English

Merebut MimpiCh87 - Pekerjaan Paruh Waktu

1 Comment

Penerjemah : Zhanshines
Editor : AdaRa


“Dalam keadaan apa pun, tidak peduli betapa sulit hal itu, kamu tentu tidak boleh menyerah!” q1RfKw


Zhou Sheng: [Apa yang Satan katakan padamu? Apa kamu kadang-kadang menganggap aku terlalu menyebalkan?]

Yu Hao: [Bagaimana bisa aku berpikir begitu? Aku sangat mencintaimu sampai-sampai aku hampir tidak bisa menahan diri.]

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yu Hao membalik badannya dan menatap mata Zhou Sheng. Zhou Sheng lantas menciumnya dengan lembut, ekspresinya sedikit muram. Yu Hao berpikir bahwa kata-kata Satan mungkin mewakili sisi lain dari Zhou Sheng yang kurang mendapat perhatian; meskipun terkadang dia membenci dirinya sendiri, dia juga takut menyakiti Yu Hao. Yu Hao pikir Zhou Sheng selalu bergelut dengan perasaanya sendiri sebelum membuat pengakuan kepada Yu Hao, tetapi melihatnya sekarang, tampaknya Zhou Sheng mulai begitu berhati-hati setiap hari setelah mereka akhirnya telah mengkonfirmasi hubungan mereka.

Dia ingin melindungi cintanya dengan Yu Hao dan selalu mencoba menebak pikirannya. Di masa lalu, Yu Hao jarang mengungkapkan pikirannya secara langsung. Setelah dia bertemu dengan Zhou Sheng, Zhou Sheng akan selalu bertanya, “Bisa tidak kamu sedikit lebih jujur ​​dan menghadapi dirimu sendiri secara langsung?” Dan dengan demikian di bawah pengaruh Zhou Sheng, Yu Hao berangsur-angsur menjadi lebih jujur ​​tentang perasaannya. PBfEzd

Sebaliknya, Zhou Sheng sekarang adalah orang yang sering merenung dalam diam selama sebulan setelah pengakuannya kepada Yu Hao. Terkadang, dia tidak tahu apakah Yu Hao marah atau tidak dan akan selalu merasa sedikit cemas.

Yu Hao: [Aku pikir kamu jadi sedikit bodoh.]

Zhou Sheng: [Aku? Bodoh? Kamu yang bodoh.]

Yu Hao tertawa: [Sebenarnya kamu boleh memperlakukanku seperti dulu.] QTyIMO

Zhou Sheng berhenti mengetik. Yu Hao segera merasakan Zhou Sheng mungkin telah salah paham, jadi dia dengan cepat menjelaskan: [Aku tidak bermaksud untuk kembali ke keadaan sebelum kita pacaran. Maksudku adalah bahkan jika kamu seperti dulu, aku masih akan sangat bahagia. Kamu terlalu baik padaku sekarang, entah kenapa aku merasa sedikit takut.]

Zhou Sheng: [Apa yang kamu takutkan?]

Yu Hao: [Takut kalau kamu akan menghabiskan semua antusiasmemu padaku dan bahwa kamu secara bertahap akan berhenti menyukaiku. Kamu sangat keren, bersamamu seperti memenangkan lotre.]

Yu Hao bisa menebak bahwa Zhou Sheng sedang tertawa sekarang. Dia akan mengklarifikasi lebih lanjut saat Zhou Sheng tiba-tiba saja menekan teleponnya, membuat Yu Hao berbalik dan memeluknya erat-erat. tHpXYl

“Ayo pesan kamar ba,” Yu Hao berbisik ke telinga Zhou Sheng.

Zhou Sheng berkata dengan suara lembut, “Sabar, aku takut kamu akan merasa tidak nyaman karena rasa sakitnya.”

Yu Hao, “Rasanya akan menyakitkan, tidak peduli kapan kita pergi memesan kamar… Kamu pikir sakitnya akan hilang kalau kita terus menundanya?”

Zhou Sheng tertawa lagi dan berbisik, “Aku sebenarnya sudah siap, apa kamu benar-benar sudah tidak tahan? Ah?” LtBrx7

Yu Hao awalnya sangat malu tentang ‘menyatukan dua tubuh’, tetapi hari ini, dia tiba-tiba saja menjadi begitu jujur. Dia pernah melihat dalam sebuah buku bahwa setelah pasangan mengkonfirmasi hubungan mereka dan mereka memasuki periode stabil, akan mudah untuk melakukan semacam mentalitas tarik ulur. Ketika bersaing tentang siapa yang mengambil kendali dalam suatu hubungan, mereka jarang menyatakan kekaguman mereka pada pasangannya.

