English

PenawarCh12 - Bersama-sama.

0 Comments

Cheng Ke menatap tajam pintu yang telah dibanting di depannya. Tiba-tiba ia tidak bisa memutuskan untuk mengatakan sesuatu, menunggu dalam diam atau berbalik dan pergi.

“Tunggu.” Suara berat Jiang Yu Duo terdengar dari dalam. wyXg1s

“Ah,” balas Cheng Ke. Suara asli Jiang Yu Duo tidak begitu berbeda dari ponsel. Kedengarannya lebih buruh. Apa ia sedang sakit?

Cheng Ke berusaha menghapur bayangan tubuh Jiang Yu Duo dari kepalanya dan berusaha mengingat apakah wajahnya pucat atau tidak.

Story translated by Langit Bieru.

Hanya saja usahanya itu sia-sia. Lagi pula, ini adalah pertama kalinya ia melihat orang telanjang membuka pintu untuknya. Kejutan itu terlalu luar baisa. Ia berusaha berkali-kali, namun yang ia bisa lihat hanya tubuh Jiang Yu Duo yang berayun.

Bahkan ada ”danmu” j sEXg

Tubuh yang bagus.

Hei, pergilah!

Cheng Ke mengernyit. Dia baru saja ingin mengeluarkan ponselnya untuk menenangkan diri ketika pintunya terbuka lagi.

Sekitar kurang dari lima detik. Untuk seseorang yang punya luka di sekujur tubuh, kecepatannya dalam memakai baju amat sangat luar biasa. DMwgLF

What the fuck?

 

“Kau!” Cheng Ke menatap Jiang Yu Duo, yang masih belum punya sepotong pakaian pun di tubuhnya, berdiri di pintu.

Kali ini sama saja seperti tadi, ia tidak bisa melihat apakah wajah Jiang Yu Duo pucat atau tidak id8ZWo

Hal yang pertama kali menangkap penglihatannya adalah luka panjang di dada Jiang Yu Duo.

Berapa banyak luka yang dimiliki pria ini?

Depan dan belakang tubuhnya sama-sama memiliki bekas luka.

“Agak susah untukku memakai baju,” ujar Jiang Yu Duo, “Aku hanya ingin bertanya padamu, kau tidak tahu bagaimana caranya mengisi kartu gasmu?” wHQEi4

“Tidak!” Cheng Ke melepas mantelnya dan menutupi Jiang Yu Duo dalam sekejap mata. “Sialan, aku sudah mengisinya!”

“Lalu kenapa kau ada di sini?” Jiang Yu Duo mengambil mantel itu, menutupi tubuhnya.

“Aku datang untuk melihat apakah kau terbunuh!’ Cheng Ke akhirnya mengatakannya.

“Belum.” Jiang Yu Duo mundur dan membuka pintunya sedikit, “Masuklah.” 5ugzsq

Masuk, kentutmu datang.

Cheng Ke tidak terpikir untuk masuk sama sekali dan sekarang ia menyesal karena tenggelam dalam rasa simpati hanya untuk diperlakukan seperti ini.

Story translated by Langit Bieru.

Meski begitu, pintu tetangga tiba-tiba mengeluarkan suara.

Cheng Ke melompat. Ia lalu mengambil satu langkah besar ke dalam ruangan, berbalik dan membanting pintu. ZkfEDX

Jika ia membiarkan para tetangga melihat pemandangan ini, melompat ke Sungai Huang, atau bahkan ke Samudra Pasifik, tidak dapat membersihkannya meski tetangga itu tidak mengenalnya.

Jiang Yu Duo melempar pakaiannya ke sofa, berbalik dan berjalan perlahan ke kamar tidurnya. Kecepatan ini, dibandingkan dengan membuka pintu lalu menutup dan membukanya lagi, adalah 5700 kali lebih lambat. Cheng Ke tahu hal ini dikarenakan luka di paha Jiang Yu Duo yang bergesekkan membuatnya melambat. Meskipun begitu, dia masih ingin mendorongnya.

“Aku pikir kau Chen Qing.” Jiang Yu Duo berkata setelah akhirnya berhasil masuk ke kamarnya.

“Apakah telingamu tersumbat? Aku bilang aku Cheng Ke!” Cheng Ke duduk di sofa. Alasan ajaib ini membuatnya tidak sadar bahwa Jiang Yu Duo dapat menggunakan gambar ini untuk menemui seorang Kepala Penjaga. 10i Bb

“Aku mendengarmu,” Jiang Yu Duo berkata, “Tapi aku kau Chen Qing, oke?”

