English

Manis, Tapi PendekCh6 - Aku Mencintaimu, Aku Mencintaimu, Aku Mencintaimu

0 Comments

Hati Zhuang Ze bergetar. Dia tidak ingin mendengar tentang pengakuan emosional masa lalu Zhou Yunchen atau kecanduan Zhou Yunchen terhadap orang lain.

Zhou Yunchen justru mengungkapkan semuanya. Dia bersandar di samping tempat tidur saat dia meletakkan tangannya di atas mata, mencegah cahaya masuk. “Aku iri pada Luo Huiyan, iri karena dia disukai olehmu. Aku sengaja mengejarnya supaya kau menyerah.” 51H043

Zhou Yunchen berhenti sejenak sebelum dia berkata dengan nada mengejek diri sendiri, “Maaf, aku telah jatuh hati padamu.”

Zhuang Ze tercengang. Dia membuka matanya lebar-lebar dan berpikir dirinya mungkin sedang bermimpi.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Zhou Yunchen tidak menatapnya. Dia hanya berdiri dan mengatakan beberapa kalimat yang penuh keputusasaan dengan suara sedih, “Aku tidak tahu kenapa aku menyukaimu, padahal kita jelas-jelas laki-laki… Mengerikan, bukan? Tapi seperti yang pernah kau katakan, aku hanya menyukaimu, tidak ada alasan.”

Ketika Zhou Yunchen membuka pintu, barulah Zhuang Ze tersadar. bNmh7W

Kegelapan dari luar menembus masuk ke dalam. Begitu Zhou Yunchen mengambil langkah keluar, terlihat seakan ia dilingkupi oleh kegelapan itu.

Zhuang Ze tiba-tiba bangkit dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk merangkul Zhou Yunchen dari belakang dan berkata, “Aku…”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Ia membuka mulutnya, tapi tak satupun kata bisa keluar, ia takut mengatakan apapun. Kenapa begitu? Karena jika ini adalah mimpi, begitu ia akan mengatakan sesuatu, ia pasti akan segera terbangun!

Itbe Tecmtfc afgxfpea. Pj wfwjcvjcu ajcujc Itejcu If sjcu yfgxeila qealt vjc yfgxjaj vfcujc ifwyea, “Ajcujc wfijxexjc rfrejae sjcu jxjc wfwyejaxe rjijt qjtjw.” 1HCg4X

Vejgj Itejcu If rfjxjc vlpfqla bift ajcu rjwqjl lj yfcjg-yfcjg ajx ylrj wfcufiejgxjc rejgj.

Itbe Tecmtfc afgrfcsew vjc yfgxjaj qfgijtjc, “Bje lcl, jxe rjpj ylrj wfcujxe. Bjije xje wfcsexjlcsj, rfxjgjcu qfgulijt vjc xjajxjc qjvjcsj. Ajvlijt ijxl-ijxl.”

Zhuang Ze memeluknya dengan erat.  Akhirnya dia bisa mendapatkan suaranya dan berkata, “Aku suka kamu.”

Zhou Yunchen sama sekali tidak bisa bergerak, ketidakpercayaan mengisi matanya. Namun dia segera mengerutkan kening dan berkata, “Jangan menggodaku.” pfxkbu

“Aku tidak menyukainya, aku….” Zhou Yunchen berbalik dan menatap Zhuang Ze dengan penuh perhatian.  Zhuang Ze membuka mulutnya dan berkata dengan suara nyaring, “Aku tidak menyukainya, yang aku suka adalah dia!

Ajaibnya, Zhou Yunchen mengerti apa yang dimaksud Zhuang Ze.

Zhuang Ze mengangkat kepalanya dan melihat Zhou Yunchen dengan mata bergairah yang penuh dengan cinta yang tak bisa disembunyikannya lagi.

Jantung Zhou Yunchen berdetak kencang. Seolah-olah ia berdiri di depan kabut tebal, tidak tahu apakah di depan sana adalah jurang tanpa dasar ataukah jalan yang mulus. dGPZsh

Zhou Yunchen ragu beberapa saat sebelum dia melangkah keluar. Lalu, dia mencium Zhuang Ze, menunggu untuk jatuh ke dalam ketiadaan.

Zhuang Ze memeluknya erat dan mengembalikan ciuman itu dengan canggung.

Zhou Yunchen tidak jatuh. Sebaliknya, ia merasa seperti sedang berada dalam ketenangan yang damai dari Tuhan, seolah-olah ia telah sampai di surga.

Zhou Yunchen mencium Zhuang Ze dengan semangat, berusaha memastikannya berulang-ulang dengan ciuman yang lelah, berantakan, dan berbau minuman keras. MRHCq5

Zhuang Ze diam-diam menangis, namun dia masih memegang pinggang Zhou Yunchen.

Keduanya saling menyatakan cinta dalam kegelapan seolah-olah detik berikutnya akan menjadi akhir dunia.

Langit Bieru.

Zhou Yunchen menggigit pelan telinga Zhuang Ze dan berkata berulang kali, “Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu.”

Zhuang Ze tidak tahu bagaimana memeluknya lebih erat, bagaimana cara mengatakan kepadanya tentang seluruh cinta yang meluap di dadanya. MbYrPf

Zhou Yunchen memindahkan tangan Zhuang Ze dan melihat matanya.

Ini adalah pemandangan paling indah yang pernah dilihatnya.

Bahkan, hati Zhou Yunchen telah terbawa sejak pandangan pertama.

Sejak saat itu, dia telah jatuh. iXNEup

Dia jatuh ke dalam tatapan Zhuang Ze.

Tapi dia selalu berpikir Zhuang Ze sedang menatap orang lain.

Dan sekarang, kedua mata ini adalah miliknya.

7P0jnm

Translator's Note

Jadi, bahasa Cina itu sama dengan bahasa Indonesia. Menggunakan kata “dia” untuk orang ketiga laki-laki dan perempuan. Makanya bisa jadi salah paham kalau ga ditegaskan. Jadi, maksudnya Zhuang Ze di sini adalah “dia”  laki-laki.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!