English

Merebut MimpiCh98 - Melarikan Diri dari Bahaya

1 Comment

Penerjemah: Zhanshines
Editor: AdaRa


“Apa kau sungguh berpikir bahwa semua orang yang ada di sekitarmu adalah zombie?” HvLDR2


Zhou Sheng menyeka wajahnya kemudian meluncur turun melalui lereng gunung. Ada satu orang lagi yang ikut bergabung di sisi mereka, ialah Huang Ting yang sedang memegang pistol di tangannya dan sekarang situasinya terbalik.

Yu Hao melirik Zhou Sheng. Zhou Sheng masih terengah-engah. Siku dan lututnya dipenuhi luka, tetapi lukanya bukanlah luka yang serius. Dia mengangguk untuk menunjukkan bahwa dia baik-baik saja. Meski begitu, matanya masih tertuju pada gerakan keempat musuh mereka.

Langit Bieru.

Badai petir terus mengaum di sekeliling mereka; salah satu musuh—si sopir—meneriakkan beberapa kata dengan menggunakan dialek dan segera setelah itu, keempat musuh lainnya tiba-tiba saja berpencar sebelum bergegas menyerang Huang Ting secara bersamaan. Mereka mencoba merebut senjata Huang Ting, tetapi Huang Ting jelas terlatih; dia menjauh dari mereka dan melepaskan tembakan di malam hujan ini. Ketika Yu Hao mendengar suara tembakan di dalam dunia nyata, dia seketika itu juga tercengang.

“Persetan!” Saat ini adalah pertama kalinya Zhou Sheng bertemu dengan orang-orang seperti itu—yang tampaknya tidak takut akan kematian; dia segera melompat ke atas mobil Huang Ting dan menerjang ke depan sekali lagi! oK dg0

Ada empat musuh; salah satu dari mereka telah dijatuhkan oleh Huang Ting dalam sekejap, tetapi dua lainnya terjerat dengan Huang Ting dan kini meraih pergelangan tangannya. Tembakan lain terdengar, tetapi tembakan ini gagal mengenai sasarannya. Begitu seseorang mendekati Huang Ting, dia segera mulai bergulat dengan musuh untuk mencegah senjatanya diambil. Mobil lain melaju ke atas gunung sambil menyalakan lampu jauhnya, yang mana telah seakan-seakan membutakan semua orang sejenak.

“Bala bantuan mereka datang!” Zhou Sheng berseru sambil mundur, “Lari! Semua orang harus melarikan diri!”

Ou Qihang, Fu Liqun dan Yu Hao dengan mantap berlari mundur. Kemudian, pintu mobil pun terbuka. Zhou Laichun keluar dari sana lalu berteriak, “Kami di pihakmu!”

Segera setelah itu, ada empat orang yang bergegas turun dari mobil. Zhou Laichun membuat ancang-ancang saat memegang tongkat besi. R kIHN

Zhou Sheng, “…”

“Sembunyi!” Zhou Laichun berkata, “Masuk ke mobilku!”

Adegan berubah kacau; Zhou Laichun bergabung dalam pertarungan dan tekanan pada Huang Ting segera berkurang. Tembakan ketiga terdengar, membuat Zhou Laichun ikut terkejut. “Pistol siapa itu?!”

Huang Ting, “Jaga jarak! Jangan terlibat perkelahian!” w3vkYL

“Milik kita!” Zhou Sheng berkata, “Apa yang kau lakukan di sini?!”

Wajah Zhou Laichun merah padam oleh amarah. “Apa yang kau lakukan?! Apa kau bilang?!”

Kedua belah pihak saling menjauh lagi. Huang Ting mengarahkan pistolnya ke sisi lain. Dia masih terlihat sangat tenang saat dia berkata, “Semua orang ada di pihak kami, menyerahlah.”

