English

PenawarCh9 - Pel seperti apa?

0 Comments

Original by Wu Zhe

English by JustBLThings zTu7Gd

Indonesia by CloudyRin

jangan curi hasil kerjaku!!!!!

Read more BL at langitbieru (dot) com

Donghua BL “Antidote” diadaptasi dari novel ini. RvwVi1

Cheng Ke mengikuti Jiang Yu Duo ke dalam restoran. Mereka diikuti oleh anak buah Jiang Yu Duo. Dalam sedetik, Cheng Ke merasaman sensasi canggung karena merebut peran Chen Qing sebagai kepala penjaga terhormat.

Namun dibandingkan menatap Cheng Yi di depan restoran, ini adalah akhir yang cukup bagus.

Dia berpikir, tanpa satu pun petunjuk. Apakah Cheng Yi masih berdiri di luar? Atau mungkin dia berubah pikiran dan telah masuk. Apa pun itu, dia tidak berbalik untuk melihat. 8IxkCU

“Ada berapa orang?” Seorang pelayan menghampiri dan bertanya.

“Enam,” balas Jiang Yu Duo. “Apa masih ada ruang di lantai dua?”

“Ya,” jawab sang pelayan.

Cheng Ke dengan cepat menghitung jumlah orang di kepalanya dan menyadari bahwa Jiang Yu Duo menghitungnya juga. Dia merasa sedikit malu dan ingin memanggil Jiang Yu Duo, namun Jiang Yu Duo tidak memberikannya kesempatan dan langsung naik ke atas. tv5JTQ

Di lantai dua, Cheng Ke dengan cepat berbicara saat Jiang Yu Duo berhenti untuk mencari meja. “”

Kak Ketiga?

Dia bisa mengatakan itu dengan keras sebelumnya, namun kontrak sewanya disertai dengan kartu identitas Jiang Yu Duo. “Kakak Ketiga” ini hanya 21 tahun dan ia benar-benar tidak bisa memanggilnya “kakak”. Meski pun ia tahu panggilan ini karena status Jiang Yu Duo di antara para manajer sampah.

“Kau bisa panggil aku Ketiga.” Jiang Yu Duo melihatnya. JMhH1R

“Ketiga.” Cheng Ke mengangguk. “Terima kasih untuk yang tadi. Aku menemui seseorang jadi aku tidak akan menganggumu dan teman-temanmu lagi.”

Jiang Yu Duo mengerutkan dahinya. “Kenapa kau memutar-mutar pembicaraan? Bilang saja kalau kau menemui seseorang dan bukan kami. Lupakan ‘tidak menganggu’ sialan itu.”

Cheng Ke tidak bisa mengatakan apa pun sebagai respon. Meski pun itu adalah apa yang ia maksud, tapi disebut secara terang-terangan oleh Jiang Yu Duo membuat semuanya menjadi canggung.

“Bukankah itu benar?” Alis Jiang Yu Duo masih menyatu dan ia bertanya lagi. zn1OdK

“Ya.” Cheng Ke hanya bisa mengangguk.

“Tidak diizinkan.” Jiang Yu Duo membalas dengan terus terang.

Langit Bieru.

“…eh?” Cheng Ke tertegun.

“Aku baru saja bertanya jika kau ingin makan dengan kami dan kau setuju.” Jiang Yu Duo melambai pada anak buahnya dan menunjuk sebuah meja di samping jendela. tBaWFP

Itu adalah sebuah meja besar namun dua wanita dan seorang pria baru saja duduk. Beberapa anah buahnya segera ke sana dan duduk di seberang mereka. Mereka ragu sebentar lalu bangun dan pergi.

Cheng tidak bisa mengomentari sikap ini.

“Berapa banyak teman yang kau undang?” Tanya Jiang Yu Duo.

“Satu,” jawab Cheng Ke. Rr0DM

“Seorang perempuan?” Jiang Yu Duo menyipitkan matanya dan tersenyum.

“Seorang pria.” Cheng Ke menghela nafas.

“Baik, beri tahu temanmu nomor mejanya,” ujar Jiang Yu Duo, “kita bisa makan bersama.”

Seumur hidupnya, Cheng Ke tidak pernah bertemu dengan seseorang yang secara paksa mengundang orang untuk makan. Di satu sisi, Jiang Yu Duo baru saja membantunya. Meski pun ia dengan keras curiga bahwa Jiang Yu Duo yang sangat to the point ini tidak benar-benar menolongnya namun benar-benar mengajaknya. Di sisi lain, ia tidak suka dipaksa makan bersama, apa pun alasannya. sRT2gF

“Tidak,” Cheng Ke bersikeras, “Aku…”

“Apakah kau ini perempuan?” Jiang Yu Duo terlihat frustasi juga. “Sangat bimbang! Apakah aku harus terus mengajakmu keluar selama dua bulan agar kita bisa makan bersama?

Apakah dinding di sekitar rumah sakit jiwa roboh? Kenapa tidak diperbaiki?

“Aku tidak bisa makan kalau itu bukan ruang pribadi.” Cheng Ke berhenti mencoba menjadi orang lembut. “Ruang publik terlalu berisik.” hTpfPz

“Ruang pribadi tidak ada suasananya. Jika tidak ada yang berbicara maka hanya ada keheningan, sangat canggung.” Jiang Yu Duo sampai beradu argumen dengannya. “Juga, tidak ada ruang pribadi yang kosong.”

Cheng Ke melihatnya.

Jiang Yu Duo memanggil seorang pelayan yang berdiri tidak jauh dari mereka.

Sang pelayan berlari. “Kak Ketiga.” ixdpFH

“Beri tahu dia tidak ada ruang pribadi yang kosong,” perintah Jiang Yu Duo.

“Halo, tuan.” Pelayan itu tersenyum canggung pada Cheng Ke. “Semua ruang pribadi…telah dipesan.”

Langit Bieru.

Saat Cheng Ke tertegun karena sadar pengaruh Jiang Yu Duo membentang melebihi tong sampah, Cheng Yi muncul di puncak tangga.

“Baik.” Cheng Ke segera mengakui kekalahan. uK8M0Q

Jiang Yu Duo melirik tangga dan tersenyum tipis. “Ayo.”

Cheng Ke duduk, di meja, dengan anak buah “yang-akan-masuk-ke-penjara” yang ia raih. Dia dengan sengaja memilih kursi yang menghadap jauh dari aula. Dia benar-benar tidak ingin melihat Cheng Yi lagi.

Anak buah Jiang Yu Duo menuang teh untuknya lalu melihat Jiang Yu Duo. “Kakak Ketiga, apa nama temanmu?”

“Nama pantatmu.” Jiang Yu Duo berkata, “Panggil dia kakak.” V6Rz30

Anak buah itu terlihat terbiasa akan reaksi ini dan hanya tersenyum sebelum berbalik untuk memanggil Cheng Ke, “Kak.”

“Cheng Ke.” Cheng Ke tidak punya rasa ketidak masuk akalan Jiang Yu Duo. “Namaku sudah cukup.”

“Kak Ke, senang berjumpa denganmu.”  Beberapa anak buah menyapanya bersamaan.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

“…Ah.” Cheng Ke meraih tehnya dan menyeruputnya. NtgrC8

Fcaex wfcuegjcul xfmjcuuecujc, lj wfcufiejgxjc qbcrficsj vjc wfculglw qfrjc qjvj We Glcu.

Apa tidak apa makan dengan orang lain? Aku bertemu beberapa teman.

Apa itu Yi dan yang lain?

Djijrjc We Glcu wfwyeja Jtfcu Bf afgvljw. ydEp2q

Tiancheng baru saja mengundangku dan aku bilang aku tidak punya waktu.

Oh, bukan mereka

Jangan khawatir, aku akan segera di sana

Jtfcu Bf wfculglwxjc cbwbg wfpjcsj xf We Glcu ijie wfcjajq qbcrficsj vjc yfgqlxlg. uhMN1e

We Glcu mexeq vfxja vfcujc Ole Kljcmtfcu. Rjwec yljrjcsj Ole Kljcmtfcu alvjx jxjc wfcfiqbc We Glcu xfalxj lj wjxjc vfcujc bgjcu-bgjcu lcl. Jtfcu Bf wfcufgeaxjc jilrcsj. Cqj sjcu vllculcxjc qglj lae.

“Yang tadi.” Jiang Yu Duo bertanya dengan pelan di sampingnya, “Apakah itu kakakmu? Kalian terlihat mirip.”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Adikku,” ujar Cheng Ke.

“Sedarah?” Jiang Yu Duo bertanya lagi. yV5BA3

“Ya.” Cheng Ke mengiyakan.

“Apa itu adik laki-laki dari seorang simpanan?” Jiang Yu Duo melanjutkan.

“…apa?” Cheng Ke harus menoleh untuk melihatnya.

“Anak haram dari keluarga kaya yang menggunakan segala macam tipu daya di buku untuk mengusir kakak laki-lakinya agar dapat mewarisi jutaaan,” jelas Jiang Yu Duo. geIFft

“Haruskah aku bertepuk tangan?” Cheng Ke melihat ke anak-anak buah di seberang meja. Mereka menghabiskan waktu dari hidup mereka membicarakan kaki, pinggang, dan buah dada, mengabaikan naskah yang bos mereka bicarakan. Ia meminum tehnya lagi dan berkata, “kenapa kau tidak berpikir kakak laki-lakinya yang mengeluarkan si anak haram?”

“Kau harus menggali sampah untuk seratus yuan. Bukankah sudah jelas siapa yang menghina siapa?” Jiang Yu Duo membenarkan.

Jika Jiang Yu Duo tidak berdarah karena luka dahinya, Cheng Ke benar-benar ingin memukul wajahnya dengan cangkir di tangannya.

“Bercanda.” Jiang Yu Duo tersenyum dan bersandar di kursi. “Adikmu terlihat lebih cerdik darimu. Juga terlihat lebih dewasa. Aku pikir dia kakakmu.” 9nM 7Q

Cheng Ke berusaha keras untuk tersenyum.

Setelahnya, Jiang Yu Duo terdiam dan melihat anak buahnya tertawa dan berbincang dengan santai.

Cheng Ke berusaha bergabung namun ia benar-benar tidak tahu apa yang sangat menarik. Pada akhirnya dia menyimpulkan bahwa orang dungu menganggap semua hal lucu.

Saat ia ingin menanyakan keberadaan Xu Ding, Jiang Yu Duo melambai di sampingnya dan berteriak, “Dude, di sini!” Glomq3

Cheng Ke berbalik tepat waktu dan melihat Xu Ding menghampiri mereka.

“Itu dia, kan?” Tanya Jiang Yu Duo.

“Jika bukan?” Cheng Ke harus menyerahkannya pada kepercayaan diri Jiang Yu Duo. Memanggil seseorang tanpa memeriksa apakah itu adalah orang yang tepat.

“Jika itu bukan dia maka dia tidak akan kemari,” ujar Jiang Yu Duo. o1237w

“Lalu kenapa kau bertanya padaku?” Cheng Ke bertanya pasrah.

“Bagaimana jika mereka bodoh?” Balas Jiang Yu Duo.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Cheng Ke tidak punya balasan untuk respon seperti itu. Dia berdiri dan tersenyum pada Xu Ding. Saat ia ingin menarik kursi di sapingnya, salah satu anak buah Jiang Yu Duo telah melakukannya.

“Duduk, kak.” HZ4RCh

“Terima kasih.” Xu Ding tersanyum dan mengangguk.

“Temanku, Xu Ding.” Cheng Ke memperkenalkan.

“Kak Xu.” Beberapa anak buah menyapa satu per satu.

Cheng Ke sadar bahwa mereka memanggilnya “Kak Ke”, bukan “Kak Cheng”. Namun itu menjadi “Kak Xu” bukan “Kak Ding” untuk Xu Ding. Hal yang paling penting adalah mereka tidak mendiskusikannya dan memanggil panggilan yang sama. Mungkin ada peraturan yang tak disebutkan untuk masalah panggilan? 6a4ufT

Ia lalu mengenalkan yang lain pada Xu Ding. “Ini Jiang Yu Duo, pemilik tanah…ku.”

“Halo.” Xu Ding mengangguk pada Jiang Yu Duo.

“Panggil aku Ketiga saja,” ujar Jiang Yu Duo.

“Ini adalah…” Cheng Ke ingin mengenalkan anak-anak buah itu namun menyadari bahwa ia tidak tahu nama mereka. Dia tiba-tiba merasa iri pada Jiang Yu Duo yang tidak mengindahkan tata krama. Jika ini adalah Jiang Yu Duo, dia akan melewatkan sopan santun ini dengan mudah. dVdyW8

“Teman-temanku,” ujar Jiang Yu Duo, “Terlalu banyak untuk diingat, jadi aku tidak akan mengenalkannya.”

“Ya.” Beberapa dari anak buah itu mengangguk. “Jika kau membutuhkan sesuatu, panggil kami saja.”

“Tentu saja.” Xu Ding mengucapkan ini sambil tersenyum.

“Bisakah kau makan pedas?” Jiang Yu Duo memanggil seorang pelayan. “Jika kita bisa maka kita tidak akan mengambil panci dua kaldu. Itu tidak memuaskan.” scCkip

“Ke dan aku bisa makan makanan pedas,” ujar Xu Ding.

Saat Jiang Yu Duo mulai memesan makanan, Xu Ding menoleh ke Cheng Ke dan bertanya, “Tuan tanah?”

Cheng Ke mengangguk dan mengonfirmasi. “Sungguh.”

“Dia terlihat sedikit…” Xu Ding berbicara pelan. dGVz5O

“Yup.” Cheng Ke tertawa. Dari pada seorang tuan tanah, Jiang Yu Duo benar-benar terlihat seperti seorang lintah darat. Dia berhenti selama beberapa detik dan tidak dapat menahan diri untuk bertanya, “Liu Tiancheng memanggilmu ke sini untuk makan?”

“Ya, tapi aku tolak,” ujar Xu Ding. “Apa kau berpapasan dengan mereka?”

Langit Bieru.

“Iya.” Cheng Ke menghela nafas. “Kau harusnya memintaku mencari tempat lain. Akan sulit untuk menjelaskannya jika mereka melihatmu.”

“Jangan khawatir.” Xu Ding berbicara dengan suara rendah. “Jika mereka lihat, mereka lihat. Aku benar-benar tidak ingin menengahimu dan adikmu. Kami tidak sedekat itu. Tidak apa jika mereka lihat.” QjfJZI

“Kau dan Liu Tiancheng…” Cheng Ke tahu Xu Ding dan Liu Tiancheng punya hubungan yang baik. Bukan hanya teman, tapi mereka juga punya bisnis bersama.

“Tidak sedekat itu.” Xu Ding tersenyum sambil menyesap tehnya. “Tidak perlu khawatir. Dimana kau tinggal sekarang?”

“Cukup dekat dari sini,” ujar Cheng Ke. “Di Gold Water Bay. Dua jalan dari sini, tempat bagus.”

“Bagus,” ujar Xu Ding. “Punya tempat untuk tinggal itu bagus. Apa langkahmu selanjutnya?” hrIEGM

Cheng Ke tidak menjawab. Pertanyaan Xu Ding membuatnya panik.

Rencana?

Dia tidak punya rencana.

Banyak hal yang terjadi beberapa hari ini hingga ia tidak punya waktu untuk membuat rencana. Sx8Tvo

Namun apa yang mengejutkannya adalah meski tidak ada yang terjadi dan ia punya banyak waktu, dia tidak akan membuat satu pun rencana.

“Tidak tahu.” Cheng Ke bersandar di kursi dan menghela nafas lembut. “Sial.”

“Santai saja,” ujar Xu Ding. “Kau tidak pernah mengkhawatirkan hal ini sebelumnya. Hanya saja jangan menyerah pada seni pasirmu. Aku masih ingin berkolaborasi denganmu. Sebelumnya kau tidak akan memberikan kami waktu jika suasana hatimu buruk. Bagaimana perasaanmu sekarang?”

“Cukup baik.” Cheng Ke tersenyum. JBF2sn

Ketika hot potnya tiba, Cheng Ke sadar bahwa Jiang Yu Duo memesan begitu bahwa hingga bukan hanya meja mereka saja yang ditutupi piring, tapi juga di troli di samping mereka.

“Begitu banyak?” Tanyanya.

“Rileks.” Jiang Yu Duo melirik anak buahnya. “Tidak cukup. Jika kita tidak mau berebut makanan maka kita harus memesan lebih banyak lagi nanti.”

Seorang anak buah membawa alkohol dan menuangkannya pada Jiang Yu Duo dan Xu Ding. Xu Ding menahannya dan berkata. “Aku mengemudi. Teh saja.” 8j2Ak0

Anak buah itu menempelkan botol itu di hadapan Cheng Ke. Cheng Ke tidak ingin minum meski biasanya ia akan. Dia tidak tahu bagaimana perasaannya malam ini.

“Kau mengemudi juga?” Jiang Yu Duo melihatnya.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Sejujurnya, Cheng Ke mengagumi Jiang Yu Duo. Ia punya kemampuan untuk mengatakan apa pun yang ia inginkan tanpa peduli tentang orang lain. Ia selalu terkejut setiap kalinya karena ia terbiasa dengan kehalusan.

Anak buah itu menuangkan satu cangkir untuknya lalu mengisi cangkir Jiang Yu Duo lagi. JfVNcm

Cheng Ke melihat perban di dahinya. Dengan luka seperti itu, Jiang Yu Duo tidak berhenti minum minuman beralkohol atau makan makanan pedas dan anak buahnya tidak berpikir itu aneh,

 “Sapi marmer mereka sangat bagus.” Jiang Yu Duo mengambil satu piring daging sapi. “Kalian sering ke sini kan?”

“Ya,” Xu Ding mengangguk, “Setiap kali kami…”

Sebelum ia selesai berbicara, Jiang Yu Duo telah menuang isi piring itu ke dalam panci dan mengaduknya santai dengan saringan. VUtlZz

Kemudian para bawahan itu turun ke atasnya.

“Cepat dan makan,” suruh Jiang Yu Duo. “Itu akan segera overcook.”

“Tentu saja.” Xu Ding meraih dengan senyuman.

Itu berarti Cheng Ke juga harus mulai makan. Ia benar-benar menikmati daging sapi seperti dan ia sekarang tahu bahwa jika ia menunggu lebih lama lagi, tidak akan ada daging yang tersisa. AjEFSZ

Lupakan “ini akan menjadi terlalu matang sebentar lagi”. Melihat mereka, itu sama sekali bukan masalah. Daripada mengkhawatirkan hal itu, akan lebih realistis untuk mengkhawatirkan apa yang harus dilakukan jika dagingnya kurang matang.

Selama makan, Jiang Yu Duo akan terus menambah makanan ke hot pot dengan cara yang sama. Entah itu daging atau sayuran. Ia akan melempar seisi piring secara langsung, dan seisi meja harus bertarung untuk merebut potongan kecil apa pun.

Cheng Ke merenung karena ia tidak pernah makan dengan penuh kepuasan sebelumnya.

Xu Ding terlihat terbiasa dengan ini dan terlihat senang berbincang dengan Jiang Yu Duo dan anak buahnya. Xu Ding berbeda dengan kru biasa Cheng Ke. Kru lamanya, mau mereka bertalenta seperti Cheng Yi atau tidak berguna seperti dirinya, punya sebuah keluarga untuk bersandar hingga titik tertentu. Xu Ding tidak punya latar belakang seperti itu dan meraih segalanya dengan kerja kerasnya sendiri, jadi ia merasa nyaman berada di sekitar Jiang Yu Duo dan gengnya. LdCi4w

Meski pun Liu Tiancheng punya bisnis dengan Xu Ding dan cukup dekat dengannya, dia masih merendahkan Xu Ding di dalam hatinya. Cheng Ke biasanya tidak memikirkan ini, namun sekarang ketika ia melihat Xu Ding, dia merasa iri.

Jangan berpikir untuk mengandalkan keluargamu atas segalanya.

Xu Ding mungkin satu-satu orang yang punya hak mengatakan hal itu. Dan lagi, mereka tidak peduli pada Xu Ding.

Cheng Ke tersenyum. rmGCNM

Setelah menyelesaikan makan yang seperti perang, Cheng Ke akhirnya belajar apa artinya…kenyang sekenyang-kenyangnya.

Bukan hanya perutnya, tapi juga otaknya. Dia menghabiskan seluruh acara makannya dengan mendengarkan perbincangan para anak buah tentang berbagai hal yang terjadi di teritori mereka. Mulai dari hal aneh dan juga transaksi mesum. Mereka semua dicampur dengan fiksi dan fakta namun semuanya luar biasa.

Read more BL at langitbieru (dot) com

Sejujurnya, Cheng Ke telah mendengar hal yang sama ketika ia berjalan-jalan dengan yang lain. Sebagai perbandingan, cerita para anak buah ini lebih mengasyikkan dan tidak dilebih-lebihkan secara berlebihan.

Cheng Ke tidak merasa jijik, hanya merasa dunia ini begitu besar. iTjtYE

Cukup besar untuk orang seperti ini dan hal seperti ini.

Saat mereka meninggalkan restoran, Xu Ding bertanya, “Kuantar?”

“Tidak perlu. Aku ingin berjalan-jalan dan menyesuaikan diri,” kata Cheng Ke.

Sebenarnya ia ingin pergi ke supermarket dan membeli…kain pel. Meski pun dia tidak mau, dia harus berususan dengan debu di lantai. NcDP7

“Tentu. Tetap berhubungan.” Xu Ding melupakan masalah itu dan menangkupkan tinjunya pada Jiang Yu Duo. “Kakak Ketiga, terima kasih untuk makanannya.”

“Tidak perlu formal.” Jiang Yu Duo melambaikan tangannya. “Panggil aku ketika kau ada di lingkungan ini.”

“Tentu.” Xu Ding mengangguk.

Ketika mobil Xu Ding melaju, Cheng Ke berbalik dan melihat restoran. sfh5EW

“Mereka belum selesai,” ujar Jiang Yu Duo. “Aku mengawasinya dan tidak melihat mereka keluar.”

“…Kenapa kau melacak sesuatu seperti itu?” Cheng Ke bertanya, tidak mengerti.

“Entah,” balas Jiang Yu Duo. “Kebiasaan.”

“Oh.” Cheng Ke mengangguk mengerti lalu menunjuk arah ke supermarket setelah keheningan beberapa detik. “Aku ke sana.” MC72R4

“Aku juga ke sana,” balas Jiang Yu Duo. “Ayo.”

Lagi pula, mereka telah berbagi makan malam yang kacau dan minum alkohol bersama. Ditambah mereka membantunya tadi, Cheng Ke merasa ia bisa menerimanya, berjalan bersama mereka sebentar.

Namun ini adalah pengalaman baru. Ia tidak tahu apakah karena keangkuhan para anak buah ketika berjalan atau hal lain, namun Cheng Ke merasa seperti ia sedang berpatroli di jalan.

Setengah jalan kemudian, ponsel salah satu anak buah berbunyi. Ia mengangkatnya dan berkata, “Kak Qing.” e8uwZO

Mungkin si kepala penjaga terhormat.

Lalu anak buah itu terdiam. Yang bisa mereka lihat adalah perubahan pada ekspresinya. “Aku akan memberi tahu Kak…ok, dimengerti.”

Langit Bieru.

“Apa yang terjadi?” Tanya Jiang Yu Duo.

Biasanya Chen Qing akan langsung menelponnya jika ada sesuatu. Menelpon Da Bin tiba-tiba membuat Jiang Yu Duo berpikir bahwa sesuatu telah terjadi. M0oxdV

“Kak Ketiga.” Da Bin berdeham dan tergagap. “Uh, Kak Qing ingin aku untuk…mengambil sesuatu. Kami akan…”

“Kenapa kau membutuhkan banyak orang untuk mengambil sesuatu?” Jiang Yu Duo menginterupsi.

Da Bin berdeham lagi. “Tidak tahu, mungkin hanya…”

Da Bin bukan seorang rE9Xk1

Da Bin bukanlah seseorang yang linglung. Dia biasanya akan melontarkan omong kosong lebih alami daripada mendapatkan ereksi pagi. Jika dia berjuang dengan sangat keras hari ini, maka itu berarti Chen Qing sedang dalam masalah.

Jiang Yu Duo berbalik menatap Er Tu yang berdiri di samping di sampingnya.

“Apakah Chen Qing pergi mencari Zhang Daqi hari ini?

Er Tu tidak mengikuti cerita Da Bin, ia mengangguk dan berkata, “ya.” C7ildr

“Sial.” Jiang Yu Duo berbalik dan mulai berjalan ke bar Zhang Daqi. “Da Bin, pangil orang.

“Kak Ketiga, kak ketiga!” Da Bin kesal. “Kak Qing bilang jangan bilang padamu, karena kau terluka.”

“Tidak memberi tahuku?” Jiang Yu Duo melihatnya. “Jika aku tidak pergi, kita lihat berapa banyak orang yang bisa keluar dari sana hari ini!”

Da Bin diam dan segera menelpon beberapa nomor. vXx8zQ

Jiang Yu Duo maju beberapa langkah, mengingat bahwa Cheng Ke masih di sini, lalu berhenti dan berbalik.

“Tidak apa.” Meski pun Cheng Ke terkejut, ia berbicara dengan jelas, “Sampai jumpa.”

Jiang Yu Duo meliriknya lalu berbalik untuk berlari ke ujung jalan yang lain. Anak buahnya mengikutinya seperti angin. Pesepeda yang ada di jalan mundur, terbagi di dua sisi, dan memberi jalan. Orang-orang yang melihatnya akan mengira mereka tengah membuat sebuah film.

Cheng Ke tidak tahu apakah itu karena alkohol atau kebosanan, namun saat ia melihat Jiang Yu Duo tertelan kegelapan, dia tiba-tiba memiliki dorongan untuk ikut dan menonton drama. eQP93L

Delapan dari sepuluh kali, dia melihat sebuah pertengkaran muncul ketika pergi ke bar. Namun sejujurnya, karena ia tidak tahu siapa pun dan hanya menonton sebagai penonton, ia tidak merasakan apa pun.

Itu seperti di sekolah, hanya dengan mengetahui pemain di lapangan dapat mengubah permainan bola sampah menjadi acara yang dipenuhi adrenalin.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Cheng Ke memikirkan hal itu lalu menyebrang ke sisi jalan lain dan berjalan ke tempat Jiang Yu Duo berlari.

Seluruh jalan dipenuhi dengan berbagai macam bar dan klub malam. Lampu-lampu menyala dengan terang hingga itu memenuhi otaknya. Bahkan tanpa sebuah pertengkaran, Cheng Ke merasa pusing. H3wMrR

Cheng Ke hampir sampai di persimpangan jalan dan masih tidak tahu dimana pertarungan mereka terjadi.

Namun ketika ia mengambil beberapa langkah, dia mendengar suara-suara.

Ada suara-suara yang naik dalam amarah, teriakan yang keras, jeritan, dan suara sesuatu saling memukul. Segera setelahnya ia melihat beberapa orang berlari masuk dari jalan lain menuju sisi kanan jalan.

Anak-anak buah yang Jiang Yu Duo panggil untuk membantu? 5Adegr

Cheng Ke melangkah maju dengan cepat dan tiba-tiba merasa tidak tenang.

Dia mengeluarkan ponselnya tanpa sadar.

Ada seseorang yang ia kenal bertarung di sana. Ini berbeda dari pertandingan bola. Dia berpikir tentang wajah berdarah Jiang Yu Duo dan luka-luka yang hampir membelah tubuhnya jadi dua di punggungnya.

Cheng Ke menunduk melihat ponselnya dan berpikir untuk menelpon polisi. W4wm0k

Sirine polisi berbunyi di belakangnya dan Cheng Ke menghela nafas lega. Lalu ia khawatir, akankah mereka ditangkap?

Saat sirene polisi berbunyi, sekelompok bayangan tiba-tiba muncul dari sisi kanan jalan dan menyebar di antara kerumunan di segala arah.

Cheng Ke ingin melihat hasilnya. Saat ia ingin maju selangkah, seseorang meraih lengannya dan menyentakkan tubuhnya ke belakang dengan kasar.

“Sial!” Cheng Ke mengutuk. Dia hampir jatuh karenanya. 7qGmYw

Dia tidak jatuh, namun hanya karena ia didorong ke dinding di sampingnya. Dia langsung mengangkat kakinya untuk menendang orang yang menyentaknya.

Meski orang itu menghindar, Cheng Ke masih merasakan tendangannya menyentuh pinggang. Dia mendengar sebuah kutukan. “Sialan, tidakkah kau melihat dulu sebelum kau meninju?”

“Jiang Yu Duo?” Cheng Ke tertegun.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Jiang Yu Duo menatapnya tajam. dM3Pz7

“…Aku ingin lihat apa yang terjadi,” jawab Cheng Ke.

“Lalu dipukul bersama karena kau mengatakan halo padaku?” Tanya Jiang Yu Duo.

Please visit langitbieru (dot) com

Cheng Ke ingin mengatakan ia tidak berencana menyapa Jiang Yu Duo, namun merasa malu.

“Kembalilah,” ujar Jiang Yu Duo. “Apa yang bisa dilihat? Tidak ada yang menganggap diri mereka manusia. Lebih baik melihat pertarungan anjing.” GQIZeo

Cheng Ke melihat Jiang Yu Duo yang sekali lagi menghilang ke dalam kegelapan dan mengehela nafas lembut.

Waktunya membeli sebuah pel.

Jenis apa?

Yang datar? eY0ti8

Atau yang bertali?

rin: hampir lupa 😀

s8gKtX

Translator's Note

mksdnya tuh, cheng ke curiga kalau jyd sbnrnya emang pengen ngajak cheng ke makan dan bukannya bantu dia kabur dari cheng yi. mmg jyd ini sangat uwu

Translator's Note

ini gak penting sih, tapi AAAAHHHH JYD WHY R U SUCH A TSUN

Translator's Note

kalian tahu mistress? Sebenarnya itu istri muda atau simpanan ya?

Translator's Note

maksudnya itu ngambil daging di hoptpotnya

Translator's Note

kalian tahu keep in touch? ya itu. arti indonya aneh ya wkwk

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!