Seolah-olah memuji pasangan mereka terlalu banyak akan membuat yang lain menjadi terlalu bangga dan puas diri, lalu membiarkan yang lain memegang kendali dalam hubungan. Kecemburuan bahkan bisa muncul dalam hubungan yang tidak sehat dan mereka akhirnya bisa meremehkan yang lain karena merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Yu Hao selalu berpikir bahwa Zhou Sheng sangat tampan dan luar biasa—dia praktis adalah seorang Dewa. Namun, setelah mengalami hari-hari penuh konflik, Yu Hao jarang mengungkapkan kekagumannya pada Zhou Sheng. Dia merasa hal itu tidak baik. Jadi, Yu Hao memutuskan bahwa mulai sekarang dia akan berbicara terus terang dan menunjukkan betapa dia jatuh cinta dengan pacarnya, untuk memberi tahu pacarnya betapa dia mencintainya.

“Mau makan apa?” Zhou Sheng berkata, “Makanan dan seks adalah keinginan terbesar pria; kita tidak akan memesan kamar, tapi rasanya akan sama saja jika kita memiliki makanan yang baik. Aku akan memasak untukmu.” gTylm9

“Aku juga mau makan.” Fu Liqun berkata dari ranjang seberang, “Sekarang cuma makanan enak yang bisa menyembuhkanku.”

Yu Hao, “…”

Please visit langitbieru (dot) com

Zhou Sheng, “…”

Zhou Sheng bangkit dengan pasrah. Dia pergi jogging dan kemudian pergi ke pasar sayur di pegunungan untuk membeli bahan makanan. Ikan mandarin di sungai mulai tumbuh montok saat memasuki musim gugur. Setelah dia kembali, dia membuat bubur ikan mandarin rebus dengan penanak nasi listrik; rasanya sangat segar dan manis dengan lauk acar mentimun asam manis. Fu Liqun menghela napas, “Aku merasa jauh lebih baik sekarang!” SK6Ogj

“Enyah!” Zhou Sheng berkata, “Aku belum mengerti bagaimana alarmmu membangunkanku!”

Setelah sarapan, Yu Hao menerima kabar dari Xiao Yujun yang menanyakan apakah dia bisa membantu hari ini, jadi Yu Hao bersiap untuk pergi keluar. Sementara itu, Zhou Sheng menemani Fu Liqun mencari pekerjaan paruh waktu. Xiao Yujun berencana menyiapkan dua topik sebelum akhir liburan Hari Nasional, sehingga setelah liburan, sehabis editornya memeriksa tugasnya, dia bisa langsung mulai menerbitkan.

Yu Hao tidak menyangka akan mulai bekerja secepat ini dan ada beberapa hal tentang pekerjaan ini yang juga terasa sedikit aneh baginya. Dia tidak memiliki posisi resmi, tidak ada kontrak, tidak ada gaji yang secara eksplisit dibicarakan dengannya; tetapi Xiao Yujun tidak mungkin menipunya karena dia masih memiliki Huang Ting sebagai pendukung. Kemudian, dengan demikian, Yu Hao menahan diri untuk tidak bertanya. Aku akan melihat berapa lama kau bisa menahan diri .

“Apa kau punya pacar?” Di kafe, Xiao Yujun sedang merenungkan tentang wawancara dan melihat jejak kemerahan di leher Yu Hao sekilas. JMQY26

Yu Hao dengan cepat menarik kerah bajunya ke atas. Xiao Yujun berkata, “Apakah istrimu keberatan jika kau bekerja paruh waktu selama liburan?”

Yu Hao berkata, “Dia memperbolehkanku untuk datang, tidak apa-apa. Kamu juga bisa menjalin hubungan jika kamu mau ba, Huang Ting pria yang cukup baik.”

Yu Hao ingin dengan santai membantu Huang Ting bahkan jika dia tidak pandai dalam hal ini.

Xiao Yujun berkata, “Apa yang dia katakan padamu?” epZkP

“Tidak ada.” Kemampuan tempur Yu Hao jelas kurang, “Aku cuma merasa bahwa kalian berdua tampaknya memiliki hubungan yang cukup baik.”

“Jika kamu ingin menjadi mak comblang, mengapa tidak menjodohkanku dengan Dewa Laki-Laki (Kaikai)?” Xiao Yujun tersenyum, “Pasti ada sesuatu yang mencurigakan tentang ini.”

