English

Aku Mengandalkan Kemiskinan untuk Menyelesaikan Permainan SurvivalCh17 - Dia

3 Comments
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

Ekspresi alumni yang berkumpul di meja sebelah mereka benar-benar terlalu aneh saat mereka melihat foto gadis itu di ponsel; terlihat ada tulisan ‘Saya memiliki masalah’ di raut wajah mereka.

Melihat situasi yang aneh, Gu Shengan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan bertanya pada meja tetangga, “Siapakah ini? Kalian kenal dia?” HOz3Ya

Mereka sepertinya mulai bereaksi setelah dia berbicara, satu per satu, mereka membuang muka dari layar ponsel itu.

Yang paling cerewet, si fotografer dengan rambut kepang, Fu Wenbo, memaksakan senyumannya. “Tidak ada apa-apa; hanya sedikit terkejut bahwa ponsel lama seperti itu masih bisa dinyalakan.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Tetapi, Xiao Lan tidak mudah tertipu. “Gadis di ponsel itu terlihat berumur sekitar tujuh belas sampai delapan belas tahun dan ponselnya juga model dari sepuluh tahun yang lalu. Dia tampaknya seumur dengan kalian semua?”

Senyum Fu Wenbo sedikit kaku. Dia diam-diam mengusap tangannya yang berkeringat ke celananya. “Ah, itu benar. Kebetulan sekali.” TgFENH

Xiao Lan melanjutkan, “Dia mengenakan seragam sekolah yang sama dengan kalian semua. Mungkinkah dia teman sekolahmu?”

Fu Wenbo tercengang. “Bagaimana kamu bisa tahu?!”

Xiao Lan memasang tampang ceroboh. “Aku melihatnya di foto yang kamu tunjukkan barusan ah, tapi itu hanya sekejap; Ku pikir aku mungkin salah lihat, ne.”

Sebenarnya, Fu Wenbo hanya menunjukkan beberapa foto grup dari masa lalu; Xiao Lan sedang berbohong. pFOtYf

Fu Wenbo buru-buru mencoba untuk memperbaiki situasi. “Kami sama sekali tidak mengenalnya; kami terlalu kaget ketika kami melihat pakaian sekolah yang sama. Kamu tahu, sudah sepuluh tahun sejak kami lulus; sungguh mengejutkan melihat seragam sekolah ini ah, haha.”

Mendengar ini, Xiao Lan berencana untuk mencari informasi lebih lanjut, tetapi Cheng Lang, direktur berjas itu, menyela percakapan mereka. “Fu Wenbo!”

Fu Wenbo tersentak ketika dia tiba-tiba menyadari bahwa dia sudah berbicara terlalu banyak dan buru-buru berdiri. Dia tidak berani melihat Xiao Lan lagi, kemudian dengan mengklaim bahwa perutnya sakit, dia langsung bergegas pergi.

Empat orang yang tersisa semuanya memiliki ekspresi yang tak terdeskripsikan, juga tidak lagi tertarik pada makan malam yang lezat itu. Mereka buru-buru makan beberapa suap dan mengeluarkan alasan untuk meninggalkan ruang makan satu demi satu. n ZN6g

Sekarang, hanya ada para pemain yang tersisa di ruang makan.

Gu Shengan bertanya kepada para pemain yang lain, “Bagaimana menurut kalian?”

Liu Yiyi berkata dengan kesal, “Apa yang harus dipikirkan? Bukankah hanya ada masalah dengan para NPC? Gadis yang ada di ponsel adalah hantu, dan kelompok orang tadi menyebabkan kematiannya; sesederhana itu. Apa yang perlu didiskusikan? Tidak ada petunjuk baru juga. Aku akan pergi beristirahat.”

