English

Aku Mengandalkan Kemiskinan untuk Menyelesaikan Permainan SurvivalCh6 - Seleksi Kedua (Satu)

0 Comments
We're recruiting an editor for this novel.
Join us!

Semua orang berkumpul di depan meja kasir lagi. Kali ini, suasananya jauh lebih kaku. Xiao Lan dan Zhao Xiaohe berdiri di satu sisi dan lima orang lainnya di sisi lain, dengan suasana sunyi di antara mereka.

Xiao Lan diam-diam bertanya kepada Zhao Xiaohe, “Apakah kamu menemukan petunjuk?” oEKZd0

Zhao Xiaohe mengangguk dan memberinya tatapan ‘jangan khawatir’.

Xiao Lan tidak berkata lagi setelah itu; karena Zhao Xiaohe sudah yakin, dia juga tidak akan ikut campur urusannya. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertukar petunjuk.

Please visit langitbieru (dot) com

Tapi tanpa diduga, seseorang di sisi lain ikut berbicara. Seorang wanita paruh baya menatap Xiao Lan dengan tidak senang. “Ada apa, hah? Kamu tidak akan mengatakan apa-apa tentang informasi yang kamu temukan? Anak-anak muda jaman sekarang sungguh egois.”

Xiao Lan memandangnya dengan santai. “Bibi, kamu tidak perlu takut pada bos, ah. Dari tingkat ketebalan wajah bibi sendiri, sepuluh bos tidak akan bisa menembusnya, bahkan jika mereka bergiliran untuk menyerangmu siang dan malam.” uko1iH

Walaupun suasana saat ini tegang, Zhao Xiaohe tidak bisa menahan diri dan mengeluarkan suara “pfft”.

Untuk menyesuaikan momen itu, Luo menggambar medali besar di sekitar wanita paruh baya itu dan menulis, “Superstar Wajah Hari Ini”. Membuat gambar yang bisa menyakiti perasaan seperti ini sangat bertentangan dengan tulisan Luo yang anggun dan dengan tepat membuktikan fakta bahwa ‘tidak ada yang sempurna’, meskipun Luo bukanlah manusia.

Mendengar ini, wajah wanita paruh baya itu berubah merah seperti hati babi. Dia memalingkan kepalanya untuk mencari bantuan dari pemain lainnya, hanya untuk melihat tatapan cemoohan mereka yang mengatakan, “apakah kamu segitu bosannya sehingga kamu harus melakukan ini.

Wanita paruh baya itu buru-buru berkata, “Bukankah aku melakukan ini untuk semua orang…” 4x2Jzs

Lin Yan melambaikan tangannya kepada wanita paruh baya itu dan berbalik ke arah Xiao Lan. “Sepertinya kalian berdua memutuskan untuk menentangku?”

Dia baru saja selesai mengucapkan kata-kata itu, ketika gangster bertato lengan mengepalkan tangannya dan mengarahkannya pada Xiao Lan dan Zhao Xiaohe, yang jelas artinya adalah suatu ancaman.

Xiao Lan membalas tatapan Lin Yan, tidak takut. “Permainan menetapkan bahwa para pemain tidak dapat saling menyakiti atau membunuh, kan?”

Ekspresi Lin Yan berubah. Melihat ini, wajah gangster bertato lengan juga menunjukkan sedikit kegelisahan. Orang yang tadinya akan bergerak dan memukuli Xiao Lan adalah dia. 8TEH4f

Xiao Lan tersenyum. “Sudah kuduga. Peraturan permainan yang kamu bicarakan dari awal tidak lengkap dan mungkin kemampuanmu sendiri tidak sekuat apa yang kau ucapkan.”

“Tidak terlalu kuat sampai-sampai kamu harus memanfaatkan mereka.” Xiao Lan menunjuk kepada orang-orang yang berdiri di sebelah Lin Yan.

Xiao Lan tidak ingin ikut campur dengan apa yang dilakukan Lin Yan. Pertama, dia tidak ingin memprovokasi kemarahan pemain veteran dan kedua, bahkan jika dia memberitahu kelompok ini tentang situasi mereka, mereka sudah dicuci otaknya dan dikendalikan oleh Lin Yan, sehingga mereka tidak akan percaya pada Xiao Lan.

Orang-orang yang ditunjuk oleh Xiao Lan agak bingung. Satu per satu, mereka berbalik untuk melihat Lin Yan. gsLdWk

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Sxrqgfrl kjpjt Olc Tjc yfgeyjt wfcpjvl ifylt regjw. “Dexjc jqj-jqj. Glj tjcsj rfcujpj wfcutjrea jujg xlaj yfgafcuxjg.”

Zfgfxj rfwej yfgaexjg qjcvjcu vjc alvjx wfcuemjqxjc rfqjajt xjaj qec.

Siapa yang tahu apakah mereka benar-benar percaya alasan Lin Yan atau tidak punya pilihan karena mereka sudah ‘terlanjur basah’.

“Ljtjtj…Zfcjglx rfxjil, tjtjtjtj !!!” igpQs8

Kjkj Itjcu Gbcu alyj-alyj afgvfcujg vjc wfcsfij xbcogbcajrl qjgj qfwjlc. Bfwevljc rfwej bgjcu wfcsjvjgl yjtkj vlj afijt wecmei. Vljqj sjcu ajte revjt yfgjqj ijwj vlj wfcbcabc vjgl afwqjacsj yfgvlgl.

Mata berkabutnya melihat sekilas semua orang yang hadir, tatapannya meninggalkan sensasi ‘berlendir’ dan dingin yang terasa sangat tidak nyaman.

Please visit langitbieru (dot) com

“Mn, kali ini, kamu yang mulai duluan ba.” Dia menunjuk wanita paruh baya yang bertengkar dengan Xiao Lan. “Kau benar-benar berisik. Aku tidak mau bermain denganmu lagi.”

Wanita paruh baya itu langsung menjadi pucat karena seluruh kesempatannya untuk mendapatkan keuntungan secara tidak adil yaitu dengan cara tidak maju duluan, terbang begitu saja keluar jendela. Dia meringkuk, memeluk dirinya seperti udang yang dikupas dan mengambil beberapa langkah ke depan, lalu ia berbalik untuk melihat Lin Yan. Lin Yan mengangguk padanya, dan barulah wanita itu berjalan maju. Vu4XYD

Kurang dari beberapa menit kemudian, dia kembali.

Wanita paruh baya itu mengambil sebutir telur dari dadanya. Warnanya hitam dan ukurannya normal, dan kelihatannya sudah sangat orang kenali⏤inilah telur yang dipilih Xiao Lan saat seleksi pertama.

Wanita paruh baya itu gemetar saat dia menyerahkan telur kepada Zhang Dong. Wajah abu-abu mematikan Zhang Dong, yang berbau busuk itu, tiba-tiba semakin dekat sampai hanya beberapa centimeter jauhnya dari wajah sang wanita paruh baya.

Bibir Zhang Dong yang menakutkan itu tumbuh menjadi senyuman. Senyum itu semakin melebar dan membesar, perlahan-lahan melampaui batas kewajaran manusia, kemudian senyuman itu membelah sampai ke telinganya untuk menunjukkan gigi putih yang mengkilap! Un3I7L

“Apakah kamu mencoba untuk curang?” Zhang Dong terdengar senang. “Bagaimana aku harus menghukummu ne⏤

“Tidak! Mustahil!” Wanita paruh baya itu menoleh bingung untuk meminta bantuan Lin Yan, tetapi hanya melihat ekspresi apatis di wajah Lin Yan.

Seketika, dia mengerti segalanya.

Orang ini, Lin Yan, telah melakukannya dengan sengaja. Dia dengan sengaja mengatakan bahwa barang yang telah dipilih sebelumnya lebih aman, dan telah membuat wanita paruh baya itu untuk menguji teori ini untuk melihat apakah seseorang akan mati atau tidak! jwcR81

“Lin Yan! Kau b*jingan yang seharusnya disayat seribu kali—

Sebelum wanita paruh baya itu selesai mengutuk Lin Yan, tubuhnya tiba-tiba berputar tak terkendali, seperti ada tangan transparan yang sedang meremas handuk dan tulangnya berderak karena tekanan yang tak dapat ditahan tubuh manusia.

Pada akhirnya, seluruh tubuhnya terpelintir kering seperti handuk yang diperas karena semua darah terperas, meninggalkan mayat yang sudah tidak bisa dikenali lagi mukanya.

“Lin ge, kamu …” Ekspresi pacar lelaki itu sambil memandang Lin Yan sudah aneh. 0sEeLC

“Hmph. Sekarang setidaknya kamu tahu kamu tidak boleh memilih item yang sama lagi. Kenapa, habis manis sepah dibuang?” Lin Yan berbicara dengan dingin.

“Hehe … Itu benar, ah.” Pacar lelaki itu setuju sembari tersenyum.

Kekuatan yang tak terjelaskan menyeret mayat wanita paruh baya itu. Tatapan Zhang Dong menyapu kelompok itu lagi, dan kali ini, dia menemukan orang yang paling ketakutan.

“Selanjutnya adalah kamu.” Dia menunjuk ke arah pacar perempuan. UnRBHV

“Tidak …” Dia menangis sangat keras hingga air mata dan ingus menghiasi wajahnya, serta riasan wajahnya, yang membuatnya terlihat sedikit lucu, sudah hancur berantakan. Dia berbalik dan menatap pacar lelakinya. “Jie ge, aku takut.”

Pria itu, yang sebelumnya tampak kesal dan egois, memandangi pacar perempuannya, lalu mengertakkan gigi dan melindunginya di belakangnya. “Aku akan pergi duluan.”

Please visit langitbieru (dot) com

Zhang Dong menatap mereka dan dia juga merasa bahwa ini sedikit menarik, jadi dia setuju.

“Hati-hati, ah…” kata pacar perempuan itu sambil menangis. 57KMyq

Pacar lelaki itu tersenyum dengan susah payah. “Jangan khawatir, apa kata Lin ge … Bukankah kita baik-baik saja di babak pertama?”

Setelah beberapa saat, dia kembali dengan barang kecil dari bagian penawaran khusus, dan meletakkannya dengan hati-hati di meja kasir.

“Aku pikir kamu akan membawakanku sesuatu yang menarik,” kata Zhang Dong dengan dingin.

Semua orang mengisap napas dingin. Salah lagi? Pandangan tenang mereka pada Lin Yan sudah mengandung kewaspadaan dan mereka bahkan bergeser beberapa langkah, mencoba untuk menjauh dari Lin Yan. szUHk9

Zhang Dong tersenyum suram.

Dia kemudian dengan kejam melambaikan tangannya dan tubuh pacar lelaki itu langsung terangkat dari lantai.

Pacar lelaki itu memiliki ekspresi pucat pasi, tetapi dia masih mencoba untuk mencari kesempatan. “Tunggu! Bukankah barang-barang yang dari bagian penawaran khusus adalah barang murah? Aku tidak membuang-buang uang, ah!!”

Mulut lebar Zhang Dong membelah terbuka untuk memberinya senyuman yang mengerikan, tetapi dia tidak menjawab. Tubuh pacar lelaki naik dengan lebih cepat lagi. w4dzUV

Melihat bahwa dia sudah tamat, pacar lelaki itu akhirnya menoleh, seolah seperti ingin melihat pacar perempuannya. Namun, sebelum dia bisa berbalik, tubuhnya sudah menabrak atap dengan kecepatan tinggi.

Setelah benturan yang luar biasa, hanya satu noda darah besar dan daging yang tersisa di atap supermarket.

“Jie ge⏤!!!!!” teriak pacar perempuan itu.

Langsung setelah itu, gadis itu bergegas ke arah Lin Yan seolah-olah dia sudah gila, dan mengulurkan tangan untuk meraih kerahnya dengan keras. “Kamu pembohong!! Pembohong!! Kamu berbohong kepada Jie ge! Dia tidak akan mati, jika itu bukan karenamu!!” DdaIey

Wanita itu memukulnya dan mengutuknya seperti orang gila, tapi Lin Yan berdiri tegak lurus, seolah kekuatannya bukan apa-apa. Dia mengerutkan alisnya dengan tidak sabar.

Dia mengulurkan tangannya untuk dengan ringan meraih bahu wanita itu, dan mengerahkan sedikit kekuatan, dia melemparnya. Punggung wanita itu menabrak rak dan membuat banyak suara keras.

Xiao Lan menyaksikan ini sambil mengerutkan dahi dan merasakan ada sesuatu yang salah dengan skenario ini di dalam hatinya.

Wanita itu sama sekali tidak kurus dan lemah; beratnya setidaknya 60kg. Lin Yan memiliki tinggi sekitar 170cm dan tidak memiliki tubuh yang tegap, tetapi tidak hanya dia tidak bergerak satu incipun saat wanita itu menariknya, dia bahkan bisa melempar wanita itu dengan satu tangan. Bagaimana Lin Yan bisa sekuat itu? n3eMXo

Apakah para pemain veteran memiliki buff khusus yang tidak Lin Yan sebutkan?

“Jie ge…” Wanita yang telah terlempar ke satu sisi terisak pahit saat dia duduk di lantai dengan linglung dan tidak menghiraukan perkataan asisten toko wanita yang mendesak untuk bergegas dan memilih barangnya.

Langit Bieru.

Pada peringatan ketiga, wanita itu tiba-tiba berdiri. Di bawah tatapan kaget semua orang, ia bergegas menuju dinding, membenturkan kepalanya ke tembok itu kemudian jatuh ke lantai, mati.

Lokasi jatuhnya wanita itu kebetulan berada di bawah tempat noda darah pacarnya yang menetes dari atap. Sepasang kekasih ini, yang sama sekali tidak memesona, memiliki akhir yang sangat menguras air mata. EQkDMn

Tanyalah pada dunia, apakah artinya cinta...

Zhang Dong tampaknya ingin mengucapkan beberapa kalimat yang elegan, tetapi karena pengetahuannya agak terbatas, dia tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, dan oleh karena itu ia sedang tersedak pada saat ini. Dia melirik ke arah asisten toko wanita dengan mata berkabut, seolah meminta bantuan.

Namun, asisten toko wanita di samping tidak punya niat sama sekali untuk membantu. Senyum manis yang tetap melekat di wajahnya itu membawa ejekan, dan dengan jelas menggambarkan perselisihan konstan yang melibatkan para NPC.

Ini jelas merupakan adegan pahit dari mati demi cinta, namun saat ini ada suasana humor gelap yang tak bisa dijelaskan tentang hal ini. 8cMNnb

Tatapan Zhang Dong menyapu para pemain dan akhirnya menemukan pelaku utama yang menghinanya⏤ mata empat sialan itu!

Translator's Note

saking tebal/tidak tahu malunya, tidak ada yang bisa menembus wajahnya.

Translator's Note

di sini artinya sudah terlanjur mengikuti Lin Yan setengah jalan, jadi mereka tetap melanjutkan hubungannya.

Translator's Note

mau dibuang setelah dipakai. Disini artinya si pacar lelaki mau membuang Lin Yan setelah dapat informasi tentang prasyarat kematian dari percobaan Lin Yan. Kalimat originalnya begini : want to burn the bridge after crossing the river?(mau membakar jembatan setelah menyebrangi sungai?) Tapi kuganti biar cocok sama istilah indo T.T

Translator's Note

sesuatu yang layak untuk dipertaruhkan segalanya. Ini lanjutan pepatahnya>.<

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!