Yu Hao berpikir, masing-masing dari kalian adalah roh manusia, tetapi Xiao Yujun berkata dengan ekspresi tegas, “Bei Xiaozhou hanya menjanjikan kita sepuluh menit. Ketika saatnya tiba, aku akan mengajukan pertanyaan kepadanya. Jangan menyela dan aku akan memberitahumu apa yang harus dilakukan setelah kita selesai.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Yu Hao mengangguk dan melihat arlojinya—masih lima menit sampai pukul sembilan. Bei Xiaozhou tiba. Xiao Yujun dengan cepat bangkit untuk berjabat tangan dengannya. Tampaknya Bei Xiaozhou agak enggan untuk bertemu dari ekspresinya; dia duduk dan membuka cermin kecilnya untuk menebalkan alisnya dan berkata dengan dingin, “Bertanyalah ba.” Hl2FES

Wljb Tepec wfwybijx-yjilx yjtjc kjkjcmjgjcsj. Dfl Wljbhtbe alyj-alyj wfcvbcujx vjgl mfgwlc xfmlicsj vjc wfcjajq Te Ljb. Glj wfcufgeaxjc xfclcu, “Yt, Bjwe?”

Te Ljb vfcujc mfqja afgrfcsew vjc wfcujcuuex.

Te Ljb alvjx wfcsjcuxj yjtkj Dfl Wljbhtbe jxjc wfculcujacsj rfafijt tjcsj wfiltjacsj rfxjil vjgl pjet.

“Bjiljc yfgvej rjilcu xfcji?” Wljb Tepec afgrfcsew, “Bfcjqj xjwe alvjx wfcujajxjccsj?” Qjclaj lae yfgxjaj rjwyli wfcsfcuubi Te Ljb. i3Aw80

Yu Hao, “Kamu ingat aku?”

Bei Xiaozhou menutup compact powdernya dan tertawa. Xiao Yujun dengan tajam menyadari sesuatu dan berkata, “Yu Hao adalah pekerja magang, menemaniku.”

Langit Bieru.

“Bukannya kamu baru tahun kedua?” Bei Xiaozhou mengamati Yu Hao.

Yu Hao menjawab, “Kami berteman, aku di sini untuk membantu.” OSJKFT

“Begitukah…” Bei Xiaozhou memikirkannya sebentar, lalu berkata, “Un, Xiao Laoshi, lakukan wawancaramu dulu ba.”

Xiao Yujun mengamati ekspresi Bei Xiaozhou. Perempuan ini memiliki lebih dari dua juta penggemar dan jelas merupakan seseorang yang tidak boleh Xiao Yujun provokasi. Jika dia marah, penggemarnya bisa menyerangnya habis-habisan dan dia bahkan mungkin akan dimarahi.

Pertanyaan Xiao Yujun sangat tajam, tapi dia selalu tersenyum saat bertanya—termasuk pertanyaan tentang tas bermerek yang digunakan Xiaozhou secara daring, liburan yang dia lakukan, tarif iklan yang dia terima, dan sebagainya. Ketika Yu Hao mendengar pertanyaan-pertanyaan itu, bahkan dia pikir itu tampak terlalu ofensif, tetapi senyum Xiao Yujun saat dia mengajukan pertanyaan dapat secara efektif mengurangi ketidaksenangan wawancara.

Setelah mereka berbicara selama sekitar sepuluh menit, penanggung jawab dari agensi Bei Xiaozhou datang. Dia tidak terlihat sangat senang, tetapi ketika dia melihat bahwa sikap Xiaozhou tampak baik, dia tidak menghentikan banyak hal dan hanya sesekali menyela dari samping. Xiao Yujun akan mengajukan pertanyaan, lalu Bei Xiaozhou akan menjawabnya. Yu Hao melihat arlojinya; mereka telah mengobrol selama 50 menit penuh. NBI8x4

Akhirnya, Xiao Yujun berkata, “Apa kamu punya sesuatu yang mau kamu katakan kepada penggemarmu?”

Bei Xiaozhou berkata, “Apakah ini artikel fitur? Kamu mengajukan begitu banyak pertanyaan.”

Xiao Yujun tersenyum dan tidak menjawab. Bei Xiaozhou merenungkan hal itu untuk sementara sebelum menjawab, “Jalani hidupmu sendiri dengan baik ba, tidak peduli seberapa brilian kehidupan ini kelihatannya, pada akhirnya itu adalah masih milik orang lain.”

Wajah manajernya tiba-tiba menjadi pucat, tetapi Bei Xiaozhou masih terlihat acuh tak acuh. Xiao Yujun berkata, “Terima kasih.” WOd8hx

“Yu Hao.” Bei Xiaozhou berkata kepada Yu Hao, “Ayo berbincang sebentar.”

