English

Aku Mengandalkan Kemiskinan untuk Menyelesaikan Permainan SurvivalCh10 - Kita Masih Punya Kesempatan

0 Comments
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

Di antara timbunan sampah.

Tempat ini kecil dan sempit, udaranya lembab dan menyesakkan. Kelembaban itu bahkan memiliki aroma berjamur yang menjadi ciri rumah-rumah tua dan tak berpenghuni, orang normal akan merasakan bahwa tempat ini sangat tidak nyaman. wldktF

Luo bertanya tentang rencana Xiao Lan.

【Apa rencana Tuan untuk selanjutnya?】

Langit Bieru.

Xiao Lan dengan santai menemukan ember dan duduk di atasnya, dia menyilangkan kakinya sambil merenung. “Lin Yan tampaknya tidak memahami permainan ini dengan baik, tidak seperti yang kupikirkan; jika dia benar-benar paham, dia tidak perlu memantauku untuk mendapatkan petunjuk tentang rokok Shandi.”

Xiao Lan tiba-tiba mengerti mengapa bos game ini tidak terlihat begitu mengagumkan; itu karena kesulitan permainan ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan bos! 1xdfL6

Zhang Dong hanyalah sumber petunjuk untuk permainan ini. Tindakannya dibatasi oleh aturan permainan dan dia tidak bisa membunuh pemain dengan seenaknya. Asisten toko wanita itu juga sama; mereka semua hanya bagian dari aturan permainan.

Semua kematian terjadi karena tindakan dan pilihan para pemain sendiri.

Bahaya sebenarnya⏤adalah pengkhianat yang berada di antara para pemain.

Mereka akan memikirkan berbagai cara untuk menyembunyikan aturan permainan, kemudian membimbing rekan satu tim mereka untuk melanggar peraturan sehingga menyebabkan kematian mereka. yIxTl2

Namun, game ini sepertinya tidak memberi pengkhianat perlakuan istimewa. Sebelumnya, Lin Yan mampu mengawasi gerakan Xiao Lan dengan mengandalkan kelebihan dari menjadi pemain veteran⏤ item. Jika pengkhianatnya adalah pemain baru, angka kematian untuk game ini pasti tidak setinggi ini, dengan hanya empat dari sebelas orang yang tersisa. Jika si pengkhianat dikeluarkan, hanya ada tiga pemain yang tersisa.

Ini menunjukkan bahwa pasti ada petunjuk yang tidak diketahui Lin Yan, dan jika dia tidak mengetahuinya, dia tidak bisa menghancurkan para pemain dari awal game.

“Masih ada dua puluh menit lagi. Ayo kita kembali ke tempat-tempat di mana kita menemukan petunjuk dan melihat-lihat, ba.”

Xiao Lan berdiri, “Luo, kita masih punya kesempatan!” lkN9fy

 

 

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Bfalxj Wljb Ojc yfgufujr xf uevjcu, lj wfwjxrj Oeb ecaex wfwqfgajtjcxjc alcuxja xfkjrqjvjjccsj sjcu qjilcu gfcvjt. zD cK9

Zfculcuja rlaejrl Oeb rjja lcl, werajtli yjul wfgfxj ecaex wfcmjgl rfmfqja vjc rfjxegja rfyfiewcsj. Zfrxlqec Oeb wfcsjajxjc yjtkj vlj wjrlt ylrj wfcuuecjxjc xfxejajccsj, Wljb Ojc alvjx wfculhlcxjc Oeb ecaex wfcuuecjxjccsj ijul.

Oeb jvjijt fxrlrafcrl sjcu jkjicsj vlrfufi rfijwj qfglbvf kjxae sjcu alvjx vlxfajtel, vjc rfafijt wecmei xfwyjil vl veclj, vlj yfiew yjcsjx yfgxeialnjrl cjwec revjt wfcuuecjxjc fcfgulcsj yfulae rfglcu. Wljb Ojc alvjx ylrj wfwfgjr fcfgulcsj rjwqjl ajx afgrlrj. Vfijcpeacsj, wjrjijt vfcujc Olc Tjc peuj yfiew afgrfifrjlxjc, vlj wecuxlc qfgie wfwlcpjw xfxejajc Oeb vl qfgajgecujc jxtlg, pjvl ifylt yjlx ecaex wfcseget Oeb yfgxeialnjrl rfyjcsjx sjcu vlj ylrj rfxjgjcu.

“Xiao ge …” Ada suara wanita yang tiba-tiba terdengar lirih, dan suara sedihnya akan membuat kulit kepala siapa pun yang mendengarnya mati rasa.

