English

Aku Mengandalkan Kemiskinan untuk Menyelesaikan Permainan SurvivalCh22 - Setiap Ketidakadilan Ada Pelakunya

2 Comments
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

Melihat Xiao Lan tidak bereaksi, Gu Shengan bertanya dengan agak khawatir, “Ada apa denganmu?”

Xiao Lan menggelengkan kepalanya, lalu menceritakan apa yang telah dia alami hari ini.  QpcOY7

Gu Shengan berkata dengan kagum, “Kamu benar-benar kembali ke sepuluh tahun yang lalu! Aku tidak pernah menyangka mereka berlima ternyata adalah orang macam itu secara pribadi. Ini sangat berbeda dengan penampilan mereka.

“Lalu, apakah Gu Mo yang memanggil mereka kembali? Dia ingin balas dendam, tapi kenapa itu berubah menjadi melawan kita?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Xiao Lan juga tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan itu dan hanya bisa berkata, “Alasan yang paling mungkin pasti ada hubungannya dengan para siswa alumni itu. Saat ini, entah itu bos atau masa lalunya, juga masa kini, mereka semua ada hubungannya dengan kelompok itu. Kita harus mencari cara untuk mendapatkan petunjuk dari mereka.”

Gu Shengan mengangguk. “Mari kita cari Tong Qing dan Zhao Fan dulu. Lebih baik kita berempat bekerja sama. Mari lupakan dulu Liu Yiyi…Dia tampak aneh akhir-akhir ini dan selalu membuat punggungku merinding.”  yWj2mu

Xiao Lan juga setuju. Kecuali jika benar-benar diperlukan, dia tidak ingin berurusan dengan Liu Yiyi, yang telah menjadi teka-teki.

Mereka tiba di pintu kamar Zhao Fan.

Gu Shengan mengetuk pintu. “Zhao Fan. Zhao Fan, apakah kamu di dalam?”  zYVDAL

Tidak ada jawaban.

Gu Shengan mengerutkan kening dan dia mengetuk lebih keras. “Zhao Fan! Buka pintunya!” 

Setelah beberapa lama, pintu kayu terbuka kecil dan terdengar suara putus asa Zhao Fan. “Ada apa?”

Gu Shengan merendahkan suaranya. “Kami telah menemukan beberapa petunjuk, dan kami bersiap untuk melawan kelompok alumni. Ayo pergi bersama.”  xlzHSh

Tetapi Zhao Fan malah menutup pintu. “Tidak mau, kalau aku pergi, aku akan mati.”

Gu Shengan menggedor pintu. “Kamu akan mati jika kamu tidak pergi!”

Zhao Fan tidak mau mendengarkan. “Tidak mau! Aku tidak mau pergi! Jika kamu ingin pergi, pergi saja sendiri !!”

Gu Shengan menjadi marah dan menggedor pintu terus menerus, tapi orang dibalik pintu tersebut tidak lagi menanggapinya. AjEBXZ

“Lupakan saja, ayo pergi ba.” Xiao Lan menghentikan Gu Shengan dan tidak lagi memperdulikan Zhao Fan. Di Dunia Advent, bergerak maju tidak menjamin bahwa mereka akan kembali hidup-hidup, tetapi melarikan diri sudah pasti berujung kematian. Zhao Fan telah menyerah dalam perjalanannya untuk bertahan hidup, tapi bukan tugas mereka untuk terus memaksa membantunya juga.

Xiao Lan mengetuk pintu Tong Qing, lalu tiba-tiba merasa ada sesuatu yang salah. 

Suara pintu yang dihasilkan sangat sama, dan saat disentuh oleh jari, pintu terasa lembab. Hal ini menyebabkan Xiao Lan teringat akan noda air di sudut kamarnya tadi malam, dan dia langsung mendapat firasat buruk.  INdyiK

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Wljb Ojc wfcuufvbg qlcae vfcujc qjxrj, “Kbcu Hlcu! Kbcu Hlcu! Alxj xjwe vl vjijw, pjkjy jxe!”