Pihak lain menyadari bahwa Huang Ting sebenarnya bermaksud membunuh mereka semua, jadi mereka tidak mau repot-repot membantu rekan mereka yang tertembak sekarang. Mereka perlahan mundur, bersiap-siap untuk melarikan diri. PbO1MQ

Pada detik berikutnya, terdengar suara helikopter serta deru mesin mobil. Dua lampu mencolok bersinar ke bawah. Yu Hao mendongak, Zhou Sheng memeluknya dan mengangkat tangannya untuk melindunginya dari cahaya.

“Mereka tampak seolah-olah sedang membuat film,” kata Zhou Sheng.

Yu Hao terengah-engah dan bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun—saat ini adalah pertama kalinya dia merasa seperti baru saja lolos dari cengkeraman kematian.

Orang-orang itu mulai bersahut-sahutan. Ketika musuh menyadari bahwa mereka tidak bisa lagi melarikan diri, mereka semua pun berjongkok, satu demi satu meletakkan kedua tangan di tengkuk mereka. Polisi bersenjata datang dan memborgol mereka semua terlebih dahulu. Huang Ting naik ke mobil, memperlihatkan ID polisinya, menunjuk ke arah Zhou Sheng dan teman-teman lainnya. Akhirnya, semua orang di sisi Huang Ting pun dibawa naik ke mobil. Salah seorang polisi mulai membuka borgol mereka. wBg9Ha

“Chen Laoshi?” Yu Hao tiba-tiba melihat sekilas wajah pucat Chen Yekai. Seluruh tubuhnya kini basah oleh keringat.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Satu setengah jam setelah semuanya selesai, di rumah sakit.

Chen Yekai sedang duduk di kursi dengan lengan dibalut perban dan belat. NFgrYd

“Kalian semua harus pulang lebih dulu ba.” Lengan kiri Chen Yekai patah. Meskipun telah menerima suntikan anestesi dan belat untuk lengannya, dia sebenarnya tampak cukup energik. Yu Hao menderita memar jaringan lunak, sementara Fu Liqun mimisan dan wajahnya bengkak, tapi meski begitu, penampilannya masih tetap rupawan. Di sisi lain, perawat sedang mengoleskan anggur yodium pada luka goresan di siku, lutut dan tempat lain pada Zhou Sheng.

“Sekarang belum terlalu larut.” Yu Hao melihat waktu; saat itu baru jam 10 malam.

Zhou Laichun pergi untuk membayar biaya pendaftaran dan melunasi tagihan pengobatan untuk semua orang. Dia meminta sopirnya untuk membeli empat kotak makanan dan melihat mereka makan dari samping. Tangan kiri Chen Yekai tersampir di depan dadanya, sementara tangan kanannya sedang memegang sendok untuk menyendok makanan.

Zhou Laichun, “…” a25S9B

Semua orang, “…”

“Maaf.” Chen Yekai mendahului percakapan, “Aku telah mengabaikan tugasku dan membawa mahasiswaku keluar untuk melakukan hal-hal berbahaya seperti itu.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Semua orang segera berbicara serempak, “Itu bukan salahmu!”

Zhou Laichun dengan cepat berkata, “Tidak, tidak, Chen Laoshi, Anda benar-benar luar biasa.” nvgJFm

Zhou Sheng berkata, “Akulah yang meminta bantuan Kaikai.”

Chen Yekai berkata, “Kalau aku tahu bahwa situasinya akan sangat berbahaya, aku pasti tidak akan–“

“–Tidak apa-apa, tidak apa-apa.” Zhou Laichun berujar, “Bajingan itu sudah mengatakan bahwa dialah dalang di balik semua ini dan melibatkan kalian semua. Aku merasa sangat menyesal. Chen Laoshi, semoga cepat pulih dan jika Anda butuh sesuatu, jangan ragu untuk menghubungiku.”

“Apa yang kau maksud dengan ‘dalang’?” Zhou Sheng berkata dengan marah. CRkAfQ

Zhou Laichun tidak mengatakan apa-apa lagi dan tersenyum sambil mengeluarkan sebatang rokok untuk dinyalakan. Yu Hao berkata, “Paman, Anda tidak boleh merokok di sini.”

