English

Aku Mengandalkan Kemiskinan untuk Menyelesaikan Permainan SurvivalCh25.2 - Di Dalam Kabut Tebal

2 Comments

Kabut putih pun berkumpul kembali, dan dunia sekali lagi menjadi lapisan yang kabur.

Gu Mo terlihat seperti anak kecil yang memamerkan mainannya kepada teman barunya, sembari dia membawa Xiao Lan untuk menonton aksi balas dendamnya. dBimo4

Apa yang muncul selanjutnya adalah sebuah koridor. Koridor panjang itu tidak bernoda dan diselimuti oleh kabut putih serta ujung dari koridor itu tidak terlihat. Di sebelah kanan ada deretan jendela kaca yang bersih dan rapi. Ketika Xiao Lan melihat keluar jendela, yang bisa dia lihat hanyalah hamparan putih yang luas.

Di sisi kiri koridor ada deretan ruang kelas. Kursi dan mejanya ditata rapi, buku-buku pelajaran dan alat tulis bertebaran di atas meja. Ada tulisan di papan tulis yang belum dihapus, seolah-olah sebelumnya ada seseorang yang sedang mengajar, tetapi tiba-tiba menghilang pada detik berikutnya.

Story translated by Langit Bieru.

Sepertinya koridor ini tidak ada habisnya. Pemandangan di kedua sisi koridor terus berulang, hal ini membuat Xiao Lan tidak tahu berapa lama waktu yang sudah berlalu.

Di arah depan, ada gumpalan gelap aneh yang muncul di salah satu sudut ruang kelas terbuka, gumpalan itu berdiri di sana dengan tenang. Alasan mengapa gumpalan itu aneh adalah karena tidak ada apa pun di sekitarnya yang dapat membuat bayangan. Gumpalan kegelapan ini juga tidak menunjukkan tanda-tanda tertutupi meski berada di dalam kabut putih, dan ini sama mencoloknya seperti noda tinta hitam di atas kertas putih. DxuORG

Luo, yang selama ini diam-diam mengikuti Xiao Lan dari samping, tiba-tiba berkata, “Tuan, itu saya.”

Xiao Lan menoleh ke arah Luo dengan terkejut. Bukankah kamu berada di sisiku?

“Itu mungkin salah satu bagian dari diri saya. Sepertinya saya…dipisahkan menjadi beberapa bagian yang cukup banyak.” Luo terdengar seperti ia juga tidak terlalu yakin.

“Mau mengambilnya kembali?” Xiao Lan bertanya. 4OcZXB

“Tolong tunggu disini. Saya akan pergi sendiri; saya tidak yakin apakah bagian diriku yang itu akan menyerang Tuan atau tidak.”

Kucing hitam itu meninggalkan sisi Xiao Lan dan menuju ke arah gumpalan bayangan.  Bayangan itu sepertinya memiliki kesadaran dan tiba-tiba bergerak, seolah mengambil posisi yang bersiap untuk menyerang.

Luo mencoba untuk berkomunikasi dengan gumpalan itu, tapi sayangnya, gumpalan itu tidak memiliki akal sehat. Ketika Luo sejauh sekitar satu meter dari gumpalan itu, tiba-tiba gumpalan itu menyerang.

Cakar yang tajam terentang keluar dari dalam bayangan untuk mencakar kucing hitam itu.  Kucing itu juga tidak mau kalah, dan dengan cepat mengelak, ia menghindari cakar itu, lalu mengambil kesempatan untuk menggigit tubuh utama bayangan itu dengan sengit. HdsIxQ

Bayangan itu tampaknya hanya memiliki cakar yang termaterialisasi, dan yang tampak seperti tubuhnya benar-benar tidak memiliki keberadaan secara fisik. Gumpalan itu melewati benda apa pun yang ditemui di sekitarnya, tetapi ada cabikan yang muncul setelah Luo menggigitnya.

Seolah merasakan rasa sakit, bayangan itu terbentang dan menerjang Luo dengan kecepatan tinggi. Cakarnya dengan langsung memotong meja dan kursi yang ada di ruang kelas.

Bayangan hitam yang tingginya hampir setinggi setengah ruang kelas dan kucing hitam yang berukuran normal; sepertinya ada perbedaan kekuatan yang besar dalam pertempuran ini. Namun, kucing hitam itu menghindari serangan ganas bayangan hitam secara terus menerus dan dengan secepat kilat, yang membuat bayangan hitam itu sulit untuk benar-benar mengenai serangannya. Pada saat yang sama, Luo memanfaatkan setiap kesempatan yang dia miliki untuk mencabik tubuh yang tak ada keberadaan fisik itu dengan taringnya.