Yu Hao berpikir, apa yang harus kita bicarakan? Jangan bilang kamu ingin aku membantumu mengajak Zhou Sheng keluar ba? Maafkan aku! Dia sudah menjadi milik orang lain sekarang!

Manajer dan Xiao Yujun pergi. Yu Hao berkata, “Aku sudah mendengar banyak tentangmu.”

Bei Xiaozhou berkata, “Oh? Tentang bagaimana aku menjadi wanita simpanan dan semacamnya?” 1Uj4kR

Yu Hao tersenyum, “Tentu saja tidak. Mereka semua mengatakan bahwa kamu adalah Dewi. Teman sekelasku di asrama seberang yang berkata seperti itu.”

Bei Xiaozhou terdiam. Yu Hao berkata, “Tentang Jingya dan Zhou Sheng, aku tidak bisa membantu banyak…”

Bei Xiaozhou tiba-tiba berkata, “Terima kasih, Yu Hao. Terima kasih semuanya.” Saat dia berbicara, dia tersenyum.

Yu Hao, “???” P9a yq

“Kau telah melakukan banyak kebaikan untukku.” Alis Bei Xiaozhou sedikit terangkat, “Aku tidak punya pilihan lain selain menemani Xiao Ya tempo hari. Saat itu, aku bahkan siap untuk menyerah.”

Yu Hao, “!!!”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Kalian berdua… kamu…” Yu Hao memahami tatapan ‘kau mengerti’ yang diberikan Bei Xiaozhou padanya dan langsung merasakan saling pengertian diam-diam dengannya. Dia tidak bisa menahan tawa. Bei Xiaozhou menghela napas lagi tanpa daya.

“Lalu dia?” Yu Hao bertanya pada Bei Xiaozhou dengan ragu. JfiVzq

Bei Xiaozhou mengungkapkan senyum yang sedikit melankolis. Ketika dia menghubungkannya dengan ketika Zhou Sheng berkata ‘sulit bagiku untuk mengatakannya’, Yu Hao segera memiliki firasat bahwa Bei Xiaozhou dan Huang Jingya pasti telah tenggelam ke dalam keadaan berlumpur dalam hubungan mereka juga. Mungkin mereka pernah berkencan sekali, tetapi sebelum langit menjadi cerah di hubungan mereka, Huang Jingya harus menghubungi Zhou Sheng karena tekanan dari ayahnya. Selain itu, Jingya bahkan mulai sedikit menumbuhkan perasaan pada Zhou Sheng.

“Apa yang kamu tertawakan?” Bei Xiaozhou berkata, “Apakah itu lucu?”

Yu Hao berkata, “Aku merasa kamu adalah versi wanita dari Zhou Sheng.”

Bei Xiaozhou mengibaskan rambut panjangnya dan berkata dengan wajah serius, “Itu adalah cara terburuk yang pernah kualami sejauh ini. Jiejie adalah orang yang sangat lembut, oke? Bagaimana bisa aku menjadi seperti bajingan itu?!” Kemudian, rambutnya jatuh dengan aneh di wajahnya, yang membuat Yu Hao tertawa lebih keras sampai-sampai dia merebahkan kepalanya ke atas meja. Jp4yjr

“Apakah kamu sudah selesai tertawa?!” Bei Xiaozhou berkata dengan marah.

Yu Hao melambaikan tangannya. “Aku pikir untuk masalah seperti ini, yang paling penting adalah Jingya memikirkannya sendiri dengan hati-hati.”

Bei Xiaozhou berkata, “Perempuan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk memikirkan sesuatu dibandingkan dengan laki-laki, tapi berbicara tentang perasaan ba, jika mereka begitu mudah untuk memahami dengan jelas, lalu bagaimana bisa ada begitu banyak pasangan bahagia di dunia ini?”

Yu Hao harus mengangguk sebagai tanggapan dan menjawab, “Kamu benar sekali.” 4pt36Y

“Apa kamu punya Weibo?” Bei Xiaozhou berkata, “Aku akan mengikutimu bei.”

Yu Hao agak kewalahan oleh berkat dari Tuhan ini. “Jangan ba! Kamu punya dua juta penggemar! Bagaimana jika penggemarmu akhirnya membuat spekulasi acak…”

Bei Xiaozhou berkata, “Reputasi palsu tidak akan pernah bertahan, mengapa repot-repot? Siapa nama Weibo-mu?”