“Oh, ya.” Zhou Laichun segera bergumam, “Aku akan merokok di luar. Kenapa tidak…”

“Sampai jumpa lagi,” ujar Zhou Sheng.

Setiap orang, “…” g5M1sd

Zhou Laichun meninggalkan beberapa instruksi lagi dan secara khusus meminta Yu Hao untuk merawat luka Zhou Sheng dan memastikannya tidak akan terinfeksi saat mandi, sebelum pria itu bangkit dari duduknya dan pergi.

Tepat setelah Zhou Laichun pergi, suasana di dalam bangsal akhirnya sedikit santai. Fu Liqun berkata, “Sial! Tadi itu seperti syuting film aksi antara polisi dan penculik. Tadi itu adalah pertama kalinya bagiku berhadapan dengan situasi yang sangat menegangkan; sekarang aku bisa merasakan bahwa hidupku ini begitu berharga, aku tidak boleh menyia-nyiakannya!”

Please visit langitbieru (dot) com

Chen Yekai berucap, “Kita harus lebih berhati-hati lain kali, tadi kita terlalu meremehkan musuh. Kita benar-benar terlalu… terlalu. Ya Tuhan, rasanya begitu menakutkan saat aku memikirkannya kembali.”

“Oke oke, jangan secara moral menyiksa diri lagi dengan menduga-duga situasi sebelumnya.” Yu Hao berkata, “Setelah mengikuti Junjun Jie begitu lama, ada satu hal yang aku pelajari, bahwa ada banyak situasi tak terduga dalam hidup. Biarkan masa lalu berlalu, berhati-hatilah lain kali.” a1Mr29

Zhou Sheng berkata, “Jika kita tidak mengikuti mereka, Ou Qihang mungkin sudah mati sekarang.”

Fu Liqun berseri-seri, dengan gembira dia menjelaskan bagaimana dia melawan penculik. Sementara itu, Zhou Sheng hanya mendengarkannya tanpa ekspresi. Pada akhirnya, Fu Liqun berkata, “Tapi tentu saja, Tuan Muda adalah yang paling menakjubkan.”

Yu Hao berkata, “Kamu awalnya bertarung dengan tiga musuh, lalu berurusan dengan dua orang sampai akhir.”

“Zhou Sheng benar-benar menakutkan.” Chen Yekai berujar dengan pura-pura berbelas kasih. UsFJgm

Para musuh tadi sudah pasti adalah buronan dan mereka jelas telah menerima pelatihan profesional juga, jadi itulah mengapa mereka sangat pandai bertarung. Pada akhirnya, Huang Ting harus melepaskan tembakan sebelum dua dari mereka dijatuhkan. Selama pemeriksaan awal polisi bersenjata, mereka tidak berhasil menebak identitas asli pihak lain dan hanya bisa membawa para penculik kembali terlebih dahulu untuk menginterogasi mereka secara perlahan. Mereka akan bisa mengungkapnya cepat atau lambat.

“Maafkan aku, Kaikai.” Zhou Sheng berucap dengan penuh rasa bersalah, “Aku membuatmu terluka parah.”

Chen Yekai tersenyum. “Aku selalu ingin menjadi pahlawan. Aku tidak pernah memiliki kesempatan itu. Terima kasih telah memberiku kesempatan ini.”

Semua orang tertawa dan Fu Liqun berkata, “Lebih baik memiliki setidaknya sedikit kesempatan untuk menjadi pahlawan.” AxK1e

Chen Yekai berkata, “Jika benar-benar tidak ada pilihan lain, aku tidak akan menyesal melangkah maju. Regulasi terkait senjata begitu ketat di Cina, yang mana itu sangat membantu. Jika tidak, situasi hari ini akan sangat berbeda.”

Chen Yekai telah tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun dan tahu apa yang akan terjadi jika senjata tidak bisa dikendalikan. Semua orang menjawab dengan “un“. Yu Hao tidak lagi takut sekarang dan tidak pula merasakan sedikit pun semangat. Seolah-olah mereka berempat baru saja selesai memainkan pertandingan bola basket yang intens dan semua orang merasa seperti mereka semua telah melewati pintu kematian bersama-sama, menghasilkan pembentukan persahabatan yang melampaui ikatan biasa.