Cxjc afajql gejcujc lae recsl rfcsjq.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Wljb Ojc vjc Xe Vtfcujc rjilcu yfgqjcvjcujc xtjkjalg. Zfgfxj ajxea yjtkj rfrejae afijt afgpjvl xfqjvj Kbcu Hlcu.

Ujvj rjja lae, cbvj jlg wfcsfyjg vjgl xjwjg Kbcu Hlcu rfvlxla vfwl rfvlxla, wfwyjrjtl qlcae wjrex. Zfgfxj yfgvej wecveg xfyfijxjcu, vjc wfcujwjal cbvj jlg lae vjgl rjwqlcu. t5Tx4s

Setelah mereka memastikan bahwa ini hanyalah noda air biasa, mereka menghela nafas lega. 

Gu Shengan maju dan mendobrak paksa agar pintu terbuka, tapi pintunya tidak bergeming sedikitpun. Dia kemudian mengangkat kakinya untuk menendangnya dengan ganas beberapa kali. Pintu itu mengeluarkan suara derit samar, tetapi tetap tidak bergerak.

Gu Shengan terengah-engah dengan kedua tangan di lututnya, dia menoleh untuk memanggil Xiao Lan untuk datang membantu. 

Tiba-tiba ada suara angin saat bayangan hitam tiba-tiba melintas di depan matanya, angin yang bertiup mengacak-acak rambutnya. Tak lama kemudian, ada “dentuman—” yang keras, dan pintu yang tidak bisa dia dobrak tidak peduli seberapa keras dia berusaha, terbuka begitu saja.  ZmXIK5

Gembok yang dipukul dengan keras dan terpental sekarang menjadi hal yang menyedihkan, lemah, dan tak berdaya yang tergeletak di satu sisi di lantai.

Dan pelakunya adalah kucing hitam yang memakai saputangan di kepalanya, ia juga berada di sebelah Xiao Lan. Pada saat itu, kucing itu berdiri di dalam ruangan dengan wajah yang mengatakan “Saya tidak tahu apa-apa, saya hanya kucing kecil yang anggun”. 

Gu Shengan: “…”

Apakah dia benar-benar kurang berlatih? Mungkin tidak seharusnya dia menghabiskan waktu sepanjang hari berbaring di tempat tidur dan bermain dengan ponselnya; jika tidak, akan sangat memalukan jika dia tidak bisa mengalahkan seekor kucing ketika waktunya tiba. NgoDw3

Xiao Lan menepuk pundaknya untuk menghibur dan masuk ke dalam kamar.

Ruangan itu lembab; dari langit-langit ke dinding dan bahkan ke lantai, ada air di mana-mana. Udara dipenuhi dengan aroma unik dari kolam air panas alami, dan identik dengan aroma kolam air panas hotel tersebut

Tong Qing sedang berbaring di tempat tidur dengan pakaian untuk bepergian, rambut panjangnya terurai. Seluruh tubuhnya basah kuyup dan bahkan ada banyak genangan air di tempat tidur sembari tubuhnya terbaring setengah terendam air. Matanya melotot menatap langit-langit kamar, seolah-olah ada sesuatu yang sangat berbahaya di atas sana.

Xiao Lan membantu menutup matanya. Saat dia memeriksa mayat, dia bertanya kepada Gu Shengan, “Kapan terakhir kali kamu melihat dirinya?” 8A6CZ

Gu Shengan berpikir beberapa saat. “Sekitar siang hari. Ketika kami bangun di pagi hari, kami menyadari bahwa kamu telah menghilang, lalu berpisah untuk mencari petunjuk. Di siang hari, aku bertemu dengannya. Dia terlihat baik-baik saja pada saat itu.”

Tangan kanan Tong Qing yang terendam air menarik perhatian Xiao Lan. Tangannya terkepal erat dan ada sesuatu yang berwarna putih menonjol dari sela sela jarinya; barang itu terlihat seperti secarik kertas.

Xiao Lan membuka kepalan tangan Tong Qing dan menemukan foto kuning di genggamannya. Gambarnya sedikit pudar setelah terendam di dalam air.

Di foto itu ada seorang siswi yang membungkuk mengambil sesuatu dari tanah, dan ada angin yang menyingkap roknya. Fotografernya kebetulan mengambil dari sudut yang jahat, dan memotret foto yang terlihat tidak senonoh. QG0IJW

Walaupun wajah siswi itu tidak terlihat di dalam foto, yang pertama terpikir oleh Xiao Lan adalah Gu Mo ketika melihat rambut hitam itu. Dia mengingat perkataan Fu Wenbo sepuluh tahun yang lalu; mungkinkah mereka mengambil foto Gu Mo secara diam-diam lebih dari satu kali?

Kehidupan SMA Gu Mo penuh dengan teman sekelas yang mengejeknya karena kemiskinan, ratu kelas yang memperburuk keadaan, seseorang yang diam-diam ia sukai menginjaknya untuk mengejar ratu kelas, fotografer mesum yang tidak pernah terlihat, dan seorang wali kelas yang seharusnya menolong dia, akan tetapi guru itu memiliki obsesi yang tidak normal.

Story translated by Langit Bieru.

Kehidupan macam apa itu?!

Xiao Lan memberikan foto itu kepada Gu Shengan, kemudian menjelaskan apa yang Fu Wenbo pernah lakukan di masa lalu. Vi2R5J

Gu Shengan: “Anj***! Tak heran Gu Mo ingin menyeret dan mencabik-cabik mereka.”

Xiao Lan: “Akan lebih baik jika dia tidak mencabik-cabik kita juga.”

Gu Shengan menatap sedih mayat Tong Qing. “Setiap ketidakadilan mempunyai pelakunya. Jiejie , tak bisakah kau melihat dengan jelas…”

Xiao Lan: “Mereka pasti melakukan sesuatu untuk menyesatkan Gu Mo. Ayo, kita harus mencari mereka.” jHVuAe

Pada akhirnya, kelima orang itu tidak ada di kamar mereka.

Luo menggunakan identitasnya sebagai kucing hitam untuk berlari ke meja resepsionis dan mengambil kesempatan untuk mempelajari buku tamu, hanya untuk mengetahui bahwa sebuah kamar baru telah dibuka di lantai kedua.

Lantai kedua itu sangat lega dan kosong, dan juga sepi; tidak ada tamu lain disana.  HXUYWm

Xiao Lan menemukan ruangan tempat mereka berlima berada, dan dengan efisien membuka gembok pintu kamar sebelah kiri. Aksinya sangat natural, seolah-olah apa yang dia pegang bukanlah kawat besi, tapi kunci aslinya.

Wajah Gu Shengan penuh dengan kekaguman. “Kakak, kamu luar biasa!”

Xiao Lan melambaikan tangannya. “Cuma hal kecil.”

Dia langsung menuju balkon. Xiao Lan sudah menyadari sejak awal bahwa balkon ruangan ini sangat dekat dengan ruangan mereka, sudah diatur secara tata letak arsitekturnya, dan sangat cocok untuk mengintip. Xahp17

Berkat ditutupi oleh tanaman di balkon, Xiao Lan dan Gu Shengan dapat berjongkok dan mulai mengamati situasi di sebelah.

Du Yuhui dengan gugup menarik ujung kemejanya. “Apa benar Gu Mo yang memanggil kita?”

Zhang Jie memutar matanya. “Bagaimana itu bisa palsu? Lihatlah gadis yang telah meminum alkoholku; hidupnya sudah hilang.”

Du Yuhui segera berkata, “Kalau begitu itu bagus, itu bagus. Kita semua akan aman kalau begitu.” nV7lmD

Zhang Jie mendengus. “Kita telah menggunakan alat spiritual yang diberikan oleh Guru Agung untuk menukar aura kita dengan aura mereka. Gu Mo akan berasumsi bahwa mereka adalah targetnya; dua orang yang minum alkohol secara khusus akan diprioritaskan. Selama mereka semua mati, kebencian Gu Mo akan memudar. Setelah itu terjadi, kita akan aman.

“Aku menyimpan ini selama bertahun-tahun sebagai harta penyelamat hidup; hatiku sakit sekali.”

Langit Bieru.