Tanpa menunggu respon dari para pemain lain, dia pergi sendiri. KfUPEF

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Wljb Ojc peuj yfgxjaj, “Vjja lcl wfwjcu yfiew yjcsjx qfaecpex. Cxe wfcuereixjc jujg rfwej bgjcu wfcujkjrl qjgj RUJ ajvl jaje wecuxlc wfcmjgl lcobgwjrl afgxjla vfcujc tbafi lcl. Djujlwjcjqec, jqj sjcu afgpjvl rfqeiet ajtec sjcu ijie qjral wjrlt jvj teyecujccsj vfcujc afwqja lcl.”

Ole Tlsl yjge rjpj yfgylmjgj vfcujc rjcuja alvjx rbqjc, afajql wfcsjcuxea rlaejrlcsj rfpjet lcl, wfgfxj alvjx wfwlilxl mexeq lcobgwjrl, vjc yfgvlrxerl afcajcu lcl ifylt ijcpea qjral rfwejcsj alvjx ifylt vjgl veujjc. Ufaecpex jvjijt tji sjcu qjilcu qfcalcu rfxjgjcu.

Tiga pemain lainnya juga mengangguk setuju.

Pemilik hotel kolam air panas tersenyum dan berkata kepada semua orang, “Kamar kalian sudah dipersiapkan. Pertama-tama, biarkan saya mengantar kalian kesana, ba.” 709zD2

Para pemain tidak keberatan dan mengikuti sang pemilik menuju ke akomodasi mereka.

Mereka awalnya ingin meninggalkan ponselnya dengan si pemilik, tapi dia menolak. Pada akhirnya, Tong Qing, yang menemukan ponsel itu, akan mengurusnya untuk saat ini.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Semua kamar pemain berada di lantai tiga, dan ketika mereka menaiki tangga, ada deretan kamar. Karena hanya ada dua kelompok tamu, sebagian besar kamar di lantai tiga kosong. Pemilik penginapan membawa mereka ke kamar bagian terdalam.

Dia menunjuk ke kiri dan berkata, “Lima kamar di sini adalah milik kalian; seorang wanita muda datang lebih awal dan sudah memilih kamar keempat dari belakang. Kalian dapat mengatur sisanya di antara kalian sendiri.” edhv4H

Gu Shengan tidak bisa menahan diri untuk bertanya, “Bisakah dua orang tinggal di kamar yang sama?”

Pemiliknya tersenyum. “Kalian memesan satu kamar untuk setiap orang ah. Jika kamu tidak puas, saya dapat mengalihkan kalian semua ke ruangan yang berbeda.”

Para pemain buru-buru menolak. Meskipun situasi saat ini adalah satu orang di setiap kamar, setidaknya semua kamar saling bersebelahan, dan mereka dapat mencari bantuan jika terjadi sesuatu. Jika pemilik memindahkan mereka ke kamar di lokasi yang berbeda dan sesuatu terjadi pada malam hari, tidak ada bantuan yang akan datang bahkan jika mereka menjerit sampai atapnya lepas.

Yang lain masih ragu-ragu, sementara Xiao Lan sudah menuju ke kamar yang paling ujung. tWgwLQ

Zhao Fan, dengan wajah bintik-bintik, mau tidak mau berkata, “Hei…Itu kamar terakhir ah, apa kamu tidak takut?”

Xiao Lan tertawa. “Aku terlalu miskin; mampukah aku untuk takut pada hantu?”

Setelah mengatakan hal tersebut, dia langsung masuk ke dalam ruangannya dan meninggalkan ketiga pemain yang tersisa berdiri dengan ekspresi bingung. Apakah kemiskinan dapat memaksa orang sampai seperti itu? Setelah itu, meski mereka masih sedikit gelisah, tiga orang yang tersisa masing-masing memilih kamar untuk ditempati.

Dari yang terdalam sampai terluar, urutan kamarnya adalah: Xiao Lan, Gu Shengan, Zhao Fan, Liu Yiyi, Tong Qing. GcouIC

Xiao Lan, sebaliknya, tidak begitu cemas tentang ruangan terakhir.  Akankah hantu Dunia Advent peduli di kamar mana kita tinggal? Ketika saatnya tiba, tidur di ruang tunggu bahkan mungkin harus dilakukan. Paling tidak, ruangan terakhir memiliki jendela dan dia masih bisa melarikan diri jika pintunya dihalangi⏤ini adalah pilihan yang sangat praktis.

Ruangannya juga terbuat dari kayu dan ada karpet di lantai. Sebuah tirai berpola bunga tergantung di jendela, memberikan kesan yang sangat lembut dan harum. Dari luar, kamar ini, bersama dengan ruangan hotel kolam air panas yang lainnya, adalah tempat yang sangat pas untuk liburan.

Xiao Lan menurunkan Luo dan mulai mencari petunjuk di ruangan itu.

Luo berjalan ke arah Xiao Lan dengan langkah kucingnya yang anggun. UKGTz7

“Tuan, tolong serahkan pencarian petunjuk padaku.”

Tangan Xiao Lan gatal ketika dia melihat Luo, dia tidak bisa menahan diri dan membelai Luo sekali sebelum dia berkata, “Apakah pencarian ini tidak akan menghabiskan terlalu banyak energimu?”

Luo menjentikkan ekornya. “Tidak masalah jika hanya mencari barang biasa dalam jarak dekat.”

Xiao Lan dengan enggan menarik tangannya ke belakang dan Luo mengangkat kaki depannya untuk menepuk lantai. Bayangan gelap menyebar dari cakarnya dan dengan hati-hati menyapu setiap sudut dan celah di ruangan itu. 5S2Vu3

Luo berlari beberapa langkah ke depan dan melompat untuk berjongkok di atas lemari. Dia menepuk lemarinya. “Di sini, Tuan.”

Xiao Lan pergi dan membuka lemari. Setelah mencari beberapa menit, dia menemukan barang persegi panjang yang terbungkus di sudut dalam laci paling atas.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Ketika dia membuka untuk melihat-lihat, Xiao Lan terkejut setelah melihat bahwa barang itu adalah buku diary yang terkunci. Buku itu memiliki desain kuno, bahkan sampulnya telah menguning. Untuk menjawab bagaimana Xiao Lan tahu ini adalah buku diary, itu karena kalimat ‘Pikiran Rahasia Seorang Gadis’ tercetak di atas sampulnya; ini tidak mungkin suatu buku catatan kesalahan, kan?

Bagi Xiao Lan, kunci diary sederhana seperti itu sama saja dengan tidak dikunci sama sekali; bahkan tidak perlu waktu tiga detik untuk membukanya. jO1vbr

Yang tercatat di dalamnya adalah kisah cinta terpendam seorang siswi bernama Gu Mo.

Dia bukan seseorang yang menulis buku diary secara teratur, biasanya hanya ada entri baru setiap lima hingga enam hari. Gu Mo juga tidak banyak menulis di setiap entri; bagian awal buku diarynya memiliki entri yang sepele seperti ‘Dia terlihat sangat tampan saat bermain basket hari ini’, ‘Aku bertemu dengannya lagi di koridor hari ini’, ‘Dia suka menggunakan pulpen hitam’, dan seterusnya.

Baru menjelang akhir buku diary itu Xiao Lan akhirnya melihat nama yang dikenalnya. “Du Yuhui bilang aku miskin di depannya dan Cheng Lang malah tertawa. Mereka tertawa dengan penuh kebahagiaan…”

Buku diary itu tiba-tiba berakhir di sini. zn16IA

Xiao Lan kira-kira sudah memahami pengalaman siswi ini. Dia diam-diam jatuh cinta pada Cheng Lang, tapi hanya berani menatapnya secara diam-diam dan tidak pernah berani untuk menyatakan cintanya. Tetapi suatu hari, dia secara tidak sengaja kebetulan melihat orang yang dia sukai tertawa tentang betapa miskinnya dia dengan orang lain di belakangnya. Ini benar-benar pukulan yang bisa menghancurkan hati seorang gadis muda.

Xiao Lan sebenarnya juga tidak perlu khawatir tentang makanan atau pakaian selama masa kecilnya; dia memiliki ayah yang kaya dan ibu yang lembut dan cantik. Meskipun ayahnya tidak pernah ada di rumah, Xiao Lan masih ditemani ibunya, dan dia juga merawatnya dengan baik. Begitulah, sampai ayahnya menghilang suatu hari, dan kehidupan Xiao Lan berubah drastis.

Xiao Lan juga pernah mengalami yang namanya diejek karena miskin, dan karena keluarganya pernah kaya sebelumnya, ejekan dan kebenciannya juga lebih buruk; banyak dari temannya dan orang dewasa yang mengkhianati mereka begitu cepat sampai bisa dibilang menakutkan.

Xiao Lan juga menderita, tetapi kemudian ibunya menderita sakit parah. Dia harus merawat ibunya sambil berurusan dengan penagih hutang, serta menyeimbangkan pelajaran dan pekerjaannya. Seiring berjalannya waktu, dia tidak lagi peduli dengan ejekan yang dangkal seperti itu. Drk5Is

Luo memperhatikan bahwa Xiao Lan sedang dalam suasana hati yang buruk, jadi dia mengusap kepalanya yang datar dan berbulu ke punggung tangannya (XL). “Tuan.”

Xiao Lan kembali ke dirinya sendiri. “Aku baik-baik saja. Besok, kita harus menemukan cara untuk mendekati Du Yuhui dan Cheng Lang untuk bertanya kepada mereka tentang Gu Mo. Selain itu, ada sesuatu tentang Du Yuhui yang membuat aku penasaran.”

Dia menjelaskan kepada Luo bagaimana Du Yuhui memandangnya, serta kecurigaannya.

Setelah malam tiba. Sgcf9F

Berbaring di bawah selimut yang lembut dan kering dalam kegelapan, Xiao Lan sedang mengobrol santai dengan Luo, yang sedang berbaring di samping bantalnya, dan suara Luo yang rendah dan lembut membuai dia untuk tidur.

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki di luar pintu.

Kedengarannya seperti ada seseorang yang menyeret kaki mereka dengan sandal saat mereka berjalan, dan juga pergerakannya sangat lambat, sehingga menghasilkan suara yang panjang dan terseok-seok. Langkah kaki itu berlama-lama di luar pintu kamar Xiao Lan, seolah-olah seseorang sedang mondar-mandir, ke kanan, lalu ke kiri.

Tapi Xiao Lan tinggal di kamar paling dalam, jadi bagaimana mungkin langkah-langkahnya bisa datang dari arah kiri? 8EusiQ

Pintu hotel itu kokoh, dan tidak ada cahaya yang masuk melalui celah di dalamnya; di sisi lain, Xiao Lan juga tidak bisa menentukan apa yang ada di luar pintunya, atau apakah ada ‘sesuatu’ sama sekali.

“Tok tok tok”. Seseorang mengetuk pintu dengan ritme yang sangat mekanis; bahkan waktu di antara ketukannya terdengar sama.

Langit Bieru.

Suara seorang wanita muncul dari luar pintu. “Xiao Lan, apakah kamu ada di dalam?”

Suaranya lembut serta intonasi penuh kasih sayangnya terutama bisa membangkitkan naluri pelindung seorang pria. f5dg4D

Xiao Lan tidak menanggapinya.

Suara wanita itu bergetar lembut untuk membangkitkan rasa kasihan. “Aku benar-benar kedinginan. Apakah kamu tidak mau menemaniku?”

Xiao Lan: “Maaf, saya tidak perlu bangun di malam hari. Setelah Anda pergi ke toilet dan kembali tidur dengan cepat, Anda tidak akan kedinginan lagi.”

Wanita di luar: “…” ALQFRo

Sialan, terima saja kalau kamu tetap jomblo seumur hidup.

Translator's Note

pergi ke toilet

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

3 comments

  1. Oh akhirnya kita tau masa lalu XL & sejarah utangnya 😯