Weibo Yu Hao hanya berisi gambar-gambar sederhana dari pemandangan kampusnya, serta pepohonan, bunga, hari hujan, dll. yang dia unggah setelah dia berkumpul dengan Zhou Sheng. Zhou Sheng sering mengejek foto-fotonya karena terlalu buruk, tetapi Yu Hao hanya diam-diam menikmatinya sendiri—dia hanya ingin merekam perasaannya saat itu, tetapi dia tidak memamerkan kasih sayangnya di status story. dRDPhm

“Apakah Zhou Laichun tahu tentang itu?” Bei Xiaozhou bertanya.

Yu Hao menjawab, “Dia seharusnya tidak tahu. Aku pikir mungkin akan baik-baik saja setelah lulus.”

Bei Xiaozhou berkata, “Hati-hati, Zhou Laichun bukanlah orang yang bisa dianggap enteng. Orang itu kasar, terlalu bajingan.”

Yu Hao mengangguk, “Terima kasih.” 7OaKRl

“Tapi itu tidak seberapa, Zhou Sheng akan melindungimu.” Bei Xiaozhou berkata dengan santai, lalu menatap ke luar jendela Prancis kafe dengan linglung. “Wajar untuk melindungi orang yang kamu suka.”

Yu Hao berkata, “Bagaimana kamu bisa tahu?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Bei Xiaozhou berkata, “Zhou Sheng tidak pernah menyebut teman asrama atau teman sekelasnya kepada Xiao Ya, aku tahu bahwa tidak ada kesempatan hanya dengan mendengarkannya. Aku menduga bahwa dia kemungkinan besar sudah memiliki seseorang yang dia sukai dan meminta Xiao Ya supaya mereka tidak mencoba menjalin hubungan. Ketika aku melihatmu mengikutinya beberapa hari yang lalu, aku menduga bahwa orang yang Zhou Sheng sukai adalah kamu. T-shirtmu terlihat cukup bagus, kalian sudah membahasnya, kan? ”

Yu Hao menarik kerahnya lagi dengan canggung untuk menutupi jejak cinta Zhou Sheng dan mengangguk. S9l8KM

“Setelah mendiskusikannya,” kata Yu Hao, “Aku malah merasa sangat bersalah. Semakin baik dia memperlakukanku, semakin aku merasa tidak nyaman. Ah, tapi yang terpenting sekarang semuanya baik-baik saja bagi Zhou Sheng…”

“Kamu tidak boleh berpikir seperti itu.” Bei Xiaozhou sedikit mencondongkan tubuh ke depan dan berkata, “Menjadi terlalu berhati-hati dan merasa seolah-olah telah menyakitinya sepanjang waktu adalah hal yang paling tidak bertanggung jawab untuk dilakukan. Kamu harus memperlakukannya dengan baik, dalam keadaan apa pun, tidak peduli betapa sulitnya itu, kamu tentu saja tidak boleh menyerah!”

“Aku mengerti.” Yu Hao merasa tersanjung. “Terima kasih.”

Xiao Yujun membuka laptopnya di meja lain untuk memilah naskahnya, sementara manajer Bei Xiaozhou akan melirik mereka dari waktu ke waktu. Setengah jam sudah berlalu, tapi Yu Hao masih mengobrol dengan Bei Xiaozhou. Baru pada saat itulah Yu Hao tahu bahwa Huang Jingya adalah penggemar Bei Xiaozhou pada awalnya; dia mulai mengikuti akun sosial medianya dan bahkan memberikan hadiahnya. Bei Xiaozhou bertemu dengannya karena dia berterima kasih atas dukungannya dan kemudian mereka berdua secara bertahap menjadi dekat. kSUnVG

Di mata banyak orang, kehidupan cerah dan glamor Bei Xiaozhou dicapai dengan menjual tubuhnya. Kenyataannya, Bei Xiaozhou tidak pernah tidur dengan siapa pun dan bahkan pernah menjalani kehidupan yang sulit.

“Saat aku berada di titik termiskin hidupku.” Bei Xiaozhou berkata, “Aku harus melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk wawancara modelku dan untuk menghemat ongkos bus, aku berjalan tiga halte bus di musim dingin. Apa kamu mengerti perasaan seperti itu?”

“Aku tahu.” Yu Hao berkata, “Aku sangat memahaminya. Aku dulu juga melakukan itu; aku benar-benar putus asa. Juga, jika bukan karena Zhou Sheng, aku pasti sudah mati sekarang.”