Dengan setiap cabikan, bayangan hitam itu menjadi semakin lemah dan menyusut menjadi jauh lebih pendek. TmSW8F

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Cxtlgcsj, xemlcu tlajw lae yfgqfujcujc xf rejae mjylxjc vjc wfibwqja xf evjgj, wfwbabcu mjxjg yjsjcujc tlajw lae vfcujc rjae rfgjcujc. Djsjcujc tlajw lae yfgqeajg vjc wfcufiejgxjc ibibcujc ajcqj rejgj, afajql wjrlt alvjx ylrj wfwyfgbcajx xjgfcj xemlcu tlajw lae wfijtjqcsj.

Vfpepegcsj, jvfujc lae yfcjg-yfcjg wfwyeja rfrfbgjcu xftlijcujc cjore wjxjc.

Vfafijt wjxjc rjwqjl xfcsjcu, xemlcu tlajw lae xfwyjil vfcujc rjcajl. Oeb rfqfgalcsj rfvjcu vjijw wbbv sjcu yjuer. “Vjsj afijt wfwyeja Kejc xtjkjalg.”

Xiao Lan dengan tenang berkata, “Tidak apa-apa asalkan kau baik-baik saja.” ucOAWw

Pada saat yang sama, dia membuang batu bata yang barusan dia robek secara paksa dari dinding, dan mengabaikan pemberitahuan sistem tentang merusak alat permainan.

Namun, hanya dengan mengambil keluar satu batu bata saja nilai kemiskinannya bertambah 1000. Jika dia merobohkan koridor ini…

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Setelah memikirkannya, Xiao Lan mengira dia mungkin akan dicabik-cabik terlebih dahulu oleh Nona Gu Mo.

“Kamu makan gumpalan yang sangat besar… Apa kamu baik-baik saja?” Xiao Lan bertanya. 4QLKvr

“Saya baik-baik saja. Setelah saya benar-benar mencernanya, saya dapat muncul di hadapan Tuan dalam bentuk manusia saya.”

Xiao Lan sebenarnya sangat menantikannya. Berdasarkan suara Luo, dia tidak akan terlihat seperti pria berkulit kecokelatan, botak, dan berotot, bukan? Namun, apa sebenarnya Luo itu? Di masa depan, apakah dia bisa membagi dirinya menjadi tiga untuk menghilangkan kebosanan ketika dia tidak ada kerjaan?

Suara orang-orang yang berbicara mulai datang dari depan dalam kabut yang kabur, dan suara mereka bergema di koridor kosong ini. 6eh L7

Xiao Lan berjalan mendekat.

Dua pria yang memakai seragam polisi dan wajahnya tidak jelas itu sedang menanyai seorang gadis yang pendek dan kecil. “Gu Mo adalah teman sekelasmu. Apakah kamu tahu seperti apa dia biasanya? Tolong beritahu kami dengan jujur ​​apa pun yang kamu ketahui tentangnya.”

Ekspresi menghina muncul di wajah gadis pendek dan kecil itu. “Dia mengandalkan kecantikannya untuk bermain-main dengan orang di mana-mana sepanjang hari.”

Gadis itu adalah Du Yuhui. Dia sekarang sedang dalam keadaan yang aneh; Dia sepertinya tidak memperhatikan keanehan fitur wajah para petugas polisi yang tidak jelas, ataupun kabut putih yang mengelilinginya. Dia juga tidak melihat Xiao Lan, yang ada di dekatnya. cu0vlO

“Kapan terakhir kali kamu melihat dia?”

Du Yuhui berpikir sejenak, lalu tiba-tiba tersenyum misterius. “Kira-kira sebelum makan malam ba. Sepertinya dia pergi dengan seorang murid laki-laki.”

“Murid laki-laki macam apa?”

Du Yuhui mengangkat bahu. “Saya tidak yakin. Murid laki-laki di sekitarnya selalu berubah. Paman polisi, izinkan saya untuk memberi tahu Anda, orang ini suka bergaul dengan bebas. Semua orang tahu bahwa dia pasti hamil dan kabur dengan seseorang. Jika Anda tidak mempercayai saya, Anda dapat bertanya kepada beberapa orang lain, ah.” 0ey NZ

“Terima kasih atas kerja samamu.”

Setelah interogasi itu, para petugas polisi berjalan menuju kabut dan perlahan-lahan menghilang.

Setelah polisinya pergi, Du Yuhui menoleh ke teman-teman sekolahnya yang juga tidak memiliki wajah dan berkata sambil tersenyum, “Katakanlah, Gu Mo sudah beberapa hari belum kembali; apa menurutmu dia sudah mati?”

Wajah tidak jelas teman-teman sekolah di sampingnya itu terbelah membuka untuk memperlihatkan kegelapan yang pekat di dalam, dan mereka memberikan senyuman berlebihan yang mencapai setengah dari wajah mereka sembari mereka berkata dengan suara kaku, “Sudah—mati?” 5E70sG

Du Yuhui sama sekali tidak sadar. “Ya ah. Sebelumnya, ibunya bahkan datang ke sekolah untuk mencarinya, dan dia juga terlihat seperti seorang pengemis. Aku tidak bisa memastikannya, tapi mungkin Gu Mo sudah dari awal mati di luar ba.”

