English

Aku Mengandalkan Kemiskinan untuk Menyelesaikan Permainan SurvivalCh25.3 - Di Dalam Kabut Tebal

1 Comment

Tepat setelah mayat Du Yuhui menghilang, terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa, seolah-olah ada seseorang yang sedang berlari dengan cepat dari ujung koridor yang berlawanan, seperti seorang aktor yang telah menentukan waktu yang tepat untuk tampil di atas panggung.

Xiao Lan mengangkat kepalanya untuk melihat, dan orang yang muncul di antara kabut itu adalah—Cheng Lang. EfwikM

Dia sekarang bukan lagi seorang model elit yang bersikap sombong; rambutnya yang tadi tersisir rapi telah menjadi berkeringat dan terlihat berantakan di kepalanya. Setelan jasnya bergantungan pada tubuhnya dan tertutup debu, serta ada beberapa bekas goresan di wajahnya.

Entah sudah berapa lama dia berlari, tapi sekarang dia bernapas kelelahan. Dia mengangkat kepalanya dan tiba-tiba melihat Xiao Lan, yang membuatnya takut sehingga dia kehilangan pijakannya dan hampir jatuh ke tanah. Cheng Lang mengulurkan tangan untuk bersender dan menstabilkan tubuhnya ke dinding.

Story translated by Langit Bieru.

Cheng Lang telah berlari dengan cepat setelah dia meninggalkan Zhang Jie. Tidak peduli suara apapun yang dia dengar, dia tidak berani menoleh untuk melihatnya. Sepanjang waktu, dia selalu merasa ada suara langkah kaki yang mengikutinya dari belakang; ketika dia berhenti, suara langkah kaki itu menghilang juga, seolah-olah orang itu menempel di tubuhnya.

Ketakutan semacam ini membuatnya terlalu takut untuk rileks, dan dia mengerahkan semua kekuatannya untuk terus bergerak maju dan menghindari kematian. Sepanjang waktu, dia terus menunduk dan tidak peduli dengan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya, karena dia hanya dengan sepenuh hati, mencari cara untuk bertahan hidup. wYHdc2

Tapi bagaimana bisa hotel kolam air panas ini begitu besar? Mengapa dia masih tidak bisa pergi keluar setelah berlari begitu lama?

Dia akhirnya kembali ke akal sehatnya dan mulai mengamati sekelilingnya, tetapi ia tidak menduga untuk melihat bahwa dia berada di tempat yang sangat dia kenali—kampus SMA-nya, tempat dimana seluruh mimpi buruk ini dimulai.

Dan orang yang berdiri di depannya adalah pria yang telah membawa Gu Mo kembali ke dunia manusia.

Kenapa dia membantu gadis sialan itu? Dia sudah mati selama sepuluh tahun, jadi tidak bisakah dia terus tenang dan diam? Mengapa dia bersikeras untuk kembali? Mengapa dia bersikeras untuk menghancurkan hidupnya? Fdu5Ka

Cheng Lang menunjuk ke arah Xiao Lan, ia tidak dapat berbicara karena rasa kemarahan dan ketakutannya.

Tepat pada saat itu, kabut putih di sekelilingnya perlahan-lahan menghilang.

Sebuah tangga yang menuju ke bawah muncul di depan mata Cheng Lang; itu adalah jalan keluar dari koridor yang tidak dapat dia temukan, tidak peduli seberapa kencangnya dia berlari tadi!

Ekstasi memenuhi wajahnya yang kelelahan, dan tubuhnya yang berada di ambang kehancuran tampak penuh energi sekali lagi. Cheng Lang tidak lagi memedulikan Xiao Lan yang berada di depannya. Satu-satunya pikiran yang dia miliki sekarang adalah lari; selama dia menuruni tangga, dia bisa meninggalkan tempat terkutuk ini. AdCGcK

Cheng Lang mengambil langkah besar untuk menuruni tangga, tapi tidak ada tanah yang padat di bawah sepatunya.

Dia diserang oleh perasaan jatuh yang intens, dan angin di wajahnya meniup pergi akal sehatnya yang sudah runtuh sedikit demi sedikit.

Baru kemudian dia menyadari; dari mana asal tangga di bawah kakinya ini? Dia jatuh dengan cepat, dan apa yang perlahan-lahan semakin dekat dengan tubuhnya jelas merupakan hamparan tanah padat yang lain.

“Tidak—” Suara jeritan ketakutan Cheng Lang yang terakhir ditutupi oleh suara tabrakan yang luar biasa. H5UqrD

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Gjgl jkji rjwqjl jxtlg, Xe Zb alvjx wfwjcuulicsj. Zecuxlc vlj revjt alvjx wfwlilxl tji ijlc ecaex vlemjqxjc.

Ujvj rjja sjcu rjwj, Me Qfcyb—sjcu afijt yfgqeajg-qeajg vjijw xjyea afyji rjwqjl xfqjijcsj qerlcu rfgaj wfwyeja vlj ylcuecu—wecveg vfcujc xjufa rjja jvj aeyet sjcu pjaet vjgl ijcula.

Qjpjt Jtfcu Ojcu, sjcu tjcmeg vjc yfgeyjt yfcaex xjgfcj pjaet vjgl xfalcuuljc, wfcjajq xf jgjtcsj, fxrqgfrl xfajxeajc vjc xfalvjxqfgmjsjjc wjrlt wfifxja qjvj kjpjtcsj. WHBMFm

Fu Wenbo menarik masuk bahunya dan mendongak, tetapi dia hanya melihat atap yang seputih salju di atasnya, yang tidak memiliki celah untuk membuat seseorang jatuh; seolah-olah Cheng Lang muncul secara tiba-tiba entah darimana.

Kabut putih di sekelilingnya bergejolak, menutupi pandangannya; uap air yang terlalu pekat membuat aksi bernapasnya tidak nyaman.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Setelah kabut putih itu menghilang, Fu Wenbo tertegun.

Dia telah kembali ke hotel kolam air panas lagi; pada saat ini, hotelnya sangat sepi, seperti sepuluh tahun kemudian, tetapi fasilitasnya jauh lebih baru. Ini adalah—tata letak hotel setelah ada sesuatu yang terjadi pada Gu Mo! GPAgum

Dia mendengar sebelumnya bahwa polisi datang selama periode ini karena masalah Gu Mo, masalah ini telah mempengaruhi bisnis hotel, jadi pemiliknya hanya menutup bisnis hotel sementara untuk menyelesaikan renovasi terlebih dahulu, dan menunggu sampai kasusnya selesai sebelum dia membuka hotelnya kembali untuk berbisnis.

Fu Wenbo menarik tas kameranya. Sebagai seorang fotografer, dia tidak akan meninggalkan peralatannya meskipun dunia berakhir.

Dia baru saja mau mencoba dan melihat apakah dia bisa kabur, ketika ada dengungan listrik di kamar tertutup di sebelahnya.

Suara itu adalah jenis suara yang dihasilkan ketika TV yang sangat tua dinyalakan. Fu Wenbo hanya mendengar suara itu sebelumnya di rumah neneknya ketika dia masih sangat muda, dan untuk seketika, dia tidak bereaksi sama sekali. 2oxp8t

Dia ragu-ragu untuk mendorong pintu itu terbuka. Pintunya tidak dikunci, dan terbuka dengan sendirinya ketika tangannya sedikit menyentuhnya, seolah menyambut kedatangannya.

Apa yang muncul di depan matanya adalah TV jadul. Layar hitam putih itu perlahan menyala untuk menunjukkan—penampilan Fu Wenbo sendiri.

Hal itu seperti sedang direkam oleh kamera yang ditempatkan pada sudut tersembunyi. Kualitas gambarnya tidak bagus dan tampak seperti ada yang sedang memata-matai dia dari dalam kegelapan, tamak dan berbayang.

Fu Wenbo mengangkat matanya dengan panik dan menggeledah kamar itu, tetapi tidak melihat adanya kamera video di mana pun. 9zYaXS

Jantungnya menegang, dan dia mengerti bahwa sesuatu yang aneh sedang terjadi. Sejak munculnya asap hitam di koridor, semuanya menjadi sangat aneh. Entah itu kabut putih yang tiba-tiba menyebar ke mana-mana, sekolah yang muncul secara misterius, atau hotel yang terkunci ini. Jelas bahwa ini adalah perbuatan dari kekuatan yang tidak wajar.

Mengingat Gu Mo, hati sanubari Fu Wenbo teregang kencang, dan dia dengan hati-hati mundur keluar kamar. TV jadul itu masih rajin menyiarkan setiap gerakannya.

Dia ingin meninggalkan tempat ini secepat mungkin; dia akan senang melihat bahkan hanya satu orang saja.

Tetapi setiap kali dia melewati sebuah kamar lain setelah itu, akan ada suara TV yang menyala di dalam, dan TV-TV itu memantau setiap gerakannya, mengintip ke arahnya secara detail dari setiap sudut. j26rsw

Depan, samping, belakang, seluruh tubuh, separuh tubuh, wajahnya dari dekat, matanya dari dekat…detail dan ketelitiannya tak terbayangkan.

He…He…” Fu Wenbo berlari. Saat dia bergerak, kamar-kamar tertutup itu tidak lagi diam. Mereka membuka pintu atas kemauan mereka sendiri, memperlihatkan kepadanya TV di dalam yang merekam setiap gerakannya.

Aneh! Semuanya aneh! Awalnya hotel ini tidak memiliki begitu banyak kamar!!