“Benar, ‘kan?” Bei Xiaozhou berkata, “Tetapi bahkan ketika aku berada dalam kondisi termiskin, aku tidak pernah berpikir untuk tidur dengan siapa pun. Ketika aku melihat komentar yang ditinggalkan di Weiboku kadang-kadang—terutama yang ditinggalkan oleh para pria—yang penuh dengan cemoohan, aku menjadi sangat marah. Di mata mereka, aku hanyalah seorang pelacur. Aku pernah menangis sepanjang malam. Saat itu aku berpikir, aku mengandalkan usahaku sendiri untuk menghasilkan uang dan menjalani kehidupan yang kuinginkan, jadi aku memprovokasi siapa? Dan kuburan leluhur siapa yang kugali? Kenapa mereka sangat membenciku? Tapi Xiao Ya menyuruhku untuk tidak peduli dengan apa yang mereka katakan.” NXvQVR

Yu Hao tiba-tiba merasa bahwa dia telah menyentuh sesuatu yang tidak bisa ditanyakan oleh Xiao Yujun.

“Bolehkah aku menambahkan semua ini ke dalam bagian wawancara?” Yu Hao berkata, “Mengenai klarifikasi pekerjaanmu dan beberapa rumor.”

“Lakukanlah.” Bei Xiaozhou berkata, “Kamu bisa menulis apa saja, aku tidak peduli. Hanya saja, jangan menyebutkan bagian tentang Xiao Ya.”

Yu Hao tertawa, “Tentu saja tidak. Mereka berdua dikirim oleh Tuhan untuk menyelamatkan kita.” VcDj3

Bei Xiaozhou berkata, “Ya, jadi tidak mungkin bagi mereka untuk menjadi pasangan kekasih. Jika terlalu banyak sumber daya yang terbuang, mereka akan tersambar petir.”

Yu Hao tertawa lagi. Bei Xiaozhou berkata, “Aku berhutang budi padamu. Jika kamu membutuhkan bantuanku di masa depan, jangan ragu untuk mencariku. Ayo, bersulang!”

“Kamu benar-benar sesuatu, bukan? Bagaimana bisa kau mengenal selebriti internet Jiejie itu?” oZtlIT

Setelah Bei Xiaozhou pergi, Xiao Yujun sangat terkejut dengan tambahan wawancara yang dilakukan Yu Hao.

Yu Hao mengucapkan uh dan berkata, “Kami berbicara tentang betapa kerasnya dia bekerja di pekerjaannya.”

Please visit langitbieru (dot) com

Xiao Yujun mengamati Yu Hao sejenak, “Apa kamu akan memasukkan berita ini?”

Yu Hao berkata, “Aku bisa melakukannya?” 7J4pag

Xiao Yujun menelepon dan membawa Yu Hao ke pertemuan kedua mereka dengan selebriti internet lainnya. Yu Hao mengeluarkan laptopnya di kafe lain dan menyalin beberapa wawancaranya dengan Bei Xiaozhou. Mereka bekerja sampai jam 4 sore; Zhou Sheng datang untuk menjemput Yu Hao sementara Xiao Yujun masih berbicara. Mereka telah mewawancarai enam orang secara total. Semua gadis selebriti internet tidak ingin terlalu memperhatikan Xiao Yujun, tetapi mereka cukup tertarik pada Yu Hao.

“Aku akan mentraktir Gege kecil itu dengan sandwich ba.” Salah satu gadis berkata, “Dia terlihat sangat lapar.”

Yu Hao sangat tersentuh bahwa seseorang benar-benar menyadari bahwa dia belum makan.

Pada akhirnya, Xiao Yujun mengangguk dan memberikan USB kepada Yu Hao, “Berikan pada Dewa Pria, kamu telah bekerja keras.” bAGdqH

Zhou Sheng mengambil alih dan kembali ke kampus bersama Yu Hao. Zhou Sheng berkata, “Bei Xiaozhou tidak melakukan apa pun padamu ba?”

Yu Hao dan Zhou Sheng berjalan ke tempat sepi. Yu Hao ingat bagaimana Bei Xiaozhou mengatakan, ‘kau tentu saja tidak boleh menyerah!’ dan saat dia memikirkannya, dia berbalik dan memeluk Zhou Sheng.

Zhou Sheng, “???”

Zhou Sheng langsung meledak kegirangan dan berkata, “Apa? Apa itu? Setelah tidak bertemu sepanjang hari, apa kamu merindukan suamimu ini, hmm?” ytJfuD

Yu Hao tidak mengatakan apa-apa.

“Kamu tidak dibully, ba?” Zhou Sheng berkata, “Jika kamu diganggu maka jangan lakukan ini lagi; Aku akan membalas dendam untukmu.”

Yu Hao bersandar di bahu Zhou Sheng dan merasakan jantung Zhou Sheng berdetak kencang.