“Lalu—kenapa—kau—tidak—bilang—begitu?”

Story translated by Langit Bieru.

“Kenapa harus? Jika dia meninggal, maka…”

Du Yuhui akhirnya menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya, dan ekspresinya langsung berubah menjadi waspada. Dia tiba-tiba mundur selangkah dan menabrak pintu. miesAC

Siswa dengan mulut yang terbuka lebar itu berjalan dengan tidak stabil ke arahnya; mulut mereka yang kosong tidak memiliki lidah, namun mereka masih bisa berbicara. “M— e— n—g—a—p—a”

“Pergi bangs*t!”

Du Yuhui jauh lebih berani daripada Zhang Jie, dan dia langsung berlari pada saat itu. Sebelum berbalik untuk lari, dia juga tidak lupa menyisakan waktu untuk menendang makhluk tak berwajah itu.

Teman sekolah yang tak berwajah itu jatuh ke lantai karena tendangannya, dan tubuh mereka hancur seperti gips. Tetapi, bagian-bagian yang ada di lantai tidak berhenti bergerak, dan mereka masih berlanjut ke arah Du Yuhui, tanpa melambat sedikitpun. B3LGEy

“Ah—”

Du Yuhui baru mengambil beberapa langkah, ketika dia ditarik ke belakang oleh lengan yang patah. Dia jatuh ke tanah dengan keras, dan merasa seolah-olah seluruh kerangkanya akan hancur.

Saat itulah dia tiba-tiba menyadari keberadaan Xiao Lan, yang berjalan keluar dari kabut putih. Dia buru-buru mengulurkan tangannya. “Tolong! Selamatkan aku!!”

Sebelum Xiao Lan dapat berbicara, ponsel Du Yuhui yang ada di sakunya mulai berdering. dMn5ah

Gerakan Du Yuhui langsung menegang. Dia menoleh dengan tersentak seperti mesin yang belum diminyaki, matanya yang kecil terbuka dengan kelebaran yang paling lebar selama hidupnya sembari dia menatap teleponnya dengan kaku.

Nada dering ponselnya adalah lagu yang populer sepuluh tahun yang lalu. Penyanyi itu telah lama menjadi kuno, dan tidak banyak yang mengenal penyanyi itu sekarang, jadi Du Yuhui juga berhenti menggunakan lagu ini sebagai nada deringnya.

Tapi, ini jelas—nada dering ponselnya dari sepuluh tahun yang lalu!

Mulut Du Yuhui terbuka dengan tidak percaya. Tangannya! Tangannya sekarang tak kendali sambil meraih sakunya. a6otuY

“Tidak! Jangan!!” Air matanya mulai mengalir keluar.

Namun tangannya benar-benar mengabaikan tangisannya. Ia merogoh sakunya, mengambil ponselnya, mengeluarkannya, dan menekan tombol jawab dalam serangkaian gerakan yang tak terganggu.

Di bawah tatapan enggan Du Yuhui, tangan kanannya dengan paksa mengangkat ponsel ke telinganya.

“Du Yuhui.” Suara Gu Mo sangat lembut, sama seperti di masa lalu. Suaranya semakin lama menjadi semakin lembut, dan akhirnya menjadi gumaman yang tidak bisa didengar. dZTyY3

“Hahahahahahahahahahahaha—” Du Yuhui tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. Seolah-olah ada tangan yang menarik sudut bibirnya karena senyumnya menjadi semakin lebar. Sebaliknya, matanya dipenuhi dengan ketakutan, dan seluruh wajahnya berlinang air mata yang tidak bisa dia hentikan.  Mereka bercampur dengan ingusnya untuk mengacaukan wajahnya, membuatnya terlihat sangat tidak enak dipandang.

Dia seperti boneka yang mengerikan dan lucu, jelas penuh ketakutan tetapi dimanipulasi untuk berperan di pertunjukan komedi.

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Ha—he—haha—” Du Yuhui tertawa sampai wajahnya berubah menjadi ungu; dia dengan cepat menjadi tidak bisa bernapas. Dia berdiri di luar kendalinya, dan berjalan menuju dinding.

“Dug—” Tm65KV

“Dug—”

“Dug—”

Dia membenturkan kepalanya ke dinding lagi dan lagi, dan mengeluarkan tawa yang sampai membuatnya tidak bisa bernapas sembari dia menabrakkan kepalanya ke dinding lagi dan lagi…

Akhirnya, dia berhenti bergerak. dU3yXB

Pada detik berikutnya, mayat Du Yuhui pun lenyap di tempat, dan seluruh koridor bersih, tanpa jejak darah atau bagian boneka yang berserakan; seperti biasanya, hanya kabut putih yang tersisa.

Translator's Note

jadi cakarnya benda padat, bisa disentuh, sedangkan tubuhnya tidak

Translator's Note

alias belum dilicinin

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

2 comments

  1. Aiyaa~ bentar lagi babang Luo bakal keliatan ~~~
    As always kak Yun thankyou 💕💕