Xiao Lan dan Gu Shengan bertukar pandang. Benar saja, kelompok ini merupakan orang-orang yang berada di belakang kasus kematian Tong Qing.

Tetapi kabar buruknya adalah ternyata mereka telah menjadi target bahkan tanpa meminum anggur. raW04j

Fu Wenbo juga menghela nafas lega. “Itu bagus. Kita belum bisa meninggalkan hotel dalam beberapa hari terakhir untuk berjaga-jaga.”

Du Yuhui berkata dengan kesal, “Wanita Jal*** itu; siapa yang tahu apa yang dia lakukan tahun itu ah, mengapa mencari kita saat dia yang pergi sendiri untuk mati di luar? Bukan kita yang menyebabkan kematian dia juga; kita hanya mengatakan beberapa hal tentang dia.”

Fu Wenbo: “Mungkinkah dia membenci kita saat itu …”

“Memangnya apa yang telah kita lakukan?! Kita tidak melakukan apa-apa sama sekali! ” Cheng Lang mengangkat suaranya. “Dan yang lebih buruk adalah bahkan Guru Yang pun ikut dilibatkan, benar kan, Guru Yang?” 7tGdmN

Namun Yang Degao tidak menjawab; tatapannya kosong, dan entah apa yang dia pikirkan. Cheng Lang hanya bisa memanggilnya lagi, “Guru Yang?”

Yang Degao mulai tersadar. “Ah? Ya… ya… aku tidak melakukan apapun sama sekali…”

Orang orang di dalam ruangan masih mengeluh dan tidak terlihat menyesal sama sekali, dan respon aneh Yang Degao menarik perhatian Xiao Lan. Keempat orang lainnya bersalah akan tetapi dengan keras kepala tidak mau mengakuinya; Namun, hanya Yang Degao yang merasa bersalah sampai dia tidak bisa berbicara dengan lancar.

Emosi Gu Shengan berkobar. “Yang Degao ini sudah jelas pelakunya ah! Satu-satunya yang kurang adalah tulisan ‘Akulah pembunuhnya’ di wajahnya. Aku akan menanyai mereka!!” gGDYPf

Sambil berbicara, dia meletakkan kedua tangannya di tanah, bersiap untuk bangun.

Xiao Lan buru-buru menghentikannya. “Bagaimana kamu akan menanyakannya?”

Gu Shengan membeku. “Hanya… tanya saja langsung ah…”

Xiao Lan bahkan tidak ingin memberikannya tatapan menghina. “Kamu pikir mereka akan langsung mengaku saat kau bertanya kepada mereka?”  WNBkMc

“…” Gu Shengan melihat fisiknya sendiri yang kecil, lalu memikirkan anggota di sisi lainnya, yang—selain dari seorang lelaki tua—memiliki juga dua lelaki yang satu kepala lebih tinggi darinya, dan ia pun menjadi khawatir. “Lalu apa yang harus kita lakukan ah?”

Kebetulan pada saat ini, Yang Degao yang gelisah bangun dan berkata bahwa dia ingin keluar dan mencari udara segar.

Xiao Lan kembali ke kamar dan mengambil kabel kasar yang digunakan untuk tirai jendela. Dia menariknya untuk menguji kekokohannya, lalu memanggil Gu Shengan untuk pergi bersamanya.

Gu Shengan menatapnya dengan waspada. “Kamu, kamu, kamu… Apa yang kamu rencanakan?” Koyt9g

Xiao Lan memperlihatkan senyum cerah. “Lakukan rencana yang nekat.”

Wajah Gu Shengan berubah pahit dan dia berkata dengan penuh dilema, “Kita tidak boleh menyerang NPC, kakak.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Inilah yang kita sebut komunikasi yang bersahabat; bagaimana itu bisa dianggap sebagai suatu serangan?” Xiao Lan menggantungkan kabel di satu bahu sementara senyum di wajahnya semakin ramah. “Lihatlah ekspresiku, bukankah ini baik? Bukankah ini ramah?”

Gu Shengan: “…” 9wX6Wz

Terlalu ramah!! Kakak, inikah cara kamu menyelesaikan masalah???

Translator's Note

kakak perempuan

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

2 comments