“Aku tidak dibully, semuanya baik-baik saja.” Yu Hao tersenyum, “Mari kita cari Kaikai dulu, lalu kita bisa pergi makan malam. Ayo pergi.” 3do5zw

Zhou Sheng dan Fu Liqun akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan paruh waktu. Zhou Sheng mulai mengajar seorang siswa SMP matematika, sementara Fu Liqun pergi ke gym untuk menjadi asisten pelatih peralatan untuk melindungi pelanggan agar tidak terluka saat mereka menambah beban, serta merapikan peralatan dan pekerjaan sampingan lainnya.

“Ya Tuhan,” Zhou Sheng mengeluh tentang siswa SMP itu, “Dia sangat sulit untuk diajar, terlalu memberontak. Aku sangat tergoda untuk memukulnya.”

Yu Hao tidak tahu apakah dia harus menangis atau tertawa. “Mereka semua seperti itu, menjadi tutor adalah kerja keras.”

Jelas bahwa Chen Yekai kurang tidur akhir-akhir ini. Ini adalah pertama kalinya Yu Hao berbicara dengannya sejak akhir liburan musim panas. Rumahnya sekarang didekorasi dengan gaya yang mirip dengan tempat persembunyian dalam mimpinya, dan bahkan taplak mejanya persis sama. Namun, ada tumpukan bahan yang berantakan di atas meja—termasuk mata pelajaran dan jadwal yang digunakan untuk penilaian perguruan tinggi mereka, analisis mata kuliah untuk semester berikutnya, serta laporan kasus Lin Xun. RiQTeN

“Mau minum sesuatu?” Chen Yekai bertanya.

“Berapa jam tidurmu sehari?” Zhou Sheng tidak bisa tidak bertanya.

Story translated by Langit Bieru.

Chen Yekai menggunakan satu tangan untuk menunjuk sebuah angka dan berkata, “Aku belum tidur banyak. Aku juga minum kopi rendah kafein ba, jadi aku tetap tidur di malam hari. Apa kalian masih merebut mimpi baru-baru ini?”

Yu Hao memberikan USB ke Chen Yekai. Chen Yekai mencetak data tersebut dan membuat kopi untuk mereka berdua saat printer telah mengeluarkan sebuah kertas. kTKGp1

“Tidak lagi.” Zhou Sheng berkata, “Tapi aku cuma bisa memberimu Roda Gagak Emas beberapa waktu nanti. Belum bisa sekarang.”

Yu Hao menatap Zhou Sheng dengan penuh arti dan menunjuk dirinya sendiri, lalu menunjuk Zhou Sheng untuk menunjukkan apakah mereka harus memberi tahu Chen Yekai bahwa mereka sudah menjadi sepasang kekasih atau tidak. Namun, Zhou Sheng melambaikan tangannya dan menghentikan Yu Hao untuk tidak mengatakan apa pun terlebih dahulu.

“Ketika Junjun datang padaku membahas mengenai topik ini, aku sangat tertarik.” Chen Yekai berkata, “Tetapi karena aku masih kuliah, aku tidak dapat berpartisipasi dalam wawancara sosial, jadi aku hanya dapat melakukannya melaluimu. Yu Hao, ini pasti berat untukmu, kamu pasti sangat sibuk semester ini.”

Yu Hao tahu bahwa Chen Yekai selalu seperti ini—dia jelas-jelas membantu orang lain, tetapi dia akan membicarakannya seolah-olah dia malah menyusahkan orang lain. Chen Yekai duduk dengan kopi yang dibawanya. Yu Hao berkata, “Tidak banyak yang bisa dilakukan, paling lama hanya butuh satu atau dua bulan. Dengan kecepatan wawancara Junjun Jie, semuanya akan segera selesai.” EPKZgF

Un… biar aku lihat.” Chen Yekai mulai membaca materi cetak, sementara Zhou Sheng berbaring di sofa Chen Yekai dan bermain dengan Switch barunya.

Chen Yekai melirik Zhou Sheng. “Seorang teman memberiku itu, kamu boleh mengambilnya dan memainkan itu bersama temanmu?”

Zhou Sheng, “Jangan, tidak mudah bagi Fu Liqun untuk bertobat. Beri dia konsol lain dan dia akan menjalani kehidupan yang membingungkan lagi.”

“Apa kalian lapar?” Chen Yekai tahu bahwa Yu Hao dan Zhou Sheng sedikit gelisah. Zhou Sheng secara sporadis menekan tombol konsol dengan paksa, sementara Yu Hao berulang kali membolak-balik materi, jadi dia bangkit dan berkata, “Aku akan membuatkan kalian sesuatu untuk dimakan.” 7P0kT

“Aku akan melakukannya ba.” Zhou Sheng melemparkan konsol ke samping dan bangkit untuk mengaduk-aduk dapur Chen Yekai. Hanya ada enam butir telur, setengah karung beras dan sepanci nasi dingin.