Koridor itu panjang dan tanpa akhir;  ditambah dengan rekaman-rekaman intipan yang diputar tanpa henti di samping, hal ini seperti mimpi buruk yang tak akan berhenti. JDFZQ5

“Gu- Gu Mo… Apakah itu kamu?! Apakah itu kamu?!!”

Fu Wenbo berteriak dengan liar di koridor.  

Story translated by Langit Bieru.

Dia memikirkan gadis muda yang selama ini dimata-matai dengan kameranya secara diam-diam. Dia benar-benar sangat cantik, selalu merayunya agar Fu Wenbo tidak bisa menahan diri untuk melihat lebih lama, hanya sedikit lebih lama.

Bagaimana ini bisa menjadi salahnya? Jelas gadis itu sendirilah yang memiliki penampilan seperti itu; dialah yang malah muncul di depannya. 8mjPXh

“Ini bukan salahku… Ini bukan salahku…”

Karena energinya habis, Fu Wenbo duduk di koridor, namun dia terus mundur dengan tangan dan kakinya; dia ingin menjauh dari semua ini.

Tiba-tiba, dia merasakan ada sesuatu yang berbulu di sebelah tangannya. Dia menoleh untuk melihat; sesuatu itu adalah seekor kucing hitam, kucing hitam yang selalu berada di sisi pemuda yang bernama Xiao Lan.

Kesenangan menggelegak di hati Fu Wenbo. Dia dengan cepat berbalik, dan melihat Xiao Lan sedang duduk di sofa kamar terdekat. Pemuda itu duduk dengan postur yang sangat santai, yang terlihat janggal di lingkungan aneh ini. LbGOS0

Fu Wenbo tidak punya waktu untuk berdiri sambil dia berguling dan merangkak dengan panik ke arah Xiao Lan.

“Tolong! Selamatkan aku!! Aku bertemu dengan hantu!”

“Hantu perempuan di hotel itu sedang membunuh orang! Kamu juga punya teman yang dia bunuh, kan? Ayo kabur bersama ba!”

Xiao Lan hanya menatap TV di depannya. rbv01U

Fu Wenbo akhirnya merasakan ada sesuatu yang tidak benar, dan matanya mengikuti arah tatapan Xiao Lan—masih Fu Wenbo yang ada di layar! Orang ini telah mengawasinya selama ini!

Xiao Lan akhirnya menoleh untuk menatapnya. “Apakah dia cantik?”

Siapa dia ini tidak perlu diucapkan lagi.

Ketakutan membuat Fu Wenbo kehilangan akal sehatnya. “Dia sendiri yang sengaja memakai rok karena dia ingin aku memotretnya!” Pqno 8

“Bukankah dia memilih untuk mandi di lokasi itu justru karena dia ingin dilihat?!”

“Aku katakan…kita semua laki-laki; kamu pasti bisa mengerti, kan…”

Xiao Lan mengangkat alis. “Bagaimana aku bisa tahu ah? Bagaimanapun, ada perbedaan antara manusia dan hewan.”

Dengan itu, Xiao Lan berdiri dan berjalan menuju Fu Wenbo. Di bawah tatapan ketakutan pria itu, Xiao Lan tanpa perasaan mengambil kameranya dan menghancurkannya; itu hanyalah penghancuran teknologi yang tidak berperasaan dan tidak masuk akal. eaZE8n

“Menghancurkan satu item, nilai kemiskinan meningkat sebanyak 179.000.”

Setelah dia merusak kameranya, Xiao Lan tersenyum puas. Dia baru saja akan pergi dan menyerahkan panggung ini pada Gu Mo, ketika Luo melompat, dan dengan cakarnya, merebut giok yang ada di sekitar leher Fu Wenbo, dan mengirimkannya ke Xiao Lan.

Langit Bieru.

Xiao Lan mengerti secara diam-diam, dan menghancurkan batu giok itu di kepalan tangannya.

“Menghancurkan satu item, nilai kemiskinan meningkat sebanyak 215.000.” PWekrK

Mendengar pengumuman sistem, Xiao Lan memandang Fu Wenbo dengan mata penuh kasih sayang orang tua, seperti seorang petani tua yang pekerja keras yang memandangi babi milik keluarganya yang akan disembelih.

Fu Wenbo agak bingung dengan peristiwa ini. Ini- ini- ini- ada apa dengan ekspresinyaApakah dia ingin melakukan sesuatu padaku?!!


Author ingin mengatakan sesuatu :

Xiao Lan: Aku tidak punya kasih sayang; aku hanyalah sebuah mesin penghancur. UwMPZc

Luo: Saya hanyalah anjing pemburu si mesin penghancur.

Translator's Note

perasaan senang yang berlebihan, semacem hasil dari makan narkoba

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment