dia mengatakan bahwa kau punya rasa tanggung jawab yang kuat terhadap keadaan sosial, ai aku terlalu sibuk untuk membuat pesan suara, mari kutelepon ba.”

Xiao Yujun selalu menjadi orang yang energik di unitnya karena dia hidup sebagai jati dirinya. Dia memilih beberapa pekerja magang di unitnya, tetapi cuma menemukan beberapa saja yang menurut dia berguna. Dia membentuk tim kecil dan ingin mencari mahasiswa tahun keempat. Namun, Chen Yekai tiba-tiba merekomendasikan Yu Hao ketika dia bertanya padanya.

Xiao Yujun selalu tertarik pada Yu Hao. Bagaimanapun, insiden yang dia alami selalu cukup menarik dan ketika dia bertanya tentang kemahirannya dalam menulis, Chen Yekai menjaminnya dan mengatakan bahwa tidak akan ada masalah sama sekali.

Mulut Zhou Sheng bergerak-gerak karena mendengarkan semua ini. VEDPWH

“Tapi aku hanya mahasiswa tingkat dua!” Yu Hao berkata, “Dan aku tidak tahu bagaimana caranya menulis naskah.”

Zhou Sheng, “Kau punya Macbook, apa yang kau takutkan?”

Yu Hao, “…”

“Yang kuinginkan adalah seorang mahasiswa.” Xiao Yujun berkata terus terang, “Dengan kehidupan yang penuh warna, kejujuran dan keberanian. Dewa laki-laki berkata bahwa kau tidak punya masalah tentang menulis, jadi kau tidak akan punya masalah. Pekerjaan ini memiliki jam kerja yang fleksibel dan semuanya akan membahas topik khusus. Aku akan mengatur waktu untuk wawancara, kau hanya perlu mencari kesempatan dan mengambil cuti sesekali.” BFxL6f

Zhou Sheng dengan santai berkata, “Kupikir dia sebenarnya tidak ingin memintamu untuk mengambil pekerjaan paruh waktu, tetapi dia justru ingin meminta Kaikai untuk bertindak sebagai konsultan untuk kolom berita ini ba?”

Yu Hao tiba-tiba menyadari sesuatu. “Lalu, kenapa dia mencariku? Bukankah lebih baik langsung mencari Chen Laoshi setelah menulis naskah?”

“Tidak nyaman bagi Kaikai untuk ikut begitu saja ah.” Zhou Sheng berkata, “Saat seorang dosen bekerja sebagai konsultan untuk kolom surat kabar, dia perlu mengajukan izin ke universitas. Dia juga harus bertanggung jawab jika terjadi masalah dengan artikelnya juga.”

Yu Hao dan Zhou Sheng turun dari bus dan bertemu dengan Fu Liqun di restoran. Fu Liqun mati kelaparan dan meratap, “Kenapa kalian terlambat?” gXIJH9

“Kami sedang mendiskusikan pekerjaan paruh waktu, kami jelas tidak melakukannya di asrama.” Zhou Sheng menjentikkan jarinya dan berkata, “Bos, beri kami dua botol bir!”

Yu Hao, “…”

Yu Hao masih memikirkan tawaran Xiao Yujun sambil bersulang untuk Zhou Sheng dan Fu Liqun.

“Kau akan menjadi reporter?” Fu Liqun menatap Yu Hao dengan wajah bingung. “Tapi kau baru saja memulai tahun kedua universitas?” glsOQG

“Belum dikonfirmasi.” Yu Hao berkata, “Tahun ini aku masih harus menghadiri kelas, kencan, bermain basket tiga orang, dan belajar skateboard.” Yu Hao memijat keningnya dengan satu tangan. Kehidupan universitasnya benar-benar seperti yang dikatakan Xiao Yujun, itu terlalu berwarna.

Fu Liqun berkata, “Ai kau benar-benar menjalani hidupmu sepenuhnya.”

Story translated by Langit Bieru.

Zhou Sheng berkata, “Aku harus mencari pekerjaan paruh waktu juga.”

Cheers, cheers!” Yu Hao sangat lapar sehingga dia menjadi tidak sabaran dan mereka bertiga akhirnya mulai makan. Saat itu adalah Hari Libur Nasional, Zhou Sheng ingin ke luar jalan-jalan, tetapi Fu Liqun mengingatkan keduanya bahwa ketika mendekati Hari Nasional, di luar akan sangat ramai. Mereka hanya akan menghabiskan uang dan kesusahan jika mereka pergi ke luar, jadi mereka mungkin paling-paling hanya pergi ke kafe internet atau bermain bola basket di kampus. L2vwAz

“Mau kutemani ke kantor surat kabar nanti?” Zhou Sheng bertanya.

“Aku belum membuat keputusan.” Yu Hao berkata, “Masih mempertimbangkannya.”

“Pergilah ba.” Zhou Sheng mengambil makanan untuk Yu Hao, “Aku tahu kamu mau pergi.”

Yu Hao menyadari bahwa Zhou Sheng itu seperti anak anjing yang sedang berahi ketika dia terangsang. Namun, setelah dia dibebaskan, dia akan menjadi seseorang yang tenang lagi dan tidak akan banyak bicara, seolah-olah dia terus-menerus disibukkan dengan sesuatu. ptHDv

Fu Liqun agak lesu dan jelas baru saja dimarahi oleh orang tuanya. “Gege mau punya kegiatan untuk dilakukan juga. Tuan Muda, ayo kita buka kios kaki lima?”

Zhou Sheng, “…”

Fu Liqun, “Aku tidak pernah tahu apa yang harus kulakukan sepanjang hari, aku bosan.”

“Kamu mulai mengomel saat kakak ipar tidak ada.” Yu Hao tersenyum, “Tapi kalau kamu bertemu dengannya nanti setelah pelatihannya selesai, kamu akan merasa lebih baik.” cZ8WM9

Fu Liqun berkata, “Sejujurnya, hari ini ayahku bertanya padaku apa yang ingin aku lakukan setelah lulus, seberapa besar aku ingin terus bersama Chen San, lalu aku mulai berpikir bahwa aku… Aku benar-benar tidak berguna dan aku adalah aib bagi orang tuaku.”

Zhou Sheng dan Yu Hao mendengarkan dengan tenang. Zhou Sheng berkata, “Kau baru saja menjadi mahasiswa tingkat dua, masih ada beberapa tahun lagi di depan, jadi tidak perlu terburu-buru.”

Fu Liqun berkata, “Ini belum terlalu dini. Saat aku mengingat hari ketika aku mengakui perasaanku kepada kakak ipar kalian lima tahun yang lalu, semuanya sepertinya baru saja terjadi kemarin. Aku tetap merasa seolah-olah aku baru saja mendaftar di perguruan tinggi, apa kau ingat, Zhou Sheng? Pada hari pembukaan tahun lalu, kita berempat seasrama pergi makan hotpot di toko ini juga dan hanya dalam sekejap, setahun telah berlalu.”

Dari mereka berempat, salah satunya menyerah di tahun pertama kemudian putus sekolah dan pergi ke luar negeri, satu lainnya lagi yang berasal dari keluarga yang kacau pergi menggunakan internet di rumah temannya dan bahkan tidak menghadiri kelas. Pada akhirnya, temannya itu tidak lulus mata kuliah manapun, diminta untuk mengundurkan diri dan akhirnya seolah-olah lenyap dari muka bumi. Zhou Sheng bahkan berpikir bahwa sesuatu telah terjadi pada teman asramanya itu, tetapi setelah menghubunginya beberapa kali, Zhou Sheng akhirnya menegaskan bahwa temannya itu memang tidak ingin kuliah, jadi dia mengabaikannya. 8lykub

“Tidak apa-apa.” Zhou Sheng berkata, “Mulai hari ini, ayo berjuang! Ayo! Ayo makan hotpot! ”

Semangat Fu Liqun terangkat dan berkata, “Oke! Baik! Kau benar! Tuan Muda adalah orang dengan energi paling positif, kau seperti matahari kecil.”

Yu Hao, “Kalau begitu ayo kita kembali memperbaiki tugas setelah makan hotpot? Aku akan pergi mengambil kopi.” Yu Hao telah belajar cara menyeduh kopi dan selalu ingin membuat kopi untuk Zhou Sheng.

Fu Liqun, “…” qiE2yF

Zhou Sheng, “…”

“Ini hari libur, jangan lakukan itu!” Fu Liqun meratap, “Dan aku bahkan berpikir untuk pergi ke bar malam ini bersama kalian untuk bersenang-senang!”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yu Hao, “…”

Yu Hao berpikir bahwa semester ini dia terlalu sibuk. Jika dia mengambil pekerjaan paruh waktu yang ditawarkan Xiao Yujun kepadanya, maka dia harus membolos dari waktu ke waktu untuk menemani wanita itu melakukan wawancara. Jika dia tahu tentang ini lebih awal, dia tidak akan mendaftar ke klub skateboard tahun ini. Setelah makan malam, Xiao Yujun pergi ke bar untuk mencarinya. Dia telah berlarian sepanjang hari dan baru pulang kerja pada pukul 10 malam. rYMJCU

“Kau pasti kelelahan.” Zhou Sheng berkata, “Mau minum apa?”

“Apa lagi yang bisa kulakukan selain menjadi tersiska?” Xiao Yujun tersenyum, “Aku perlu mencari nafkah untuk menghidupi diri sendiri dan membeli rumah. Kalau aku memanfaatkan dua tahun ini untuk mendapat untung dengan cepat dan membeli apartemen kecil, aku akan merasa lebih nyaman. Kalian para Tuan Muda kecil tidak makan makanan manusia biasa, keluargamu telah membuka jalan untuk kalian, jadi tentu saja kalian tidak perlu khawatir tentang hal-hal seperti itu.”

Zhou Sheng tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis dan tidak menanggapi. Xiao Yujun mengatakan, “Yu Hao, sini! Ayo kita mengobrol santai ba.”

Yu Hao tahu bahwa ‘obrolan santai‘ Xiao Yujun pada dasarnya adalah wawancara sederhana. Keduanya pindah ke sudut. Yu Hao berbicara tentang jadwalnya semester ini. Dia benar-benar sangat sibuk, tapi Xiao Yujun berkata bahwa pekerjaannya bisa disesuaikan dengan jadwalnya dan bahkan menunjukkan kepadanya daftar topik yang mungkin dilakukan. Yu Hao meliriknya dan dia tertarik pada semua topik-topik itu. E2J3gl

7 topik dalam edisi pertama: Pertama, ‘Analisis psikologis dan alasan di balik pengejaran ketenaran remaja dengan menjadi model di mana orang berebut untuk menjadi selebriti online‘, Yu Hao sebenarnya telah bertemu dengan salah satu narasumber—sahabat Huang Jinya, Bei Xiaozhou.

Selanjutnya adalah analisis masalah komunikasi remaja, perilaku seksual SMA dan diagnosa kehamilan, ‘Anak laki-laki dibesarkan oleh orang miskin’ dan ‘Anak laki-laki yang dibesarkan oleh orang kaya’, apa yang dilakukan siswa dengan prestasi akademik yang buruk ketika besar nanti, tolong jangan ambil botol minum dari atap mobil....

Yu Hao berpikir bahwa semua topik ini sangat menarik baginya, sehingga dia tidak bisa menolak satupun dari mereka.

“Kalau begitu, berikan aku jadwal kuliahmu ba.” Xiao Yujun berkata, “Aku akan meminta pekerja magang di kantor untuk mengatur jadwal kegiatan untukmu.” dJHy6N

“Baiklah kalau begitu.” Sampai saat ini, Yu Hao masih belum menanyakan kepada Xiao Yujun berapa bayarannya, tapi uang itu sudah tidak penting lagi.

Xiao Yujun berkata, “Aku tidak butuh kau menulis banyak naskah, terutama pada tahap awal. Aku akan melakukannya sendiri. Pekerjaanmu terutama akan berfokus pada menjalankan tugas dan… Aku butuh bantuanmu dengan sesuatu. Ini tentang keadaan beberapa urusan sosial dan analisis mengenai kesehatan mental remaja, aku ingin kau membantuku berkomunikasi dengan si Dewa laki-laki. Aku ingin langsung menanyakannya, tapi dia punya pertimbangan sendiri, yang tentunya bisa kumengerti…”

Hal itu persis seperti yang dikatakan Zhou Sheng tadi! Yu Hao berpikir bahwa dia sekali lagi mendapat manfaat dari hubungannya dengan Chen Yekai.

“Dia sudah berjanji pada kita.” Xiao Yujun tersenyum dan menatap Yu Hao, “Kau hanya perlu sering ke kantornya. Aku membutuhkan ‘opini ahli’ di kolom tersebut dan dia akan menjadi ahli dibaliknya.” Nrf2IC

Yu Hao terus-menerus merasa bahwa dia sangat berutang budi kepada Chen Yekai. Pekerjaan penerjemahan sebelumnya, pekerjaan paruh waktu, kali ini dengan menjalankan tugas—dia hanya memiliki kesempatan untuk melakukan semua ini karena Chen Yekai. Namun, topik itu sangat menarik baginya sehingga dia tidak bisa menolaknya sama sekali.

Yu Hao memikirkannya sejenak, lalu menatap Xiao Yujun, “Biarkan aku mempertimbangkannya sebentar lagi?”

Xiao Yujun berkata dengan sigap, “Oke. Aku akan memberimu waktu satu hari, kau bisa memberiku jawabanmu besok. Sebenarnya, beberapa orang secara alami cocok untuk bidang pekerjaan ini—kau bisa tahu dari satu tampilan pada sikap mereka. Aku masih harus kembali dan merevisi beberapa manuskrip, jadi aku akan pergi sekarang.”

Yu Hao mengucapkan selamat tinggal padanya dan Xiao Yujun menghabiskan sisa minumannya. “Jangan minum terlalu banyak.” Wh3sek

Zhou Sheng dan Fu Liqun sedang bermain dadu dan minum dalam diam. Keduanya telah menerima putaran serangan kritis lagi dari Xiao Yujun. Zhou Sheng berkata dengan linglung, “Minum punyaku, sekarang giliranmu. Apa yang terjadi selanjutnya?”

Fu Liqun merenung, “Tidak ada ‘selanjutnya‘. Kakak iparmu masih menyembunyikannya dari ayahnya.”

Story translated by Langit Bieru.

“Tentang menjalin hubungan bersamamu?” Zhou Sheng bertanya.

Fu Liqun mengucapkan un dan menjawab, “Terakhir kali kami pergi ke taman hiburan, saat kau membuat pengakuan kepada Yu Hao di bianglala, kami justru bertengkar di bianglala karena ini.” Od8uc4

Zhou Sheng tetap diam dan terus mengocok cangkir dadu. Dia membuangnya, Fu Liqun memberi isyarat agar dia minum dan Zhou Sheng minum. Fu Liqun melanjutkan, “Dia berkata, ketika dia memikirkan masa depan, visinya akan kosong. Dia ingin aku menata diri, tetapi bagaimana aku bisa melakukannya? Aku adalah orang seperti ini dan bukankah dia jatuh cinta pada diriku yang seperti ini?”

“Apa dia menyebutkan kapan dia akan berbicara dengan ayahnya tentang ini?” Zhou Sheng berkata, “Pasti ada hasil untuk ini akhirnya ba.”

Fu Liqun berkata, “Tidak, kami tidak menyebutkannya.”

Zhou Sheng berkata, “Ibunya meninggal lebih awal dan dia adalah satu-satunya anak perempuan yang paling disayangi ayahnya, jadi pasti akan ada pertengkaran besar tentang ini.” X4dNcC

Fu Liqun berkata, “Jika Gege ini memiliki keluarga sepertimu, aku tidak akan takut pada apa pun.”

Zhou Sheng berkata, “Aku masih punya uang dua juta, aku bisa meminjamkanmu beberapa untuk dana awal Pengusaha Perguruan Tinggi.”

“Jangan!” Fu Liqun berkata, “Kau pokoknya tidak boleh memberiku uangmu!”

Zhou Sheng terus mengocok dadu, membukanya, lalu minum sendiri. “Gege, aku ingin memberitahu kepada mereka.” dA6Ove

Ah?!” Fu Liqun terkejut. “Jangan ba! Bisa-bisa ibumu akan mencincangmu dengan pisau dapur!”

“Ibuku tidak akan menimbulkan banyak masalah, aku tidak takut lagi padanya.” Kala Zhou Sheng mengatakan itu, dia tiba-tiba berhenti berbicara dan ada perubahan halus dalam ekspresinya.

Fu Liqun, “???”

Setelah dia terdiam beberapa saat, Zhou Sheng melanjutkan, “Aku dan Yu Hao berbicara tentang uang dan masa depan kami hari ini. Dia bertanya apa aku pernah memikirkan masa depan kami dan tentu saja aku pernah memikirkan itu. Aku mau memberikan yang terbaik untuknya. Aku ingin memberinya ulang tahun yang ‘tak terlupakan.” jdeu d

Fu Liqun, “…”

Zhou Sheng melanjutkan dengan linglung, “Aku ingin membawanya berlibur ke Australia, duduk di kursi mewah di pesawat, tinggal di hotel dan mendapatkan kamar dengan pemandangan laut, tapi saat dia berkata ‘dari mana uangnya?’ aku berkeringat gugup. Kau paham?”

Fu Liqun menggelengkan kepalanya sambil menangis dan tertawa.

Zhou Sheng, “Aku tidak punya apa-apa, jadi aku hanya bisa mengandalkan ayahku. Beberapa waktu yang lalu, aku berpikir, kenapa aku tidak mengikuti apa yang sudah ayahku atur saja. Aku akan menerima semua peraturan yang dia buat untukku, selama dia mau menerima Yu Hao.” 7Izgmv

“Dia tidak akan menerimanya!” Fu Liqun berkata, “Jangan impulsif, Tuan Muda.”

Zhou Sheng berkata, “Tapi aku butuh uang! Aku ingin mendapatkan uang! Apa kau tidak mengerti? Gege, ini pertama kalinya dalam hidupku aku menyukai seseorang sebanyak ini dan ini juga pertama kalinya aku menginginkan uang sebanyak ini. Aku ingin memberinya banyak hal, tapi tidak satupun dari itu milikku, itu semua milik Ayahku.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Kau melakukannya dengan cukup baik.” Fu Liqun berkata tanpa daya, “Lihat aku? Akulah yang tidak bisa memberikan apa pun pada Chen Shan. Aku bahkan tidak tahu cara mencuci kaus kaki dan aku bahkan dimarahi oleh ibuku hari ini.”

Zhou Sheng agak murung. “Yu Hao jauh lebih mandiri dari kita, kalau saja aku seperti Kaikai.” jSZwze

“Tapi yang dia suka adalah kau.” Fu Liqun berkata, “Bukan Kaikai. Itulah caraku terkadang menghibur diriku sendiri. “

Zhou Sheng menjawab dengan un, lalu berkata, “Saling mencintai adalah hal yang paling penting.”

Fu Liqun berkata, “Hal terbaik tentang kalian berdua adalah bahwa kau tidak terlalu terikat secara emosional dengan orang tuamu. Seperti apa yang kau katakan sebelumnya, akan sangat bagus untuk memulai kembali di tempat lain.”

Zhou Sheng berkata, “Pergi ke BSD? Pergi bersamanya, andalkan usahaku sendiri dan jalani hidup yang nyaman dan bahagia? Tapi memangnya aku bisa membeli rumah? Aku bahkan tidak mampu membeli rumah di Kota Ying. Lihatlah betapa kerasnya Junjun Jie bekerja untuk sebuah rumah. Bagaimana denganku? Setelah meninggalkan ayahku, aku pasti akan berada di bawah tangga sosial. Aku akan belajar lebih keras di masa lalu, kalau saja aku tahu ini akan terjadi. “ IKXZjR

Fu Liqun memandang Zhou Sheng dan berkata tanpa daya, “Aku juga berpikir seperti itu.”

Zhou Sheng membangkitkan semangatnya dan berkata, “Tapi kalau aku sudah belajar dengan giat, aku tidak akan pernah bertemu dengannya—itu adalah satu hal yang tidak aku sesali sama sekali. Aku hanya bisa bilang bahwa itu semua telah ditentukan oleh takdir ba.”

Translator's Note

Jadi, ada istilah yang populer di sana yaitu ‘Jangan ambil botol minum dari atap mobil’. Maksud istilah itu adalah ketika seseorang datang ke depan kampus atau sekolah dan menaruh botol air minum di atap mobil, itu adalah semacam kode ajakan untuk seorang perempuan dari seorang laki-laki. Jika perempuan mengambil botol air minum itu dan setuju masuk ke dalam mobil laki-laki itu, artinya perempuan itu mau making out dengan laki-laki itu di dalam mobil tersebut bersama-sama.

Translator's Note

Maksudnya mungkin di sini Zhou Sheng mau membuka rahasia tentang hubungan dia dan Yu Hao ke keluarganya dan orang lain.

Translator's Note

Beijing, Shanghai, dan Guangdong.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

3 comments

    • Eh sama dongggg. Waktu pertama baca kan versi engnya tuh ga nsfw. Pas baca kedua kalinya, dan nsfw, auto mabok dong wkwkwkkww pas nerjemahin aja auto panas dingin. Muahaha