Zhou Sheng, “…”

“Menemani dia untuk wawancara?” xrR5Ki

“Ya.”

“Itu bagus. Melalui cara berhadapan langsung dengan orang yang diwawancarai, kamu akan bisa lebih memahami subteks tak terucap dari pertanyaannya dan bahkan mungkin ada penemuan baru.”

“Ya, itu benar-benar.” Yu Hao berkata, “Meskipun aku hanya memperhatikan dari samping, aku kira-kira bisa memahami orang yang diwawancarai hari ini, tetapi aku sering tidak dapat menemukan cara untuk mengungkapkan konten secara koheren.”

“Bahasa dan kata-kata tidak penting. Pertama-tama, kamu perlu memahaminya sendiri dan mengejar sifat bawaan melalui pengamatanmu.” Chen Yekai berkata kepada Yu Hao, “Mengapa Bei Xiaozhou mengatakan hal-hal yang dia lakukan hari ini? Mengapa dia memilih kehidupan seperti ini? Apakah dia benar-benar menyukainya dari lubuk hatinya atau dia dipengaruhi oleh lingkungannya? Mengapa dia menyukainya? Intisari di balik mempelajari Psikologi adalah bertanya ‘mengapa’. Inilah yang dimaksud dengan berorientasi pada orang.” ICshE9

Tatapan Yu Hao bergeser dari materi ke wajah Chen Yekai. Chen Yekai mengeluarkan beberapa paku payung dari kotak alat tulis dan menyematkan kertas A1 ke dinding ruang makan. Dia kemudian mengambil pena dan mulai menganalisis data sosial Yu Hao.

“Pelajari cara menggambar peta pikiran.” Chen Yekai menambahkan, “Cobalah untuk memilah semua informasi berbelit-belit dan rumit yang kamu peroleh, lalu cari esensi yang mendasarinya.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Saat Yu Hao menyaksikan Chen Yekai mulai merekonstruksi pemikiran yang mendasari orang yang diwawancarai menurut data yang dia miliki, dia hanya ingin berseru ‘Dasar Dewa laki-laki!’ Chen Yekai terlalu kuat; garis pemikirannya sangat jelas.

“Budaya konsumerisme mengubah nilai-nilai pribadi di era kita dan dengan melibatkan diri kita di dalamnya, semua orang akan terpengaruh. Dari tema artikel ini, dapat dikatakan bahwa Xiao Yujun berkomitmen untuk menghilangkan kesenjangan generasi antara orang tua dan anak muda. Tabrakan dan konflik dua nilai yang berbeda inilah yang menjadi inti dari topik isu ini.” aY2dOD

“Pada 1970-an dan 1980-an, orang-orang masih memegang ide untuk memulai dari nol dan tidak terlalu menyadari ide konsumerisme, yang merupakan akar penyebab kegilaan remaja dengan selebriti internet, tapi orang tua mereka tidak bisa memahaminya dan berpikir bahwa mereka adalah panutan yang buruk… Terima kasih.”

Zhou Sheng dengan santai memetik segenggam daun dari tanaman peppermint di rumah Chen Yekai dan setelah dia memotongnya, dia membuat nasi goreng dengan peppermint dan telur. Mereka bertiga berbicara sambil makan. Chen Yekai memiliki ekspresi terkejut setelah gigitan pertama.

Chen Yekai, “…”

Yu Hao, “?” 0A7HaZ

Zhou Sheng, “???”

“Sepertinya aku memasukkan terlalu banyak garam.” Zhou Sheng berkata kepada Yu Hao, “Minumlah lebih banyak air nanti ba.”

“Itu benar.” Yu Hao berkata, “Aku lapar, aku hanya makan sandwich sore ini. Nasi goreng dengan mint ini benar-benar harum, enak sekali.”

Zhou Sheng, “Makan lebih banyak, masih ada beberapa di panci. Jadi, Kaikai, menurutmu salah jika bergantung pada membeli tas, sepatu dan barang mewah lainnya untuk mendapatkan kebahagiaan?” qlY2fI

“Itulah arti penting di balik topik ini.” Chen Yekai berkata, “Yu Hao, atur karya itu terlebih dahulu sebelum mengirimkannya kepadaku. Aku akan membantumu merevisinya sekali dan kemudian mengirimkannya ke Xiao Yujun.”

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment