English

PenawarCh16.1 - Cheng Ke menciumnya

1 Comment

Jiang Yuduo tidak mengatakan apa pun. Ia berjalan mengelilingi meja dan duduk di sebelah   Cheng Ke dan melihat gambar di meja. Setelah beberapa saat, ia masuk ke kamar tidur dan membawa keluar kucingnya yang tengah tidur.

“Meow,” dia mendorong kepala kucingnya turun sendikit dan berkata, “Lihatlah, tuan muda menggambarmu dengan garam. Jika menurutmu ini mirip dan bagus, mengeonglah sekali. Jika kau tidak mengeong, dia kalah.” qPH7TB

“Apa kau punya rasa malu?” Cheng Ke menatapnya.

“Meow, lihat,” Jiang Yuduo tidak tersindir dan terus menekan kepala kucingnya. “Aku akan menghitung hingga lima. Satu, dua…”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Meow~~” Cheng Ke tiba-tiba mengeong di belakang Jiang Yuduo.

Jiang Yuduo tertegun. 3CMcdd

Hampir saja ia mengira Meow lah yang bersuara.

Saat ia ingin menoleh, kucing di tangannya tiba-tiba mengeong. Seperti Cheng Ke.

“Meow.”

Fuck me?” Dia langsung membeku dan menatap kucingnya. “Apa maksudmu?” LJ HXj

“Dia mengeong.” Cheng Ke berkata.

Jiang Yuduo melempar kucingnya ke sofa, berbalik dan berkata, “Kau pandai meniru.”

“Yeah,” Cheng Ke bersandar di meja dan berkata, “Aku takut pada tikus jadi aku belajar cara menggambar kucing sebagai pelatihan diri.”

“Apakah itu berguna?” Tiba-tiba, Jiang Yuduo sedikit penasaran. TPv5hU

“Entah. Aku tidak pernah bertemu tikus.” Cheng Ke menjawab.

“Oh.” Jiang Yuduo mengambil mangkuk di meja kopi dan meminum alkohol di dalamnya. Ia kembali ke meja dan melihat gambar Meow yang dibuat dari garam di meja.

“Aku akan menghitung sampai lima. Kau bisa memikirkan cara untuk mengelak,” ujar Cheng Ke, “Jika tidak bisa, akui kekalahanmu, Kakak Ketiga.”

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“Vjae, vej, aluj,” Jtfcu Bf wfcutlaecu qfgijtjc, “Swqja …” VHP37F

Aljcu Teveb alyj-alyj wfcujcuxja revea ylylgcsj vjc afgrfcsew qjvj Jtfcu Bf. “Djlxijt.”

“Olwj.” Jtfcu Bf afgvljw cjwec wjrlt wfijcpeaxjc tlaecujccsj.

“Zje yfgwjlc rfqfgal jqj?” Aljcu Teveb afajq afgrfcsew rjja ajcujccsj wfcjglx aegec mfijcjcsj.

Jtfcu Bf wfgjrj xfqjijcsj xbcrifa. Alxj xje tjger wfwylmjgjxjc xfalvjx wjiejc, lj qjral alvjx ylrj wfcujijtxjc bgjcu rfqfgal Aljcu Teveb, sjcu wecuxlc afijt yfgyjeg vfcujc bgjcu pjijcjc rfpjx lj yjge ylrj yfgpjijc. 4ZB Oz

Ia harus berterima kasih pada Jiang Yuduo karena sudah mempertahankan sedikit kewarasannya. Jika ia menurunkan celananya seinchi lagi, Cheng Ke harus mengulang kejadian dimana seseorang berlari-lari tanpa baju.

Ia tidak benar-benar ingin melakukan apa pun. Sejak awal, tidak ada yang menganggap serius taruhan ini. Ia hanya melontarkan kalimat itu sebagai candaan pada Jiang Yuduo, yang respon pertamanya ketika kalah adalah menggunakan kucingnya sebagai perlindungan. Dan Jiang Yuduo adalah bos orang jelek.

Langit Bieru.

Sekarang saat Jiang Yuduo bertanya, Cheng Ke tidak tahu cara menjawabnya.

Jika ia adalah Liu Tiancheng dan krunya, Cheng Ke mungkin bisa mengurusnya. Terkadang, ketika mereka minum terlalu banyak, mereka akan melakukan hal-hal liar. XMYhLf

Ah, benar juga. Mereka terlalu banyak minum.

Cheng Ke melepas rokoknya, mengambil mangkuk dan meminum isinya. Jika mereka tidak terlalu banyak minum, siapa yang akan beradu mulut dengan Jiang Yu Duo mengenai hal-hal tidak berarti ini?

“Takut?” Jiang Yuduo berkata, “Aku hanya akan memberikanmu tiga detik untuk memikirkannya. Lupakan saja. Aku menghargai taruhan ini tapi kau seorang pecundang.”

Cheng Ke meliriknya. Sudut bibir Jiang Yu Duo tertarik ke atas. Penuh sindiran dan tantangan. 8SrLHj

Menyebalkan sekali.

Cheng Ke meminum alkoholnya lagi

Matilah kau dan kesombonganmu.

Hanya ada sedikit alkohol di mangkuknya. Ia langsung menghabiskannya. ki60oO

Makanlah kesombonganmu.

Anggur lembut itu meluncur dari tenggorokannya menuju perutnya.

Ia mungkin tidak berharga, namun ia tidak pernah menakuti apa pun. Pada situasi seperti ini, tidak mungkin ia menolak tantangan.

Ia meletakkan mangkuknya, meraih bahu Jiang Yuduo dan mendorongnya ke sofa. mryQH6

Saat Jiang Yuduo memantul di sofa, senyum menyebalkan itu masih terpasang di wajahnya. “Berhasil mengumpulkan kekuatan?”

“Yeah.” Cheng Ke maju ke depan dan sikunya menekan dinding di atas kepala Jiang Yudo.

Jiang Yuduo ingin mengatakan sesuatu namun Cheng Ke mengulurkan tangan dan menggenggam leher Jiang Yuduo. Ibu jari Cheng Ke menekan jakunnya dengan tenaga yang tidak besar namun tidak kecil juga. Apa pun yang Jiang Yuduo ingin katakan menguap begitu saja.

Ketika  Jiang Yuduo mengerutkan dahinya dan hendak menyingkirkan tangan Cheng Ke. Cheng Ke melepaskannya lalu menakan dahi Jiang Yuduo. Saat Jiang Yuduo memundurkan kepalanya, Cheng Ke menciumnya. XCmlj1

Cheng Ke dapat merasakan sedetik setelah bibir mereka saling menyentuh, Jiang Yuduo mengangkat kakinya dan membungkuk. Lalu ia membeku.

Sial.

Langit Bieru.

Ayo lihat seberapa sombongnya dirimu.

Jiang Yuduo membeku di posisi itu, dengan kaki yang setengah terangkat, hingga lidah Cheng Ke menyapu bibirnya untuk yang terakhir kalinya lalu bibir mereka menjauh. d0NraZ

Cheng Ke mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. ia menatap Jiang Yuduo untuk beberapa detik lalu berbalik dan menyapu meja. Kemudian ia mengambil sejumput garam dari kantung.

Jiang Yuduo tidak sadar untuk beberapa saat. Lalu ia menyentuh bibirnya.

Sensasi dari bibir Cheng Ke masih ada.

Namun ia tidak bisa mendeskripsikannya, hanya ada rasa alkohol. T bEmW

Fuck me,” Jiang Yuduo menatap punggung Cheng Ke dan berkata, “Kau cukup berani. Luar biasa.”

Cheng Ke tidak menagtakan apa-apa namun tetap melukis dengan jari-jarinya.

“Hanya saja terlalu cepat,” lanjut Jiang Yuduo. “Sudah selesai?”

“Kau tidak punya waktu untuk bereaksi.” Cheng Ke tidak menoleh. Ia mengambil sejumput garam dan terus menaburkannya di atas meja. zL1Kv4

“Kalau begitu kau tidak mampu,” ujar Jiang Yuduo.

“Kak ketiga,” Cheng Ke menjawab, “Aku sarankan agar kau tetap berada di duniamu sebentar. Jika kau membuatku menjadi antagonis lagi, aku akan menelanjangimu dan tidak akan memakai kondom. Lebih baik kau pertimbangkan seberapa besar kesempatanmu untuk menang dengan kedua tangan di atas.”

Sejujurnya, Chen Ke membuat Jiang Yuduo terkejut malam ini…tidak, ia sangat membuatnya terkejut. Jiang Yuduo tidak pernah berpikir tuan muda kecil ini, yang bahkan tidak marah seberapa keras ia menekannya, akan menjadi seperti ini setelah sedikit minum.

Namun setelah ia menatap punggung Cheng Ke untuk beberapa saat, Jiang Yuduo berpikir sepertinya ada yang salah. u5tSXl

“Aku punya pertanyaan,” ujar Jiang Yuduo.

“Aku ke sini karena aku tidak tahu kemana aku harus pergi setelah diusir dari rumah,” ujar Cheng Ke, “aku sering ke sini bersama temanku, jadi karena itu juga. Kau boleh menganggapku ke sini untuk menggali sampah.”

“Bukan ini,” Jiang Yuduo berkata. Ia mencari rokok lalu sadar bahwa itu adalah yang terakhir. Ia mengambilnya lagi dan menjepitnya di bibirnya. “Kau bisa bersama pria? Seperti itu?”

“Yeah.” Cheng Ke mengangguk. “Aku bisa bersama seorang pria. Kalau wanita, aku tidak bereaksi sama sekali.” iJEAS3

Tangan Jiang Yuduo, yang memegang pemantik api dan hendak menyalakan rokoknya, membeku di udara.

Saat Cheng Ke menepuk-nepuk garam dari tangannya dan menuangkan alkohol untuk dirinya sendiri, barulah Jiang Yuduo mengeluarkan sebuah “Fuck me” yang lembut.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Bukankah kau ingin aku menggambarmu?”tanya Cheng Ke. “Selesai.”

hwPoD

aku sangat sadar aku sangat lama hahahaha. aku juga tidak tahu apa benar-benar ada yang membacanya. tapi aku akan tetap mentranslate~. UASku sudah selesai dan IPKku melebihi ekspektasi. setidaknya tidak ada ngulang. Aku membagi cerita ini entah untuk berapa bagian. pokoknya kalau aku sudah malas lanjut menerjemahkan, aku akan segera update~. terima kasih.

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!

1 comment