Sebuah ketukan di pintu terdengar. Huang Ting masuk, diikuti oleh Ou Qihang.

“Kami mampir untuk melihat kalian,” kata Huang Ting. T xzRi

Ketika Ou Qihang melihat mereka berempat, untuk sesaat dia merasa agak bingung. Hening, tidak ada yang membuka suara. Pada akhirnya, Chen Yekai yang mengambil andil, dia tersenyum saat dia berkata, “Duduklah, apa kamu sudah mandi?”

Huang Ting pergi untuk melihat tangan Chen Yekai, “Apakah ini tidak terlalu serius, apakah rasanya sakit?”

Chen Yekai berkata, “Aku harus memakai penyangga selama dua sampai tiga bulan.”

“Cedera serius membutuhkan waktu seratus hari untuk sembuh.” Huang Ting berkata, “Ini tidak seburuk patah tulangku sebelumnya.” Saat dia mengatakan itu, dia menunjukkan pergelangan tangannya ke Chen Yekai, “Tidak akan ada masalah setelah pulih.” Hb0VgF

Chen Yekai berkata, “Aku tidak khawatir tentang itu.”

Ou Qihang hanya duduk diam. Ada sepotong kain kasa yang menempel di dahi Yu Hao, beberapa bagian di tubuh Zhou Sheng ditutupi dengan anggur yodium, sementara Fu Liqun hanya tersenyum ketika dia melihat Ou Qihang.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Hujan telah berhenti. Yu Hao melihat ke luar jendela rumah sakit; lampu di luar bersinar terang.

“Aku akan memberimu tugas.” Huang Ting berkata kepada Ou Qihang, “Kau akan bertanggung jawab menyuapi Chen Laoshi makan setiap hari.” B6FJO3

Semua orang tertawa terbahak-bahak, tetapi Chen Yekai berseru dengan sungguh-sungguh, “Huang Ting!”

“Maaf.” Ou Qihang berucap dengan sangat menyesal, “Maafkan aku karena telah menempatkan kalian dalam begitu banyak bahaya. Maaf, Kaikai Ge.”

Fu Liqun datang untuk mengompori. “Orang yang ingin menyuapi Kaikai bisa mengantri dari sini sampai ke sungai.”

Semua orang tertawa lagi. vOaZdu

Yu Hao tahu bahwa Huang Ting, sebagai teman yang baik, selalu berusaha membantu Chen Yekai untuk menemukan pasangan baru. Tetap saja, mengatakannya langsung seperti itu benar-benar terlalu canggung dan Chen Yekai mungkin tidak akan tertarik berkencan dalam situasi seperti itu.

Zhou Sheng menepuk dahinya dengan satu tangan, terlihat bahwa dia sepertinya benar-benar tidak ingin melihat apa yang terjadi sekarang.

Setelah Huang Ting melontarkan lelucon sebelum waktunya, dia duduk di satu sisi dan melepas topi polisinya. Zhou Sheng bertanya, “Bagaimana? Kita setidaknya harus mendapatkan penjelasan ba? Kita semua nyaris kehilangan nyawa karena ini.”

Huang Ting berkata, “Semuanya sudah dipindahkan ke tim investigasi untuk mereka tangani dan semua tersangka juga sudah dikendalikan. Situasi internal di biro kota agak berantakan sekarang, jadi aku hanya bisa mendapatkan pemahaman yang jelas tentang situasinya dalam beberapa hari kedepan. Identitas para penculik sedikit rumit. Salah satunya adalah pensiunan atlet Sanshou (semacam olahraga tinju di Cina) dari tim provinsi.” Z9sbLi

Semua orang sedikit terkejut.

Zhou Sheng berujar, “Orang yang bertarung denganku?”

