English

Panduan Cara Gagal Pacaran OnlineCh17 - Jangan Seenaknya Mengubah Orientasi Seksualku di Depan Orang yang Kusuka!

0 Comments

Jing Huan masih mengetik ketika dia melihat beberapa awan hitam muncul diatas kepalanya. Dia tanpa sadar ingin menghindar. Sebagai hasilnya, dia mengetik karakter yang digunakan untuk bergerak di layar pesan.

[Sekarang] Xiao Tianjing: hhhhhh PvFl3d

[Sekarang] Buta Cinta: Kamu masih bisa tertawa?

Setelah berbicara, tongkat sihir di tangan Buta Cinta tiba-tiba berubah bentuk menjadi cakar yang langsung mengayun ke arah Jing Huan.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Itu salah paham, aku cuma pengen menghindari serangannya aja…” Jing Huan tidak sempat mengetik jawabannya, jadi dia hanya bisa menggerutu pelan dengan suaranya.

Xiang Huaizhi mengangkat pedangnya untuk menghadang serangannya dan melindungi Xiao Tianjing: “En, jangan ngomong lagi. Sembunyi.” x2HdiE

Setelah Jing Huan membeli karakternya, poin arenanya dihitung kembali dari awal. Setelah memenangkan tiga pertandingan berturut-turut, sistem akan berpikir bahwa kemampuan bermainnya sangat bagus. Apalagi dengan Hati Merindu di dalam timnya, maka tidaklah heran dia akan dipasangkan dengan ChunXiao.

Xiang Huaizhi sedikit mengernyitkan dahi. Kedua pemain di tim lawan merupakan pemain veteran. Dalam beberapa tahun sejak dia berhenti mengikuti pertandingan PK antar-server, keduanya selalu menjadi wakil server mereka di pertandingan tersebut. Jadi, wajar saja kalau mereka bisa mengoperasikan karakter mereka dengan baik.

Sepertinya dia tidak akan bisa memenangkan pertandingan kali ini.

“Kakak, aku ingat kalau Buta Cinta juga memainkan sekte Gua Huxian beberapa waktu yang lalu?” Jing Huan pergi bersembunyi, “Kenapa dia tiba-tiba menjadi penyihir sekarang?” 1vRmTU

“Tahun ini kelas penyihir dibuff. Mungkin dia sedang mempersiapkan untuk pertandingan PK antar-server tahun ini.” Xiang Huaizhi menjawab.

Keduanya berbentrokan di tengah peta dan mereka saling menyerang satu sama lain dengan skill masing-masing. Xiang Huaizhi memiliki equipment yang bagus dan dia juga berhasil menghindari beberapa skill Buta Cinta. Setelah sepuluh detik, Buta Cinta kehilangan setengah HPnya sementara Hati Merindu hanya kehilangan 30% HPnya.

“Kakak hebat banget!” Jing Huan langsung memuji-muji dan melemparkan skill penambah darah sedikit, “Kakak, minum susuku!”

Xiang Huaizhi tersedak: “…Ngomong yang bener.” 0z3ISh

Jing Huan terperangah, kemudian dia tersenyum sinis. Benar saja, cuma orang-orang playboy macam dia saja yang pikirannya langsung ngeres!

Dia berkata dengan polos: “Aku ngomongnya udah bener kok.”

Kolam darah tersebut dilemparkan tepat sasaran di bawah kaki Xiang Huaizhi dan HP nya pun bertambah sedikit.

Jing Huan: “Kakakku sudah minum susunya!!” ZEowXR

Begitu dia selesai berbicara, dia melihat Chun Xiao yang belum bergerak dari tadi mengangkat tangannya sedikit. Sebuah bunga teratai pun tumbuh dibawah kaki Buta Cinta, swisshh, dan HP Buta Cinta pun langsung penuh.

Langsung, penuh, dong!

Jing Huan: “…”

Ketika Xiang Huaizhi melihat dia terdiam, entah kenapa, dia tidak bisa menahan tawanya. Kemudian dia pun berbisik: “Chun Xiao adalah sekte Gunung Putuo. Semua atribut equipmentnya bisa menambahkan efek healing. Itu hanya perbedaan kekuatan sekte, bukan salahmu.” zd5Ggc

Xiang Huaizhi bisa melihat bahwa selalu ada menang kalah dalam arena. Dia melirik ke peta dan mempertimbangkan dengan serius apakah dia harus membunuh Chun Xiao terlebih dahulu. Bagaimana pun juga, selama masih ada Chun Xiao, akan sulit sekali  membunuh Buta Cinta.

Di saat ini, Xiao Tianjing tiba-tiba berlari melintasi mereka. Dia melompat ke atas batu besar dan melempar laba-laba berwarna terang dengan cekatan. Laba-laba yang merupakan skill segel dari Gua Huxian tersebut pun terbang persis ke arah Chun Xiao.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Melihat hal tersebut, reaksi pertama Chun Xiao adalah melompat ke kanan. Siapa yang menyangka begitu dia mendarat, laba-laba tersebut jatuh tepat di kakinya dan dengan cepat mengeluarkan jaring laba-laba dan menyegel skillnya.

… Ternyata Xiao Tianjing berhasil memprediksi posisinya. IT2VF4

Benar, Sekte Gua Huxian memang bukan sekte yang dikhususkan sebagai healer. Karakteristik terbesar dari sekte ini adalah kecepatan dan skill segelnya. Skill segel mereka sangat banyak, kekurangannya hanyalah jarak pemanggilan yang sempit. Skill tersebut juga tidak memiliki tingkat ketepatan yang tinggi, bahkan lebih parah daripada kolam darah.

“Kakak! Aku berhasil menyegel dia! Dia tidak bisa menggunakan skill lagi sekarang!” Jing Huan bersorak, “Aku hebat kan—”

“Bagus.” Xiang Huaizhi dengan cepat menjawab, “Cepat lari.”

Jing Huan terkejut, dan sebelum dia bisa bereaksi dengan perkataan Hati Merindu, dia melihat pita yang dibawa Chun Xiao berubah bentuk menjadi dua pedang panjang, dan dengan cepat dia menerjang ke arahnya. DdGHN8

Dia langsung menghindar. Pedang Chun Xiao pun mengenai batu besar tempat dia tadi berpijak, dan batu tersebut pun langsung terbelah dua.

“Dia itu healer petarung.” Xiang Huaizhi menyelesaikan kalimatnya pelan-pelan.

We’re sorry for MTLers or people who like using reading mode, but our translations keep getting stolen by aggregators so we’re going to bring back the copy protection. If you need to MTL please retype the gibberish parts.

Alcu Lejc sjcu revjt wfculglwxjc vlglcsj xf tjvjqjc Jtec Wljb: “…”

Ljt, cubwbcu vjgl jkji vbcu! w4JEkU

Zfiltja rjcu mfkfx geyjt wfibwqja-ibwqja vl ijqjcujc, Wljcu Lejlhtl wfgjrj tji afgrfyea rjcuja ieme. Kfajql rfafijt yfyfgjqj rjja, vlj wfgjrjxjc jvj rfrejae sjcu pjcuuji.

Chun Xiao memilih untuk bermain sebagai healer petarung salah satu alasannya adalah karena dia memiliki kemampuan prediksi yang bagus dan dapat menyerang lawan tanpa harus bergantung pada skill yang banyak. Tetapi setelah beberapa menit berlalu, Xiao Tianjing tanpa diduga-duga hanya terkena serangannya sekali saja.

“…Letete.. Glj wjrlt wfcufpjgxe!” Alcu Lejc yfgajcsj, “Bjxjx, yjujlwjcj vfcujcwe? Dlrj wfcujijtxjccsj?”

Kalau kamu tidak bisa mengalahkannya, cepat menyerah, dan kalau kamu bisa mengalahkannya, cepat bunuh dia lalu bantu aku! ! V5qjzB

Chun Xiao ini terlalu mengerikan, ada beberapa kali dia nyaris tidak bisa menghindar. Dia juga sudah lama tidak bermain PK, jadi lebih sulit lagi baginya untuk terus menghindar seperti ini.

Tidak ada suara menjawab, tetapi karakter game mereka masih bergerak. Jing Huan bertanya kembali: “Kakak?”

Setelah beberapa saat, Xiang Huaizhi tiba-tiba berkata, “Lihat kolom skill mu.”

Jing Huan: “Sudah lihat, kenapa….” zjNyi6

“Ada skill berwarna pink yang bernama Benang Emosi.”

“Hah?”

Please support our translators at langitbieru (dot) com

“Lemparkan ke muka Chun Xiao.”

“? ? ?” Jing Huan melihat jarak pemanggilan Benang Emosi, “Kk, skill ini jarak pemanggilannya bahkan tidak sebesar kuku jariku…” xdYo7j

“Untuk sementara waktu aku tidak bisa ke situ.” Xiang Huaizhi menjawab dengan singkat, “Segel dia dan kamu bertahan hidup, gagal dan kamu mati.”

“…”

Jing Huan menggertakkan gigi dan melompati dua batu, kemudian dengan cepat dia berbalik dan melemparkan Benang Emosi.

Sesuai seperti yang dia duga… meleset. W5OtSd

Dia memelankan suaranya: “Kakaakk…”

“Teruskan.” Xiang Huaizhi berkata, “Anggap aja dia seperti aku.”

“?”

“Anggap seperti kamu melemparkan kolam darah kepadaku, pelan-pelan saja, jangan khawatir.” E1b83k

Jing Huan otomatis tidak mengindahkan kalimat setelahnya.

Anggap saja Chun Xiao seperti Hati Merindu?

Tidak perlu dikatakan lagi, walaupun karakter Chun Xiao adalah cewek dewasa, tetapi dia mengenakan pakaian serba hitam sama seperti Hati Merindu. Dia juga memegang pedang panjang di tangannya.

Setelah itu, Xiang Huaizhi menyempatkan diri untuk melihat pertarungan diujung lainnya tersebut. Sang cewek rubah masih dikejar-kejar dan diserang, ekornya berkibas-kibas di udara. chjZpG

Dia tiba-tiba merasa bodoh, bagaimana bisa dia menaruh harapan kepada Xiao Tianjing.

Dia baru saja akan meninggalkan Buta Cinta dan menyelamatkan cewek rubah tersebut, ketika dia melihat Xiao Tianjing yang sejak tadi berlarian tiba-tiba membalikkan kepala dan melemparkan Benang Cinta dengan patuh.

Kali ini Benang Cinta tersebut berhasil mengenai Chun Xiao terus menerus. Chun Xiao pun akhirnya terpenjara di posisinya, tidak bisa bergerak.

Xiang Huaizhi menaikkan alisnya dan baru saja akan memuji permainan cantik ini, ketika dia melihat sesuatu kejadian aneh— Fqj29R

Setelah Xiao Tianjing berhasil menyegel Chun Xiao, dia tidak langsung beranjak ke posisi aman, tapi dia malah mengeluarkan cambuk di tangannya dan mencambuk Chun Xiao!

Sebuah angka “1” bersarna merah pun muncul diatas kepala Chun Xiao.

Langit Bieru.

Segel Benang Emosi hanya bertahan selama tujuh detik. Tujuh detik kemudian, Chun Xiao membelah tebing batu di samping Xiao Tianjing lagi. Xiao Tianjing mengambil kesempatan ini untuk kembali menyegelnya dengan Benang Emosi.

Kemudian dia mengeluarkan cambuknya dan mencambuk Chun Xiao kembali. Damage yang tertampil kali ini adalah “2”. cu4Rgd

Xiang Huaizhi: “…”

Xiang Huaizhi: “Kamu ngapain?”

[Sekarang] Chun Xiao: ?

[Sekarang] Chun Xiao: Boleh juga kamu. oQRruw

Jing Huan seperti tersadar dari mimpi.

… Selesai sudah.

“…Bukannya kk yang menyuruhku untuk menganggap dia seperti kk?” Dia menjelaskan dengan keras kepala, “Aku cuma, aku tidak bisa menahannya! Aku ingin menyentuhmu lebih banyak lagi!”

Xiang Huaizhi: “…” soZXBD

Jing Huan berkata lagi: “Aku ingin.. bermesraan.. dengan kk…”

Xiang Huaizhi merasa dirinya sudah mulai kebal dengan perkataan seperti ini: “…oh?”

“Tapi sepertinya dia salah pahal, gimana nih…”

“Ga papa.” Xiang Huaizhi berhasil menyingkirkan Buta Cinta dan segera beranjak ke arah mereka, “Lari.” NjlvUe

Sebagai healer petarung, kelemahan Chun Xiao adalah defense yang rendah. Setelah menghadapi dua orang sekaligus, Xiang Huaizhi berhasil mengurangi HP nya hingga hampir habis.

Setelah melihat hal ini, Jing Huan segera berkata, “Wow, kk, apa kita akan menang?”

Ketika Xiang Huaizhi baru akan menjawab dia, dia melihat bahwa laba-laba kecil dibawah Chun Xiao menghilang — waktu segelnya sudah habis.

Ini adalah pertama kalinya Jing Huan bermain PvP menggunakan sekte Gua Huxian. Dia masih belum terbiasa dan dia tidak langsung memperbaharui segelnya. Dia melihat Chun Xiao mengubah pedangnya kembali menjadi pita, menggoyangkan tangannya dengan lembut, dan memilih untuk tidak menyembuhkan dirinya sendiri tapi membangkitkan teman timnya yang sudah mati. AVcClu

Xiang Huaizhi mengumpat dalam hati.

Buta Cinta yang tadi mati pun bangkit kembali dan segera melancarkan serangan ke arah Jing Huan.

Langit Bieru.

Serangan besar dengan kombo tiga sihir seperti itu 100% pasti kena. Jing Huan yang equipmentnya masih belum begitu bagus pun kehabisan HP nya setelah terkena serangan besar tersebut. Sang cewek rubah itupun jatuh ke tanah, ekornya yang besar menutupi seluruh tubuhnya.

[Tim] Xiao Tianjing: … F1pqGQ

[Tim] Xiao Tianjing: QAQ Huwaaa! !

Hati Merindu adalah sekte penyerang, tidak memiliki skill untuk membangkitkan orang mati. Untungnya skill Chun Xiao memiliki waktu tunggu yang cukup lama. Dia berkata: “Tidak apa-apa, kita masih bisa menang. Setelah aku membunuh Buta Cinta, aku akan menggunakan obat untuk membangkitkanmu, kalau tidak mayatmu nanti bisa dikontrol. Setelah kamu bangkit lagi, segera segel Chun Xiao.”

Sebelum dia bisa menyelesaikan kata-katanya, di matanya muncul notifikasi sebuah kalimat.

【Karena Chun Xiao dan Buta Cinta menyerah, kamu memenangkan pertarungan.】 4dT5sA

【Selamat kepada Hati Merindu sudah mengalahkan Chun Xiao dan Buta Cinta dan berhasil mendapatkan kemenangan empat kali berturut-turut!】

Karena Jing Huan masih mati diakhir pertandingan, bukan saja dia tidak mendapatkan poin, poinnya malah dikurangi 3 poin.

Jelas sekali kalau lawannya memilih untuk menyerah hanya supaya dia tidak mendapatkan poin.

Taktik seperti ini sudah ada sejak lama, tapi hanya sedikit orang menggunakannya karena terlalu licik. Pada akhirnya, kalah adalah kalah, tidak perlu menggunakan cara licik seperti ini. Hampir setiap tahun, ada saja insiden dimana orang berkelahi karena penggunaan taktik ini di Nine Heroes. midJOy

Jing Huan menghela napas, dia merasa sangat diperlakukan tidak adil.

Xiang Huaizhi: “Maaf.”

Jing Huan tertegun: “Hah? Kenapa?”

“Aku tidak menyelamatkanmu.” Xiang Huaizhi bertanya, “Berapa poin yang dikurangi?” nDOwTL

“Ga papa kok. Aku yang lupa memperbaharui segelnya. Dan aku hanya dikurangi tiga poin saja.”

Xiang Huaizhi mengeluarkan “En”: “Akan kuambil balik untukmu.”

Jing Huan tidak mengerti apa maksud Hati Merindu ketika orang tersebut berbicara di dalam game.

[Sekarang] Hati Merindu: Ayo sekali lagi. xKis1Y

Karena tim yang lain masih bertarung, hanya ada mereka dan tim Chun Xiao di lobi tunggu pada saat ini. Sangat jelas kalau ucapan itu ditujukan kepada mereka.

[Sekarang] Chun Xiao: Boleh saja.

Please support our translators at langitbieru (dot) com

[Sekarang] Buta Cinta: Memangnya kami takut kalian?

[Sekarang] Xiao Tianjing: [kaget]! ! ! sTtVMu

[Sekarang] Xiao Tianjing: Tunggu bentar!! Rukun pangkal kaya, rukun pangkal kaya… Lebih baik kita pakai kesempatan ini untuk meluruskan kesalahpahaman diantara kita, kebanyakan bertarung dan bunuh membunuh itu tidak baik QAQ

Sial! Dia tidak mau melawan mereka berdua dengan equipment jelek seperti ini! Kemenangan hanya bergantung pada keberuntungan, tapi jika kalah bukannya lebih memalukan lagi?!

[Sekarang] Buta Cinta: Aku sama kamu apa lagi yang mau diomongin?

[Sekarang] Buta Cinta: Kamu menipu anggota guildku, oke lah. Masih berani merayu istriku, aku belum doxxing kamu saja udah bagus! zrBGiU

Jing Huan sedikit bingungL “Siapa istrinya dia? Bukannya dia cewek?”

Xiang Huaizhi tertegun: “Aku dengar dia dan Chun Xiao itu berpacaran.”

Jing Huan tiba-tiba sadar.

Buset, pemilik karakter ini sebelumnya ga etis banget! Makan cewek dan cowok masih belum cukup, masih harus merayu istri lesbi orang? K5Bg31

[Sekarang] Xiao Tianjing: Itu kan dosa pemilik sebelumnya. Tidak ada hubungannya denganku.. QAQ

[Sekarang] Buta Cinta: Aku tidak percaya.

[Sekarang] Xiao Tianjing: Kalo kamu tidak percaya, dengarkan suaraku, pasti berbeda dengan pemilik sebelumnya!

[Sekarang] Buta Cinta: Kamu pakai alat pengubah suara kan? Cetnxi

…Sialan, dia ketahuan.

Jing Huan memutuskan untuk mengalihkan topik pembicaraan.

[Sekarang] Xiao Tianjing: …Aku tidak pakai! [marah]

[Sekarang] Xiao Tianjing: Kalian Guild Paviliun Nganggur biasanya menganiaya, mengejar-ngejar, dan membunuhku, aku sudah mentolerir semuanya! VsDN86

[Sekarang] Xiao Tianjing: Tapi jangan seenaknya mengubah orientasi seksualku di depan orang yang kusuka!!

[Sekarang] XIao Tianjing: Ini adalah titik bawah toleransiku! Hatiku, jiwaku, dan tubuhku, semua milik Kk Dewa Perang!! Aku tidak merayu istrimu!!! [memukul meja] [marah besar]

Please support our translators at langitbieru (dot) com

Begitu kalimat tersebut terkirim, ketika Buta Cinta dan Chun Xiao masih berdiri terpana, layar Jing Huan tiba-tiba berubah — mereka sudah memasuki pertarungan selanjutnya.

Xiang Huaizhi tidak tahan lagi dan langsung mengklik tombol Match. 7xoeCJ

Alisnya berkedut dan tiba-tiba dia merasa bahwa dirinya pasti gila karena dia masih mau membawa Xiao Tianjing memenangkan kembali poinnya.

Translator's Note

Dalam bahasa gaul Mandarin, healing atau penyembuhan dalam game disebut nai (susu)

Leave a Comment

For an easier time commenting, login/register to our site!