Xiao Lan menoleh namun pada awalnya ia tidak melihat siapa pun. lqHANE

“Di sini.” Suara itu datang dari atas.

Xiao Lan mengangkat kepalanya dan melihat Zhao Xiaohe sedang meringkuk di atas rak logam yang tinggi. Matanya merah, air mata di wajahnya bercampur dengan debu. Dia juga memiliki beberapa luka pada tubuhnya, serta terlihat benar-benar sedih dan putus asa.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Xiao Lan secara intuitif merasakan ada sesuatu yang salah. “Zhao Xiaohe? Apa yang terjadi?”

Zhao Xiaohe mendengus, nadanya lesu. “Lin Yan, dia…dia tiba-tiba berlari kesini dan menghancurkan barang yang aku temukan menjadi berkeping-keping. Dia berkata kita semua harus mati. Kenapa dia melakukan ini EbBUt6

Dia menyeka air matanya. “Tidak ada waktu lagi … Aku juga tidak dapat menemukan petunjuk. Apa aku sudah pasti mati, Xiao ge?”

Ketika dia berbicara, gadis ini, yang mungkin masih SMA, tidak bisa menahan tangisnya.

Hidupnya bahkan belum dimulai, ketika dia dengan paksa ditarik ke dalam permainan aneh ini, dan dia bahkan menyaksikan teman-teman baiknya mati di depannya satu per satu. Dalam hal semangat, dia sudah melakukan dengan sangat baik karena dia dengan sungguh-sungguh mencari petunjuk, menghindari prasyarat untuk mati dan tidak tertipu oleh Lin Yan. Dia bahkan mampu untuk menenangkan dirinya setelah berhadapan dengan kematian teman-temannya.

Bahkan orang dewasa pun akan kesulitan untuk menjalani situasi ini sebaik Zhao Xiaohe. PzAW6R

Sayangnya, ada pengkhianat di dalam kelompok mereka, dan tujuannya adalah untuk mengirim semua orang ke neraka.

Xiao Lan sama sekali tidak memilih untuk mengatakan beberapa kalimat menghibur yang tidak berguna kepada Zhao Xiaohe. Dia dengan cepat berkata, “Masih ada waktu dua puluh menit lagi, kamu masih memiliki kesempatan untuk menemukan petunjuk. Jika kamu masih tidak dapat menemukan apapun bahkan ketika sudah hampir waktunya untuk seleksi ketiga, maka bertaruh saja.”

“Menurut aturan supermarket, semakin mudah mendapatkan barang, maka akan semakin menguntungkan. Produk yang ditempatkan pada setinggi mata adalah yang paling menguntungkan, dan berdasarkan kebiasaan manusia, produk di sisi kanan lebih menguntungkan daripada yang di sisi kiri. Pikirkan orang seperti apa Zhang Dong itu, dan apa yang akan dia beli.”

Tatapan Xiao Lan tenang ketika dia melihat Zhao Xiaohe; matanya yang jernih berisi keteguhan dan harapan, dan beberapa hal yang tidak dipahami Zhao Xiaohe, tetapi tentunya tidak ada rasa takut. 9NaqZI

Melihat tatapannya, tiba-tiba muncul keberanian di hati Zhao Xiaohe. Ini belum momen terakhir, dan masih jauh dari waktunya untuk menyerah! Bahkan jika dia tidak memiliki petunjuk, dia masih bisa bertaruh pada keberuntungannya. Dia tidak percaya bahwa dia akan mati karena beberapa rencana kecil penjahat.

Setelah mengatakan ini, Xiao Lan pergi.

Melihat punggung Xiao Lan yang kukuh, Zhao Xiaohe menyeka wajahnya dan menenangkan dirinya kembali sambil dia diam-diam menyemangati dirinya sendiri.

v2RxS

Setelah meninggalkan Zhao Xiaohe, Xiao Lan dengan cepat berjalan maju.

Meskipun dia memasang muka yang kuat di hadapan gadis muda itu, dia sendiri belum menemukan petunjuk apa pun…

【Tuan, waktu seleksi 15 menit lagi】

Ying! Xiao Lan merasa pahit di hatinya, ia berhenti berjalan, dan mulai berlari tanpa peduli. VLCKbd

Dia kembali ke kantor manajer gudang, dan dia tidak menemukan apa pun.

【Sepuluh menit lagi】

Read more BL at langitbieru (dot) com

Kantor urusan keuangan, tidak ada apa-apa.

Dalam lima menit terakhir, Xiao Lan kembali ke kantor manajer. JB5bi0

Xiao Lan langsung melompat turun dari jendela karena ia tahu itu pasti tidak akan menyakitinya, dengan kondisi fisiknya saat ini.

Kembali ke halaman, Xiao Lan menemukan puntung rokok dan batu bata yang sebelumnya dia sembunyikan. Tidak ada tanda bahwa benda-benda ini telah disentuh oleh siapa pun; sepertinya Lin Yan dan gangster bertato tidak mencari di tempat ini. Ini kabar baik.

Xiao Lan kembali ke tempat ia sebelumnya menemukan puntung rokok, lalu menyalakan senter telepon untuk mempelajari setiap detail dengan cermat. Di bawah penerangan cahaya telepon, dia akhirnya menemukan jejak yang sebelumnya ia abaikan.

Jejak itu adalah jejak berwarna abu-abu terang yang sangat tidak mencolok, seperti ada cairan tumpah di lantai dan perlahan menghilang setelah menyerap debu, dan meninggalkan jejak ini. Dengan berlalunya waktu, ada lapisan debu lagi yang telah mengendap di atasnya, membuatnya semakin tidak mencolok. xdLu0S

Xiao Lan agak bingung sebelumnya. Zhang Dong, orang ini, suka bolos dan suka mengeluh, tapi sepertinya itu hanya omong kosongnya saja. Dibandingkan dengan tingkah lakunya yang pengecut dalam kenyataan, ia hanya berani menggerutu di atas kotak kardus dengan diam-diam, bahkan ketika ia dimarahi oleh manajer.

Bahkan surat peringatannya hanya mengatakan bahwa dia meninggalkan tempat kerjanya tanpa izin dan menghina pelanggan; tidak ada indikasi bahwa dia adalah seseorang dengan kecenderungan melakukan kekerasan.

Lalu mengapa kantor manajer gudang begitu hancur?

Selain itu, ia berlari di tengah malam untuk memanjat pipa pembuangan ke kantor seseorang, dan akhirnya tergelincir dan jatuh ke kematiannya. Meskipun Zhang Dong tidak terlihat pintar, apakah tindakan bodoh ini adalah sesuatu yang akan dilakukan oleh orang yang berpikiran waras? 4 rNVP

Mungkinkah dia sedang mabuk selama waktu itu?

Pikirannya tidak jelas sementara tubuhnya masih mampu bergerak. Dugaan yang paling sederhana adalah ⏤dia mabuk. Setelah seseorang minum alkohol sampai mereka menjadi bodoh, tidak aneh kalau mereka melakukan hal-hal yang memalukan, dan tidak sulit untuk merasa bahwa mereka bisa melakukan apa saja kalau sedang mabuk.

Namun, Xiao Lan sebelumnya tidak menemukan sesuatu yang berhubungan dengan alkohol di setiap tempat lain, sampai-sampai ia telah mengabaikan hal ini. Dengan jejak ini di tanah sekarang, harapan muncul di hati Xiao Lan sekali lagi. Mungkin Zhang Dong membuang botol itu setelah meminumnya, atau dia memang membawanya saat memanjat pipa pembuangan, dan akhirnya hancur bersama dengan tubuhnya saat jatuh.

Xiao Lan menunjuk ke suatu noda dan berkata kepada Luo, “Luo, bantu aku memeriksa apakah ini jejak alkohol.” YV16uK

Jika kebetulan Zhang Dong berjongkok terlalu lama dan dia tidak terlalu memikirkan tentang bagaimana dia harus melakukan membuang air kecil, maka hal ini akan terlalu canggung.

Bayangan gelap itu merentangkan sulur tipis dan dengan perlahan menutupi noda abu-abu. Kali ini, butuh waktu lebih lama sebelum tulisan Luo muncul lagi.

【Ya, tuan】

Xiao Lan akhirnya menghela nafas lega. 97KodR

“Ding dong⏤” 

Please visit langitbieru (dot) com

“Kalian yang beruntung, permainan kami telah dimulai. Jangan buat aku menunggu terlalu lama, oh.”

Suara serak dan tidak enak Zhang Dong terdengar. Apakah mereka lulus atau tidak, ini akan menjadi seleksi final. Wcv8QL

Translator's Note

semacam hiks/ aduh

Translator's Note

Rure : Jadi Zhang Dong sebenarnya takut dan tidak berani berkata apapun kepada manajer , ia hanya bisa menggerutu di belakang saja

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!