“Aku pikir begitu.” Huang Ting berkata, “Dia lawan yang sangat sulit. Saat ini, aku pikir salah satu dari mereka lebih akrab dengan lingkungan dan jalan kabupaten dan mereka siap untuk membawa Qihang ke sana untuk menemukan kolam ikan yang ditinggalkan dan… un.”

“Mereka ingin menemukan tempat untuk membunuhku.” Ou Qihang berkata, “Dengan begitu, tidak akan ada lagi orang yang mengetahui rahasia mereka.” J1EN4m

Semua orang di bangsal pun terdiam sejenak. Yu Hao harus mengakui bahwa itu adalah penjelasan yang paling masuk akal. Sebelumnya, Ou Qihang telah berpikir untuk mengakhiri hidupnya, jadi mereka ingin membuat skenario bunuh diri dan membiarkannya menghilang untuk sementara sebelum seseorang menemukan mayatnya. Banyak petunjuk akan berakhir dengan itu.

Mungkin, Ou Qihang samar-samar bisa menebak bahwa dia sudah berada dalam bahaya, itulah sebabnya dia meninggalkan file terkompresi di laptop Xiao Yujun dan memberi tahu Zhou Sheng tentang kata sandinya.

“Apa yang ingin kuketahui adalah…” Zhou Sheng sedang makan nasi dan beberapa butir beras menempel di wajahnya. Yu Hao membersihkannya untuknya dan Zhou Sheng bertanya kepada Ou Qihang, “Bagaimana kau berhasil membebaskan tanganmu untuk mengirimi kami pesan bantuanmu dan meminta kami untuk pergi menyelamatkanmu.”

Yu Hao, “…” xVQyMe

Ou Qihang mengerti dalam hitungan detik. “Aku mengirimkannya secara membabi buta. Begitu aku tertangkap, aku langsung meraba-raba ponselku di saku belakang. Tepat setelah aku mengirim pesan dan menghapusnya, mereka mencarinya dan mengambil ponselku.”

Zhou Sheng mengangguk. “Luar biasa. Aku lebih suka memegang pahamu daripada dinding untuk menopang.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

Yu Hao berpikir, kalian berdua terlalu blak-blakan, bisakah kalian menjadi lebih baik dalam mengarang cerita tepat di depan Huang Ting?! Pertanyaan dan jawaban mereka bahkan mengalir bersama secara alami juga. Pada saat itu, Yu Hao merasa IQ-nya benar-benar hancur.

Fu Liqun mengangkat telepon dan dari raut wajahnya, itu pasti dari Cen Shan. Dia segera bangkit dan keluar untuk menerima telepon. Semua orang mengobrol santai lebih lama. Yu Hao tidak tahu apa yang diizinkan untuk dikatakan oleh Huang Ting, jadi mereka mendiskusikan makanan yang dibawakan oleh ayah Zhou Sheng. gG9QRD

Huang Ting, “Aku belum makan.”

Yu Hao, “Sobek tutup kotak makan siang. Aku akan membaginya denganmu.”

Huang Ting, “Terima kasih.” Dia tidak keberatan sama sekali dan mulai makan setelah menerimanya. Dia jelas sangat lapar sekarang.

Setelah mereka selesai makan, beberapa orang mulai mengobrol lagi. Huang Ting tampak seperti sedang berpikir dengan mata tertutup, tetapi tak lama kemudian, suara napas tenang dapat terdengar darinya—dia tertidur. DdBWym

Yu Hao, “…”

Chen Yekai berkata, “Dia mungkin terlalu lelah.”

Yu Hao menatap Huang Ting, lalu ke Chen Yekai. Zhou Sheng adalah orang terakhir yang menghabiskan makanannya. Dia mengumpulkan bekas kotak makan siang semua orang lalu berkata kepada Ou Qihang, “Mau merokok?”

Ou Qihang bangkit setelah mendengar itu. Yu Hao tahu bahwa mereka berdua memiliki sesuatu untuk dikatakan satu sama lain, jadi dia tidak mengikuti mereka dan tinggal di bangsal untuk bermain gim di ponselnya. DC7mKZ

“Bagaimana dengan mobilmu?” tanya Yu Hao.