“Aku…” Cheng Ke ingin mengatakan ‘Tentu saja aku tidak mengerti’. Dia dengan jelas mendengar kata ‘Cheng KE’ dan ia masih berpikir ia adalah Chen Qing. Siapa yang bisa mengerti jalan berpikir orang dengan kedelai ditanam di otaknya?

Sebelum menyelesaikan kalimatnya, sebuah benda berbulu menyapu tangannya.

Tikus! 0W9FRn

Dalam sejekap mata, Cheng Ke melompat dari sofa lalu teringat bahwa itu pasti kucing Jiang Yu Duo.

Dia menoleh untuk melihat ke sofa. Benar saja, seekor kucing kecil tengah melihatnya dengan mata bulat yang ketakutan.

Mungkin ia terkejut karena kecepatannya.

“Aku tidak pernah melihat pria yang sangat takut akan tikus sebelumnya,” ujar Jiang Yu Duo. XPi8VD

“Takut?” Cheng Ke menoleh dan dengan cepat menggeser pandangannya. Jiang Yu Duo tengah duduk di samping ranjangnya, tanpa busana dengan satu kaki di celana dalamnya. Dia tidak dapat menahan diri dan berbalik lagi, menunjuk Jiang Yu Duo. “Tidak bisakah kau memakai baju dulu?”

“Bukankah aku harus memakai celana dulu?” Jiang Yu Duo melihatnya. Tiba-tiba memicingkan matanya dan tersenyum. “Mau melihat lebih?”

“Aku pergi.” Cheng Ke meraih mantelnya dan hendak pergi.

Mantelnya terasa lebih berat dari sebelumnya. Ia menunduk dan menemukan bahwa kucing kecil itu tengah bergelantungan di lengannya. lnsF4T

“Turun.” Cheng Ke menarik mantelnya.

“Kau belum mengatakan untuk apa…” Jiang Yu Duo tidak tahu jika ia telah berbicara terlalu banyak. Pada saat ini, setelah setengah kalimat terucap, tenggorokannya tidak bisa mengeluarkan suara “..kau kesini.”

Read more BL at langitbieru (dot) com

“Memeriksamu.” Cheng Ke menghela napas sambil mengguncang mantelnya. “Kau tidak mematikan telepon namun tidak mengatakan apa pun. Aku kemari untuk memeriksamu. Jika kau meninggal, aku akan memanggil polisi.

Jiang Yu Duo tidak mengatakan apa pun. yUcX8A

Cheng Ke telah mengguncang mantelnya untuk waktu yang lama namun kucing itu tidak lepas. Ia tidak berani menggunakan tangannya karena takut kucing ini takut pada orang asing dan akan menyakarnya.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Vfafijt yfyfgjqj rjja, Aljcu Te Geb wfcujajxjc, “Kfglwj xjrlt.”

Jtfcu Bf yfgyjilx vjc wfiltja yjtkj lj afijt wfwjxjl mfijcj vjijw vjc mfijcj bijtgjuj. Zjrlt yfgafijcpjcu vjvj, cjwec revjt qjcajr vliltja.

Jtfcu Bf wfgjrj rfvlxla afgxfpea xjgfcj xjaj afglwj xjrlt sjcu vjajcu rfmjgj alyj-alyj vjc rfgler. KwRy2B

Aljcu Te Geb wfcutjwqlglcsj qfgijtjc. Zfgjlt vjc wfcujcuxja Zljb vjgl wjcafi vjc wfifajxxjccsj vl rboj, ijie yfgajcsj, “Bje yfiew wjxjc ‘xjc?”

“Belum. Aku baru saja ingin merebus dua telur, namun aku tidak mengira kompornya tidak bisa digunakan.” Cheng Ke langsung menyesali apa yang baru saja ia katakan…

Benar saja, Jiang Yu Duo segera mengambil ponsel di mejanya, menekan nomor sambil berkata, “Ayo makan bersama.”

“Tidak perlu.” Cheng Ke berjuang untuk menolak. “Aku punya pekerjaan. Aku cukup keluar dan makan apa pun.” AaBdoT

“Apa yang harus kau lakukan?” Jiang Yu Duo menatapnya.

“Itu…” Cheng Ke tiba-tiba tidak dapat memikirkan alasan bagus. Dia belum terbiasa dengan sikap serius Jiang Yu Duo. Semuanya terlihat seperti ia berusaha membuat segalanya canggung.

“Apa yang bisa kau lakukan.” Jiang Yu Duo berbicara dengan suara serak. Ia lalu kembali menekan nomor di ponselnya dan berkata, “Pergi ke supermarket setiap hari. Tempat terjauh yang kau pergi bahkan masih dalam teritoriku.”

“Kau mengikutiku?” Cheng Ke terkejut dan matanya membelalak. O4itkr

“Tidak.” Jiang Yu Duo berkata, “Aku telah bilang, ini teritoriku. Orang yang mencurigakan sepertimu, jika aku tidak mengawasimu, orang-orang akan melakukan hal yang sama denganmu.”
Jiang Yu Duo berdeham dua kali. “Lapor.”

‘Sungguh mencurigakan.’

Cheng Ke tidak mau berbicara lagi.

“Da Bin,” Jiang Yu Duo berbicara di telepon, “Bisakah kau ke Fu Luo dan mengambil dua sarapan….Aku baik-baik saja, uh, bawa ke rumahku…Terserah kau, lihat dan beli.” Al NQv

Jiang Yu Duo menyelesaikan panggilan, menyalakan rokok, duduk, dan melihat Cheng Ke secara langsung.

“Sejujurnya aku tidak mau makan,” ujar Cheng Ke.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Lihat aku makan,” ujar Jiang Yu Duo.

“…Haruskan kau bertindak seperti ini?” Cheng Ke tidak bisa marah. Kekonyolan Jiang Yu Duo meninggalkan jejak dipikirannya. xdZoPr

“Apa?” Jiang Yu Duo kehilangan suaranya segera setelah ia selesai berbicara. Jadi ia hanya bisa mengandalkan nafasnya dan bibirnya untuk berbicara.

“Lupakan saja. Kau tidak perlu mengatakan apa pun.” Cheng Ke menghela nafas. “Mendengarmu berbicara membuatku ingin memukul orang.

Jiang Yu Duo tersenyum. Berhenti berbicara dan meraih kucing yang berusaha melompat ke meja dan meletakkannya di pangkuannya untuk dipeluk.

Cheng Ke tidak ingin menatap tubuh Jiang Yu Duo yang tidak memakai baju, namun lukanya benar-benar menarik perhatian. Sangat sulit untuk tidak melihat. nvDbmO

Setelah beberapa saat, ia tidak dapat menahan diri dan bertanya, “Setiap kali kau berkelahi, apakah lukanya selalu seburuk ini?”

“Apa?” Jiang Yu Duo tertegun, lalu melihat dadanya dan tertawa.

“Itu pasti teriris oleh pedang 40 meter.” Cheng Ke menghela nafas, tidak mengerti bagaimana Jiang Yu Duo masih bisa tertawa saat tubuhnya terbalut luka.

“Di seluruh area ini,” Jiang Yu Duo berdeham setelah tertawa, namun suaranya masih serak, “Siapa yang dapat mengalahkanku?” QHtTif

“Kau bermulut besar.” Cheng Ke berujar dengan tidak senang. “Aku hampir saja percaya jika aku tidak melihat lukamu.”

“Itu hal yang berbeda. Tidak ada yang berani menggunakan pisau denganku di sini.” Jiang Yu Duo menjepit rokok, meraih kaos di sebelahnya dan memakainya. “Ini ada saat aku masih kecil.

Cheng Ke terkejut, namun tidak mengatakan apa-apa.

Bahkan bagi Jiang Yu Duo, memakai baju dengan satu tangan sedikit sulit, dan setelah beberapa saat, ia masih berjuang. Sejak ia melukai lengannya, ia merobek pakaiannya setiap kali ia berusaha memakai dan melepaskannya. Ia tidak tahu bagaimana ia melakukannya kemarin. yHBsCI

“Bantu aku.” Jiang Yu Duo berkata sambil menatap Cheng Ke.

“Apakah matamu masih bekerja?”

Cheng Ke, yang tengah menatapnya kosong, mengerutkan alis, bangkit, meraih tangannya dan membantunya menurunkan kaosnya. “Bagaimana kau memakai baju saat kau sendirian?”

“Jika kau tidak ingin menjadi manusia baik,” ujar Jiang Yu Duo, “Aku bisa memakainya sendiri.
Cheng Ke terdiam sejenak, menggenggam tangannya dan membantunya memakai kemeja. “Aku bukan orang baik.” Yk8T62

“Apakah kau anak kecil berumur 3,5 tahun yang tinggal di sebelahku dan berada di kelas yang sama..?” Jiang Yu Duo ingin bertanya, namun suaranya tidak bisa diajak bekerja sama dan setengah kalimatnya tidak terdengar.

“Apakah kau flu?” Tanya Cheng Ke. “Kenapa kau tidak ke rumah sakit?”

Story translated by Langit Bieru.

“Tidak pergi. Aku tidak ke rumah sakit.”

Bahkan memikirkannya saja membuatnya ingin muntah. kgJ8a5

Pergi sekali untuk mendapatkan gips di kakinya sudah cukup untuk memberinya mimpi buruk. Dia tidak ke sana untuk mengganti perbannya dan hanya meminta seseorang dari klinik untuk melakukannya.

Setelah memakai baju, ia menatap Cheng Ke dari waktu ke waktu. Melihat Cheng Ke tidak punya keinginan untuk pergi, ia kembali menyalakan rokok.

“Lihat dirimu, merokok terus…” Cheng Ke berkata, “Aku rasa aku harus les bahasa serak.”

Jiang Yu Duo baru saja ingin berbicara, saat tiba-tiba ia melihat sebuah bayangan bergerak di luar jendela dari sudut matanya. Ia langsung berdiri, mengangkat jari telunjuknya untuk memberi sinyal pada Cheng Ke agar ia tidak berbicara. Lalu bergerak perlahan ke jendela dalam dua langkah dan mengintip dari celah gorden.
Ada banyak orang di luar. Hari ini hari Minggu, jadi orang-orang yang beristirahat baru mulai keluar sekarang.
Jiang Yu Duo dengan cepat menggerakkan matanya lebih jauh, hanya untuk melihat sebuah bayangan berlari ke arah yang berlawanan. yanweW

Trotoar itu lagi.

Sudah dua kali.

Setelahnya, ia perlahan-lahan meninggalkan jendela. Cheng Ke bertanya perlahan, “Kakimu, perban itu hanya untuk dekorasi, kan?”

“Tidak.” Jiang Yu Duo duduk, lompatan tadi telah membuat kakinya sakit. Itu tidak begitu serius dan bisa dilepas hari ini, namun ia tidak ingin bertanya. DlKv6E

Memiliki perban membuatnya tenang. Tidak mudah untuk terluka lagi setelah terluka sekali.

…Dipukul oleh lemari dokumen tidak dihitung.

Suara Da Bin terdengar dari luar. “Kakak Ketiga, aku di sini.”

“Uhm.” Jiang Yu Duo menjawab. Da Bin adalah bawahan tercerdasnya. Dia adalah satu-satunya orang yang akan memberi tahunya jika ia tiba lewat jedela. UbzofW

Sebelum ia berdiri, Cheng Ke telah bangun dan membuka pintu.

“Kakak Ke?” Da Bin menyapanya, terkejut. “Aku pikir Kakak Ketiga akan makan semuanya.”

“Kau beli apa?” Tanya Jiang Yu Duo.

Da Bin berhenti ketika mendengar suaranya, seperti ingin mengatakan sesuatu namun ia batalkan. Ia meletakkan kantong dia tas meja. “Aku beli segala hal yang terlihat enak sedikit-sedikit. Tidak terpisah, hanya dua kantong.” ZApWqj

“Tidak masalah.” Jiang Yu Duo mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikan itu pada Da Bin.

“Kakak Ketiga, ini terlalu banyak.” Kata Da Bin.

Story translated by Langit Bieru.

“Lalu, kembalikan uangnya?” Jiang Yu Duo bertanya, “Atau, berikan kodemu untuk aku scan.”

“Tidak bisa begitu,” Da Bin tersenyum, “Aku akan mengambilnya dan membelikanmu snack tengah malam nanti.” I4xhHM

“Kau mau makan?” Jiang Yu Duo bertanya.

“Tidak,” Da Bin berkata, “Aku akan makan dengan Qing nanti. Aku akan mengunjungi tokonya hari ini.”

“Sana.” Jiang Yu Duo melambaikan tangannya.

Setelah Da Bin pergi, Jiang Yu Duo duduk di samping meja dan menatap Cheng Ke yang telah memerhatikan kucing yang tengah bermain dengan kantong plastik. “Makan. Atau kau perlu aku menyuapimu?” b7yFT4

“Apa kucing ini punya nama?” Cheng Ke duduk di depannya.

“Miao.” Dia membuka kantong, mengeluarkan kotak-kotak makanan. Mereka beruap dan terlihat enak.
Cheng Ke menatapnya dalam diam.

“Namanya Miao.”

“…Ah.” Cheng Ke mengangguk, “Itu nama kucingnya.” zQvA8c

“Nama ‘Miao Miao’ gampang tertukar dengan kucing lain.” Jiang Yu Duo mendorong sebuah ”LiuShaBao”, “Dibandingkan dengan tempat lain, roti restoran ini lebih kecil, namun lebih enak. Cobalah.”

“Aku ambil dua,” Cheng Ke berkata, “Aku tidak bisa makan banyak.”

“Ini bahkan tidak sebesar bolaku.” Jiang Yu Duo berkata, “Kau hanya akan makan dua?” Tangan Cheng Ke berhenti di udara sambil memegang roti. Setelah beberapa detik, ia mengangkat pandangannya. “Bisakah kau tidak bicara saat kita makan?”

“Ada apa denganmu,” Jiang Yu Duo melihat Liu Sha Bao dan berkata, “ini bahkan tidak sebesar bola pingpong.” V4ecPy

“Aku tidak mau makan lagi.” Cheng Ke berkata.

“Makan yang lain.” Jiang Yu Duo mengambil Liu Sha Bao darinya lalu mendorong sepiring ”CharSiu”, “Ini juga enak.”

Cheng Ke mengambil sepotong Char Siu.

Ketika Jiang Yu Duo mengambil sebuah Liu Sha Bao untuk dimakan, ia segera bertanya, “Apa kau pikir kau sedang makan bola sekarang?” YnS9x0

Tangan Jiang Yu Duo berhenti di udara dan menatap Cheng Ke.

Cheng Ke menggigit Char Siu: “Aku pernah dengar makanan ini sebelumnya. Apa ini dari Fu Lou?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Aku tidak tahu,” ujar Jiang Yu Duo.

“Apa?” Cheng Ke menatapnya. 31ukUF

“Kau,” Jiang Yu Duo bersandar di meja, merendahkan suaranya, “Kau bisa memakan bolamu sendiri? Kau luar biasa, tuan muda.”

Meski pun Jiang Yu Duo pernah berkelahi dengan Cheng Ke sekali dan tahu ia pernah mempelajari bela diri sebelumnya. Sejujurnya, dinilai dari Cheng Ke yang biasanya, kemampuan bertarungnya terlihat kecil. Terkadang ia sampai lupa ia telah dipukul Cheng Ke hingga matanya hitam.

Ketika Cheng Ke meraih rambutnya dalam kecepatan yang ia tidak bisa lihat dengan jelas dan membanting kepalanya ke meja, ia tiba-tiba ingat pria ini bisa bertarung dan cukup kuat.

“Aku menraktirmu sarapan.,” Jiang Yu Duo berusaha berpindah dan malah melihat sekotak ceker ayam di depannya. “Dan kau melakukan ini padaku?” YoRKb

“Apakah aku membutuhkanmu untuk menraktirku?” Cheng Ke masih menekan kepalanya tanpa melepaskannya sedikit pun.

“Tapi kau tidak pergi.” Jiang Yu Duo berkata, “Jika kau ingin pergi, bagaimana bisa aku menghentikanmu dengan keadaanku sekarang?”

“The fuck?” Cheng Ke terkejut.

Cheng Ke melonggarkan tangannya. Ketika Jiang Yu Duo mengangkat kepalanya, Cheng Ke telah bangun dan menghmapiri pintu sambil memakai mantelnya. cJ9viR

“Aiya!” Jiang Yu Duo menghela nafas. Sebenarnya ia tidak ingin membuat Cheng Ke marah, apalagi ketika ia telah melakukan perjalanan yang spesial dan menghangatkan hatinya hanya untuk melihat jika ia (jyd) telah mati.

Hal ini sama seperti bagaimana mereka tidak sefrekuensi asat berbicara. Ia selalu berpikir bahwa ia tidak berada di jalan yang sama dengan Chen Qing. Ia tidak menyangka hal itu juga berlaku dengan Cheng Ke.

Ia berdiri dan merentangkan tangannya untuk menarik Cheng Ke. Meski ia tidak benar-benar percaya bahwa keberadaan Cheng Ke tidak mempunyai tujuan tertentu, ia masih ingin mempertahankan hubungan. Jika ada sesuatu yang salah, akan lebih mudah baginya.

Mungkin karena ia berdiri terlalu cepat dan ia tidak tidur dengan baik, namun ia hampir saja mempertemukan kepalanya dengan meja. Ketika ia berdiri, pandangannya menjadi kabur dan dalam sekejap mata, pusing yang amat sangat berat menyerangnya. cu6Fhf

Ketika Cheng Ke menoleh, Jiang Yu Duo tersandung dua langkah ke arahnya dengan tatapan kosong. Secara reflek ia menangkap Jiang Yu Duo sebelum ia menabrak kursi.

“Ada apa?” Cheng Ke mengerutkan dahinya dan bertanya.

“Berdiri terlalu cepat,” ujar Jiang Yu Duo.

Cheng Ke baru saja ingin melepaskan, namun ia melihat dahi Jiang Yu Duo dipenuhi keringat. Ketika ia berbalik untuk pergi, tidak ada sebutir pun keringat. Baru beberapa detik berlalu… djXkc9

“Bukankah kau berdiri terlalu cepat?” Cheng Ke langsung menjadi gugup, “Duduk dulu!”
Jiang Yu Duo berjalan ke sofa tertatih-tatih. Cheng Ke memeluk tangannya dan setengah menyeretnya ke sana.

“Telepon Chen Qing.” Jiang Yu Duo jadi semakin serak, “Jangan pergi ke rumah sakit.”

Please visit langitbieru (dot) com

“Apa?” Cheng Ke tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

“Chen Qing.” Jiang Yu Duo mengerutkan alisnya, terlihat sangat tidak nyaman. rs3dcF

“Oke.” Cheng Ke menyentuh belakang lehernya dan merasakan keringat di seluruh telapak tangannya. Ia melap tangannya di kaos Jiang Yu Duo. Ia tahu itu bukan demam karena kulitnya yang dingin.

“Fuck you.” Jiang Yu Duo berkata.

“Itu keringatmu. Haruskah aku membersihkannya di diriku sendiri?” Cheng Ke berbalik dan meraih ponsel Jiang Yu Duo di meja.

Di layar ada foto Miao, yang namanya sangat unik. Fotonya diambil dengan cukup baik, dengan wajah mungilnya bersinar dibawah sinar matahari. zAlFb3

Cheng Ke sedang tidak mood untuk memperhatikannya. Ia membuka daftar kontak namun tidak menemukan nama Chen Qing. Hal pertama yang mendapat perhatiannya adalah ‘Cheng-Dungu-Ke’.

“Sial.” Cheng Ke mengutuk dan lanjut menggeser layar, “Apa itu ”Tian?”

“Mm.” Jiang Yu Duo menjawab sambil mengernyit.

Cheng Ke menelpon Tian Wang Gai Di Hu. Setelah beberapa nada dering, teleponnya diangkat. “Kakak Ketiga.” H5jEuS

“Ini aku, Cheng Ke,” ujar Cheng Ke. Chen Qing terdiam, mungkin tidak bisa merespon. Cheng Ke menambahkan, “Jaeger-LeCoultre.”

“Ah!” Chen Qing terkejut, “Kenapa kau memegang ponselnya?”

Cheng melirik Jiang Yu Duo, “Aku sedang di tempat Jiang Yu Duo. Kelihatanya ia…”

“Apa yang kau lakukan!” Chen Qing tiba-tiba berteriak. gUa53M

“Aku tidak melakukan apa pun, ia bisa saja …” Cheng Ke mengerutkan alisnya, namun diinterupsi Chen Qing lagi.

“Jika kau tidak melakukan apa-apa, kenapa ponselnya ada di tempatmu?!” Chen Qing berteriak.

“Aku—sial!!” Cheng Ke kesal, “Aku ke sini untuk mengganggunya. Lebih baik kau segera ke sini sebelum aku menusuknya hingga mati.”

Chen Qing terdiam, membuat Cheng Ke membayangkan jika ia tengah mengumpulkan Iqnya. Setelah beberapa detik, ia akhirnya berhenti berteriak. Ia menarik nafas seperti ia baru saja selesai berlari. “Apa yang terjadi padanya?” 2SosZ0

“Dia pusing dan suaranya serak,” ujar Cheng Ke.

“Aku akan segera datang,” Chen Qing berkata, “Jangan bawa dia ke rumah sakit. Jangan bawa dia ke rumah sakit. Kuulangi. Jangan bawa dia ke rumah sakit. Ia akan makin pusing jika ke rumah sakit.”

Langit Bieru.

“Mengerti. Apa yang harus kulakukan sekarang?” Cheng Ke bertanya.

“Tidak ada. Perhatikan saja dia. Ia hanya akan pusing untuk sebentar—penyakit lama. Kak Qian bilang ia mungkin mempunyai beberapa penyakit, tapi aku tidak tahu karena ia tidak pernah pergi ke dokter.” Chen Qing menyalakan mobil, Cheng Ke mendengar suara angin sebagai pemanis, “Aku akan segera sampai. “ aGALrO

Cheng Ke tidak bisa mengerti apa yang ia katakan. Ia hanya bisa mengatakan, “Hati-hati.”
Setelah menutup telepon, Cheng Ke bersandar di meja, termangu. Ia lalu mengambil sebuah kursi, meletakkan di dekat sofa dan duduk. Melihat Jiang Yu Duo yang tengah berbaring di sofa. Ia bertanya, “Mau minum?”

“Tidak.” Jiang Yu Duo menutup matanya.

“Ah.” Cheng Ke berdeham dan tidak tahu apa yang harus ia katakan. Ia tidak pernah berada di situasi seperti ini sebelumnya. Jika seseorang sakit, mereka tidak akan tinggal di rumah. Yang bisa ia lakukan hanyalah bolak-balik sambil menatap dokter dan suster bekerja.

Namun tetap diam seperti ini membuatnya terlihat tidak peduli. Ia merasa canggung karena sebenarnya ia datang ke sini untuk bertengkar dengan Jiang Yu Duo. 29n 7E

“Ingin makan sesuatu?” Cheng Ke mencoba bertanya.

Jiang Yu Duo tidak mengatakan apa pun dan menghela nafas lembut. Setelah beberapa saat, ia ebrkata, “Kau tidak perlu mencoba mengatakan apa pun. Ketika kau puisng, apa kau masih bisa makan?”

“Tidak bisa.” Cheng Ke menjawab jujur.

“Kalau begitu diam saja,” ujar Jiang Yu Duo. 9eOSm

Cheng Ke tidak ingin marah pada orang sakit. Ia tidak mengatakan apa-apa tapi sedikit takut melihat keringat mengucur dari dahi Jiang Yu Duo. Dia menarik handuk dari sofa dan menyeka keringat di dahi Jiang Yu Duo.

“Sial, aku menggunakan ini untuk melap kucingku.” Jiang Yu Duo berkata.

Cheng Ke melihat Miao di sampingnya dan tidak bisa menahan diri untuk tersenyum. Akan terkesan tidak sopan bila ia tertawa keras di saat seperti ini, jadi ia menahan diri. “Salahku.”

Sudut bibir Jiang Yu Duo berkedut membentuk senyuman atas kelakukan Cheng Ke. vdUfqu

Setelah tersenyum, ia berkata, “Aku tidak akan pergi ke rumah sakit.”

“Mm. Aku tahu.” Cheng Ke menatapnya.

  1. bola yang dibicarakan mereka berdua adalah bola yang ‘itu’. en. bagaimana bisa chengke makan kalau jyd membahas hal seperti itu?!!!
  2. jyd memikirkan hubungan antara mereka berdua aaaaaaaaaaaaaa
  3. setelah melihat tubuhnya, chengke bertanggung jawab dengan memakaikannya baju dan menemaninya sarapan! en, istri yang baik uwu
U4FK u

Translator's Note

pernah lihat video weibo atau di manhua yang ada tulisan ngambang? Maksudnya itu. Komenan yang melayang-layang.

Translator's Note

bao(roti) custard yang dibuat dari telur asin

Translator's Note

daging panggang berbumbu

Translator's Note

sedikit sulit diterjemahkan tapi artinya mirip dengan “bro” atau “bff” mungkin…

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!