“Sudah memberi tahu seseorang untuk mengambilnya.” Chen Yekai berkata, “Tidak apa-apa, mobil itu sudah diasuransikan.”

Chen Yekai melihat sosok Ou Qihang yang sedang gundah. “Sepertinya dia tidak sekuat yang kalian gambarkan.”

“Pertahanan psikologisnya akhirnya runtuh ba,” Yu Hao tersenyum, “Sama seperti malam itu, ketika Gege membawaku ke rumah sakit; semua kegigihanku lenyap tanpa bekas dalam sekejap.” AEzyTO

Chen Yekai tersenyum dan mengamati Yu Hao.

Zhou Sheng pergi ke pintu belakang rumah sakit; ada halaman rumput yang luas di sana. Setelah hujan deras, genangan air yang terkumpul masih terlihat di halaman. Suhu turun setelah setiap hujan musim gugur; musim dingin akan segera datang.

Sebuah korek api dinyalakan. Zhou Sheng menyalakan sebatang rokok untuk Ou Qihang dan mereka berdua tetap bergeming.

Ou Qihang tampak khawatir dan ragu-ragu. Dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia tidak tahu harus mulai dari mana. m6lzWX

“Lihatlah wajahmu yang lemah itu,” Zhou Sheng mengejek.

Ou Qihang juga tertawa. Zhou Sheng berkata dengan santai, “Kenapa kau tiba-tiba saja menjadi begitu rendah hati sekarang, padahal sebelumnya kau sangat angkuh? Coba kutebak, siswa berkaliber tinggi, apa karena aku punya kekuatan super? Atau karena kami sudah melihat melalui hatimu?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Ya.” Ou Qihang berkata, “Apa gunanya berpura-pura di depan kalian?”

Ou Qihang menghela napas panjang dan berjongkok di pintu belakang rumah sakit. Zhou Sheng tetap berdiri. Ou Qihang berjongkok seperti tahanan, mendongak untuk menatap langit berbintang di malam musim gugur. 9f1u4W

Zhou Sheng berkata, “Apa kau sungguh berpikir bahwa semua orang di sekitarmu adalah zombie?”

Ou Qihang tercengang dan melirik Zhou Sheng.

“Gurumu, teman sekelasmu,” Zhou Sheng tidak memandang Ou Qihang saat dia menjelaskan, “Mereka semua menulis permohonan keringanan hukuman ke kantor kejaksaan dan mereka semua berharap kau bisa memulihkan diri.”

“Jun Jie, yang laptopnya direbut olehmu, bersedia menanggung risiko dipecat untuk menegakkan keadilan untukmu.” hgG jm

“Huang Ting adalah seorang perwira polisi, jadi aku tidak akan mengatakan apa-apa tentang dia, tetapi seseorang seperti Kaikai yang tidak memiliki hubungan denganmu sama sekali, tetap berjuang untuk menyelamatkanmu tanpa takut kehilangan nyawanya.” Zhou Sheng berkata, “Siapa dirimu, akan bisa menentukan apa yang bisa kau lihat di matamu. Kalau kau hidup sebagai zombie, maka semua orang di matamu akan menjadi zombie juga. Kau tidak menemukan kehangatan pada mahluk hidup lainnya, jadi batinmu telah berubah menjadi tanah gersang yang ditinggalkan.”

Ou Qihang, “…”

“Manusia adalah satu-satunya makhluk yang dapat menebus dirinya sendiri.” Zhou Sheng menekan rokoknya di samping tempat sampah untuk mematikannya, lalu lanjut berkata, “Jiayou ba.”

Di bangsal, Yu Hao memeriksa tas Chen Yekai—surat izin mengemudi dan kredensial lainnya ada di dalam. 5Zahjc

“Apa kamu tidak mau mempertimbangkan Qihang?” Yu Hao tersenyum.

“Tidak ada minat sama sekali.” Chen Yekai dengan santai berkata, “Anak itu sedikit sensitif, jangan bercanda di depannya; Aku tidak ingin menarik perhatian bunga persik.”

“Tapi peran kalian juga tidak cocok (Ou Qihang sempat bilang kalau dia itu 1 alias top/seme/gong, seperti halnya Chen Yekai).” Yu Hao bercanda.

Chen Yekai, “Peran bisa diubah, itu tidak masalah.” 41F6O8

Yu Hao, “Oh?”

Chen Yekai tersenyum. “Tentu saja pihak lain bisa berubah, apa kamu meragukan kemampuanku?”

“Itu terdengar terlalu percaya diri,” Yu Hao berkata sambil tersenyum.

“Yang paling dikhawatirkan Chen Laoshi setiap hari adalah menarik perhatian banyak bunga persik di mana-mana.” Huang Ting menguap dan terbangun setelah tidur siang sebentar. pvo0nW

Pakaian Chen Yekai semuanya kotor dan berlumpur, rambutnya juga sangat berantakan. Dia bahkan memiliki satu tangan yang diselimuti perban sekarang. Namun, dia telah memasang wajah optimis sejak tiba di rumah sakit. Yu Hao tahu bahwa Chen Yekai khawatir mereka akan merasa kesal dan bersalah kepadanya, jadi dia selalu memasang senyum di wajahnya. Selama Yu Hao mengenal Chen Yekai, kali ini mungkin adalah momen paling menyedihkan yang pernah dialami Chen Yekai yang pernah dilihatnya, tetapi meskipun dia berada dalam kesulitan seperti itu, Yu Hao masih berpikir bahwa Chen Yekai tetaplah tampan, dia benar-benar tampan.

Sangat disayangkan bahwa pria baik seperti itu selalu melajang.

Story translated by Langit Bieru.

Setelah Zhou Sheng dan Ou Qihang merokok, mereka berpapasan dengan Fu Liqun. Mereka bertiga kembali ke bangsal bersama-sama. Huang Ting mengenakan topi polisi, memandang semua orang dan hendak mengatakan sesuatu ketika Chen Yekai menyela, “Jadi, itu saja untuk hari ini? Aku masih ada kelas besok pagi.”

“Akan ada banyak penyelidikan dalam waktu dekat.” Huang Ting berkata, “Aku akan mencoba membuat mereka tidak terlalu mengganggu kalian dan meminta mereka untuk menyelesaikan semuanya dalam satu kesempatan jika mereka bisa, agar mereka tidak akan mengundang kalian kembali untuk diinterogasi sepanjang waktu. Meski begitu, kasus ini sangat serius dan melibatkan banyak hal dalam berbagai aspek, jadi aku harap semua orang bisa mengerti.” DWoYpH

“Kami mengerti,” semua orang berujar bergantian.

Huang Ting, “Aku benar-benar malu untuk mengatakan ini, tapi aku tidak punya apa-apa yang bisa kugunakan untuk membayar bantuan kalian.”

Ai!

“Keluar dari sini!” 5A1WTl

Beberapa orang tidak bisa menahan tawa. Huang Ting terdiam sejenak, lalu mengangguk pada akhirnya dan menjentikkan jarinya ke arah Ou Qihang untuk memberi isyarat agar dia juga ikut pergi.

Zhou Sheng tiba-tiba berkata, “Awasi dia dengan baik. Jika sesuatu terjadi lagi, kami akan mengejarmu.”

Nada suara Zhou Sheng begitu tegas. Sebuah nada di mana dia tidak ingin mendengar penolakan.

“Tentu.” Huang Ting berkata, “Kalian begitu kesulitan hari ini. Aku akan meminta Ibu Qihang untuk merebus beberapa kaki babi untuk Chen Laoshi di lain hari.” xwYsmr

Huang Ting diejek beberapa kali lagi sebelum dia bersiul dan menyenandungkan sebuah lagu sembari membawa pergi Ou Qihang pergi bersamanya. Zhou Laichun mengatur agar sebuah mobil menunggu di luar pintu masuk rumah sakit untuk membawa mereka pulang. Mereka bertiga mengantar Chen Yekai kembali ke asramanya dan Chen Yekai berkata, “Tidak apa-apa, aku akan berendam di bak mandi. Kalian harus pulang cepat ba.

Meskipun Chen Yekai tidak nyaman untuk bergerak dengan satu tangan, dia masih bisa menjaga dirinya sendiri, jadi Zhou Sheng tidak mengkhawatirkannya lagi. Ketika mereka telah sampai ke asrama mereka, sekujur tubuh mereka seketika kehabisan tenaga.

Yo! Kalian pergi berkelahi lagi? Kenapa kalian tidak mengajak kami?” Seseorang dari asrama seberang berkata ketika dia melihat wajah bengkak Yu Hao, Zhou Sheng dan Fu Liqun saat mereka pulang.

“Jangan menyingunggnya lagi.” Fu Liqun berkata, “Kami nyaris dipukuli sampai mati.” oIzcSL

Zhou Sheng berkata, “Kalau kami mengajak kalian, kita semua tidak akan bisa muat di dalam satu mobil. Pergilah minta Kaikai untuk mengganti mobilnya dengan truk suatu hari nanti.”

“Oke!”

Yu Hao membawa bangku ke kamar mandi dan membantu Zhou Sheng mandi. Tubuh Zhou Sheng dipenuhi luka gores dari kepala hingga kaki, jadi mereka harus berhati-hati agar tidak terinfeksi. Zhou Sheng duduk seperti monyet besar dan meskipun dia telah dipukuli sampai seluruh tubuhnya mengalami luka, tetap saja bagian depannya masih berdiri tegaksehingga dia merasa sedikit malu.

“Aku akan melakukannya sendiri,” gumam Zhou Sheng. Vj6Pqw

“Ayahmu memintaku untuk membantumu membersihkan diri,” Yu Hao berkata dengan sungguh-sungguh.

Yo,” Zhou Sheng berkata, “Jadi sekarang kamu bertindak atas perintah orang yang lebih superior?”

Please visit langitbieru (dot) com

Yu Hao tersenyum dan mengusap punggung Zhou Sheng. Zhou Sheng berkata, “Aku tidak menyangka dia akan muncul secara langsung hari ini. Saat aku melihat orang tua itu turun dengan tongkat besi, itu benar-benar membuatku takut. Aku pikir dia akan dipukuli beberapa kali.”

“Dia juga mencintaimu, bukan?” Yu Hao bangkit untuk mengambil handuk, “Aikadang-kadang aku benar-benar tidak tahan dengan kalian berdua, selalu mengatakan hal-hal yang tidak kalian maksudkan…” Saat Yu Hao mengatakan itu, dia juga sedang berdiri berjinjit untuk membantu Zhou Sheng membersihkan rambut dan tubuhnya. Ketika Yu Hao berlutut dengan satu lutut untuk menyeka kaki kekasihnya, Zhou Sheng hanya berdiri dan menatapnya dengan seringai di wajahnya. t72MmA

“Bisa tidak kamu menenangkan dirimu sedikit?” Yu Hao tersenyum, “Benda itu bahkan tidak bisa tidak berdiri bahkan saat kamu sedang terluka.”

Zhou Sheng melawan. “Ini adalah reaksi fisiologis, aku tidak bisa menahannya, bagaimana bisa aku mengontrolnya?”

“Kamu terlihat sangat keren hari ini, saat kamu melawan tiga musuh sendirian.” Yu Hao tiba-tiba berkata, “Aku sudah selesai memandikanmu. Keluarlah ba.” Bersamaan dengan itu, Yu Hao melingkarkan lengannya di leher Zhou Sheng. Dia menundukkan kepalanya dan memberikan sebuah ciuman kepada sang kekasih.

“Aku adalah seorang Jenderal. Kalau bukan begitu, bagaimana bisa aku berperang, hmm?” Zhou Sheng membungkus dirinya dengan handuk mandi, kemudian keluar dengan santai. XJf7Zl

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment